cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Kontinuitas Dan Perubahan Musik Suling Bambu Di As Manuela, Malaka Nusa Tenggara Timur Elisabeth Abanit Asa 1011556013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.819

Abstract

Seiring dengan perkembangan pendidikan yang ada di As Manulea kesenian yang awalnya berfungsi sebagai media pelengkap dalam mengisi kesendirian kemudian beralih sebagai seni pertunjukan. Musik suling bambu yang disajikan dalam kelompok ansambel kecil ini didukung oleh tiga jenis suling bambu sesuai dengan peranannya, yaitu suling lagu sopran, suling lagu alto, suling trompet dan suling bas dengan tambahan alat musik beritmis seperti tifa dan tamborin yang disesuaikan dengan kebutuhan aransemen atau komposisi lagu yang ada. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kontinuitas dan perubahan pada musik suling bambu di As Manulea. Hasil yang diperoleh yaitu telah terjadi kontinuitas dan perubahan khususnya pada alat musik suling bambu besar atau suling alto dengan ukuran dua kali lebih besar dari pada suling kecil atau suling lagu. Suling besar atau suling alto ini tidak dibuat lagi akibat kurangnya minat orang dewasa terhadap musik suling bambu ini meskipun masih kontinu dengan perubahan yang ada melalui elemen-elemen musik serta peranannnya terhadap masyarakat As Manulea itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan musikologis dalam perspektif historis. Pendekatan musikologis dalam perspektif historis yang dimaksud bertujuan untuk menggali asal-usul keberadaan musik suling bambu di As Manulea. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan musik suling bambu sangat dibutuhkan untuk memberi hiburan pada masyarakat luas, tempat para seniman berekspresi, melestarikan kesenian daerah serta untuk menunjang sektor pariwisata Kata kunci : kontinuitas dan perubahan, musik suling bambu
Aplikasi Pola Ritme Kuntulan Pada Drumset Endy Barqah 0711147013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.820

Abstract

Kuntulan Banyuwangi merupakan kesenian yang lahir dari sebuah kesenian Islam yaitu hadrah. Hadrah merupakan musik puji-pujian yang dipanjatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Musik hadrah sendiri dipimpin oleh seorang yang memanjatkan puji-pujian kemudian di ikuti dengan pola ritme tertentu yang menggunakan instrumen 3 buah terbang, jidor bass, jidor pantus dan jidor penerus. Kesenian kuntulan Banyuwangi merupakan perkembangan dari kesenian hadrah. Di dalam kesenian kuntulan terdapat beberapa bagian pola ritme yaitu: tabuh buko, kejoan dan krotokan. Drumset merupakan kumpulan instrumen perkusi yang terdiri dari snare drum, tom-tom, floor tom, bass drum hi-hat, crash cymbal dan ride cymbal. Awalnya instrumen pada drumset berdiri sendiri-sendiri dan dimainkan oleh beberapa orang, karena tuntutan dan perkembangan industri musik menuntut fleksibilitas dari instrumen tersebut maka terciptalah drumset dengan bentuk yang kita kenal sampai saat ini dan dimainkan oleh satu orang. Dengan latar belakang tersebut maka akan diteliti apliksi pola ritme kuntulan pada drumset. Penelitian ini memberikan pengetahuan bentuk pola ritme kuntulan dan aplikasi pola ritme kuntulan pada drumset. Hasil dari penelitian tersebut dapat menambah perbendaharaan pola ritme pada permainan drumset, dan meningkatkan kecintaan terhadap musik tradisi budaya sendiri. Kesenian musik tradisional dapat dijadikan acuan dalam pembelajaran drumset Kata kunci : aplikasi,kuntulan,drumset
Proses Pembelajaran Vokal Grade I Pada Anak Usia 7-10 Tahun Di Purwacaraka Musik Studio Yogyakarta Hardi Arianto Saragih 0911346013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.821

Abstract

Menyanyi merupakan salah satu proses pembelajaran yang sangat sederhana. Ketika seseorang menyanyi, penyanyi berusaha untuk mengkomunikasikan suatu pesan, apakah itu pesan dari sebuah melodi yang indah atau tertuang pada syair lagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran, mengetahui tingkat kesulitan yang dialami siswa, dan mengetahui tingkat keberhasilan belajar menyanyi di Purwacaraka Musik Studio Yogyakarta terutama anak usia 7-10 tahun. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan memahami suatu kondisi pembelajaran vokal di Purwacaraka Musik Studio Yogyakarta melalui proses wawancara dan observasi. Adapun hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran vokal grade 1 pada anak usia 7-10 tahun di Purwacaraka Musik Studio Yogyakarta setiap pengajar tidak terikat dengan kurikulum yang telah di rancang oleh lembaga Purwacaraka Musik Studio karena kemampuan dan rasa musikalitas setiap siswa yang berbeda-beda. Selain melihat kemampuan siswa yang berbeda-beda, kurikulum yang telah dirancang oleh lembaga Purwacaraka Musik Studio terlalu sulit bagi anak usia 7-10 tahun sehingga setiap siswa merasa berat menjalankan proses latihan Kata kunci : pembelajaran, vokal, anak
Interpretasi Karya-Karya Moderen Untuk Solo Gitar Klasik Dari Komponis Amerika Jehuda Imanuel Matrutty 0711137013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.822

Abstract

Karya tulis ini merupakan laporan pertanggung jawaban Resital Tugas Akhir dalam program studi S-1 seni musik Institut Seni Indonesia Yoyakarta pada bidang kompentensi musik pertunjukan. Dalam karya tulis ini penulis mengangkat tema karya-karya moderen solo gitar klasik dari komponis Amerika. Penulisan karya tulis ini dilatar belakangi ketertarikan penulis terhadap gaya musik moderen Amerika yang begitu otentik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian musikologi dengan pendekatan kajian analisis pertunjukan (performance) yang terfokus pada kajian proses perancangan resital. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh pengetahuan tentang representasi sebuah penyajian musik Klasik yang standar melalui media gitar klasik. Di samping itu juga untuk memperoleh pengetahuan mengenai proses penyajian resital dan menghasilkan sebuah resital yang memenuhi standar penyajian seni musik pada tingkat sarjana, penggarapan repertoar secara teknis maupun interpretasi harus dimaksimalkan agar dapat memberikan kepuasan kepada para penonton yang menyaksikan resital. Secara keseluruhan persiapan resital harus direncanakan secara matang dan terkonsep serta dengan jangka waktu persiapan yang cukup agar resital dapat berjalan dengan lancar dan baik Kata kunci : gitar klasik, resital,moderen
Pola Garapan Dan Peranan Lagu “Babad Lombok” Bagi Masyarakat Suku Sasak Di Pulau Lombok Lalu Prapta Erdilangga 0811260013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.823

Abstract

Lagu daerah Lombok ada begitu banyak dan beraneka ragam salah satunya adalah lagu Babad Lombok, Lagu Babad Lombok merupakan lagu daerah dari pulau Lombok, yang dikenal sebagai pulau. Lagu ini merupakan bentuk syair nasehat yang kerap menjadi petuah atau didikan terhadap anak-anak di pulau Lombok. Lagu Babad Lombok adalah lagu yang lahir dari budaya masyarakat pulau Lombok zaman dahulu, yang bersifat turun-temurun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik yang memberi gambaran secara sistematis dan akurat mengenai faktor-faktor dan sifat-sifat tertentu yang terdapat pada penulisan. Lagu Babad Lombok pada awalnya dinyanyikan dalam bentuk Lelakaq ( seni suara khas suku Sasak) dan hanya sebagai lagu pengantar tidur untuk sang buah hati atau tanpa iringan musik. Seiring berkembangnya waktu lagu Babad Lombok beralih fungsiDari segi peran lagu Babad Lombok sebagai simbol akan sakralnya sebuah perkawinan dan juga sebagai tanda orang tua dari pengantin wanita telah rela melepaskan anak gadisnya untuk dipersunting sang mempelai pria Dari sudut peranan musik dalam lagu Babad Lombok yaitu gending sasak digunakan dan diaplikasikan pada perkawinan Kata kunci : lagu babad lombok, perkembangan, pola garapan
Aransemen Lagu Doxy Karya Sonny Rollins Dalam Ansambel Combo. Skripsi thesis Mauritius A. B Yunior 0911335013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.824

Abstract

Skripsi ini membahas penyajian ulang karya jazz instrumental Sonny Rollins, Doxyuntuk trumpet, yang dibawakan pada gitar elektrik. Tujuan dari penyajian tersebut ialah untuk menginterpretasikan karya Doxy melalui media gitar elektrik. Kontribusi dari upaya ini ialah sebagai salah satu prototipe pengembangan repertoar gitar elektrik untuk genre jazz. Metode yang diterapkan dalam perancangan penyajian gitar elektrik ini ialah melalui pendekatan transkripsi yang didasarkan atas sumber-sumber diskografi dan publikasi tercetak karya-karya Rollins. Hasil dari penelitian ini berwujud aransemen baru Doxy untuk gitar elektrik, dengan orkestrasi iringan yang melibatkan bass elektrik, piano, drum set, trombon, saxophone tenor, saxophone bariton, saxophone alto, dan trombon. Kata kunci : rollins,doxy,gitar elektrik
Aplikasi Teknik Single Paradiddle Pada Tifa Dalam Lagu Yamko Rambe Yamko Seperius Fangka 0711156013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.825

Abstract

Karya tulis ini berjudul: Aplikasi Teknik Single Paradiddle Pada Tifa. Dalam Lagu Yamko Rambe Yamko. Dari judul di atas jelaslah bahwa uraian akan berkaitan dengan persoalan teknik paradiddle yang sengaja dibatasi pemakaiannya yaitu hanya teknik single paradiddle. Aplikasi teknik single paradiddle pada tifa merupakan masalah inti dari penulisan ini. Di dalam bermain tifa sangat penting sekali untuk memperhatikan penguasaan koordinasi antara tangan kanan dan tangan kiri bila kita belum menguasai koordinasi, kita sering mengalami kesulitan dalam bermain tifa, itulah yang sering dilupakan oleh para perkusionis etnis papua dan hanya mengutamakan tangan kanan saja. Banyak sekali pemain tifa hanya memainkan dengan otodidak/Filin tidak memperhatikan polaritme yang mengutamakan ritem yang berada satu tingkatan. Paradiddle merupakan permainan dimana terdapat pengulangan ritem pettern sebagai pengiring secara bersamaan, Terdapat ritem yang berdiri sendiri atau solo. Di dalam pembahasan karya tulis ini penulis melakukan aplikasi teknik paradiddle snare drum pada tifa Papua dengan menggunakan ritem pettern single paradiddle Kata kunci : tifa single paradiddle, Tifa, Yamko Rambe Yamko
“Kidung Donga” Komposisi Musik Untuk Mix Ansambel Menggunakan Idiom Musik Metal Seta Dewa 0711105013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.826

Abstract

Gagasan itu muncul ketika melihat gejala dalam masyarakat yang beranggapan bahwa musik metal lekat hubungannya dengan isu satanisme. Terutama oleh agama, metal disebut sebagai musik setan, salah satunya karena lirik musik metal mengandung unsur pemujaan kepada setan, kekerasan, pelecehan terhadap agama, dan anti ketuhanan. Padahal tidak semua musik metal mengandung unsur satanisme. Ada yang liriknya berisikan semangat, perlawanan, perdamaian, dan bahkan pujian kepada Tuhan. Secara musikal, idiom musik metal sangat menarik untuk dikembangkan. Hal itu yang kemudian melandasi penciptaan karya ”Kidung Donga”, sebuah karya musik yang menggunakan idiom-idiom musik metal dengan lirik dari doa-doa berbagai agama dan dikemas dalam format mix ansambel. Musik metal memiliki berbagai karakter dan gaya yang unik dan menarik untuk dikembangkan. Penggunaan efek distorsi menjadi warna yang khas dalam musik metal, beberapa menggunakan orkestra, teknik vokal yang tidak lazim seperti pada musik-musik populer yang lain. Idiom-idiom metal yang digunakan seperti timbre, melodi, harmoni, teknik instrumentasi diolah dengan menggunakan teori-teori harmoni tonal dan atonal, penerapan teknik-teknik baru untuk menghasilkan warna suara yang berbeda, dan teori-teori orkestrasi. Dalam proses penciptaan terdapat beberapa tahap yaitu, pemilihan lirik doa, pemilihan idiom-idiom musik metal, pemilihan instrumen. Lirik yang digunakan mengambil dari doa-doa beberapa agama antara lain, Kidung rumeksa ing wengi, Al-Fatihah, mazmur Daud ayat 23, Buddhābhivādanā, Gayatri Mantram. Pemilihan idiom metal sangat berkaitan dengan pemilihan instrumen. Idiom metal digunakan berdasarkan teknik yang bisa diterapkan pada instrumen Kata kunci : kidung,doa,metal
Penerapan Teknik Dasar Ghost Notes Dalam Rhythm Pattern 8 Beat Pada Drum Set Umar Dhani 0711079013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.827

Abstract

Di Indonesia, khususnya di Yogyakarta, keberadaan teknik ghost notes belum banyak diketahui oleh pemain drum. Hal ini terbukti dengan belum adanya materi pengajaran teknik ghost notes di sekolah – sekolah musik, dan tempat kursus drum pada umumnya. Kondisi seperti ini, membuat penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan ini sebagai karya tulis. Tujuannya, guna lebih memperkenalkan teknik ghost notes kepada masyarakat umum dan pemain drum khususnya yang ada di Jurusan Musik ISI Yogyakarta. Penelitian dari karya tulis dengan judul “Penerapan Teknik Dasar Ghost Notes dalam Rhythm pattern 8 Beat pada Drum Set” ini menggunakan metode teoritikal, yaitu menghubungkan sebuah subyek penelitian dengan beberapa konsep. Pertama, tentang bentuk (form), harmoni, kontrapung dan elemen-elemen komposisi lainnya. Kedua, metode analisis, subyek penelitian dibongkar dan direkonstruksi kembali untuk mempelajari mengapa dan bagaimana hal-hal itu berfungsi. Ketiga, metode deskriptif, mendeskriptifkan secara utuh sebuah kondisi atau sebuah subyek penelitian secara sistematik. Semua metode itu dengan pendekatan musikologi. Setelah melalui proses studi, pengalaman musikal, dan eksperimen serta pengamatan terhadap referensi yang ada, dapat disimpulkan bahwa teknik ghost notes yang terbentuk dari 2 pola teknik Stroke (pukulan) stick, yaitu teknik Down Stroke dan Tap Stroke, dapat mempermudah dan menunjang pengembangan rhythm pattern beat permainan drum agar dapat menjadi lebih menarik serta mampu memainkan rhythm pattern beat-nya dalam tempo yang lebih cepat Kata kunci : ghost notes, penerapan,8 beat
Kegiatan UKM Musik Immortal Pada Unit Kegiatan Mahasiswa Di IKIP PGRI Semarang Yohanes Tri Fajar Juni Putra 1011487013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.828

Abstract

Dalam penelitian ini, penulis menitikberatkan dalam kegiatan yang berlangsung dalam UKM Musik Immortal seperti kegiatan rutin tahunan, kegiatan peringatan hari besar atau bersejarah, dan kegiatan master class. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tentang proses, prestasi, dan permasalahan yang ada dalam UKM Musik Immortal. Penelitian yang penulis lakukan menggunakan metode observasi kualitatif, dengan tujuan mendapatkan informasi mengenai kegiatan-kegiatan UKM Musik Immortal dan permasalahan yang terjadi di lingkup UKM Musik Immortal. Penelitian ini menggunakan teori musik secara umum untuk meneliti proses atau cara bermain musik para anggota UKM Musik Immortal, dan menggunakan teori TIPPS-BG yang dikemukakan oleh Drs. RM. Singgih Sanjaya, M.Hum untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dalam cara bermain musik anggota UKM Musik Immortal seperti permasalahan tentang sistem tunning instrumen atau alat musik, balancing, dan penguasaan panggung. Kesimpulan dari penulisan ini adalah setiap kegiatan yang ada merupakan proses pembelajaran untuk dapat menjadi lebih baik, khususnya dalam bidang seni musik Kata kunci : UKM musik imortal, mahasiswa, musik band