cover
Contact Name
Hangga Hardhika
Contact Email
hanggadhika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hanggadhika@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior
ISSN : 19780702     EISSN : 25806521     DOI : -
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior merupakan jurnal ilmiah berkala yang ditujukan untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian, pengembangan, dan studi pustaka di bidang desain interior. Terbit dua kali setahun, yaitu setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 109 Documents
Pengaruh Mebel Klasik dalam Interior Ruang Tamu Rumah Tinggal terhadap Pilihan Desain Mahasiswa Desain Interior Riza Septriani Dewi
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 8, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v8i1.4903

Abstract

Pilihan desain interior ruang tamu rumah tinggal sangat beraneka ragam karena manusia sebagai makhluk sosial, perilaku, sikap dan tindakannya selalu dipengaruhi baik oleh variable-variabel internal seperti motivasi dan persepsi maupun eksternal seperti pemilihan mebel klasik atau mebel modern, sehingga setiap individu memiliki seleranya masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi kenyamanan dan pengaruhnya terhadap pilihan desain mebel ruang tamu oleh penghuni di rumah tinggal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen stimulus-response melalui pendekatan kuantitatif. Stimulus eksperimen yang digunakan berupa simulasi gambar digital interior ruang tamu rumah tinggal dalam 3 kondisi guna mendapatkan respon persepsi dan sikap. Data hasil eksperimen dianalisis menggunakan ANOVA, menunjukkan bahwa (1) penggunaan mebel klasik Indonesia yang paling mempengaruhi persepsi dan pilihan desain responden; (2) ditemukan juga hubungan antara persepsi dan sikap kaitannya dengan proses persepsi dapat membangkitkan emosi dan mempengaruhi sikap responden, hal ini sejalan dengan mekanisme persepsi dimana kontribusi mebel klasik dapat mempengaruhi persepsi dan munculnya sikap responden di ruang tamu rumah tinggal.
Analisis Kenyamanan Desain Interior di Supermarket Studi Kasus : Ranch Market dan The Gourmet Nancy Halim; Grace Kattu
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 8, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v8i2.5201

Abstract

Dalam desain interior, kenyamanan sama pentingnya dengan keindahan desain. Tanpa kenyamanan, pengguna hanya dapat menikmati desain sejauh mata berjalan tetapi tidak dapat digunakan oleh pengguna karenanya nilai desain terdegradasi karena desain interior tergantung pada kenyamanan, kualitas, dan estetika. Tanpa kenyamanan dalam desain interior, estetikanya tidak bisa dinikmati. Dengan demikian, kenyamanan dalam desain interior harus hadir pada elemen kunci di interior agar desain dapat ditangkap oleh orang yang melihatnya. Angka yang paling tinggi pada pengguna adalah interior ritel. Desain toko ritel telah mengambil dunia interior dengan sungguh-sungguh, karena ritel selain dari produk yang dijualnya, desain interior sangat mengambil kesuksesan toko ritel. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan, toko-toko telah naik untuk memberikan tuntutan tinggi dalam kebutuhan sehari-hari. Sebagian besar kebutuhan sehari-hari adalah produk makanan, kebersihan, dan kebutuhan lainnya yang banyak ditemukan di Supermarket yang berada di banyak lokasi pedesaan di Surabaya. Di Surabaya saja, toko ritel adalah jantung dan jiwa terhadap kesehatan keuangan dan interaksi sosialnya di masyarakat lebih lanjut, Supermarket telah tumbuh dalam desain interiornya juga merupakan barang dagangan visual yang dikandungnya. Pada akun itu, penelitian ini berfokus pada analisis lebih lanjut ke dalam kenyamanan yang sesuai dalam desain interior yang menunjukkan apakah objek yang kami teliti, mengambil kenyamanan desain interior karena rencana desain toko. Metode yang digunakan pada penilitian ini adalah metode observasi langsung objek dan analisa. Dalam analisa penilitian, ditemukan bahwa objek yang diteliti masih cukup memenuhi standar kenyamanan interior, meskipun masih ada kekurangan dalam desain yang bisa lebih dikembangkan lagi.
Peran Perempuan dalam Keputusan Desain pada Interior Residensial di Kawasan Bantaran Kali Buntu Karangwaru Yogyakarta Artbanu Wishnu Aji
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 7, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v7i2.4899

Abstract

Sebuah hunian atau lingkungan buatan pada dasarnya merupakan hasil keputusan-keputusan desain yang berasal dari pihak yang terlibat di dalamnya. Hingga saat ini peran gender dalam pengambilan keputusan desain ini masih belum banyak diteliti. Budaya masyarakat Jawa yang lebih memberikan peran sentral kepada laki-laki untuk mengambil keputusan-keputusan penting menjadikan perempuan tertutupi perannya dalam proses pengambilan keputusan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran perempuan dalam pengambilan keputusan desain residensial di kawasan Kali Buntu Yogyakarta. Sepuluh perempuan dipilih sebagai responden dalam penelitian ini. Metode wawancara mendalam semi-terstruktur digunakan untuk menggali keterlibatan mereka dalam proses penentuan keputusan desain seperti arah hadap rumah, warna, pemilihan perabot dan pengaturan tata letak. Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan yang memiliki kontribusi kepemilikan dapat bersama-sama menentukan keputusan desain dengan partner laki-lakinya sementara perempuan yang tidak memiliki kontribusi kepemilikan cenderung untuk menyerahkan keputusan desain pada partner laki-lakinya.
Ergonomi Pembagian Zona Kerja Terbatas pada Gerobak Streetfood di Kota Yogyakarta Bambang Pramono
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 9, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v9i1.5813

Abstract

Kuliner kaki lima kerap menjadi pilihan jajan yang murah dan beragam serta mudah ditemui di sudut-sudut kota, hampir setiap hari kuliner kaki lima dapat dicari mulai berjualan dari pagi, siang, hingga malam. Para pedagang tersebut ada yang berjualan menggunakan gerobak baik yang di dorong maupun yang di pikul, dengan menggunakan sepeda, bahkan ada pula yang menambah tenda untuk tempat makan konsumennya. Desain gerobak street food beserta aktifitas perdagangan yang terjadi didalamnya seharusnya mempertimbangkan aspek ergonomi serta antropometri penggunganya. Penerapan ilmu ergonomi pada desain gerobak street food secara tidak langsung mempengaruhi produktivitas kerja manusia dengan pengelolaan zona kerja pada dapur terbatas di gerobak steetfood.
HUBUNGAN DIMENSI MEJA MAKAN TERHADAP TERITORI PERSONAL PADA RESTORAN DENGAN PENGATURAN MAKAN A LA CARTE Erlana Adli Wismoyo; Rizka Suci Utami
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 8, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v8i1.4904

Abstract

Saat ini beragam jenis restoran menjadi tempat tujuan untuk menikmati berbagai macam hidangan, pada restoran tentu saja terdapat beberapa area. Area makan pengunjung merupakan salah satu area yang sangat penting karena pada area tersebut pengunjung akan merasakan bagaimana aktivitas makan dan minum pada suatu restoran. Pada saat hidangan di letakan di atas meja dan pengunjung melakukan aktivitas makan dan minum maka akan berpengaruh pada dimensi furniture yang digunakan. Setiap restoran menerapkan sistem makan yang berbeda salah satunya adalah sistem makan a la carte. Sistem makan ini tentunya berpengaruh terhadap dimensi furniture pada suatu restoran yang berhubungan dengan aktivitas di restoran dan teritori personal yang dirasakan oleh pengunjung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dimensi meja makan dengan teritori personal pada braga permai pengaturan makan a la carte. Analisa data di dapatkan dengan cara mengumpulkan data dan dengan survey langsung pada restoran braga permai yang menerapkan sistem makan a la carte kemudian data tersebut diolah secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini untuk merekomendasikan dimensi pengaturan meja makan yang sesuai dengan teritori pengguna terhadap furniture dan hidangan yang disajikan.
Perancangan Lingkungan Pembelajaran yang Sesuai dengan Metode Pembelajaran di Sekolah Lentera Harapan Rote Jessica Novia
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 7, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v7i2.4895

Abstract

Lingkungan pembelajaran secara fisik turut berpengaruh dalam berjalannya proses pembelajaran yang efektif. Tujuan dari penulisan adalah melihat seberapa sesuai perancangan lingkungan pembelajaran dalam Sekolah Lentera Harapan Rote dengan metode pembelajaran yang digunakan. Penulis menganalisa data proyek Sekolah Lentera Harapan Rote dari berbagai faktor lingkungan pembelajaran secara fisik, dan membandingkannya dengan teori-teori yang berkaitan dengan pembelajaran. Dari hasil penelitian, dapat terlihat faktor-faktor dari lingkungan pembelajaran yang sudah ideal dalam perancangan lingkungan pembelajaran Sekolah Lentera Harapan, serta aspek yang mempengaruhi perancangan lingkungan pembelajaran.
Konsep Ecotourism Masa Transisi Pandemi Covid-19 di Desa Wisata Kerajinan Bambu Brajan Yogyakarta Yayu Rubiyanti
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 8, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v8i2.5202

Abstract

Situasi yang tidak menentu yang diakibatkan oleh pandemi global COVID-19 serta adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar menyebabkan masyarakat membatasi serta mempersempit aktivitas sosial yang berkaitan dengan kegiatan luar rumah. Pembatasan sosial ini menyebabkan tekanan yang tinggi pada masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Mulai diberlakukannya masa transisi menuju normal baru disambut gembira oleh masyarakat dengan cara melakukan berbagai aktivitas di luar rumah meskioun dengan protokol yang ketat. Tujuan rekreasional seperti jogging, bersepeda menjadi trend setelah masa transisi normal baru diberlakukan. Jenis wisata yang relatif mampu mengakomodir kebiasaan baru masyarakat tersebut adalah wisata ecotourism. Ecotourism dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat untuk beraktivitas di luar ruangan sekaligus menyediakan berbagai fasilitas yang memenuhi batasan-batasan dalam protokol kesehatan. Salah satu destinasi wisata yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai wisata ecotourism adalah Desa Wisata Brajan. Desa ini berlokasi tidak terlalu jauh dari pusat kota, sehingga relatif mudah dijangkau.Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan kriteria konsep wisata berwawasan ekologis sesuai dengan potensi-potensi yang dimiliki Desa Wisata Bambu Brajan Yogyakarta. Penelitian ini sangat penting dilakukan karena pada masa adaptasi baru transisi pandemi COVID-19 seperti terjadi saat ini juga memunculkan peluang untuk meningkatkan kunjungan wisata. Penelitian ini menggunakan metode design thinking, data penelitian didapatkan dari hasil observasi lapangan serta wawancara. Hasil penelitian yang ditargetkan adalah kriteria model ruang Desa Wisata Brajan yang sesuai dengan kaidah ecotourism pada masa transisi pandemi covid-19.
COVID-19: Problem Semiotika Ruang Pasar Tradisional Yogyakarta Dan Solusi Desain Interior Berkelanjutan Setya Budi Astanto
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 8, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v8i1.4900

Abstract

Pasar tradisional adalah tiga layanan publik yang tidak ditutup selama pandemi COVID-19, selain Rumah Sakit dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Regulasi social distancing hampir tidak berlaku di pasar tradisional. Ada apa dengan pasar tradisional di Yogyakarta, betulkah pasar tradsional tidak punya adat-istiadat peraturan turun temurun tentang proksemika. Kebaruan ukuran jarak interaksi antar manusia saat pandemic COVID-19 akan dianalisa menggunakan metode desain berkelanjutan biomimikri. Mencari sumber solusi desain berdasarkan sistem alam semesta. Manfaat penelitian adalah menemukan jarak new normal atau new hidden dimension yang dimiliki oleh kearifan lokal masyarakat Yogyakarta. Berguna bagi ilmu desain pasar new normal dan pasar di masa depan.
Desain Interior Ramah Lansia Suastiwi Triatmodjo
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 9, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v9i1.5814

Abstract

Sepuluh dua puluh tahun ke depan sebagian besar penduduk Indonesia adalah orang lanjut usia atau lansia, hasil sensus menunjukkan bahwa penduduk lansia pada tahun 2020 adalah 9,78 %, diprakirakan tahun 2035 ada 15 % dan menjadi 20 % pada tahun 2045, oleh karenanya situasi di Indonesia dapat dikatakan menuju penuaan masyarakat. Dengan kecenderungan pertumbuhan penduduk seperti ini maka ilmu desain perlu menaruh perhatian yang lebih banyak terhadap masalah desain untuk para lansia dan mengantisipasinya dengan cara melakukan pengembangan baik dalam riset maupun penciptaan untuk memenuhi perubahan kebutuhan dan persyaratan desain bagi lansia tersebut. Seperti diketahui dengan bertambahnya usia maka kemampuan fisik manusia berubah, demikian juga dengan kemampuan panca indera, di samping hal itu kelompok lansia tersebut juga mengalami perubahan dalam pola hidupnya, seperti kehilangan pasangan dan hidup terpisah dari anak-anaknya. Kondisi-kondisi ini tentu akan melahirkan kebutuhan desain ruang dan peralatan hidup sehari-hari yang berbeda dengan masa sebelumnya. Sampai saat ini belum terlalu banyak riset maupun penciptaan desain interior yang berfokus pada lansia sebagai pemakainya. Riset awal yang berbasis pada pustaka ini berusaha untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan membuat pemetaan terhadap bidang-bidang yang perlu dikaji dan dikembangkan maupun pendekatan riset maupun perancangan yang dapat diterapkan untuk menjalankannya. Harapannya ke depan riset dan perancangan desain interior untuk orang lanjut usia, khususnya di Indonesia, dapat lebih fokus, terarah, dan produktif.
Kajian Makna Saka Guru di Masjid Gedhé Mataram Kotagede Yogyakarta (Sebuah Tinjauan Arsitektur) Ajeng Kusuma
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 8, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v8i2.5198

Abstract

Yogyakarta merupakan satu dari sekian banyak kota di Indonesia yang dikenal sebagai kota pelajar, kota ini juga berjuluk sebagai kota budaya. Hasil pertimbangan dari 14 kawasan konservasi di Yogyakarta mengerucut pada wilayah Kotagede sebagai salah satu cagar budaya. Eksistensi objek pusaka di Kotagede dianggap relatif baik dan masih terjaga keasliannya. Sejarah mencatat, para raja Nusantara pemeluk agama Islam berganggapan masjid sebagai pelengkap ibukota kerajaan. Konsepsi masjid-makam secara garis besar menjadi suatu sinergi yang tidak dapat terpisahkan dari sejarah Masjid Gedhé Mataram Kotagede sebagai masjid tradisional. Hal menarik dari Masjid Gedhé Mataram Kotagede yakni pada ruang utama terdapat empat tiang sebagai penopang atap, bernama saka guru. Saka guru tidak hanya dimaknai sebagai penopang struktur bangunan, tetapi memiliki makna simbolis tertentu sehingga menarik untuk dikaji. Penelitian menerapkan metode kualitatif dan berproses secara rasionalistik dengan pendekatan semiotika. Pendekatan semiotika model Saussure diggunakan sebab manusia cenderung memiliki keinginan untuk membuat signifikansi makna di atas segalanya. Manifestasi tanda membantu konstruksi utopia spiritual pada Saka Guru. Hasilnya berupa hubungan kosmos, terutama pengalaman manusia saat terkoneksi dengan arah vertikal menghubungkan dunia spatial dan alam kosmos. Saka Guru di Masjid Gedhé Mataram Kotagede memiliki dua orientasi yakni menuju arah kiblat serta arah vertikal menuju hubungan platonik dengan sang pencipta.

Page 5 of 11 | Total Record : 109