cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
PERANCANGAN INTERIOR GALERI, TOKO DAN CAFE SELASAR SUNARYO ART SPACE BANDUNG Teddy Rahadianto
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.712

Abstract

Kota Bandung merupakan kota yang dijadikanp royekrintisan kota berbasis ekonomi kreatif. Hal ini didasari pada pertemuan internasional di Yokohama tahun 2007. Salah satu hal yang menyebabkan tercapainya prestasi ini ialah adanya aktifitas pelaku kreatif dan apresiasi masyarakat kota Bandung sendiri terhadap aktifitas pelaku kreatif. Art space merupakan salah satu wadah bertemunya antara pelaku kreatif khususnya bidang seni dan masyarakat yang ingin mengetahui aktifitas yang terjadi didalamnya. Selasar Sunaryo Art space merupakan salah satu Art space di kota Bandung yang sudah berdiri selama kurang lebih 15 tahun dan dikelola secara mandiri. Selama perjalanannya dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan, pengelola dihadapi oleh bermacam permasalahan termasuk dari segi Interior ruang. Permasalahan utama yang dihadapi ialah faktor tat akondisi pencahayaan ruang, dan pengorganisasian penyimpanan barang dikarenakan terbatasnya area penyimpanan.Tujuan dirancangnya Interior Selasar Sunaryo Art space untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi dalam melangsungkan beragam kegiatan serta para pelaku seni dapat terakomodasi kebutuhannya selama berkegiatan didalamnya.Proses perancangan interior Selasar Sunaryo Art Space menggunakan metode perancangan analisis dan sintesis. Proses analisis didapat dengan cara menarik kesimpulan dari hasil survey secara langsung di Selasar Sunaryo Art Space, proses wawancara, dan permasalahan desain. Proses sintesis berupamemasukan konsep perancangan berupa program – program dan rancangan fisik yang dimasukan kedalam elemen perancangan untuk mencapai hasil perancangan interior Selasar Sunaryo Art Space yang kemudian dievaluasi kembali terhadap tujuan perancangan.Hasil perancangan interior Selasar Sunaryo Art Space kedalam wujud desain berupa panel – panel sirip pada bukaan di dindingr uang yang dalam penggunaanya dapat direspon oleh pengguna ruang untuk mendapatkan konfigurasi cahaya didalam ruang sesuai kebutuhan, penggunaan dinding – dinding temporer dengan sistem geser untuk mengurangi pemakaian area penyimpanan, mempermudah dalam penggunaan dinding temporer, serta diharapkan dapat meningkatkan aktifitas pelaku seni dalam merespon keadaan ruang.Dirancangnya, perabot penunjang aktifitas dengan sistem knock – down untuk mengurangi pemakaian area penyimpanan ketika tidak difungsikan.Kata Kunci : Bandung, interior Art space, SelasarSunaryo Art space, dinding temporer, perabot knock-down
PENGKAJIAN STRATEGI KOMUNIKASI VISUAL PADA EVENT PINASTHIKA CREATIVE FESTIVAL AWARD TAHUN 2012 DAN 2013 Hendi Ciputra
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.713

Abstract

In a creative event planning, it is required to be able to create something different than the others, in the process a promo event design needed to attract the target audience. To achieve that requires a creative strategy that can be packaged in a visual communication strategy for the design, in which a design is not only in great demand visual displays alone, but can combine the elements to be unified visual design that has a message in it to appeal to the see it. The research methodology used was a qualitative methodology, with a descriptive approach, where the data collected is the data in the form of literature studies, interviews and visual masterpiece in design promo event Pinasthika Creative Festival in 2012 and in 2013, the entire design in each event has the character and the messages in it. The results of this study indicate that each application design promo in every event contains the messages are packaged in a creative strategy visual unity that reflects the theme of the event in each year. There is something exciting breakthrough in managing an event that is periodic in nature, where in determining a theme for each year of its implementation, especially in 2012 and 2013, it still has a red thread so that the target audience are invited to always be able to tell you about its development, all of it presented and the designs represent the promo eventnya applications. The text has a very strong influence on other message elements in an attempt to explain the strategies presented. Each design promo event delivered as a communication strategy that represents the identity of the theme of the event. Keywords: AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share), application design promo event, Event Advertising, IMC (Integrated Marketing Communication).
FUNGSI DAN PERAN TRUMPET PADA COMBO BRASS BAND DALAM LAGU ADA KUASA DALAM PUJIAN KARYA JONATHAN PRAWIRA DI GEREJA BETHEL KELUARGA ALLAH YOYAKARTA Wedha Laksana
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.714

Abstract

Trumpet is an important element in a big band arrangement, in this occasion trumpet present in any format and combo band brass section. Worship in Bethel Church Family of God in Yogyakarta using brass section format which will make worship becomes more colored and add to the solemn congregation. Function trumpet in the song arrangements "Ada Kuasa dalam Pujian" became one of the main goals for the author to review it. In this song played by 7 players and 5 players inflatable combo band, wind instruments such as saxophone soprano I, Alto Saxophone I, Alto Saxophone II, Trumpet I, Trumpet II, flugelhorn, trombone, while the band combo player Keyboard I, Keyboard II, Guitar , Bass Guitar, Drums. The song "Ada Kuasa dalam Pujian" in the form of songs categorized into two parts consisting of a number of bars A1B1B1 dengan AB 115 bars, using a fast tempo. In this arrangement organized into 9 sections which consist of the following elements: Introductions (intriduction), track (song), middle section (interlude) and the last section (coda). Allegro tempo used to form fusion-style. The analysis of the function of form this trumpet and the bridge is expected to stimulate the church musicians to be more active in managing the works of jazz in worship, especially the brass ensemble.   Key words: Trumpet, Brass Band, Arrangement
PERANCANGAN DVD FILM ANIMASI PENDEK 2D“THE PAIJO” SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR MENGHAFAL CEPAT UNTUK ANAK-ANAK GILANG NURFAJRI ADYA
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.715

Abstract

Dunia animasi merupakan dunia imajinasi yang tak terbatas.Film animasi sering dianggap sebagai film anak-anak. Karena pada film kartun ada elemen yang sangat mendukung perkembangan anak. Seiring perkembangan zaman dan teknologidalam memproduksi baik 2 dimensi, 3 dimensi maupun gabungan dari keduanya film animasi.Hal ini membuat semua orang atau rumah produksi di dunia berlomba-lomba membuat karya animasi dengan berbagai tema yang dapat didistribusikan ke seluruh dunia.Tema yang diangkat untuk membuat film kartun, biasanya adalah tema-tema khayalan yang sangat imaginative.Memang tema-tema seperti itu sangat disukai baik anak-anak maupun orang dewasa, terlebih lagi dunia kartun atau animasi merupakan dunia imajinsasi yang dapat membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Alangkah baiknya jika media animasi ini dimanfaatkan sebagai media yang mendidik dan interaktif, salah satu contoh film kartuninteraktif dan mendidik berjudul "Dora the Explorer."Film tersebut mengajak para penontonnya untuk ikut masuk dan berperan dalam film tersebut walaupun hanya sebatas ucapan saja.Namun, hal itu menjadi terobosan baru terutama dalam menunjang perkembangan anak.Hal itu patut kita jadikan acuan dalam membuat film kartun yang khusus diperuntukkan untuk anak.   Kata Kunci:Multimedia, Kartun, Film, Animasi interaktif, Pendidikan.
Visualisasi Rasa Sakit Berdasarkan Pengalaman Pribadi dalam Penciptaan Karya Kriya Kulit Damas Fajar Sangaji
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.716

Abstract

Dalam kehidupan manusia pasti pernah mengalami rasa sakit yang dimana seseorang tersebut merasakan kesakitan yang amat dalam. Sebuah curahan akan rasa sakit tersebut tergambar jelas dalam benak tentang apa yang pernah dialaminya. Penulis mencoba menuangkan rasa sakit yang pernah dialami pada penciptaan karya seni.Pada minat utama kriya kulit terdapat berbagai macam teknik di dalamnya antara lain teknik tatah timbul, tatah sungging, solder, dan sculpting. Dengan teknik sculpting, penulis membuat karya yang merupakan visualisasi rasa sakit yang dialami penulis dalam penciptaan karya kriya kulit.Karya kriya yang diciptakan penulis adalah sebagai renungan dan introspeksi diri dalam menjalani kehidupan di masa yang akan datang.Kata kunci: visualisasi, rasa sakit, kriya kulit.
PERANCANGAN TYPEFACE DENGAN PENDEKATAN KARAKTER AKSARA LONTARA’ PADA HURUF LATIN Andi Ihsan Said Safi
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.717

Abstract

The typeface is one of the integral design element in visual communication. Various varieties and forms of the typeface is now easier for designers to choose how he wanted the visual style typeface. To examine the script character shapes Lontara 'in the application and design of visual communication through the viewpoint of the theory of modern typography guidelines and the creation of a new font style as treasury culture in Indonesia.Typografi experimental approach to explore the form of letters to the alphabet character Lontara 'to be achieved with the technique 5W + 1H and measures undertaken such as observation, study of literature, data analysis and study of visual form. a typeface in the form of a series of works Uppercase letters, numerals and punctuation. It is expected that the creation of the typeface Lontara 'This adds to our love towards our own culture. The role of the letter is very important for the human need to communicate visually, not only represents the world of communication, but also the aesthetic tervisual art in any media that could dihampirinya, so that in this limit development efforts must be done, particularly in context of the development of the local characters who turn out to have a very beautiful aesthetic side of diverse forms. Keywords: culture, script, Indonesia, Experimental typography
PERANCANGAN CONCEPT ART GAME “KATSVARI” Prisma Simpati
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.719

Abstract

Concept art is one of the important elements that can not be separated in the production process. Various products and media today requires concept art as an alternative source of visual inspiration as a visual before the production process begins. Animated films and video games are some areas that need concept art as crucial factors in the pre-production process. The purpose of this study is creating concept art for "Katsvari" video game as an informal education that takes the theme of Indonesian endemic species that are increasingly endangered. Using the assimilation of geometric shapes with the distortion on the form of real endemic Indonesian animals to create a game characters that visually appealing. The steps taken during the process such as observations, literature study, data analysis, and study of the visual form. The result of this study is a concept art that contains a collection of two-dimensional illustration and alternative design for figures or character, and the location where the game takes place. Some aspects that can affecting a person interest of playing a game such as, visual aspect, gameplay, the storyline, and difficulty level of the game, regardless of any genre carried by the game. Visual aspect and storyline, can be summarized in a concept art that can be used as a collectible items for fans. This design is expected to be useful for the people or art community whom intend to explore the world of concept art of games and illustrations, as well as can be a good example to take Indonesian endemic animals as an inspiration to make an interesting game. Keywords : Concept Art, Game, Indonesian Endemic Animals, Video Game.
“TUJUH MODUS” PENERAPAN TUJUH MODUS PADA KOMPOSISI MUSIK UNTUK ANSAMBEL GITAR KLASIK Dhany Adinata
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.720

Abstract

Musik memiliki kekayaan ilmu pengetahuan, salah satunya adalah tangga nada/modus. Ionian, Dorian, Phrygian, Lydian, Mixolydian, Aeolian, dan Locrian adalah beberapa dari banyaknya jenis tangga nada/modus. Tugas akhir ini adalah penerapan dari proses pembelajaran penulis tentang teori tangga nada/modus. Kata kunci: Penerapan tujuh tangga nada/modus.
GAYA MUSIK GRUP DEBU DALAM LAGU MACAN HUTAN Anggit Prasetyo
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.721

Abstract

Debu merupakan grup musik yang beranggotakan orang-orang Amerika di Indonesia yang memainkan musik bernuansa Arab dengan cara mengkolaborasikan musik yang sudah ada sebelumnya di Indonesia yakni Dangdut, Pop, Country dan Jazz. Grup musik Debu memainkan musik dengan menggunakan formasi ansambel yang terdiri dari biola, tambur, mandolin, harpa, rebana, jembe, kannon, bansri flute, mazhar, oud, bamboo sax, dumbek, seruling, gitar, bass dan drum. Grup ini diteliti karena untuk mengetahui gaya musik grupDebu dalam lagu Macan Hutan dan untuk diketahui sebagai fenomena baru dengan judul Gaya Musik Grup Debu Dalam Lagu Macan Hutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yakni menjelaskan danmenerangkan mengenai gaya bermusik grup Debu dengan teknik pengumpulan data antara lain: wawancara, studi pustaka dan studi diskografi. Sampel penelitian diambil secara pasti yaitu lagu Macan Hutan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lagu Macan Hutan secara analisis bentuk musik terdiri dari tiga bagian dan analisis lirik menceritakan tentang spiritualitas keberagamaan.Kata Kunci : Grup Debu, Gaya Musik, Lagu Macan Hutan.
PERANCANGAN FOTOGRAFI FASHION EDITORIAL SEBAGAI MEDIA PROMOSI PRODUK COZMEED Renky Liniaryadi
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.722

Abstract

Fotografi fashion editorial adalah fotografi fashion yang biasa digunakan untuk produk-produk yang sudah dikenal di masyarakat. Foto yang dihasilkan biasanya lebih dari satu, namun secara isi dan konsep masih ada benang merah dan kesatuan ceritanya. Fotografi fashion editorial sangat cocok digunakan sebagai media promosi perlengkapan outdoor dibandingkan dengan fotografi fashion retail,karena di dalamnya tidak sekadar pose dengan produk yang ditawarkan, melainkan ada action yang dapat membuat foto lebih dramatis. Ditambah pula dengan ekspresi dan gesture yang ditunjukkan para modelnya, dapat membuat para audience larut dalam cerita di foto tersebut. Metode pengumpulan data pada penciptaan karya tugas akhir ini melalui observasi, studi pustaka, dan juga wawancara. Tahapan yang dilakukan dalam penciptaan karya tugas akhir ini dimulai penjabaran brief dari klien, kontemplasi, pravisualisasi, persiapan, eksekusi, hinggapost-processing.Selama proses penciptaan karya fotografi komersial sangat membutuhkan kerjasama tim yang solid, karena hal tersebut akan memengaruhi hasil yang didapatkan. Proses pemotretan sebagian besar dilakukan di alam bebas agar mendapatkan sensasi petualangan yang sesungguhnya. Hasil yang didapatkan dari karya tugas akhir ini adalah rangkaian karya fotografi fashion editorial yang di dalamnya selain mengenalkan karakter produk Cozmeed juga menyampaikan pesan seputar kegiatan alam bebas kepada para audience. Media massa seperti majalah digunakan sebagai media publikasiyang tepat untuk karya fotografi fashion editorial ini, karena majalah memiliki segmentasi yang khusus sehingga pesan yang disampaikan lebih tepat sasarannya.   Kata kunci: fashion editorial, promosi, Cozmeed, petualangan.