cover
Contact Name
Irwan Effendi
Contact Email
jipas@ejournal.unri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kurniawanronal09@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bina Widya KM. 12,5 Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru 28293 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science)
Published by Universitas Riau
ISSN : 16932862     EISSN : 27763080     DOI : https://doi.org/10.31258/jipas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) memiliki ruang lingkup seperti bidang biologi, fisika dan kimia perairan, pemanfaatan hasil perairan, teknologi di bidang penggalian dan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan, konservasi sumber daya kelautan, perencanaan pengembangan wilayah perairan dan pesisir, serta wilayah sosial-ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang perikanan mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum
Articles 466 Documents
Histopatologi Hati dan Usus Ikan Jambal Siam (Pangasionodon hypophthalmus) yang Diberi Pakan Mengandung Ekstrak Daun Rhizophora apiculata Alif, Abdul; Syawal, Henni; Riauwaty, Morina
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Daun bakau R. apiculata memiliki senyawa bioaktif berupa flavonoid, tanin, saponin, dan quinon yang mempunyai daya antioksidan, antibakteri dan antiinflamasi. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November 2019 di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis histopatologi hati dan usus ikan jambal siam (P. hypophthalmus) yang diberi pakan mengandung ekstrak daun R. apiculata. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor 4 taraf perlakuan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah kontrol tanpa penambahan ekstrak daun R. apiculata (P0), dan pemberian pakan dengan tambahan ekstrak daun R. apiculata dosis 1,5 mg/Kg (P1), 1,7 mg/Kg (P2) dan 1,9 mg/Kg (P3) pakan. Ikan yang digunakan berukuran 8-10 cm dan dipelihara di waduk. Pemberian pakan dilakukan sebanyak 10% dari bobot biomassa ikan dengan frekuensi pemberian sebanyak 3 kali selama 60 hari pemeliharaan. Organ sampel difiksasi menggunakan formalin 10%. Preparat histologi dengan pewarnaan HE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan mengandung ekstrak daun R. apiculata berpengaruh terhadap perubahan histologis hati dan usus ikan jambal siam. Perubahan yang terjadi pada hati ikan yaitu hemoragi, hipertropi dan nekrosis, sedangkan pada usus terjadi perubahan histologis berupa hemoragi, edema, proliferasi sel goblet, degenerasi vakuola dan nekrosis. Dosis terbaik terdapat pada P1 yaitu sebesar 1,5mg/Kg pakan. Parameter kualitas air selama penelitian yaitu suhu 28-29.50C; pH 6,1-6,8; DO 6,4-6,9ppm; dan NH3 0,04-0,08ppm.
Analisis Kualitas Air pada Sungai Mejing dan Kolam Tadah Hujan Menggunakan Parameter Fisika di Desa Wisata Nganggring, Sleman Ramadhani, Glora
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Analisis kualitas air sangatlah penting untuk mengetahui status mutu air dari suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas air dari Sungai Mejing dan kolam tadah hujan di Desa Wisata Nganggring, Sleman. Metode yang dilakukan untuk memperoleh data yaitu observasi penelitian secara langsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas air Sungai Mejing lebih baik dibandingkan kolam tadah hujan. Hal tersebut ditandai dengan pengukuran padatan terlarut (TDS), daya hantar listrik (EC), suhu, bau, dan warna yang memenuhi standar berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan. Pengukuran parameter kekeruhan (NTU) di kedua lokasi tidak memenuhi standar baku mutu air minum (<3 NTU) tetapi masih memenuhi standar baku mutu air bersih (<25 NTU).
Struktur Populasi Gastropoda Terebralia palustris pada Ekosistem Mangrove Teluk Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan Fadhil, Yozi Ahmad; Nasution, Syafruddin; Elizal, Elizal
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2020 di Ekosistem Mangrove Teluk Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan yang bertujuan untuk mengetahui kepadatan, pola sebaran dan ukuran sebaran Terebralia palustris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Ada lima stasiun yang dipilih di ekosistem mangrove Mandeh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa densitas dari 4,47 menjadi 6,8 ind/m2. Perbedaan densitas Terebralia palustris antar stasiun dianalisis menggunakan One way ANOVA. Hasil uji ANOVA diperoleh nilai signifikansi 0,036 (p value < 0,05) yang menggambarkan bahwa terdapat perbedaan densitas yang nyata dan nyata antar stasiun. Indeks pola sebarannya adalah Id = 1 yang artinya pola sebarannya acak.
Respons Fisiologis Ikan Jambal Siam (Pangasianodon hypophthalmus) yang Diberi Pakan Mengandung Larutan Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) untuk Mencegah Penyakit Bakterial Manurung, Juniarty; Syawal, Henni; Riauwaty, Morina
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Kayu manis merupakan bahan alami yang mengandung cinnamaldehyde dan minyak atsiri yang bersifat antibakteri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2023 di Laboratorium Penyakit Ikan dan Parasit Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Tujuan penelitian adalah menganalisis respons fisiologis ikan jambal siam. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 1 faktor, 5 taraf perlakuan, dan 3 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah Kn (tanpa penambahan kulit kayu manis dan tanpa diinfeksi A.hydrophila), Kp (tanpa kayu manis dan terinfeksi A. hydrophila), dan pelet yang diperkaya kayu manis pada P1 (15 mL/kg), P2 (30 mL/kg), dan P3 (45 mL/kg) serta terinfeksi A. hydrophila. Ikan dengan ukruan 8-10 cm dan berat 5-6 g dipelihara dalam akuarium berukuran 40x30x30 cm, dengan padat tebar 1 ekor/3 L dan diberi pakan 3 kali sehari sebanyak 5%. Pada hari ke 32, ikan diujitantang A.hydrophila (108 CFU/mL) secara intramuscular sebanyak 0,1 mL/ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis terbaik adalah P2 (30 mL/kg) dengan glukosa 70,33 mg/dL, pertumbuhan bobot mencapai 18,39 g, dan kelulushidupan mencapai 93,33%. Penambahan kulit kayu manis ke dalam pakan ikan dapat meningkatkan respons fisiologis darah dan kelulushidupan ikan pascaujitantang.
Pengaruh Pemberian Probiotik Rabal pada Pakan dengan Dosis Berbeda terhadap Laju Pertumbuhan Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Menggunakan Sistem Resirkulasi Apriliani, Kea Parmunita; Pamukas, Niken Ayu; Mulyadi, Mulyadi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh probiotik rabal pada pakan dengan dosis yang berbeda terhadap laju pertumbuhan benih ikan baung (Hemibagrus nemurus) menggunakan sistem resirkulasi. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Maret–April 2023 di Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan lima taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Taraf perlakuan yang diterapkan pada penelitian ini adalah P0= tanpa penambahan probiotik (kontrol), P1= penambahan probiotik dengan dosis 0,1 mL/g pakan, P2= dosis 0,2 mL/g pakan, P3= dosis 0,3 mL/g pakan, dan P4= dosis 0,4 mL/g pakan. Pada penelitian ini benih ikan baung yang digunakan berukuran 5-7 cm sebanyak 480 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa probiotik rabal mampu memberikan pengaruh terhadap laju pertumbuhan benih ikan baung. Dosis terbaik pada penelitian ini adalah 0,3 mL/g, menghasilkan bobot mutlak 9,88 g, panjang mutlak 8,8 cm, laju pertumbuhan spesifik 2,91%, Efisiensi pakan 53,81%, rasio konversi pakan 1,86 %, dan kelulushidupan 92,3%. Kualitas air selama penelitian mendukung untuk pertumbuhan dan kelulushidupan ikan baung, yaitu 26,0-29,7 °C, pH 6,5-7,5, DO 4,6-6,5 mg/L, dan amoniak 0,0378-0,1468 mg/L.
Pengaruh Pemberian Enzim Bromelin terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Gabus (Channa striata) Menggunakan Sistem Resirkulasi pada Media Rawa Simatupang, Mega Haz; Pamukas, Niken Ayu; Mulyadi, Mulyadi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Enzim bromelin merupakan salah satu enzim protease yang dapat memecah ikatan peptida menjadi asam amino yang mudah diserap dan dimanfaatkan untuk proses pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh dan dosis enzim yang tepat terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan gabus (Channa striata) yang diperlihara menggunakan sistem resirkulasi pada media rawa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret s/d April 2023 di Laboratorium Teknologi Budidaya, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan, yaitu penambahan enzim bromelin ke dalam pakan dengan dosis P0 (Tanpa enzim), P1 (7,5 g/kg), P2 (15 g/kg), P3 (22,5 g/kg), P4 (30 g/kg) dan dipelihara selama 50 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penambahan enzim terhadap bobot mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, dan rasio konversi pakan (p<0,05). Dosis terbaik pada penelitian ini adalah 22,5 g/kg enzim yang menghasilkan bobot mutlak 6,16 g; panjang mutlak 6,2 cm; laju pertumbuhan spesifik 4,10%, efisiensi pakan 65,92%, rasio konversi pakan 1,52% dan kelulushidupan 100%. Kualitas air selama penelitian mendukung untuk pertumbuhan dan kelulushidupan ikan gabus: suhu 27,8-29,7 °C, pH 5,9-7,3, DO 4,5-7,1 mg/L, dan amoniak 0,0287-0,1344 mg/L.
Hubungan Panjang Berat dan Ukuran Layak Tangkap Ikan Nilem (Osteochilus waandersii) Hasil Tangkapan Bagan Tancap di Danau Kerinci Afisal, Getra Risliandi; Filawati, Filawati; Handoko, Heru
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Danau Kerinci merupakan salah satu wilayah kabupaten di Indonesia untuk kawasan minapolitan perairan umum daratan. Aktivitas nelayan di danau Kerinci dilakukan di siang dan malam hari menggunakan alat tangkap bagan tancap yang beroperasi di siang dan malam hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang berat dan ukuran layak tangkap ikan nilem (Osteochilus waandersii) hasil tangkapan bagan tancap di Danau Kerinci. Penelitian ini dilakukan di Danau Kerinci pada tanggal 03 Juli - 03 Agustus 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penetapan responden penelitian berdasarkan teknik random sampling yang mana dari dari jumlah nelayan hanya diambil 10% dari total nelayan di desa Koto Petai dan desa Pulau Tengah selama 16 kali penangkapan. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah komposisi hasil tangkapan, ukuran selang kelas ikan, hubungan panjang berat, dan ukuran layak tangkap ikan nilem. Hasil penelitian alat tangkap bagan dengan komposisi yaitu ikan nilem (26%), nila (32%), dan barau (42%). hasil tangkapan nilem yang tertangkap berjumlah 191 ekor, nilem, yaitu 12,19 cm dengan berat rata-rata 20,00 g, selang kelas panjang nilem dengan hasil tangkapan terbanyak terdapat pada ukuran kelas 13,0-14,2 cm sebanyak 57 ekor, dan yang terendah berada pada ukuran 11,7-12,9 cm sebanyak 16 ekor, dan hasil analisa hubungan panjang berat didapatkan nilai b sebesar 2,79. Disimpulkan bahwa hubungan panjang berat ikan nilem yang tertangkap menggunakan bagan tancap dan tangkul yang berjumlah 191 ekor bersifat allometrik negatif (2,79) menunjukkan bahwa nilai b<3, artinya pertumbuhan panjang tubuh lebih cepat dari pada pertumbuhan berat tubuh. Presentase ukuran layak tangkap ikan nilem sebanyak 74,35% dan tidak layak tangkap sebanyak 25,65%.
Pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) terhadap Pertumbuhan Azolla microphylla pada Media Air Gambut Syam, Dicki Alexs Sandro; syafriadiman, Syafriadiman; Hasibuan, Saberina
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Pupuk organik cair (POC) limbah ikan patin mengandung unsur hara N, P, dan K. Unsur hara tersebut sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan populasi Azolla microphylla di media air gambut yang dapat memperbaiki parameter kualitas air gambut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian POC limbah ikan patin terhadap pertumbuhan A. microphylla di media air gambut serta memperoleh dosis POC limbah ikan patin yang terbaik untuk pertumbuhan A. microphylla. Penelitian ini telah dilaksanakan di bulan Mei sampai Juni 2023 di Laboratorium Mutu Lingkungan Budidaya Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian POC limbah ikan patin yang berbeda dengan dosis P0 (kontrol), P1 (1,25 mL/L), P2 (1,5 mL/L), P3 (1,75 mL/L), dan P4 (2 mL/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC limbah ikan patin berpengaruh terhadap pertumbuhan A. microphylla. Dosis terbaik pada penelitian ini adalah 1,5 mL/L dengan rata-rata laju pertumbuhan relatif sebesar 59,55 g/hari, pertambahan biomassa 1786,66 g, dan kepadatan 3504,26 ind/m2. Selanjutnya nilai parameter kualitas air selama penelitian untuk suhu (28-30 0C), TDS (79,66-134,33 mg/L), warna air gambut coklat terang hingga coklat gelap, kecerahan (13,4-16,3 cm), pH (3,4-5,5), DO (5,1-5,5 mg/L), alkalinitas (17,00-31,90 ppm), CO2 (9,78-34,77 mg/L), nitrat (3,83-7,12 mg/L), dan orthofosfat (1,05-3,94 mg/L).
Pemanfaatan Tepung Daun Indigofera (Indigofera sp) Terfermentasi Menggunakan Kombucha dalam Pakan terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus) Sembiring, Ayu Puspita; Adelina, Adelina; Suharman, Indra
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Patin siam (Pangasianodon hypophthalmus) adalah spesies ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis penting untuk dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jumlah tepung daun indigofera terfermentasi dalam pakan yang dapat menghasilkan efisiensi pakan dan pertumbuhan benih ikan patin siam terbaik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan, perlakuannya adalah pakan tanpa tepung daun indigofera terfermentasi (P0), pakan dengan tepung daun indigofera terfermentasi 10% (P1), 20% (P2), 30% (P3) dan 40% (P4). Pakan uji diberikan ke ikan uji yang dipelihara di dalam keramba berukuran 1x1x1 m3 dengan padat tebar 25 ekor/m3 dan diamati pertumbuhan ikan dan kecernaan pakan, dengan ukuran akuarium 60x40x40 cm dengan padat tebar 15 ekor/cm3. Pakan diberikan 3 kali sehari sebanyak 10% dari total bobot tubuh ikan selama 56 hari. Pengukuran kecernaan pakan dilakukan dengan pemberian pakan uji sebanyak 3 kali sehari secara ad satiation yang telah dicampurkan Cr2O3 sebanyak 0,5%. Setelah pemberian pakan, feses dikumpulkan dan dikeringkan untuk dianalisa kandungan Cr2O3 dan proteinnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subtitusi tepung kedelai dengan tepung daun indigofera yang difermentasi menggunakan kombucha sebanyak 30% mampu dimanfaatkan dengan baik oleh benih ikan patin siam dan menghasilkan kecernaan pakan 54,50%, kecernaan protein 71,80%, efisiensi pakan 45,13%, retensi protein 25,03%, laju pertumbuhan spesifik 3,23% dan kelulushidupan ikan 97,3%.
Pengaruh Padat Tebar dan Frekuensi Pemberian Pakan yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Larva Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Nasution, Manahan R; Aryani, Netti; Nuraini, Nuraini
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 3 (2021): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh padat tebar dan frekuensi pemberian pakan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan larva ikan baung dengan sistem resirkulasi air. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2020 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor yaitu: pertama faktor padat tebar dengan tiga taraf perlakuan masing-masing pada tebar 5 ekor/L (P5), 10 ekor/L (P10), dan 20 ekor/L (P20). Sedangkan faktor kedua adalah frekuensi pemberian pakan yaitu 3 kali/hari (F3) dan 5 kali/hari (F5). Untuk memperkecil kekeliruan tiap perlakuan dilakukan ulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar dan frekuensi pemberian pakan memberikan pengaruh nyata terhadap kelulushidupan dan efisiensi pakan larva ikan baung, padat tebar tidak berpengaruh nyata dan frekuensi pakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak dan laju pertumbuhan harian. Perlakuan P5F5 menghasilkan nilai kelulushidupan dan laju pertumbuhan harian tertinggi berturut-turut 68,89% dan 14,46%/ hari. Parameter kualitas air selama penelitian tergolong optimal yaitu suhu air 25,7-27,9oC pH 5,3-6,3 dan oksigen terlarut 5,4-9,7 mg/L.