cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Analisis Visual Kreatif Iklan Televisi (Tvc) Sampoerna A Mild Serial Kampanye Go Ahead Rani Permatasari 1012091024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.928

Abstract

Penelitian yang berjudul “AnalisisVisual kreatif iklan Televisi (TVC) Sampoerna A Mild Serial Kampanye Go Ahead” ini berusaha untuk mengetahui esensi pesan yang tersirat dari iklan - iklan televisi tersebut dengan metode analisis tingkatan makna denotasi-konotasi Roland Barthes yang pada akhirnya akan menemukan visual kreatif dari TVC Sampoerna A Mild serial kampanye Go Ahead. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif interpretatif. Metode ini dipilih karena penelitian ini lebih memusatkan pada bagaimana karya itu ditafsirkan. Berdasarkan penelitian 3 sampel dari 15 TVC Sampoerna A Mild serial kampanye Go Ahead dari tahun 2009-2014 (20 Februari 2014) ditemukan bahwa visual kreatifnya yang dijalankan Sampoerna A Mild dalam TVC serial kampanye Go Ahead ialah ingin menunjukkan bahwa produknya merupakan representasi dari anak muda itu sendiri. Sampoerna A Mild berhasil memahami permasalahan anak muda yang generasi lain tidak mampu memahaminya, sehingga mereka merasa dipahami, terlebih Sampoerna A Mild menanggapi hal tersebut dengan dukungan yang menyentuh, yaitu Go Ahead. Go Ahead sebagai seruan dukungan bagi anak muda yang menjalani kehidupan mereka dengan cara yang mereka yakini. Dukungan ini merupakan motivasi yang menambah rasa percaya diri mereka untuk mengaktualisasikan diri dengan cara mereka. Hal tersebut merupakan harapan anak muda di mana keunikan meraka diterima dan didukung. Kata kunci : visual kreatif, iklan , TVC
Proses Kreatif H.Sataruddin Ramli Dalam Kelompok Teater Mendu Pontianak Pada Naskah Sekuntum Bunga Serai Maria Megawati Shinta Safitri 0810530014
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Teater
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1056

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan meneliti proses kreatif H.Sataruddin Ramli dalam penciptaan teater berjudul Sekuntum Bunga Serai dalam kelompok Teater Mendu Pontianak. Untuk mengetahui hal tersebut maka perlu diuraikan terlebih dahulu tentang perkembangan Teater Mendu, H.Sataruddin Ramli dan proses kreatifnya. Teater Mendu adalah kelompok teater yang lahir dari ketiga lelaki asal Mempawah yang merantau ke Brunai Darusallam, dalam perantauannya inilah ketiga lelaki ini bergabung dalam lakon Teater Mendu bahkan ikut bermain dalam pertunjukannya. Lima tahun berlaku ketiga lelaki ini pulang melewati Sambas dan sempat bermukim di sana, ketiga lelaki ini berniat mengembangkan Teater Mendu di Sambas namun tidak mendapat sambutan masyarakat. akhirnya ketiga lelaki itu pulang kekampung halaman dan menjadi petani, namun disela-sela kesibukannya ketiga lekaki tersebut mencoba sedikit demi sedikit memperkenalkan kesenian Teater Mendu kepada masyarakat sekitar dengan menceritakan tentang Dewa Mendu. Alhasil masyarakat menerima baik tentang kesenian tersebut dan langsung diterima dikalangan masyarakat. H.Satarudddin Ramli lahir di Riau pada tanggal 21 September 1948. Ia adalah seorang pencinta seni terutama teater tradisi. Ia juga dikenal sebagai seorang yang super aktif pada kegiatan yang berhubungan dengan kesenian, ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Kalimantan Barat dan ketua MABM Kalimantan Barat. Selain itu H.Sataruddin Ramli juga menjadi Ketua dalam kelompok Teater Mendu Pontianak, bersama teman-teman sebayanya ia berusaha membangkitkan kembali Teater Mendu dan memberi semangat pada para pemuda-pemudi untuk mencintai terater tradisi jangan sampai punah kembali, awal kebangkitannya ia menciptakan karya teater bertemakan tentang kecintaan pada kesenian tradisi salah satunya adalah teater yang berjudul Sekuntum Bunga Serai. Pengkaji mengambil proses kreatif H.Sataruddin Ramli pada penciptaan teater berjudul Sekuntum Bunga Serai karena sangat menarik untuk dikaji. selain itu dalam penciptaan teater berjudul Sekuntum Bunga Serai tujuannya memperkenalkan kembali seni tradisi Melayu pada masyarakat. Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah pengkaji mengetahui secara detail tentang proses kreatif H.Sataruddin Ramli pada penciptaan teater berjudul Sekuntum Bunga Serai mulai dari ide, menemukan gagasan sampai pertunjukan.Pertunjukan teater berjudul Sekuntum Bunga Serai merupakan salah satu pertunjukan yang mendapatkan antusias dari masyarakat dan sudah pernah dipentaskan di Malaysia pada tahun 2003. Kata kunci : teater, H. Sataruddin Ramli, proses kreatif
“OR” Rani Eka Sumiyatin 1110465012
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.951

Abstract

“OR” merupakan karya komposisi karawitan yang mengangkat ide tentang aksi demonstrasi. Demonstrasi adalah sebuah tindakan bersama untuk menyatakan protes terhadap suatu pendapat. Ada dampak positif dan negatif dalam aksi demonstrasi. Hal positif aksi tersebut diwarnai dengan berbagai orasi untuk menyampaikan aspirasi rakyat, sedangkan hal negatif yaitu aksi yang merusak fasilitas Negara umum karena sikap emosional. Aksi demonstrasi tersebut kemudian diolah secara musikal dengan menganalogikan suasana yang terjadi. Judul “OR” diambil singkatan dua huruf awal dari Oration of React. Oration berarti orasi dan React yang berarti menentang. Judul tersebut diambil dari kejadian yang pasti ada di dalam aksi demonstrasi. Orasi yang menentang ini terdapat hal yang terkait dengan benar atau salah aksi demonstrai tersebut. Judul “OR” dijadikan sebuah pesan yang ingin disampaikan penulis tentang benar atau salah aksi tersebut. Komposisi ini terdiri dari introduksi, empat bagian lagu, ending yang merupakan analogi dari suasana dan kejadian yang ada pada aksi demonstrasi. Instrumen yang digunakan sebagai media ungkapan dari suasana tersebut adalah bonang, gender, suling, gender air, kendang, demung, saron, gambang, kempul dan gong. Kata kunci : Komposisi, Karawitan, Demonstrasi
Perancangan Interior Perpustakaan Daerah Jawa Tengah Semarang Zahrina Zatadini
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1079

Abstract

Perpustakaan Daerah Jawa Tengah merupakan Perpustakaan yang dikelola oleh pemerintah .Perpustakaan Daerah Jawa Tengah pada awalnya merupakan Perpustakaan Negara Semarang yang didirikan pada tanggal 1 Agustus 1951 yang sampai sekarang dikenal dengan Perpusda. Sebagai perpustakaan yang mengelola arsip penting di daerah jawa tengah, perpustakaan ini menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk mengumpulkan dan menambah wawasan. Pengunjung yang datang pun berasal dari berbagai usia dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Mereka memiliki kepentingan yang berbeda saat mengunjungi perpustakaan. Seperti kepentingan untuk pendidikan, pelestarian, penelitian, informasi dan rekreasi. Perpustakaan ini diharapkan bisa menjadi pusat pencarian informasi dan pendidikan yang mampu mengikuti perkembangan jaman dan menjadi agen perubahan dan agen kebudayaan dari masa lalu dan masa yang akan datang. Pengunjung merasa nyaman dan ter adiksi untuk terus mencari informasi dan menggali pengetahuan di perpustakaan, sehingga akan menaikkan citra perpustakaan di mata masyarakat. Harapan ini diwujudkan dengan re-design dalam konsep “Timeless Flare, The Knowledge Spirit”. Konsep tersebut diambil dari tema lampu teplok yang memiliki filosofi mengenai sebuah perjuangan dan pencerahan. Pada perancangan ini menggunakan pendekatan tema combined metaphor. Dari pendekatan tema ini diharapkan tema lampu teplok tidak hanya dapat dilihat dan dirasakan oleh pengunjung perpustakaan melalui pola dan bentuk tetapi juga melalui suasana interiornya. Kata kunci : Perancangan, Perpustakaan, Semarang
Penerapan Konsep Green Design Pada Interior Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta Winda Tamia Putri 1011713023
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1223

Abstract

Pembangunan di Indonesia berkembang dengan pesat. Tak terkecuali pembangunan di kota Yogyakarta. Yogyakarta menempatkan diri sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik wisatawan asing maupun domestik. Hotel sebagai fasilitas akan meningkatnya keinginan masyarakat terhadap kebutuhan berwisata menjadi salah satu pokok yang mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis hotel. Sehubung dengan kontribusinya yang sangat signifikan, maka perlu adanya konsep pembangunan ideal yang berdampak positif dan berkelanjutan. Green design sebagai salah satu wujud implementasi konsep pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan, merupakan salah satu langkah bagi masyarakat untuk ikut serta terhadap kepedulian lingkungannya. Salah satu bangunan publik yang mengusung konsep green design adalah GreenHost Boutique Hotel. Hotel ini menerapkan konsep Green-Design mulai dari bangunan hingga interior hotelnya. Hotel ini sangat cocok untuk dijadikan sampel. Tulisan ini akan memaparkan bagaimana desain interior dapat menjadi bagian dari upaya untuk turut serta mengembangkan interior berorientasi ekologis bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kata kunci : Interior , Hotel , Ramah Lingkungan
Model Pembelajaran Musik Kreatif Untuk Siswa-Siswi Kelas 5 Sd 1 Trirenggo Bantul Yogyakarta Galih Zakaria 1011514013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Model pembelajaran musik kreatif untuk siswa-siswi SD 1 Trirenggo Bantul Yogyakarta. Model pembelajaran musik kreatif merupakan model pembelajaran musik yang didasarkan pada aspek-aspek kreatif seseorang terhadap kepekaan musikal melalui pengalaman bermain musik. Model pembelajaran musik kreatif menekankan pada aspek praktik musik dengan berfikir kreatif dalam mencapai tujuan proses belajar musik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian yaitu siswa-siswi kelas 5 yang berjumlah 17 anak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran musik kreatif untuk siswa-siswi SD 1 Trirenggo dapat dilaksanakan dengan baik dan siswa-siswi antusias terhadap model pembelajaran musik kreatif yang dilaksanakan. Kata kunci : Musik kreatif, Siswa-siswi, Trirenggo Bantul
Perancangan Motion Comic Edukasi Pencegahan Bullying Untuk Anak Sekolah Dasar Muhammad Setiawan 0911925024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1112

Abstract

Bullying bukan lagi menjadi sesuatu yang asing ditelinga kita, permasalahan yang sepertinya tidak pernah habis ini terjadi di hampir seluruh pelosok Dunia. Salah satu permasalahan Bullying yang sering terjadi adalah di dalam Dunia Pendidikan, dan ironisnya masyarakat umum menganggap Bullying adalah sebagian dari proses siswa tumbuh bermasyarakat. Berbagai macam efek yang ditimbulkan Bullying bagi korban adalah depresi atau stress, tidak jarang mereka yang tak mampu menyelesaikan masalahnya memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan tragis. Kepedulian akan Bullying harus ditumbuhkan sejak dini baik untuk Orang Tua, Guru, dan Siswa Sekolah, agar permasalahan yang sudah sejak lama ini tidak berlarut-larut didalam dunia Pendidikan khusunya Indonesia. Perancangan Motion comic pencengahan Bullying pada anak Sekolah Dasar ini, adalah salah satu bentuk alternative media pembelajaran tentang bagaimana menyikapi tindakan Bully yang sering terjadi di kalangan sekolah, terutama Sekolah Dasar. Melalui pendekatan animasi (motion) diharapkan pesan-pesan yang terkandung didalam cerita dapat dengan mudah terkomunikasikan oleh anak. Bentuk pesan dalam Motion comic tentang Pencegahan Bully Pada Anak Sekolah Dasar ini menggunakan 2 pendekatan, yaitu secara visual dari tingkah laku tokoh dan verbal pada kalimat yang terdapat setiap panel cerita. Kata kunci : Bullying, Motion comic, anak, sekolah dasar
Perancangan Buku Ilustrasi Ensiklopedia Alutsista Matra Darat Tni Ad Agam Okka Yudhistira 0811762024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1256

Abstract

Senjata dan segala sistem teknologi yang berhubungan dengan senjata memang bagaikan pisau bermata dua, selain dapat digunakan untuk hal-hal yang berguna bagi kemanusiaan dan ilmu pengetahuan, teknologi senjata juga bisa digunakan untuk tindakan-tindakan negatif yang sangat kontradiktif dengan manfaat kegunaannya. Namun sistem teknologi senjata atau alutsista (alat utama sistem senjata) dalam istilah militer di Indonesia merupakan salah satu elemen positif dalam pembangunan bangsa.Sejarah telah membuktikan betapa alutsista-alutsista yang pernah digunakan TNI merupakan salah satu elemen penting mengapa bangsa Indonesia mampu untuk menjadi negara yang berdaulat. Dijiwai semangat merah putih, para pejuang, TNI (kala itu masih bernama BKR dan TKR), dan segenap rakyat Indonesia saling bahu membahu melakukan revolusi untuk mengusir agresor sekutu dari bumi Indonesia.Bermodalkan alutsista seadanya, dan sebagian besar adalah alutsista milik Jepang yang tersisa dan juga hasil dari rampasan milik sekutu. Kini setelah usia kemerdekaan Indonesia telah memasuki angka 69 tahun, TNI mulai merubah wajahnya menjadi lebih profesional dan terus berusaha untuk lebih maju, baik itu dari sistem pendidikannya, sistem keorganisasiannya, dan juga sistem operasional alutsistanya. Beberapa tahun belakangan ini TNI terus berbenah dalam usaha peremajaan alutsistanya dengan mengganti atau meng up- grade beberapa alutsistanya dengan system operasional alutsista yang lebih baru. Keprofesionalan dalam bidang pertahanan di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh TNI namun juga oleh BUMN-BUMN yang memproduksi alutsista untuk keperluan TNI dan Polri seperti PT. Pindad (persero), PT DI (Dirgantara Indonesia), PT PAL Indonesia, dan beberapa industri pendukung lainnya. Dengan semakin banyaknya industri alutsista yang dibuka, maka otomatis akan semakin banyak menyerap manusia-manusia angkatan kerja yang profesional dan mengurangi angka pengangguran. Kata kunci : alutsista TNI AD matra darat, buku ilustrasi, ensiklopedi
Analisis Musikologis Penyajian Gondang Mula-Mula Pada Upacara Pernikahan Adat Batak Toba Di Yogyakarta Yedija Remalya Sidjabat 1111652013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1015

Abstract

Gondang Mula-Mula adalah sebuah repertoar yang disajikan pada upacara adat Batak Toba, salah satunya adalah upacara pernikahan. Gondang Mula-Mula memiliki peranan yang penting di setiap upacara adat. Kemajuan jaman dan masuknya budaya baru pada masyarakat Batak Toba menimbulkan pergeseran makna sosial dan perubahan dalam bentuk musik. Penyajian Gondang Mula-Mula jaman dahulu berfungsi sebagai perantara manusia dengan Tuhan. Pada masa kini penyajian Gondang Mula-Mula berfungsi sebagai pendahuluan di upacara adat. Penyajian Gondang Mula-Mula tradisional diiringi oleh ansambel gondang sabangunan. Pengaruh perubahan sosial pada masyarakat Batak Toba menyebabkan ansambel gondang sabangunan sudah jarang dipakai di upacara pernikahan, khususnya di Yogyakarta. Penyajian Gondang Mula-Mula pada upacara pernikahan di Yogyakarta diiringi oleh instrumen modern dan beberapa instrumen dari gondang sabangunan. Penyajian Gondang Mula-Mula yang diiringi oleh ansambel gondang sabangunan yang lengkap sudah sangat jarang ditemukan. Kehadiran instrumen modern pada penyajian Gondang Mula-Mula masa kini menyebabkan perubahan bentuk musik. Bentuk musik Gondang Mula-Mula pada masa kini telah menyesuaikan dengan instrumen pengiring yang dipakai. Masyarakat Batak Toba khususnya di Yogyakarta sebagian besar lebih tertarik pada penyajian Gondang Mula-Mula modern dibandingkan dengan versi tradisional yang merupakan wujud kebudayaan Batak Toba. Kata kunci : gondang Mula-Mula, perubahan, pernikahan
Tradisi Mantu Poci Di Tegal Sebagai Inspirasi Ekspresi Estetis Karya Seni Kriya Logam Much. Tahpur 1011568022
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1144

Abstract

Tradisi Mantu Poci merupakan tradisi yang sangat unik, karena tradisi ini adalah tradisi menggelar pesta pernikahan antara sepasang poci. Tradisi ini digelar oleh pasangan suami - istri yang tidak mempunyai keturunan. Tradisi Mantu Poci mempunyai makna tentang sebuah do’a pengharapan keturunan. Do’a tersebut diwujudkan dengan cara mengadakan sebuah prosesi pernikahan dan mengundang masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi tradisi ini mengalami sebuah kemunduran.Dalam penciptaan karya seni ini, tradisi Mantu Poci ini diangkat sebagai ide penciptaan. Tujuannya adalah untuk melestarikan dan menjaga tradisi yang terancam hilang. Penciptaan karya seni merupakan sebuah respon seniman atas kondisi lingkungan sekitar. Proses penciptaan karya seni sebagai media ekspresi dan penyampaian pesan atas respon terhadap lingkungan diwujudkan melalui beberapa tahapan. Sp. Gustami menyatakan bahwa penciptaan karya seni kriya melalui tiga tahapan yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Proses penciptaan seni kriya sebagai respon atas kondisi lingkungan, diperlukan sebuah penghayatan secara mendalam. Pada proses penghayatan digunakan sebuah sudut pandang yaitu sudut pandang strukturalisme milik Levi Strauss. Penciptaan karya seni kriya logam ini menggunakan teknik pengelasan, kenteng, ukir logam, dan pengecoran. Karya seni kriya logam tugas akhir ini merupakan penyampaian sebuah makna tentang makna tradisi mantu poci dan juga kondisinya di zaman yang penuh dengan kemajuan teknologi. Karya seni kriya logam ini berbentuk sepasang poci yang diwujudkan seperti manusia. Makna yang disampaikan dalam karya seni kriya logam ini memiliki keterkaitan dengan makn tradisi mantu poci. Kata kunci : Tradisi,Mantu Poci,Karya seni, Kriya logam