cover
Contact Name
Nurhadi Siswanto
Contact Email
corak.jurnalsenikriya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
corak.jurnalsenikriya@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Corak : Jurnal Seni Kriya
ISSN : 23016027     EISSN : 26854708     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
CORAK adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta dengan nomor p-ISSN: 2301-6027 dan nomor e-ISSN: 2685-4708. Jurnal ini berisikan tentang artikel hasil penelitan, gagasan konseptual (hasil pemikiran), penciptaan, resensi buku bidang seni kriya dan hasil pengabdian masyarakat dalam bidang kriya.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2024): November 2024" : 9 Documents clear
Perancangan Mebel Bahan Kayu dan Kulit Sapi Samak Nabati Mahendra, Yonata Buyung; Wicaksono, Agung; Jati, Ardian Mulyo; Kurniawan, Risky
Corak Vol 13, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v12i1.13621

Abstract

The use of combined tanned cowhide leather in furniture is expected toprovide added value to the aesthetic and functional aspects. The combination ofmaterials and field division can provide compositional innovation on the visual side.The patterning technique is also part of the innovation that gives effect to the gameof composition from the division of the field on the furniture components. Inaddition, sewing can be done with ornamental techniques. Besides being part of theproduct construction, stitching techniques can be an accentuation to attractconsumer attention. Furniture product innovation can be done with the use of simpleleathergoods production equipment because it emphasizes the technical side ofmanual (hand made).The benefits of furniture design in this applied research are: 1) Productinnovation that will strengthen positioning to expand the target market as known inthe unique selling proposition (USP) strategy; 2) Increase the competitiveness offurniture products and at the same time product promotion by improving the qualityof its design; 3) Adding to the repertoire of science based on praxis methods in thefield of design and craft science. This applied research uses a combination ofqualitative research and design methods in which experimental steps are alsocontained. The objectives and benefits are expected to be achieved with thiscombination method. The problem is also expected to get a solution as a furnituremodel that emphasizes aesthetics and ergonomics for the international market.Theresults of this study are researchers formulated several points such as, marketacceptance and suitability of international trends, aesthetic and ergonomicinnovation, sustainability and function, sustainable aesthetic and ergonomicdevelopment, guidelines for designers and manufacturers.ABSTRAKBisnis mebel di Indonesia sangat marak beberapa tahun belakangan ini. Mebel merupakan objek yang seringkali digunakan sebagai elemen interior(Faisal & Utami, 2022). Pada awalnya mebel dibuat dari bahan kayu, namun dalam kondisi lima tahun terakhir memiliki pergeseran. Konsumen mulai menyukai perpaduan bahan dan bentuk dari produk mebel  yang dibuat.  Bahan yang digunakan sebagai kombinasi memiliki banyak jenis, diantaranya dengan rotan, kulit sintetis, plastik, dan bahan lainnya. Tidak terkecuali ada beberapa produk mebel yang menggunakan perpaduan kulit sapi, khususnya kulit samak nabati. Perpaduan kulit sapi samak nabati dengan kayu ini  memiliki pasar tersendiri. Penggunaan bahan kulit sapi samak kombinasi pada mebel diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada aspek estetika dan fungsi. Kombinasi bahan dan pembagian bidang dapat memberi inovasi komposisi  pada sisi visualnya. Teknik pemolaan juga merupakan bagian dari inovasi yang memberikan  efek pada permainan komposisi dari pemecahan bidang pada komponen mebel. Selain itu dalam penjahitan dapat dikerjakan dengan teknik hias.  Selain menjadi bagian dari konstruksi produk, teknik jahitan dapat menjadi aksentuasi untuk menarik perhatian konsumen. Inovasi produk mebel dapat dikerjakan dengan penggunaan peralatan produksi barang kulit (leathergoods) sederhana karena mengedepankan sisi teknis manual (hand made). Material mebel direncanakan menggunakan kulit sapi samak nabati. Material dihasilkan oleh industri penyamak kulit yang tersebar di beberapa daerah. Di Indonesia terdapat beberapa sentra industri kulit, salah satunya di Kabupaten Magetan(Rara et al., 2020). Di sentra ini menghasilkan kulit tersamak yang banyak digunakan sebagai bahan baku produk kulit. 
Zat Pewarna Alam Sebagai Alternatif Pewarna Batik khakim, achmad luqmanul; widagdo, jati
Corak Vol 13, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v13i2.13073

Abstract

Batik is the art and method of decorating a cloth with a wax covering in which the decorative patterns and patterns are formed using dyes. The two dyes, namely natural dyes and chemical dyes. In its development, natural dyes are increasingly in demand, apart from having beautiful and unique colors, they are also good for the user's skin. For this reason, this article aims to explain natural dyes that can be used as alternative batik dyes. The nature of the research is field research and library research. Research techniques are carried out using various steps, including: Observation techniques. The data that has been obtained is then compiled, classified and analyzed descriptively qualitatively. And to obtain complementary research data using library research techniques. From this study, the results of various natural dyes were obtained. Either those that are often used or new natural dyes that can be used as coloring in making batik. When applying natural dyes, it is recommended to use local materials so that they can become characteristic of the batik color of that area and of course to try often, so that you get the right amount for batik coloring.ABSTRACTBatik adalah seni dan cara menghias suatu kain dengan penutup lilinyang dalam pembentukan corak dan pola hiasnya dengan menggunakanpewarna. Dua pewarna tersebut, yaitu zat warna alami dan zat pewarnakimia. Dalam perkembangannya zat pewarna alami makin diminati, selainkarena memiliki warna cantik dan unik juga baik untuk kulit pemakai. Untukitu, tulisan ini bertujuan memaparan mengenai zat pewarna alam yangdapat digunakan sebagai alternatif pewarna batik. Sifat dari penelitianadalah penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Teknik penelitiandilakukan dengan berbagai langkah, diantaranya: teknik Observasi. Datayang telah diperoleh kemudian disusun dan diklasifikasikan serta dianalisasecara deskriptif kualitatif. Serta untuk mendapatkan data pelengkappenelitian ialah dengan teknik penelitian kepustakaan. Dari studi ini,didapatlah hasil berbagai zat pewarna alami. Baik yang sudah seringdigunakan ataupun zat pewarna alami baru yang dapat digunakan sebagaipewarnaan dalam pembuatan batik. Dalam pengaplikasian zat pewarna alami direkomendasikan untuk menggunakan bahan sekitar agar nantinya dapat menjadi ciri khas warna batik suatu daerah tersebut dan tentunya agar sering-sering mencoba, supaya didapat takaran yang pas untuk pewarnaan batik.
Keingesan Kembang Pesisi: Pembaruan Etnik Budaya Dan Moderenisasi Melalui Fashion Design Nurfadila, Rahma Nisa; Prahastuti, Endang; Kusumawardani, Hapsari; Nafiah, Annisau
Corak Vol 13, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v13i2.13719

Abstract

This article explores the creation of a fashion work themed"Keingesan Kembang Pesisi" inspired by the beauty of coral reefs aroundLombok Island. This inspiration comes from the life of Sasak fishermen,which is interpreted through the use of Lombok woven fabric, jeans fabric,and synthetic leather fabric in a black and mangosteen red color palette.The creative process began with mind mapping, moodboard andstoryboard techniques to develop an in-depth and structured concept.Signature details of the collection include the selection of accessories suchas rattan hats and boots that add a touch of casualness and toughness tothe overall look. The fashion construction process includes patternmaking, fabric cutting and tailoring techniques that are meticulously doneto ensure high quality and aesthetics. In addition, creative fabric weavingand the application of "bourci" sequins provide extra detail and beauty,reinforcing the theme and meaning of this outfit. The end result is a fashionpiece that is not only aesthetically pleasing but also full of meaning andrelevance, elegantly blending tradition and modernity. It successfullyconveys the richness of Lombok's culture while showing resilience and elegance, reflecting the life and beauty of the sea and the cultural heritage of Sasak fishermen.ABSTRAKArtikel ini mengeksplorasi penciptaan karya busana bertema"Keingesan Kembang Pesisi," yang terinspirasi dari keindahan terumbukarang di sekitar Pulau Lombok. Inspirasi ini berasal dari kehidupannelayan suku Sasak, yang diinterpretasikan melalui penggunaan kaintenun Lombok, kain jeans, dan kain kulit sintetis dalam palet warna hitamdan merah manggis. Proses kreatif dimulai dengan teknik mind mapping,moodboard, dan storyboard untuk mengembangkan konsep secaramendalam dan terstruktur. Detail khas dari koleksi ini mencakuppemilihan aksesoris seperti topi rotan dan sepatu boots yangmenambahkan sentuhan kasual dan ketangguhan pada keseluruhantampilan. Proses konstruksi busana mencakup teknik pembuatan pola,pemotongan kain, dan penjahitan yang dilakukan dengan cermat untukmemastikan kualitas dan estetika yang tinggi. Selain itu, pembuatancreative fabric weaving dan pengaplikasian payet "bourci" memberikandetail dan keindahan ekstra, memperkuat tema serta makna busana ini.Hasil akhirnya adalah sebuah karya busana yang tidak hanya estetis tetapijuga penuh makna dan relevansi, memadukan tradisi dan modernitasdengan elegan. Busana ini berhasil menyampaikan kekayaan budayaLombok sekaligus memperlihatkan ketangguhan dan keanggunan,mencerminkan kehidupan dan keindahan laut serta warisan budayanelayan suku Sasak.
Shoulder Bag Design from Used Denim Material with Hand Embroidery Technique Application Sheva, Early Fathia
Corak Vol 13, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v13i2.13220

Abstract

Piles of denim waste are a problem for the environment, so it is necessary to find the right solution. One of them is by reprocessing used jeans made from denim into new products that have use value and selling value with the concept of upcycling, in the form of shoulder bags.The process of designing this work follows the reference of S.P. Gustami's creation method, which in making this work goes through three stages, namely exploration to explore ideas through various references, the design process that considers several aspects, and the stage of realizing ideas into finished products. The target to be obtained is a shoulder bag product that is decorated using hand embroidery technique.The product produced from this design project is a shoulder bag with denim main material from used jeans that takes the visualization of the Moon Goddess story. The technique used in this design uses the application of hand embroidery techniques as an addition to add aesthetic value to the product. The details of this addition will bring out the texture produced from the hand embroidery technique.ABSTRAKTumpukan limbah denim menjadi masalah tersendiri bagi lingkungan,sehingga perlu dicarikan solusi yang tepat. Salah satunya dengan mengolahkembali celana jeans bekas berbahan denim menjadi produk baru yangmemiliki nilai guna dan nilai jual dengan konsep upcycle, berbentuk tas bahu.Proses perancangan karya ini mengikuti acuan metode penciptaan S.P.Gustami, yakni dalam membuat karya ini melalui tiga tahap, berupa eksplorasi untuk menggali ide melalui berbagai referensi, proses perancangan yang mempertimbangkan beberapa aspek, dan tahap perwujudan ide menjadi produk jadi. Target yang ingin diperoleh adalah produk tas bahu yang diberi hiasan dengan menggunakan teknik hand embroidery. Produk yang dihasilkan dari proyek perancangan ini berupa tas bahu dengan material utama denim dari celana jeans bekas yang mengambil visualisasi cerita Dewi Bulan atau Moon Goddess. Teknik yang digunakan dalam perancangan ini menggunakan aplikasi teknik hand embroidery sebagai imbuhan untuk menambah nilai estetis pada produk. Detail imbuhan ini akan memunculkan tekstur yang dihasilkan dari teknik hand embroidery.
Pemanfaatan Limbah Kantong Plastik Kantong Plastik Sebagai Bahan Utama Perancangan Tote Bag Azka, Farsya Ghassani; Darwoto, Darwoto
Corak Vol 13, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v13i2.13580

Abstract

The need for plastic in Indonesia has increased in line with economicgrowth and population size due to its water-resistant, flexible, and practicalnature (Arico & Jayanthi, 2017). However, its non-biodegradable nature posesenvironmental risks, prompting efforts to reduce plastic waste through upcycling.This project aims to select usable plastic bag waste, employ appropriatetechniques for creating a tote bag, and meet market preferences. The designmethod by Palgunadi involves exploration, extraction, and termination stages,guiding research, analysis, concept development, and product manufacturing(Palgunadi, 2007). The outcome is a crochet tote bag using recycled plastic bagmaterial, demonstrating the durability of woven plastic yarn compared to othermethods discovered during the thesis research.ABSTRAKKebutuhan akan plastik di Indonesia telah meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan ukuran populasi karena sifatnya yang tahan air, fleksibel, dan praktis (Arico & Jayanthi, 2017). Namun, sifatnya yang tidak dapat terurai secara hayati menimbulkan risiko lingkungan, mendorong upaya untuk mengurangi limbah plastik melalui upcycling. Proyek ini bertujuan untuk memilih limbah kantong plastik yang dapat digunakan, menerapkan teknik yang tepat untuk membuat tas jinjing, dan memenuhi preferensi pasar. Metode desain oleh Palgunadi melibatkan tahapan eksplorasi, ekstraksi, dan terminasi, yang membimbing penelitian, analisis, pengembangan konsep, dan pembuatan produk (Palgunadi, 2007). Hasilnya adalah tas jinjing rajutan yang menggunakan bahan limbah kantong plastik daur ulang, menunjukkan daya tahan benang plastik tenun dibandingkan dengan metode lain yang ditemukan selama penelitian tesis.
Perancangan Batik Kontemporer dengan Sumber Ide Tokoh Ramayana Kartika, Kharisma Widya; Sarwono, Sarwono
Corak Vol 13, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v13i2.13725

Abstract

Batik is Indonesia's cultural heritage that needs to be preserved. This conservation effort is through the creation of contemporary batik whose motifs come from the diversity of Indonesian traditions and culture, for example the Ramayana story that developed in Java and Bali. The design method used is S. P. Gustami, with the tittle Craft Art Creation Methods (2007: 329 - 332) The result of this design is a textile product in the form of batik cloth panels measuring 200 x 115 cm which are processed using hand-written batik on thick satin cloth using dab remasol dye which not only contains aesthetic value but is also functional. ye which not only contains aesthetic value but is also functional.ABSTRAKBatik adalah warisan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan. Upaya pelestarian ini melalui penciptaan batik kontemporer yang motifnya berasal dari keragaman tradisi dan budaya Indonesia, misalnya cerita Ramayana yang berkembang di Jawa dan Bali. Metode perancangan yang digunakan adalah teori S.P. Gustami dengan judul Metode Penciptaan Seni Kriya (2007: 329 - 332). Hasil dari perancangan ini merupakan produk tekstil berupa kain batik panel ukuran 200 x 115 cm yang diproses menggunakan batik tulis di kain satin tebal menggunakan pewarna colet remasol yang tidak hanya mengandung nilai estetis tetapi juga fungsional.
Pemanfaatan Limbah Genteng Keramik Sebagai Media Pembuatan Karya Batik Panel Dengan Pola Tambal Hariyanto, Isbandono -; Widodo, Suryo Tri
Corak Vol 13, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v13i2.14212

Abstract

Roof tile waste, which is often found around us, is a medium that can beprocessed and reused. It would be a shame if this waste raw material is justwasted. One effort to utilize roof tile waste is that it can be used as a medium formaking batik works. Typically, batik is used as the main raw material for fabric.However, making batik does not only use cloth but can also use other media suchas ceramics as raw material for making roof tiles. The basic principle in makingbatik is the use of batik wax raw materials in the work. Unglazed ceramic is oneof the media that can be used to make batik because it can be attached to batikwax and can absorb the color of the batik quite well. This article focuses onmaking batik panels with patchwork patterns as one of the classic batikdecorative patterns. The aim is to create patchwork batik panels using roof tilewaste so that it can be accepted by the public as a popular productABSTRAKLimbah genteng yang banyak terdapat di sekitar kita merupakan sebuah media yang dapat diolah dan dimanfaatkan kembali. Bahan baku limbah ini sayang sekali apabila hanya terbuang sia-sia. Salah satu upaya dalam rangka pemanfaatan limbah genteng adalah dapat digunakan sebagai media untuk pembuatan karya batik. Lazimnya, pembuatan batik dipergunakan bahan baku utama kain. Kendati demikian pembuatan batik tidak hanya semata menggunakan bahan kain namun juga dapat memanfaaatkan media lain seperti keramik sebagai bahan baku pembuatan genteng. Prinsip dasar dalam pembuatan batik adalah dipergunakannya bahan baku malam batik pada karya. Keramik non glasir merupakan salah satu media yang dapat dibatik karena mampu untuk dilekati bahan malam batik dan dapat meresap warna batik dengan cukup baik. Artikel ini fokus pada pembuatan karya batik panel dengan pola tambal sebagai salah satu pola hias batik klasik. Tujuannya adalah menciptakan karya panel batik pola tambal dengan memanfaatkan limbah genteng agar dapat diterima masyarakat sebagai sebuah produk yang digemari
Representation of the Female Body as a Substance of Contemporary Ornamentation in Metal Jewelry Widiyanti, Dhyani
Corak Vol 13, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v13i2.13723

Abstract

This study explores the role of surrealism in metal jewelry design as it pertains to the representation of the female body. The research focuses on the works of three contemporary metal jewelry artists from Etsy, examining how their creations utilize surrealism to express experiences of castration and fetishism, as theorized by Freud. It investigates the interplay between functionality and unconventional forms, highlighting how surrealism allows for a critique of traditional gender norms and a subversion of established visual conventions. By employing literature studies and visual analysis, the research demonstrates how these surrealist elements in metal jewelry serve as a medium for expressing complex narratives about femininity, identity, and bodily autonomy. The findings contribute to a deeper understanding of how surrealism can be a powerful tool in challenging and reinterpreting conventional representations of the female body in contemporary art.ABSTRAKPenelitian ini mengeksplorasi peran surealisme dalam desainperhiasan logam terkait dengan representasi tubuh perempuan.Penelitian ini berfokus pada karya tiga seniman perhiasan logamkontemporer dari Etsy, mengkaji bagaimana kreasi mereka menggunakansurealisme untuk mengekspresikan pengalaman kastrasi dan fetisisme,seperti yang diteorikan oleh Freud. Penelitian ini menyelidiki interaksiantara fungsionalitas dan bentuk-bentuk yang tidak lazim, menyorotibagaimana surealisme memungkinkan kritik terhadap norma-norma gender tradisional dan subversi terhadap konvensi visual yang mapan. Dengan menggunakan studi literatur dan analisis visual, penelitian ini menunjukkan bagaimana elemen-elemen surealis dalam perhiasan logam berfungsi sebagai media untuk mengekspresikan narasi kompleks tentang feminitas, identitas, dan otonomi tubuh. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana surealisme dapat menjadi alat yang kuat dalam menantang dan menafsirkan ulang representasi konvensional tubuh perempuan dalam seni kontemporer.
Alih Wujud Ide Lingual Ke Visual dalam Penciptaan Tugas Akhir S-1 Kriya Isi Yogyakarta Purwandari, Retno; Angel, Birgita
Corak Vol 13, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v13i2.13855

Abstract

The creation of final project works of ISI Yogyakarta Craft students inrecent years has experienced rapid development related to the source of ideasbehind it. What is commonly created is a craft work with a source of ideas in theform of concrete forms, such as living things or concrete objects around. This isof course not too constrained in the method of creation because of thetransformation of concrete ideas into the design of works in the form of visualforms, of course, there are many stages of creation methods and visualizationtheories available in the field of crafts. However, this is not the case, if the sourceof the idea of creation is a lingual form. The science of interpreting lingual ideasto be transformed into visual forms needs to be studied further because no crafttheory can accommodate this process. What is happening now is that, thecreation of Kriya's final project work has begun to penetrate wider sources ofcreation, one of which is the source of ideas in the form of literary works and songlyrics. This qualitative research tries to unravel the creation of the final project ofcraft students that is sourced from lingual ideas, to find out how the stages of itscreation, the process of transforming lingual ideas into their visual form, and findout what theory is used whether it has functioned theoretically or not. If thesequestions have been answered, it is hoped that this research will be able to designa method of creation, including stages, techniques, and theories used for thetransfer of lingual ideas to visual forms in the creation of craftworks. The Level ofTechnology Readiness (TKT) of this research is expected to be in the level 3category, namely by proving the concept of functions and/or importantcharacteristics analytically and experimentally.ABSTRAKPenciptaan karya tugas akhir mahasiswa Kriya ISI Yogyakarta beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan pesat berkaitan dengan sumber ide yang melatarbelakanginya. Yang sudah biasa diciptakan adalah karya kriya dengan sumber ide berupa wujud konkret, seperti makhluk hidup ataupun benda konkret di sekitar. Hal tersebut tentu saja tidak terlalu terkendala dalam metode penciptaannya karena mengalihwujudkan ide konkret ke dalam rancangan karya yang berupa wujud visual tentunya sudah banyak tahapan metode penciptaan serta teori visualisasi yang tersedia dalam bidang kriya. Namun tidak demikian, apabila sumber ide penciptaan berupa wujud lingual. Keilmuan memaknai ide lingual untuk dialihwujudkan ke bentuk visual perlu ditelaah lebih lanjut karena belum ada teori kriya yang bisa mewadahi proses tersebut. Yang terjadi saat ini, penciptaan karya tugas akhir kriya mulai merambah ke sumber penciptaan lebih luas, salah satunya sumber ide berupa karya sastra dan karya lirik lagu. Penelitian kualitatif ini mencoba mengurai penciptaan tugas akhir mahasiswa kriya yang bersumber ide lingual, untuk mengetahui bagaimana tahapan penciptaannya, proses alih wujud ide lingual ke bentuk visualnya, serta mengetahui teori apa yang digunakan apakah sudah berfungsi secara teoretis ataukah belum. Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah terjawab, diharapkan penelitan ini mampu merancang metode penciptaan termasuk di dalamnya meliputi tahapan, teknik, dan teori yang digunakan untuk pengalihwujudan ide lingual ke bentuk visual dalam penciptaan karya kriya. Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) penelitian ini diharapkan masuk kategori level 3, yakni dengan melakukan pembuktian konsep fungsi dan atau karakteristik penting secara analitis dan eksperimental.

Page 1 of 1 | Total Record : 9