cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
PENGGUNAAN ENERGI ANGIN DAN ENERGI MATAHARI SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK DENGAN SISTEM HYBRID Tri Tjahjono; Erwan Widodo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak tanah dan langkanya peredarannya di pasaran serta menipisnya cadangan minyak di dunia, hal ini mempengaruhi harga pangan dan tarif-dasar listrik. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu dilakukan penelitian guna memperoleh sumber energi alternatif yang dapat menghasilkan energi listrik. Energi listrik yang diupayakan yaitu dengan memanfaatkan energi angin yang memutar kubah-putar masjid dengan porosnya yang dihubungkan dengan transmisi sabuk ke dinamo, sehingga dapat menghasilkan energi listrik. Selain itu, juga digunakan solar cell untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Energi listrik dari dinamo dan solar cell kemudian disimpan di dalam battery dengan bantuan alat regulator. Untuk menyalakan lampu dengan mempergunakan arus listrik battery diperlukan inventer yang berfungsi sebagai alat pengubah arus listrik. Hasil penelitian menunjukkan setelah 9 jam pengisian battery, kemudian listrik searah (DC) dari battery di ubah menjadi listrik bolak-balik (AC) dengan menggunakan inventer hanya mampu menghidupkan bola lampu 45 Watt selama 2 jam dengan panjang kabel 15 meter dan diameter kawat kabel 1 mm. Energi listrik ini dapat digunakan untuk penerangan mulai sebelum waktu magrib hingga waktu isak di masjid, terutama masjid-masjid di pedesaan yang jauh dari jangkauan PLN. Kata kunci: Energi, Battery, Listrik.
PEMBUATAN SISTEM PENGOLAH AIR BERSIH MENGGUNAKAN MATERIAL FOTOKATALIS TITANIA (TiO2) Heri Sutanto; Eko Hidayanto; Agus Subagiyo; Hendri Widiyandari; Indro Adi Nugroho; Zakiyah Rahmawati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah berhasil dibuat sistem pengolah air bersih menggunakan material fotokatalis titania (TiO2). Sistem pengolah air bersih yang terdiri dari 2 pompa yang bertujuan untuk mengalirkan air kotor ke bak penampungan pertama, dan pompa kedua untuk mensirkulasikan air yang telah melewati biofilter untuk diolah melalui reaktor foto katalis TiO2 yang diaktifasi dengan menggunakan lampu UV sebanyak 2 buah masing-masing dengan daya 10 W. Lapisan tipis TiO2 dideposisi di atas substrat gelas dengan metode sol-gel teknik spray coating. Titanium Tetraisopropoxide 0,5 M dilarutkan ke dalam Diethylene Glycol dengan perbandingan mol DEG: (Ti(OC3H7)4 adalah 4:1 lalu diaduk dengan magnetic stirrer pada laju putar sebesar 1500 rpm selama 2 jam. Gel TiO2 hasil sintesis kemudian dimasukan ke dalam tabung spray-coater dan diberi tekanan Sebelum disemprot, substrat gelas dipanaskan pada temperatur 70oC untuk meningkatkan daya ikat antara larutan dengan substrat. Lapisan hasil penyemprotan selanjutnya di oven pada temperatur 200oC selama 30 menit dan sintering pada temperatur 450oC selama 2,5 jam. Hasil pengujian struktur kristal dengan x-ray diffractometer (XRD) menunjukkan bahwa semakin banyak pelapisan yang dilakukan menyebabkan kualitas kristal dari lapisan tipis TiO2 meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan semakin menurunnya nilai FWHM. Selain itu, semakin banyaknya pelapisan yang dilakukan menyebabkan ukuran kristalit dari lapisan tipis TiO2 meningkat. Citra SEM lapisan tipis TiO2 menunjukkan bahwa semakin besar molaritas prekursor TiO2 menyebabkan kuantitas keretakan pada permukaan semakin menurun. Hasil pengujian BOD dan COD dari sistem pengolah air bersih menunjukkan bahwa sistem yang dibuat telah mampu mereduksi kandungan BOD hingga 5,76 mg/L dan COD hingga 25,22 mg/L. Kata kunci: Lapisan Tipis TiO2, Spray Coating, Foto Katalis, Substrat Gelas
PERFORMA MESIN DIESEL BERBAHAN BAKAR BIODIESEL TEROKSIDASI Didik Ariwibowo; Berkah Fadjar T.K.; MSK Tony Suryo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi performa mesin diesel berbahan-bakar biodiesel teroksidasi dibandingkan dengan mesin diesel berbahan-bakar solar. Pengujian dilakukan pada mesin diesel izusu C223. Biodiesel dibuat dari minyak goreng curah dengan proses transesterifikasi. Kemudian, biodiesel tersebut dioksidasi dengan proses aerasi. Sifat-sifat biodiesel diukur antara lain bilangan peroksida, angka setana, dan kandungan energi. Torsi mesin diukur dengan water brake dynamometer, sedangkan konsumsi bahan bakar diukur dengan gelas ukur.  Performa mesin ditentukan oleh brake specific fuel consumption, bsfc, yang merupakan kalkulasi konsumsi bahan bakar dibagi dengan daya brake. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan bakar biodiesel teroksidasi mempunyai karakteristik pembakaran lebih baik dibandingkan dengan solar, pada rentang beban kecil sampai dengan menengah, yang diindikasikan dengan daya yang lebih besar daripada solar yaitu sebesar 12,37%. Namun, bsfc dari bahan bakar tersebut lebih tinggi 4,84% daripada solar. Pemakaian B20 biodiesel-teroksidasi/solar merupakan pemakaian terbaik pada penelitian ini. Campuran B20 untuk biodiesel-teroksidasi/solar mempunyai daya lebih tinggi 16,2% dan bsfc lebih rendah 11,2% dibandingkan dengan solar. Pemakaian B100 biodiesel-teroksidasi tidak memberikan performa yang lebih baik pada mesin diesel. Kata kunci: performa, mesin diesel, brake specific fuel consumption
PENGARUH LAJU MOLAR Mn LARUTAN TERHADAP MIKROSTRUKTUR FILM LAPISAN GaN: Mn YANG DIDEPOSISI DI ATAS SUBSTRAT Si MENGGUNAKAN METODE CSD Heri Sutanto; Eko Hidayanto; Iis Nurhasanah; Nursidi Yunanto; Isrina Nur Laili; . Istadi
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dilakukan deposisi lapisan tipis material GaN:Mn dengan metode chemical solution deposition (CSD) menggunakan teknik spin-coating. Larutan gallium-maganese-citrate-amine disintesis menggunakan Ga2O3 sebagai sumber galium dan MnO2 sebagai sumber mangan. Larutan divariasi dengan fraksi mol larutan Mn dari 55-80%. Kristal berwarna coklat  yang terbentuk selanjutnya dilarutkan dalam ethylenediamine membentuk gel. Gel selanjutnya dilapiskan di atas substrat Si dengan spin-coater pada laju 1100 rpm. Lapisan yang terbentuk kemudian disintering pada temperatur 900oC pada lingkungan gas N2 UHP supaya terjadi dekomposisi membentuk GaN:Mn. Hasil analisis spektrum energy dispersive of X-Ray (EDX) menunjukkan inkorporasi Mn ke dalam GaN meningkat dengan penambahan fraksi mol larutan Mn pada larutan yang digunakan. Hasil Uji EDX menunjukkan bahwa film tipis GaN:Mn terdapa impuritas karbon (C) hingga 36,71%. Citra scanning electron microscopy (SEM) lapisan tipis GaN:Mn menunjukkan secara umum telah diperoleh kekasaran permukaan (rms) morfologi lapisan mencapai orde nanometer hingga 24,36 nm. Dari hasil yang telah diperoleh menunjukkan bahwa metode deposisi CSD telah mampu menghasilkan lapisan tipis semikonduktor magnetik dengan morfologi permukaan yang hampir homogen. Dengan demikian metode CSD ini dapat dikembangkan untuk metode alternatif deposisi lapisan tipis yang ekonomis dan sederhana. Kata kunci: GaN:Mn, CSD, Lapisan Tipis, Inkorporasi Mn
ENZYMATIC EXTRACTION OF LOW METHOXYL PECTIN AS A POTENTIAL ANTI CANCER AGENT FROM GREEN CINCAU (Premna Oblongifolia Merr.) Indah Hartati; Laeli Kurniasari
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Pectin is used in a number of foods as gelling agent, thickener, texturizer, emulsifier and stabilizer. It is also used in pharmaceutical, dental and cosmetic industries for its jellifying properties. Commercial pectin is divided into high and low methoxy pectin. Low methoxyl pectin (LMP) is reported posses anti cancer activity. One of our local resources, green cincau (Premna oblongifolia Merr.) is one of source of LMP. Due to its wide spectrum of functional properties and its potency as anti cancer compound, hence it is urge to develop a production process of LMP from green cincau. The current technology of pectin extraction is acidic hydrolysis. It has at leat two demerits: it does not allows pectin to be extracted fully with no damage to its structure and it does not meet the environmental safety. An enzyme-hydrolytic technology seems environmentally safe and more effective in terms of pectin yield. But nowadays the main demerits of the enzymatic extraction is the high price of commercial enzyme. In order to overcome all the demerits of pectin extraction, it is proposed to enzymatically extract the pectin of green cincau by using enzyme isolated from the local resources such as cellulase which can be isolated from hepatopancrease of snail and protease isolated from Calotropis gigantea. Key Words: enzyme, extraction, low methoxyl pectin, anti cancer, green cincau
ENZYMATIC EXTRACTION OF LOW METHOXYL PECTIN AS A POTENTIAL ANTI CANCER AGENT FROM GREEN CINCAU (Premna Oblongifolia Merr.) Hartati, Indah; Kurniasari, Laeli
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Pectin is used in a number of foods as gelling agent, thickener, texturizer, emulsifier and stabilizer. It is also used in pharmaceutical, dental and cosmetic industries for its jellifying properties. Commercial pectin is divided into high and low methoxy pectin. Low methoxyl pectin (LMP) is reported posses anti cancer activity. One of our local resources, green cincau (Premna oblongifolia Merr.) is one of source of LMP. Due to its wide spectrum of functional properties and its potency as anti cancer compound, hence it is urge to develop a production process of LMP from green cincau. The current technology of pectin extraction is acidic hydrolysis. It has at leat two demerits: it does not allows pectin to be extracted fully with no damage to its structure and it does not meet the environmental safety. An enzyme-hydrolytic technology seems environmentally safe and more effective in terms of pectin yield. But nowadays the main demerits of the enzymatic extraction is the high price of commercial enzyme. In order to overcome all the demerits of pectin extraction, it is proposed to enzymatically extract the pectin of green cincau by using enzyme isolated from the local resources such as cellulase which can be isolated from hepatopancrease of snail and protease isolated from Calotropis gigantea. Key Words: enzyme, extraction, low methoxyl pectin, anti cancer, green cincau
POTENSI DAN TANTANGAN PEMANFAATAN BIOBASED NANOCOMPOSITE SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN Indah Riwayati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

POTENSI DAN TANTANGAN PEMANFAATAN BIOBASED NANOCOMPOSITE SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN Indah Riwayati Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UNWAHAS Jl.Menoreh tengah x/22 sampangan, Semarang e-mail: riway79@yahoo.com   Abstrak Biobased nanocomposite merupakan material yang mempunyai potensi untuk dapat dipergunakan sebagai pengemas yang dapat memperpanjang umur fresh product dengan mengatur respiratory exchange. Biobased nanocomposite merupakan bahan yang terdiri dari biopolymer, nanoclay (filler) dan compatibilizing agent serta bersifat biodegradable. Beberapa kelemahan sifat polimer alam (biobased) seperti kerapuhan, permeabilitas yang tinggi serta viscositas melting yang rendah untuk proses selanjutnya, membatasi penggunaan bahan ini secara luas.  Penyisipan partikel nano didalam polimer biobased dapat meningkatkan kekuatan bahan sehingga berpotensi dipergunakan sebagai bahan pengemas disamping sifat yang biodegradable. Berbagai penelitian telah dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis biobased untuk mempelajari karakteristik dari nanocomposite yang dihasilkan. Aplikasi teknologi baru akan membawa tanggung jawab secara etis ataupun legal, hal ini juga yang akan dihadapi oleh biobased nanocopomposite. Oleh karena itu diperlukan suatu peraturan yang jelas dan terstandar mengenai managemen resiko pengaruh penggunaan teknologi ini terhadap kesehatan manusia dan lingkungan disamping itu juga diperlukan penelitian yang komprehensif mengenai sikap penerimaan masyarakat terhadap penggunaan bahan ini . Kata kunci: biobased, nanocomposite, pengemas, makanan
POTENSI DAN TANTANGAN PEMANFAATAN BIOBASED NANOCOMPOSITE SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN Riwayati, Indah
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

POTENSI DAN TANTANGAN PEMANFAATAN BIOBASED NANOCOMPOSITE SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN Indah Riwayati Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UNWAHAS Jl.Menoreh tengah x/22 sampangan, Semarang e-mail: riway79@yahoo.com   Abstrak Biobased nanocomposite merupakan material yang mempunyai potensi untuk dapat dipergunakan sebagai pengemas yang dapat memperpanjang umur fresh product dengan mengatur respiratory exchange. Biobased nanocomposite merupakan bahan yang terdiri dari biopolymer, nanoclay (filler) dan compatibilizing agent serta bersifat biodegradable. Beberapa kelemahan sifat polimer alam (biobased) seperti kerapuhan, permeabilitas yang tinggi serta viscositas melting yang rendah untuk proses selanjutnya, membatasi penggunaan bahan ini secara luas.  Penyisipan partikel nano didalam polimer biobased dapat meningkatkan kekuatan bahan sehingga berpotensi dipergunakan sebagai bahan pengemas disamping sifat yang biodegradable. Berbagai penelitian telah dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis biobased untuk mempelajari karakteristik dari nanocomposite yang dihasilkan. Aplikasi teknologi baru akan membawa tanggung jawab secara etis ataupun legal, hal ini juga yang akan dihadapi oleh biobased nanocopomposite. Oleh karena itu diperlukan suatu peraturan yang jelas dan terstandar mengenai managemen resiko pengaruh penggunaan teknologi ini terhadap kesehatan manusia dan lingkungan disamping itu juga diperlukan penelitian yang komprehensif mengenai sikap penerimaan masyarakat terhadap penggunaan bahan ini . Kata kunci: biobased, nanocomposite, pengemas, makanan
POTENSI DAN TANTANGAN PEMANFAATAN BIOBASED NANOCOMPOSITE SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN Riwayati, Indah
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Biobased nanocomposite merupakan material yang mempunyai potensi untuk dapat dipergunakan sebagai pengemas yang dapat memperpanjang umur fresh product dengan mengatur respiratory exchange. Biobased nanocomposite merupakan bahan yang terdiri dari biopolymer, nanoclay (filler) dan compatibilizing agent serta bersifat biodegradable. Beberapa kelemahan sifat polimer alam (biobased) seperti kerapuhan, permeabilitas yang tinggi serta viscositas melting yang rendah untuk proses selanjutnya, membatasi penggunaan bahan ini secara luas.  Penyisipan partikel nano didalam polimer biobased dapat meningkatkan kekuatan bahan sehingga berpotensi dipergunakan sebagai bahan pengemas disamping sifat yang biodegradable. Berbagai penelitian telah dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis biobased untuk mempelajari karakteristik dari nanocomposite yang dihasilkan. Aplikasi teknologi baru akan membawa tanggung jawab secara etis ataupun legal, hal ini juga yang akan dihadapi oleh biobased nanocopomposite. Oleh karena itu diperlukan suatu peraturan yang jelas dan terstandar mengenai managemen resiko pengaruh penggunaan teknologi ini terhadap kesehatan manusia dan lingkungan disamping itu juga diperlukan penelitian yang komprehensif mengenai sikap penerimaan masyarakat terhadap penggunaan bahan ini . Kata kunci: biobased, nanocomposite, pengemas, makanan
PERHITUNGAN WAKTU BAKU DENGAN METODE WORK SAMPLING UNTUK MENENTUKAN JUMLAH TENAGA KERJA OPTIMAL Dewi Agustini Santoso; Agus Supriyadi
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya manusia merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam perusahaan. Pada proses minuman ringan di PT. C khususnya proses produksi masih menggunakan tenaga manusia dan jumlah tenaga kerja di bagian tersebut juga belum efektif. Bertolak dari hal tersebut, maka salah satu tindakan yang tepat adalah dengan melakukan penelitian untuk menentukan jumlah tenaga kerja optimal dan efektif pada perusahaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui waktu baku pada proses produksi ukuran botol 1 liter di PT. C Central Java.; (2) Mengetahui jumlah tenaga kerja optimal dan efektif yang dibutuhkan bagian tersebut sesuai perhitungan waktu baku. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode work sampling. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) Proses produksi botol 1 liter di PT. C. sudah terstruktur dengan baik dan pada prosesnya menggunakan peralatan semi otomatis. (2) Waktu baku rata-rata pengangkatan barang ke konveyor adalah sebesar 0,868 menit dengan tenaga kerja rata-rata sebanyak 12 orang. Waktu baku rata-rata pemisahan botol adalah sebesar 0,8886 menit dengan jumlah tenaga kerja rata-rata sebanyak 13 orang. Sedangkan waktu baku rata-rata bagian seleksi adalah sebesar 0,8026 menit dengan jumlah tenaga kerja rata-rata sebanyak 12 orang. Kata kunci : tenaga kerja,work sampling, waktu baku

Page 20 of 140 | Total Record : 1394