cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
BIODEGUMMING RAMI MENGGUNAKAN ENZIM AMOBIL DARI CAIRAN RUMEN SAPI Nur Aniq; Hamid Aqil; Ismi Yatun; Indah Hartati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat rami adalah serat yang didapat dari tanaman rami. Proses pengolahan rami terdiri atas beberapa tahap, salah satunya adalah proses degumming. Proses degumming merupakan proses penghilangan gum pada helaian serat rami kasar. Proses degumming umumnya dilakukan menggunakan bahan kimia. Proses degumming kimiawi memiliki beberapa kelemahan, diantaranya menghasilkan limbah yang tidak ramah lingkungan. Guna mengatasi kelemahan degumming kimiawi, maka salah satu alternatif proses yang digunakan adalah proses degumming secara enzimatis (biodegumming). Dalam penelitian ini dilakukan isolasi enzim pektinase dan protease dari cairan rumen sapi dilanjutkan dengan proses imobilisasinya serta aplikasinya pada proses degumming rami. Tujuan penelitian ini adalah menentukan variabel paling berpengaruh, mengkaji pengaruh variabel proses yang meliputi, waktu inkubasi, rasio enzim substrat dan temperature, serta menentukan kondisi optimum proses. Degumming enzimatik dilakukan dengan merendam dan menginkubasi 10 gram serat rami kasar pada suhu 400C atau 700C selama 4 atau 8 jam sesuai dengan variabel (sesuaikan pH 9 dengan larutan bufer). Ukuran plot 1:10 (perbandingan antara bahan yang akan didegum dengan bahan pendegum). Setelah masa inkubasi selesai serat dicuci sampai bersih dan dikeringkan kemudian di timbang. Variabel proses yang sangat berpengaruh adalah suhu dimana efek variabelnya sebesar 0,8. Kondisi operasi proses degumming enzimatis yang optimum adalah suhu 700C dengan waktu 8 jam dan rasio enzim-subtrat 1:10 dimana persentase gum yang hilang adalah sebesar 8,7%. Kata kunci : amobilisasi, degumming, enzimatis, rami, rumen
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI KLOROFORM EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN IDENTIFIKASI KANDUNGAN SENYAWA KIMIANYA Aqnes Budiarti; Maria Ulfah; Frista Atika Oktania
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioksidan berguna bagi kesehatan yakni untuk melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit degeneratif dan kanker yang disebabkan oleh radikal bebas dengan cara menetralkannya. Salah satu bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan adalah daun Annona muricata L. yang lebih dikenal dengan nama daun sirsak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi kloroform ekstrak etanol daun sirsak dan identifikasi kandungan senyawa kimianya terutama flavonoid yang telah diketahui peranannya sebagai anti oksidan. Pembuatan ekstrak daun sirsak dilakukan dengan metode maserasi selama tiga hari menggunakan pelarut etanol 96%. Fraksinasi dikerjakan secara bertingkat menggunakan pelarut dietil eter dan kloroform. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan dilakukan pada beberapa seri konsentrasi sampel yaitu 500; 1000; 2000 dan 4000 µg/ml. Pembanding yang digunakan dalam pengujian aktivitas antioksidan adalah vitamin C dengan seri konsentrasi 0,3125; 0,625; 1,25 dan 2,5 µg/ml. Identifikasi kandungan senyawa kimia menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi kloroform ekstrak etanol daun sirsak memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 3132 µg/ml, sementara vitamin C sebesar 1,35 µg/ml. Hasil KLT terhadap fraksi uji menunjukkan adanya senyawa golongan flavonoid. Kata kunci : antioksidan, fraksi kloroform ekstrak etanol daun sirsak, metode DPPH.
EFEKTIFITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOLIK DAUN CABE RAWIT (Capsicum frutescens L. ) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DENGAN METODE DIFUSI: UJI PENDAHULUAN POTENSI TANAMAN OBAT TRADISIONAL SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN Abdul Rahim; Indra Wahyudin; Endang Lusyana; Elza Aprilianti; Zuhaida Naila Shofa; Naniek Widyaningrum; Nurita Pratama Sari
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi saluran pernafasan (ISP) merupakan salah satu penyakit utama di Indonesia. ISP menjadi penyebab kematian balita tertinggi (22,8%) dan penyebab kematian bayi yang kedua setelah gangguan perinatal. Penyebab infeksi saluran pernafasan adalah terpaparnya mikroorganisme ke dalam sistem pernafasan. Salah satu mikroorganisme utama penyebab ISP adalah bakteri Staphylococcus aureus (S.aureus). Peningkatan jumlah resisten bakteri terhadap antibiotika merupakan suatu permasalahan. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif lain, misalnya dengan memanfaatkan tanaman-tanaman obat. Hasil penelitian Yunita (2012) membuktikan adanya senyawa flavonoid pada daun cabe rawit. Beberapa penelitian lain membktikan flavonoid memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi ekstrak etanolik daun cabe rawit dalam menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus secara in vitro. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimental with control design. Penentuan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan zona hambat pertumbuhan bakteri S. aureus seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak etanolik daun cabe rawit. konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50% dan 60% tidak memiliki aktivitas antibakteri. Kelompok perlakuan 70%, 80%, 90%, 100%  memiliki potensi antibakteri S. aureus. Hasil uji statistik kelompok kontrol positif  (+) dengan kelompok perlakuan 100% memiliki nilai sig 0,005 (p < 0,005), hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok tersebut dalam memberikan potensi antibakteri S.aureus. Kesimpulan penelitian kelompok perlakuan 100% memiliki potensi yang sama dengan kelompok perlakuan positif (Amoxicillin) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Kata kunci: Daun Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.), Staphylococcus aureus, Infeksi Saluran Pernafasan
UJI AKTIVITAS IMUNOSTIMULATOR EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI–FRAKSI KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) TERHADAP PROLIFERASI SEL LIMFOSIT MENCIT GALUR SWISS SECARA IN VITRO BESERTA IDENTIFIKASI KANDUNGAN KIMIANYA Maria Ulfah; Nirmalasari Nirmalasari; Desi Yulianti; Riyanto Sakti; Oktarina Heni; Ediati Sasmito
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agen imunostimulator berperan penting dalam pengobatan penyakit infeksi akibat patogen. Kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai minuman kesehatan untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas imunostimulator fraksi etil asetat ekstrak etanol kelopak bunga rosella terhadap proliferasi sel limfosit mencit galur swiss berserta identifikasi kandungan kimianya. Ekstraksi kelopak bunga rosella dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian dilanjutkan fraksinasi secara bertingkat dengan menggunakan n-heksana, etil asetat dan air. Sampel uji ekstrak etanol, fraksi n-heksana, etil asetat dan air masing-masing dibuat dengan konsentrasi 10, 20, 50, 100, 200, 400  µg/mL dan kontrol positif PHA 10 µg/mL untuk diujikan terhadap kultur sel limfosit. Uji aktivitas imunostimulator menggunakan metode MTT Assay. Aktivitas proliferasi sel limfosit dianalisis secara statistik terhadap nilai Optical Density (OD) dari Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) reader menggunakan statistik parametrik uji Oneway Anova dilanjutkan uji Tukey (p<0,05), serta statistik non parametrik Kruskal Wallis Test dilanjutkan Mann Whitney Test (p<0,05) yang dibandingkan terhadap masing-masing kontrol sel limfosit. Identifikasi kandungan senyawa fenolik dan flavonoid dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelopak bunga rosella memiliki aktivitas imunostimulator terhadap proliferasi sel limfosit yang terlihat pada konsentrasi 50, 100, 200 dan 400 µg/mL untuk ekstrak etanol dan fraksi etil asetat; 200 dan 400 µg/mL untuk fraksi n-heksana serta 400 µg/mL untuk fraksi air. Ekstrak etanol dan fraksi dari kelopak bunga rosella memiliki kandungan senyawa terpenoid, fenolik dan flavonoid. Kata kunci : kelopak bunga rosella, ekstrak etanol, fraksi,  MTT Assay, imunostimulator
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN, GENETIK DAN KEBIASAAN OLAHRAGA TERHADAP KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NUSUKAN, BANJARSARI Agus Sudaryanto; Noor Alis Setiyadi; Diah Ayu Frankilawati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus tipe II adalah penyakit kronis mengalami resistansi terhadap aksi insulin dan ketidakmampuan pankreas untuk menghasilkan cukup insulin. WHO memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM tipe II di Indonesia meningkat menjadi 12 juta pada tahun 2030. Pola makan yang buruk, riwayat keluarga dan kurangnya olahraga sangat mempengaruhi terjadinya DM tipe II. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan, genetik dan kebiasaan olahraga terhadap kejadian diabetes mellitus tipe II. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif yang bersifat analitis dengan metode kasus kontrol. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan purposive sampling yaitu sebanyak 60 orang (30 kasus 30 kontrol). Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam lembar jawab , data yang didapatkan dianalisa dengan menggunakan uji Chi-square dan diolah dengan menggunakan program SPSS Windows 17 dan untuk mengetahui hubungan masing-masing variabel menggunakan uji odds ratio. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan pada pola makan nilai p=0,000 (OR=10,0;95% (91%)), pada genetik p=0,000 (OR= 25,0;95% (97%)), pada kebiasaan olahraga p=0,002 (OR= 5,67,0;95% (85%)).  Nilai p ini lebih kecil dari nilai α = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan pola makan, genetik dan kebiasaan olahraga terhadap kejadian diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja puskesmas Nusukan. Saran peran penting dari tenaga medis dan para medis untuk terus memberikan informasi kepada pasien diabetes mellitus yang berobat di puskesmas Nusukan, sehingga dapat mengatur pola makan dengan baik dan  menjalankan olahraga secara teratur Kata kunci: diabetes mellitus, genetik, makan, olahraga, puskesmas
KAJI EKSPERIMENTAL ALIRAN DUA FASE AIR-CRUDE OIL MELEWATI PIPA SUDDEN EXPANSION Eflita Yohana; Ambangan Siregar; Yohanes Aditya W
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aliran multi fase sering kali terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan rumah tangga maupun pada industri kecil hingga industri besar. Aliran multi fase adalah proses dalam industri perminyakan, mulai dari awal pengeboran minyak di dalam perut bumi, hingga proses pendistribusian menuju kilang-kilang pengolahan. Pola aliran yang terjadi kadang tidak sesuai yang diinginkan.  Pola aliran slug adalah salah satu pola aliran yang perlu dihindari. Dimana  cairan yang dibawa oleh aliran gas menimbulkan perubahan tekanan yang mendadak dan perbedaan tekanan yang besar. Perubahan tekanan tersebut dapat menyebabkan pipa pecah, getaran dan korosi akibat kavitasi. Penelitian ini  untuk  mengetahui pola dan karakteristik dari aliran dua fase minyak-air yang melewati pipa dengan perubahan penampang secara tiba-tiba dengan  diameter pipa kecil adalah 0.016 m dan 0.026 untuk diameter pipa besar. Untuk mendapatkan visualisasi aliran pada daerah ekspansi digunakan pipa transparan berbahan akrilik. Persentase minyak mentah digunakan mulai dari 0% hingga 10% dan dengan memvariasikan putaran motor pompa mulai dari 1400 rpm, 1600 rpm, 1800 rpm, 2000 rpm, 2200 rpm dan 2400 rpm. Untuk mengidentifikasi pola aliran yang terjadi pada penelitian ini digunakan sebuah camera jenis Digital single-lens reflex (DSLR).  Pola aliran yang didapat dalam penelitian ini adalah Dispersed flow. Penambahan volume minyak mentah menyebabkan debit aliran semakin menurun. Hasil penghitungan nilai pressure drop berkisar antara 245-977 Pa. Kata kunci: dua fase, koefisien rugi, pembesaran penampang, pola aliran, pressure drop
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH LAJU ALIRAN MASSA UDARA TERHADAP PRODUKTIVITAS AIR TAWAR UNIT DESALINASI BERBASIS POMPA KALOR DENGAN MENGGUNAKAN PROSES HUMIDIFIKASI DAN DEHUMIDIFIKASI Indri Yaningsih; Tri Istanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desalinasi dengan proses humidifikasi dan dehumidifikasi dianggap sebagai cara yang efisien dan menjanjikan dimana memanfaatkan kondenser dan evaporator dari pompa kalor untuk menghasilkan air tawar dari air laut. Penelitian ini menguji pengaruh laju aliran massa udara terhadap produktivitas air tawar unit desalinasi berbasis pompa kalor dengan menggunakan proses humidifikasi dan dehumidifikasi. Pada penelitian ini laju aliran massa udara divariasi sebesar 0,0103 kg/s, 0,0153 kg/s, 0,0202 kg/s, 0,0254 kg/s dan 0,0306 kg/s dengan cara mengatur kecepatan udara sebesar 2 m/s, 3 m/s, 4 m/s, 5 m/s dan 6 m/s. Untuk setiap pengujian, laju aliran massa air laut  masuk humidifier dijaga konstan sebesar 0,0858 kg/s, temperatur air laut masuk humidifier dijaga konstan sebesar 45oC, salinitas  air laut umpan sebesar 31.342 ppm dan air laut dalam sistem ini disirkulasi ulang dan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas air tawar unit desalinasi meningkat dengan kenaikan laju aliran massa udara hingga ke sebuah nilai optimum dan menurun setelah nilai optimum tersebut. Produksi air tawar optimum diperoleh pada laju aliran massa udara 0,0202 kg/s yaitu sebesar 24,48 liter/hari. Produksi air tawar unit desalinasi ini pada laju aliran massa air laut 0,0858 kg/s untuk laju aliran massa udara 0,0103 kg/s, 0,0153 kg/s, 0,0202 kg/s, 0,0254 kg/s dan 0,0306 kg/s berturut-turut rata-rata sebesar 11,28 liter/hari, 18,72 liter/hari, 24,48 liter/hari, 23,04 liter/hari dan 21,60 liter/hari. Air tawar hasil unit desalinasi memiliki nilai salinitas 620 ppm. Kata kunci: dehumidifikasi, desalinasi, humidifikasi, pompa kalor
“SAW-GEN” SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK RAMAH LINGKUNGAN DAN MURAH Haryo Dimas Wirosobo; Safran Rochim
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This nation development been restricted by energy crisis. Technology progressiveness are needing more energy. Indonesia is depending on soil-oil and natural gas that unrenewable and become more and more less in number and have environmental consequences from their uses. Indonesian infrastructure growth only 2-3% per year. The wanted solution is Green Energy, that was amiable for environment and could be renewed and can advance fulfilling electrical energy needs. SAW-GEN (Salt Water Generator) is one of environment amiable energy that could be made by all of society with low cost. SAW-GEN uses salt water as it source that can minimize the uses of unreneawable energy. Indonesia resource potential of salt with 29.367 hektare area could producing more than 1 milion tons of salt per year. SAW-GEN can not used as primary energy source, yet and should be accompanied by present source, but the mass producing can fulfills the household even industry scales. This electric generator easy to made and can empowerering people independency for fulfilling their electrical needs. This concept idea should be disseminatedso it can applied by all people. Keywords: developing country, energy crisis, electrical energy, green energy, salt waterPerkembangan ekonomi negeri ini dihambat oleh krisis energi. Kemajuan teknologi yang ada membuat kebutuhan akan energi listrik semakin meningkat. Indonesia sangat bergantung pada minyak bumi dan gas alam yang merupakan seumber energi tak terbarukan dan semakin lama semakin sedikit jumlahnya dan pemakaiannya memiliki konsekuensi terhadap lingkungan. Pertumbuhan infrastruktur listrik Indonesia hanya 2-3% per tahun. Solusi yang dicari adalah Green Energy, yaitu energi ramah lingkungan yang dapat diperbaharui dan dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan energi listrik. SAW-GEN (Salt Water Generator) adalah salah satu energi ramah lingkungan yang bisa dibuat oleh semua kalangan masyarakat dengan biaya rendah. SAW-GEN menggunakan larutan garam sebagai sumber energinya sehingga penggunaan sumber energi tak terbarukan dapat diminimalisir. Potensi sumber daya garam Indonesia dengan lahan 29.367 hektare mampu memproduksi lebih dari 1 juta ton per tahun. SAW-GEN belum dapat digunakan sebagai pembangkit listrik utama dan masih harus didampingkan dengan sumber listrik yang ada sekarang, namun pembuatan skala besar dapat memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga maupun industri. Pembangkit listrik ini mudah dibuat dan dapat meningkatkan kemandirian masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan listriknya. Gagasan konsep ini perlu diseminasikan agar dapat diaplikasikan oleh seluruh masyarakat. Kata kunci: larutan garam, energi listrik, green energy, krisis energi, negara berkembang
OPTIMASI DAYA TURBIN ANGIN SAVONIUS DENGAN VARIASI CELAH DAN PERUBAHAN JUMLAH SUDU Ahmad Farid
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perencanaan suatu turbin angin, hasil yang diharapkan adalah mempunyai efisiensi dan kehandalan yang tinggi. Sehingga dapat diaplikasikan dengan tepat. Faktor yang mempengaruhi besarnya daya pada turbin angin adalah besarnya torsi dan  tingginya putaran poros. Besarnya torsi dan putaran poros dapat ditingkatkan diantaranya adalah dengan bentuk, sudut dan jumlah sudu. Pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti sendiri sebelumnya diperoleh data bahwa turbin angin yang dibuat dengan tipe savonius 2 tingkat dengan jumlah 2 sudu dibagian atas dan 6 sudu dibagian bawah diperoleh daya maksimum 3,3 Watt. Oleh karena itu dari hasil studi referensi yang ada, diperlukan suatu optimalisasi daya turbin agar dapat meningkat. Oleh karena itu dalam penelitian lanjutan ini digunakan metode yaitu dengan melakukan eksperimen pada turbin angin yang ada sebelumnya, dengan melakukan perubahan pada bagian tingkat bawah yaitu 18 sudu dan melakukan perubahan pada jarak atau celah antar sudunya dari 0, 10, 20, 30, 40 dan 50 mm. Hasil pengujian yang dilakukan turbin angin mampu menghasilkan daya listrik maksimum 5,67 Watt dengan jarak celah sudu 30 mm pada kecepatan angin 5,2 m/s dan daya listrik minimum pada 0,1 Watt pada celah sudu 0 mm dengan kecepatan angin 3,5 m/s. Kata kunci : optimalisasi, savonius, sudu.
PENGARUH VARIASI KOMPOSISI BAHAN KOMPOSIT LIMBAH KULIT METE/PHENOLIC DENGAN PENGUAT SKRAP ALUMUNIUM TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF KAMPAS REM NON ASBESTOS Bambang Hari Priyambodo; Martinus Heru Palmiyanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampas rem adalah produk pendukung kendaraan bermotor yang sangat penting untuk mengurangi laju kendaraan dan memberikan keselamatan bagi pengguna jalan. Penggunaan bahan asbes friksi asbes memiliki kelemahan yaitu dapat menyebabkan resiko penyakit kanker bagi para pekerja dan pemakai. Oleh karena itu, penggunaan abu mete yang dicampur dengan serbuk aluminium dijadikan bahan alternative pengganti kampas rem yang berbahan dasar asbes. Penelitian ini menggunakan limbah kulit mete sebagai bahan dasar serta sekrap aluminium sisa permesinan sebagai bahan penguat dan resin phenolic sebagai bahan pengikat. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui karakteristik sifat fisik dan mekanik dari komposisi berdasarkan variasi fraksi berat serbuk limbah kulit mete/geram alumunium sebagai bahan gesek untuk kampas rem. Variasi fraksi berat terdiri dari phenolic resin dijaga konstan sebesar 10 %, sedangkan serbuk kulit mete dan serbuk skrap alumunium divariasikan sebesar (70:20; 65:25; 60:30; 55:35; 50:40)%. Pengujian mekanik meliputi uji keausan uji kekerasan dan uji lentur. Pengamatan fisik secara makro dan mikro agar dapat terlihat karakteristik keausan kampas rem untuk masing-masing komposisi. Hasil pengujian diperoleh nilai kekerasan tertinggi pada komposisi20% skrap aluminium dan 70% serbuk kulit mete sebesar 42,5 BHN. Nilai laju keausan paling rendah sebesar 0.485 mm2/kg pada komposisi20% skrap aluminium dan 70% serbuk kulit mete. Sedangkan nilai defleksi paling tinggi sekitar 8.56 N/mm2 pada komposisi20% skrap aluminium dan 70% serbuk kulit mete. Kata kunci : Kampas Rem, Limbah Kulit Mete, Phenolic Resin, Laju Keausan

Page 37 of 140 | Total Record : 1394