cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Ekspresi Wajah Wanita Dalam Karya Batik Lukis Restu Dwi Mayang Sari 1111597022
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1243

Abstract

Ekspresi wajah merupakan bahasa nonverbal yang digunakan setiap orang untuk mengutarakan perasaannya tanpa harus berkata-kata. Setiap ekspresi wajah memiliki ciri dan keunikan tersendiri, terdapat perbedaan antara ekspresi satu dan lainnya terutama pada wajah wanita. Ada banyak hal yang tersembunyi di balik wajah seorang wanita, dari wajah tersebut kita dapat mengetahui perasaan dalam hatinya. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk menjadikan ekspresi wajah wanita sebagai sumber ide penciptaan karya. Ekspresi wajah ini dijadikan sebagai bahan untuk menciptakan karya seni yang bertujuan untuk mengenalkan ciri-ciri ekspresi wajah sedih, marah, dan takut, ekspresi ini yang paling sering kita lihat dalam lingkungan sehari-hari. Penciptaan karya ini bertujuan untuk menganalisa apa saja penyebab munculnya ekspresi tersebut dan ciri yang terlihat pada wajah. Pembuatan sebuah karya seni memerlukan pengumpulan data, metode yang digunakan yaitu studi pustaka melalui literatur yang telah tersedia dan observasi mengenai ekspresi wajah wanita, kemudian dilakukan analisis permasalahan terhadap data yang telah dikumpulkan melalui pendekatan estetika dan semiotika. Pendekatan estetika digunakan untuk mengungkapkan nilai-nilai estetis yang terkandung dalam sebuah karya, sedangkan pendekatan semiotika digunakan untuk mengungkapkan makna simbolis yang terkandung dalam karya seni. Metode penciptaan dari SP. Gustami digunakan sebagai acuan dalam penciptaan karya Tugas Akhir ini yang meliputi metode eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Ekspresi wajah wanita sebagai sumber penciptaan ini divisualisasikan ke dalam bentuk karya batik 2 dimensi yang menggunakan teknik batik lukis dalam perwujudannya guna mendapatkan bentuk wajah yang realis. Dalam perwujudannya menggunakan teknik pewarnaan colet (usap), tabur, dan celup, teknik ini berguna untuk memberikan efek yang lebih menarik pada karya. Karya yang dihasilkan berupa karya panel yang berfungsi sebagai hiasan dinding. Kata kunci : Ekspresi, Wajah, Wanita
Perancangan Karya Komposisi Musik Kayu Gadang Di Tangah Koto Untuk Orkestra, Saluang, Bansi Dan Dendang Rahmat Dwi Saputra 0911281013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1002

Abstract

Kayu Gadang di Tangah Koto memiliki arti dalam bahasa Indonesia yaitu Kayu Besar Di Tangah Kota yang mempunyai makna sesosok pemimpin dalam suatu suku, untuk itu penulis menjadikan kalimat tersebut menjadi judul pada karya tugas akhir komposisi musik. Datuk yang dalam dialek Minang dilafalkan "Datuak" adalah gelar adat yang diberikan kepada seseorang melalui kesepakatan suatu kaum atau suku yang ada di wilayah Minangkabau. Datuk adalah seorang pemimpin suatu suku di Minang berdasarkan garis keturunan ibu, berbeda dengan suku-suku pada daerah lain di Indonesia maupun dunia yang mengikuti garis keturunan ayah. Karya tugas akhir ini terinspirasi dari salah seorang Datuk di Minang. Karya ini mengisahkan perjalanan Datuk dari mulai pengangkatan sebagai Datuk hingga kematiannya. Kayu Gadang Di Tangah Koto ini memiliki empat bagian yang mempunyai masing-masing judul Pambuko, Angkek Datuk, Waktu Bancano dan Kematian. Kayu Gadang Di Tangah Koto ini dibuat untuk orkestra, alat musik etnis minang seta dendang yang dipadukan dengan sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan dalam sebuah karya musik. Kata kunci : Kayu Gadang Di Tangah Koto, Datuk, komposisi musik
Sistem Pembelajaran Kriya Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Adiwerna Tegal Rizky Setiawan 1011569022
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1131

Abstract

Seni kriya adalah salah satu warisan budaya yang masih berkembang di Indonesia. Keberadaannya dalam kesadaran buda ya Indonesia telah memiliki sejarnh yang panjang . Awalnya kriya diajarkan secara ttu1m te1mu·un melalui pembelajaran nonformal atau sering disebut dengan percantn1rnn . Seiring perkembangan zaman, kriya pun ditarik clan diajarkan melalui pendidikan formal. Salah satunya SMK Negeri 2 Adiwema Tega! adalah salah satu Sekolah Tingkat Menengah yang membuka jum san kriya clan membuka tiga jum san yaitu K1·iya Logam, Kriya Kayu clan Kriya tekstil. Kenyataannya . pe Negeri 2 Adiwer a masih mempert m diarahkan sebata ide barn dalam m i tidak hanya bert..Y"<o merambah ke tatami Hal ini mepengamhi stswa alam t ngartikan kriya . Selama belajar, mereka selalu dituntut untuk membua t produ mgsional. keteknikan lebih diunggulkan dari pada ekspresi seni, sehingga tidak salah apabila kemudian para siswa menggaris bawahi kriya adalah keraj inan. Meskipun demikian para siswa dapat memahami ilmu kekriyaan yang di ajarkan di SMK Negeri 2 Adiwema. meskipun sebatas tentang keteknikan saja . Hal ini dibuktikan dengan kemampuan mereka dalam menyele saikan setiap tugas yang diberikan . Ujian teori kejm·uan clan ujian prak tek pun bisa mereka selesaikan dengan baik. Kata kunci : kriya, SMK N 2 Adiwerna, sistem pembelajaran
Soulscape Road Karya Oscar Motuloh: Kajian Aspek Ideasional Dan Teknikal Fotografi Muhammad Husaini Hadi 0810417031
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.906

Abstract

Penelitian ini mengkaji aspek ideasional dan teknikal fotografi karya Oscar Motuloh dalam bukunya yang berjudul Soulscape Road yang berisikan foto-foto bencana di Indonesia. Aspek ideasional adalah bagaimana seorang fotografer menyikapi fenomena alam dengan menemukan ‘sesuatu’ dan mengungkapkannya dalam berbagai bentuk konsep, teori, dan wacana. Aspek ideasional ini juga merupakan pengimplementasian media fotografi sebagai wahana berkreasi dan menunjukkan ide serta jati diri seorang fotografer. Adapun aspek teknikal adalah hal-hal yang berkaitan dengan teknikal peralatan maupun yang bersifat teknik praksis-implementatif dalam menggunakan peralatan yang ada untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan latar belakang, peranan ide yang digunakan Oscar Motuloh, serta teknik dan alat yang digunakan Oscar Motuloh dalam penciptaan karya-karya fotografi Oscar Motuloh dalam Soulscape Road. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, di mana peran instrumen dimainkan oleh peneliti sendiri dengan bentuk penyajian deskriptif atas fakta-fakta yang ditemukan. Setelah melalui proses observasi, dokumentasi, dan penentuan sampel, foto-foto karya Oscar Motuloh akan diteliti dengan pendekatan estetika fotografi dan menggunakan kerangka pemaknaan semiotika sebagai alat interpretasi utama. Pendekatan semiotika yang digunakan adalah semiotika konotasi sehingga dihasilkan penjelasan-penjelasan yang analitis. Melalui pameran dan buku soulscape road ini, sang fotografer, Oscar Motuloh ingin membagi pengalamannya kepada publik. Oscar Motuloh ingin mempersembahkan kepada orang-orang yang masih hidup panorama bencana yang menjeritkan atmosfer penderitaan yang begitu memilukan agar manusia selalu waspada dan senantiasa bersyukur masih diberi kesempatan hidup. Itulah alasannya mengapa karya-karya foto Oscar Motuloh dalam Soulscape Road sedikit sekali memasukkan manusia ke dalam bingkainya. Oscar Motuloh juga ingin menyindir sekaligus mengingatkan kepada manusia, dengan hadirnya bencana, banyak orang-orang yang mengulurkan tangannya. Berpartisipasi saling membantu tanpa melihat perbedaan suku, agama, adat, dan budayanya. Hingga terbesit sebuah pertanyaan, apakah harus dengan datangnya bencana barulah hati terusik untuk saling membantu sesama. Kata kunci : Soulscape Road, Oscar Motuloh, aspek Ideasional
Analisis Koreografi Bedhaya Bedhah Madiyun Gaya Yogyakarta Rekonstruksi Juni 2014 Oleh R.Ay Sri Kadaryati Ditta Novita Astuti Kusumo 1011316011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1034

Abstract

Bedaya merupakan artefak hidup yang lahir, tumbuh, dan berkembang dilingkungan aristokrat, baik di Keraton Surakarta, Keraton Yogyakarta, Kadipaten Mangkunegara, dan Kadipaten Pakualaman. Bedhaya Bedhah Madiyun Gaya Yogyakarta lahir pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono VII. Bedaya ini telah kehilangan gaungnya semenjak terakhir direkonstruksi pada tahun 1987, sehingga pada Juni 2014 bedaya tersebut berhasil direkonstruksi kembali. Awal penelitian ini dilakukan pencermatan terhadap teks Bedhaya Bedhah Madiyun Gaya Yogyakarta, sebagai objek material. Bedaya yang merupakan artefak hidup tidak akan lepas dari sebuah struktur tari yang membentuknya. Struktur itu dibentuk oleh teks dan konteks yang berkaitan dengan terbentuknya Bedhaya Bedhah Madiyun. Bedasarkan penelitian ini, digunakan cara pandang Janet Ashead mengenai metode analisis yang terdiri dari empat tataran metode, yaitu (1) Discribing (mendiskripsikan tarian) (2) Discerning (mengkaitan koreografi dalam komponen-komponen tari ) (3) Interpreting (interpretasi) dan (4) Evaluating (evaluasi). Analisis koreografi menggunakan konsep-konsep yang dikemukakan oleh La Meri, dan konsep tari Jawa, khususnya gaya Yogyakarta. Diperkaya dengan konsep-konsep koreografi lainnya. Melalui pendekatan analisis koreografi ditemukan, hal unik yakni pada aspek gerak dan pola lantainya. Ditemukan suatu kenyataan bahwa motif gerak gudhawa tampak khas dalam struktur geraknya. Motif ini tidak lazim ditemukan pada bedaya lainnya. Beberapa pola lantai pada bedaya ini tampak khas, karena terdapat pola lantai dua garis berbanjar saling berhadapan dan terdapat dua garis mendatar saling berhadapan secara horisontal, pola lantai tersebut yakni rakit baris dan rakit gelar. Kata kunci : Bedhaya, Bedhah Madiyun, Analisis Koreografi
Catatan Harian Dalam Lukisan Lilik Setyawan 0811925021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1163

Abstract

Sebagai makhluk dengan potensi psikologi, manusia mempunyai sesuatu yang menarik untuk disadari dan digali. Salah satu media yang dapat menjadi penggali atau “penyadar” adalah seni, dengan seni seseorang akan menggerakan bawah sadarnya menuju pada kesadaran baru tentang keindahan atau dalam karya, setidak-tidaknya bagi seorang seniman dia sadar mempunyai wilayah atau berada pada lingkup kesenian, sehingga dapat dipahami, bahwa seni juga merupakan media untuk mengenali diri dalam arti yang sebenarnya, yakni mampu menjangkau wilayah psikologi dengan pendekatan yang halus. Buku harian yang pada awalnya berangkat dari keinginan untuk menulis, berkembang dari berbagai fungsi utama hingga media mengenal diri, demkian dapat dinamakan fungsi spiritual. Adapun relevansinya dengan seni lukis yang saya kerjakan, melukis dan menulis catatan harian bagi adalah dua aktivitas yang tak terpisahkan, yang artinya, seni lukis merupakan suatu bidang yang dipilih sebelum menulis catatan harian, meskipun stimulus yang memancing untuk menulis catatan harian sudah ada ketika melukis, yaitu kesenangan membaca, dan bacaan itu pun berpengaruh bagi proses kreatif dalam melukis. Sedangkan mengenai catatan harian, pada kenyataannya sangat banyak memberi kontribusi bagi seni lukis yang dijalankan, khususnya dalam hal ide. Dengan demikian dapat dipahami, bahwa dalam seni lukis, catatan harian dan diri sendiri terdapat benang-benang merah yang saling menghubungkan, ketiga elemen tersebut saling membutuhkan dan melengkapi. Begitu kompleks materi manusia sebagai makhluk hidup sangat penting untuk ditelusuri atau dieksplor dalam suatu media yang dapat mengkomunikasikannya dengan masyarakat, salah satunya seni, bukankah ada suatu sisi hakikat seni adalah sebuah pencarian diri. Tentu dengan seni akan terjadi komunikasi yang bebas dan indah. Seburuk apapun pengalaman hidup akan menjadi indah bila diaplikasikan dalam praktik dan pengetahuan seni, se sia-sia apapun akan menjadi kebermanfaatan, seindah apapun suatu pengalaman tak perlu menjadi euphoria dalam hidup. Pemahaman-pemahaman tersebut membawa diri untuk lebih menghargai keberadaan hidup. Kata kunci : seni lukis, garis, warna, tekstur
Musik Populer Kendang Kempul Banyuwangi Ginanjar Wahyu Raka Siwi 1110423015
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa Etnomusikologi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.938

Abstract

Musik Kendang Kempul merupakan musik yang tumbuh berkembang dari seni Gandrung dengan perpaduan Kendang Kempul khas Banyuwangi dengan musik irama dangdut khas musik Melayu. Musik kendang Kempul yang awalnya hanya sebuah kegiatan privat dan komunitas kelompok terbatas di lingkup masyarakat kecil saja, namun seiring berjalannya waktu musik Kendang Kempul menjadi musik populer. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberadaan musik Kendang kempul dan memaparkan faktor-faktor yang mempengaruhi musik Kendang Kempul menjadi musik populer. Lokasi penelitian ini berada di Banyuwangi dengan fokus musik Kendang Kempul yang telah di produksi dalam bentuk kaset VCD dan yang masuk dalam media elektronik. Hasil penelitian ini menemukan bahwa keberadaan musik Kendang Kempul bisa bertahan sampai saat ini dikarenakan musik ini terus mengalami perkembangan khususnya dari segi bentuk musiknya yang selalu mengikuti tren di masyarakat. Selanjutnya, musik Kendang Kempul menjadi musik populer. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut tidak lain adalah musikalitas Kendang Kempul Banyuwangi, teknologi dan media elektronik. Ketiga faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap musik populer Kendang Kempul. Kata kunci : Kendang Kempul, musik populer, keberadaan
Respons Anak Tunagrahita Ringan Dalam Pembelajaran Musik Kreatif Studi Kasus: Slb Rela Bhakti 1 Gamping Sleman Anna Nindita Gatrani Cudhayanti 1111763013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.961

Abstract

Pada umumnya anak tunagrahita kurang mendapat perhatian khusus dalam pendidikan seni musik. Pendidikan seni musik sangat penting diberikan kepada anak-anak tunagrahita karena musik bermanfaat untuk mengembangkan kreativitas yang sebenarnya dimiliki oleh anak tunagrahita. Menurut Djohan (2003) Musik disejajarkan dengan disiplin dasar lainnya dan penting dihadirkan dalam pendidikan karena mempunyai alasan antara lain: musik dapat merangsang kreativitas, merupakan sumber kegembiraan, mengembangkan persepsi motor dan menyediakan jalan sukses untuk anak yang mengalami kesulitan bidang lain. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dan pendidik dengan tujuan peserta didik mendapatkan ilmu pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan diri. Musik kreatif merupakan model pembelajaran berupa aktivitas-aktivitas bermain musik yang menyenangkan dengan ide atau gagasan baru. Peralatan yang dipergunakan adalah instrumen musik nonkonvensional yang berada di sekitar maupun di luar diri kita. Hasil pembelajaran musik kreatif kepada anak-anak tunagrahita ringan, yang diajarkan dengan tekun dan berulang-ulang membuat subyek mampu bermain musik kreatif. Anak-anak tunagrahita ringan di SLB Rela Bhakti 1 Gamping Sleman yang mendapat pembelajaran musik kreatif menunjukkan respons senang, tertarik, semangat, percaya diri dan bisa kerja sama dengan teman-temannya. Kata kunci : pembelajaran, musik kreatif, tunagrahita
Perancangan Ilustrasi Buku Legenda Reyog Dan Warok Ponorogo Catur Sujatmiko 0811661024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1090

Abstract

Perancangan Ilustrasi Buku Legenda Reyog dan Warok Ponorogo merupakan salah satu upaya dalam melestarikan sejarah dan kebudayaan, khususnya sejarah yang memfokuskan bahasannya pada legenda Reyog dan Warok Ponorogo, yang semakin lama akan luntur jika tidak ada peran dari generasi penerus serta seluruh elemen masyarakat untuk mempelajari dan melestarikan sebagai kesenian dan budaya warisan leluhur yang haris di jaga. Oleh karena itu dalam perancangan ilustrasi buku ini akan berisi tentang bagaimana kisah asal mula terjadinya kesenian Reyog dan juga menyertakan informasi tentang tokoh Warok yang menjadi icon bagi masyarakat Ponorogo, yang disajikan dengan keunikan visual berupa gambar dengan teknik manual drawing dan kelengkapan deskripsi. Dengan menggunakan teknik tradisional yang sangat efektif dan mempunyai daya tarik dalam mewujudkan visualisasi dan komunikasi, diharapkan perancangan ilustrasi buku ini dapat diapresiasi sebagai wacana untuk membangun minat masyarakat khususnya para pelajar untuk mempelajari dan melestarikan kebudayaan. Kata kunci : Ilustrasi Buku, Legenda, Reyog
Perancangan Visual Branding Demakreatif Sebagai Media Promosi Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Demak Muhammad Khoirur Rohman 1012061024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1234

Abstract

Letak strategis menjadikan Kabupaten Demak sangat potensial sebagai aset untuk pertumbuhan perekonomian Jawa Tengah, karena merupakan jalur lalu lintas padat dan jalur utama yaitu jalur pantai utara (Pantura) pulau Jawa. Kabupaten Demak memiliki banyak potensi yang layak dikunjungi oleh masyarakat seperti potensi pariwisata, kebudayaan, potensi industri kreatif dan potensi sumber daya manusia yang kreatif. Dari dasar tersebut maka dilakukan riset dan penelitian yang bertujuan untuk mengangkat positioning dan membangun sebuah image dengan melalui perancangan visual branding Demakreatif sebagai media promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Demak. Dari perancangan tersebut dapat menjadi sebuah gagasan atau ide yang dapat menyajikan keunikan dan kekayaan potensi yang dimiliki Kabupaten Demak. Proses perancangan dilakukan dengan acuan landasan teori yang berkaitan dengan visualbranding. Kemudian diolah dan dianalisis dengan metode perancangan. Semua itu dilakukan untuk memperoleh data yang kuat untuk selanjutnya keproses konsep kreatif. Pada konsep perancangan,diuraikan lebih detail mengenai visualbranding Demakreatif yang meliputi logo yang dirancang bernuansa religi dan kebudayaan , tagline, gaya ilustrasi dan warna yang digunakan, kemudian diintegrasikan melalui media utama dan media pendukung. Pada proses visualisasi, berawal dari proses pencarian data visual untuk perancangan logo, maskot, tagline, master ilustrasi dan didesain dengan nuansa modern kemudian diterapkan pada media utama berupa virtual media seperti: website, desain profil facebook, desain background twitter dan media pendukung seperti: poster, billboard, iklan majalah, iklan surat kabar, brosur, mug, t-shirt, dll. Kesimpulan yang diperoleh bahwa dalam perancangan visualbranding Demakreatif ini digunakan dengan pendekatan potensi pariwisata Kabupaten Demak yang merupakan aset untuk dijadikan suatu positioning dan image untuk pencitraan kota. Sehingga visualbrandingdengan nuansa religi, budaya dan modern dapat menarik masyarakat atau wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Demak. Kata kunci : VisualBranding, Demakreatif, Demak