cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Pembelajaran Musik Kreatif Di Sd Jurug Sewon Bantul Yogyakarta Aditya Lutfi Ardhi Utomo 0811242013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.955

Abstract

Penelitian pembelajaran Musik Kreatif di SDN Jurug Sewon Bantul Yogyakarta, menggunakan metode kualitatif. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode penjelasan, metode imitasi, metode latihan, metode discografi, metode demonstrasi. Pembelajaran musik kreatif lebih efektif dan efisien, dalam mengembangkan daya kreativitas dan membangun kepribadian siswa. Pembelajaran musik kreatif, lebih menekankan pada pengembangan kreativitas siswa. Melalui proses pembelajaran yang dilaksanakan, siswa dapat berimprovisasi sederhana dan juga secara sederhana dapat mengembangkan pola ritme materi ajar yang diberikan oleh guru. Dalam Proses Pembelajaran musik kreatif dapat memperlihatkan juga, terbangunnya kepribadian siswa. Hal tersebut terwujud melalui pembelajaran praktek dan latihan-latihan kelompok, yang menuntut adanya kerjasama kedisiplinan, tenggang rasa dan saling menghormati. Kata kunci : pembelajaran, musik kreatif, improvisasi
Peracangan Kampanye Audio Visual Save Street Child Sebagai Upaya Peduli Terhadap Pendidikan Anak Jalanan Anugroho Wicaksono 1210008224
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1084

Abstract

Anak sebagai generasi penerus bangsa mempunyai hak untuk mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang dengan wajar baik secara rohani, jasmani, dan sosial. Namun pada kenyataannya tidak semua anak-anak di Indonesia telah mendapatkan haknya tersebut, kenyataan tersebut dapat dilihat di jalan dimana anak-anak harus rela berada di jalanan demi mencari nafkah demi membantu perekonomian keluarga dan kelangsungan hidupnya. Pemandangan yang sering kali ditemui di pusat perbelanjaan, pasar, terminal, lampu merah di jalanan, dan sebagainya, beberapa anak usia sekolah yang meminta-minta, berjualan koran, atau mengamen. Mereka inilah yang disebut anak jalanan. Sebagian atau seluruh waktu anak jalanan dihabiskan di jalan tanpa ada pengawasan dan pendidikan yang seharusnya diberikan di usia dini. Berdasarkan hal tersebut maka pembuatan video kampanye save street child dirasa perlu untuk diadakan mengingat tingkat anak putus sekolah yang tiap tahunya terus meningkat dan untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang adanya organisasi save street child, dengan harapan tumbuhnya simpati dari masyarakat. Salah satunya dengan cara memberikan informasi sebanyak-banyaknya tentang save street child diharapkan untuk mendapatkan cara terbaik meberikan perhatian kepada anak jalanan, dan meberikan informasi bahwa pendidikan yang layak penting untuk didapatkan anak jalanan untuk merubah kualitas hidup yang lebih baik. Kata kunci : Data Save Street Child,Promosi, Iklan  
Perancangan Coffee Table Book Jajanan Tradisional Khas Yogyakarta Andhika Wicaksono 0811665024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1227

Abstract

Makanan menjadi salah satu unsur penting dalam mengambarkan sejarah dan budaya suatu daerah. Berbagai jenis makanan yang dihasilkan suatu daerah dapat dimaknai sebagai tolak ukur tingginya kebudayaan daerah tersebut. Salah satu contohnya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang memiliki aneka ragam jenis makanan tradisional. Hal ini dikarenakan DIY memiliki kondisi topografi yang beragam mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi sehingga berdampak pada citarasa makanannya. Salah satu jenis makanan DIY yang terkenal hingga mancanegara adalah jajanan tradisional. Jajanan tradisional dapat diartikan sebagai jenis makanan yang biasa dikonsumsi oleh golongan/etnik yang berada di suatu daerah, diolah berdasarkan resep secara turun – temurun dan menggunakan bahan baku setempat. Jajanan tradisional bukan semata-mata sebuah camilan saja, tetapi juga merupakan suatu karya seni boga. Saat ini keberadaan jajanan tradisional perlu dijaga kelestariannya agar tidak tergeser oleh makanan modern. Jajanan tradisional sebagai aset budaya tentunya menjadi hidangan favorit di negeri sendiri bahkan mendapat apresiasi dari wisatawan mancanegara. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat berakibat pada keberadaan jajanan tradisional yang mulai tersisih oleh makanan modern. Gencarnya iklan dan promosi makanan modern yang semakin menarik membuat masyarakat meninggalkan jajanan tradisional. Melihat kondisi tersebut maka diperlukan sebuah pendokumentasian tentang jajanan tradisional yang merupakan hasil kebudayaan DIY. Peran Desain Komunikasi Visual (DKV) dalam perancangan ini sangatlah penting, dimana DKV merancang visual agar terlihat menarik, efektif dan komunikatif. Pendokumentasian jajanan tradisional dilakukan dengan media coffee table book, yang didominasi oleh unsur visual dengan mengunakan teknik fotografi dalam buku. Hal ini bertujuan agar target audiens dapat dengan mudah mengenal dan memahami jajanan tradisonal. Coffee table book ini dibuat menarik dan mudah untuk dipahami agar dapat dijadikan referensi dalam menambah wawasan mengenai kuliner sekaligus membantu melestarikan warisan budaya. Kata kunci : DIY, Jajanan tradisional, Coffee table book 
Siasat Empat Teknik: Kontrol Dinamik Jari Tangan Kanan, Artificial Harmonic, Tremolo Tiga Senar, Rasgueado Pada Repertoar Variation On A Catalan Folksong “Canco Del Lladre” Op. 25 Karya John William Duarte Henry Yuda Oktadus 1011573013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.987

Abstract

Karya tulis ini Sebagai laporan Tugas Akhir dalam konsentrasi minat utama Musik Pertunjukan. Penulisan ini membahas apa saja teknik yang digunakan dan juga teknik-teknik yang sulit pada repertoar Variation on a Catalan Folk Song “Canco del Lladre” Op.25. Disamping itu penulisan ini juga membahas cara menyiasati permasalah teknik yang sulit dalam repertoar tersebut dengan menggunakan beberapa cuplikan teknik semacam etude yang telah dipertimbangkan dan disesuaikan, baik yang dibuat sendiri oleh penulis (berdasarkan referensi penulis) maupun cuplikan teknik (etude) yang diambil dari beberapa sumber. Sehingga, pada akhirnya permasalahan teknik tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Kata kunci : eknik, Menyiasati, etude
Kajian Semiotika Perubahan Maskot Majalah Anak-Anak ‘Bobo’ Pada Tahun 1973, 2007, Dan 2009 Priscilia Panti Meyrina 1012004024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1116

Abstract

Majalah anak-anak “Bobo” telah berkiprah di Indonesia selama lebih dari 40 tahun. Selama itu pula, majalah “Bobo” berdinamika bersama pembaca dengan cara menyuguhkan konten dan visual, yang sesuai dengan pembacanya. Dinamika tersebut tampak dari maskot, bernama “Bobo”, yang selalu hadir di majalah untuk menyapa dan berkomunikasi dengan pembaca. Setiap maskot tentunya memiliki makna yang mampu menyampaikan visi dan misi sebuah brand. Selama empat puluh tahun berkiprah, majalah “Bobo” sudah mengalami enam kali perubahan maskot. Dari enam bentuk maskot tersebut, dipilih tiga maskot yang dianggap mewakili perubahan yang terjadi di masyarakat. Analisis dengan menggunakan teori semiotika dilakukan untuk mengungkap makna yang terkandung dalam maskot. Perubahan-perubahan tersebut disebabkan oleh berubahnya selera target audience dari majalah “Bobo”. Sedangkan perubahan selera pembaca disebabkan oleh adanya faktor eksternal yang dialami oleh anak-anak, sebagai pembaca majalah “Bobo”. Adanya perubahan trend pada cara berpakaian, hadirnya artis cilik yang menyanyikan berbagai lagu anak-anak, hingga penampilan idola cilik yang menjadi panutan pembaca, mampu menjadi petunjuk selera pembaca majalah “Bobo”. Penampilan maskot majalah anak-anak “Bobo” ini berubah dengan mengikuti selera pembacanya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa maskot berubah dengan mengikuti selera pembaca. Makna yang terkandung pada maskot juga merepresentasikan kondisi pembaca pada tahun-tahun tertentu. Majalah anak-anak “Bobo” merupakan majalah yang cerdik karena menggunakan maskot yang memiliki fleksibilitas tinggi, sehingga maskot dapat menyesuaikan selera pembaca dan pembaca menjadi loyal terhadap “Bobo”. Kata kunci : Majalah anak, Bobo, maskot, semiotika
Todilaling Andi Firdah Sepryanti 1011324011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1019

Abstract

Awal mula berdirinya kerajaan Balanipa Mandar bermula dari persekutuan “Appe Banua Kayyang’’ berarti empat rumah besar yaitu Napo, Samasundu, Mosso, dan Todang-todang ke Appe banua kayyang tersebut sepakat mendirikan kerajaan Balanipa di Mandar dengan mengangkat I Mayambung. Kawasan yang di sebut “Pitu ulunna salu dan pitu babana binanga” (Rantebulahan, Aralle, Tabulahang, Mambi, Matanga, Tabang, Bambang). Sebelumnya tujuh kerajaan ini bersatu masyarakat Mandar hanya bersifat kesukuan yang biasa di pimpin oleh Maradia. Todilaling merupakan gelar Raja pertama (I Mayambung). kisah tentang I Mayambungi dan tujuh penari yang sangat setia dan bahkan rela menyertai Raja keliang lahat hal ini yang dinamakan Todilaling, dalam bahasa Mandar artinnya orang yang di angkut kedalam liang kubur. Kisah sejarah di Mandar ini menjadi inspirasi gagasan penciptaan tari. Karya tari Todilaling di tarikan oleh satu penari laki-laki sebagai Raja, tujuh penari puteri sebagai penari anak bangsawan, empat penari laki-laki sebagai pengawal Raja dan delapan penari puteri penggambaran masyarakat. Tipe tarinya adalah drama tari. Konsep geraknya merupakan perkembangan gerak dari tari Pattudu. Kata kunci : Todilaling, Mandar, Maradia
Motif Kain Tais Timor Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Busana Pesta Libania Maria Flor Sarmento 0811430022
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1148

Abstract

Kain tenun bagi masyarakat Timor dapat menunjukkan suatu status sosial yang tinggi.Kaum bangsawan Pemilik biasanya mewariskan kain tenun kepada generasi berikutnya.Kain-kain tenun yang paling tinggi nilainya diperlihatkan pada acara-acara perkawinan dan upacara adatl ainnya.Dalam upacara perkawinan juga terjadi pertukaran kainkain tenun adat dari pihak keluarga laki-laki dengan pihak keluarga perempuan.Kain tenun juga mempunyai nilai yang menentukan dalam aturan adat.Apabila ada pelanggaran terhadap aturan adat, akan dikenakan pembayaran denda yang harus dibayar dengan kain-kain adat. Peralatan tenun yang dipergunakan adalah alat tenun tradisional yaitu alat tenun gedongan. Terwujudnya karya seni merupakan visualisasi dari pikiran seorang seniman yang memiliki ekspresi jiwa dan diungkap dari suatu pemahaman yang diserap dalam pikiran maupun perasaan. Lewat pemahaman dari berbagai model yang diserap dalam pikiran maupun perasaan akan menimbulkan ide-ide baru yang tak terbatas, kemudian divisualiasiskan lewat simbol-simbol tertentu ke dalam wujud karya seni . Dalam data-data yang terkumpul, terdapat beberapa bentuk motif yang telah distilir dan dipergunakan untuk tujuan yang berbeda-beda. Untuk tujuan fungsional, motif telah distilir dalam hal hias-menghias pada pakaian dan acesoris, perhiasan dan lainnya. Selain itu, Untuk tujuan seni, motif tradisional Timorbelum pernah distilir dalam hal berkarya seni. Kata kunci : Motif, Tais Timor, kriya Seni, fashion
Penyutradaraan Film Dokumenter Berjudul ”Catatan Kaki” dengan Pendekatan Gaya Ekspositori Johan Rohmanto 0810311032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.923

Abstract

Film Dokumenter “Catatan Kaki”merupakan hasil karya seni tugas akhir yang menerapkan pendekatan gaya ekspositori. Karya ini menceritakan tentang perjalanan perjuangan timnas junior Garuda Jaya yang dilatih oleh Indra Sjafri. Dalam perjalanan perjuangan mereka banyak hal-hal yang di luar perkiraan dalam wajah timnas sepakbola junior Indonesia. Dalam cerita meraka banyak hal-hal yang menarik dan menginspirasi. Sisi fakta yang kuat mendukung film dokumenter “Catatan Kaki”mengenai perjalanan perjuangan para pemain, pelatih dan para official dari tahun 2011 sampai tahun 2014. Dedikasi, komitmen, Semangat, Mimpi adalah hal yang selalu para objek ini pegang untuk perjuangan mereka. Demi membawa nama bangsa dan membanggakan nama negara di bidang sepakbola. Walaupun masih muda tetapi semangat mereka sangat luar biasa. Walaupun sempat dianggap remeh mereka berhasil membuktikan diri bahwa mereka dapat berbuat lebih banyak. Penerapan pendekatan gaya ekspositori bertujuan untuk memaparkan realitas yang ada dari objek secara langsung sehingga film mudah dimengerti oleh masyarakat secara umum. Menggunakan dengan menggunakan narasi secara langsung dari narasumber dapat memperjelas peristiwa yang terekam dalam video. Kata kunci : Penyutradaraan, Dokumenter Ekpositori, Catatan Kaki
Manajemen Organisasi Deaf Art Communitty Yogyakarta Christiana Hibrani Yori 0810541014
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Teater
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1051

Abstract

Deaf Art Community adalah suatu komunitas yang beranggotakan anak-anak tuli, Komunitas ini berdiri pada tanggal 28 Desember 2004 atas dasar prakarsa dari komunitas tunarungu Yogyakarta yang tergabung dalam komunitas matahariku. Pusat kegiatan dari Deaf Art Community saat ini berlokasi di Jl. Langenarjan Lor no.16A Panembahan Kraton Yogyakarta. Dengan diprakasai oleh Broto Wijayanto.Komunitas yang beranggotakan anak-anak bisu dan tuli ini memiliki cara unik untuk membangun manajmen organisasi. Karena mereka selain bisu dan tuli juga memiliki krisis kepercayaan diri yang kurang. Oleh karena itu di komunitas ini, membangun kepercayaan diri mereka sangat penting, sebelum mengawali untuk membangun organisasi yang baik dan benar. Setiap pemahaman yang kita sampaikan, terkadang berbeda dengan apa yang mereka terima, dengan cara berbahasa isyaratlah mereka dapat berkomunikasi dengan baik. Kata kunci : DAC, Teater, Manajemen
Perkembangan Musik Saluang Dan Musik Rabab Dalam Pertunjukan Sirompak Di Nagari Taeh Baruah, Sumatera Barat M.Taufiq Alhajj 0911440013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1180

Abstract

Sirompak adalah salah satu kesenian yang terdapat di Nagari Taeh Baruah,Kecamatan Payakumbuh,Kabupaten Lima puluh Kota.Sirompak berarti dobrak,hancurkan,rampas,rampok, berasal dari kegiatan ritual yang disebut dengan Basirompak.Kegiatan basirompak, kini telah menjadi suatu kesenian pertunjukan di Nagari Taeh Baruah. Basirompak yang telah berkembang menuju seni pertunjukan tidak lagi memperlihatkan sosoknya yang mistis, dalam perkembangannya setiap sarana-sarana yang ada pada kegiatan ritual terdahulu seperti Gasing Tengkorak, Syarat-syarat dan sesaji lainnya kini telah dihilangkan karena semakin berkembangnya manusia. Dalam basirompak juga tidak terlepas dari unsur musik, dendang serta instrumen pendukung pada kesenian basirompakyang menjadi sebuah pertujukan hiburan. Musik Sirompak sebagai salah satu kesenian tradisi akan lebih bisa diterima oleh masyarakat luas khususnya masyarakat taeh baruah. Dimana masyarakat kuhusunya masyarakat taeh baruah akan lebih memberikan kontribusi dalam menjaga dan melestarikannya karena menjadi salah satu warisan kesenian yang berasal dari daerah mereka. Selain itu juga bias menjadi sebagai bahan garapan bagi seniman non literatur atau pun seniman literatur yang selalu memberikan inovasi dan kreatifitas didalam setiap pertunjukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) mengetahui perkembangan musikSaluang dan rabab dalam lagu Sirompak serta dendang Sirompak yang telah menjadi suatu seni pertunjukan, 2) mengetahui struktur perkembangan musik dan dendang jika ditinjau secara kajian musikologis. Kata kunci : Basirompak,Sirompak,DendangSirompak