cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Analisis Bentuk Concerto Piano In A Minor Op. 16 Karya Edvard Grieg Andika Dyaniswara 1011457013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1178

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah yang sangat kental dengan budaya salah satunya musik. Berbagai genre musik sudah pernah dipertunjukan di provinsi ini termasuk musik klasik. Pertunjukan musik klasik sudah banyak diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari pertunjukan resital solo, musik kamar, hingga orkestra. Para aktivis musik di Yogyakarta mulai bersaing menyuguhkan sebuah pertunjukan musik yang sebagian besar adalah pertunjukan resital solo atau musik kamar, hal ini dikarenakan gedung konser untuk pertunjukan orkestra di Yogyakarta sangat minim, oleh karena itu penulis ingin memperkenalkan pertunjukan orkestra dengan format yang sedikit berbeda yaitu piano sebagai solis dan orkestra sebagai pengiring. Repertoar yang dimainkan berjudul Concerto Piano in A minor Op. 16 karya Edvard Grieg bagian pertama. Sebelum memperkenalkan bentuk musik tersebut, seorang pemain harus mengetahui sejarah dan perkembangan concerto serta bentuk analisis dari sebuah repertoar, dengan tujuan untuk mengetahui sejarah dan perkembangan concerto piano, serta untuk mengetahui bentuk dan struktur dari concerto piano tersebut. Hal ini dilakukan agar karya ini dapat dimainkan dengan lebih baik. Selain memainkan Concerto Piano in A minor, penulis juga akan mengupas sejarah dan perkembangan concerto serta menganalisis bentuk Concerto Piano in A minor Op. 16 karya Edvard Grieg bagian pertama. Kata kunci : analisis bentuk, concerto piano
Perancangan Interior Lobby, Restaurant, Dan Guestroom (Presidential Dan Royal Suite) Hotel Surya Yudha Banjarnegara Marganingsih 1011750023
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1072

Abstract

Banjarnegara merupakan kota kabupaten yang terletak di provinsi jawa tengah. Kota banjarnegara bersama dinas pariwisata pemerintah daerah Banjarnegara sedang mengembangkan sektor pariwisata, salah satu pendukungnya adalah Hotel Surya Yudha. Hotel surya yudha merupakan hotel bintang tiga pertama yang terletak di kota Banjarnegara, Jawa Tengah. Hotel ini didirikan sejak tahun 2009, dan resmi menjadi hotel bintang tiga pada tahun 2013. Seiring dengan berkembangnya pariwisata pada kota Banjarnegara, perancangan pada interior hotel ini mengangkat konsep locatural.Locatural merupakan kepanjangan dari local dan natural. Jadi locatural berarti perpaduan yang dihasilkan dari unsur lokal baik berupa material maupun warisan budaya dengan diterapkan pula unsur natural, yang juga diambil dari alam lokal Banjarnegara. Penerapan ini melibatkan penggunaan beberapa motif batik lokal, yaitu batik gumelem untuk diterapkan ke dalam interior ruang, baik sebagai elemen estetis maupun stilasi dalam bentuk furnitur. Penerapan ini diharapkan dapat memunculkan persepsi visual terhadap citra perusahaan demi mewujudkan visi perusahaan untuk menjadi pengelola hotel bintang tiga. Artikel ini akan membahas tentang konsep seperti apa yang akan diusung pada rancangan ini. Kata kunci : hotel, locatural, banjarnegara
Rerahsa Tri Anggoro 0911252011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1216

Abstract

Rerahsa merupakan sebuah karya tari kelompok yang ditarikan tujuh orang penari putra. Tari ini merupakan penuangan ide serta kreativitas dari rangsang kinestetik dan rangsang gagasan yaitu pengalaman empiris penata tari yang pernah berproses dengan tuna daksa sehingga menginspirasi penata tari untuk mengangkat tokoh pewayangan yaitu Gareng dengan dasar gerak yaitu gerak tidak wajar (cacat) dalam dasar tari tradisi Jawa gaya Yogyakarta. Fokus karya ini lebih kepada esensi gerak cacat dan lebih memainkan ekspresi. Alasan penata tari mengambil tokoh Gareng karena Gareng ini merupakan salah satu simbol contoh kepemimpinan yang dapat memberikan contoh baik kepada generasi penerus saat ini, karena cacat fisik bukanlah hal yang memalukan, justru dapat memotivasi hidup untuk menjadi lebih baik. Menurut penata tari, dari masa ke masa seorang pemimpin sudah tidak lagi memiliki watak/sifat seperti tokoh Gareng, sehingga menjadi salah satu motivasi penata untuk menggarap karya Rerahsa ini. Pada karya ini terdiri dari 3 adegan. Pada introduksi penata tari membicarakan Gareng sebagai abdi/pamong. Pada adegan 1 lebih fokus kepada studi gerak gareng dengan berbagai karakter, sedangkan adegan 2 membicarakan 3 poin, yaitu Gareng yang lupa akan titahnya sebagai pamong, membicarakan ketika Gareng menjadi Raja, dan imajinasi Gareng terhadap wanita pujaannya yaitu Dewi Saradewati. Pada adegan 3, penata membicarakan sosok Gareng yang kembali ke perenungan dan berintrospeksi diri. Diharapkan dengan adanya karya cipta tari ini, masyarakat dan penonton dapat mengerti dan memahami bahwa janganlah memandang orang sebelah mata, jangan melihat dari segi fisik, namun lihatlah orang dari hatinya, sebagaimana yang digambarkan oleh sosok Gareng ini. Kata kunci : Gareng, karakter, perenungan 
Muatan Musikal Dan Kritik Sosial Pada Lagu Seperti Para Koruptor Karya Band Slank Dite Sandhi Mayasari 1111719013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.976

Abstract

Slank adalah salah satu grup band Indonesia yang menciptakan karya musik berdasarkan apa yang sedang terjadi dalam politik, sosial, ekonomi di Indonesia dengan lirik dan harmoni yang sederhana. Meskipun penampilan Slank di panggung slenge’an, namun dalam setiap musiknya mengandung sindiran dan muatan kritik sosial. Lagu Seperti Para Koruptor merupakan salah satu lagu yang mengandung muatan kritik sosial namun dengan lirik yang menganalogikan percintaan. Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan analisis ilmu bentuk musik Karl-Edmund Prier dan pendekatan satra Bahasa Indonesia Gorys Keraf. Lagu Seperti Para Koruptor memiliki 65 birama dan digolongkan dalam bentuk lagu tiga bagian (the three-part song form) (A-B-A). Beberapa gaya bahasa yang muncul pada lagu ini adalah gaya bahasa berdasarkan nada, struktur kalimat, dan kiasan. Muatan kritik sosial dalam lagu ini adalah lebih baik hidup sederhana, daripada bermewah-mewahan namun hasil dari korupsi. Kata kunci : grup band, Indonesia, analisis
Perancangan Motion Komik Alih Wahana Rubrik Jagading Lelembut Pada Majalah Mingguan Bahasa Jawa Djaka Lodang Kahfi Eska Yusac 0811673024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1105

Abstract

Majalah Djaka Lodang adalah sebuah majalah berbahasa jawa yang berdiri sejak 1 juni 1971 dan merupakan satu - satunya majalah berbahasa Jawa yang mampu bertahan hingga saat ini dalam menjaga kelestarian ideologi dan budaya Jawa. Majalah Djaka Lodang memuat cerita rakyat, cerita wayang, cerita jawa, sastra jawa dan lain-lain. Selain cerita-cerita tersebut ada juga liputan seputar daerah Yogyakarta, profil pendidikan / pawiyatan, perhitungan hari, perhitungan neptu, primbon dan lain-lain.Dewasa ini, walaupun Djaka Lodang memiliki pelanggan yang tetap namun majalah tersebut mempunyai kendala dalam sisi regenerasi pembacanya dan hanya diminati oleh rentang umur 35 tahun keatas dengan tingkat ekonomi menengah kebawah. Oleh sebab itu pihak redaksi Djaka Lodang memerlukan adanya sebuah sebuah media publikasi yang menarik dan inovatif untuk mengenalkan majalah Djaka Lodang kepada target audiens yaitu dengan perancangan motion comic yang mengangkat salah satu rubrik yang paling banyak dibaca oleh kaum muda yaitu Rubrik Jagading Lelembut. Perancangan ini menggunakan metode pengumpulan data berupa wawancara dan sudi literatur melalui naskah rubrik mingguan djaka lodang dengan metode analisis SWOT yang diharapkan mampu memberikan perancangan motion comic sebagai media baru yang efektif, komunikatif, dan mempunyai cara pendekatan baru kepada target audience. Kata kunci : motion comic, DKV, majalah
Visualisasi Parodi Karya Masterpiece Dengan Teknik Kolase Parwita Hatmandaru 0810404031
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1249

Abstract

Visualisasi Parodi Karya Masterpiece dengan Teknik Kolase merupakan konsep penciptaan karya seni fotografi sebagai ekspresi pribadi dalam menanggapi keadaan yang terjadi disekitar kehidupan kita dilingkungan masyarakat. Parodi merupakan suatu imitasi dan pengulangan yang dilengkapi dengan ruang kritik yang mengungkapkan perbedaan ketimbang persamaan. Dalam penciptaan ini karya masterpiece dari seniman-seniman besar di dijadikan objek untuk diparodikan dengan teknik kolase. Teknik kolase ini dipilih untuk proses penciptaan tugas akhir ini karena pada proses kolase ini menimbulkan rasa keintiman antara pencipta dan karya yang diciptakan. Karya-karya yang diciptakan pada penciptaan tugas akhir ini bertujuan untuk merespons gejala-gejala sosial yang terjadi dilingkungan sekitar kita dengan menggunakan parody dari karya masterpiece dari seniman terkenal di dunia dan menggunakan teknik kolase. Kata kunci : Parodi, masterpiece, teknik kolase
Respons Siswa Terhadap Pembelajaran Ekstrakurikuler Seni Musik Kelas Iv Sd N Krapyak Sedayu Tahun Ajaran 2014/2015(Studi Kasus) Sukma Viridian Sani 1011562013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1008

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan sarana bagi siswa untuk mengembangkan kreatifitas dan bakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala dalam pembelajarane kstrakuikuler seni musik di SDN Krapyak Sedayu dan mengetahui respons anak tentang metode pembelajarannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan teknik probability sampling dalam memilih sampel yang berjumlah 13 siswa kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala anak untuk mengikuti ekstrakurikuler adalah tidak dibolehkannya mengikuti lebih dari satu macam dan kurangnya fasilitas yang memadai. Berdasarkan pertanyaan pada wawancara yang diberikan menunjukkan bahwa pembelajaran ekstrakurikuler seni musik di SDN Krapyak Sedayu mayoritas jawaban bahwa, siswa merasa senang dengan metode Carl Orff karena menekankan aspek kreativitas dan improfisasi dan teknik drill yang diterapkan pada proses pembelajaran. Kata kunci : Ekstrakurikuler, Pembelajaran, Musik
Simbolisasi Perilaku Manusia Dalam Bentuk Bunglon Samantha Wennie Farida 1011506022
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1137

Abstract

Penciptaan karya memiliki tujuan mewujudkan ide dari simbolisasi perilaku manusia dalam bentuk bunglon. Adapun alasan karya ini dibuat dengan mengambil objek bunglon adalah sebagai bahan refleksi bagi manusia untuk menyadari dan memperbaiki perilakunya. Sebelum menciptakan karya, perlu adanya analisis antara perilaku manusia dengan bunglon. Hasil analisis yang diperoleh adalah bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh insting hidup dan mati seperti halnya bunglon. Namun bedanya dengan bunglon yaitu manusia memiliki superego yang seharusnya membimbing manusia kepada perilaku yang lebih baik tetapi terkadang id lebih mendominasi untuk berperilaku buruk. Kesimpulannya beberapa perilaku manusia memiliki kemiripan (simbol) dengan perilaku bunglon. Pemikiran tersebut diwujudkan dalam karya keramik menggunakan tanah liat stoneware dan gelasir sebagai penunjangnya. Teknik pembentukan yang digunakan yaitu teknik pijit, lempeng, pilin dan cetak tuang. Teknik dekorasi yang dibutuhkan ialah tempel, ukir dan cap. Proses pembakaran dilalui dengan pembakaran bisquit dengan suhu sekitar 9000C dan pembakaran tunggal dengan gelasir dengan suhu 11750C. Wujud dari seluruh karya disajikan dengan bentuk bunglon yang utuh maupun bentuk tidak utuh (deformasi) dengan tambahan ciri khas bunglon. Terdapat objek lain berupa daun, pohon, air, serangga dan cincin sebagai pendukung dalam beberapa karya. Rupa yang dihadirkan merupakan perilaku bunglon yang memiliki kemiripan (simbol) dengan manusia seperti mempertahankan wilayah, berkembang biak, membutuhkan makan dan minum serta berkamuflase. Kata kunci : Perilaku, Manusia, Bunglon
Penciptaan Progam Televisi Magazine “InStyle” Dengan Gaya Visual Pop. Anastasia Tyas Kusuma Wardani 0910380032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.912

Abstract

Setiap orang memiliki fashion tersendiri dalam kehidupannya baik dalam berpenampilan, bekerja ataupun berkarya. Setiap orang memiliki sebuah ciri khas dan kelebihan masing-masing yang akan membedakannya dengan orang lain. Program magazine “InStyle” merupakan suatu progam yang menampilkan beberapa rubrik yang membahas tentang dunia fashion-nya itu meliputi make up dan kostum yang identik dengan fashion dalam tiap episodenya. Pokok pembahasannya adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan fashion dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mengangkat tentang dunia fashion yang banyak diminati di setiap kalangan dan mempunyai nilai komersial. Penyajian program ini menggunakan gaya visual yang sesuai target audiens para remaja dan generasi muda, antara lain polagrafis modern dengan warna cerah, music up beat bernuansa modern, dengan gaya visual pop art untuk mendapatkan kesan enerjik dan dinamis, menambah daya tarik, namun tanpa mengabaikan pesan dan informasinya. Kata kunci : Fashion, Program Magazine, pop art,InStyle
Pembaruan Tari Rampak Buta oleh Kelompok Krincing Manis Luvita Pradana Puspitasari 1011281011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1040

Abstract

Kabupaten Sleman memiliki 251 paguyuban kesenian jatilan yang di dalamnya terdapat ruang yang bebas untuk berekspresi dengan menampilkan kreativitas masyarakat. Salah satu bentuk kreatifitas yang saat ini sedang berkembang adalah tari ‘Rampak Buta’ yang memiliki ciri khas berbeda dengan kesenian jatilan. Pada tahun 1990-an hingga saat penelitian ini dilakukan, diketahui bahwa penari ‘Rampak Buta’ mayoritas adalah laki-laki berkenaan dengan tenaga yang sangat kuat. Pada tahun 2012 muncul kelompok Rampak Buta Krincing Manis yang memberikan suguhan tari Rampak Buta dengan mayoritas penari perempuan. Kehadirannya tidak serta merta diterima masyarakat, banyak kritik dan diskriminasi yang diterima namun pada akhirnya kelompok Krincing Manis dapat bertahan dan menjadi pelopor kelompok Rampak buta putri pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kelompok Krincing Manis menampilkan inovasi serta pembaruan dari segi garap koreografi yang berbeda dengan Rampak Buta putra pada umumnya. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan Analisis Koreografi dengan meliputi aspek penari, aspek gerak, aspek waktu, aspek ruang, struktur penyajian, tata rias busana, dan musik pengiring. Kelompok ini menjadi wujud emansipasi wanita yang saat ini mulai dilupakan masyarakat. Kata kunci : pembaruan, tari Rampak Buta, kelompok Krincing Manis