cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Adaptasi Teknik Permainan Biola Dengan Gaya Permainan Rebab Jawa Dalam Sebuah Langgam Jawa Nyidam Sari Karya Andjar Ani Diana Santika 1011462013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.973

Abstract

Nyidam Sari merupakan bentuk lagu langgam Jawa karya Andjar Ani yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat Jawa. Penyajian lagu langgam Jawa Nyidam Sari pada umunya dimainkan oleh kelompok pemain keroncong asli yang terdiri dari tujuh pemain musik yaitu: biola dan flute sebagai pemain depan, cak, cuk, gitar, cello, bass sebagai pengiring/combo. Biola dalam langgam Jawa merupakan pemain depan yang sangat berperan penting. Biola dalam langgam Jawa yang pada awalnya diadaptasi dari alat musik rebab pada gamelan Jawa. Dalam penulisan tugas akhir ini, irama biola dengan gaya permainan langgam Jawa akan dimainkan menggunakan irama gaya rebaban Jawa. Metode kualitatif dengan pendekatan musikologis pada cakupan ilmu di dalamnya yang membahas mengenai teknik permainan, melodi dan harmoni merupakan metode yang digunakan dalam penulisan ini. Hasil dalam penulisan ini, bahwa lagu langgam Jawa Nyidam Sari yang dimainkan biola dengan gaya rebab Jawa mempunyai banyak tanda hias pada setiap bentuk lagunya dibandingkan dengan permainan biola langgam Jawa biasa. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukan bahwa akan ada warna baru pada musik langgam Jawa, terutama pada irama yang dimainkan oleh biola dengan menggunakan banyak tanda hias seperti permainan rebab. Langgam Jawa yang diadaptasi dari gamelan Jawa merupakan unsur dari budaya Indonesia, walaupun alat-alat musik yang digunakan oleh pemain langgam Jawa bukan berasal dari Indonesia. Kata kunci : Biola, gaya rebab Jawa,langgam Jawa
Kajian Komunikasi Pemasaran Terpadu (Imc) “Spakbor Becak Sebagai Unconventional Media Advertising Di Yogyakarta” I Nengah Jeffry Prana Widnyana 1012021024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1102

Abstract

Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskriptif yang menggambarkan situasi dan kondisi periklanan di Yogyakarta. Upaya untuk mendeskripsikan fakta di lapangan tidak hanya pada pengumpulan dan penyusunan data, tetapi meliputi juga analisa dan interpretasi tentang arti data yang dikaitkan dengan teori retorika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perusahaan yang mengiklankan produknya dengan memilih dan memanfaatkan media spakbor becak di Yogyakarta. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini melalui wawancara dan dokumentasi dalam bentuk audio dan visual dengan para narasumber, seperti pihak yang dianggap berkompeten dan pelaku langsung meliputi penarik becak, pemilik becak dan pengiklan yang menggunakan spakbor becak sebagai media promosi. Berdasarkan pertimbangan dan aktivitas yang dilakukan, sempel yang dipilih adalah iklan Warung Bakmi Jowo P.Jiko, Param Minyak Gosok Enggal Sehat, Rebranding Jogja Istimewa, Hotel Grand Aston Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perusahaan yang ada di Yogyakarta mulai sadar akan pentingnya kegiatan promosi. Perubahan dalam pemasaran modern menyebabkan perusahaan harus berupaya keras untuk teliti terhadap target konsumen dengan melakukan integrasi komunikasi pemasaran sehingga dapat membangun hubungan jangka panjang dalam memelihara dan memperkuat brand. Kata kunci : Komunikasi, pemasaran terpadu (IMC), becak
Anti Illuminati Dalam Lukisan Syamsul Ma’arif 0811952021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1246

Abstract

Lukisan merupakan sebuah bahasa ungkap dalam media seni rupa, mengungkapkan apa yang dirasakan, dicermati dan dipikirkan. Menurut penulis menjadi seorang pelukis haruslah mempunyai pemikiran kritis dalam berkarya sehingga tiap karya yang diciptakan tidak hanya menampilkan keindahan semata melainkan juga mengandung sebuah arti dan pesan yang disampaikan pada penikmatnya. Dalam hal ini simbol-simbol Iliuminati yang memiliki arti tersendiri, yang tidak jarang memiliki arti lebih besar dari hanya sekedar goresan-goresan garis semata sehingga tema yang di angkat adalah anti illuminati sebagai objek dalam seni lukis. Illuminati yang dulunya hanyalah sebuah legenda, mitos, dongeng, bahkan cerita yang terdengar dibuat-buat dengan begitu banyak simbol keberadaan organisasi ini dijadikan sebagai pemicu untuk menciptakan lukisan, setiap simbol kebenaran illuminati divisualkan sebagai objek dikemas dengan gaya realis. Kebanyakan karya yang ditampilkan adalah simbol yang membenarkan keberadaannya dan figur-figur yang memiliki peran dalam organisasi pemuja setan tersebut. Kata kunci : anti illuminati, seni lukis, simbol kebenaran
Hubungan Karakter Musik Klasik Dan Pop-Jazz Dengan Kecerdasan Emosi (Eq) Mahasiswa Jurusan Musik Institut Seni Indonesia Yogyakarta Septa Ellfira 1111705013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara karakter musik klasik dan pop-jazz dengan perbedaan kecerdasan emosi, atau dikenal sebagai emotional quotient (EQ) pada mahasiswa pemain musik klasik dan pop-jazz. EQ ialah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam kehidupan sosial, yang terdiri dari kemampuan intrapersonal yaitu kemampuan untuk memahami diri sendiri dan juga bertanggung jawab atas kehidupan diri sendiri, serta interpersonal yaitu Suatu kemampuan individu untuk berhubungan dengan individu yang lain dan lingkungan sekitarnya. Kecakapan tersebut meliputi, kemampuann memotivasi diri, pengendalian diri, empati, memahami dan menjaga perasaan orang lain, dan lain sebagainya. Objek pada penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2012 yang minimal sudah bermain musik selama dua tahun. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 mahasiswa pemain musik klasik dan 30 mahasiswa pop-jazz. Alat ukur yang digunakan adalah skala kecerdasan emosional yang telah diuji validitasnya pada penelitan Hermasanti (2009) dengan aitem valid sebanyak 38 aitem dari 45 aitem. Hasil validitas aitem adalah bergerak dari 0,195 – 0,624 dengan hasil reabilitasnya adalah 0,888. Data yang diperoleh kemudian diolah melalui program SPSS dengan menggunakan perhitungan statistik independent sample t-test. Dari analisis terhadap data pada uji perbedaan diperoleh skor t-test sebesar 2,987 dan nilai signifikansi 0,004. Karena nilai signifikansi < 0.05 (5%) maka dapat disimpulkan bahwa, terdapat hubungan antara karakter musik klasik dan pop-jazz dengan EQ mahasiswa, dibuktikan dengan perbedaan yang signifikan antara nilai EQ pemain musik klasik dan nilai EQ pemain musik pop-jazz pada mahasiswa Jurusan Musik ISI Yogyakarta. Kata kunci : EQ, musik klasik, pop-jazz
Pohon Sebagai Sumber Kehidupan Dalam Keramik Seni Dina Amalina 1011529022
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1134

Abstract

Penciptaan Karya Tugas Akhir yang berjudul “Pohon Sebagai Sumber Kehidupan Dalam Keramik Seni” ini adalah sebuah wujud pengekspresian ide atau gagasan individu dengan imajinasi pribadi yang diolah sedemikian rupa tanpa mengurangi nilai estetis yang ada. Penyampaian ekspresi pribadi dengan menangkap makna objek sebagai dorongan hasrat emosi penulis sebagai ungkapan batin yang bersifat kejiwaan dan sangat personal. Karya seni yang dibuat bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat akan pentingnya pohon sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Munculnya aktivitas manusia yang bersifat negatif, seperti pemanfaatan pohon secara berlebihan tanpa disertai dengan menjaga dan merawatnya, akan menimbulkan dampak negatif untuk ke depannya. Fenomena tersebut yang memberikan dorongan dan ketertarikan dalam menciptakan karya keramik ini. Bentuk pohon yang diciptakan dalam Tugas Akhir ini adalah bentuk pohon yang telah mengalami distorsi dan disformasi agar pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat dapat tercapai melalui visualisasi karya keramik dari tanah liat stoneware Sukabumi dengan finishing glasir. Teknik hand building yang digunakan dalam pembuatan karya ini merupakan suatu upaya komunikasi penulis dengan karya yang dibuat, sehingga dapat merasakan kedekatan pada setiap karya yang dibuat. Metode penciptaan yang digunakan dalam pembuatan karya ini adalah eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Sedangkan metode pendekatan yang digunakan adalah metode kontemplasi. Penggunaan metode kontemplasi dimaksudkan untuk mendapatkan pemahaman makna pohon sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup di bumi. Karya yang dihasilkan adalah karya keramik seni dengan variasi bentuk dan warna yang menggambarkan peranan pohon dalam kehidupan sehari-hari bagi makhluk hidup di bumi. Karya yang dibuat tidak dimaksudkan untuk mencari solusi penyelesaian masalah, tetapi merupakan sebuah sentuhan ekspresi pribadi yang disampaikan kepada penikmat seni maupun masyarakat umum untuk kembali mengingatkan, memikirkan dan merenungkan manfaat apa yang telah diberikan pohon kepada makhluk hidup lainnya. Kata kunci : pohon, sumber kehidupan, keramik seni
Pencarian Identitas Remaja Dalam Fotografi Dokumenter Yuntri Winda Mulyaningrum 1010522031
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.909

Abstract

Objek penciptaan karya Tugas Akhir membahas mengenai pencarian identitas remaja. Remaja yang diangkat adalah remaja perempuan Bantul yang melanggar norma-norma masyarakat dan dipilih dengan cara purposive sampling. Pencarian identitas remaja semakin berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi informasi. Kehidupan dan perilaku remaja tersebut sangat menarik untuk diungkap melalui karya fotografi yang dapat menjadi gambaran fenomena perubahan sikap serta pandangan yang terjadi mengenai pencarian identitas. Penciptaan karya fotografi ini akan menggunakan teknis fotografi salah satunya adalah metode EDFAT. Metode ini dipilih agar memperoleh visualisasi yang beragam. Fotografi dokumenter menjadi salah satu media yang tepat dalam menyampaikan realita sosial. Fotografi dokumenter merupakan suatu gambaran foto yang menyangkut dunia nyata yang divisualisasikan oleh fotografer dengan tujuan untuk dikomunikasikan sebagai suatu pernyataan yang akan dipahami pemirsanya, dengan begitu nantinya akan menjadi arsip dan bermanfaat pada saat kini dan pada masa yang akan datang. Kata kunci : Pencarian identitas, remaja, pelanggaran norma
Fungsi Tari Tupai Begelut Dalam Upacara Sedekah Adat Pada Masyarakat Kelurahan Sungai Medang, Prabumulih, Sumatera Selatan Ira Oktari Ahmadin 1011284011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1037

Abstract

Tulisan ini mengupas “Fungsi Tari Tupai Begelut dalam Upacara Sedekat Adat Pada Masyarakat Kelurahan Sungai Medang, Prabumulih Sumatera Selatan”. Tari Tupai Begelut adalah salah satu tarian yang tumbuh dan berkembang di Sungai Medang. Tari Tupai Begelut selalu ada disetiap upacara sedekah adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Sungai Medang. Tari Tupai Begelut sangat penting dalam pelaksanaan upacara sedekah adat, karena tanpa adanya tari ini maka upacara tersebut tidak akan berlangsung. Untuk memecahkan permasalahan penelitian, digunakan teori fungsi dari Malinowski. Malinowksi mencoba menangkap dan memahami sudut pandang penduduk asli, hubungan dengan kehidupannya, dan untuk mendapatkan pandangan mereka tentang dunia mereka.Penyajian tari Tupai Begelut dalam upacara sedekah adat mempunyai fungsi yang berbeda-beda pada setiap unsur tersebut. Malinowski menyebutkan bahwa budaya yang terjadi dalam masyarakat memiliki beberapa unsur yaitu magis, ilmu pengetahuan dan religi. Religi dapat diartikan sebagai satu rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan upacara sedekah adat, religi bukan dimaksudkan sebagai agama tetapi lebih pada kegiatan upacara itu sendiri. Unsur magis terdapat di dalam religi. Hal tersebut terlihat bahwasannya masyarakat menyelenggarakan upacara sedekah adat bertujuan untuk berkomunikasi kepada roh-roh nenek moyang yang ada di Sungai Medang, mengucap syukur dengan mengadakan selamatan atas hasil dari perkebunan karet, meminta pertolongan untuk menjauhkan malapetaka dan meminta agar panen di tahun berikutnya akan lebih baik lagi. Hal tersebut menggambarkan bahwa adanya ketergantungan masyarakat kelurahan Sungai Medang dengan roh-roh ghaib yang dipercayai mereka sebagai pelindung desa. Upacara sedekah adat ini merupakan wujud dari kebutuhan masyarakat akan pemuasan hasrat seluruh warga masyarakat. Unsur pengetahuan dalam tari Tupai Begelut tewujud pada fungsi tari sebagai lambang atau simbol penghormatan, sebagai penanda siklus panen dan sebagai identitas (wujud solidaritas) masyarakat Sungai Medang. Kata kunci : Tupai Begelut, Sedekah Adat, Sungai Medang
Teknik Seni Lukis Potret Diri Affandi Rani Dewayani 0811940021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan teknik pada lukisan potret diri Affandi. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu hasil penelitian beserta analisisnya diuraikan dalam satu tulisan ilmiah yang berbentuk narasi, kemudian dari analisis yang dilakukan diambil suatu kesimpulan. Urutan prosesnya adalah 1) Mengumpulkan data 2) Menarik sampel 3) Mendeskripsikan, mencermati dan menganalisis sampel 4) Mengemukakan penjabaran dari setiap objek yang dicermati 5) Menarik kesimpulan. Hasil dari penetilian ini adalah Teknik melukis Affandi berkembang dari teknik yang realistik ke teknik plotot. Pada periode realistik, lukisan yang dibuat Affandi bertujuan untuk melatih kemampuan teknisnya. Objek dilukiskan secara realistik dengan memperhatikan perspektif, proporsi, anatomi, tekstur, gelap-terang dan lain sebagainya. Sedangkan teknik plotot menghasilkan lukisan yang deformatif. Terjadi peyimpangan bentuk dan ketidaklengkapan. Lukisannya lebih didominasi oleh ekpresi emosi dan garis-garis liar. Perubahan teknik tersebut terjadi karena perubahan alat yang dipakai. Dari penggunaan alat kuas, lalu berubah menggunakan tube cat minyak dan tangan. Affandi melukis untuk kebutuhan emosi yang cepat, maka diperlukan teknik baru untuk dapat memenuhi kebutuhannya tersebut. Kata kunci : lukisan, potret diri Affandi, teknik realistis
Unsur Dangdut dalam Kesenian Berjanjen. Studi Kasus: Grup Budaya Campur Laras di dusun Sedogan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta Muhammad Akbar Fadlillah 0910344015
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa Etnomusikologi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.941

Abstract

Kesenian berjanjen merupakan kesenian pembacaan kitab Maulid Al-Barzanji yang berisi sejarah Nabi Muhammad S.A.W dari mulai lahir, perjalanan hidupnya, hingga akhir hayatnya. Pada awalnya kesenian ini hanya menggunakan suara vokal manusia saja, namun pada perkembangannya kesenian ini muncul dengan musik pengiring dan beberapa alat musik sederhana seperti alat musik terbang. Dusun Sedogan merupakan sebuah dusun yang terletak di pedukuhan Ngabean Wetan, desa Sinduharjo, kecamatan Ngaglik, kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dusun ini termasuk dalam wilayah desakota atau sub urban, yang menggambarkan perkembangan daerah-daerah di sekitar kota-kota besar, di mana bentuk-bentuk perkotaan dan penggunaan lahan pertanian dan pemukiman hidup berdampingan dan tercampur. Di dusun ini hidup sebuah kesenian yang hidup dari masyarakatnya yang mayoritas beragama Islam yang bernama berjanjen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomusikologis, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian berjanjen di dusun Sedogan, desa Sinduharjo, kecamatan Ngaglik, kabupaten Sleman, Yogyakarta, telah terjadi perubahan format musik pengiringnya dengan menggunakan instrumen musik dangdut. Hal ini terjadi disebabkan kreatifitas dari beberapa anggota yang masih muda dan gemar dengan musik dangdut, mencoba memasukkan unsur musik dangdut ke dalam kesenian berjanjen ini. Kata kunci : berjanjen, unsur dangdut
Cipratan Air Pada Model Perempuan Dalam Karya Fotografi Ekspresi Sigit Setya Kusuma 1110565031
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1082

Abstract

Penciptaan karya fotografi yang dibuat ialah “Cipratan Air Pada Model Perempuan Dalam Fotografi Ekspresi”. Pencipataan ini mempunyai tujuan yaitu :Pertama, untuk mendeskripsikan visualisasi respon cipratan air dengan foto model perempuan dalam karya fotografi ekspresi. Kedua, untuk mengetahui faktor yang mendukung sehingga karya cipratan air dan foto model perempuan menarik jika divisualisasikan menjadi karya fotografi ekspresi. Ketiga, untuk mengetahui alasan cipratan air dan foto model perempuan menjadi daya tarik bila dijadikan karya fotografi ekspresi. Maka untuk karya fotografi tersebut harus benar-benar memiliki konsep yang matang. Mulai dari persiapan sampai dengan perwujudannya diperlukan proses kreatif yang membutuhkan tantangan dan mempertimbang segi artistik. Dimulai dari persiapan memilih model perempuan, eksperimen air dengan pewarna, sampai dengan teknis cipratan air, maupun teknis kamera didalam studio maupun luar studio. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Metode deskriptif analisis ini dilakukan dengan menyusun data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis. Metode ini dilakukan dengan menjabarkan apa yang ingin disampaikan disertai dengan analisis dari berbagai sumber antara lain buku dan artikel yang berhubungan dengan fotografi tentang water splash. Hasil dari peciptaan karya fotografi ini adalah penulis secara detail menjadi tau tentang proses kreatif membuat sebuah karya fotografi seni. Selain matang secara konsep, penulis dapat memiliki pengalaman seni tentang air, ketertarikannya dengan pilihan model perempuan yang akhirnya menghasilkan gambar sesuai yang diinginkan. Bahwa cipratan air yang berwarna dan didukung oleh model perempuan mampu menghasilkan foto yang bernilai artistik sekaligus menjadi pengalaman seni yang baru.Kata kunci : cipratan air, model perempuan, fotografi ekspresi