cover
Contact Name
Hangga Hardhika
Contact Email
hanggadhika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hanggadhika@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior
ISSN : 19780702     EISSN : 25806521     DOI : -
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior merupakan jurnal ilmiah berkala yang ditujukan untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian, pengembangan, dan studi pustaka di bidang desain interior. Terbit dua kali setahun, yaitu setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 109 Documents
NEGOSIASI SUBJEK DALAM KONSTRUKSI IDENTITAS, SEKSUALITAS DAN GENDER Andreas Sudjud Dartanto
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 5, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.057 KB) | DOI: 10.24821/lintas.v5i2.3039

Abstract

Selama ini pendekatan yang digunakan dalam menganalisis seni rupa berlangsung secara intraestetik (kritik formalis), sementara pendekatan yang bersifat ekstraestetik langka dilakukan. Melalui pendekatan ekstraestetik dapat dipahami faktor-faktor determinan yang menjadikan suatu ide dan karya seni terbentuk. Walaupun faktor determinan itu ada, bukan berarti sepenuhnya subjek yaitu perupa mengalami dominasi total dari struktur, sebagaimana dalam analisis Marxian, Saussurian dan Freudian, subjek tetap memiliki “ruang negosiasi” atas struktur yaitu melalui karya seninya. Penelitian ini hendak menjawab pertanyaan yaitu bagaimana subjek (perupa) menegosiasikan konstruksi identitas, seksualitas dan gender yang berlangsung pada masyarakatnya, dan bagaimana proses pencarian subjektifitasnya itu terjadi pada kasus seniman dan karya seninya, yaitu I Gak Muniarsih, Tita Rubi, FX.Harsono, Ay Tjoe Christine dan Nindityo Adipurnomo. Realitas dalam pandangan penelitian ini dipahami sebagai sesuatu yang relatif. Dikatakan relatif, pertama karena realitas terstruktur oleh faktor historis (ekonomi-politik) dan kedua, keterbatasan bahasa itu sendiri yang pada saat bersamaan menisbikan tampilnya subjek secara utuh. Bahasa bukanlah cermin realitas, akan tetapi bahasa─dalam pendirian psikoanalisis─justru menjadi penghalang keutuhan subjek, namun demikian bukan berarti perupa tidak ada dalam realitas, seturut Jacques Lacan, subjek menggunakan metafora dan metonimi yang tersedia dalam bahasa untuk menandai subjektifitasnya. Subjek, dalam hal ini perupa kemudian memberi tafsir dan melakukan negosiasi atas konstruksi identitas, seksualitas dan gender.
DESAIN INTERIOR RUMAH TINGGAL RAMAH PENYANDANG CACAT Dwi Retno Sri Ambarwati
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 7, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.422 KB) | DOI: 10.24821/lintas.v7i1.3065

Abstract

Lingkungan yang terorganisir dengan baik akan sangat membantu kesehatan, keamanan dan kemandirian penyandang cacat. Desain interior yang well-designed dapat membantu penyandang cacat melakukan aktivitas. Jenis kecacatan yang berbeda membutuhkan desain yang berbeda sesuai dengan keadaan tiap penyandang cacat.Salah satu aspek penting yang jarang dipertimbangkan dalam perancangan interior yang ramah penyandang cacat adalah pengaturan sirkulasi ruang yang disesuaikan dengan jenis kecacatan. Hal ini menjadikan penyandang cacat tidak memiliki kemandirian dan kualitas hidup. Perancangan interior rumah tinggal yang mendukung kemandirian penyandang cacat meliputi menataan akses masuk bangunan, sirkulasi dan zoning, dimensi dan penataan perabot.
REVITALISASI DESAIN INTERIOR MUSEUM KEBANGKITAN NASIONAL JAKARTA Tunjung Atmadi
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.642 KB) | DOI: 10.24821/lintas.v6i1.3044

Abstract

The existence of the Museum in general has not been able to optimally meet the needs of the community as a means of education and quality recreation. Ministry of Education and Culture (Kemdikbud) since 2011 has rolled out the Revitalization program of the Museum as an effort to improve the quality of the museum in serving the community and make the museum as a “need” to visit.Revitalization at the Museum of National Awakening encompasses the physical appearance of the museum made interesting, by arranging the interior, exterior, and rehabilitation of other supporting facilities. The method applied in this research is qualitative method, perform analysis based on case study data with the theory used.The result of this museum revitalization as a means of public learning, but also must be able to support the development of science. As an educational and academic function: the museum serves as a vehicle for education, a means of sharing knowledge and should be a center of study or a center of educational studies.
PERBEDAAN KONTRAS LUMINANSI SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER BIDANG/MODELING PADA PENCAHAYAAN FASADE BANGUNAN EDUTAINMENT Adi Ismanto
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 5, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.867 KB) | DOI: 10.24821/lintas.v5i2.3040

Abstract

Persepsi bentuk mengenai sebuah fasade bangunan berbeda antara kondisi siang dan malam hari (Descottes dan Ramos, 2009). Untuk medapatkan kesan modeling yang baik dari sebuah fasade bangunan pada kondisi malam hari, maka diperlukan kinerja pencahayaan yang tidak hanya mampu memberikan kesan informatif sebuah bentuk dan warna (objek) (Philips, 1993) tetapi juga mampu memberikan nilai tambah dari bentuk fasade tersebut terhadap sebuah komunitas (kawasan) (Zumtobel, 2012), dimana salah satu bentuk fasade bangunan yang memiliki karakteristik unik adalah bangunan dengan fungsi edukasi dan rekreasi (edutainment). Penelitian ini dimaksudkan untuk menghitung perbandingan kontras luminansi melalui pengujian persepsi modeling dan pengaruh warna terhadap objek geometris bidang sudut dan bidang melengkung (Ishida dan Ogiuchi, 2008) yang diambil dari bentuk dasar bangunan edutainment Istana Boneka Dunia Fantasi Ancol, dan didapatkan nilai perbandingan kontras luminansi 1:3:10 (luminansi pada bidang latar, bidang sisi dan bidang depan). dan juga dilakukan pengujian preferensi mengenai tipe pencahayaan garis yang memperkuat bentuk dan bersifat atraktif (changing colour) menggunakan perbandingan hasil simulasi software 3dsmax, yang didapatkan kesimpulan bahwa pencahayaan garis yang bersifat atraktif (changing colour) lebih disukai dibandingkan pencahayaan umum maupun pencahayaan kombinasi (umum dan garis) dimana pengaruh warna dan persepsi model dapat diabaikan.
DESAIN INTERIOR MELALUI PENDEKATAN KEBUTUHAN PEMAKAI PADA HUNIAN TERBATAS Studi Kasus: RUSUNAWA Kali Code Cokrodirjan Yogyakarta Muhammad Sholahuddin
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 6, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.604 KB) | DOI: 10.24821/lintas.v6i2.3060

Abstract

Perkembangan pembangunan dan semakin terbatasnya lahan berimbas pada desain rumah tinggal di antaranya rumah tapak, apartemen, dan rumah susun. Keterbatasan lahan membuat masalah pada perencanaan spasial. Keterbatasan lahan sebenarnya bisa diatasi dengan penerapan mebel multi fungsi, namun ketersediaannya di pasar sangat terbatas. Salah satu kasus adalah di Rumah Susun Sewa / Rusunawa Kali Code Yogyakarta dimana para penghuni harus menaklukkan kepadatan dan kesesakan ruang. Perencanaan desain interior yang mengedepankan sistem multifungsi pada lahan terbatas menjadi kesempatan untuk industri mebel agar lebih banyak memproduksi mebel multi fungsi secara massal. Tujuan dari riset ini adalah untuk mengajukan alternatif desain interior pada lahan terbatas yang tetap dapat mengakomodasi kebutuhan pengguna ruang. Sedangkan sasarannya adalah mendesain produk untuk ruang multi fungsi yang dapat diproduksi secara massal. Metode riset ini menggunakan metode yang biasa digunakan dalam proses desain yang terdiri dari tahap analisis dan sintesis. Hasil dari riset ini adalah sebuah desain interior multi fungsi dengan tema “Transform @ Trick” dengan gaya yang modern.
Analisis Estetika Formalis Visual Desain Interior, Studi Kasus: Restoran Oura Malang Deada Khoirurizka; Nurhayatu Nufut Alimin
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 9, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v9i1.5811

Abstract

Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang gemar bersantap di luar rumah saat ini menjadi salah satu faktor pendorong berkembangnya industri restoran. Salah satu restoran yang cukup menarik adalah Oura yang terletak di Kota Malang dengan bangunan yang didominasi oleh material semen ekspos dan banyak menerapkan bukaan yang cukup lebar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai estetika pada interior restoran Oura berdasarkan prinsip dan unsur desain sesuai dengan teori estetika formalis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Populasi penelitian mencakup seluruh interior restoran Oura, sedangkan sampel pada penelitian ini adalah area main entrance, ruang makan 1 dan ruang makan 2 yang terletak di lantai dasar restoran Oura. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data oleh Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sampel memenuhi nilai estetika formalis, yaitu: (1) Unsur desain (garis, bidang, terang-gelap, bentuk, warna, tekstur, pola), (2) Prinsip dan asas desain (kesatuan, keseimbangan, irama, skala/proporsi, penekanan). Dalam penerapannya, terdapat kesamaan pola estetika pada ketiga ruang yang diteliti, yaitu penggunaan warna, bidang, tekstur, material dan pola. Restoran Oura juga menerapkan desain yang sedang tren saat ini sehingga dapat menarik minat pengunjung untuk datang.
Pengaruh Atmosfir Toko Fast Fashion Terhadap Ketertarikan Berbelanja Pengunjung Arnanti Primiana Yuniati
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 8, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v8i1.4902

Abstract

Interior ritel merupakan salah satu aspek pembentuk citra merek perusahaan fast fashion. Setiap interior ritel harus merepresentasikan citra merek perusahaan diberbagai lokasi di setiap negara. Interior ritel mempengaruhi pembeli untuk berkunjung dan berbelanja pada ritel. Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pembeli untuk berbelanja dan mengidentifikasi peran desain dalam membentuk lingkungan toko. Dengan menggunakan metode artikel review, diketahui bahwa seluruh lingkungan toko yaitu; citra toko, desain toko, pengalaman berbelanja, dan perilaku pengguna memiliki pengaruh dalam keputusan bertransaksi. Desain ritel menjadi stimulant konsumen dalam membuat evaluasi kognitif dan respon emosi, baik itu positif dan negative, yang membuat konsumen merespon produk. Respon konsumen inilah yang menentukan terjadinya transaksi. Terdapat tahap perilaku konsumen yang mempengaruhi transaksi dan membentuk kesetiaan konsumen terhadap merek. Seluruh faktor tersebut memiliki peran penting dalam membentuk keputusan membeli produk.
Karakteristik Ruang Pembelajaran Menggunakan Kumpulan Karya Simulasi Octavianus Cahyono Priyanto
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 8, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v8i2.5200

Abstract

Mendesain ruang pembelajaran komunal adalah sebuah proses sosial-kreatif yang diyakini dapat menghasilkan desain sesuai harapan jika melibatkan calon penggunanya sebanyak mungkin, namun pada praktiknya hal ini dianggap kurang praktis. Biasanya mereka dilibatkan pada survei preferensi visual secara pasif. Namun kini perkembangan teknologi memungkinkan sejumlah besar partisipan terlibat secara aktif membuat usulan desain melalui platform lingkungan virtual secara daring. Pada penelitian ini 178 usulan ruang pembelajaran melalui platform tersebut dikumpulkan dan dipelajari lebih lanjut dengan melibatkan 5 orang pakar. Pada tahap awal didapatkan 20,79 % mendapat nilai di atas rata-rata. Selanjutnya karakteristik dari masing-masing kelompok tersebut dianalisis dengan melibatkan 53 partisipan. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran tentang preferensi pengguna mengenai desain ruang pembelajaran komunal yang ideal.
Pengaruh Desain Interior Dalam Membangun Kepercayaan Klien di Kantor Notaris Aditya Zaidan; Adivioe Candra; Elizabteh Phoebe; Lucretia Jessica
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 7, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v7i2.4898

Abstract

Notaris merupakan seseorang yang bekerja pada bidang jasa dan bertugas untuk membuat data otentik berdasar Undang-undang. membutuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari klien agar mereka dapat bertahan didalam masyarakat. Kantor notaris sendiri akan menjadi tempat pertemuan seorang notaris dengan klien dan rekan kerja lainnya, yang secara tidak langsung dapat memberikan cerminan terhadap bagaimana kinerja dari jasa notaris tersebut. Teori menyebutkan bahwa kepercayaan juga dapat terbentuk dengan bantuan desain, desain yang baik pun juga dapat membentuk rasa aman dan nyaman pada diri seseorang yang berada di dalam ruangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam apakah sebuah desain interior dapat membantu meningkatkan kepercayaan klien pada notaris tersebut. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menyebarkan angket kemudian dianalisis dan dibuat kesimpulan sebagai bahan dari penelitian. Dari penelitian dan pengumpulan teori yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa desain interior meliputi warna, tema, suasana, dan furniture yang digunakan pada sebuah kantor notaris, juga ikut berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan klien kepada notaris yang bersangkutan.
Studi Proksemika dan Pengalaman Keruangan pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Studi Kasus: Penataan Interior Awor Coffee Yogyakarta Anugrah A Pratama; Suastiwi Triatmodjo; St. Sunardi
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 9, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v9i1.5812

Abstract

Di tengah naiknya pasar kedai kopi, pandemi COVID-19 melanda dan memaksa para pelanggan serta manajemen kafe untuk bertahan dalam situasi tersebut. Dampak pandemi juga dirasakan oleh Awor Coffee sebagai kafe yang cukup lama berdiri di Yogyakarta ini. Masa adaptasi kebiasaan baru yang diungkapkan oleh pemerintah memberikan sedikit jalan keluar bagi industri kafe. Diterbitkannya protokol kesehatan menjadi acuan untuk membiasakan diri dan membantu penekanan penyebaran COVID-19. Inti dari protokol kesehatan adalah pemberian jarak dan pembatasan jumlah tempat duduk. Penelitian ini menganalisa bagaimana sebuah kafe dapat berkompromi dengan protocol kesehatan serta menjabarkan pengalaman yang dirasakan pelanggan selama masa adaptasi kebiasaan baru. Metode kualitatif dan teknik deskripsi analitik digunakan untuk menganalisa permasalahan dengan pendekatan proksemika dan pengalaman keruangan. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa untuk menerapkan protokol kesehatan pada sebuah kafe, diperlukan pengetahuan yang cukup terhadap pengguna ruang. Penerapan protokol tidak boleh semata-mata sebagai hal formalitas saja tetapi harus benar-benar dilakukan pendekatan yang tepat. Sehingga hal tersebut berdampak pada pengalaman pelanggannya yang pada akhirnya dapat menerima dan beradaptasi dengan kondisi masa adaptasi kebiasaan baru. Hasil ini dapat menjelaskan bahwa sebuah desain interior tidak dapat berdiri sendiri, diperlukan perpaduan dengan aktivitas ruang sehingga dapat memberikan pengalaman dan menghidupkan suasana ruang interior.

Page 4 of 11 | Total Record : 109