cover
Contact Name
Suryo Tri Widodo
Contact Email
jurnal.ars@isi.ac.id
Phone
+6281353937626
Journal Mail Official
jurnal.ars@isi.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jl. Parangtritis Km. 6,5 Sewon, Bantul, D. I. Yogyakarta, 55188, Indonesia
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
ISSN : 18297412     EISSN : 25807374     DOI : https://doi.org/10.24821/ars.v27i3
Core Subject : Humanities, Art,
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini bertujuan memublikasikan karya ilmiah berupa hasil penelitian, penciptaan, pengkajian, serta studi pustaka di bidang seni rupa, kriya, dan desain. Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada periode Januari–April, Mei–Agustus, dan September–Desember. Sejak volume 21 tahun 2018, Ars telah terakreditasi Sinta 4, dan seluruh artikel yang diterbitkan telah dilengkapi dengan DOI (digital object identifier).
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Perkembangan dan Karakterisasi Batik Klasik dalam Fashion Kontemporer Berbasis Budaya Visual Annisa Rohma Istiqomah; Joko Lulut Amboro
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 27, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v27i3.10010

Abstract

Batik dipasarkan sebagai warisan Indonesia dengan nilai dan makna tertinggi di pasar nasional, regional, dan internasional. Pengembangan batik kemungkinan berguna sebagai kemajuan teknologi informasi dan untuk membuka dunia. Pemerintah, pemegang modal, praktisi, dan akademisi seketika ditekan oleh pasar guna menunjukkan kreativitas dan kebaruan, dari situ masalah mulai berkembang. Para pengrajin mulai beradaptasi dengan masalah ini dengan cara mengembangkan produk baru. Unsur potensi daerah dan kearifan lokalmasyarakat yang lebih tinggi ditunjukkan secara luas dengan inovasi pembentukan konsep desain batik kontemporer Indonesia. Pembangunan berdasar kearifan lokal merupakan konsep strategis. Metode kualitatif diterapkan dalam penelitian ini, serta fenomena sosial dan perspektif pasar berdasarkan dari pendekatan budaya visual. Sentra bisnis dan klaster batik merupakan hasl daripengaplikasian ini. Hal ini efektif dalam hal budaya tradisional serta tren masyarakat.
MENYOAL SAMPAH DI ATAS SAMPAH: KARYA SENI MURAL ADIT DOODLEMAN SEBAGAI BENTUK KRITIK "JOGJA DARURAT SAMPAH" MELALUI INSTAGRAM Ratna, Rr. Vegasari Adya; Ilham, Kevin
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 28, No 1 (2025): Januari-April 2025
Publisher : Faculty of Visual Arts and Design, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v28i1.13881

Abstract

Maraknya galeri dan art space di Yogyakarta telah menggeser peran ruang jalanan sebagai media ekspresi seniman mural. Namun, di akhir tahun 2023, ruang di beberapa titik Kota Yogyakarta kembali dibuat riuh. Keriuhan ini bersumber dari tumpukan sampah yang “bersuara” imbas penutupan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Piyungan mulai tanggal 23 Juli 2023 hingga 5 September 2023. “Suara” tersebut dibuat oleh seniman Adit Doodleman menggunakan cat semprot kemudian merekam aksinya untuk diunggah melalui Instagram. Unggahan dengan keterangan sarkas bernada kritik sosial ini mempertegas seruan-seruan yang membuka wacana sekaligus menggerakkan massa untuk menekan kebijakan pemerintah kota. Unggahan Adit yang menjadi viral berdampak pada kepercayaan warga yang kemudian sedikit direspons oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi strategi komunikasi dalam proses penyampaian pesan kritik yang kreatif, serta memaparkan peran seni mural dalam masyarakat di era digital, bahwa bentuk seni yang bersifat kritik memiliki podium serta cara yang berbeda dalam menyalurkannya. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, dokumentasi, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Adit terbagi ke dalam dua aspek: strategi pesan visual dan strategi media sosial. Kombinasi keduanya menjadikan seni mural sebagai bentuk protes yang efektif, sekaligus membuktikan bahwa media sosial dapat memperluas jangkauan kritik sosial di era digital. Kata kunci: mural; kritik sosial; sampah; Instagram---Questioning Waste upon Waste: Adit Doodleman's Mural Art as a Form of Critique on "Yogyakarta's Garbage Emergency" through Instagram. The proliferation of galleries and art spaces in Yogyakarta has gradually shifted the role of street spaces as a medium of expression for mural artists. However, toward the end of 2023, several areas across the city of Yogyakarta once again became sites of public attention. This disruption stemmed from piles of garbage that began to “speak” in the aftermath of the closure of the Piyungan Final Waste Disposal Site (TPA Piyungan) from July 23 to September 5, 2023. These “voices” were created by mural artist Adit Doodleman using spray paint, whose actions were then documented and shared via Instagram. The posts, accompanied by sarcastic captions carrying a tone of social critique, reinforced public outcries that both opened up discourse and mobilized the mass to pressure municipal government policies. Adit’s viral posts gained public trust and provoked a limited response from the government. This study aims to elaborate on communication strategies used in delivering creative messages of critique and to explain the role of mural art in society within the digital era—showing that critical art adopts different platforms and methods of expression. Data collection techniques include in-depth interviews, documentation, observation, and literature review. The findings reveal that Adit’s communication strategy consists of two key aspects: visual messaging strategy and social media strategy. The combination of these two approaches positions mural art as an effective form of protest, while also demonstrating that social media can amplify the reach of social criticism in the digital age.Keywords: mural; social critique; waste; Instagram
Perancangan Game Edukasi Nilai-nilai Moral Peristiwa Bersejarah Sumpah Pemuda untuk Generasi Muda Enggar Penggalih; Widyasari Widyasari; Mahimma Romadhona
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 27, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v27i3.6338

Abstract

Moral adalah istilah yang manusia disebut ke manusia atau orang lainnya dalam perbuatan yang memiliki nilai positif. Individu yang tidak mempunyai suatu moral disebut dengan amoral sehingga dapat diartikan bahwa ia tak bermoral dan tak memiliki nilai positif di pandangan para individu lainnya, sehingga moral merupakan hal absolut yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah  mengedukasi nilai – nilai moral peristiwa bersejarah “Sumpah Pemuda” untuk generasi muda yang di harapkan dapat meningkatkan semangat nasionalis para generasi muda saat ini dan dapat mengambil nilai moralnya melalui media game yang akan ditunjukan kepada remaja usia 14 – 20 tahun. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dan kuantitatif, pada metode kualitatif peneliti melakukan pengumpulan data dengan melakukan wawancara kepada guru, orang tua, target audiens dan menelusuri literatur yang ada, sementara pada metode kuantitatif peneliti menyebarkan kuesioner kepada target audiens untuk mendapatkan data serta menguji hipotesis, yang akan berpengaruh kepada penentuan objek perancangan.
Foto Produk Brand Spotless Sebagai Media Promosi di Instagram Aria Putra Mahendra; Silviana Amanda Tahalea; Erlina Novianti; Ratih Candrastuti
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 27, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v27i3.7509

Abstract

Foto produk adalah genre fotografi yang bertujuan untuk menjual dan menarik perhatian para-audience yang melihat foto tersebut, berkembang dengan sosial media pada saat ini yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Sosial media merupakan sebuah alat yang memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi dan berkomunikasi.Fungsi Instagram memberikan layanan untuk mengunggah foto atau video yang dibagikan ke sesama pengguna.Spotless merupakan salah satu bisnis yang memanfaatkan sosial media sebagai bentuk promosi barang yang ditawarkan. Spotless adalah sebuah brand yang berfokus menjual barang perawatan sepatu. Salah satu bentuk promosi yang dilakukan oleh Spotless adalah menggunakan foto produk. Foto produk yang diunggah oleh Spotless tidak menvisualkan informasi dari produk yang difoto dan tidak berkonsep. Oleh karena itu, penulis akan mengangkat foto produk Spotless dengan konsep menvisualkan informasi dari produk yang menunjukan mudah, aman dan nyaman yang pada akhirnya akan di unggah ke Instagram @spotless_id sebagai bentuk promosi. Metode penelitaan yang digunakan adalah observasi beserta wawancara dan studi literatur. Tujuan penelitian untuk mempromosikan produk Spotless sehingga dapat menjual atau menarik perhatian audience. Dari hasil penelitian ini, bahwa foto produk harus menyampaikan informasi produk yang difoto,dan menarik secara konsep serta visual, sehingga pada akhirnya audience akan tertarik dan mengetahui informasi terkait produk yang difoto.
TRANSFORMASI MOTIF FILAMEN PLA MENJADI LAMPU MEJA MENGGUNAKAN TEKNIK 3D PEN SEBAGAI PROSES BERKARYA HIBRIDA Maximillian, Arnold; Jonatan, Lisa Levina Krisanti
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 28, No 1 (2025): Januari-April 2025
Publisher : Faculty of Visual Arts and Design, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v28i1.14423

Abstract

Transformasi filamen PLA menjadi lampu meja adalah proses perubahan hasil eksplorasi motif filamen menjadi bentuk bangun ruang. Perubahan bentuk ini dilakukan dengan menggunakan teknik 3D pen sebagai proses berkarya hibrida antara keterampilan dan kemampuan manual tangan dengan teknologi manufaktur. Proses berkarya hibrida memiliki keunikan dalam memberikan sentuhan personal yang akan memberi pengaruh pada hasil produk desain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah karakteristik lampu meja yang dibuat dengan menggunakan teknik 3D pen melalui dua metode kerja berbeda. Adapun alat bantu yang digunakan adalah 3D pen RoHS 3DPen-2. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara melakukan studi literatur dan eksplorasi terhadap proses perubahan motif filamen PLA menjadi lampu meja. Hasil eksplorasi akan memperlihatkan karakteristik bentuk lampu meja yang diperoleh dari sinkronisasi kemampuan manual tangan dalam menggunakan teknik 3D pen. Selain itu, persinggungan antara cahaya dengan motif filamen akan menunjukkan orisinalitas dari karakteristik bayangan dan efek gelap terang yang terjadi pada permukaan dinding. Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa teknik 3D pen sebagai proses berkarya hibrida dapat memberikan sentuhan personal pada produk desain yang merupakan hasil dari kerajinan tangan.Kata kunci: transformasi; filamen PLA; 3D pen; hibrida; kerajinan tangan---The Transformation of PLA Filament Motifs into a Table Lamp Using the 3D Pen Technique as a Hybrid Creative Process. The transformation of PLA filaments into a table lamp involves changing the results of filament motif exploration into a three-dimensional form. This change in form is achieved using a 3D pen technique as a hybrid creative process that combines manual hand skills and abilities with manufacturing technology. This hybrid creative process offers uniqueness by providing a personal touch that influences the final design product. The purpose of this research is to examine the characteristics of table lamps made using the 3D pen technique through two different working methods. The auxiliary tool used is the 3D pen RoHS 3DPen-2. This research employs a qualitative method, involving literature studies and exploration of the process of transforming PLA filament motifs into table lamps. The results of the exploration will demonstrate the characteristic shape of the table lamp obtained from the synchronization of manual hand skills in using the 3D pen technique. Furthermore, the interplay between light and the filament motifs will reveal the originality of the shadow characteristics and the light-dark effects that occur on the wall surface. This research shows that the 3D pen technique, as a hybrid creative process, can provide a personal touch to design products that are the result of handcraft.Keywords: transformation; PLA filament; 3D pen; hybrids; handcraft
TANAMAN HIAS SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS PLEXIGLAS Angginingtias Nurfatonah; Yayan Suherlan
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 28, No 1 (2025): Januari-April 2025
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v28i1.8086

Abstract

Penciptaan karya seni lukis ini berangkat dari imajinasi penulis yang terinspirasi oleh tanaman hias dalam bisnis keluarga. Permasalahan yang diangkat meliputi daya tarik tanaman hias, konsep penciptaan karya seni lukis kaca Plexiglas bertema tanaman hias, dan proses visualisasi tanaman hias ke dalam karya lukis kaca. Karya ini menampilkan visualisasi tanaman anturium, monstera, dan sirih, yang merepresentasikan perjalanan bisnis orang tua serta harapan penulis terhadap keberlanjutan usaha tersebut. Dalam proses penciptaannya, penulis memadukan bentuk tanaman hias dengan ornamen mandala sebagai elemen estetis sekaligus simbol doa dan refleksi spiritual. Media yang digunakan adalah cat akrilik di atas kaca Plexiglas dengan bantuan kuas dan spidol permanen. Teknik yang diterapkan adalah teknik lukis kaca, yaitu melukis di bagian belakang kaca (lukisan terbalik), sehingga hasil akhir hanya dapat dilihat dari sisi depan. Karya disajikan dengan bingkai fiber berwarna hitam selebar empat sentimeter di setiap sisinya, yang memberikan kesan elegan serta mempertegas karakter visual tanaman hias dalam balutan nuansa kontemporer dan spiritual.Kata kunci: tanaman hias; ornamen mandala; seni lukis kaca--- Ornamental Plants as the Inspiration for the Creation of Plexiglas Painting Artwork. The creation of this painting artwork stems from the author’s imagination, inspired by ornamental plants from the family’s business. The issues explored include the appeal of ornamental plants, the concept behind creating Plexiglas glass paintings with an ornamental plant theme, and the process of visualizing these plants within the artwork. The pieces depict anthurium, monstera, and betel plants, representing the journey of the author’s parents’ business as well as the author’s hopes for its continuation. In the creative process, the artist combines the forms of ornamental plants with mandala ornaments, serving both as aesthetic elements and as symbols of prayer and spiritual reflection. The medium used is acrylic paint on Plexiglas, applied with brushes and permanent markers. The technique employed is glass painting, which involves painting on the back side of the glass (reverse painting), so the finished work can only be viewed from the front. The artworks are presented in black fiber frames, each side measuring four centimeters wide, providing an elegant impression while emphasizing the visual character of the ornamental plants within a contemporary and spiritual nuance.Keywords: ornamental plants; mandala ornaments; glass painting
PERANCANGAN TRANSFORMING DRESS BERBASIS MOTIF BATIK SOLO Hosa, Mila; Katiah, Katiah
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 28, No 1 (2025): Januari-April 2025
Publisher : Faculty of Visual Arts and Design, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v28i1.5431

Abstract

Perkembangan tren fesyen yang semakin dinamis mendorong perempuan untuk selalu tampil fashionable di berbagai suasana. Tantangan terbesar muncul ketika harus menghadiri beberapa kegiatan dalam satu waktu dengan keterbatasan durasi untuk berganti busana, sehingga dibutuhkan solusi fesyen yang praktis namun tetap estetis. Penelitian ini berfokus pada perancangan transforming dress yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan dengan tampilan berbeda hanya melalui satu jenis busana. Tujuannya adalah menghasilkan desain busana yang mampu mendukung kebutuhan mobilitas perempuan modern tanpa mengurangi kesan profesional, anggun, dan elegan. Dalam proses perancangan, motif batik Solo diterapkan sebagai unsur utama untuk memperkuat identitas budaya dan menambah karakter visual busana. Integrasi batik Solo dipilih tidak hanya untuk menghadirkan keunikan dan pesona kecantikan pemakainya, tetapi juga sebagai upaya pelestarian dan promosi tekstil tradisional Indonesia pada lingkup yang lebih luas. Hasil penelitian ini berupa transforming dress berbasis motif batik Solo yang memadukan fungsi, fleksibilitas, dan nilai budaya, sehingga memberikan alternatif desain fesyen yang relevan bagi perempuan modern dengan mobilitas tinggi.Kata kunci: transforming dress; batik Solo; desain pakaian---Design of a Transforming Dress Based on Solo Batik Motifs. The rapid development of dynamic fashion trends encourages women to remain fashionable in various situations. A major challenge arises when attending multiple activities within a limited timeframe, which restricts opportunities to change outfits. Therefore, a practical yet aesthetically appealing fashion solution is required. This study focuses on the design of a transforming dress that can be worn for multiple occasions with different visual appearances using only a single dress. The aim is to produce a fashion design that supports the mobility needs of modern women without reducing the impression of professionalism, grace, and elegance. In the design process, Solo batik motifs are applied as the primary element to reinforce cultural identity and enhance the visual character of the dress. The integration of Solo batik is intended not only to present uniqueness and highlight the wearer’s beauty but also to contribute to the preservation and promotion of Indonesia’s traditional textile heritage on a broader scale. The outcome of this study is a transforming dress based on Solo batik motifs that combines functionality, flexibility, and cultural value, offering a fashion design alternative relevant to modern women with high mobility.Keywords: transforming dress; Solo batik; fashion design
EKSPERIMEN TEKSTUR CETAK KOLASE SAMPAH INDUSTRI DALAM KARYA SENI GRAFIS Devy Ika Nurjanah; Adam Ar Rizki
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 28, No 1 (2025): Januari-April 2025
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v28i1.13630

Abstract

Permasalahan sampah di Yogyakarta menjadi penting untuk ditinjau kembali karena belum ditangani secara optimal. Budaya konsumtif masyarakat juga menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya sampah yang dihasilkan, khususnya sampah industri yang sulit terurai. Penelitian ini bertujuan menjawab bagaimana karakter tekstur yang dihasilkan sampah industri (kardus, bubble pack, kabel, dan lainnya) dapat dimanfaatkan dalam cetak kolase seni grafis. Perancangan ini juga bertujuan mengangkat alternatif material yang mudah ditemukan dan lebih ekonomis dalam perancangan karya. Selain itu, juga sebagai bentuk dukungan gerakan zero sampah anorganik yang saat ini sedang dilaksanakan di Yogyakarta sejak awal tahun 2023. Visualisasi karya yang dihadirkan adalah landscape pemukiman padat penduduk, divisualkan secara realistis, dalam artian objek yang dihadirkan sama dengan nyatanya. Oleh karena itu, diperlukan eksperimen tekstur hasil cetakan sampah industri yang merupakan perwujudan gagasan estetik berdasarkan pengalaman empiris peneliti. Metode penelitian ini menggunakan practice-led research dengan pendekatan kualitatif, melalui perancangan karya seni grafis teknik cetak tinggi dengan berfokus pada eksperimen tekstur cetak kolase sampah industri. Tahapan metode dalam penelitian ini menggunakan metode perancangan kreatif seni, yaitu eksplorasi (pengumpulan, pemilahan bahan, dan eksperimen tekstur cetak), perancangan, dan perwujudan, dengan menerapkan teknik cetak kolase pada media 2 dimensi.Kata kunci: eksperimen; sampah industri; seni grafis; cetak kolase; tekstur---Experimental Printed Textures from Industrial Waste Collage in Printmaking. The waste management problem in Yogyakarta requires renewed attention, as current efforts remain inadequate. The growing culture of consumerism has contributed to increasing waste production, particularly industrial waste that is difficult to decompose. This study aims to examine how the textural characteristics of industrial waste materials (such as cardboard, bubble wrap, cables, and others) can be utilized in collage printing within printmaking practices. The design process also seeks to promote alternative materials that are easily accessible and more economical for artistic production, while supporting the zero inorganic waste movement implemented in Yogyakarta since early 2023. The resulting artworks depict densely populated residential landscapes rendered realistically, reflecting actual conditions. Therefore, texture experimentation using prints derived from industrial waste was necessary to embody the researcher’s aesthetic ideas based on empirical experience. This research employs a practice-led qualitative approach through the creation of relief-print works, focusing on texture experimentation using industrial waste in collage printing techniques. The methodological stages follow a creative art design framework: exploration (material collection, sorting, and printed texture experimentation), design development, and realization, applying collage printing techniques on 2 dimensional media.Keywords: experimet; industrial waste; printmaking; collage printing; texture
STUDI KOMPARATIF PADA WEBSITE GALERI SENI UNIVERSITAS Ratnasari, Devi; Sari, Wahyuningsih Intan
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 28, No 2 (2025): Mei-Agustus 2025
Publisher : Faculty of Visual Arts and Design, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v28i2.13797

Abstract

Website galeri seni milik universitas berfungsi sebagai wadah untuk menyajikan karya seni secara online, vitrin digital untuk mengekspos karya seni, media edukasi melalui berbagai penelitian, alat manajemen koleksi seni, sarana penyelenggaraan pameran, penyedia informasi, serta sebagai medium komunikasi digital bagi seniman, pengunjung, dan akademisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan aspek-aspek kritis pada website galeri seni universitas, meliputi estetika tampilan visual, struktur navigasi, kualitas konten, aksesibilitas, fitur interaktif, dan informasi praktis. Rumusan masalah pada penelitian ini mencakup: (1) bagaimana penerapan aspek-aspek kritis tersebut pada website galeri universitas, dan (2) aspek apa yang perlu dioptimalkan pada website Galeri RJ Katamsi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis komparatif melalui observasi mendalam terhadap lima website galeri seni universitas sebagai sampel, yang kemudian dianalisis berdasarkan aspek-aspek kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa website galeri seni internasional seperti Princeton University Art Museum dan UNSW Art and Design Gallery telah menerapkan desain visual yang konsisten, fitur interaktif yang kuat, serta penyajian konten yang beragam. Sebaliknya, website Galeri RJ Katamsi masih menghadapi tantangan berupa ketidakkonsistenan desain, minimnya fitur interaktif, serta pembaruan konten yang belum berjalan secara optimal. Temuan ini menegaskan perlunya optimalisasi pada aspek desain dan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung fungsi Galeri RJ Katamsi sebagai galeri seni akademik yang lebih informatif, inklusif, dan kompetitif secara digital.Kata kunci: teknologi digital; website; galeri seni; desain visual; pengalaman pengguna---A Comparative Study of University Art Gallery Websites. University-owned art gallery websites function as platforms for presenting artworks online, serving as digital showcases for artistic exposure, educational media through various research outputs, tools for art collection management, means for organizing exhibitions, providers of information, and digital communication media for artists, visitors, and academics. This study aims to analyze and compare critical aspects of university art gallery websites, including visual aesthetic design, navigation structure, content quality, accessibility, interactive features, and practical information. The research questions address: (1) how these critical aspects are implemented on university art gallery websites, and (2) which aspects need to be optimized on the Galeri RJ Katamsi website. This study employs a qualitative methodology with a comparative analysis approach, conducted through in-depth observation of five university art gallery websites as samples, which are then analyzed based on the identified critical aspects. The findings indicate that several international art gallery websites, such as the Princeton University Art Museum and the UNSW Art and Design Gallery, have implemented consistent visual designs, strong interactive features, and diverse content presentations. In contrast, the Galeri RJ Katamsi website still faces challenges, including design inconsistency, limited interactive features, and suboptimal content updates. These findings emphasize the need to optimize design aspects and the use of digital technology to support the role of Galeri RJ Katamsi as an academic art gallery that is more informative, inclusive, and digitally competitive.Keywords: digital technology; website; art gallery; visual design; user experience
EKSPLORASI POLA BATANG ROTAN SEBAGAI ELEMEN VISUAL PADA PERANCANGAN COFFEE TABLE Seftianingsih, Dina Kristiana; Mulyani, Afifah Sri
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 28, No 3 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Faculty of Visual Arts and Design, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v28i2.15755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang coffee table berbahan rotan sebagai alternatif furnitur ramah lingkungan yang memiliki nilai estetika tinggi. Rotan dipilih karena merupakan material alami yang kuat, lentur, ringan, serta mudah dibentuk menjadi pola dekoratif. Meskipun telah lama digunakan dalam kerajinan tradisional, pemanfaatan rotan dalam desain furnitur modern masih terbatas pada bentuk dan konstruksi yang konvensional. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab rumusan masalah mengenai bagaimana pola batang rotan dapat dieksplorasi dan diterapkan sebagai elemen visual utama dalam perancangan coffee table. Melalui metode design thinking, proses perancangan dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu identifikasi masalah, pencarian ide, pengembangan konsep, hingga pembuatan desain akhir. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah coffee table rotan yang menggabungkan nilai tradisional dengan pendekatan desain modern. Karya ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen furnitur, tetapi juga menghadirkan identitas visual yang kuat dan mendukung suasana ruang. Desain yang dihasilkan menunjukkan bahwa rotan memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut dalam industri furnitur masa kini. Penelitian ini merekomendasikan agar desainer dan perajin lebih eksploratif dalam memanfaatkan material lokal, seperti rotan, guna menciptakan karya yang inovatif, berdaya saing, dan tetap mencerminkan nilai budaya Indonesia.Kata kunci: rotan; furnitur; material; dekoratif; coffee table---Exploration of Rattan Stem Patterns as Visual Elements in Coffee Table Design. This study aims to design a rattan-based coffee table as an eco-friendly furniture alternative with high aesthetic value. Rattan was selected due to its natural properties: strength, flexibility, lightweight nature, and adaptability into decorative patterns. Although traditionally used in handicrafts, its application in modern furniture design remains limited to conventional forms and constructions. This study was conducted to address the research question of how stem rattan patterns can be explored and applied as the primary visual element in the design of a coffee table. Employing the design thinking method, the design process was conducted in several stages: problem identification, ideation, concept development, and final design realization. The outcome is a rattan coffee table that blends traditional craftsmanship with a modern design approach. This piece not only serves as functional furniture but also introduces a distinct visual identity that enhances interior ambiance. The resulting design demonstrates rattan’s significant potential for further development in contemporary furniture industries. This research recommends that designers and artisans adopt a more exploratory approach in utilizing local materials, such as rattan, to create innovative and competitive works while preserving Indonesian cultural values.Keywords: rattan; furniture; material; decorative; coffee table