cover
Contact Name
Irwan Effendi
Contact Email
jipas@ejournal.unri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kurniawanronal09@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bina Widya KM. 12,5 Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru 28293 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science)
Published by Universitas Riau
ISSN : 16932862     EISSN : 27763080     DOI : https://doi.org/10.31258/jipas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) memiliki ruang lingkup seperti bidang biologi, fisika dan kimia perairan, pemanfaatan hasil perairan, teknologi di bidang penggalian dan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan, konservasi sumber daya kelautan, perencanaan pengembangan wilayah perairan dan pesisir, serta wilayah sosial-ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang perikanan mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum
Articles 466 Documents
Pemanfaatan Tepung Daun Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Difermentasi Menggunakan Cairan Rumen Sapi Terhadap Pertumbuhan Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Rahmat Kurniawan; Indra Suharman; Adelina Adelina
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 1 (2022): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Eceng gondok mempunyai kandungan protein serta kandungan serat kasar yang cukup tinggi sehingga perlu dilakukan pengolahan sebelum digunakan sebagai bahan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun eceng gondok terfermentasi terhadap pertumbuhan benih ikan baung. Penelitian ini dilaksanakan pada September-November 2019 yang bertempat di BBI, Sei Tibun, Kabupaten Kampar, Riau. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih ikan baung yang berukuran 5 cm dengan rata-rata bobot awal 1,26±1,17 g sebanyak 400 ekor. Benih ini diperoleh di Desa Lipat Kain Kampar, Riau. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan 5 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan adalah pemberian pakan persentase subsitusi tepung kedelai dengan tepung daun eceng gondok terfermentasi yang berbeda yaitu (100:0%), (90:10%), (80:20%), (70:30%), dan (60:40%). Wadah yang digunakan pada penelitian ini adalah keramba yang berukuran 1x1x1m3 sebanyak 15 unit, dengan padat tebar sebanyak 20 ekor/wadah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun eceng gondok terfermentasi sebagai bahan pakan ikan baung mampu mengurangi penggunaan tepung kedelai, ini terlihat dari pertambahan bobot rata-rata benih ikan baung setiap periodenya. Penggunaan tepung daun eceng gondok terfermentasi dalam pakan sebanyak 30% menghasilkan pertumbuhan benih ikan baung terbaik yang menghasilkan efisiensi pakan 46,64%, retensi protein 18,73%, laju pertumbuhan spesifik 3,85% dan kelulushidupan 99-100%.
Konsentrasi Larutan NaCl pada Semen Terhadap Fertilisasi dan Penetasan Telur Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus var Sangkuriang) Trio Wibowo; Netti Aryani; Nuraini Nuraini
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 1 (2022): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2021 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi larutan NaCl yang terbaik terhadap keberhasilan fertilisasi, tingkat penetasan telur dan kelulushidupan larva ikan lele sangkuriang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), adapun perlakuannya adalah P1 (penambahan NaCl 0,3%), P2 (NaCl 0,5%), P3 (NaCl 0,7%), dan P4 (NaCl 0,9%). Penelitian yang telah dilakukan, penambahan larutan Nacl 0,3% (P1) merupakan hasil terbaik dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya, dapat dilihat dari hasil yang diperoleh yaitu dengan tingkat keberhasilan Derajat Pembuahan (FR) 88,22%, Derajat Penetasan (HR) 97,39%, dan tingkat kelulushidupan (SR) 94,14%.
Pemanfaatan Fermentasi Tepung Daun Pepaya (Carica papaya) Menggunakan Rhizopus sp. dalam Pakan terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus) Marni Anita Silalahi; Indra Suharman; Ade Ad
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 1 (2022): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan pada November 2019 sampai Januari 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan fermentasi tepung daun pepaya dalam pakan terhadap pertumbuhanikan patin siam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Ikan dipelihara didalam keramba berukuran 1 m3 dengan padat tebar ikan 25 ekor/m3. Percobaan pemberian pakan dilakukan dengan menggantikan tepung kedelai dengan fermentasi tepung daun pepaya sebanyak P1(0%), P2(10%), P3(20%), P4(30%), P5(40%). Bobot ikan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0,66 ± 0,14g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fermentasi tepung daun pepaya berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan ikan patin siam. Pakan yang mengandung 20% fermentasi tepung daun pepaya dan 80% tepung kedelai (P3) memberikan hasil terbaik dengan laju pertumbuhan (5,52%/hari), efisiensi pakan (51,57%), kecernaan pakan (77,06%), retensi protein (60,40%). Berdasarkan dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa fermentasi tepung daun pepaya dapat digunakan sebagai pengganti tepung kedelai didalam pakan ikan patin siam
Kajian Potensi dan Strategi Pengembangan Ekowisata Bahari Pulau Pagang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat Feri Handoyo Pardede; Dessy Yoswaty; Aras Mulyadi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 1 (2022): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan Bulan Januari – Februari 2020 di Pulau Pagang, Kecamatan Koto Xi Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi ekowisata bahari dan aspek yang menjadi kekuatan pada perairan Pulau Pagang untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata bahari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan penentuan titik stasiun secara purposive sampling. Hasil perhitungan dari Nilai Indeks Kesesuaian Wisata yaitu 80,77% (Stasiun I), 80,77% (Stasiun II), 82,69% dan (Stasiun III). Penilaian mengenai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, pengembangan potensi perairan Pulau Pagang dinilai dari hasil pengamatan di lokasi penelitian, wawancara dan kuesioner. Pulau Pagang memiliki potensi sebagai kawasan ekowisata bahari seperti keindahan alam yang alami, terumbu karang, dan memiliki biota laut yang khas. Pengembangan obyek wisata bahari di Pulau Pagang dapat dilakukan dengan 1) Penataan wilayah dengan membentuk sistem zonasi untuk kegiatan wisata bahari dan kegiatan yang dilakukan masyarakat terhadap aktivitas ekowisata pantai dan pengelolaan lingkungan pesisir, 2) meningkatkan promosi berskala nasional maupun internasional, 3) Penyusunan tata ruang atau zonasi wisata dengan berbagai lembaga terkait dan masyarakat lokal.
Komposisi Hasil Tangkapan Menggunakan Alat Tangkap Belat di Perairan Kelurahan Tanjung Solok Kabupaten Tanjung Jabung Timur Reza Pahrul Rosadi; Lisna Lisna; Mairizal Mairizal; Fauzan Ramadhan Ramadhan
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 1 (2022): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan dengan menggunakan alat tangkap belat di Perairan Kelurahan Tanjung Solok Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Juni – Juli 2021. Metode yang digunakan selama penelitian adalah metode survei, dengan pengamatan langsung ke lapangan dan melakukan wawancara dengan nelayan dan mencatat komposisi ikan yang tertangkap dengan alat tangkap belat. Metode Pengambilan sampel adalah sensus, terhadap 8 orang nelayan yang menggunakan alat tangkap belat. Pengambilan sampel dilakukan setiap hari selama 10 kali penangkapan. Parameter fisik dan kimia perairan yang diukur meliputi suhu, pH, kedalaman, kecepatan arus, salinitas. Hasil tangkapan belat di Perairan Kelurahan Tanjung Solok yaitu ikan gulama, ikan belanak, ikan sembilang, ikan, udang kapur, udang belang, udang agogo, kepiting belang, belut laut, ikan buntal. Komposisi hasil tangkapan alat tangkap belat berjumlah 80,701 ekor dan berat 3.724 kg. Persentasi tertinggi terdapat pada ikan gulama (Johnius trachycephalus) yaitu dengan nilai 45,32 %, sedangkan persentasi terendah terdapat pada belut (Gymnothorax dorsalis) yaitu 0,04%.
Struktur Pendataan dan Tingkat Akurasi Data Hasil Tangkapan Ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Sumatera Barat Reska Khairani; Syaifuddin Syaifuddin; Pareng Rengi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 1 (2022): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur pendataan, proses mekanisme pendataan dan tingkat akurasi data hasil tangkapan ikan di PPS Bungus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif. Metode analisis yang digunakan adalah metoda analisis keakuratan data hasil tangkapan dengan rumus Penyimpangan Data (PD) dan Tingkat Keakuratan Data (TKD). Untuk mengetahui apakah sebaran data significant atau tidak dilakukan uji tanda (Sign Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pelaksana pendataan hasil tangkapan di PPS Bungus adalah Enumerator, Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP) dan Seksi Operasional Pelabuhan. Analisis Nilai rata-rata penyimpangan nyata data (PD) yang dihasilkan dari perhitungan data Enumerator (D1), Log Book (D2) dan Laporan Bulanan (D3) di PPS Bungus pada bulan April 2021 yaitu PD12 sebesar 3.17%, PD13 sebesar 3.17% dan PD23 sebesar 0,00%. Nilai tingkat akurasi data (TKD) pada perhitungan ini adalah TKD12 sebesar 96.83%, nilai TKD13 sebesar 96.83% dan nilai TKD23 sebesar 100%. Bila di uji dengan uji tanda, di dapatkan hasil bahwa nilai P(X≤x) Hitung lebih kecil dari P(X≤x) Tabel. Hasil tangkapan yang di terbitkan oleh PPS Bungus termasuk akurat.
Pengaruh Padat Tebar dan Frekuensi Pemberian Pakan yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Larva Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Manahan R Nasution; Netti Aryani; Nuraini Nuraini
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 3 (2021): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh padat tebar dan frekuensi pemberian pakan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan larva ikan baung dengan sistem resirkulasi air. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2020 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor yaitu: pertama faktor padat tebar dengan tiga taraf perlakuan masing-masing pada tebar 5 ekor/L (P5), 10 ekor/L (P10), dan 20 ekor/L (P20). Sedangkan faktor kedua adalah frekuensi pemberian pakan yaitu 3 kali/hari (F3) dan 5 kali/hari (F5). Untuk memperkecil kekeliruan tiap perlakuan dilakukan ulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar dan frekuensi pemberian pakan memberikan pengaruh nyata terhadap kelulushidupan dan efisiensi pakan larva ikan baung, padat tebar tidak berpengaruh nyata dan frekuensi pakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak dan laju pertumbuhan harian. Perlakuan P5F5 menghasilkan nilai kelulushidupan dan laju pertumbuhan harian tertinggi berturut-turut 68,89% dan 14,46%/ hari. Parameter kualitas air selama penelitian tergolong optimal yaitu suhu air 25,7-27,9oC pH 5,3-6,3 dan oksigen terlarut 5,4-9,7 mg/L.
Pengaruh Pemberian Astaxanthin Bubuk dengan Dosis yang Berbeda Terhadap Kecerahan Warna Ikan Koi (Cyprinus carpio) Jevi Fikrillah; Usman M Tang; Iskandar Putra
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 3 (2021): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juli - Agustus 2019, bertempat di Laboratorium Teknologi Budidaya Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk axtasanthin dalam pakan buatan terhadap peningkatan kualitas warna ikan koi (Cyprinus carpio) serta mendapatkan dosis tepung astaxanthin terbaik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 4 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Dosis astaxanthin dalam perlakuan adalah: 0% tepung astaxanthin, 1% tepung astaxanthin, 3% tepung astaxanthin, 6% tepung astaxanthin. Ikan yang digunakan berukuran 3-5cm dengan padat tebar 10 ekor per aquarium. Pemeliharaan berlangsung selama 30 hari dan pakan diberikan sebanyak 3% dari bobot biomassa, frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari. Parameter yang diamati meliputi warna ikan, pertumbuhan panjang mutlak dan bobot mutlak, tingkat kelulushidupan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian tepung astaxanthin berpengaruh nyata terhadap perubahan kualitas warna ikan koi. Hasil terbaik pada penelitian ini pada perlakuan dosis 6% tepung astaxanthin diperoleh bobot mutlak 3,64 g dan panjang mutlak 0,7 cm, kecerahan warna dengan skor 5,7.
Pertumbuhan dan Kelulushidupan Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) dengan Pemberian Hormon Pertumbuhan Rekombinan (rGH) Lamjaya Sinaga; Niken Ayu Pamukas; Iskandar Putra
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 3 (2021): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal Maret - Mei 2021 di Laboratorium Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kolam dan Pembenihan, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis perendaman hormon pertumbuhan rekombinan (rGH) untuk memacu pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan baung (Hemibagrus nemurus). Ikan baung direndam dengan hormon pertumbuhan rekombinan (rGH) selama 30 menit dan dicampur larutan NaCl 0,9% dan perbedaan dosis rGH (0, 6, 12, dan 18 mg/L). Setiap perlakuan diulang 3 kali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dosis hormon pertumbuhan rekombinan terbaik adalah 12 mg/L karena memiliki bobot tumbuh tertinggi (4,33 g), panjang total pertumbuhan tertinggi (5,17 cm), laju pertumbuhan spesifik tertinggi (3,34%), efisiensi pakan tertinggi (78,25%) dan tingkat kelulushidupan tertinggi (86,67%) dibandingkan dengan dosis lainnya.
Perbedaan Lama Perendaman Bubu Lipat Terhadap Hasil Tangkapan Kepiting Bakau (Scylla Serrata) di Kelurahan Kampung Laut Maryo Tinambunan; Lisna Lisna; Fauzan Ramadhan
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 3 (2021): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui perbedaan lama perendaaman terhadap hasil tangkap kepiting bakau yang efektif untuk alat tangkap bubu lipat di Kelurahan Kampung Laut. Materi penelitian ini adalah kepiting bakau yang diperoleh dari hasil tangkapan bubu lipat dan umpan belut. Metoda yang digunakan adalah experimental fishing dan proposife sampling. Data yang dihimpun meliputi parameter lingkungan, jumlah total hasil tangkapan, ukuran hasil tangkapan. Uji beda rata-rata digunakan untuk mengetahui suhu permukaan air selama penelitian. Analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif uji Independent sampel t-test. Hasil penelitian menujukkan bahwa adanya perebedaan hasil tangkapan kepiting Bakau dimana lama perendaman 4 jam lebih banyak yaitu sebesar 40 ekor dibandingkan lama perendaman 6 jam yaitu hanya 23 ekor. Kesimpulan penelitian ini adalah hasil tangkapan kepiting Bakau dengan lama perendaman 4 jam mendapatkan hasil yang lebih banyak dibandingkan hasil tangkapan lama perendaman 6 jam.