cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Perancangan Interior Lobby, Restaurant, Honeymoon, Dan Spa. Hotel Resort Sanur, Bali Putri Ambarani Arief 1011751023
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1074

Abstract

Saat ini perkembangan pariwisata sedang berkembang sangat pesat, terutama di daerah Bali yang semaik pesat. Di Bali banyak sekali pembangunan yang menyatu dengan alam. Maka banyak yang membangun villa dan resort di berbagai tempat khusus di Bali, seperti pinggir pantai, dekat sawah dan lain-lain. Hotel Resort Sanur ini adalah salah satu dari pembangunan resort-resort yang berada di pinggir pantai Sanur, Bali. Cakupan perancangan ini adalah Area Lobby, Area Resto, Area Honeymoon suite, dan Area Spa. Penerapan tema natural dengan gaya eklektik dipilih karena sesuai dengan keinginan klien yang ingin menggabungkan perpaduan dua budaya yaitu Bali dan Kalimantan ke dalam desain interior dan juga menginginkan agar ruangan lebih terbuka agar penghawaan dan pencahayaan alami dapat masuk ke dalam ruangan secara optimal. Dengan memilih bahan-bahan alam juga finishing yang natural, dapat mewakili image dari budaya Bali dan Kalimantan yang mengedepankan nilai-nilai filosofi dari alam. Kata kunci : Desain interior, resort, natural
Proses ritual seblang oleh Sari Ammy Aulia Renata Anny 1111335011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1218

Abstract

Ritual Sêblang Olehsari adalah salah satu upacara yang ada di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, dimana tari memiliki fungsi penting sebagai media di dalam ritualnya. Secara etimologi kata Sêblang berasal dari bahasa Osing merupakan akronim dari kata sêbêlé ilang yang artinya membuang sial, dan diperkirakan ritual ini muncul pertama kali di daerah Bakungan sekitar tahun 1770-an. Ritual Sêblang Olehsari diselenggarakan setelah hari raya Idul Fitri dan dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut. Prosesi diawali dari tahap kejiman, rapat desa, macaki gênjot, selamêtan, menyiapkan sesaji, membuat Omprok dan pelaksanaan ritual. Pada hari ketujuh dilakukan prosesi Idêr bumi (mengelilingi desa) dan keesokan harinya diadakan upacara Ngêlungsur atau siraman. Penelitian ini menggunakan perspektif etnokoreologi yakni sub disiplin ilmu antropologi, yang mempelajari tarian dari berbagai suku bangsa dengan pendekatan multidisplin atau interdisiplin. Perspektif etnokoreologi menekankan pada cara pandang yang bersifat emik, perspektif emik, etik dan holistik pada etnografinya, serta perspektif komparatif dalam analisisnya. Objek materialnya adalah ritual Sêblang dan proses ritual penari Sêblang sebagai subjek ritual, sedangkan objek formalnya adalah analisis proses ritual berdasarkan teori Victor Turner. Fokus dalam penelitian ini adalah mengamati dan menganalisa bagaimana proses yang dialami oleh subjek ritual selama menjalani proses ritual Sêblang Olehsari. Dasar teori yang digunakan adalah proses ritual yang dialami subjek ritual terdiri dari tahap separasi, liminalitas, dan reagregasi. Teori tersebut disimpulkan oleh Turner berdasarkan hasil analisisnya tentang ritus yang ada di Ndembu Zambia. Dalam ritual Sêblang Olehsari ini subjek mengalami proses alih wahana atau bertransformasi menjadi ‘peran yang lain’ dalam keadaan trance. Proses separasi, liminalitas, dan transformasi dalam ritual Sêblang berputar dan berjalan terus menerus tanpa terputus selama tujuh hari, kemudian diakhiri dengan ritual Ngêlungsur sebagai tahap reagregasi. Hal ini menyebabkan tahap dan skema proses ritual yang digambarkan dalam ritual Sêblang berbeda dengan apa yang disimpulkan Turner. Kata kunci : Proses ritual, Sêblang, Separasi
Lagu Naik Delman Dan Di Sini Senang Di SanaSenang Sebagai Media MeningkatkanKreativitas Gerak Dan Lagu Siswa Kelas V SDN 3 Jarakan Sewon Bantul Yogyakarta Emilia Tri Amanda Nasti Dini Fajri Tukan 1111698013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.978

Abstract

Kreativitas dalam pendidikan sangat berguna untuk mengembangkan potensi anak secara utuh serta dapat memajukan ilmu pengetahuan dan seni budaya. Unsur-unsur musik digunakan sebagai stimulus bagi siswa dalam membuat gerak secara spontan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran lagu Naik delman dan lagu Di sini senang di sana senang dalam meningkatkan kreativitas serta proses siswa dalam membuat gerakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Manfaat musik bagi kehidupan manusia adalah dapat membantu perkembangan otak, sebagai sarana mengungkapkan perasaan, mempermudah pembelajaran anak di kelas, dan lain sebagainya. Pembelajaran berlangsung selama 8 kali pertemuan dan diikuti oleh 22 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa eksperimen yang dilakukan untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas V SD 3 Jarakan Sewon Bantul dalam membuat gerakan telah berhasil sebagai sebuah eksperimen tingkat awal. Kata kunci : Lagu, Kreativitas, Gerakan
Perancangan Aplikasi Informasi Penyakit Stroke Pada Smartphone Berbasis Android Khoyrotun Hisani 1012007024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1107

Abstract

Stroke adalah penyakit yang menakutkan, dikenal sebagai penyebab kecacatan nomer 1 dan penyakit mematikan nomer 3 di dunia. Stroke merupakan jenis penyakit yang sering dijumpai di masyarakat modern, masyarakat yang memiliki gaya hidup tidak sehat, individu yang gila kerja, malas berolah raga, dan malas melakukan banyak hal secara manual karena sudah terlena dengan kecanggihan teknologi tanpa memikirkan resiko. Kondisi stroke di Indonesia semakin meningkat, tercatat prevalensi stroke tidak hanya menyerang usia lanjut namun juga menyerang usia produktif. Hingga saat ini pihak medis berupaya menyadarkan masyarakat melalui seminar, menerbitkan buku, jurnal dan artikel tentang stroke. Melihat kondisi masyarakat saat ini, masyarakat menginginkan informasi yang lebih praktis, dimana seseorang tidak harus mengunjungi seminar untuk mendapatkan informasi ataupun mengunjungi rumah sakit untuk melakukan tanya jawab terhadap dokter. Mengingat teknologi semakin canggih, kebutuhan teknologi semakin meningkat, membuat media informasi berbasis teknologi semakin diminati masyarakat. Salah satu media informasi yang sedang populer adalah aplikasi Android pada smartphone. Keunggulan aplikasi Android dari media lain, produk lebih praktis, penggunaan efektif dan lebih interaktif serta aplikasi dapat tersebar ke seluruh penjuru dunia. Proses perancangan aplikasi dilakukan secara bertahap dengan konsep perancangan yang sudah tersusun serta memadukan unsur estetis dengan unsur visual, supaya media informasi mampu menjadi media alternatif yang mudah dipahami oleh pengguna. Kata kunci : Aplikasi, Android, Penyakit
Penyutradaraan Program Dokumenter Televisi “Bumi Rafflesia” Dengan Gaya Expository Robby Fachru Rozie 1010506032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1251

Abstract

Karya Tugas Akhir Penciptaan Program Televisi Dokumenter “Bu Rafflesia” Dengan Gaya Expository, merupakan sebuah karya program televi format dokumenter. Dokumenter adalah upaya menceritakan kembali sebua kejadian atau realiatas, menggunakan fakta dan data. Program dokumenter yang berjudul “Bumi Rafflesia”. Program i memaparkan tentang Bunga Rafflesia yang dijadikan ikon dari Provinsi Bengkul sehingga Bengkulu disebut dengan nama lain Bumi Rafflesia. Akan teta Bengkulu sebagai Bumi Rafflesia kurang memperhatikan kelestarian Rafflesi sehingga Rafflesia terancam kepunahan di Buminya. Program dokumenter ini diproduksi dengan penyutradaraan menggunaka gaya expository. Gaya expository adalah gaya yang menampilkan informasi da pesan kepada penonton secara langsung. Expository menggunakan bentu wawancara yang memungkinkan orang lain (selain pembuat film) bis memberikan komentar, baik secara langsung atau dengan voice over dan ju menggunakan archival footage seperti foto, film footage, gambar, dan sebagainy Expository menjadi arus besar dalam dokumenter televisi. Gaya ini dipilih denga pertimbangan bahwa dengan gaya tersebut program dokumenter “Bumi Rafflesia akan mudah dipahami oleh penikmatnya. Kata kunci : Dokumenter, Bumi Rafflesia, Expository
Analisis dan Interpretasi Lagu “While My Guitar Gently Weeps” Karya George Harrison Teguh Joyo Santiko 0911386013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1010

Abstract

Lagu While My Guitar Gently Weeps ini menarik untuk dibahas karena terdapat penggunaan progresi akor yang unik. Lagu ini juga pernah ditampilkan oleh beberapa gitaris terkenal seperti Eric Clapton dan Carlos Santana dengan interpretasi yang berbeda. Pembahasan dalam Tugas Akhir ini adalah mengenai analisis bentuk dan interpretasi lagu While My Guitar Gently Weeps karya George Harrison. Pembahasan mengenai analisis bentuk lagu berpusat pada bentuk lagu pokok beserta nada dasar dan progresi akor dan pembahasan mengenai interpretasi lagu berdasar pada interpretasi gaya permainan gitar George Harrison, Eric Clapton, dan Carlos Santana. Lagu While My Guitar Gently Weeps tersebut juga menjadi salah satu repertoar yang ditampilkan dalam pentas resital tugas akhir. Tujuan diadakannya penilitian ini yaitu untuk mengetahui analisis bentuk lagu While My Guitar Gently Weeps dan mengetahui interpretasi menurut George Harrison, Eric Clapton, dan Carlos Santana pada lagu While My Guitar Gently Weeps. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu penelitian komparatif dengan pendekatan musikologis. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah struktur lagu While My Guitar Gently Weeps karya George Harrison mempunyai 2 bagian, yaitu bagian A dan bagian B. Pada bagian A menggunakan tangganada G minor, sedangkan pada bagian B menggunakan tangganada G mayor. Pada lagu While My Guitar Gently Weeps versi asli karya George Harrison bernuansa sendu dan sepi, hal ini dikarenakan musik iringannya yang minimalis yaitu dengan menggunakan gitar tunggal dan terdapat suara akordeon di beberapa bagian lagu. Pada versi The Beatles bersama Eric Clapton adanya iringan pola irama pada drums yang berpadu dengan pola bass dan piano ditambah isian melodi filler Eric Clapton membentuk nuansa yang rancak, dinamis dan lebih hidup. Versi Carlos Santana nuansa keseluruhan lagu cenderung sendu namun adanya instrumen pengiring berupa drum, bass, piano, dan cello membuat suasana tidak sepi. Interpretasi dari beberapa versi tersebut dijadikan penulis sebagai acuan dalam menginterpretasikan lagu While My Guitar Gently Weeps yang kemudian ditampilkan pada saat konser Resital Tugas Akhir penulis. Kata kunci : While My Guitar Gently Weeps, George Harrison, Eric Clapton
John Lennon dalam keramik seni Yuyun Sofiyah Karlina 1011531022
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1139

Abstract

Ungkapan perasaan manusia dapat diwujudkan dalam sebuah karya seni, melalui seni manusia mampu mengkomunikasikan perasaannya. Salah satunya dalam sebuah media tanah liat. Bentuk dari figur John Lennon diwujudkan atas perwujudan imajinasi dan ide-ide kedalam karya seni tiga dimensi dengan media keramik. Karya seni ini bertujuan untuk mengajak para masyarakat, khususnya penggemar John Lennon untuk bernostalgia dalam sebuah era yang berbeda. Bentuk figur John Lennon yang diciptakan dalam karya tugas akhir ini adalah bentuk figur John Lennon yang dideformasi agar pesan yang ingin disampaikan kepada penikmat seni dapat tercapai melalui karya keramik berbahan tanah liat stoneware dengan finishing glasir. Penulis melakukan proses kreatif dengan teknik hand building dengan tujuan penulis bisa merasakan setiap tahap demi tahap pembentukan dan lebih dekat dengan tiap karya yang dibuat. Karya seni dibuat untuk sebuah perenungan atas apa yang telah diberikan oleh Sang Pencipta kepada umatnya. Bagaimana manusia mampu mengerti dan menghargai sebuah proses. Sebuah proses berfikir, menciptakan dan memanfaatkan apa yang manusia miliki, apa yang manusia mampu lakukan, dan apa hasil yang dapat manusia peroleh dari sebuah proses. Untuk itu karya seni yang dibuat bukan untuk mencari solusi untuk meyelesaikan sebuah masalah, melainkan karya seni dibuat untuk penikmat seni dan masyarakat pada umumnya untuk kembali merenungkan apa yang telah diberikan oleh Sang Pencipta kepada umat-Nya. Kata kunci : John Lennon, Seni, Proses Kreatif, Keramik
Analisis Konsep Tata Artistik Program “Pangkur Jenggleng” TVRI Stasiun Yogyakarta Asih Sayekti 1010439032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.914

Abstract

Keberhasilan program di sebuah stasiun televisi publik lokal tentunya didukung oleh berbagai aspek. Salah satu diantaranya adalah aspek mise-en-scene. Dalam mise-en-scene terdapat elemen tata artistik yang dapat menggiring persepsi penonton memasuki gambaran kenyataan sesuai dengan tuntutan naskahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep tata artistik, perubahan dan unsur lokal yang terdapat dalam konsep tata artistik program Pangkur Jenggleng TVRI Stasiun Yogyakarta tahun 2003 hingga tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan narasumber yang berkompeten, observasi dan dokumentasi. Sampel dipilih dengan metode purposive sampel. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa Pangkur Jenggleng yang tayang pada tahun 2003 hingga tahun 2013 telah mengalami tiga kali perubahan setting. Perubahan tersebut disebabkan putusnya sponsor setting periode pertama sehingga mengharuskan TVRI membuat konsep desain baru. Tidak terjadi perubahan konsep tata busana dan tata rias dalam program Pangkur Jenggleng, pada semua episode busana yang digunakan mengacu pada busana Jawa dan menggunakan jenis tata rias cantik dan korektif. Unsur lokal yang terdapat dalam setting dapat dilihat dari bentuk bangunan, bentuk ornamen, cara penataan panggung dan jenis properti yang digunakan. Unsur lokal yang terdapat dalam tata busana dapat dilihat dari pakaian yang digunakan pengisi acara diantaranya kebaya, surjan, jarit, penutup kepala, dan penggunaan keris. Unsur lokal yang terdapat dalam tata rias dapat dilihat dari jenis sanggul yang digunakan pengisi acara wanita. Konsep tata artistik Pangkur Jenggleng sesuai dengan visi TVRI yaitu “melestarikan nilai budaya yang berkembang di DIY” serta misi TVRI yang berbunyi “TVRI Stasiun D.I.Yogyakarta menjadi pusat layanan informasi yang utama serta menyajikan hiburan yang sehat dengan mengoptimalkan potensi daerah dan kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di DIY”. Kata kunci : tata artistik, unsur lokal, setting
Kesenian Topeng Bekasi Sinar Seli Asih Kontinuitas dan Perubahan Simbol Kesuburan Maria Elisa Ayu Pertiwi 1011300011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1042

Abstract

Kesenian Topeng Bekasi merupakan bentuk kesenian yang masih bertahan di Bekasi hingga saat ini. Melalui berbagai proses, Kesenian Topeng Bekasi mengalami beberapa perubahan di samping tetap menjaga keberlangsungannya. Salah satu kelompok yang masih bertahan hingga saat ini adalah Kesenian Topeng Bekasi Sinar Seli Asih, yang terletak di Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi. Terdapat pemaknaan lain yang dapat dilihat dari sebuah pertunjukan Kesenian Topeng Bekasi Sinar Seli Asih ini. Suatu ungkapan syukur pada masa panen, diwujudkan oleh masyarakat dengan mengadakan pertunjukan Topeng Bekasi. Secara lebih mendalam Kesenian Topeng Bekasi Sinar Seli Asih mewujudkan simbol kesuburan dalam peristiwa pesta panen. Saat ini Kesenian Topeng Bekasi Sinar Seli Asih lebih sering dipertunjukan dalam acara sekuler, seperti pesta perkawinan dan pesta khitanan. Pemaknaan Kesenian Topeng Bekasi Sinar Seli Asih juga ikut berkembang dalam dua peristiwa tersebut. Suatu simbol kesuburan tak hanya tampak pada pesta panen, namun juga pada pesta perkawinan dan khitanan. Kata kunci : Topeng Bekasi, Sinar Seli Asih, kontinuitas
Aktivitas Anak Sebagai Ide Penciptaan Karya Lukisan Yeni Setyawati 1012128021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1171

Abstract

Karya Tugas Akhir ini merupakan salah satu syarat harus dilakukan untuk menyelesaikan studi pada jenjang strata satu (S-1) oleh mahasiswa seni rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Karya seni diciptakan tidak semata-mata sebagai pemenuhan kesenangan dan keindahan saja, namun juga diharapkan memiliki arti berguna bagi orang lainyang melihat dan membacanya, salah satu contoh adalah dengan memberikan wacana bagi pendidikan dan apresiasi bagi masyarakat sehingga seni lebih dikenal masyarakat serta bermanfaat bagi semua pihak, tidak hanya menjadi hiasan semata. Bagi penulis kegiatan melukis merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan, karena dengan melukis dapat mengekspresikan atau mengungkapkan dan mencurahkan segala perasaan serta ide kedalam lukisan. Melukis juga merupakan salah satu cara untuk berinteraksi dengan masyarakat, dalam melukis juga dapat menyampaikan tujuan dengan maksud tertentu, seperti contoh penulis ingin menyampaikan betapa pentingnya peranan orang tua dan seluruh keluarga dalam menumbuh kembangkan kepribadian anak, dengan cara memberikan anak kesempatan untuk menikmati masa kanak-kanak mereka dan membiarkan mereka tumbuh dan berkembang secara alami. Selain itu, dengan karakter yang penulis miliki diharapkan dapat diterima dengan baik dan menjadi titik awal dalam mengembangkan diri sebagai seniman perempuan di ranah seni rupa Indonesia. Diharapkan pula laporan ini mampu memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan program kuliag S-1 Seni Rupa Murni, serta berguna bagi siapa saja yang membutuhkan dan dapat dimanfaatkan sebagai tambahan wacana baik bagi mahasiswa lain dan masyarakat luas. Kata kunci : lukisan, anak, aktifitas bermain, visualisasi