Articles
696 Documents
KARAWITAN TARI GOLEK AYUN-AYUN KARYA K.R.T.SASMINTADIPURA: KAJIAN POLA GARAP KENDHANGAN
Feri Darmawan
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.752
Golek Ayun-ayun is a classical dance Yogyakarta style created by K.R.T. Sasmintadipura. She is a classical dancer Yogyakarta style that is also the founder of the Foundation Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa. Golek Ayun-ayun dance has several features of which are located in the drum pattern. If the uyon-uyon wearing a drum pattern that is certain however, Ayun-ayun puppet dance has a very different drum pattern. In this way, expected to be revealed some differences in the pattern ofworking on a drum in the presentation of dance Golek Ayun-ayun is, and because it uses gising Ladrang Ayun-ayun then the dances called by Golek Ayun-ayun. While the dance depicts a young woman who was preening or makeup to make herself then, in the dance movements are ngenggar sinom which means straighten hair on the forehead, which means miwir rikma straighten hair.Keyword: Tari, karawitan, golek
GARAP REBAB GENDING KAGOK RESPATI DAN LADRANG KAGOK RESPATI
Panji Gilig Atnadi
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.753
Kagok Respati, gending kethuk 2 kerep minggah 4 kalajengaken Ladrang Kagok Respati laras pelog patet nem termasuk dalam gending rebab yang lebih mengedepankan garap ricikan ngajeng. Penggarapannya memerlukan kejelian dan kecermatan karena didalam gending tersebut banyak ditemukan nada di luar patet nem, yaitu nada 7 (pi atau barang).Kata Kunci: Karawitan Gaya Surakarta, Garap rebaban.
SUWUK GROPAK DALAM KARAWITAN PAKELIRAN WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA
Retno Dwi Asmoro
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.754
Suwuk gropak adalah suwuk yang terjadi pada irama I dengan laya seseg, sehingga mengakibatkan perubahan teknik tabuhan pada instrumen bonang barung, bonang penerus, peking (saron penerus) dan kendang. Perubahan teknik tabuhan suwuk gropak terjadi pada beberapa gatra sebelum gong dengan menyederhanakan pola tabuhan. Penerapan suwuk gropak dalam karawitan pakeliran berfungsi untuk mendukung suasana adegan. Penelitian ini menggunakan metode diskripsi-analisis, yaitu mendiskripsikan tentang pengertian suwuk dan penerapan suwuk gropak, menganalisis perubahan tabuhan, serta menganalisis fungsi suwuk gropak dalam karawitan pakeliran gaya Yogyakarta lakon Suryatmaja Krama berdasarkan pemahaman alur cerita yang disampaikan dalang melalui kandha, janturan, antawacana, dan sulukan.Kata kunci: suwuk, gropak, karawitan pakeliran
Gending Dalam Prosesi Panggih Pengantin G.K.R. Hayu Dan K.P.H. Notonegoro di Keraton Yogyakarta
RITA APRIANI
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.755
Wedding magnificient and glorious place in this year, was in the palace of Yogyakarta. This procession is a procession that is rare because unlike wedding ceremony in general. Especially in ceremonial procession and presentation of Javanese music. But here will discussed more in the presentation of Javanese music, for commonly called Javanese music “gending”, especially the traditional ceremonies Panggih. Which will reviewed that is:Lancaran Bindri, laras slendro patet sanga; Ladrang Temanten, laras pelog patet barang; Gending Boyong dhawah Ladrang Boyong laras pelog patet barang.Keywords: gending, panggih, Keraton Yogyakarta.
Garap Gending Glompong Gaya Yogyakarta
Ruli Uning Wulandari
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.756
Gending Glompong laras slendro patet sanga kethuk 4 kerep dhawah kethuk 8 Kendhangan Jangga kalajengaken Ladrang Sobrang Barang merupakan gending Gaya Yogyakarta yang belum banyak dikenal oleh masyarakat umum maupun para seniman. Gending Glompong laras slendro patet sanga kethuk 4kerep dhawah kethuk 8 Kendhangan Jangga merupakan gending dalam klasifikasi bentuk gending ageng, dan pada penyajiannya dapat disajikan dalam garap lirihan maupun soran. Dalam sajian garap lirihan, Gending Glompong mempunyaispesifikasi garap. Ricikan rebab berperan penting sebagai pamurba lagu menuntun garap lagu mengacu pada alur lagu balungan gending, menghias, mengisi balungan dengan cengkok wiledan-nya. Ricikan rebab mendahului membuatcengkok yang selanjutnya diikuti oleh ricikan yang lain termasuk vokal sindhenan. Sehingga ricikan rebab merupakan penentu bagaimana sajian garap Gending Glompong. Dikaji dari sisi estetik musikal, bahwa keindahan penggarapan gending terletak pada hubungan timbal balik antara tabuhan ricikan satu dengan lainnya. Interaksi tersebut membentuk garap musikal yang utuh dan dari bangunan garap terwujud berbagai jenis karakter dan berbagai kesan rasa estetik.Kata Kunci: Glompong, Sobrang Barang, Gaya Yogyakarta.
GENDING UYON-UYON MURYARARAS DI PURA PAKUALAMAN YOGYAKARTA
Saptono 1010442012
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.757
Uyon-uyon Muryararas adalah pergelaran karawitan mandiri yang dipergelarkan secara rutin setiap 35 hari sekali, bertepatan dengan tingalan wiyosan Dalem dalam rangka memperingati hari kelahiran Paku Alam. Saat ini, pergelaran dilaksanakan setiap hari Jum’at malam Sabtu Pahing sesuai hari kelahiran Paku Alam IX yang sedang bertakhta. Materi yang disajikan dalam pergelaran Uyon-uyon Muryararas adalah gending gaya Surakarta dan Yogyakarta. Penataan sajian gending dilakukan oleh Tim Penyusun dengan mempertimbangkan laras, patet, dan garap gending. Selain itu, penyusunan gending juga dipengaruhi adanya penafsiran nama gending, yang berujung pada penggambaran tentang kehidupan, situasi sosial - politik, dan peristiwa alam. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Pembahasan mengenai permasalahan melalui pendekatan tekstual dengan fokus terhadap penyusunan gending dalam Uyon-uyon Muryararas di Pura Pakualaman.Kata kunci: Uyon-uyon, Muryararas, Pura Pakualaman.
Foto Dokumenter Anak–Anak Down Syndrome Di Institusi Pendidikan SLB N 1 Yogyakarta
Praditya Eka Praja 0910462031
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.805
Objek penciptaan karya Tugas Akhir membahas Anak-anak Down Syndrome di Lembaga Instituti SLB N 1 Yogyakarta. Membahas sebuah proses terhadap anak-anak yang memiliki kekurangan, secara fisik maupun mental. Penciptaan karya ini didasari oleh pengalaman pribadi terhadap fenomena Down Syndrome, dari melihat karakter wajah yang serupa sampai pada rasa ingin mengetahui kenapa mereka disebut Down Syndrome. Mengabadikan aktivitas keseharian mereka saat di sekolah melalui karya foto dokumenter dalam perwujudan cetak foto hitam putih. Dengan diciptakan karya ini, diharapkan masyarakat dapat melihat sebuah realita yang ada dan memberikan semangat bagi orangtua yang memiliki anak-anak spesial seperti mereka, di mana orang tua merupakan salah satu elemen terpenting dalam pembentukan karakter Down Syndrome selain lembaga intutusi pendidikan dan tenaga pendidiknya. Penciptaan karya ini menggunakan metode EDFAT yang biasa digunakan dalam fotografi dokumenter. Metode ini dipilih agar memperoleh visualisasi yang bervariasi dan memudahkan seorang fotografer untuk merangkai cerita agar rangkaian cerita melewati momen yang disampaikan. Foto dokumenter menjadi salah satu media yang tepat dalam menyampaikan realita sosial. Fotografi dokumenter merupakan gambaran dunia nyata yang divisualisasikan oleh fotografer dengan maksud untuk menyampaikan sesuatu yang penting sehingga dapat dipahami oleh kalayak umum, dengan begitu nantinya dapat menjadi arsip dan bermanfaat pada saat ini dan pada masa yang akan datang Kata kunci : Foto dokumenter, Down Syndrome, realita sosial
Studi Pengaruh Gaya Hidup Modern Masyarakat Indonesia Terhadap Visualisasi Iklan Televisi Tri Indie+ Versi “Anak Cowok” dan “Anak Cewek”
Miftah Afif Mahmuda 0911920024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.806
Gaya hidup bagian dari kebutuhan sekunder manusia yang bisa berubah tergantung jaman atau keinginan seseorang untuk mengubah gaya hidupnya. Gaya hidup sebagai referensi kebudayaan modern memberikan pengaruhnya terhadap visualisasi iklan televisi Tri Indie+ versi “Anak Cowok” dan “Anak Cewek”. Penampilan visual iklan yang didominasi oleh gemerlap kota metropolitan mengacu pada modernitas gaya hidup masyarakat Indonesia. Faktor konsumtivisme dalam gaya hidup modern masyarakat Indonesia, dimunculkan dalam gaya fashion, pemilihan setting, properti dan tentu saja, talent yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana gaya hidup modern masyarakat Indonesia memberikan pengaruhnya terhadap visualisasi iklan televisi Tri Indie+ versi “Anak Cowok” dan “Anak Cewek” melalui objek-objek yang dapat merepresentasikan konsumtivisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan realita gaya hidup modern pada anak muda Indonesia, dan kemudian mencari pengaruhnya terhadap visualisasi iklan. Kajian penelitian ini akan menggunakan pendekatan sosiologi desain untuk mencari makna di balik objek-objek gaya hidup modern dalam iklan. Dengan memahami makna sosial objek-objek tersebut, peneliti akan menjelaskan bagaimana visualisasi iklan terbentuk mengikuti realita gaya hidup dalam masyarakat. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya pengaruh gaya hidup modern masyarakat Indonesia terhadap visualisasi iklan televisi Tri Indie+ versi “Anak Cowok” dan “Anak Cewek”. Visualisasi iklan yang muncul dipengaruhi oleh berbagai gaya fashion, gemerlap perkotaan, pusat perbelanjaan, alat transportasi, dan realita sosial kemasyarakatan di Indonesia. Gaya desain dalam iklan memberikan kesan dan mendeskripsikan kehidupan masyarakat yang sedang berlangsungKata kunci : Iklan Televisi, Gaya Hidup, sosiologi desain
Penyutradaraan Program Dokumenter Televisi Dengan Gaya Expository “Jagad Kejawen” Episode Ritual Suro Kraton Yogyakarta
Theresia Endah Ayu Silani 0710283032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.807
Objek penciptaan karya seni ini adalah tentang eksistensi tradisi bulan Suro yang dilakukan keraton Yogyakarta sebagai simbol pembersihan diri serta pensucian diri, yang bagi masyarakat Yogyakarta dimaknai sebagai wahana mencari berkah. Upacara yang pertama adalah ritual malam mubeng benteng kraton Yogyakarta, yang kedua ritual pembersihan pusaka/jamasan, ritual terakhir adalah nguras enceh yang berada di makam raja-raja Imogiri. Program dokumenter ini dikemas dengan menggunakan dokumenter expository yang bertujuan menyampaikan pesan secara informatif dan deskriptif. Uraian dalam dokumenter ini mencoba memaparkan secara sederhana setiap proses beberapa ritual kraton Yogyakarta pada bulan Suro mulai dari awal hingga akhir program, dengan melibatkan beberapa narasumber yang merupakan tokoh abdi dalem serta budayawan Jawa dalam setiap segmennya guna memperkuat fakta yang diungkapkan dalam dokumenter ini. Kata kunci : tradisi bulan Suro, ritual, Program dokumenter
Jogja Noise Bombing: Komunitas Experimental-Noise Di Jogjakarta
Annamira Sophia Latuconsina 1010371015
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa Etnomusikologi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.808
Jogja Noise Bombing: Komunitas Experimental-Noise di Jogjakarta merupakan karya tulis ilmiah yang membahas tentang bagaimana satu-satunya komunitas noise di kota Jogjakarta memaknai musik sehingga terjadi aksi-aksi yang dianggap mengganggu bagi sebagian masyarakat kota Jogja. Musik yang umumnya dikenal indah karena terdapat keteraturan nada-nada, irama, dan harmoni justru membuat komunitas ini jenuh akan hal tersebut karena keteraturan dari unsur-unsur tersebut justru membelenggu mereka dalam berkarya, sehingga mereka memutuskan untuk keluar jalur agar dapat lebih bebas berekspresi dalam membuat karya yakni lewat musiknya yang ber-genre experimental-noise. Berawal dari sekedar wacana untuk membuat sebuah acara spontan noise bombing yang akhirnya dapat terealisasikan pada awal tahun 2012, nama komunitas Jogja Noise Bombing semakin dikenal oleh forum-forum kesenian Jogjakarta hingga akhirnya mereka saling bekerja sama dalam membuat event-event musik yang kemudian membuat nama komunitas ini semakin berkembang dan eksis hingga ke luar kota bahkan luar negeri. Tidak hanya keluar dari patron-patron dalam musik konvensional, komunitas ini menggunakan noise sebagai ide pokok dalam pembuatan komposisinya. Noise yang umumnya dikenal sebagai suara bising yang mengganggu diolah menjadi musik dengan sumber-sumber suara yang musikal maupun non-musikal. Bebunyian absurd yang ditimbulkan dapat dimengerti dengan hadirnya tanda literal berupa judul sehingga maksud beserta maknanya dapat dipahami oleh para penonton yang mendengarkan karya-karya dari masing-masing grup dalam komunitas Jogja Noise BombingKata kunci : Jogja Noise Bombing, experimental-noise,