cover
Contact Name
Irwan Effendi
Contact Email
jipas@ejournal.unri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kurniawanronal09@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bina Widya KM. 12,5 Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru 28293 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science)
Published by Universitas Riau
ISSN : 16932862     EISSN : 27763080     DOI : https://doi.org/10.31258/jipas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) memiliki ruang lingkup seperti bidang biologi, fisika dan kimia perairan, pemanfaatan hasil perairan, teknologi di bidang penggalian dan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan, konservasi sumber daya kelautan, perencanaan pengembangan wilayah perairan dan pesisir, serta wilayah sosial-ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang perikanan mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum
Articles 481 Documents
Pemanfaatan Tepung Bulu Ayam Difermentasi Menggunakan Rumen Sapi untuk Pertumbuhan Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Muhammad Fakhrusy Syakirin; Adelina Adelina; Indra Suharman
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.384-392

Abstract

Budidaya ikan baung berkembang pesat begitu juga kebutuhan pakan semakin meningkat. Tingginya biaya penyediaan pakan menyebabkan tinggi pula biaya oprasional untuk menyediakan pakan tersebut. Untuk menekan biaya pembuatan pakan dapat digunakan bahan-bahan lokal, seperti bulu ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase tepung limbah bulu ayam fermentasi dalam pakan terhadap pertumbuhan benih ikan baung. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2022 s/d Januari 2023 di Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah penggunaan tepung bulu ayam yang difermentasi pada pakan sebanyak 0%, 7,5%, 15%, 22,5%, dan 30%. Pakan uji diberikan sebanyak 5% dari bobot biomassa ikan, frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari. Pemberian pakan dilakukan selama 56 hari dan menghitung nilai kecernaan pakan. Perlakuan terbaik adalah pakan yang menggunakan tepung bulu ayam 30% menghasilkan kecernaan pakan 55,36%, kecernaan protein 83,64%, efisiensi pakan 57,68%, retensi protein 23,4%, laju pertumbuhan spesifik 2,35% dan kelangsungan hidup ikan 94,7%. Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian adalah suhu rata-rata 26-29ºC, pH berkisar 6,5-6,8, dan oksigen terlarut 6,6- 6,8 mg/L
Studi Komparatif Produktivitas Alat Tangkap Pancing Ulur dan Pancing Tonda di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus Aulya Nur Afifah; Jonny Zain; Bustari Bustari
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.393-402

Abstract

Alat tangkap jenis pancing disukai karena konstruksi yang sederhana dan mudah dalam pengoperasiannya, dengan spesies target adalah tuna dan cakalang yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui, menganalisis, dan membandingkan nilai dan tren produktivitas dari dua jenis alat tangkap pancing yang aktif dioperasikan oleh nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2023 di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus dengan metode survey. Data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan nelayan. Sedangkan, data sekunder didapatkan dari logbook penangkapan ikan yang memuat data hasil tangkapan, ukuran kapal, jumlah ABK (Anak Buah Kapal) dan jumlah trip dari tahun 2019-2022. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas rata-rata berdasarkan GT, pancing tonda mencapai nilai tertinggi 1,01 ton/GT/tahun. Sedangkan produktivitas pancing ulur hanya mencapai 0,69 ton/GT/tahun. Produktivitas per ABK pancing tonda dengan jumlah ABK rata-rata 3 orang mencapai nilai tertinggi 3,69 ton/orang/tahun sedangkan pancing ulur dengan jumlah ABK rata-rata 8 orang hanya mencapai nilai 2,59 ton/orang/tahun. Perbandingan berdasarkan ukuran kapal dan jumlah ABK menunjukkan besaran upaya penangkapan tidak berbanding lurus dengan produktivitas. Namun, produktivitas per trip didominasi oleh pancing ulur dengan nilai rata-rata produktivitas sebesar 2,06 ton/trip/tahun sedangkan pancing tonda hanya memperoleh 1,43 ton/trip/tahun
Keragaman Jenis Ikan yang Tetangkap dalam Artifisial Habitat Apung di Waduk Koto Panjang Kabupaten Kampar Romy Ardian; Budijono Budijono; Muhammad Fauzi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.403-411

Abstract

Artifisial habitat apung merupakan suatu bangunan yang tersusun dari benda padat yang ditempatkan di dalam perairan dan menciptakan habitat baru bagi ikan, termasuk sebagai tempat perkembangbiakan dan perlindungan bagi telur dan larva ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis ikan yang tertangkap dalam artifisial habitat apung yang telah dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2023. Pengambilan sampel ikan dilakukan melalui penangkapan ikan bersama nelayan setempat dengan menggunakan alat tangkap yaitu bubu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan yang tertangkap terdiri dari 9 spesies dikelompokkan kedalam 6 famili. Kelimpahan ikan dilakukan dengan menggunakan Uji T (Uji Independent Sample T-Test). Hasil uji statistik independent sample t-test menunjukkan t hitung < t tabel (0,025;16) adalah 2,119 sehingga H0 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kelimpahan ikan pada masing-masing atraktor. Nilai indeks keanekaragaman (H’) 1,529-2,908, indeks keseragaman (E) 0,696-0,955 dan indeks dominasi (C) 0,096 – 0,645. Nilai ekologi tersebut diuji dengan menggunakan Uji T (independent sample t-test) yang menunjukkan t hitung< t tabel (0,025;4) adalah 2,776 sehingga H0 diterima. Hal ini berarti menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada indeks ekologi masing-masing atraktor artifisial habitat apung. Kondisi kualitas perairan di Waduk Koto Panjang menunjukkan bahwa suhu 29–31,2°C, kecerahan 132 – 140 cm, oksigen terlarut (DO) 6,46 – 6,70 mg/L, karbondioksida (CO2) bebas 5 – 5,99 mg/L, dan derajat keasaman (pH) 6,52-6,70. Data tersebut menunjukkan bahwa keragaman jenis ikan yang tertangkap dalam artifisial habitat apung di Waduk Koto Panjang tergolong sedang, yang berarti habitatnya masih dalam keadaan optimal dan masih sesuai untuk peruntukan biota
Aktivitas Pendaratan Hasil Tangkapan Purse Seine di Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja Kota Banda Aceh, Aceh Nurul Sahnia; Alit Hindri Yani; Jonny Zain
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.412-419

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2023 pada Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas pendaratan hasil tangkapan purse seine di Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja dengan memperhatikan proses aktivitas pendaratan yang dimulai dari kapal bertambat di dermaga hingga menyelesaikan perizinan bongkar dari palkah ke dek kapal dan mengetahui kondisi aktual mengenai jenis, jumlah volume hasil tangkapan dalam aktivitas pendaratan hasil tangkapan purse seine Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan nelayan purse seine, pihak PPS dan Pedagang Ikan. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait antara lain PPS Kutaraja dan Badan Pusat Statistik Kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendaratan hasil tangkapan di PPS Kutaraja, Banda Aceh, merupakan aktivitas yang dilakukan dalam rentang waktu pukul 04.00 - 10.00 WIB. Pada musim paceklik, terjadi sekitar 20 - 40 pendaratan per hari dengan volume ikan sekitar 500 - 1000 kg per hari. Sementara pada musim puncak, jumlah pendaratan meningkat menjadi sekitar 1 - 8 ton per hari dengan volume ikan mencapai 1,5 - 2 ton per hari. Proses pendaratan dilakukan oleh 2 - 3 orang nelayan, menggunakan wadah keranjang bambu. Pengangkutan hasil tangkapan dari palkah ke dek kapal melibatkan 3 - 5 orang nelayan, sementara proses pengangkatan dari dek kapal ke dermaga melibatkan 6 - 9 orang nelayan. Fasilitas pendaratan seperti kolam pelabuhan dan dermaga tidak tersedia di sebagian besar PPS Kutaraja dan proses penanganan hasil tangkapan juga belum memperhatikan aspek kebersihan, terlihat dari kondisi tong dan keranjang yang kotor. Penggunaan es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan juga masih kurang dilakukan. Jenis ikan pelagis yang tertangkap di PPS Kutaraja meliputi layang, selar, siro, dan tongkol, dengan cakalang sebagai jenis dominan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi dan nilai produksi.
Status Kesuburan Perairan Danau Daek berdasarkan Trophic State Index (TSI) di Desa Teluk Kenidai Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Riau Yona Sovianti; Asmika Harnalin Simarmata; Yudho Harjoyudanto
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.420-427

Abstract

Aktivitas meracun tumbuhan air dan perkebunan sawit yang ada disekitar Danau Daek akan memberikan masukan berupa bahan organik maupun anorganik keperairan sehingga akan meningkatkan unsur hara yang akan mempengaruhi status kesuburan perairan. Pengukuran status keseburan perairan dapat dilakukan dengan menggunakan 3 pendekatan yaitu fisika, kimia dan biologi. Trophic State Index (TSI) menggunakan ketiga pendekatan ini dalam menentukan status kesuburan perairan sehingga lebih representatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status kesuburan Danau Daek menggunakan Trophic States Index (TSI). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2023 di Danau Daek. Metode yang digunakan adalah metode survey yaitu dengan melakukan pengamatan langsung di Danau Daek. Lokasi pengambilan sampel dengan menggunakan 3 stasiun dengan karakteristik yang berbeda dan dianggap mewakili lokasi perairan penelitian yaitu stasiun 1 (disekitar inlet), stasiun 2 (dibelokkan danau) dan stasiun 3 disekitar ujung danau. Pada setiap stasiun terdapat 2 titik pengambilan sampel yaitu permukaan dan 2 kali kedalam Secchi. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 4 kali dengan interval waktu seminggu sekali. Parameter kualitas air yang diukur adalah yaitu suhu, kecerahan, kedalaman, derajat keasaman (pH), oksigen terlarut (DO), karbondioksida bebas (CO2), Klorofil-a dan total fosfat. Hasil pengamatan kualitas air selama penelitian yaitu suhu berkisar 29-31⁰C, kedalaman berkisar 300-500 cm, derajat keasaman berkisar 6,9-7,3 oksigen terlarut berkisar 5,84-8,91 mg/L dan karbondioksida bebas berkisar 11,88-13,86 mg/L, kecerahan berkisar 80-95 cm, total fosfat berkisar 0,017-0,031 mg/L dan klorofil-a berkisar 11,07-13,08 µg/L. Nilai TSI selama penelitian berkisar 56,99-53,70. Berdasarkan nilai TSI yang diperoleh dapat disimpulkan status kesuburan Danau Daek adalah eutrofik ringan
Analisis Tingkat Kepuasan Nelayan terhadap Layanan Kesyahbandaran di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pelabuhanratu Sukabumi Jawa Barat Dhara Rosmaita; Jonny Zain; Isnaniah Isnaniah
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.428-433

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pelabuhanratu berada pada Teluk Pelabuhanratu yang merupakan bagian perairan Samudera Hindia, Wilayah Pengelolaan Pengelolaan (WPP)-RI 573. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan kesyahbandaran pada PPN Pelabuhanratu. Menurut undang-undang no 17 tahun 2008 tentang pelayaran, syahbandar adalah pejabat pemerintah atau kepala pelabuhan yang ditunjuk oleh menteri dengan tugas melaksanakan pengawasan, penegakan hukum dibidang keselamatan dan keamanan pelayaran dan mengkoordinasikan kegiatan pemerintah di pelabuhan. Tugas pokok Kantor Kesyahbandaran Utama adalah melaksanakan pengawasan dan penegakan hukum di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran, koordinasi kegiatan pemerintahan di pelabuhan serta pengaturan, pengendalian dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan pada pelabuhan yang diusahakan secara komersial. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei yaitu dengan cara wawancara secara langsung ke pemilik atau pengurus kapal. Dari penelitian yang telah di lakukan tersebut dapat dilihat dari hasil perhitungan Customer Satisfaction Indeks (CSI) yang tinggi yaitu sebesar 91.17%, nilai tersebut termasuk kepada kategori sangat memuaskan dengan rentang nilai 81%-100%, nilai tersebut didapatkan dengan cara melakukan uji validitas dan juga reliabilitas
Strategi Peningkatan Kepatuhan Pelaku Usaha Kapal Penangkapan Ikan Terhadap Regulasi Penangkapan Ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus Ranti Anggraini Hasman; Polaris Nasution; Isnaniah Isnaniah
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.434-440

Abstract

Pelabuhan Perikanan merupakan penunjang utama bagi kegiatan perikanan tangkap di perairan laut, yang berperan penting dalam sistem Pemantauan, Pengendalian, dan Pengawasan. Penurunan signifikan dalam pengurusan dokumen perizinan, seperti yang tercatat dalam Laporan Tahunan PPS Bungus 2021, dapat berdampak pada tingkat kepatuhan. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan pelaku usaha kapal penangkap ikan dan merumuskan strategi peningkatan kepatuhan mereka dalam mendukung regulasi di PPS Bungus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode purposive sampling dengan melakukan pengamatan langsung dilapangan, dimana setiap subjek dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Analisis data menggunakan skala Likert dan metode SWOT, menghasilkan strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kepatuhan, termasuk peningkatan kesadaran akan pentingnya kelengkapan dokumen perizinan dan evaluasi solusi efisien untuk pemantauan kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategi untuk meningkatkan kepatuhan pelaku usaha kapal penangkap ikan yaitu (a). Meningkatkan kesadaran dan edukasi pelaku usaha kapal penangkap ikan tentang pentingnya kelengkapan dokumen perizinan pada keberangkatan kapal dan jenis alat penangkap ikan yang sesuai dengan SIPI; (b). Mengevaluasi dan mencari solusi yang efisien untuk memasang transmitter SPKP pada kapal di atas 30 GT dengan mempertimbangkan keterbatasan sumberdaya perikanan; (c). Membangun infrastruktur untuk monitoring tracking kapal sebagai langkah proaktif dalam mengatasi isu-isu strategis yang berpotensi mengancam kelestarian sumberdaya ikan dan lingkungan
Analisis Kebutuhan Perbekalan Melaut pada Kapal Purse Seine di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, Sumatera Utara Yemima Hotmaida; Isnaniah Isnaniah; Arthur Brown
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.441-448

Abstract

Salah satu alat tangkap yang digunakan di pelabuhan perikanan nusantara Sibolga adalah alat tangkap Purse seine. Perikanan pukat cincin (Purse seine) merupakan alat tangkap yang paling banyak digunakan di perairan Sibolga. Selain dari alat tangkap proses pengisian perbekalan melaut adalah salah satu aktivitas penting di pelabuhan perikanan. Hal ini disebabkan oleh aktivitas tersebut akan sangat menentukan dalam keberhasilan operasi penangkapan ikan oleh nelayan. Kebutuhan perbekalan melaut yang diperlukan oleh nelayan antara lain BBM, air tawar, pengisian es, kebutuhan logistik berupa bahan makanan dan lain-lain. Sehingga perlu mengidentifikasi jenis kebutuhan perbekalan melaut kapal Purse seine, menghitung jumlah aktual kebutuhan perbekalan, serta menentukan sistem penanganan perbekalan melaut pada kapal Purse seine. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli 2023 di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan. Survei yang dilakukan dengan melakukan observasi lapangan dan wawancara. Hasil selama penelitian kebutuhan solar sebanyak 75.004 ton/tahun, air bersih sebanyak 112.908 ton/tahun, oli sebanyak 871.124 L/tahun dan perbekalan konsumsi sebanyak 1390 ton/trip. Saran dari penelitian ini yakni perlu pengoptimalan komponen jumlah perbekalan dan biaya pengadaan perbekalan melaut pada kapal Purse seine.
Inventarisasi Dekapoda di Sungai Katoman Desa Ranah Baru Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar, Riau Deillia Rusmirani; Efawani Efawani; Windarti Windarti
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.449-456

Abstract

Sungai Katoman merupakan sungai dangkal dengan dasar berpasir, berkerikil dan berarus lamban sehingga mendukung untuk kehidupan dekapoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dekapoda yang hidup di Sungai Katoman karena belum ada informasi tentang jenis dekapoda yang terdapat di sungai tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak satu kali dalam seminggu selama sebulan dari bulan Juli-Agustus 2023 menggunakan alat tangkap bubu. Berdasarkan hasil identifikasi terdapat 3 spesies dekapoda di sungai tersebut yaitu Parathelphusa pardus, Macrobrachium mammillodactylus dan Cherax quadrinacatus. P.pardus ditandai dengan adanya pola totol-totol seperti pola pada macan tutul yang tersebar pada karapas dan chelanya, bentuk karapasnya cembung, mempunyai 2 duri branchial serta kaki jalan yang pendek. M. mammillodactylus ditandai dengan scaphocerite yang panjangnya kurang dari panjang rostrum, gerigi pada bagian dorsal rostrum 9-11 sedangkan pada bagian ventral berjumlah 3-6 dan mammilosetae pada bagian dactylus. C.quadrinacatus memiliki 4 rostral carina pada cephalone yang berbentuk seperti bukit, aerola yang lebar dan 3 duri hepatic pada karapasnya. Terjadi persaingan antara C.quadrinacatus dengan M. mammillodactylus terlihat dari jumlah hasil tangkapan yang hampir dua kali lipat karena kedua spesies hidup, mencari makan dan berada di niche (relung ekologi) yang sama
Teknologi Budidaya Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus) pada Sistem Resirkulasi dengan Pemberian Probiotik Dosis Berbeda Naomy Ega Chatarine Hutasoit; Mulyadi Mulyadi; Niken Ayu Pamukas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.457-464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh pemberian probiotik dengan dosis berbeda pada media pemeliharaan terhadap pertumbuhan ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) dengan sistem resikulasi menggunakan filter bioball. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus – September 2023 di Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Wadah yang digunakan adalah akuarium dengan volume 100 L air sebanyak 15-unit dengan padat tebar 36 ekor/wadah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima taraf perlakuan dan tiga kali pengulangan. Taraf perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu P0 = tanpa pemberian bakteri (Kontrol), P1 = Penambahan Probiotik Mina Pro (0,20 mL/L), P2 = Penambahan Probiotik Mina Pro (0,25 mL/L), P3 = Penambahan Probiotik Mina Pro (0,30 mL/L), P4 = Penambahan Probiotik Mina Pro (0,35m L/L). Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah P3 dengan penambahan dosis probiotik mina pro sebesar 0,30 mL/L air yang menghasilkan bobot mutlak 6,54 g, panjang mutlak 4,17 cm dan tingkat kelulushidupan 87,04% sedangkan konversi pakan terbaik ada pada P0 yaitu sebesar 2,06%.