cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Nail Art Sebagai Fashion Statement Dalam Fotografi Fahmi Ulinuha 1110556031
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.902

Abstract

Dari penampilan fashion perempuan banyak yang dapat dipelajari. Cara mereka memakai model pakaian. Pemilihan warna yang tepat hingga aksesoris tambahan yang dipakai menunjukkan keserasian yang sepadan. Dari berbagai macam kesempatan dan identitas atas penampilan, aksesoris menjadi salah satu pilihan untuk menunjang penampilan. Salah satunya adalah nail art yang merupakan perkembangan dari pemakaian cat kuku biasa. Dalam pemakaiannya nail art memiliki berbagai teknik dengan berbagai pula tingkat kesulitan. Ragam bentuknya dari 2D hingga 3D memberikan berbagai kesan yang berbeda pula. Kini pemakaian nail art sendiri telah berkembang dari aksesoris biasa menjadi salah satu alternatif penunjang penampilan yang banyak dipakai oleh wanita. Untuk membuat visualisasi, tulisan ini meletakkan fokus pada penciptaan fashion statement dalam penampilan wanita. Selain itu juga pada karya fotografi ini menunjukan beragam foto dari mulai menunjukan detail nail art hingga menunjukan foto seluru badan yang disitu menunjukan fashion statement yaitu identitas pada pengguna nail art. pada karya fotografi ini juga menunjukan menunjukkan mood dari setiap nail art yang digunakan dan ditampilkan agar sesuai dengan tema yang diambil. Semua karya fotografi pemotretan dilakukan di dalam studio dengan menggunakan variasi lighting hingga mempunyai variasi karya fotografi pada nail art. Kata kunci : nail art, fashion statement, fotografi
Perwitasari Ratna Andriani Mustika Kusuma 0911278011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1029

Abstract

Siraman merupakan upacara simbolis yang melambangkan penyucian diri sebelum kedua calon mempelai memasuki babak baru dalam kehidupan mereka. Adat Jawa telah mengatur peralatan, tata cara dan siapa saja yang harus terlibat dalam upacara ini. Upacara siraman adalah salah satu ritual adat Jawa yang dilaksanakan menjelang pernikahan seseorang. Orang Jawa melihat bahwa siraman mengandung nilai pendidikan yang luhur bagi pengantin khususnya, dan masyarakat umumnya, salah satunya adalah mendidik untuk menjaga kesucian diri baik secara lahir maupun batin. Nilai ini tercermin dari tujuan siraman itu sendiri, yakni untuk menyucikan diri secara jasmani dan rohani karena calon mempelai akan melaksanakan salah satu tugas suci dalam hidup di dunia, yaitu akad nikah. Karya tari ini menggambarkan suatu wujud simbolisasi beberapa prosesi yang ada dalam upacara siraman. Beberapa prosesi yang diambil di antaranya adalah prosesi sungkem atau ngabekten, prosesi ngracik toya dan prosesi siraman. Hal ini diwujudkan melalui gerak-gerak yang mendapatkan motivasi dengan motif gerak sembah sungkem dengan level rendah, motif air, juga pengolahan motifmotif gerak dengan desain lingkaran dan memutar. Gerak-gerak tersebut digarap ke dalam bentuk komposisi tari kelompok dengan jumlah sepuluh orang penari. Melalui karya tari yang berjudul “Perwitasari” ini penata mencoba untuk mengingatkan dan menyadarkan kembali orang Jawa tentang bagaimana pentingnya upacara siraman dengan berbagai makna yang terkandung di dalamnya. Melalui simbolisasi beberapa prosesi yang terdapat dalam prosesi siraman, penata berusaha menyampaikan makna-makna yang terkandung di dalamnya. Kata kunci : perwitasari, siraman, prosesi,
Visualisasi Konsep Bulatan Dalam Pandangan Kosmologis Melalui Rupa Instalasi Keramik Apri Susanto 0911472022
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1158

Abstract

Bulatan menjadi sebuah sarana penggungkapan ekspresi yang berdasarkan pada pengamatan dan perenungan atas berbagai persoalan. Secara bentuk bulatan adalah komposisi yang seimbang. Bulatan juga mudah dijumpai dalam kehidupan kita, hampir setiap mata memandang, maka setiap itu pula bulatan itu ada. Terkadang karena begitu mudahnya dijumpai bulatan menjadi sesuatu yang sepele dan bahkan terabaikan. Berbekal kreatifitas dan inovasi penulis menjadikan bulatan menjadi sesuatu yang lebih bernilai, bisa dipelajari dan bahkan bisa dijadikan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan. Berawal dari sumber ide, sketsa, pemilihan bahan, sampai pada tahapan pengerjaan yang menggunakan berbagai macam teknik yaitu: teknik cetak padat, teknik cetak tuang, teknik pijit, teknik putar sambung dan teknik gores. Tahapan berikutnya pengeringan, pembakaran, penggelasiran, mengkombinasikan berbagai material hingga menjadi satu karya yang utuh. Masing-masing proses tersebut harus dilalui secara berurutan dan teliti. Penulis memperkuat karya dengan teori pendukung, antara lain teori semiotika, kosmologi, instalasi, dan teori tentang desain. Untuk teori semiotika penulis menggunakan gagasan Charles Sanders Peirce dan Ferdinand de Saussure sehingga menjadikan karya yang bukan hanya berbobot secara visual namun juga secara konseptual. Karya penulis termasuk dalam jenis karya instalasi keramik yang bermuatan kosmologis. Keunggulan dari karya keramik instalasi ini selain dapat dijadikan sebagai bahan introspeksi diri maupun belajar mengenai kosmologi, juga dapat dijadikan sebagai element interior dan eksterior rumah, restaurant, hingga perkantoran. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa karya yang dapat menghiasi lantai, dinding, sudut ruangan hingga taman. Keindahan bentuk bulatan tidak akan pernah habis untuk dipelajari dan dijadikan materi dalam berkarya, belajar memahami apa yang ada disekeliling kita menjadi solusi atas permasalahan yang ada. Kata kunci : Bulatan, Kosmologis, Instalasi Keramik
Penyutradaraan Program Magazine “Musicology” Episode Musik Jazz Dengan Gaya Visual Pop Zulianita Fajri 1010454032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.933

Abstract

Televisi merupakan media komunikasi satu arah yang paling efektif untuk menyalurkan sebuah pesan. Kehadiran televisi tidak hanya sebatas sebagai alat komunikasi semata, namun juga sebagai media hiburan, pendidikan, dan informasi. Sehingga banyak stasiun televisi yang menawarkan program-program yang menarik bagi penontonnya, namun tidak semua program-program tersebut memiliki nilai edukasi. Penciptaan program magazine “Musicology” episode musik jazz ini bertujuan untuk memberikan alternatif pilihan program bagi pemirsa yang memiliki nilai edukasi, informasi dan hiburan. Program ini tidak hanya menawarkan konsep naratif akan tetapi juga konsep visual yang menarik. Penyajian program ini menggunakan gaya visual pop sesuai dengan target audiens para remaja dan generasi muda, antara lain pola grafis yang menggunakan warna-warna cerah, tipografi yang menonjol, musik yang memiliki tempo yang cepat untuk mendapatkan kesan enerjik dan ceria, dinamis, namun tanpa mengabaikan pesan dan informasinya. Kata kunci : Magazine, Musik, Jazz
Penciptaan Naskah Drama Baridin Dan Ratminah Yuliana Destiana 1010587014
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Teater
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1061

Abstract

Karya tulis dengan judul penciptaan naskah drama “Baridin dan Ratminah” ini diajukan sebagai syarat kesarjanaan setrata satu jurusan teater fakultas seni pertunjukan institut seni Indonesia Yogyakarta. Naskah Drama “Baridin dan Ratminah” bertema kekayaan seseorang yang dapat menyebabkan kesombongan dan kecongkakan ketika dilamar pemuda miskin yang tidak memiliki harta benda. Akibat kesombongan Ratminah ia membuat Baridin sakit hati dan dendam. Karya lakon ini disusun empat bagian. Bab pertama berisi pendahuluan, bab kedua berisi tentang proses kreatif penulisan naskah “Baridin dan Ratminah”, bab ketiga berisi hasil penciptaan karya lakon, bab keempat berisi kesimpulan dari seluruh pemaparan bab-bab sebelumnya. Struktur dramatik penciptaan karya lakon ini menentukan bagian-bagian penting yaitu eksposisi, komplikasi, klimaks, resolusi dan konklusi yang dirangkai dalam bentuk naskah drama Realis. Kata kunci : Drama, Tarling, Lakon
Analisis Schenkerian Pada Komposisi L’armonia Opus 148. 5 Untuk Gitar Klasik Karya Mauro Giuliani Adityo Legowo 0911306013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.956

Abstract

Konsep tonal merupakan konsep yang sering sekali ditemui di dalam kehidupan. Namun dibalik semua itu, terutama pada kalangan mahasiswa pemahaman mengenahi konsep tersebut masih belum optimal. Analisis schenkerian merupakan salah satu cara untuk dapat mengoptimalkan pemahaman mengenahi konsep tonal. Diharapkan dari penelitian ini, setelah mempelajari analisis schenkerian pemahaman mengenahi konsep tonal dapat lebih optimal. Pada studi ini dibahas proses analisis schenkerian komposisi L’Armonia opus 148. 5 untuk gitar klasik karya Mauro Giuliani. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif deskriptif yaitu upaya memahami pemetaan tonal komposisi L’Armonia opus 148. 5 melalui analisis schenkerian secara mendasar. Analisis dilakukan dengan cara membagi komposisi tersebut ke dalam tiga tahap foreground, middleground, background dan mengamati tonalitasnya. Hasil akhir penelitian ini adalah bentuk background. Dapat disimpulkan bahwa berbekal pemahaman analisis schenkerian, hal tersebut sangat membantu untuk memahami konsep musik tonal. Kata kunci : analisis schenkerian, L’Armonia opus 148. 5, tonalitas
Perancangan Publikasi Festival Memedi Sawah Museum Tani Jawa Indonesia Ari Ahmad Zulfahmi 0811664024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1085

Abstract

Festival Memedi Sawah adalah event yang diselenggarakan oleh Musum Tani Jawa Indonesia, dimana dalam event tersebut memamerkan Memedi Sawah atau orang-orangan sawah dari para petani dan para pelaku seni yang menjadi peserta dalam event tersebut. Festival Memedi Sawah merupakan salah satu dari sekian banyak event-event bertajuk budaya yang ada di Yogyakarta. Namun festival ini memiliki kekuatan tersendiri dengan keunikan yang dimilikinya sekaligus menjadi pembeda dari eventyang lain, yakni Dalam Festival Memedi Sawah menuntut atau menonjolkan unsur kreatifitasnya, dengan pembuatan Memedi Sawah tersebut. Pada event kali ini mengangkat tema “Ora Ubed.Ora Ngliwet” yang secara garis besar berarti “jika ingin berhasil, harus kreatif atau kerja keras”.Dari tema tersebut, mempertegas kekuatan yang dimiliki oleh event tersebut, yakni unsur “ubed” atau Kreatif. Maka bagaimana cara mempublikasikan Festival tersebut kepada khalayak sasaran? Strategi seperti apakah yang hendak dibangun agar media yang digunakan akan mampu menyampaikan pesan dengan efektif dan efisien? Perancanga publikasi Festival ini menggunakan strategi branding dengan menonjolkan warna dan gaya desain yang modern. Sebab dalam perancangan ini image yang hendak dibangun adalah kreatif yang kekinian, meskipun bertajuk budaya, namun budaya menanam atau agraris bukanlah nostalgia masa lalu, tetapi tetap bertahan di jaman sekarang hingga yang akan datang. Itulah mengapa dalam perancangan ini menggunakan gaya yang cenderung modern. Target sasaran utama dalam perancangan ini adalah kalangan muda, para pelaku seni, dan para penikmat seni, untuk menjadi peserta dalam festival tersebut. Media yang digunakan dalam perancangan ini dibagi menjadi dua, yakni media utama dan pendukung.Media utama dari perancangan ini yakni Poster, Performing art, dan Instalasi.Sementara media pendukungnya adalah Baliho, Mural, Sign system, X banner, iklan Koran, internet, dan merchandise. Kata kunci : Publikasi, Memedi Sawah, event
Perancangan Buku Cerita Bergambar Tentang Kehidupan Lima Musisi Jalanan Di Kota Yogyakarta Benediktus Dimas Budiarto 1011968024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1228

Abstract

Perancangan ini akan mengangkat tema tentang kehidupan limamusisi jalanan yang nantinya akan di aplikasikan pada media utama yaitu buku cerita bergambar. Tema ini diangkat karena banyak dari musisi jalanan yang menggunakan alat-alat tradisional sehingga secara tidak langsung mereka mau ambil bangian dalam pelestarian alat-alat musik tradisional dan budaya bangsa. Dalam bab satu dibahas mengenai permasalahan diatas, sehingga dapat menghasilkan sebuah rumusan masalah yang membatu dalam perancangan buku cerita bergambar yang dapat menyampaikan pesan cerita. Selain itu juga berisi tujuan, manfaat dan sistematika perancangan. Pada bab dua akan membahas tentang teori dan data yang berkaitan dengan perancangan buku cerita bergambar, mulai dari sekilas tentang cerita bergambar, jenis-jenis gaya gambar, tipografi, layout, dan berakhir dengan analisis 5W+1H yang menjadi metode analisis data. Pada bab selanjutnya, membahas tentang konsep perancangan yang akan diuraikan secara detail mengenai karya buku cerita bergambar ini. Pada bab ini lebih mneyusun elemen-elemen visual, pemilihan tipografi, penentuan warna dan layout. Buku cerita bergambar ini menggunakan ilustrasi bergaya realis dengan warna-warna pastel sehingga terlihat menarik. Pada bab terakhir berisi tentang kesimpulan yang merupakan suatu jawaban dari rumusan masalah yakni bagaimana pesan dari buku cerita bergambar “jalanan memberikan jalan” dapat tersampaikan dan diakhiri dengan saran. Kata kunci : Buku cerita bergambar, musisi jalanan, alat musik tradisional
Transkipsi Gendhing Pandhelori Pada Gamelan Kanjeng Kyai Madukusumo Kedalam Notasi Musik Diatonik Herlina Kusumaningrum 1111656013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.988

Abstract

Srimpi Pandhelori salah satu kesenian yang ada di Keraton Yogyakarta. Tari Srimpi Pandhelori mengambil nama dari gendhing yang mengiringinya yaitu Gendhing Pandhelori yang menggunakan Gamelan Kanjeng Kyai Madukusumo. Pada iringannya terdapat penggabungan musik diatonik dan pentatonik. Musik diatonis yang digunakan adalah alat musik biola, trombon, trompet, saxophon dan tambur. Karya tulis ini membahas tentang proses transkipsi dan hasil penggabungan suara musik diatonik dan pentatonik. Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah metode transkrip dan deskriptif. Fokus penelitian terletak pada notasi dari pentatonik ke diatonik dalam iringan tari Srimpi Pandhelori di Keraton Yogyakarta. Penggabungan suara yang dihasilkan memberi warna yang berbeda dan mempunyai ciri khas tersendiri. Saat ditampilkan terlihat keindahan dari penggabungan antara tari, gamelan dan musik diatonik. Kata kunci : gendhing, transkrip, Srimpi Pandhelori
Perancangan androidgame sebagai Alat Bantu Belajar Matematika Dasar Untuk Anak Dengan Mengadaptasi Dongeng Kancil Rahmansyah Iman Saputra 0811709024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1117

Abstract

Matematika bagi sebagian anak dianggap salah satu pelajaran yang sulit dan menakutkan. Meski berbagai metode yang tepat untuk anak dalam proses belajar berhitung banyak dilakukan di sekolah, namun sebagian murid masih ada yang kurang berminat dan masih kesulitan belajar berhitung. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar berhitung adalah minat anak terhadap matematika. Media belajar dan alat peraga yang tepat dan kreatif dapat meningkatkan minat anak terhadap matematika. Di dalam era teknologi digital sekarang ini, pemanfaatan smartphone/tablet sebagai media belajar matematika adalah salah satu langkah tepat demi mendukung proses belajar mengajar yang kreatif. Media belajar melalui smartphone/tablet khususnya Android ini berbentuk aplikasi game yang menantang anak untuk dapat menjawab soal-soal matematika dasar. Android gameyang mengadaptasi dongeng kancil ini diharapkan mampu menarik minat dan membantu anak belajar berhitung matematika. Kata kunci : Game, Android, matematika, dongeng, anak