cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
UNSUR-UNSUR NARATIF PADA PROGRAM DRAMA SERIAL PRISON BREAK SEASON 1 Ari Heryanto
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.723

Abstract

Serial drama adalah salah satu jenis program yang sifat tayangannya berepisode. Program serial  drama Prison Break bergenre aksi, mempunyai jalan cerita cukup sulit ditebak dan memberikan suguhan ketegangan disetiap episodenya. Penelitian tentang unsur-unsur naratif pada drama serial ini bermaksud untuk mengetahui penerapan elemen naratif diantaranya: alur, karakter, konflik dan setting yang merupakan unsur penting untuk membangun sebuah jalinan cerita. Berdasar hasil kajian dapat diambil kesimpulan bahwa struktur naratif drama serial “Prison Break” season 1 menggunakan struktur Hollywood klasik (struktur tiga babak) . Struktur naratif yang digunakan dalam drama serial “Prison Break” adalah menggunakan plot linear yaitu cerita berlangsung karena adanya narasi kausalitas sebagai pemicu dari rangkaian peristiwa, identifikasi tokoh ditunjukkan dengan jelas, konflik-konflik selalu dihadirkan sebagai benang merah cerita, tokoh utama dilanda krisis eksternal, cerita mengalirkan suspense, cerita menuju klimaks dan anti klimaks, plot selalu berkembang dan merupakan kronologis dari plot utama dan protagonis adalah tokoh sentral, aktif, dan motivasinya positif. Suspense-suspense dihadirkan dalam cerita pada hampir seluruh episode memberikan efek dramatik yang dapat mengangakat klimaks dan alur menjadi lebih menegangkan.  Kata kunci: Serial drama, unsur naratif, struktur tiga babak,
PENYUTRADARAAN PROGRAM DOKUMENTER TELEVISI DENGAN GAYA EXPOSITORY “JAGAD KEJAWEN” episode RITUAL SURO KRATON yOGYAKARTA Th. Endah Ayu Silani
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.724

Abstract

Objek penciptaan karya seni ini adalah tentang eksistensi tradisi bulan Suro yang dilakukan keraton Yogyakarta sebagai simbol pembersihan diri serta pensucian diri, yang bagi masyarakat Yogyakarta dimaknai sebagai wahana mencari berkah. Upacara yang pertama adalah ritual malam mubeng benteng kraton Yogyakarta, yang kedua ritual pembersihan pusaka/jamasan, ritual terakhir adalah nguras enceh yang berada di makam raja-raja Imogiri. Program dokumenter ini dikemas dengan menggunakan dokumenter expository yang bertujuan menyampaikan pesan secara informatif dan deskriptif. Uraian dalam dokumenter ini mencoba memaparkan secara sederhana setiap proses beberapa ritual kraton Yogyakarta pada bulan Suro mulai dari awal hingga akhir program, dengan melibatkan beberapa narasumber yang merupakan tokoh abdi dalem serta budayawan Jawa dalam setiap segmennya guna memperkuat fakta yang diungkapkan dalam dokumenter ini.   Kata kunci: Dokumenter Expository, Penyutradaraan, Jagad Kejawen, Kraton Yogyakarta
Kombinasi Tangga Nada Blues dan Pelog dalam Musik Blues Pada Gitar Elektrik Elwindhi Febrian
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.725

Abstract

Kombinasi adalah menggabungkan 2 (dua) objek yang berbeda, dalam penulisan ini mengkombinasikan tangga nada pelog dan blues ke dalam sebuah karya lagu yang diberikan judul Fusion of Soul dengan bergaya musik blues funk kombinasi etnik dibawakan secara musik intrumental. Penulisan ini bertujuan untuk mencari tahu  apakah kedua tangga nada tersebut dapat dikombinasikan dan apakah objek penelitian tersebut mendapatkan apresiasi dari masyarakat Yogyakarta khususnya gitaris-gitaris di Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif secara diskriptif dengan mengumpulkan data-data secara langsung baik studi pustaka, pengamatan, dan wawancara. Pelog adalah modus tangga nada yang ada pada instrumen musik tradisional Indonesia khususnya daerah Jawa dan Bali. Pelog yang digunakan dalam penulisan ini adalah tangga nada pelog diatonic tanpa nada re dan la. Tangga Nada blues adalah tangga nada yang ada pada musik blues,. Tangga nada blues memiliki nada la-do-re-ri-mi-sol, yang digunakan dalam penulisan ini adalah tangga nada blues minor. Blues adalah gaya musik atan genre yang berasal kaum afro-amerika dengan ciri 12 bar dan blue note dengan progresi akord yang terdapat alur kebiasaan. Penerapan kombinasi ini menggunakan media instrumen gitar elektrik, gitar elektrik sangat berperan dalam musik blues bahkan banyak musisi-musisi blues yang menganggap bahwa gitar adalah instrumen wajib dalam musik blues. Kata kunci: kombinasi, tangga nada pelog,tangga nada blues, blues, gitar elektrik.
Peran Pengarah Acara Untuk Mendukung Penghayatan Karakter Pada Program Angkringan Di TVRI Yogyakarta Tahun 2014 ANJI SINUNG PRONO
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.726

Abstract

Pengarah Acara merupakan seorang yang bertugas dalam sebuah produksi, Tugas seorang Pengarah Acara adalah menjalankan sebuah program Televisi,Penelitian ini membahas tentang peranan Pengarah Acara untuk mendukung penghayatan karakter pemeran. Penelitian yang mengambil tentang program Angkringan di TVRI Yogyakarta, Dimana program Angkringa merupakan perpaduan antara pertunjukan panggung dan Televisi. Penelitian ini ingin melihat sejauh mana peran pengarah acara dalam mendukung penghayatan karakter pemain, Sehingga fungsi pengarah acara dapat terlihat ketika proses produksi berlangsung. Pemeran / Artis dalam Program Angkringan merupakan pemain yang sudah mempunyai banyak pengalaman di bidangnya.   Kata Kunci : Pengarah Acara, Penghayatan Karakter
GAYA VISUAL POP ART PADA PROGRAM ACARA FEATURE “IT’S HIJAB” EPISODE FASHION HIJAB Ida Farida
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.727

Abstract

Fashion adalah suatu istilah yang menggambarkan gaya berpakaian yang dianggap lazim pada satu periode waktu tertentu dalam suatu budaya. Hijab merupakan segala sesuatu yang menghalangi atau menutupi aurat perempuan dari pandangan mata. Seiring dengan perkembangan jaman kini perkembangan fashion di Indonesia semakin berkembang salah satunya adalah Fashion hijab. Seiring dengan perkembangannya kini para muslimah memiliki banyak referensi dalam berpenampilan sesuai dengan karakteristik dan kepribadian masing-masing. Banyak desainer-desainer muda yang berani menciptakan sesuatu yang baru di dunia fashion hijab. Program feature “It’s Hijab” telah melalui beberapa tahapan hingga dapat terselesaikan sesuai kaidah dan prosedur yang ada. Program feature ini akan di kemas dengan gaya visualisasi pop art. Karakter penting dalam gaya visual pop adalah penggunaan imaji-imaji populer, warna cerah, tipografi yang menonjol serta grafis yang ekspresif. Penggabungan konsep teknis editing kompilasi, animasi, desain grafis, disolve, editing cut, ­dan penambahan footage foto, video yang diperkuat oleh narasi untuk mendukung pemaparan informasi yang akan disampaikan. Kata kunci: feature, pop art, fashion, dan hijab.
PENCIPTAAN DOKUMENTER “SEDULUR SEGO GURIH” DENGAN PENDEKATAN EXPOSITORY Leo Prima K. Wardana
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.728

Abstract

“Sedulur Sego Gurih” merupakan program dokumenter yang menyajikan pentas kelompok teater yang bernama “Sego Gurih”, fakta-fakta yang disajikan program dokumenter ini antara lain, pementasan yang dilakunan di kampung-kampung. Fakumnya kelompok teater “Sego Gurih”, dan aksistensi sebuah kelompok teater “Sego Gurih”. Karya dokumenter “Sedulur Sego Guruh” disajikan dengan gaya penutur melalui pendekatan expository, dengan  pendekatan gaya Expository tersebut  diharapkan   lebih komunikatif, menghibur, dan mengedukasibagi siapapun yang menikmati. Dokumenter “Sedulur Sego Gurih” memunculkan fakta keberadaan sebuah komunitas teater untuk dapat diketaui masyarakat dengan menyajikan narasumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga lebih jelas akan pengetahuan tentang komunitas teater di Yogyakarta.   Kata Kunci : Dokumenter, Exspository, komunitas Sego Gurih.
PENCIPTAAN PROGRAM DOKUMENTER “BUDAYAKU” EPISODE “ABDI DALEM’ DENGAN GAYA EXPOSITORY Bowo Santoso
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.729

Abstract

Budaya merupakan salah satu yang membuat bangsa ini berkembang   akan tetapi budaya sendiri sering kali terlupakan bahkan termakan oleh zaman , dari sekian banyak pemuda zaman sekarang  lebih tertarik dengan teknologi yang berkembang,  dari situlah muncul untuk membuat karya yang berhubungan dengan budaya itu sendiri. Tujuan pembuatan karya ini dimaksudkan untuk member pengetahuan tentang Abdi Dalem itu sendiri dimana banyak orang yang   kurang mengerti pengertian dari Abdi Dalem sendiri dan apa saja yang terdapat dalam Abdi dalem secara keseluruhan. Metode yang digunakan dalam pembuatan karya documenter ini menggunakan gaya expository  dan antropologi dimana kedua metode tersebut sangat menbantu dalam penulisan atau praktek dilapangan.   Mengangkat sebuah kebudayaan merupakan salah satu pilihan yang menarik dimana kita bias ikut melestarikan dan memperkenalkan budaya tersebut, dalam karya ini sang  pembuat hanya ingin memperkenalkan beberapa bagian kecil budaya yang ada di Indonesia. Abdi Dalem adalah seseorang yang mengabdi pada keraton dan raja dimana mereka sangat mendedikasikan dirinya dengan ikhlas dan tanpa keinginan yang lebih. Abdi Dalem sangat menjunjung dan menghormati apa-apa yang diberikan oleh rajanya, karena itu merupakan anugerah tersendiri bagi mereka dan mereka percaya itu akan membawa berkah tersendiri,  dalam kehidupan Abdi Dalem seperti masyarakat biasa akan tetapi mereka lebih banyak menetapkan ketentuan yang ada di keraton. Dalam hal kinerja mereka tidak pernah mengeluh karena mereka lahir batin untuk mengabdi pada keraton. Mengabdi merupakan salah satu pilihan mereka karena sebelum mereka menjadi abdi dalem ada salah satu keluarga mereka yang terlebihdahulu menjadi abdi dalem, dari segi keturunan itulah mereka ingin melestarikan budaya keraton.   Kata Kunci : Penciptaan, Dokumenter expository,  Abdi Dalem
DEFORMASI BURUNG ENGGANG DALAM PENCIPTAAN LAMPU Eko Budi Santoso
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.730

Abstract

Penciptaan karya seni dilakukan dengan proses yang kompleks. Burung Enggang sebagai sebuah sumber inspirasi penciptaan karya seni, karena memiliki beberapa hal yang menarik. Burung Enggang memiliki bentuk dan warna yang unik pada paruh, cula, sayap, dan ekornya, menyatu, dan seimbang jika dilihat dari perspektif seni rupa. Secara simbolis dipakai sebagai lambang bagi suku Dayak. Proses penciptaan karya seni ini tak lepas dari tahapan yaitu dengan menggunakan metode tiga tahap enam langkah sebagai proses penciptaan karya fungsional. Eksplorasi, perancangan, dan perwujudan, menjadi langkah utama dalam penciptaan ini. Proses penghayatan, penyetaraan antara rasa dan pikiran juga dilakukan untuk memeberikan spirit dan ruh agar karya dapat memberikan inspirasi dan semangat, serta memberikan pesan-pesan kebaikan kepada orang lain yang melihatnya, adapun visualisasinya dengan cara deformatif. Konsepsi dari visual burung Enggang menjadi suatu kelebihan tersendiri dari karya ini. Menguatkan karya seni kriya ke dalam perkembangan seni rupa modern. Dengan mempertimbangkan nilai estetis dan simbolis terciptalah karya seni berwujud tiga dimensi fungsional karya ekspresi yang berupa bentuk lampu. Karya yang diciptakan menghasilkan karakter baru dari burung Enggang, dengan membentuk kesan feminimitas maupun maskulin yang menjadi figur dalam penciptaan burung Enggang tersebut.   Kata kunci: Burung Enggang, lampu, deformasi
ATLETIK DI RUANG PUBLIK DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI Abram Hendra Perjaka
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.731

Abstract

Tugas akhir karya seni ini berjudul “Ruang Publik menjadi Arena Atletik”. Inspirasi penulis dalam pembuatan karya ini berawal dari kegemaran penulis berolahraga salahsatunya olahraga Atletik. Dari macam-macam gerakan Atletik itulah penulis berimajinasi dan berusaha mewujudkannya dalam bentuk karya seni fotografi. Penciptaan karya seni fotografi ini dibuat dalam rangka pameran tugas Akhir yang merupakan syarat kelulusan untuk memperoleh gelar Sarjana Seni di Jurusan Fotografi Fakultas Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Objek dari penciptaan Tugas Akhir Karya Seni ini adalah ruang publik yang direspon menjadi sebuah arena Atletik. Bentuk-bentuk tersebut penulis wujudkan berdasarkan imajinasi dan pertimbangan estetik sehingga menghasilkan bentuk-bentuk yang unik dan sesuai dengan keinginan penulis. Ketertarikan terhadap tema yang diangkat merupakan proses panjang dari sebuah pemikiran dalam pembuatan karya tugas akhir ini. Untuk merubah ide menjadi karya cipta, dilakukan serangkaian proses berpikir yang logis dan seringkali realisasinya memerlukan usaha yang terus menerus sehingga antara ide awal yang muncul di pikiran dan karya cipta satu sama lain saling sesuai sebagai kenyataan.   Kata kunci: Atletik, Ruang, Publik
APOLOGIZE FOR ORCHESTRA Nike Efendi
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.732

Abstract

Apologize for Orchestra ini merupakan sebuah karya musik program yang menceritakan tentang  permintaan maaf seorang anak  dalam hal ini penulis kepada Mamanya karena telah menjadi anak yang nakal, tidak mengikuti segala peraturan yang telah diberikan, dan kadang sampai membuat Mamanya menangis. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode deskriptif analisis dimana menggambarkan semua peristiwa yang terjadi selama pembangkangan, perubahan pola pikir dan permintaan maaf penulis. Dengan ini penulis mampu menuangkan segala imajinasi musikal yang terbayangkan oleh penulis. Apologize ini terdiri dari 3 bagian yaitu bagian I menggambarkan semua kesalahan yang pernah dilakukan, bagian II tentang perenungan atas kehidupan yang berantakan, bagian 3 tentang permintaan maaf dan kemenangan dari keegoisan yang terjadi selama ini. Karya ini dimainkan dengan orkestra.   Kata kunci: musik program, pengalaman hidup, orchestra, apologize.