cover
Contact Name
Irwan Effendi
Contact Email
jipas@ejournal.unri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kurniawanronal09@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bina Widya KM. 12,5 Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru 28293 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science)
Published by Universitas Riau
ISSN : 16932862     EISSN : 27763080     DOI : https://doi.org/10.31258/jipas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) memiliki ruang lingkup seperti bidang biologi, fisika dan kimia perairan, pemanfaatan hasil perairan, teknologi di bidang penggalian dan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan, konservasi sumber daya kelautan, perencanaan pengembangan wilayah perairan dan pesisir, serta wilayah sosial-ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang perikanan mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum
Articles 481 Documents
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Indigenous Pendegradasi Plastik dari Perairan Laut Dumai Provinsi Riau Mardalisa Mardalisa; Eza Buana Fatwa; Dessy Yoswaty; Feliatra Feliatra; Irwan Effendi; Bintal Amin
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Salah satu strategi dan pendekatan untuk mengendalikan dampak mikroplastik adalah denganteknologi bioremediasi yang memanfaatkan potensi mikroba atau bakteri indigenous. Perairan lautDumai saat ini menunjukkan kondisi pencemaran mikroplastik yang cukup tinggi, kondisi inimemungkinkan terdapatnya potensi bakteri indigenous yang adaptif terhadap lingkungan plastik.Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi potensi bakteri indegenous untukmendegradasi plastik dari perairan laut Dumai serta mengetahui perbedaan jumlah bakteri yangterdapat diantara stasiun penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2020dengan metode eksperimen di Laboratorium Mikrobiologi Laut Fakultas Perikanan dan KelautanUniversitas Riau. Uji degradasi plastik menggunakan PET berukuran 1 x 1 cm yang dimasukkan kedalam media TSB kontrol dan media TSB yang terdapat isolat bakteri. Berdasarkan hasil penelitiandidapatkan 12 isolat bakteri yang berhasil diisolasi dari stasiun penelitian. Isolat bakteri tersebutmemiliki diamater yang berkisar antara 0,2-1,1 cm. Hasil uji degradasi plastik oleh bakteri didapatibahwa bahwa ISL 10 merupakan isolat yang menunjukkan aktivitas degradasi PET tertinggi, yaitusebesar 17,27% dengan diameter pembentukan biofilm sebesar 0,8 cm. Berdasarkan uji biokimiadan morfologi mikroba diketahui bahwa bakteri ISL 10 merupakan bakteri dari genus Bacillus.Koloni bakteri terbanyak terdapat pada statiun IV (TPI) dengan jumlah rata-rata bakteri 214,9 x 104CFU/ml.
Status Pemanfaatan Ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta) di Perairan Selat Malaka yang Didaratkan di Tanjung Balai Kota Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau Risti Rahmitasari; Muhammad Fauzi; Eni Sumiarsih
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.32-37

Abstract

Ikan kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta) merupakan salah satu jenis ikan air laut yang ditemukan di perairan pantai. Ikan ini merupakan salah satu ikan konsumsi yang sangat diminati. Penelitian mengenai status pemanfaatan ikan kembung lelaki di perairan selat malaka yang didaratkan di Tanjung Balai Kota Kabupaten Karimun dilaksanakan pada September sampai November 2023. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan status pemanfaatan ikan kembung lelaki di perairan selat malaka yang didaratkan di Tanjung Balai Karimun. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Pengamatan dilakukan pada tiga lokasi dengan menggunakan alat tangkap pukat cincin dengan panjang 300 m, lebar 40 m dan meshzise 3-4 inchi dan sampling dilakukan 2 minggu sekali. Parameter yang diukur adalah panjang total, bobot, dan pola pertumbuhan ikan kembung lelaki. Analisis data menggunakan software statistik, FISAT II dan pemodelan Length-Based Spawning Potential Ratio (LB-SPR). Ikan kembung lelaki yang tertangkap selama penelitian berjumlah 242 ekor, terdiri dari 94 ekor jantan dan 148 ekor betina. Panjang total ikan kembung lelaki berkisar 160 – 240 mm. Analisis hubungan panjang dan berat ikan kembung lelaki jantan dan lelaki betina, diperoleh nilai b = 1,319 atau allometrik negatif, dimana laju pertumbuhan panjang ikan lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat ikan. Nilai faktor kondisi ikan kembung lelaki secara keseluruhan berkisar 0,8 – 1,27. Status pemanfatan ikan kembung lelaki pada saat penelitian 0,3. Berdasarkan status pemanfaatannya, dapat disimpulkan tigkat pemanfaatan ikan kembung lelaki yang didaratkan di Tanjung Balai Karimun berada pada tingkatan sedang
Pengaruh Pemberian Recombinant Epinephelus lanceolatus Growth Hormone (rElGH) terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Gabus (Channa striata) Putri Rahmadani; Usman M Tang; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.1-10

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) merupakan ikan penghuni perairan rawa yang bernilai ekonomis. Kebutuhan terhadap ikan gabus semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Dengan meningkatnya permintaan terhadap ikan, maka diperlukan teknik budidaya untuk meningkatkan pertumbuhannya dengan waktu yang dipersingkat. Penggunaan  rElGH dalam kegiatan budidaya terbukti dapat meningkatkan meningkatkan kinerja pertumbuhan dan kelulushidupan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis rElGH untuk menghasilkan pertumbuhan ikan gabus yang terbaik. Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari, yaitu dari bulan Desember 2023 s/d Februari 2024, di Laboratorium Teknologi Budidaya, Fakultas perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan, sehingga diperlukan 20 unit percobaan. Dosis penambahan rElGH yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: P0) tanpa penambahan rEIGH (Kontrol); P1) 3 mg/kg pakan ; P2) 5 mg/kg pakan; P3) 7 mg/kg pakan; P4) 9 mg/kg pakan. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis rElGH 7 mg/kg pakan, yang menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 3,89 g, panjang mutlak 3,29 cm, laju pertumbuhan spesifik 1,98%, efisiensi pemanfaatan pakan 77.84%, kecernaan pakan 63,00%, dan kelulushidupan 98.75%.
Perbedaan Hasil Tangkapan Sondong Siang dan Malam Hari yang Berpangkalan di UPT Pelabuhan Perikanan Provinsi Riau, Dumai Faisal Ardiansyah; Jonny Zain; Alit Hindri Yani
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.38-42

Abstract

Kota Dumai adalah sebuah kota di Provinsi Riau, Indonesia. Berdasarkan data Laporan UPT PPI Dumai 2018 jumlah armada yang berpangkalan di PPI Dumai berjumlah 122-unit yang terdiri dari alat tangkap sondong, gillnet, dan rawai. Dalam pengoprasiannya sondong di operasikan di siang dan malam hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil tangkapan sondong di siang dan malam hari. Metode yang digunakan adalah metode survei, yaitu mengamati secara langsung alat tangkap sondong dengan ikut serta dalam melakukan penangkapan.Hasil tangkapan sondong berdasarkan individu (ekor) pada siang dan malam hari selama penelitian tidak memiliki perbedaan. Berdasarkan penelitian yang sudah di lakukan di UPT Pelabuhan Perikanan Provinsi Riau alat tangkap sondong adalah alat tangkap jenis aktif yang di operasikan pada siang dan malam hari. Selama penelitian di lakukan hasil tangkapan sondong pada siang dan malam hari tidak memiliki perbedaan hasil tangkapan yang signifikan dalam jumlah berat (kg), individu (ekor), dan jenis (spesies).
Struktur Komunitas Ikan di Zona Riverine Waduk Koto Panjang Desa Koto Tuo Barat, Kabupaten Kampar Mega Ramadhani; Eko Prianto; Budijono Budijono
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.26-31

Abstract

Sumberdaya perikanan tangkap di Waduk Koto Panjang sangat tinggi. Hal ini dimanfaatkan oleh para nelayan sebagai mata pencaharian dengan menggunakan berbagai alat tangkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas ikan di zona riverine Waduk Koto Panjang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2023 - Januari 2024. Penelitian ini menggunakan metode survei dimana sampel ikan diambil pada tiga stasiun, (St-1) dekat dengan Sungai Kampar, (St-2) dekat dengan Sungai Langgai, dan (St-3) dekat muara Sungai Sepat Keruh. Sampel ikan merupakan hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap jaring insang, jala, dan linggai kelambu. Pengambilan sampel ikan dilakukan sebanyak 3 kali sampling selama 3 bulan dengan interval waktu 1 bulan sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan yang tertangkap terdiri dari 13 spesies yang dikelompokkan ke dalam 6 famili. Nilai indeks keanekaragaman (H’) berkisar 0,714 – 0,723 (rendah), indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,278 – 0,282 (rendah) dan indeks dominasi (D) berkisar antara 0,496 – 0,498 (tinggi). Data yang diperoleh menunjukkan bahwa struktur komunitas ikan dapat dikategorikan rendah atau tercemar sedang
Estimasi Stok Karbon dan Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrovedi Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara R. Diddin Mifdhol Hafli; Joko Samiaji; Windarti Windarti
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.74-81

Abstract

Hutan mangrove memegang peranan penting pada ekosistem pesisir dengan fungsinya sebagai penyerap karbon. Degradasi lingkungan dan alih guna lahan di Indonesia yang tidak terkendali mengancam eksistensi ekosistem mangrove. Penyerapan dan penyimpanan karbon di ekosistem mangrove merupakan jasa ekosistem 'karbon biru' pesisir yang penting bagi mitigasi perubahan iklim. Riset ini bertujuan untuk menilai kondisi ekosistem mangrove dan potensi cadangan karbon yang tersimpan guna menentukan valuasi ekonominya di Pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Pengambilan data mangrove dilakukan pada 3 stasiun. Metode non-destruktif dengan menggunakan persamaan alometrik untuk pendugaan biomassa digunakan pada riset ini. Hasil riset menunjukkan bahwa rata-rata biomassa dan karbon yang tersimpan pada ekosistem mangrove adalah sebesar 264,49 ton/ha dan 124,31 ton C/ha. Sedangkan rata-rata potensi serapan karbon adalah sebesar 7,95 ton CO2/ha. Dengan total luas ekosistem mangrove sebesar ± 6.931 ha, maka estimasi nilai ekonomi karbon mangrove di Kabupaten Tapanuli Tengah adalah sebesar Rp. 3.804.131.272 (Nilai Ekonomi Karbon Indonesia pada Emissions Trading Scheme) dan Rp. 42.743.048.000 (Global Social Cost of Carbon).
Analisis Keberlanjutan Pengelolaan Kawasan Konservasi Penyu di Pantai Pasir Jambak, Kota Padang, Sumatera Barat Dodi Tri Putra Sitompul; Joko Samiaji; Zulkifli Zulkifli
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.43-51

Abstract

Pantai Pasir Jambak merupakan salah satu kawasan konservasi yang berada di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kota Padang. Kawasan ini memiliki agenda dengan pelestarian penyu dan ekosistemnya. Namun, praktik-praktik yang tidak ramah lingkungan di daerah tersebut masih saja terjadi, seperti eksploitasi dan perdagangan telur, serta pencemaran pantai, sehingga berdampak pada keberadaan penyu yang bertelur di Pantai Pasir Jambak. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengelolaan kawasan konservasi penyu pantai Pasir Jambak dari dimensi ekologi dan sosial masyarakat. Pada penelitian menggunakan pendekatan Multidimensional scaling (MDS) dengan menggunakan tools yang disebut RapConservation hasil modifikasi dari program RapFish (Rapid Appraisal for Fisheries). Status keberlanjutan dimensi ekologi termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan (65,64%), dan dimensi sosial termasuk kategori cukup berkelanjutan (61,65%). Strategi dimensi ekologi mencakup rehabilitasi vegetasi pantai dengan penanaman spesies yang tahan terhadap abrasi. Strategi dimensi sosial meningkatkan frekuensi penyuluhan dan edukasi tentang konservasi penyu
Analisis Keberlanjutan Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Desa Apar Kecamatan Pariaman Utara Sumatera Barat Enny Herawaty Simamora; Joko Samiaji; Efriyeldi Efriyeldi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.132-141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekologi ekosistem mangrove dan untuk menganalisis tingkat keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove di Desa Apar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan RAP-Mforest. Hasil yang diperoleh yaitu  kondisi ekosistem mangrove sudah tergolong baik dengan kriteria sangat padat. Hasil analisis keberlanjutan pengelolaan mangrove yaitu dimensi ekologi sebesar 62,42% (cukup berkelanjutan), dimensi sosial 71,97% (cukup berkelanjutan) dan dimensi ekonomi 11,36% (kurang berkelanjutan). Strategi yang dapat dilakukan yaitu melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang betapa pentingnya mangrove bagi kehidupan masyarakat sekitar pantai. Peneliti selanjutnya meneliti lebih lanjut terkait dimensi kelembagaan dan hukum agar dapat mengetahui peluang dan tantangan dalam pengelolaan ekosistem mangrove
Identifikasi Jenis dan Kelimpahan Mikroplastik pada Sedimen di Danau Buatan Bandar Kayangan Lembah Sari Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru Regina Feby Cesilia; Eko Purwanto; Eni Sumiarsih
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.142-149

Abstract

Mikroplastik adalah sampah plastik yang berukuran 0,3-5 mm dan dapat terakumulasi pada sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis mikroplastik dan kelimpahan mikroplastik yang terdapat pada sedimen di Danau Buatan Bandar Kayangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2023. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengamatan sampel sedimen dilakukan di Laboratorium Kimia Laut, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Sampel sedimen diambil menggunakan pipa paralon 4 inchi dengan kedalaman 0-10 cm sebanyak 1 kg. Pengamatan mikroplastik dilakukan dengan beberapa tahap yaitu pengeringan, pemisahan densitas, penyaringan dan penghitungan dengan menggunakan mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mikroplastik yang ditemukan ada tiga jenis yaitu fragmen (37%), fiber (33%) dan film (30%). Sedangkan kelimpahan mikroplastik tertinggi antar stasiun terdapat pada Stasiun 2 dengan kelimpahan 440,00 partikel/kg dan terendah pada Stasiun 1 dengan kelimpahan 357,78 partikel/kg. Perbedaan jumlah mikroplastik antar stasiun dilakukan analisis Uji T didapatkan menunjukkan bahwa setiap stasiun yang dibandingkan dengan Stasiun 3 tidak memiliki perbedaan, sedangkan antara Stasiun 1 dan Stasiun 2 memiliki perbedaan jumlah mikroplastik antar stasiun.
Kerapatan Mangrove dan Kelimpahan Sipetang (Pharella acutidens) di Desa Api-Api Kecamatan Bandar Laksamana, Bengkalis Muhammad Arifan Rakhshanjani; Nur El Fajri; Eko Prianto
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.52-57

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang tumbuh pada daerah perbatasan antara laut dan darat yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut, sedangkan sipetang (Pharella acutidens) merupakan organisme yang mempunyai tubuh lunak dan cangkang keras sebagai pelindung diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepadatan mangrove terhadap kelimpahan sipetang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2024. Penelitian menggunakan metode survei, sedangkan pemilihan lokasi penelitian digunakan purposive sampling. Pengambilan sampel transek garis merupakan teknik pengambilan sampel khusus yang digunakan. Penelitian ini mempunyai 3 stasiun dimana hasil analisis menunjukkan persamaan linier yaitu Y = 0,0003x + 0,3382 artinya kepadatan mangrove akan mengikuti kelimpahan sipetang. nilai r berkisar antara 0,80 ≤ r ≤ 1,00 dan nilai R2 (determinasi) sebesar 0,9276 yang berarti kelimpahan sipetang dipengaruhi oleh kepadatan mangrove sebesar 92,76% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti sedimen, bahan organik, dan kualitas. dari lingkungan perairan