cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Benda-Benda Di Sekitar Kehidupan Ini Sebagai Inspirasi Dalam Seni Lukis I Wayan Agus Novianto O811922021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1162

Abstract

Tugas akhir ini merupakan karya ilmiah berupa tulisan laporan penciptaan karya seni rupa yang harus diselesaikan sebagai salah satu syarat guna menuntaskan studinya pada jenjang (s-1) mahasiswa Seni Rupa Institut Seni Indonesia. Karya seni tercipta tidak semata-mata hanya pemenuhan kesenangan dan keindahan, tetapi juga diharapkan memiliki arti dan berguna bagi orang lain. Salah satu contoh dengan memberi wacana maupun tambahan wawasan bagi dunia pendididikan dan apresiasi bagi masyarakat umum sehingga lebih bermanfaat dan tidak hanya menjadi penghias semata. Faktor-faktor yang sangat mempengaruhi dalam perwujudan lukisan yaitu faktor latar belakang, lingkungan masyarakat, pendidikan, dan pengalaman pribadi, maupun interaksi di luar diri masing-masing, yang tidak bisa dilepaskan sebagai sumber inspirasi. Dapat disimpulkan bahwa proses pengerjaan tugas akhir yang berjudul “ Benda-benda di sekitar kehidupan ini menjadi sumber inspirasi dalam seni lukis” merupakan pengalaman sebagai pribadi yang mengamati dan terinspirasi dari benda-benda yang sederhana namun memiliki fungsi dan peran yang besar dalam kehidupan sehari-hari. Benda-benda keseharian tersebut sebagai ungkapan pengalaman pribadi tentang benda-benda keseharian yang sering digunakan dalam lingkungan tempat tinggal, yang di ungkapkan ke dalam media lukisan. Pada kenyataannya benda-benda keseharian tersebut sangat dibutuhkan sebagai alat bantu dalam segala kegiatan yang dilakukan, terkadang tidak kita sadari bahwa benda yang sering dilihat bahkan sering kita gunakan begitu besar pengaruhnya terhadap keseharian kita. Oleh sebab itu ketertarikan terhadap benda-benda keseharian tersebut sangatlah wajar karena fungsinya sangat besar bagi keberlangsungan kehidupan sehari-hari. Seperti karya yang dibuat yang berjudul „Teko dan Gelas‟ pada halaman 68 merupakan pengalaman yang didapat ketika bersinggungan dengan benda-benda tersebut. Dari segi bentuk teko dan gelas sangatlah sederhana akan tetapi memiliki fungsi yang begitu besar, karena kita sering menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Begitupun dengan benda-benda lainya yang berada di tempat tinggal terutama perabotan rumah tangga. Pada 20 lukisan yang bertemakan benda benda keseharian ini menunjukkan betapa benda-benda tersebut sangat bermanfaat dan berpengaruh terhadap kehidupan sehari hari. Ditinjau dari pengertian di atas, maka yang dimaksud dengan “Benda-Benda di Sekitar Kehidupan ini Menjadi Inspirasi Dalam Seni Lukis” adalah pengalaman-pengalaman yang di dapat terhadap benda-benda tersebut yang sering digunakan di lingkungan tempat tinggal yang menjadi objek dalam lukisan.Mengandung nilai bahwa benda keseharian tersebut bermanfaat dan memberi pengaruh terhadap kehidupan sehari-hari baik di dalam lingkungan sendiri maupun diluar lingkungan. Pengalaman itu menimbulkan ide dan gagasan yang kemudian dihadirkan ke dalam bentuk karya dua dimensional berupa lukisan, yang ditampilkan melalui pendekatan pointilis dan deformatif. Dengan mempertimbangkan segala aspek estetik meliputi estetik garis, warna, bentuk, bidang, tekstur dan komposisi yang disajikan secara artistik dan menurut kaedah-kaedah estetika penciptaan seni rupa. Tugas akhir ini mempunyai hubungan dalam kreativitas seni lukis yang dapat memberikan inspirasi dan pengembangan dalam sebuah gagasan yang sudah diungkapkan melalui 20 karya lukisan dalam berbagai ukuran dan media. Tugas akhir ini juga merupakan sebuah ungkapan maupun penyampaian satu permasalahan terhadap masyarakat ataupun yang bersifat personal. Dengan segala kekurangan yang ada, diharapkan laporan Tugas Akhir ini mampu memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan studi seni rupa murni dan segala karya yang dihasilkan serta dipamerkan dapat bermanfaat serta menambah kekayaan penciptaan karya seni lukis serta wacana dalam seni rupa Indonesia. Kata kunci : seni lukis, Benda, Kehidupan, visualisasi benda
Jampi Gigih Alfajar Novra Wulanda 1010393015
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa Etnomusikologi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.937

Abstract

Jampi merupakan judul karya komposisi musik etnis dengan mantra Melayu Kalimantan Barat sebagai bahan utama dalam penggarapanya. Tujuan penggarapan komposisi ini adalah untuk mengekspresikan dualisme dari mantra tersebut. Konsep dualisme tersebut disini adalah mantra yang berguna sebagai media untuk kebaikan dan yang kedua mantra sebagai media untuk menyakiti. Kata Jampi sendiri dapat diartikan sebagai kata-kata yang bilamana diucapkan mengandung mistis/bersifat sakral. Melalui tahapan eksplorasi, improvisasi hingga proses pembentukan pada akhirnya secara ekplisit komposisi musik Jampi dapat dilihat menjadi musik yang memiliki tiga bentuk bagian. Meliputi bagian awal, bagian tengah dan bagian akhir. Komposisi ini dimainkan oleh dua idiom yang berbeda meliputi instrument etnis jawa dan instrument barat. Kata kunci : Dualisme, Jampi, Mantra
Band Sebagai Musik Pengiring Ibadah Di Gereja Baptis Indonesia Ngadinegaran Yogyakarta Steven Jacob Hardy 0911280013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1185

Abstract

Band merupakan salah satu bentuk iringan musik yang digunakan pada saat ibadah di gereja. Band adalah sebuah kelompok musik yang terdiri dari beberapa pemain musik. Peran band di gereja adalah untuk mengiringi jemaat dalam memuji Tuhan, iringan musik band dapat membawa suasana ibadah menjadi lebih meriah dan memberikan semangat kepada seluruh jemaat di gereja. Jemaat dapat termotivasi untuk lebih antusias dalam memuji Tuhan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui proses terbentuknya band sebagai musik pengiring ibadah di Gereja Baptis Indonesia Ngadinegaran Yogyakarta. (2) Untuk mengetahui pengaruh band sebagai musik pengiring ibadah terhadap para jemaat di Gereja Baptis Indonesia Ngadinegaran Yogyakarta. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah band dapat mempengaruhi banyak hal pada kegiatan ibadah di Gereja Baptis Indonesia Ngadinegaran Yogyakarta. Pengaruh band tersebut adalah pengaruh band bagi jemaat di Gereja Baptis Indonesia Ngadinegaran Yogyakarta. Kata kunci : Band, Musik Pengiring, Pengaruh
Analisis Bentuk Musik “Duet In D For Cello And Doublebass” Ammar Abdillah Afif 1011480013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.960

Abstract

Studi analisis bentuk musik berfungsi sebagai media untuk mengetahui struktur musikal sebuah komposisi musik, hal ini berguna dalam memahami setiap frasering musik untuk diinterpretasikan. Repertoar yang akan dianalisis adalah Duet in D for Cello and Doublebass karya Gioacchino Rossini. Komposisi ini terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian pertama allegro, bagian kedua andante molto, dan bagian ketiga allegro yang akan dianalisis secara terpisah. Duet in D for Cello and Doublebass diciptakan oleh Gioacchino Rossini pada tahun 1824 pada zaman romantik. Repertoar tersebut merupakan format duet, format terkecil dari chamber music yang dimainkan oleh dua orang untuk karya instrumental. Repertoar yang telah dianalisis, akan dipentaskan pada ajang resital Tugas Akhir minat Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Kata kunci : Analisis Bentuk Musik, Duet in D for Cello, Doublebass
Perancangan Buku Ilustrasi Peralatan Masak Tradisional dari Bambu di Yogyakarta Candra Eka Permanasari 1112205024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1089

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan sumber daya alam. Hutan hujan tropis di Indonesia memiliki vegetasi yang sangat beragam. Diantara ribuan tanaman yang ada di Indonesia, bambu merupakan salah satu tanaman yang mudah ditemui di setiap daerah di Indonesia, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Bambu merupakan tanaman multi fungsi, dari akar daun, batang, bunga dan rebung nya dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari. Sejak jaman dahulu bambu dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, kerajinan tangan, obat-obatan dan alat masak tradisional. Salah satu hasil olahan dari bambu, yaitu alat masak tradisional, dewasa ini mulai ditinggalkan karena dianggap kurang praktis dan kuno. Padahal alat masak tradisional yang sangat ramah lingkungan ini, merupakan artefak budaya Indonesia peninggalan nenek moyang yang sepatutunya kita lestarikan. Banyak generasi muda saat ini tidak mengetahui dan acuh tak acuh pada peralatan ini. Kita ketahui banyak wisatawan mancanegara yang menghargai produk semacam ini. Jangan sampai kita kecewa jika artefak budaya Indonesia yang satu ini di klaim milik negara lain. Buku merupakan media penyampai pesan yang tidak asing bagi semua orang. ilustrasi pada buku dapat menambah nilai estetis dan artistik. Dengan menambahkan ilustrasi pada buku akan lebih menarik perhatian audiens dan mempermudah pembaca untuk memahami pesan yang ingin disampaikan. Buku ilustrasi alat masak tradisional dari bambu merupakan salah satu upaya pelestarian budaya lokal di Indonesia. Buku ini menyajikan ilustrasi beberapa jenis bambu, pengolahan batang bambu agar dapat dianyam dan peralatan masak tradisional dari anyaman bambu, serta keterangan kegunaan alat masak tersebut. Dengan harapan pembaca ataupun generasi muda mengerti dan dapat ikut melestarikan. Kata kunci : buku, Ilustrasi, bambu
Perancangan Buku Ilustrasi Legenda Kandibata: Sebuah Kisah Yang Disesali Dari Tanah Karo Mario Fransiskus Purba 0811708024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1233

Abstract

Wisata Legenda merupakan istilah yang belum umum dipakai, namun sudah banyak diterapkan di berbagai penjuru dunia. Wisata legenda memanfaatkan kisah-kisah yang dipercaya memiliki hubungan dengan objek wisata yang disediakan, dan kisah-kisah tersebut menjadi daya tarik utama sang objek wisata. Terdapat banyak legenda di Indonesia, seperti Malin Kundang dan Tangkuban Perahu, yang saat ini lokasi yang berhubungan dengan cerita-cerita tersebut dijadikan objek wisata, namun saat ini kisah-kisah tersebut hanya sebagai sebuah pelengkap yang tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk mempromosikan nilai objek wisata tersebut. Buku ilustrasi dengan panduan wisata dipilih agar mampu memberikan gambaran bagi target audience tentang kisah yang melatari objek wisata Doulu di Kabupaten Karo secara lebih jelas sehingga memunculkan rasa penasaran dan diharapkan mampu memunculkan antusiasme pembaca untuk berkunjung. Kata kunci : Ilustrasi, Wisata Legenda, Karo, perancangan
Konservasi Kesenian Mandailing Studi Kasus: Grup Gordang Sambilan Wiliem Iskander Pidoli Lombang Mandailing Natal Indi Putri Balqis Al-Attar Siregar 1111727013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.992

Abstract

Fungsi dan peran Gordang Sambilan pada dasarnya sebagai pendukung upacara adat masyarakat Mandailing. Perkembangan peran dan fungsi Gordang Sambilan tidak lepas dari faktor pengaruh luar, seperti penyebaran agama di Mandailing serta pengaruh musik modern. Grup Gordang Sambilan Wiliem Iskander merupakan salah satu grup Gordang Sambilan yang mendukung upaya konservasi kesenian Mandailing dengan mempertahankan peran dan fungsi dasar Gordang Sambilan serta mengembangkannya dengan memperkenalkan musik Gordang Sambilan ke dunia luar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kegiatan atau bentuk kontribusi grup Gordang Sambilan Wiliem Iskander dalam upaya konservasi kesenian Mandailing Gordang Sambilan. Kekaguman penulis atas prestasi-prestasi grup Gordang Sambilan Wiliem Iskander juga menjadi alasan penulis. Kata kunci : Gordang Sambilan, Grup Gordang Sambilan Wiliem Iskander, Kontribusi
Perancangan Typeface Terinspirasi Dari Album Lost Forever // Lost Together Riza Lukmana 1112108024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1121

Abstract

Perancangan typeface yang terinspirasi dari karya musik bukanlah hal yang baru tetapi masih jarang dilakukan oleh desainer. Salah satu band dengan karya yang cukup hebat namun memiliki kekurangan dari sisi tipografi sebagai salah satu identitas visual adalah band Architects. Band ini hanya mempunyai sebuah logogram sederhana. Padahal karya mereka, album Lost Forever // Lost Together, adalah album terbaik 2014 versi Kerrang! Awards yang banyak mengandung inspirasi perancangan typeface.Perancangan ini menggunakan metode sederhana yaitu menggunakan ide visual sebagai ide utama perancangan. Ide visual didapat adalah konsep mandala modern dari proses penerjemahan album Lost Forever // Lost Together. Mandala modern dengan gaya line art design yang geometris adalah mandala versi baru hasil interpretasi bangsa barat. Mandala jenis ini tidak terikat kepada satu agama tertentu meskipun pada awalnya mandala identik sebagai simbol spiritual umat Hindu dan Buddha. Konsep mandala as typeface sebagai bagian dari Cosmic Idea merupakan sebuah solusi kreatif bagaimana menciptakan huruf lewat proses mendesain mandala. Hasil akhir perancangan ini adalah huruf bergaya display dengan pengaruh huruf geometric sans serif sebagai representasi musik band Architects yang keras, lugas, tegas, kritis, namun tetap harmonis. Kata kunci : typeface, musik, metalcore
Taru Tari Tara I Putu Bagus Bang Sada Graha Saputra 1111370011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1024

Abstract

“Taru Tari Tara” adalah judul dari karya tari yang diciptakan. Judul ini sekaligus menunjuk pada konsep dasar yang diwujudkan ke dalam sebuah koreografi kelompok. Taru dalam bahasa Bali memiliki arti kayu, kemudian Tari berarti tari atau apabila dilihat dari substansi dasarnya adalah gerak atau perilaku, selanjutnya Tara yang berasal dari kata ketara dalam bahasa Bali berarti terlihat. “Taru Tari Tara” berarti bagaimana gerak dan perilaku (Tari) yang terlihat (Tara) dalam mengolah sebuah kayu (Taru). Ide karya tari ini muncul dari ketertarikan penata terhadap gerak dan perilaku seorang maestro seniman pembuat topeng di Bali bernama I Wayan Tangguh, kakek penata sendiri. Karya tari ini secara struktural dibagi ke dalam lima adegan (introduksi, adegan satu, dua, tiga, ending) dengan lebih berfokus pada aktivitas I Wayan Tangguh sebagai seorang petani, pembuat topeng, dan pemangku. Gagasan tersebut muncul berdasarkan pengamatan yang dilakukan secara visual kemudian berkembang menjadi sebuah ide. Hasil dari pengamatan yang dilakukan terhadap proses pembuatan topeng dijadikan sebagai bahan acuan untuk melangkah pada tahap ekpslorasi, meliputi pencarian gerak, pembuatan properti, setting, kostum tari, dan musik tari. Karya tari yang disajikan dalam bentuk koreografi kelompok ini melibatkan enam orang penari laki-laki, menggunakan properti tari berupa topeng Bali, dan dipentaskan di proscenium stage. Gerak tari yang digunakan berdasar pada hasil eksplorasi gerak membuat topeng seperti menyerut kayu, memukul kayu, memegang topeng, dan menjepit topeng menggunakan kaki, serta divariasikembangkan dengan sikap serta motif gerak tari tradisi Bali seperti agem, malpal, ngaed, dan nayog. Kata kunci : Taru Tari Tara; topeng; koreografi kelompok
Spirit Kaum Difabel Dalam Penciptaan Karya Seni Grafis Arya Yuni Pamungkas 1112254021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1153

Abstract

Semangat yang ada pada kaum difabel dibalik kekurangannya merupakan bukti nyata bahwa mereka tidak mau dipandang sebelah mata, mereka tetap memperjuangkan hak – haknya dengan melakukan sesuatu yang dapat mereka lakukan, yang dimulai dari semangat dalam diri kaum difabel untuk menerima kenyataan dan bangkit untuk menjalani kehidupannya, melakukan sesuatu hal sebagai bukti bahwa mereka dapat melakukan sesuatu hingga berbagi terhadap sesama. Dalam menjalani kehidupannya, kaum difabel senantiasa dihadapkan pada situasi yang sulit, dengan spirit yang dimilikinyalah membawa mereka dapat melewati segala permasalahan – permasalahan yang dihadapinyadan menjadikan mereka sebagai pribadi yang lebih kuat. Diwakili dari temuan kreatif penulis yang melihat karakter salah satu menyandang difabel, yaitu penderita autis pada karya yang dihasilkannya tercermin semangat dalam ekspresi keluguan atau kepolosan dalam berkarya rupa, suara, gerak, dan lain-lain. menjadi inspirasi penulis dalam berkesenian. Proses kreatif yang berakhir pada terciptanya sebuah karya pasti ada yang dipandang paling maksimal dari karya-karya lain yang penulis ciptakan, seperti karya yang berjudul “Menerima Kenyataan” merupakan cermin dari sedikit semangat yang mendasar dari kaum difabel, yang dimana kaum difabel mampu mempunyai semangat untuk menerima kenyataan terlahir dengan fisik atau mental tidak seperti pada umumnya.Proses kreatif yang berakhir pada terciptanya karya yang dilakukan oleh penulis pasti juga ada karya yang dianggap kurang maksimal, seperti karya yang berjudul “Mata Hati” yang cenderung ditujukan untuk khalayak umum agar mereka melihat kaum difabel dengan mata hati, dan pada karya tidak menceritakan semangat kaum difabel.Tidak semua orang terlahir ke dunia dengan tubuh yang sempurna, ada arus menerima kenyataan bahwa anggota tubuh mereka tidak lengkap atau tidak berkembang secara normal, namun mereka tidak menyerah dan mengeluh. Mereka menjalani hidup dengan semangat, bahkan mampu meraih prestasi dan melakukan banyak hal yang mungkin diluar batas kemampuan yang dimilikinya, sudah seharusnya pengakuan atas mereka dilakukan, penghapusan stigma negatif juga dihilangkan, serta memberikan ruang publik yang sepatutnya dilakukan agar mereka merasakan hak – hak yang sepatutnya mereka dapatkan, semoga kita dapat lebih berempati terhadap sesama. Kata kunci : difabel, grafis, karya, sketsa