Articles
696 Documents
Ensambel Instrumen Tiup Yie Di Daiget Kabupaten Keerom Papua
Yoniche A. Borotian 0711160013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.829
Studi ini membahas ensambel Yie dari Daiget, Keerom, Jayapura, Papua, yang dimainkan khususnya oleh suku Dinimamoi dan Yatgubru. Metode yang digunakan dalam kajian ini ialah metode kualitatif dan analisis deskriptif melalui studi pustaka, wawancara, serta penelitian lapangan di wilayah Daiget. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap nada yang dihasilkan dari setiap instrumen pada ensambel Yie mengandung makna spiritual dan arti, serta makna yang begitu banyak bagi masyarakat Keerom Jayapura, Papua. Diantaranya dengan teknik dasar pernapasan diafragma yang baik serta ambasir yang matang, maka produksi nada tersebut dipadukan dengan ekspresi tempo lambat dan dimainkan dengan durasi panjang. Yie sangat layak dijadikan sebagai repertoar baru dimana dari aspek teknik serta teknisnya merupakan hal yang sangat menarik untuk diangkat. Itu terbukti dengan adanya keragaman bunyi yang harmonis dan menyatu dengan aspek budaya papua. Ensambel Yie dalam penerapanya kepada masyarakat Dinimamoi dan Yatgubru merupakan sebuah kemajuan yang mendasar dimana masyarakat dapat memahami yie lebih dalam dan menjadi harapan baru bagi mereka untuk mewariskan kepada anak cucu. Kata kunci : ensambel.yie,daiget
Introvert’s View Stasiun Kereta Api Sebagai Ruang Imajinasi
Esza Prayojana 0810426031
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.830
Kepribadian oleh Carl Jung dibagi menjadi ekstrovert dan introvert. Dua bentuk kepribadian yang bertolak belakang dan memiliki kekhasannya masing-masing. Kepribadian introvert adalah bentuk kepribadian dimana seseorang cenderung berfikir subjektif dan memiliki dunia sendiri. Seorang yang introvert akan cenderung pemalu dan lebih mencurahkan pikirannya melalui tulisan. Seseorang dengan kepriobadian ini akan memilih untuk menghindari interaksi dengan sekelompok orang. Dalam karya fotografi ekspresi ini akan dinampilkan sudut pandang seorang yang introvert yang sedang melakukan perjalanan dengan kereta api. Dengan berusaha menampilkan sudut pandang introvert yang sedang menunggu di stasiun kereta api akan dijelaskan bagaimana seorang yang introvert menghadapi tekanan keramaian. Selain itu berusaha ditampilkan imajinasi pola pikir seorang yang introvert terhadap detail-detail yang ada di stasiun kereta api seperti jendela, tong sampah, tangga, lorong, dan lain-lain. Pendekatan foto dokumenter digunakan untuk mendapatkan gambaran keramaian dan menggabungkan ciri-ciri introvert sehingga menghasilkan gambar yang unik. Karya tugas akhir ini berdasarkan pengalaman empiris dari penulis. Kata kunci : introvert ,imajinasi, stasiun kereta api
Perancangan Komik Untuk Remaja Memaknai Persahabatan Dengan Donor Darah
Muhamad Asharudin Muslim 071 1613 024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.831
Komik merupakan salah satu dari banyaknya media hiburan yang cukup populer dikalangan anak-anak hingga remaja, misalnya komik Detektif Conan, Samurai X, Naruto, dan lain-lainnya. Komik adalah media yang merupakan perpaduan dari kata berupa informasi dan gambar menarik yang mampu menampilkan suatu cerita menarik sehingga tidaklah heran jika kalangan remaja merupakan penggemar media yang berupa komik. Dari latar belakang seperti di atas dapat di rumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana merancang komik donor darah untuk remaja yang menarik dan edukatif sehingga dapat meningkatkan atau menumbuhkan jiwa sosial seperti yang terkandung didalam komik ”Memaknai Persahabatan dengan Donor Darah” sehingga dapat meningkatkan rasa kepedulian dan saling menolong terhadap sesama manusia? Perancangan ini akan menghasilkan komik untuk remaja tentang kegiatan donor darah yang didalamnya terdapat berbagai penjelasan tentang donor darah dan fungsi donor darah itu sendiri. Di dalamnya juga berisi cerita dengan unsur drama yang nantinya menjelaskan tentang siapa saja yang boleh dan bisa berdonor serta kemana kita bisa mendonorkan darah. Target audien dari perancangan komik donor darah ini adalah remaja usia 17 - 21 tahun. Tujuan Perancangan UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta Perancangan ini nantinya hanya akan terfokus pada merancang media yang berupa komik untuk remaja. Dalam hal ini akan berupa komik yang di dalamnya terdapat ajakan berupa ilmu-ilmu dan syarat-syarat tentang donor darah dan dibuat menarik berupa visualisasi yang dekat dengan dunia remaja agar dapat merangsang antusiasme remaja untuk melakukan kegiatan sosial berupa transfusi darah secara rutin. Kata kunci : komik,donor darah, syarat donor darah
Busana Tari Bali Dalam Fashion Photography
I Gede Artha Sedana 1010508031
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.832
Dunia fotografi merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan manusia, karena fotografi dapat menyimpan kenangan manusia seperti saat mereka lahir, merayakan acara ulang tahun, dan saat upacara pernikahan. Busana banyak diwarnai dengan latar belakang dan pengaruh unsur budaya, agama dan sosial. Busana tari Bali merupakan busana yang unik dan menarik, di mana busana dan tari Bali saling melengkapi untuk proses upacara maupun acara. Busana yang menggambarkan gerakan tarian saat dipentaskan, dan tarian yang didukung dengan busana yang sesuai. Dengan perkembangan yang semakin maju dan modern busana tersebut dikembangkan melalui seni visual fotografi yang dikemas dalam fashion photography dengan teknik studio out door dan in door, sehingga bentuk visual busana dapat disajikan dengan kesan elegan, klasik, dan menarik. Metode penciptaan ini diawali dengan eksplorasi ide dalam mengamati perkembangan busana tari Bali, sehingga perwujudan karya akan menampilkan beberapa busana tari Bali yang cukup dikenal oleh masyarakat umum.Dalam pelaksanaannya tidak sekedar menciptakan karya yang hanya menampilkan busana secara visual tetapi terdapat muatan informasi tentang busana dan tari Bali tentang lokasi, tempat, dan kapan tarian tersebut boleh untuk dipentaskanKata kunci : Busana, Tari Bali, Fashion
Penyalahgunaan Trotoar Di Kota Yogyakarta Dengan Visualisasi Hantu Dalam Staged Photography
Michael Christian 0910467031
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.833
Berkembangnya teknologi digital dalam fotografi saat ini memudahkan bagi pelaku fotografi baik jurnalistik, komersial, maupun seni. Penciptaan karya Penyalahgunaan Trotoar di Kota Yogyakarta dengan Visualisasi Hantu dalam Staged Photography tidak berhenti seputar teknis, tetapi sebuah penciptaan karya fotografi ekspresi dengan konsep staged photography yaitu dapat mengkomunikasikan apa yang direncanakan oleh Kreator kepada penerimanya secara lebih baik, karena seniman tidak "mencari atau menunggu" sebuah momen, tetapi membuat sebuah kejadian atau peristiwa yang memang diharapkan sesuai seperti yang dipikirkan, sehingga capaian nilai artistik dan estetik bisa diwujudkan. Melalui fotografi sebagai perilaku dasar dalam melihat segala hal, menjadi alternatif dalam mewujudkan karya seni yang benar-benar memiliki kedekatan objek memang tidak diragukan lagi. Hal ini merupakan sebuah pengalaman empiris bagi fotografer dalam melihat setiap objek yang dijadikan karya fotografi ekspresi terkait dengan nilai estetisnya. Kemudian secara peran, fotografi pada dasarnya sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu melalui sebuah gambar.Kata kunci : Staged Photography, Penyalahgunaan Trotoar, Fotografi Ekspresi
Ikan Laut Sebagai Objek Penciptaan Karya Seni Lukis
Andrik Musfalri 1012126021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.834
Tugas Akhir ini mengangkat kehidupan bawah laut, khususnya ikan laut sebagai ide penciptaan seni lukis. Bentuk penciptaan lebih melukiskan ikan laut sebagai objek utama dan menambahkan terumbu karang dan tumbuhan laut sebagai objek pendukung baik dari segi konsep maupun keartistikan bentuk. Untuk memperluas ide penciptaan tidak hanya mengambil satu batas wilayah laut dangkal saja tetapi juga mengambil wilayah laut lainnya seperti wilayah laut tengah dan wilayah laut dalam beserta permasalahannya untuk dilukiskan dengan tujuan agar objek lukisan lebih kaya akan keanekaragaman ikan laut. Dengan cara menampilkan karakter dan keunikan bentuk ikan laut di setiap wilayah di dalam laut, dan juga menghadirka permasalahan-permasalahan yang terjadi seperti ikan yang tertangkap jaring, ikan-ikan laut yang tercemari oleh limbah, dan ikan-ikan air laut yang di tangkap melalui berbagai cara tanpa memikirkan resiko yang terjadi ke depannya, sehingga mengancam populasi serta memungkinkan terjadinya kepunahan pada ikan laut dan kehidupan lainnya. untuk memperkuat ide penciptaan dikarenakan ikan laut memiliki banyak bentuk dan jenisnya sesuai dengan habitatnya, seperti ikan laut dangkal, laut tengah dan laut dalam, baik dari segi karakter warna, bentuk, dan kehidupannya. Ikan laut yang lebih banyak di ekspresikan adalah ikan yang hidup di laut dangkal, disamping warna-warni yang menarik dan gaya kehidupan yang menawan. Karakter bentuk, warna, dan kehidupan ikan laut merupakan hal yang istimewa untuk di ekspresikan. Kesan kedalaman laut dan terumbu karang memiliki peranan penting dalam visualnya karena untuk memberi pandangan akan luasnya laut dan memperkaya keindahan objek pendamping untuk di lihat selain ikan laut. Berbagai karakter bentuk dan variasi warna ikan laut memiliki ke khasan masing-masing sesuai dengan lingkungan di mana mereka hidup dan beradaptasi. Kata kunci : ikan laut, seni lukis, terumbu karang
Goresan Anak-Anak Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis
Budi Kurniawan 0711838021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.835
Kenangan pada masa kanak-kanak seringkali muncul mengganggu pikiran, bahkan terkadang menjadi tekanan didalam batin. Ada semacam kerinduan didalam diri tentang permainan pada masa lalu, dalam hal ini berkaitan dengan permainan psikomotorik yang imajinatif yaitu permainan menggores, mencoret-coret atau menggaris pada sebuah bidang. Menyadari bahwa tidak mungkin kembali lagi pada masa itu, maka salah satu cara penyelesaikan pesoalan kerinduan pada masa lalu adalah dengan cara bermain-main lagi dengan goresan seperti pada masa kanak-kanak tersebut. Goresan anak-anak yang selama ini dianggap hal yang biasa saja karena bentuk atau goresannya yang sederhana ternyata ketika diaplikasikan kedalam sebuah karya seni lukis sangatlah menarik, ini dikarenakan sifat goresan anak-anak yang spontan, lugu dan eksperimental sehingga menghadirkan hal-hal yang tidak terpikirkan sebelumnya. Goresan anak-anak ini kemudian dipakai sebagai tema dalam tugas akhir ini dengan cara mengeksplorasi kembali keragaman goresan anak-anak sehingga dapat menyampaikan isi pikiran maupun perasan yang terkandung didalam batin sehingga menjadi sarana terapi psikologis dalam menghadapi persoalan dewasa ini yang semakin komplit. Lukisan diciptakan dengan cara menggerak-gerakan garis seperti pada masa kanak-kanak sehingga menghadirkan bentuk sederhana yang disebabkan adanya perbedaan intensitas dalam menggaris atau mencorat-coret meskipun terkadang adakalanya goresan itu terlihat hanya sebagai goresan yang artistik. Kata kunci : seni lukis, goresan anak-anak, terapi psikologis
Pakaian Sebagai Sumber Inspirasi Lukisan
Harun 0711874021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.836
Pakaian tidak hanya sebagai pelindung dan penutup aurat, tetapi juga berperan besar dalam menentukan citra seseorang. Lebih dari itu, pakaian adalah cermin dari identitas, status, hierarki, gender, memiliki nilai simbolik, dan merupakan ekspresi cara hidup tertentu. Pakaian juga mencerminkan kebudayaan, politik dan religiusitas, Tujuan penelitian ini yaitu seperti apakah pergeseran fungsi pakaian yang mengalami perkembangan dari waktu ke waktu dan bagaimana memvisualisasikan pakaian sebagai simbol pergeseran budaya pada zaman sekarang melalui media seni lukis. Dalam proses perwujudan karya seni lukis, menggunakan gaya surealistik fotografis dari Rene Magritte dan Salvador Dalli. Yaitu pengambilan objek seperti dalam lingkungan sekitar yang dikombinasikan dengan tehnik deformasi seperti distorsi dan stilisasi. Yang bertujuan untuk memberikan kesan dramatis dan membawa psikologi publik untuk turut merasakan dari berbagai persoalan-persoalan hingga pesan-pesan moral yang dihadirkan. Kata kunci : seni lukis, pakaian, simbol pergeseran budaya
Kenangan Masa Kecil Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis
I Kadek Suardana 0912000021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.837
Masa kecil adalah masa-masa yang indah dan penuh dengan warna, namun merupakan masa yang paling rentan dalam kehidupan manusia sebagai titik awal pemberangkatan manusia menuju sebuah pribadi yang utuh. Dalam pengerjaan Tugas Akhir ini, penulis mencoba menggambarkan masa kecil sebagai fase penting dalam kehidupan manusia yang membentuk sebuah kepribadian dalam diri individu. Dunia anak memiliki keunikannya masing-masing, begitu banyak karakteristik yang mengagumkan dalam dunia anak-anak. Anak kecil terlihat begitu bebas dan tiada beban. mereka melakukan apa yang mereka mau tanpa dipusingkan oleh resiko-resiko atau akibat dari perbuatan mereka, selama mereka belum mengetahui akibat langsung dari tindakannya tersebut. Pada intinya masa anak-anak adalah masa yang paling menyenangkan. Setiap manusia dewasa pasti memiliki kenangan akan masa kecil dan melihat kembali akan masa kecil yang indah tersebut, mungkin di alam bawah sadar mereka ada keinginan untuk kembali ke masa kecil tersebut. Dari kenangan tersebut diolah dan dikaitkan dengan pengalaman pribadi penulis, sehingga karya yang diciptakan bercerita tentang pengalaman masa kecil yang pernah dialami dengan segala macam permainannya, dan dalam pengungkapan gagasan-gagasan atau ide ke dalam bentuk karya seni lukis, beberapa karya digambarkan dengan penambahan maupun pengurangan dari wujud aslinya pada objek yang ditampilkan, hal itu dilakukan untuk mencari kebebasan dalam mengolah objek sesuai dengan cita rasa estetis yang dimiliki. Kata kunci : seni lukis, dunia anak, kehidupan manusia
Representasi Parodi Superhero Dalam Penciptaan Seni Lukis
I Putu Dede Suwidnya 091 2015 021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.838
Dalam perkembangan saat ini paradigma masyarakat cendrung terkontaminasi oleh pengaruh dalam pemenuhan hasrat dan kepuasan untuk mencapai sebuah kejayaan dan kesejahteraan yang instan. Tidak dapat dipungkiri pengaruh tersebut berdampak pada kacaunya sebuah kehidupan yang berawal dari keserakahan manusia yang tidak bisa mengendalikan dirinya, ketika dihadapkan pada sebuah kesempatan yang memaksa dirinya untuk berprilaku negatif. Fenomena prilaku negatif ini mudah ditemui di media elektronik seperti perkembangan internet, TV, Radio dan media cetak. Melihat fenomena saat ini terutama di Negara Indonesia dihadapkan pada berbagai perbedaan dan persoalan yang rentan dengan guncangan atau gesekan dari luar, sehingga dengan mudah untuk dikacaukan oleh berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab. Permasalahan ini lebih merujuk pada prilaku sosok pemimpin negara dalam persoalan defleksi tentang peraturan dan sistem kekuasaan pada ketatanegaraan di Negeri sendiri. Dalam catatan sejarah, Negara Indonesia sudah merdeka tetapi masih belum merdeka sepenuhnya sehingga bangsanya masih terjajah morilnya sehingga terbelenggu dari hasrat untuk mencapai hidup yang sejahtera melalui cara yang tidak benar. Tugas Akhir ini mencoba mengungkapkan sebuah permasalahan yang terjadi dimasyarakat, khususnya perilaku dari kondisi sosial saat ini. Menyangkut kehidupan seorang pemimpin negara dengan berbagai permasalahan dalam keseharian, dari perubahan sikap dan mental, serta konflik-konflik pribadi. Menangkap momen-momen tertentu yang berkaitan dengan pengalaman personal untuk dihadirkan dengan bahasa visual melalui karakter Superhero. Merepresentasikan kembali figur Superhero menjadikan versi yang berbeda dengan memparodikan permasalahan di atas, merupakan bahasa rupa yang tepat sebagai pengungkapan kegelisahan. Pada dalam kondisi sosial saat ini, seorang pahlawan tidak selalu memiliki nilai-nilai kebenaran sehingga pahlawan juga memiliki sisi-sisi negatif di dalam perilaku sehari-hari, sehingga bertolak belakang dari nilai-nilai kebenaran. Kata kunci : seni lukis, parodi, superhero