cover
Contact Name
Irwan Effendi
Contact Email
jipas@ejournal.unri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kurniawanronal09@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bina Widya KM. 12,5 Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru 28293 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science)
Published by Universitas Riau
ISSN : 16932862     EISSN : 27763080     DOI : https://doi.org/10.31258/jipas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) memiliki ruang lingkup seperti bidang biologi, fisika dan kimia perairan, pemanfaatan hasil perairan, teknologi di bidang penggalian dan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan, konservasi sumber daya kelautan, perencanaan pengembangan wilayah perairan dan pesisir, serta wilayah sosial-ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang perikanan mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum
Articles 466 Documents
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Penghasil Biosurfaktan Asal Limbah Cair Perbengkelan Ainul, Asri; Hasbi, Muhammad; Purwanto, Eko
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Kegiatan bengkel otomotif menghasilkan tumpahan oli yang dapat mencemari perairan di sekitar area bengkel. Air yang tercemar minyak terdapat bakteri penghasil biosurfaktan yang mampu mendegradasi minyak dari kegiatan industri perbengkelan mobil. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai September 2020. Pengambilan sampel bakteri dari limbah cair bengkel otomotif di Jl. Kubang Raya KM 2,5 Pekanbaru Provinsi Riau dan pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali. Bakteri diisolasi menggunakan media TSB (Tryptone Soy Broth) dan TSA (Tryptone Soy Agar), dan di identifikasi dengan metode biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh jenis bakteri, yaitu Providencia, Proteus, Acinetobacter, Bacillus, Aeromonas, Proteus, dan Serratia. Indeks emulsifikasi dari Providencia sebesar 38.8%, Proteus 50%, Acinetobacter 48.8%, Bacillus 52,1%, Aeromonas 47,6%, Proteus 54,7% dan Serratia 48,8%. Data yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua bakteri yang teridentifikasi mampu menghasilkan biosurfaktan.
Estimasi Stok Karbon Tersimpan pada Hutan Mangrove di Muara Sungai Batang Apar Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat Amanda, Yossie; Mulyadi, Aras; Siregar, Yusni Ikhwan
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2020 di Muara Sungai Batang Apar Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya densitas, biomassa, stok karbon dan serapan CO2, serta untuk mengetahui hubungan densitas dengan biomassa, stok karbon dan serapan CO2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan analisis sampel dilakukan di Laboratorium Kimia Kelautan Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Jumlah rata-rata kerapatan tegakan mangrove di ketiga stasiun penelitian adalah 1.407,41 ind/ha, jumlah rata-rata biomassa mangrove 666,97 ton/ha, jumlah rata-rata stok karbon mangrove 313,52 ton/ha. Rata-rata jumlah cadangan karbon tanah 2.561,90 ton/ha dan jumlah serapan CO2 rata-rata 1.149,56 ton/ha
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Penghasil Biosurfaktan Asal Limbah Cair Rumah Potong Hewan (RPH) Sinaga, Kristina; Hasbi, Muhammad; Purwanto, Eko
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Air limbah rumah potong hewan kaya akan minyak dan lemak dan dapat dihuni oleh bakteri penghasil biosurfaktan. Isolasi bakteri diperlukan untuk mengetahui bakteri penghasil biosurfaktan yang dapat digunakan untuk menjaga daerah tercemar minyak dan lemak melalui proses bioremediasi. Untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri penghasil biosurfaktan, telah dilakukan penelitian pada bulan Juli hingga September 2020. Pengambilan sampel dilakukan pada limbah rumah potong hewan di Jalan Cipta Karya Pekanbaru Provinsi Riau dan pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali. Isolasi dilakukan dengan TSB (Tryptic Soy Broth) dan diinkubasi selama 24 jam. Kemudian sampel bakteri ditanam dengan TSA (Tryptic Soy Agar) dan diisolasi selama 24 jam. Kemudian diidentifikasi menggunakan uji biokimia dan morfologi dilakukan untuk mengetahui jenis bakterinya. Indeks Emulsifikasi kemudian dihitung dengan menggunakan TSB (Tryptic Soy Broth) dan minyak tanah. Hasil penelitian menunjukkan indeks emulsifikasi adalah Flavobacterium 53%, Agrobacterium 53%, Serratia 60%, Salmonella 52,5%, Salmonella 52,4%, Proteus 65,7%, Clostridium 62% dan Aeromonas 59,5%. Proteus menunjukkan Indeks Emulsifikasi tertinggi, itu diperiksa menggunakan PCR (Polymerase Chain Reaction) dan terbukti bahwa spesies tersebut adalah Proteus vulgaris.
Potensi Ekowisata Bahari di Pulau Pasumpahan Kelurahan Sungai Pisang Provinsi Sumatera Barat Aris, Pajri; Yoswaty, Dessy; Mubarak, Mubarak
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat potensi pulau pasumpahan sebagai tujuan ekowisata bahari. Metode yang digunakan adalah metode survei, data terdiri dari data primer dan sekunder. Metode sampling wawancara digunakan secara purposif, khususnya untuk sampel wisata karena Pantai lokal memiliki potensi besar dalam wisata bahari dan berpeluang besar berkembang di sektor ekowisata bahari. Hal itu ditunjukkan dengan nilai kesesuaian pengembangan ekowisata bahari. Nilai tersebut diperoleh melalui kriteria pendukung pariwisata, skor total IKW dan analisis SWOT
Pengaruh Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera) dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kesehatan Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) dengan Manipulasi Fotoperiod dan Sistem Resirkulasi Nurhendra, Novelin Nanda Nadhita; Putra, Iskandar; Pamukas, Niken Ayu; Windarti, Windarti
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) merupakan ikan yang berekonomis karena minat masyarakat terhadap ikan patin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daun kelor dalam pakan serta dosis terbaiknya terhadap pertumbuhan dan kesehatan ikan patin yang dipelihara dengan manipulasi fotoperiod pada sistem resirkulasi. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 70 hari pada bulan Februari – April 2023 yang bertempat di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau dan pengamatan hematologi ikan dilakukan di Laboratorium Biologi Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode penelitian ini yaitu eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor menggunakan empat perlakuan dan tiga pengulangan, yaitu P0: tidak diberi penambahan daun kelor, P1: 10 g/kg pakan, P2: 15 g/kg pakan, dan P3: 20 g/kg pakan. Penelitian ini menggunakan benih ikan patin berukuran 4-6 cm dengan padat tebar 30 ekor/wadah yang bersisi 100 L air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun kelor dengan dosis 10 g/kg pakan merupakan perlakuan terbaik, yang memberikan rata-rata bobot mutlak sebesar 37,10 g, laju pertumbuhan spesifik 2,8%, nilai efisiensi pakan 93,51%, konversi pakan 1,06, total eritrosit 2,13 x 106 sel/mm3, kadar hemo Resirkulasi globin 8,13 g/dL, kadar hematokrit 31,33%, serta nilai kelulushidupan 96,66%.
Pengaruh Padat Tebar Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Gabus (Channa striata) yang Dibudidayakan Menggunakan Sistem Boster Andriani, Shindy; Pamukas, Niken Ayu; Putra, Iskandar
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh padat tebar berbeda terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan gabus (Channa striata) yang dibudidayakan menggunakan sistem boster. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari s/d April 2023 selama 56 hari di Laboratorium Teknologi Budidaya, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Taraf perlakuan yang diterapkan pada perlakuan ini adalah P1 = 300 ekor/m3, P2 = 400 ekor/m3, P3 = 500 ekor/m3, P4 = 600 ekor/m3. Hasil penelitian menunjukkan padat tebar berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, konversi pakan, kelulushidupan, dan glukosa darah ikan gabus (p<0,05). Padat tebar terbaik ditemukan pada perlakuan P3 dengan padat tebar 500 ekor/m3 yang menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak 9,28±0,39 g, panjang mutlak 7,80±0,70 cm, laju pertumbuhan spesifik 3,67±0,07%, efisiensi pakan 83,68±2,12%, konversi pakan 1,20±0,03, kelulushidupan 90,83±2,89% dan kadar glukosa darah 67±4,58 mg/dL, dengan suhu berkisar antara 25,6-29,8 oC, pH 6,6–7,9, DO 3,6–5,4 mg/L, dan NH3 0,0024 – 0,0060 mg/L.
Hubungan Fraksi Sedimen dan Bahan Organik dengan Makrozoobentos di Perairan Teluk Pantai Carolina Bungus Selatan Teluk Kabung Kota Padang Putri, Riska Yana; Prianto, Eko; Fajri, Nur El
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Perairan teluk menjadi habitat penting bagi berbagai spesies laut salah satunya makrozoobentos. Makrozoobentos merupakan organisme akuatik yang hidup didasar perairan dengan pergerakan relatif lambat yang sangat dipengaruhi oleh substrat dasar serta kualitas perairan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April 2023 di perairan teluk Pantai Carolina Bungus Selatan Kota Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fraksi sedimen dan bahan organik terhadap makrozoobentos di perairan teluk Pantai Carolina. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat keterkaitan yang erat antara kelimpahan makrozoobentos dengan faktor-faktor lingkungan. Tipe fraksi lumpur khususnya pada wilayah yang cukup jauh dari pantai mampu mengakumulasi bahan organik dengan baik dan dapat meningkatkan kelimpahan makrozoobentos. Kelimpahan berkisar 4,49-8,82 ind/m3 dengan jumlah spesies yang ditemukan terdiri dari 7 kelas Gastropoda dan 4 kelas Bivalva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara fraksi sedimen dan bahan organik dengan kelimpahan makrozoobentos memiliki kriteria sangat kuat, dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,861.
Pola Pertumbuhan dan Kebiasaan Makan Belut Sawah (Monopterus albus) dari Perairan Umum Stadion Utama Riau Radhiyah, Radhiyah; Windar, Windarti; Putra, Ridwan Manda
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Belut sawah merupakan salah satu ikan air tawar yang hidup di perairan sekitar Stadion Utama Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan, kebiasaan makan dan untuk mengetahui jenis makanan yang ada di dalam lambung belut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2020. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak lima kali, satu kali / minggu dengan menggunakan pancing dan perangkap bambu. Sebanyak 52 ekor belut yang tertangkap (TL 291-613 mm dan berat 30-132 gr). Analisis kandungan lambung menggunakan metode volumetrik dan dihitung Preponderance Index (PI) tiap jenis makanan. Hubungan panjang-berat menunjukkan bahwa pertumbuhan betina, interseks dan jantan adalah alometrik negatif (b = 2,40 pada betina, b = 1,56 pada interseks dan b = 2,02 pada jantan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan belut sawah di perairan sekitar Stadion Utama Riau terdiri dari serangga (PI 49%), sisa ikan (PI 32%), moluska (PI 9%), tumbuhan (PI 9%) dan bahan yang tidak teridentifikasi (1%). Berdasarkan data yang diperoleh, ikan ini dikategorikan sebagai karnivora
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Indigenous Pendegradasi Plastik dari Perairan Laut Dumai Provinsi Riau Mardalisa, Mardalisa; Fatwa, Eza Buana; Yoswaty, Dessy; Feliatra, Feli; Effendi, Irwan; Amin, Bintal
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Salah satu strategi dan pendekatan untuk mengendalikan dampak mikroplastik adalah dengan teknologi bioremediasi yang memanfaatkan potensi mikroba atau bakteri indigenous. Perairan laut Dumai saat ini menunjukkan kondisi pencemaran mikroplastik yang cukup tinggi, kondisi ini memungkinkan terdapatnya potensi bakteri indigenous yang adaptif terhadap lingkungan plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi potensi bakteri indegenous untuk mendegradasi plastik dari perairan laut Dumai serta mengetahui perbedaan jumlah bakteri yang terdapat diantara stasiun penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2020 dengan metode eksperimen di Laboratorium Mikrobiologi Laut Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Uji degradasi plastik menggunakan PET berukuran 1 x 1 cm yang dimasukkan ke dalam media TSB kontrol dan media TSB yang terdapat isolat bakteri. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 12 isolat bakteri yang berhasil diisolasi dari stasiun penelitian. Isolat bakteri tersebut memiliki diamater yang berkisar antara 0,2-1,1 cm. Hasil uji degradasi plastik oleh bakteri didapati bahwa bahwa ISL 10 merupakan isolat yang menunjukkan aktivitas degradasi PET tertinggi, yaitu sebesar 17,27% dengan diameter pembentukan biofilm sebesar 0,8 cm. Berdasarkan uji biokimia dan morfologi mikroba diketahui bahwa bakteri ISL 10 merupakan bakteri dari genus Bacillus. Koloni bakteri terbanyak terdapat pada statiun IV (TPI) dengan jumlah rata-rata bakteri 214,9 x 104 CFU/ml.
Kajian Potensi Ekowisata Minat Khusus di Kawasan Mangrove Kelurahan Sapat Indragiri Hilir, Riau B, Arief Rachman; SF, M. Riza Fahlefi; Jumadi, Muhammad Arief Al; Samosir, Maulidya Risfani Syafha; Azizi, Tiara; Asshiddiqie, Tegar Wajar; Pangabean, Herbet Linto Retto; Ilyas, Gian Nofrianda
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Banyak wilayah pesisir di Indonesia yang memiliki potensi-potensi ekowisata yang belum dikembangkan, sehingga perlu dialukan penelitian tentang kajian potensi ekowisata minat khusus di kawasan mangrove Kelurahan Sapat dilaksanakan pada bulan September sampai November 2023. Penelitian ini berlokasi pada kawasan mangrove Kelurahan Sapat Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi ekowisata mangrove, potensi ekowisata pantai dan potensi ekowisata kunang-kunang pada ekosistem mangrove Kelurahan Sapat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi dan survei. Hasil perhitungan indeks kesesuaian wisata (IKW) didapatkan nilai IKW potensi ekowisata mangrove 94,87% dengan kriteria sesuai, nilai IKW potensi ekowisata pantai 32,14% dengan kriteria tidak sesuai, dan nilai IKW potensi ekowisata kurang-kunang 73,68% dengan kriteria sesuai bersyarat. Dari ketiga kajian potensi ekowisata, yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah potensi ekowisata mangrove dan potensi ekowisata kunang-kunang, sedangkat untuk ekowisata pantai tidak memiliki potensi untuk dikembangkan.