cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
BEBAN KERJA DAN KELUHAN SISTEM MUSCULOSKELETAL PADA PEMBATIK TULIS DI KELURAHAN KALINYAMAT WETAN KOTA TEGAL . Siswiyanti; Saufik Luthfianto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul bertujuan untuk mengetahui seberapa besar penurunan keluhan musculoskeletal, kelelahan dan peningkatan produktivitas setelah dilakukan perbaikan/perubahan sikap kerja pembatik duduk di atas lantai (kelompok kontrol) menjadi duduk di atas dingklik (kelompok eksperimen). Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen sama subjek, yaitu rancangan yang observasi variabel dilakukan beberapa kali, yang subyek kontrolnya sekaligus juga berlaku sebagai subyek eksperimen. Dari hasil pengolahan data terhadap 15 orang disimpulkan bahwa : tingkat keluhan sistem musculoskeletal pembatik duduk di lantai merasakan sakit dengan tingkat keluhan : 40 % merasakan sakit pada tubuh bagian bokong, siku kanan, lutut kiri ; 60% mersakan sakit pada tubuh bagian punggung dan pantat. Tingkat kelelahan pembatik yang duduk di lantai meliputi : pelemahan kegiatan 38, 67% ; pelemahan motivasi 30,67% dan pelemahan fisik 40,67%. Besarnya keluhan sistem musculoskeletal dan kelelahan pembatik pada sikap kerja duduk di atas dingklik adalah : tingkat keluhan sistem musculoskeletal pembatik merasakan sakit dengan tingkat keluhan : 20 % merasakan sakit pada tubuh bagian punggung, bokong, pantat ; 13, 13% bagian siku kanan dan lutut kiri. Tingkat kelelahan pembatik yang duduk di lantai meliputi : pelemahan kegiatan 36,67% ; pelemahan motivasi 26,67% dan pelemahan fisik 29,33%. Perbaikan sikap kerja pembatik duduk di atas lantai menjadi duduk di atas dingklik dapat mengurangi keluhan sistem musculoskeletal, kelelahan kerja dan meningkatkan produktivitas kerja pembatik. Hal ini terbukti dari penurunan yang bermakna antara semua variabel pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Beda rerata tingkat keluhan muskuloskeletal antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen adalah sebesar 7,26 atau terjadi penurunan keluhan muskuloskeletal sebesar 12,71 %. Beda rerata kelelahan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen adalah sebesar 12,86 atau terjadi penurunan kelelahan sebesar 23,93 %. Beda rerata tingkat produktivitas antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen adalah sebesar 0,0016 atau terjadi peningkatan produktivitas sebesar 41,03 %. Kata kunci : Beban Kerja, Musculoskeletal
PENGEMBANGAN SISTEM DATA BASE UNTUK APLIKASI SMART TURNING CNC DENGAN INDENTIFIKASI KORELASI ANTARA GAYA POTONG DAN GAYA MAKAN Susilo Adi Widyanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahirnya mesin-mesin perkakas computer numerical control (CNC) merupakan terobosan penting dalam proses manufaktur untuk memecahkan persoalan akurasi dimensi, efisiensi dan ongkos produksi. Berbagai pengembangan terus dilakukan terutama untuk meningkatkan efektivitas dan kemudahan dalam pengoperasian mesin. Penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem cerdas untuk aplikasi mesin bubut CNC. Perubahan parameter proses pemesinan yang terjadi diidentifikasi dengan perubahan harga korelasi yang merupakan perbandingan gradient antara persamaan garis gaya potong dan gaya makan yang diukur secara simultan pada saat proses pemotongan. Kesamaan harga korelasi aktual dan harga korelasi referensi dalam sistem data base digunakan sebagai acuan proses eksekusi sehingga diperoleh suatu kondisi pemotongan yang stabil sesuai dengan kriteria awal yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan parameter proses pembubutan secara spesifik dapat ditunjukkan oleh perubahan harga korelasinya. Namun untuk menjamin akurasi proses eksekusi diperlukan harga koefisien korelasi (R2 ) yang setinggi mungkin yang dapat diartikan diperlukannya sistem pengukur gaya potong dan gaya makan yang akurat. Kata kunci: harga korelasi, gaya potong, gaya makan, sistem cerdas
PEMODELAN DINAMIK ANALISIS INVESTASI UNTUK MEMINIMISASI TINGKAT KEHILANGAN AIR (STUDI KASUS DI PDAM KOTA TEGAL) Tofik Hidayat
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PDAM adalah perusahaan yang dimiliki oleh Pemkab/Pemkot karena kepemilikan saham ada pada Pemda/Pemkot. Secara umum PDAM memiliki kinerja yang kurang baik, terutama pada bidang teknis, dimana rata-rata tingkat kehilangan air mencapai 35%-45%. Kondisi ini pun dialami oleh PDAM Kota Tegal. Kehilangan air dapat disebabkan oleh bocornya pipa distribusi, rusaknya meterán air pelanggan dan adanya pencurian air oleh pelanggan. Kerusaknya meterán air termasuk prosentase penyumbang kehilangan air yang cukup tinggi. Untuk menekan tingkat kehilangan air, salah satunya adalah dengan mengganti meteran pelanggan yang telah memasuki tahun kedua pemakaian atau lebih, hal ini diperlukan investasi. Untuk melihat seberapa besar tingkat pegembalian modal pada investasidiperlukan studi análisis investasi. Adapaun metode yang dapat digunakan adalah Net Present Value dan Benefit Cost Ratio. Karena tingkat kerusakan meterán yang bersifat dinamis, maka analisa ini menggunakan pendekatan sistem dinamik. Simulasi digunakan untuk mempelajari variabel yang berpengaruh pada investasi. Simulasi menggunkan alat bantu software Powersim Studio 2005. Dari hasil simulasi dan pengujian model dengan behavior reproduction test dengan spaired t- test diketahui bahwa tidak ada selisih yang signifikan antara output model dengan data histories. Model juga telah lolos uji boundary adequancy test dan extreme condition test. Investasi yang ditanam Pemkot Tegal mampu menekan kerugian perusahaan sebesar Rp. Rp. 67,854,605.10 dengan nilai NPV > 0 dan B-C ratio >1, maka investasi dinyatakan feasible secara teknis. Kata kunci : Sistem Dinamik, Simulasi, NPV dan B-C Ratio.
MINIMISASI DISTORSI SAMBUNGAN LAS DENGAN PEMBERIAN FLAME HEATING SELAMA PROSES PENGELASAN . Wijoyo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meminimasi distorsi sambungan las yang terjadi akibat dari pemberian flame heating selama proses pengelasan. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan baja karbon rendah dan filler ER70S-6 pada variasi pemberian perlakuan flame heating : flame heating di depan, sejajar dan di belakang busur las serta tanpa perlakuan. Pengelasan dilakukan dengan arus 110 A, tegangan 20 V, debit gas Ar 5,5 ltr/menit, kecepatan las dan kecepatan nyala api sama sebesar 3,5 mm/dtk, kecepatan kawat las 5 mm/dtk dan jarak nyala api ke sumbu las 35-40 mm. Pengujian distorsi dilakukan dengan cara visual yaitu difoto dan dilakukan pengukuran dengan alat ukur sudut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pemberian perlakuan flame heating selama proses pengelasan maka distorsi sambungan las yang terjadi dapat diminimasi. Distorsi minimum terjadi pada perlakuan flame heating di depan busur las yaitu sebesar kurang dari 0,5o . Kata kunci : distorsi, sambungan las, flame heating
PENGEMBANGAN ALAT PEMOTONG TAHU YANG ERGONOMIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE RULA Izzhati, Dwi Nurul
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat pemotong tahu ini merupakan penelitian lanjutan dari alat pemotong tahu yang telah dibuat sebelumnya di perusahaan tahu Langen Sari Ungaran. Analisa sistem kerja difokuskan kepada pekerja melalui pendekatan ergonomis dan interaksi antara manusia (pekerja) dengan alat pemotong tahu. Dengan menggunakan metode rula yang dikembangkan untuk mengetahui postur kerja atau faktor resiko yang patut mendapatkan rekomendasi lebih jauh lagi. Selanjutnya dilakukan perbaikan dan perancangan ulang alat pemotongan tahu. Postur kerja yang tidak benar dan kerja statis yang menjadi faktor resiko utama yang sering dijumpai pada pekerja dapat diketahui dan diukur. Setelah dilakukan pengukuran dengan metode rula alat pemotong tahu sebelumnya diketahui upper arm  skor: 3, lower arm skor: 1, wrist skor: 3, neck skor:2, trunk skor:2, legs skor: 1,muscle skor:1, force: 0 sehingga dihasilkan grand score table  sebesar 4 berarti penelitian dan perubahan mungkin diperlukan. Dari hasil rekomendasi skor metode rula  dan pendekatan prinsip-prinsip ergonomi,  maka output (luaran) dari penelitian ini berupa solusi dan rekomendasi yang bersifat implementatif.  Evaluasi pengukuran metode rula dan kajian ergonomi ini diharapkan secara konkrit menghasilkan sebuah usulan alternatif berupa modifikasi rancangan pemotong tahu, yang sederhana, murah dan mampu diaplikasikan guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil kerja di perusahaan tahu tersebut . Kata kunci: Pemotong Tahu, Metode Rula, Ergonomi
PENGEMBANGAN ALAT PEMOTONG TAHU YANG ERGONOMIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE RULA Dwi Nurul Izzhati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat pemotong tahu ini merupakan penelitian lanjutan dari alat pemotong tahu yang telah dibuat sebelumnya di perusahaan tahu Langen Sari Ungaran. Analisa sistem kerja difokuskan kepada pekerja melalui pendekatan ergonomis dan interaksi antara manusia (pekerja) dengan alat pemotong tahu. Dengan menggunakan metode rula yang dikembangkan untuk mengetahui postur kerja atau faktor resiko yang patut mendapatkan rekomendasi lebih jauh lagi. Selanjutnya dilakukan perbaikan dan perancangan ulang alat pemotongan tahu. Postur kerja yang tidak benar dan kerja statis yang menjadi faktor resiko utama yang sering dijumpai pada pekerja dapat diketahui dan diukur. Setelah dilakukan pengukuran dengan metode rula alat pemotong tahu sebelumnya diketahui upper arm  skor: 3, lower arm skor: 1, wrist skor: 3, neck skor:2, trunk skor:2, legs skor: 1,muscle skor:1, force: 0 sehingga dihasilkan grand score table  sebesar 4 berarti penelitian dan perubahan mungkin diperlukan. Dari hasil rekomendasi skor metode rula  dan pendekatan prinsip-prinsip ergonomi,  maka output (luaran) dari penelitian ini berupa solusi dan rekomendasi yang bersifat implementatif.  Evaluasi pengukuran metode rula dan kajian ergonomi ini diharapkan secara konkrit menghasilkan sebuah usulan alternatif berupa modifikasi rancangan pemotong tahu, yang sederhana, murah dan mampu diaplikasikan guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil kerja di perusahaan tahu tersebut . Kata kunci: Pemotong Tahu, Metode Rula, Ergonomi
PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA 3R BERBASIS MASYARAKAT Sri Subekti
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan laju pertumbuhan industry akan memberikan dampak pada jumlah sampah yang dihasilkan antara lain sampah plastik, kertas, produk kemasan yang mengandung B3 (Bahan Beracun Berbahaya). Jumlah dan jenis sampah, sangat tergantung dari gaya hidup dan jenis material yang kita konsumsi semakin meningkat perekonomian dalam  rumah tangga maka semakin bervariasi jumlah sampah yang dihasilkan. UU No. 18 /2008 tentang pengelolaan sampah, Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat adalah suatu pendekatan pengelolaan sampah yang didasarkan pada kebutuhan dan permintaan masyarakat, direncanakan, dilaksanakan (jika feasible), dikontrol dan dievaluasi bersama masyarakat. Pemerintah dan lembaga lainnya sebagai motivator dan fasilitator. Fungsi motivator adalah memberikan dorongan agar masyarakat siap memikirkan dan mencari jalan keluar terhadap persoalan sampah yang mereka hadapi. Tetapi jika masyarakat belum siap, maka fungsi pemerintah atau lembaga lain adalah menyiapkan terlebih dahulu. Misalnya dengan melakukan pelatihan, study banding dan memperlihatkan contoh – contoh program yang sukses dan lain – lain. Kata Kunci: Sampah, Pengelolaan, 3R, Masyarakat. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga 3R Berbasis Masyarakat
PERANCANGAN ALAT PENGERING KERUPUK DENGAN MEMANFAATKAN GAS BUANG DARI PROSES PRODUKSI PADA INDUSTRI PEMBUATAN KERUPUK Oesman Raliby; Retno Rusdjijati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi para pengusaha kecil yang memproduksi kerupuk, cuaca sangat menentukan aktivitas produksinya. Pada musim kemarau untuk menghasilkan kerupuk kering umumnya dibutuhkan waktu 1-2 hari, tetapi  pada musim penghujan proses pengeringan menjadi lebih lama, dan produk yang dihasilkan kurang bagus. Hal tersebut mengakibatkan perusahaan sering  tidak berproduksi pada musim penghujan, yang berdampak pada pendapatan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.Sehubungan dengan hal tersebut, maka tim pengusul membantu mencarikan solusinya yaitu dengan merancang alat pengering kerupuk yang hemat energi, karena memanfaatkan gas buang hasil samping proses pemasakan, tidak tergantung pada kondisi cuaca, dan tidak membutuhkan area penjemuran yang luas. Hasil uji coba di laboratorium menunjukkan bahwa dengan rancangan alat pengering ini, maka proses pengeringan kerupuk dapat dilakukan empat jam dan dapat dilakukan kapan saja, tidak tergantung pada kondisi cuaca. Produk kerupuk yang dihasilkan dengan menggunakan alat pengering tersebut adalah 15.000 biji atau setara dengan 90 kg kerupuk kering. Diharapkan produktivitas pengusaha akan mengalami peningkatan dan diharapkan juga alat tersebut dapat bermanfaat bagi industri-industri pengolah pangan yang tergantung pada cuaca. Kata kunci : pengering, efisiensi, gas buang
PENGEMBANGAN ALAT PEMOTONG TAHU YANG ERGONOMIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE RULA Izzhati, Dwi Nurul
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat pemotong tahu ini merupakan penelitian lanjutan dari alat pemotong tahu yang telah dibuat sebelumnya di perusahaan tahu Langen Sari Ungaran. Analisa sistem kerja difokuskan kepada pekerja melalui pendekatan ergonomis dan interaksi antara manusia (pekerja) dengan alat pemotong tahu. Dengan menggunakan metode rula yang dikembangkan untuk mengetahui postur kerja atau faktor resiko yang patut mendapatkan rekomendasi lebih jauh lagi. Selanjutnya dilakukan perbaikan dan perancangan ulang alat pemotongan tahu. Postur kerja yang tidak benar dan kerja statis yang menjadi faktor resiko utama yang sering dijumpai pada pekerja dapat diketahui dan diukur. Setelah dilakukan pengukuran dengan metode rula alat pemotong tahu sebelumnya diketahui upper arm  skor: 3, lower arm skor: 1, wrist skor: 3, neck skor:2, trunk skor:2, legs skor: 1,muscle skor:1, force: 0 sehingga dihasilkan grand score table  sebesar 4 berarti penelitian dan perubahan mungkin diperlukan. Dari hasil rekomendasi skor metode rula  dan pendekatan prinsip-prinsip ergonomi,  maka output (luaran) dari penelitian ini berupa solusi dan rekomendasi yang bersifat implementatif.  Evaluasi pengukuran metode rula dan kajian ergonomi ini diharapkan secara konkrit menghasilkan sebuah usulan alternatif berupa modifikasi rancangan pemotong tahu, yang sederhana, murah dan mampu diaplikasikan guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil kerja di perusahaan tahu tersebut . Kata kunci: Pemotong Tahu, Metode Rula, Ergonomi
PERANCANGAN ERP (ENTERPRISE RESOURCE PLANNING) UNTUK PENDIDIKAN TINGGI BERBASIS CRM (CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT) Anief Rufiyanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of ERP (Enterprise Resource Planning) is a software in order to accommodate the resource needs in an educational institution. Both the human resources (human resources) as well as physical resources (material resources) and non-physical (immaterial resources), where can raised projection of the institution in a specified period. Managerial decision making on this subject-based CRM (Customer Relationship Management) that accommodates input from students, alumni and other stakeholders. The system assesses the development of the utilization of existing resources in an educational institution. Because after all educational institutions should have policies not only make a profit as an economic enterprise. Implemented starting from the data of teachers, students, subject matter to, evaluation of students' learning, including the annual report. Will also be known in general satisfaction level and needs during the teaching process takes place. Design and implementation of system 3 components, namely: People (human resources and student), Process (interaction of the learning process and the system) and product (learning content, output), until now there is no a comprehensive model as a tool for evaluating the implementation of resource planning. Keyword: education, Enterprise Resource Planning, managerial, Customer relationship Management,

Page 22 of 140 | Total Record : 1394