cover
Contact Name
Suryo Tri Widodo
Contact Email
jurnal.ars@isi.ac.id
Phone
+6281353937626
Journal Mail Official
jurnal.ars@isi.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jl. Parangtritis Km. 6,5 Sewon, Bantul, D. I. Yogyakarta, 55188, Indonesia
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
ISSN : 18297412     EISSN : 25807374     DOI : https://doi.org/10.24821/ars.v27i3
Core Subject : Humanities, Art,
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini bertujuan memublikasikan karya ilmiah berupa hasil penelitian, penciptaan, pengkajian, serta studi pustaka di bidang seni rupa, kriya, dan desain. Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada periode Januari–April, Mei–Agustus, dan September–Desember. Sejak volume 21 tahun 2018, Ars telah terakreditasi Sinta 4, dan seluruh artikel yang diterbitkan telah dilengkapi dengan DOI (digital object identifier).
Arjuna Subject : -
Articles 273 Documents
VISUALISASI WAKTU SEBAGAI WAJAH KEHIDUPAN MELALUI MEDIA SENI GRAFIS CETAK TINGGI Lutfi Rachman; Dona Prawita Arissuta
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 29, No 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v29i2.19074

Abstract

Waktu merupakan dimensi fundamental yang membentuk identitas dan pengalaman eksistensial manusia, namun sering dipersepsikan secara keliru sebagai sesuatu yang dapat dimiliki dan dikendalikan sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan memvisualisasikan waktu sebagai wajah kehidupan melalui penciptaan karya seni grafis cetak tinggi dengan teknik linocut. Penciptaan karya dilandasi oleh teori yang memandang waktu sebagai aliran kesadaran yang terus bergerak, serta divisualisasikan melalui gaya surealisme guna merepresentasikan sifat waktu yang subjektif dan tidak linear. Metode yang digunakan adalah practice-based research dengan tiga tahapan, yaitu praproduksi, produksi, dan pascaproduksi, didukung pendekatan semiotik dan estetis untuk menganalisis simbol dan unsur visual dalam karya. Hasil penelitian berupa karya berjudul “Irama Alunan Jarum Jam” berukuran 132 x 112 cm, menampilkan figur grandfather clock sebagai simbol sentral waktu dan figur manusia berkepala domba sebagai metafora jiwa manusia yang patuh menjalani alur kehidupan. Penggunaan warna monokrom memperkuat kesan misterius dan reflektif. Karya ini menegaskan bahwa waktu bukan sekadar ukuran kronologis, melainkan ruang batin tempat manusia memaknai pertumbuhan, perubahan, dan kefanaan hidupnya.Kata kunci: waktu; surealisme; seni grafis cetak tinggi; linocut; wajah kehidupan---Visualizing Time as the Face of Life through Relief Printmaking. Time is a fundamental dimension that shapes human identity and existential experience, yet it is often mistakenly perceived as something that can be possessed and fully controlled. This research aims to visualize time as the face of life through the creation of a relief printmaking artwork using the linocut technique. The creation of this work is grounded in a theory that regards time as a continuously flowing stream of consciousness, and is visualized through a surrealist style to represent the subjective and nonlinear nature of time. The method employed is practice-based research consisting of three stages: preproduction, production, and postproduction, supported by semiotic and aesthetic approaches to analyze the symbols and visual elements within the artwork. The result of this research is an artwork titled “The Rhythm of the Clock’s Hands (Irama Alunan Jarum Jam)” measuring 132 x 112 cm, featuring a grandfather clock figure as the central symbol of time and human figures with sheep heads as a metaphor for the human soul submissively undergoing the course of life. The use of monochrome color reinforces a mysterious and reflective impression. This work asserts that time is not merely a chronological measure, but an inner space in which humans make meaning of growth, change, and the transience of their lives.Keywords: time; surrealism; relief printmaking; linocut; face of life
MODEL KONSEPTUAL ARTS-BASED ENTREPRENEURSHIP LEARNING (ABEL) PADA PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DKV SMK: KAJIAN LITERATUR Kukuh Pribadi; Dwi Kusumawardani; Aprina Murwanti
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 29, No 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v29i2.19823

Abstract

Pendidikan kewirausahaan di sekolah menengah kejuruan (SMK) berperan penting dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha, khususnya pada bidang desain komunikasi visual (DKV) yang menuntut kreativitas dan inovasi. Namun, pembelajaran kewirausahaan masih cenderung bersifat teoretis dan belum terintegrasi dengan proses kreatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pembelajaran kewirausahaan berbasis seni yang kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research) melalui analisis literatur ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi, kategorisasi, sintesis, dan perumusan model. Hasil penelitian menghasilkan model Arts-Based Entrepreneurship Learning (ABEL) yang terdiri atas enam tahapan, yaitu Artistic Exploration, Idea Framing, Creative Production, Business Translation, Market Interaction, dan Reflection and Entrepreneurial Meaning. Model ini mengintegrasikan proses kreatif berbasis seni dengan praktik kewirausahaan dalam satu siklus pembelajaran yang berkelanjutan. Model ABEL direkomendasikan sebagai kerangka pembelajaran untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan praktik, dan sikap kewirausahaan siswa secara integratif dalam konteks pendidikan vokasi.Kata kunci: pembelajaran kewirausahaan; arts-based learning; model pembelajaran; SMK; desain komunikasi visual---A Conceptual Model of Arts-Based Entrepreneurship Learning (ABEL) in Vocational Visual Communication Design Entrepreneurship Education: A Literature Review. Entrepreneurship education in vocational high schools (SMK) plays an important role in preparing graduates who are not only work-ready but also capable of creating business opportunities, particularly in the field of visual communication design (DKV), which demands creativity and innovation. However, entrepreneurship learning still tends to be theoretical and has not yet been integrated with students’ creative processes. This study aims to formulate a contextual arts-based entrepreneurship learning model. The research employs a qualitative approach in the form of a library research study through the analysis of relevant scientific literature. Data were analyzed using content analysis techniques through the stages of reduction, categorization, synthesis, and model formulation. The findings produced an Arts-Based Entrepreneurship Learning (ABEL) model consisting of six stages: Artistic Exploration, Idea Framing, Creative Production, Business Translation, Market Interaction, and Reflection and Entrepreneurial Meaning. This model integrates arts-based creative processes with entrepreneurial practice within a single, sustainable learning cycle. The ABEL model is recommended as a learning framework for developing students’ creativity, practical skills, and entrepreneurial attitudes in an integrative manner within the context of vocational education.Keywords: entrepreneurship learning; arts-based learning; learning model; vocational high school; visual communication design
MOTIF ORNAMEN PADA KERAJINAN ALAT MUSIK TRADISIONAL MINANGKABAU: STUDI KASUS UMKM KERAJINAN SARI ALFATIH, NAGARI ANDALEH BARUH BUKIK, SUMATRA BARAT Fathur Rahman; Ranelis Ranelis
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 29, No 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v29i2.19867

Abstract

Kerajinan alat musik tradisional Minangkabau merupakan bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai estetis, filosofis, dan identitas kultural yang kuat. Namun, kajian mengenai penerapan dan penempatan motif ornamen pada kerajinan alat musik tradisional Minangkabau yang diproduksi oleh usaha kriya lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis produk, penerapan motif ornamen, serta penempatan motif pada kerajinan alat musik tradisional yang diproduksi oleh UMKM Kerajinan Sari Alfatih di Nagari Andaleh Baruh Bukik, Sumatra Barat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Kerajinan Sari Alfatih menghasilkan berbagai alat musik tradisional Minangkabau, seperti Gandang Tambua, Gandang Doll, Gandang Sarunai, Tansa Tabuah, meja Talempong, dan Saluang. Motif ornamen yang diterapkan meliputi Aka Sagagang, Aka Cino, flora, rumah gadang, serta motif ombak/kuku. Penempatan motif disesuaikan dengan bentuk, fungsi, dan karakter visual produk sehingga menghasilkan nilai estetis sekaligus merepresentasikan identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat Minangkabau.Kata kunci: alat musik tradisional; Minangkabau; motif ornamen; seni kriya; UMKM---Ornamental Motifs on Minangkabau Traditional Musical Instrument Crafts: A Case Study of UMKM Kerajinan Sari Alfatih, Nagari Andaleh Baruh Bukik, West Sumatra. Minangkabau traditional musical instrument crafts are part of a cultural heritage that holds strong aesthetic, philosophical, and cultural identity values. However, studies on the application and placement of ornamental motifs on Minangkabau traditional musical instrument crafts produced by local craft enterprises remain limited. This study aims to analyze the types of products, the application of ornamental motifs, and the placement of motifs on traditional musical instrument crafts produced by UMKM Kerajinan Sari Alfatih in Nagari Andaleh Baruh Bukik, West Sumatra. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, documentation, and literature review. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, using triangulation techniques. The results show that UMKM Kerajinan Sari Alfatih produces various Minangkabau traditional musical instruments, such as Gandang Tambua, Gandang Doll, Gandang Sarunai, Tansa Tabuah, Talempong tables, and Saluang. The ornamental motifs applied include Aka Sagagang, Aka Cino, floral motifs, rumah gadang motifs, and wave/claw motifs. The placement of these motifs is adapted to the shape, function, and visual character of each product, resulting in aesthetic value while representing the cultural identity and local wisdom of the Minangkabau community.Keywords: traditional musical instruments; Minangkabau; ornamental motifs; craft art; UMKM