cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
MODEL NONLINEAR DINAMIKA GERAK PADA AUTONOMOUS UNDERWATER VEHICLE (AUV) Faturrakhman Khairan; Joga Dharma S; Mochammad Ariyanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AUV adalah kendaraan bawah air yang mampu bergerak didalam air secara otomatis tanpa adanya kontrol langsung dari manusia, AUV dikenal sebagai Unmanned Undersea Vehicles (UUVs). Dalam aplikasinya AUV memberikan kontribusi bagi militer, industri maupun untuk bidang penelitian akademik dalam beberapa tahun ini. Salah satu contoh keuntungan menggunakan AUV yaitu, pada industri minyak dan gas juga memerlukan kemampuan untuk memeriksa pipa bawah laut, realtime monitoring, pemetaan daerah bawah laut, dan masih banyak yang lainnya. Pada paper ini menggunakan suatu model nonlinear 6 derajat kebebasan AUV jenis REMUS. AUV ini mempunyai suatu persamaan nonlinear orde tingkat 2. Pada model AUV ini terdapat gaya dan momen luar yang dihasilkan oleh hidrostatika, hidrodinamika, massa tambahan, dan dikendalikan oleh parameter masukkan yaitu gaya dorong pada propeller dan pergerakan sudut 2 sirip pada rudder dan 2 sirip pada stern pada AUV. Nonlinear model tersebut disimulasikan menggunakan program bantu MATLAB/Simulink. Dalam simulasi ini akan di berikan input doublet pada sirip rudder untuk mengetahui responnya pada sistem open loop. Hasil dari simulink akan dihubungkan ke dunia Virtual reality, disini kita dapat melihat simulasi gerak AUV dalam format 3 dimensi yang akan membuat kita lebih mengerti tentang dinamika geraknya. Pada model nonlinear AUV dapat distabilkan dengan menggunakan sistem kontrol. Kata kunci: AUV, input doublet, nonlinear mode
MODEL NONLINEAR DINAMIKA GERAK PADA AUTONOMOUS UNDERWATER VEHICLE (AUV) Khairan, Faturrakhman; Dharma S, Joga; Ariyanto, Mochammad
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AUV adalah kendaraan bawah air yang mampu bergerak didalam air secara otomatis tanpa adanya kontrol langsung dari manusia, AUV dikenal sebagai Unmanned Undersea Vehicles (UUVs). Dalam aplikasinya AUV memberikan kontribusi bagi militer, industri maupun untuk bidang penelitian akademik dalam beberapa tahun ini. Salah satu contoh keuntungan menggunakan AUV yaitu, pada industri minyak dan gas juga memerlukan kemampuan untuk memeriksa pipa bawah laut, realtime monitoring, pemetaan daerah bawah laut, dan masih banyak yang lainnya. Pada paper ini menggunakan suatu model nonlinear 6 derajat kebebasan AUV jenis REMUS. AUV ini mempunyai suatu persamaan nonlinear orde tingkat 2. Pada model AUV ini terdapat gaya dan momen luar yang dihasilkan oleh hidrostatika, hidrodinamika, massa tambahan, dan dikendalikan oleh parameter masukkan yaitu gaya dorong pada propeller dan pergerakan sudut 2 sirip pada rudder dan 2 sirip pada stern pada AUV. Nonlinear model tersebut disimulasikan menggunakan program bantu MATLAB/Simulink. Dalam simulasi ini akan di berikan input doublet pada sirip rudder untuk mengetahui responnya pada sistem open loop. Hasil dari simulink akan dihubungkan ke dunia Virtual reality, disini kita dapat melihat simulasi gerak AUV dalam format 3 dimensi yang akan membuat kita lebih mengerti tentang dinamika geraknya. Pada model nonlinear AUV dapat distabilkan dengan menggunakan sistem kontrol. Kata kunci: AUV, input doublet, nonlinear mode
PENGARUH TEMPERATUR CETAKAN PADA PENGECORAN SQUEEZE TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS ALMINIUM DAUR ULANG (Al–6,4%Si–1,93%Fe) Helmy Purwanto; . Suyitno; Prio Tri Iswanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium merupakan logam yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi. Untuk menghasilkan produk cor yang unggul dengan mengguanakan bahan daur ulang dapat dilakukan dengan metode pengecoran squeeze. Pegecoran squeeze adalah pengecoran dengan pengaruh tekanan pada saat pembekuan logam cair dan merupakan pengabungan antara pengecoran dan penempaan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh temperatur cetakan terhadap struktur mikro dan kekerasan hasil pengecoran squeeze (squeeze casting) pada paduan Al–6,4%Si–1,93%Fe. Paduan dilebur pada dapur krusibel dan dituang pada temperatu 700°C pada cetakan yang berbentuk die-punch yang dipanaskan pada temperatur 300, 400, 500°C dan dengan tekanan squeeze 0 (tuang) dan 100 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengecoran squeeze akan menurunkan dan meratakan ukuran struktur silicon dan meningkatkan kekerasan. Semakin tinggi temperatur cetakan, SDAS (Scondary Denrite Arm Spacing) semakin besar dan harga kekerasan brinell semakin rendah. Kata kunci: pengecoran squeeze, temperatu cetakan, struktruk mikro, kekerasan.
PENGARUH PADUAN ABU BATUBARA DENGAN PASIR INTI COR BEKAS TERHADAP KONDUKTIVITAS TERMAL, TAHANAN TERMAL, DAN KUAT TEKAN SEBAGAI BAHAN REFRACTORY Mehdi Maulana; . Benni; . Yurianto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan limbah yang sulit terpecahkan seiring dengan pesatnya kemajuan industri sekarang ini menjadi salah satu alasan dilakukannya studi pemanfaatan limbah menjadi barang berdaya guna tinggi. Dalam penelitian ini, abu batubara dan pasir inti cor bekas merupakan dua obyek pemanfaatan limbah yang berdasarkan sifat mekanis dan karakteristiknya berpotensi menjadi bahan alternatif pembuatan refraktori/bata tahan api berbahan dasar tanah liat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paduan terhadap konduktivitas termal, tahanan termal, dan kekuatan tekan sebagai bahan refraktori. Proses preparasi paduan dimulai dari proses penjemuran bahan baku (abu batubara dan pasir inti cor bekas) hingga kering, kemudian ditumbuk atau digerus dan diayak sampai ke tahap screening hingga memperoleh ukuran serbuk mesh 50, 100, & 200. Semua bahan kemudian dicampur secara manual dengan variasi komposisi abu-silika (%) 5:45, 10:40, 15:35, 20:30, 25:25, dan tanah liat 50%.. Selanjutnya sebelum paduan dibakar dilakukan proses pembentukan dengan metode cetak tekan menggunakan hidroulik press sebesar 80 kg/cm3 (silinder 2,5x3 cm dan balok 2x2x2 cm). Suhu sintering atau pembakaran dari paduan adalah 1000 °C. Analisa dan pengukuran benda uji yang dilakukan antara lain: analisa fasa dengan XRD, konduktivitas termal, tahanan termal, kekuatan tekan, dan mikro struktur dengan SEM. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dalam ketiga bahan tersebut terdapat kandungan mineral dominan yang sama yakni SiO2 dengan fasa Quartz, low. Hasil pengukuran sifat-sifatnya menunjukkan harga konduktivitas termal minimum (terbaik) dan tahanan termal maximum (terbaik) ada pada variabel mesh 50, komposisi AB 25%, Si 25%, TL 50% dengan masing-masing sebesar 22,36 W/mK dan 125 °C/W , sedangkan nilai kuat tekan (σ) maksimum (terbaik) ada pada variabel mesh 100, komposisi AB 15%, Si 35%, TL 50% sebesar 8,81 MPa (N/mm²). Pengaruh ukuran serbuk dan komposisi abu batubara dengan pasir inti cor bekas memberikan nilai konduktivitas termal cenderung menurun, sedangkan nilai tahanan termal dan kuat tekan cenderung meningkat. Berdasarkan analisa dan hasil-hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa refraktori yang dibuat cukup memberi nilai guna lebih terhadap limbah (abu batubara dan pasir inti cor bekas) sebagai bahan alternatif pembuatan refraktori. Kata kunci: limbah, abu batubara, pasir inti cor bekas, refraktori, konduktivitas termal, tahanan termal, kuat tekan.
LQR CONTROL FOR A SMALL SCALE HELICOPTER IN HOVER FLIGHT CONDITION Mochammad Ariyanto; Joga Dharma Setiawan; Maftukhin Ahmad
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Small scale helicopters have been used as unmanned aerial vehicle (UAV) because they have agility and maneuverability that make them as an ideal option for various missions ranging from weather research, agriculture, aerial surveillance to power line inspection. Small scale helicopter posses a higher bandwidth of dynamics and a greater sensitivity to control inputs which make them more difficult to control. This paper deals with the control system design using Linear Quadratic Regulator (LQR) for an autonomous small scale helicopter in hover flight condition. A nonlinear dynamics model of the small scale helicopter is derived from the Euler-Newton equations of motion. Linear model at hover flight condition is numerically extracted using MATLAB/Simulink. Linear control system is then designed for the small scale helicopter with the following predefined hover position and external disturbances such as longitudinal doublet input and gust. The Virtual Reality model in Matlab/Simulink is used to show the 3 D view of the simulation results. Kata kunci: LQR, hover, small scale helicopter,
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN DAN PEMANFAATANNYA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH Bambang Sudarmanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu untuk mengurangi jumlah sampah di perkotaan dan menunjang penerapan zero waste adalah dengan melakukan pengolahan sampah. Saat ini pengurangan/reduksi sampah hanya dilakukan melalui kegiatan pemulungan sampah (daur ulang) yang secara sporadis telah dilakukan oleh sektor informal (pemulung). Pengomposan  sampah baru dilakukan dalam  tahap skala kecil melalui Unit Daur Ulang dan Produksi Kompos (UDPK) yang ada umumnya terletak di TPA, sehingga merupakan beban dan tugas yang harus dilakukan oleh Pemda untuk mengangkut sampah ke TPA. Program daur ulang di Indonesia yang telah dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 1986 baru dapat mencapai 1,8 %, kondisi ini belum cukup untuk mengurangi laju pertumbuhan jumlah sampah yang akan meningkat lima kalinya pada tahun 2020. Dengan demikian penerapan teknologi pengolahan sampah sudah waktunya untuk dimulai, sehingga sampah sisa yang harus dibuang ke lahan pembuangan akhir hanya sedikit dan penggunaan lahan pembuangan akhir lebih lama, selain itu pencemaran lingkungan dapat ditekan. Kata kunci: teknologi pengolahan sampah, pengelolaan sampah
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI CINCAU MELALUI PENERAPAN ALAT PEMERAS MEKANIS Fahmi Arifan; M. Endy Yulianto; Rangkum Sembodo; Frisca Riana A; Abdul Latif
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UKM / UD / Home Industri Cincau Jun-Jun merupakan industri penghasil cincau yang terletak di Desa Plantaran, Kaliwungu, Kabupaten Kendal dengan kapasitas produksinya hanya mencapai 468 kg (26 blok). UKM Cincau Jun-Jun merupakan industri cincau satu-satunya di wilayah Kendal, Semarang dan sekitarnya yang masih bertahan memproduksi cincau. Apabila tidak dilestarikan lama-kelamaan keberadaan cincau tersebut akan semakin langka. Produksi Cincau ini masih sangat sangat terbatas kualitas dan kuantitasnya, hal ini disebabkan karena masih sederhananya proses dan peralatan, minimalnya sumber daya manusia, serta permodalan yang terbatas dan dikelola secara konvensional. Permasalahan utama terhambatnya produktivitas UKM ini adalah pada proses produksi yang masih sangat sederhana, khususnya pada proses pengambilan ekstrak bahan baku. UKM tersebut hanya menggunakan saringan sederhana tanpa ada upaya pemerasan bahan baku. Sehingga untuk memisahkan ekstrak dan ampas, bahan yang sudah direbus hanya disaring begitu saja. Tidak mungkin bahan diperas secara manual dengan menggunakan tangan karena bahan tersebut dalam keadaan panas. Oleh karena itu ekstrak yang dihasilkan tidak maksimal karena sebagian ekstrak masih terkandung dalam ampas yang kemudian dibuang. Untuk mengatasi masalah tersebut, UKM memerlukan suatu alat pemeras mekanis dengan desain dan kondisi proses yang disesuaikan dengan keadaan UKM. Melalui alat pemeras mekanis tersebut, peningkatan produktivitas mencapai 6.8% per batch produksi. Selain itu dengan alat tersebut waktu pemisahan ekstrak menjadi 20 menit lebih cepat dibanding dengan pemisahan secara manual. Dengan adanya alat tersebut proses pengambilan ekstrak menjadi efisien dan optimal sehingga dapat meningkatkan produktivitas yang akan berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan pemilik dan karyawan, serta memperluas lapangan pekerjaan dan memperluas pemasaran. Kata Kunci: Produktivita, Cincau, Pemeras
PERAN SAMPAH B3 RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD HAZARDOUS WASTE) DALAM PENINGKATAN GLOBAL WARMING Astuti, Widi
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC serta bahan pencemar yang lain, sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Hal ini yang mengakibatkan es di kutub mencair dan meningkatkan permukaan air laut. Dari penelitian para ilmuwan, pemanasan global disebabkan semakin meningkatnya gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia di bumi.Salah satu aktivitas manusia yang berpengaruh positif terhadap peningkatan pemanasan global adalah produksi sampah B3 rumah tangga (Household Hazardous Waste). Sampah ini mempunyai sifat sangat mudah terbakar, korosif, reaktif, tingkat toksisitas dan presistensi yang tinggi. Yang termasuk dalam kategori sampah B3 rumah tangga antara lain adalah segala macam pembersih, fuel, gas-gas, pestisida, desifektan, lampu penerangan, batterai dan cat.Apabila sampah tersebut tidak dikelola dengan baik maka dampaknya sangat berbahaya baik terhadap manusia maupn lingkungan.Salah satu pengelolaan sampah B3 rumah tangga adalah dengan berusaha bersikap ramah dan arif terhadap lingkungan. Kata kunci: pemanasan global,sampah B3 rumah tangga,
PERAN SAMPAH B3 RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD HAZARDOUS WASTE) DALAM PENINGKATAN GLOBAL WARMING Widi Astuti
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC serta bahan pencemar yang lain, sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Hal ini yang mengakibatkan es di kutub mencair dan meningkatkan permukaan air laut. Dari penelitian para ilmuwan, pemanasan global disebabkan semakin meningkatnya gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia di bumi.Salah satu aktivitas manusia yang berpengaruh positif terhadap peningkatan pemanasan global adalah produksi sampah B3 rumah tangga (Household Hazardous Waste). Sampah ini mempunyai sifat sangat mudah terbakar, korosif, reaktif, tingkat toksisitas dan presistensi yang tinggi. Yang termasuk dalam kategori sampah B3 rumah tangga antara lain adalah segala macam pembersih, fuel, gas-gas, pestisida, desifektan, lampu penerangan, batterai dan cat.Apabila sampah tersebut tidak dikelola dengan baik maka dampaknya sangat berbahaya baik terhadap manusia maupn lingkungan.Salah satu pengelolaan sampah B3 rumah tangga adalah dengan berusaha bersikap ramah dan arif terhadap lingkungan. Kata kunci: pemanasan global,sampah B3 rumah tangga,
REKAYASA ALAT PENGERING UNTUK MENINGKATAN PRODUKTIVITAS UKM EMPING MLINJO . Wijoyo; Achmad Nurhidayat; . Sugiyanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan rekayasa alat pengering sebagai alternatif pengganti panas sinar matahari yang diakibatkan perubahan cuaca (hujan/mendung). Penelitian dilakukan di UKM yang ada di Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Produksi emping di daerah tersebut sangat besar, dalam waktu  sehari mampu menghasilkan 16-20 kg untuk ukuran kecil dan 14-18 kg ukuran besar. Selama ini masyarakat dalam sistem pengeringan mengandalkan panas sinar matahari. Untuk pengeringan dengan sinar matahari membutuhkan waktu 6 jam, dan jika mendung atau hujan dibutuhkan waktu pengeringan hingga 2-3 hari, proses penjemuran dilakukan dihalaman. Dari hasil rekayasa alat ini didapatkan alat pengering dengan kapasitas 6 rak (15 kg), setiap rak terdiri 2,5 kg emping mlinjo yang masih basah. Waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan emping tersebut adalah 1 jam, dengan suhu di dalam ruang pengering sekitar 58-60oC, dan dibutuhkan minyak tanah sebanyak 1,5 liter. Kata kunci : emping basah, sinar matahari, alat pengering

Page 24 of 140 | Total Record : 1394