cover
Contact Name
Suryo Tri Widodo
Contact Email
jurnal.ars@isi.ac.id
Phone
+6281353937626
Journal Mail Official
jurnal.ars@isi.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jl. Parangtritis Km. 6,5 Sewon, Bantul, D. I. Yogyakarta, 55188, Indonesia
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
ISSN : 18297412     EISSN : 25807374     DOI : https://doi.org/10.24821/ars.v27i3
Core Subject : Humanities, Art,
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini bertujuan memublikasikan karya ilmiah berupa hasil penelitian, penciptaan, pengkajian, serta studi pustaka di bidang seni rupa, kriya, dan desain. Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada periode Januari–April, Mei–Agustus, dan September–Desember. Sejak volume 21 tahun 2018, Ars telah terakreditasi Sinta 4, dan seluruh artikel yang diterbitkan telah dilengkapi dengan DOI (digital object identifier).
Arjuna Subject : -
Articles 262 Documents
KOMPOSISI WARNA SPLIT KOMPLEMENTER UNTUK PENCIPTAAN LUKISAN LANSKAP CAT AIR Deni Junaedi; Jacqueline Jesse Blues Tanos
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 22, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.961 KB) | DOI: 10.24821/ars.v22i2.2943

Abstract

Penelitian berjudul “Komposisi Warna Split Komplementer untuk Penciptaan LukisanLanskapCat Air” ini untuk mengkaji komposisi warna split komplementer pada lukisan dengan material cat air di kertas. Warna komplementer adalah warna yang berhadap-hadapan dalam lingkaran warna, misalnya, kuning berkomplementer dengan ungu. Adapun split komplementer atau bias komplementer adalah sebuah warna dengan warna yang ada di dekat warna komplementernya, contohnya, warna kuning berbias komplementer dengan ungu-biru maupun ungu-merah. Dalam hal ini, warna kuning merupakan poros untuk split komplementer.Rumusan masalahnya adalah bagaimana menciptakan lukisan lanskap dengan menggunakan warna split komplementer danpersoalan artistik apakah yang timbul pada lukisan yang menggunakan warna split komplementer dengan material cat air.  Penelitian ini menghasilkan lukisan dengan komposisi warna split komplementer dengan poros wana primer (merah, biru, dan kuning) maupun warna sekunder (oranye, hijau, dan ungu). Persoalan artistik yang dianalisis meliputi efek teknik cat air pada warna split komplementer, tonalitas, dan objek. 
INDONESIAN CRAFT IN THE WORLD TRADE Timbul Raharjo
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 21, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.053 KB) | DOI: 10.24821/ars.v21i3.2899

Abstract

Some international craft exhibitions focus on home accessories, gifts, and furniture. The exhibition aim as craft product branding at the national and international market, for example 2016 JIFFINA exhibition. Indonesian craft commodity maintains market share in several export destination countries because Indonesian products offer special characteristics and moreover, Indonesian exporters are enthusiastic in promoting the products in international exhibitions. In Asia level, Canton Fair held in Guangzhou International Convention & Exhibition Center China is one of the biggest programs where a big number of buyers look for products they want to purchase. In Asia, exhibition series peak in Guangzhou in March and in Shanghai in October. These exhibitions are visited by importers from Europe, America, Africa, The Middle East, Australia, etc. They come to buy Asian furniture. Some exhibitions in several countries are intentionally organized within a short time in sequence to grab buyers coming to South East Asian area. It is when the commission products from Indonesian producers, in form of retails or projects. Indonesian stakeholders respond this opportunity by organizing two big exhibitions, namely Indonesia International Furniture Expo (IFEX) in Jakarta and Jogja International Furniture and Craft Fair (JIFFINA) in Yogyakarta 
KAJIAN KOMUNIKASI DIBALIK MAKNA CAMPAIGN A MILD “NANTI JUGA LO PAHAM” Aisyi Syafikarani
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 21, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1449.082 KB) | DOI: 10.24821/ars.v21i2.2878

Abstract

Gerilya adalah sebuah kata yang tepat dalam merepresentasikan periklanan pada zaman sekarang. Iklan telah mengepung dari berbagai sisi kehidupan mulai dari iklan konvensional hingga digital. Hal ini dikarenakan iklan memiliki kekuatan yang besar dalam mempersuasi konsumen, iklan sebagai sarana pemberi informasi yang akan menempatkan produk dalam pikiran konsumen. Namun dalam jangka panjang akan muncul permasalahan saat sebuah iklan dengan produk yang sama ditampilkan secara bersamaan. Sebuah iklan harus memiliki konsep atau big idea dan ketertarikan tersendiri agar konsumen langsung memilihnya. Seperti campaign A Mild seri “Nant iJuga Lo Paham” yang memiliki konsep tentang identitas yang kontradiksi yaitu mengangkat tentang anak punk yang merupakan kaum minoritas dan dikucilkan dari lingkungan. A Mild mewadahi mereka yang dianggap sebelah mata. Adanya campaign ini membuat mereka yang merasa diasingkan pada akhirnya akan merasa dihargai. Hal ini merupakan celah yang dimanfaatkan A Mild untuk mempromosikan produknya secara softselling. Metode yang digunakan dalam mengkaji campaign ini yaitu metode pengambilan sampling secara purposif untuk membandingkan konsep campaign A Mild dengan kompetitor rokok mild lainnya. Sedangkan untuk mengkaji komunikasi dan mengetahui makna dibalik campaign tersebut akan dilakukan kajian dengan pendekatan semiotika signifikasi, legisigns, post strukturalisme serta teori achanceofpespective. Hasil kajian tersebut dapat dijadikan sebagai alternatif dalam pembuatan konsep campaign yang berbeda dengan campaign padaumumnya.
DESAIN ANIMASI POCOYO DAN ANAK PENYANDANG AUTISME (STUDI KASUS DESAIN ANIMASI POCOYO UNTUK MEMBANTU ANAK PENYANDANG AUTISME MENGIDENTIFIKASI OBJEK VISUAL) Rifqa Army
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 22, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.303 KB) | DOI: 10.24821/ars.v22i2.2760

Abstract

Autisme adalah gangguan perkembangan yang salah satunya ditandai dengan keabnormalan pada fungsi bahasa dan komunikasi. Ciri khusus anak penyandang autisme adalah nonverbal sehingga materi pembelajaran perlu disampaikan melalui media visual. Animasi digunakan sebagai salah satu media pembelajaran karena anak penyandang autisme memiliki sensitivitas pada elemen visual dan benda yang bergerak. Desain animasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan anak penyandang autisme untuk memahami materi pembelajaran.Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada dua anak penyandang autisme di Sekolah Khusus Autis Bina Anggita Yogyakarta. Tujuan penelitian untuk menguji desain animasi Pocoyo episode Cooking with Elly dalam membantu anak penyandang autisme mengenali objek visual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan dianalisis secara interpretatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain animasi Pocoyo episode Cooking with Elly dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk anak penyandang autisme dalam mengenali objek visual. Akan tetapi, ada beberapa desain animasi yang perlu memperhatikan prinsip clarityuntuk meningkatkan kemampuan anak penyandang autisme dalam mengenali objek visual. Pembelajaran juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan dari anak penyandang autisme.   
EKSPERIMENTASI TEKSTUR SILIKA DALAM PENCIPTAAN LUKISAN I Gede Arya Sucitra
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 22, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.223 KB) | DOI: 10.24821/ars.v22i3.3029

Abstract

Penciptaan lukisan secara tekstural membutuhkan pemahaman mengenai kelebihan dan kekurangan material padat yang akan digunakan maupun chemistrycampuran bahan kimia yang dilakukan dalam pengolahan berbagai material eksperimennya.penulis akan melakukan eksplorasi eksperimentasi karakterkekayon Bali dengan material padat yakni pasir silika yang nantinya akan memperkaya corak ornamentik melalui kesan teksturalnya. Adapun penelitian ini bertujuan untuk merealisasikan gagasan estetik mengenai eksperimen potensi artistik dari kolaburasi wujud artefak tradisional melalui elemen material padat pasir silika sesuai dengan pengalaman empiris kreativitas dalam wujud pengembangan teknik dan bahan melalui lukisan.Hasil formulasi tekstur dalam penciptaanini harus dapat dipastikan memiliki kekerasan yang baik dan daya tahan lama sehingga tidak mudah pecah, mengelupas, jamuran maupun memudarkan warna.Hasilnya, corak kekayon Bali yang diaplikasikan dengan tekstur nyata pasir silika akan menambah karakter ornamentiknya. Selain juga tekstur akan menghadirkan unsur-unsur spontan dan alami terutama pada pola kontur tebal, kasar, dan pewarnaan transparan.Eksplorasi medium melalui eksperimentasi menjadi cara untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan baru dan inovatif yang lebih segar dan kelak menimbulkan personalitaspenciptaan yang khassesuai dengan karakter dasar medium tersebut.
PESONA KEBAYA ENCIM MODIFIKASI DALAM SENTUHAN MOTIF BATIK MEGA MENDUNG Septina Kurniasri Lestari
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 22, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.289 KB) | DOI: 10.24821/ars.v22i1.2757

Abstract

Berawal dari kecintaan terhadap budaya dalam negeri yaitu batik dan kebaya, maka dalam karya penciptaan ini diambil kebaya encim sebagai sumber ide penciptaannya, sekaligus turut serta memberikan sedikit andil dalam usaha pelestarian dan pengembangannya. Sulam yang merupakan ciri khas dari kebaya encim akan digantikan dengan teknik batik lorodanuntuk mengaplikasikan motif Mega Mendung yang menjadi motif hiasan pada kebaya. Metode penciptaan yang digunakan dalam penciptaan karya ini adalah metode pengumpulan data melalui studi pustaka dan observasi langsung, metode analisis data, metode perancangan, dan metode perwujudan yang keseluruhannya menggunakan teknik tradisional batik tulis dengan proses colet dan tutup celup pada pewarnaannya serta proses jahit mesin untuk pengerjaan busananya. Hasil akhir dari penciptaan karya busana berupa kebaya encim modifikasi ini menghasilkan karya yang mempunyai ciri khas warna cerah. Dari penciptaan karya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat terhadap perkembangan dunia seni kriya terutama tekstil, dan juga dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kebaya dan batik agar dikenakan dalam berbagai kesempatan.
DAYA GAGAS POSTER DALAM PERGERAKAN DAN KEBEBASAN REVOLUSI INDONESIA 1945 - 1965 Baskoro Suryo Banindro
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 21, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.91 KB) | DOI: 10.24821/ars.v21i1.2873

Abstract

Wacana ini bertujuan untuk merekonstruksi sejarah perjalanan poster dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Adapun data diperoleh berdasarkan studi pustaka dan observasi lapangan. Data dipaparkan secara deskriptif dengan pendekatan sketsa historis dalam untaian diakronik. Diharapkan melalui wacana ini maka diharapkan dapat menambah wacana tentang media publikasi khususnya poster sejak masa revolusi hingga akhir demokrasi terpimpin era 1945 - 1965.
ART AND CRAFT IN THE ERA OF CREATIVE INDUSTRY IN MALAYSIA Mumtaz Mokhtar
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 21, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.154 KB) | DOI: 10.24821/ars.v21i2.2885

Abstract

Malaysia is targeted to become a developed county in the year 2020.  This paper aims to establish an ideology that craft is a high art creation that deals with intellectual, careful and meaningful output. In order to develop an inclusive framework about art and craft, this paper reviews the development of craft and art in Malaysia.  The epistemological discussion on the definition of art and craft will offer a fresh spectacle on art and craft as elements that can ensure the success of the creative industry. The combination of art, craft and Malay aesthetics provides more clues on how the creative industry can go about. In addition, several initiatives from Malaysia are presented due to illustrate how Malaysia engineered the country towards 2050.  Creative industries in Malaysia have a very high potential to be developed and should supported by the government as well as the private sector.  This researcher believes that active and dynamic collaboration, new media exploration, cross discipline and innovation will be the crucial issues to be considered in the development of art and craft in the era of creative industry.
KREATIVITAS YANG “LAIN” IDENTIFIKASI KARYA RADEN SALEH DAN BASOEKI ABDULLAH PADA LUKISAN SENIMAN MODERN Amir Hamzah
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 22, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1727.33 KB) | DOI: 10.24821/ars.v22i3.2758

Abstract

Seniman modern Jawa Raden Saleh dan Basoeki Abdullah memilih melukis secara modern menghadapkan problem kultural dalam penciptaanya. Terdapat keyakinanbahwa melukis orisinalitas seorang seniman modern menjadi tuntutan utama, membuat karya yang baru sebagai bentuk kreatifitas yang berkepribadian, mereka juga melakukan kreatifitas denganmengidentifikasi terhadap karya yang sudah ada dianggap memiliki nilai yang negatif.Kita dapat memandangnya sebagai bentuk kreatifitas “lain” dari seni rupa modern. Sebagai agen yang menghadapi struktur kreatifitas mereka ditelaah dalam habitus, modal dan arena yang mereka jalani.
Busana Sultan Hamengku Buwono IX dalam Perspektif Integrasi Struktural Fitri Nuraeni
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 21, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1516.788 KB) | DOI: 10.24821/ars.v21i3.2904

Abstract

Sultan Hamengku Buwana IX merupakan seorang raja keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang melewati tiga zaman, antara lain: masa pemerintahan Kolonial Hindia Belanda, masa pemerintahan Jepang, dan setelah Indonesia merdeka. Ia juga ikut andil dalam pemerintahan Negara Republik Indonesia, salah satunya menjadi Wakil Presiden pada masa pemerintahan Presiden Suharto. Selain itu sejak usia empat tahun ia (Dorodjatun) telah tinggal bersama keluarga Belanda dan kemudian melanjutkan pendidikan di Negeri Belanda. GRM. Dorodjatun memiliki latar belakang kehidupan dan perjalanan hidup yang menarik, sehingga penulis tertarik untuk menjadikannya objek material dalam penelitian kualitatif ini. Rumusan masalah akan dibatasi pada busana Sultan Hamengku Buwana IX, sehingga dapat mengetahui busana apa saja yang dikenakan oleh Sultan Hamengku Buwana IX dan wujud dari busana tersebut.Objek formal dalam penelitian ini adalah perspektif Integrasi Struktural. Perspektif tersebut digunakan untuk mengurai busana Sultan Hamengku Buwono IX hingga bagian terkecil. Integrasi Struktural biasa diwujudkan dalam bentuk skematika yang penerapannya berisi alur berpikir penulis. Skema tersebut membantu dalam pembatasan masalah, pengumpulan data, dan pengelompokkan data. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan studi lapangan. Studi pustaka dengan mencari data baik dari buku, foto, maupun jurnal. Adapun studi lapangan dengan observasi dan wawancara.Segala sesuatu mengenai busana Sultan Hamengku Buwono IX akan dikaji menggunakan perspektif Integrasi Struktural.Penerapan perspektif Integrasi Struktural membuat kategorisasi busana Sultan Hamengku Buwono IX menjadi terstruktur. Kategorisasi mengenai jenis-jenis busana dan wujudnya dapat menjadi lebih mudah diselesaikan. Secara garis besar, busana Sultan Hamengku Buwono IX diklasifikasikan menjadi busana keraton dan busana nonkeraton.

Page 11 of 27 | Total Record : 262