cover
Contact Name
Irwan Effendi
Contact Email
jipas@ejournal.unri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kurniawanronal09@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bina Widya KM. 12,5 Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru 28293 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science)
Published by Universitas Riau
ISSN : 16932862     EISSN : 27763080     DOI : https://doi.org/10.31258/jipas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) memiliki ruang lingkup seperti bidang biologi, fisika dan kimia perairan, pemanfaatan hasil perairan, teknologi di bidang penggalian dan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan, konservasi sumber daya kelautan, perencanaan pengembangan wilayah perairan dan pesisir, serta wilayah sosial-ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang perikanan mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum
Articles 481 Documents
Jenis dan Kepadatan Bulu Babi (Echinoidea) di Perairan Desa Kelombok Kecamatan Lingga Kabupaten Lingga Ariyanti Ulandari; Deni Efizon; Eddiwan Eddiwan
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.465-470

Abstract

Penelitian ini berisi tentang Jenis dan Kepadatan Bulu Babi (Echinoidea) di Perairan Desa Kelombok Kecamatan Lingga Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau. Komunitas dari bulu babi memiliki peran penting bagi penyeimbang ekologis laut seperti ekosistem terumbu karang dan padang lamun. Penelitian ini dilakukan di Perairan Kelombok pada 12 Januari-12 Februari 2024 dengan pengambilan sampel setiap minggu. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey dan pengambilan sampel dilakukan pada saat air laut surut. Alat yang digunakan untuk pengukuran kepadatan bulu babi yaitu Line transek dan didalamnya terdapat 3 plot kuadran pada 2 zona yaitu zona surut tertinggi dan zona surut terendah. Dari peneltian ini telah ditemukan 4 jenis bulu babi atau ganik pada perairan tersebut. Jenis yang ditemukan ialah Diadema setosum (57 ind), D.antillarum (28 ind), D.savingnyi (12 ind), dan Arachnoides placenta (1 ind). Berdasarkan analisa data bulu babi pada setiap stasiun didapatkan kepadatan jenis bulu babi tertinggi dari jenis D. setosum yaitu 0,0013 ind/m2, 0,001 ind/m2, 0,0016 ind/m2, dan 0,0018 ind/m2 dan kepadatan terendah dari jenis A.placenta yang hanya ditemukan pada stasiun 4 yai tu 0,0001 ind/m2. Jenis D. setosum peyebaran pola hidup dengan cara mengelompok, sedangkan jenis lainnya adalah seragam
Biologi Reproduksi Ikan Tuakang (Helostoma temminckii Cuvier, 1829) di Oxbow Teluk Benderas, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan Irfan Sabari; Efawani Efawani; Deni Efizon
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.471-477

Abstract

FekunditasIkan tuakang adalah jenis ikan yang biasa ditemukan di Danau Teluk Banderas, sebuah danau oxbow yang terletak di sepanjang Sungai Kampar. H. temminckii dikenal dengan sebutan ikan tuakang dan merupakan salah satu ikan konsumsi favorit di Provinsi Riau. Saat ini, populasi ikan ini semakin berkurang, sementara informasi mengenai aspek biologisnya masih jarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biologi reproduksi ikan tersebut, penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-September 2023. Ikan ditangkap dengan menggunakan jaring ikan dengan ukuran mata jaring 1 inci sebanyak 3 kali, satu kali/bulan. Ikan-ikan yang menjadi sampel kemudian diukur, ditimbang, dan diteliti aspek reproduksinya. Hasil yang didapat selama penelitian, tingkat kematangan gonad berkisar antara 1 hingga 4 dan tingkat kematangan gonad 4 mulai muncul pada bulan Agustus. Hal ini mengindikasikan bahwa musim pemijahan ikan dimulai pada bulan tersebut dan akan terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. Rata-rata IKG ikan jantan adalah 1,55%, 2,43%, 3,68% dan 4,47% pada TKG ke-1, ke-2, ke-3 dan ke-4. Sedangkan betina adalah 3,02%, 4,99%, 8,15% dan 11,51%. Fekunditas ikan berkisar antara 20.967-40.091 butir/ekor, sedangkan diameter telur bervariasi dari 0,75-1,05 mm.
Analisis Kerapatan dan Proksimat pada Tumbuhan Air Rumput Gelembung (Utricularia gibba) di Perairan Rawa Gambut Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis, Riau Humay Arsyakinah; Eddiwan Eddiwan; Deni Efizon
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.478-484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan dan kualitas air pada perairan rawa gambut serta mengetahui kadar proksimat pada tumbuhan air Utricularia gibba di Perairan Rawa Gambut Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari - Februari 2024, berlokasi di perairan rawa gambut, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkali. Penilitian ini menggunakan metode survei, dengan cara penghitungan kerapatan menggunakan petak kuandran. Sedangkan penghitungan kadar proksimat menggunakan metode AOAC. Hasil dari penelitian ini diketahui kerapatan tertinggi terdapat pada Stasiun I yaitu 91,55 spesies/m2, sedangkan kerapatan terendah terdapat pada Stasiun III yaitu 76,16 spesies/m2. Kandungan proksimat menunjukkan bahwa U. gibba memiliki kandungan protein berkisar 8,56- 9,98 %, lemak sebesar 2,33%, karbohidrat sebesar 3,98%, dan serat sebesar 37,33%. Perairan rawa gambut di Kecamatan Bukit Batu diketahui memiliki kandungan fosfat bernilai cukup tinggi 0,2898 mg/L dan termasuk hipertrofik (kesuburan sangat baik).
Kepadatan, Keanekaragaman, Dominasi dan Distribusi Teripang (Holothuroidea) di Perairan Desa Kelombok Kecamatan Lingga Kabupaten Lingga Desrila Rahmania; Eddiwan Eddiwan; Ridwan Manda Putra
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.485-493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman jenis teripang yang terdapat di perairan desa Kelombok, Kabupaten Lingga. Penelitian ini dilakukan pada Januari-sampai Februari 2024. Metode yang digunakan yaitu metode survei, menggunakan line transek, dimana kuadran ditempatkan secara acak pada lokasi penelitian, dan titik sampling ditentukan secara purposive sampling pada 2 zonasi (zonasi supralitoral dan zonasi litoral). Hasil penelitian menemukan ada 3 jenis teripang yaitu (1) teripang Getah (Holothuria vacabunda), (2) teripang hitam (H.leucospilota), dan (3) teripang coklat (Stichopus variegatus). Berdasarkan tingkat kepadatan, kepadatan tertinggi ditemukan pada stasiun 2 (2,99 ind/m2). Sedangkan keanekaragaman tertinggi terdapat pada stasiun 1 (H’ 0,654), dan keanekaragaman terendah terdapat pada stasiun 3 (H’ 0,553). Indeks Dominansi tertinggi terdapat pada jenis H. vacabunda (C 0,391) dan indeks dominasi yang paling rendah (C 0,015). Seterusnya pola distribusi teripang di perairan Desa Kelombok bersifat mengelompok dan seragam. Pengukuran kualitas perairan diketahui suhu, yaitu 30ºC, kecepatan arus yaitu 0,071 m/s, salinitas yaitu 30 ‰, kecerahan ꝏ
Biologi Reproduksi Ikan Motan (Thynnichtys Thynnoides) di Danau Teluk Benderas, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan Mutia Pradina; Ridwan Manda Putra; Windarti Windarti
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.494-499

Abstract

Ikan motan merupakan salah satu jenis ikan yang bernilai ekonomis bagi masyarakat di Desa Rantau Baru, namun pada saat ini populasi ikan motan sudah menurun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui biologi reproduksi ikan motan (Thynnichtys thynnoides), dikarenakan informasi tentang biologi reproduksi ikan ini belum lengkap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan sampel ikan dilakukan sebanyak dua kali dalam satu bulan dari bulan Juni-Agustus 2023 menggunakan jaring lingkar dengan mesh size 1-inch. Parameter yang diukur adalah karakteristik seksual, nisbah kelamin, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), fekunditas dan diameter telur. Hasil penelitian menunjukkan pemijahan ikan motan masih berlanjut sampai beberapa bulan berikutnya dikarenakan ikan pada TKG I dan TKG II masih banyak tertangkap. Jumlah ikan yang tertangkap sebanyak 142 ekor (97 ekor jantan dan 45 ekor betina dengan rasio 2:1). Indeks Kematangan Gonad (IKG) meningkat seiring dengan bertambahnya Tingkat Kematangan Gonad (TKG), kisaran IKG ikan betina dari 2,92 % - 12,25% sedangkan ikan jantan dari 1,07 % - 9,17%. Fekunditas ikan motan betina berkisar 9.607-15.624 butir. Adapun untuk diameter telur ikan motan yang banyak dijumpai yaitu berukuran sedang berkisar antara 0,83- 0,95 mm.
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Penghasil Biosurfaktan Asal Limbah Cair Perbengkelan Asri Ainul; M. Hasbi; Eko Purwanto
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Kegiatan bengkel otomotif menghasilkan tumpahan oli yang dapat mencemari perairan disekitar area bengkel. Air yang tercemar minyak terdapat bakteri penghasil biosurfaktan yangmampu mendegradasi minyak dari kegiatan industri perbengkelan mobil. Penelitian ini dilakukanpada bulan Juli sampai September 2020. Pengambilan sampel bakteri dari limbah cair bengkelotomotif di Jl. Kubang Raya KM 2,5 Pekanbaru Provinsi Riau dan pengambilan sampel dilakukansebanyak tiga kali. Bakteri diisolasi menggunakan media TSB (Tryptone Soy Broth) dan TSA(Tryptone Soy Agar), dan di identifikasi dengan metode biokimia. Hasil penelitian menunjukkanbahwa terdapat tujuh jenis bakteri, yaitu Providencia, Proteus, Acinetobacter, Bacillus, Aeromonas,Proteus, dan Serratia. Indeks emulsifikasi dari Providencia sebesar 38.8%, Proteus 50%,Acinetobacter 48.8%, Bacillus 52,1%, Aeromonas 47,6%, Proteus 54,7% dan Serratia 48,8%.Data yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua bakteri yang teridentifikasimampu menghasilkan biosurfaktan.
Estimasi Stok Karbon Tersimpan pada Hutan Mangrove di Muara Sungai Batang Apar Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat Yossie Amanda; Aras Mulyadi; Yusni Ikhwan Siregar
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2020 di Muara Sungai Batang Apar KecamatanPariaman Utara Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui besarnya densitas, biomassa, stok karbon dan serapan CO2, serta untuk mengetahuihubungan densitas dengan biomassa, stok karbon dan serapan CO2. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode survei dan analisis sampel dilakukan di Laboratorium Kimia KelautanJurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Jumlah rata-ratakerapatan tegakan mangrove di ketiga stasiun penelitian adalah 1.407,41 ind/ha, jumlah rata-ratabiomassa mangrove 666,97 ton/ha, jumlah rata-rata stok karbon mangrove 313,52 ton/ha. Rata-ratajumlah cadangan karbon tanah 2.561,90 ton/ha dan jumlah serapan CO2 rata-rata 1.149,56 ton/ha.
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Penghasil Biosurfaktan Asal Limbah Cair Rumah Potong Hewan (RPH) Kristina Sinaga; M. Hasbi; Eko Purwanto
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Air limbah rumah potong hewan kaya akan minyak dan lemak dan dapat dihuni oleh bakteripenghasil biosurfaktan. Isolasi bakteri diperlukan untuk mengetahui bakteri penghasil biosurfaktanyang dapat digunakan untuk menjaga daerah tercemar minyak dan lemak melalui prosesbioremediasi. Untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri penghasil biosurfaktan, telahdilakukan penelitian pada bulan Juli hingga September 2020. Pengambilan sampel dilakukan padalimbah rumah potong hewan di Jalan Cipta Karya Pekanbaru Provinsi Riau dan pengambilansampel dilakukan sebanyak tiga kali. Isolasi dilakukan dengan TSB (Tryptic Soy Broth) dandiinkubasi selama 24 jam. Kemudian sampel bakteri ditanam dengan TSA (Tryptic Soy Agar) dandiisolasi selama 24 jam. Kemudian diidentifikasi menggunakan uji biokimia dan morfologidilakukan untuk mengetahui jenis bakterinya. Indeks Emulsifikasi kemudian dihitung denganmenggunakan TSB (Tryptic Soy Broth) dan minyak tanah. Hasil penelitian menunjukkan indeksemulsifikasi adalah Flavobacterium 53%, Agrobacterium 53%, Serratia 60%, Salmonella 52,5%,Salmonella 52,4%, Proteus 65,7%, Clostridium 62% dan Aeromonas 59,5%. Proteus menunjukkanIndeks Emulsifikasi tertinggi, itu diperiksa menggunakan PCR (Polymerase Chain Reaction) danterbukti bahwa spesies tersebut adalah Proteus vulgaris.
Potensi Ekowisata Bahari di Pulau Pasumpahan Kelurahan Sungai Pisang Provinsi Sumatera Barat Pajri Aris; Dessy Yoswaty; Mubarak Mubarak
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat potensi pulau pasumpahansebagai tujuan ekowisata bahari. Metode yang digunakan adalah metode survei, data terdiri daridata primer dan sekunder. Metode sampling wawancara digunakan secara purposif, khususnyauntuk sampel wisata karena Pantai lokal memiliki potensi besar dalam wisata bahari danberpeluang besar berkembang di sektor ekowisata bahari. Hal itu ditunjukkan dengan nilaikesesuaian pengembangan ekowisata bahari. Nilai tersebut diperoleh melalui kriteria pendukungpariwisata, skor total IKW dan analisis SWOT.
Pola Pertumbuhan dan Kebiasaan Makan Belut Sawah (Monopterus albus) dari Perairan Umum Stadion Utama Riau Radhiyah Radhiyah; Windarti Windarti; Ridwan Manda Putra
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Belut sawah merupakan salah satu ikan air tawar yang hidup di perairan sekitar StadionUtama Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan, kebiasaan makan danuntuk mengetahui jenis makanan yang ada di dalam lambung belut. Penelitian ini dilaksanakanpada bulan September-Oktober 2020. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak lima kali, satu kali /minggu dengan menggunakan pancing dan perangkap bambu. Sebanyak 52 ekor belut yangtertangkap (TL 291-613 mm dan berat 30-132 gr). Analisis kandungan lambung menggunakanmetode volumetrik dan dihitung Preponderance Index (PI) tiap jenis makanan. Hubungan panjangberat menunjukkan bahwa pertumbuhan betina, interseks dan jantan adalah alometrik negatif (b =2,40 pada betina, b = 1,56 pada interseks dan b = 2,02 pada jantan). Hasil penelitian menunjukkanbahwa pakan belut sawah di perairan sekitar Stadion Utama Riau terdiri dari serangga (PI 49%),sisa ikan (PI 32%), moluska (PI 9%), tumbuhan (PI 9%) dan bahan yang tidak teridentifikasi (1%).Berdasarkan data yang diperoleh, ikan ini dikategorikan sebagai karnivora