cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
KARAKTERISASI FLY ASH BATUBARA SEBAGAI BAHAN KATALITIK KONVERTER DALAM MEREDUKSI GAS BUANG HC DAN CO KENDARAAN BERMOTOR Abdul Ghofur; Atikah Atikah; Soemarno Soemarno; Abdul Hadi
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu terbang batubara (Fly Ash) merupakan limbah indutri dari PLTU yang pada umumnya dibuang di landfill atau ditumpuk begitu saja di dalam area industri. Penumpukkan abu terbang batubara akan menimbulkan masalah bagi lingkungan karena menghasilkan limbah bahan bahan berbahaya dan beracun (B3). Untuk itu diperlukan suatu upaya pemanfaatan limbah abu terbang ini agar mampu meningkatkan nilai ekonomisnya serta mengurangi dampak buruknya terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karateristik abu terbang sebagai bahan katalitik konverter dalam rangka mereduksi gas buang. Sedangkan metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan mengaktivasi fly ash dengan menggunakan H2SO4 dengan beberapa variasi konsentrasi yatu  mulai 7 M, 8 M dan 9 M. Dari hasil percobaan IR terjadi pergeseran bilangan gelombang yaitu bilangan gelombang 455.17 cm-1 bergeser 459.03 cm-1, hal ini menunjukkan konsentrasi H2SO4 dapat menghilangkan zat pengotor pada pori abu layang. Dari beberapa variasi konsentrasi H2SO4 juga menunjukan konsentrasi sebesar 9 M adalah paling potensial untuk digunakan sebagai bahan katalitik konverter, hak ini dikarena ada kandungan unsur TiO dan meningkat 2,49%, meskipun relatif kecil dengan unsur ini diharapkan fly ash batubara mampu menjadi bahan katalitik konverter yang dapat mereduksi emisi gas buang. Key words: Emisi Gas buang HC, Fly ash dan CO Katalitik konverter
PRODUKSI SERBUK PEWARNA ALAMI BIT MERAH (Beta vulgaris L.) DENGAN METODE OVEN DRYING Nanda Rudy Wibawanto; Victoria Kristina Ananingsih; Rika Pratiwi
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bit merah merupakan sumber potensial dari pigmen yang larut air yaitu betanin dalam bentuk betanidin 5-O-beta-glukosa yang berpotensi sebagai antioksidan. Di dalam bit merah terdapat pigmen betalain yang memberikan warna merah keunguan sehingga dapat dibuat pewarna alami untuk pengolahan pangan. Serbuk bit merah memiliki stabilitas yang sempurna dan karakteristik kelarutan yang baik, kadar airnya rendah sehingga umur simpannya lebih lama. Salah satu metode pengeringan dalam pembuatan serbuk bit adalah dengan oven drying. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik serbuk bit merah yang diperoleh melalui perbedaan suhu pengering oven dan konsentrasi maltodekstrin. Dalam penelitian ini dilakukan perlakuan pendahuluan perendaman asam sitrat 0,5% dan dalam maltodekstrin yang berperan sebagai drying agent dengan konsentrasi 0%, 20%, 40%, dan 60%. Pengeringan bit merah dilakukan di dalam oven dengan suhu 60oC, 70oC, 80oC hingga mencapai kadar air bit merah <10%. Analisa fisikokimia yang dilakukan adalah pengukuran bulk density, intensitas warna, kemampuan pembasahan, kadar air dan aktivitas antioksidan (% inhibition). Serbuk bit merah yang memiliki kualitas terbaik dilihat dari aktivitas antioksidan tertinggi (84,82%) dan warna dengan nilai a* tertinggi (18,29) didapatkan pada perlakuan perendaman asam sitrat tanpa maltodekstrin dengan suhu pengeringan 80oC. Kata kunci: bit merah, maltodekstrin, oven drying
OPTIMASI PENAMBAHAN TEPUNG LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm.f.) TERHADAP KARAKTERISTIK KWETIAU Tagor M. Siregar; Ruth Debora; Jeremia Manuel
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera) merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki kandungan serat pangan yang tinggi. Serat pangan telah diketahui memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan manusia. Kwetiau merupakan produk pangan yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia namun memiliki kandungan serat pangan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis tepung dan konsentrasi substitusi tepung tapioka, maizena dan lidah buaya terbaik dalam meningkatkan kandungan serat dan karakteristik kwetiau.  Tepung lidah buaya dibuat dengan metode pengeringan cabinet dry pada suhu 600C. Penentuan formula kwetiau terbaik dilakukan dengan metode mixture experiment menggunakan software Design Expert 7.0 D-Optimal. Kwetiau yang dibuat dengan menggunakan tepung lidah buaya tanpa kulit (20%) menghasilkan karakteristik terbaik dan kadar serat pangan sebesar 6,7% sehingga digunakan sebagai dasar dalam optimasi pembuatan kwetiau. Hasil penelitian menunjukkan penambahan tepung tapioka (25,580%), maizena (64,233%), dan lidah buaya (10,187%) menghasilkan kwetiau dengan karakteristik terbaik serta memiliki kandungan serat pangan sebesar 5,54% Kata Kunci : Aloe vera, kwetiau, mixture experiment, serat pangan
BIOPLASTIK DARI TEPUNG DAN PATI BIJI NANGKA Aprilina Purbasari; Ekky Febri Ariani; Raizka Kharisma Mediani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kemasan plastik dari polimer sintetis dapat menimbulkan masalah lingkungan karena sulit terurai secara alamiah. Oleh karenanya plastik kini banyak dibuat dari bahan alami yang ramah lingkungan seperti polisakarida, protein, dan lemak. Biji nangka mengandung karbohidrat yang cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat plastik. Pada penelitian ini bioplastik dibuat dari tepung dan pati biji nangka dengan gliserol sebagai plastisizer. Variabel yang dikaji meliputi jenis bahan (tepung dan pati biji nangka), kadar bahan terhadap air (4, 6, 8%), dan kadar  gliserol terhadap bahan (30, 40, 50%). Bioplastik dari pati biji nangka mempunyai warna lebih jernih daripada bioplastik dari tepung biji nangka. Hasil uji mekanik, yaitu tensile strength dan elongation at break, menunjukkan bahwa bioplastik dari pati biji nangka memiliki tensile strength dan elongation at break relatif lebih tinggi dibandingkan bioplastik dari tepung biji nangka. Semakin tinggi kadar bahan terhadap air menyebabkan semakin tinggi tensile strength dan semakin rendah elongation at break pada bioplastik, sedangkan kenaikan kadar gliserol terhadap bahan mengakibatkan penurunan tensile strength dan kenaikan elongation at break. Bioplastik yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pengemas makanan, yaitu buah stroberi, dan menghambat proses pembusukan. Kata kunci:, bioplastik, kekuatan mekanik, tepung dan  pati biji nangka
SENYAWA KIMIA PENYUSUN EKSTRAK ETHYL ASETAT DARI DAUN PISANG BATU DAN AMBON HASIL DISTILASI AIR Titri Siratantri Mastuti; Ratna Handayani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun pisang merupakan salah satu bahan pemberi flavor pada makanan. Flavor pada daun pisang diberikan saat daun pisang tersebut digunakan sebagai pembungkus produk pangan olahan saat memasak. Penelitian bertujuan  untuk mengetahui perbedaan komposisi senyawa kimia penghasil aroma dalam ekstrak dua jenis daun pisang (Musa spp.) yang dihasilkan dengan metode distilasi air yang kemudian diekstrak cair-cair dengan pelarut ethyl asetat. Jenis daun pisang yang digunakan adalah dari pisang batu (Musa balbisiana) dan pisang ambon (Musa acuminata). Ekstrak ethyl asetat daun pisang yang dihasilkan diidentifikasi senyawa penyusunnya dengan kromatografi GC-MS dan dianalisis secara deskriptif. Hasil identifikasi senyawa kimia dari kedua jenis daun pisang hasil distilasi air yang   diekstrak   dengan  pelarut  ethyl  asetat   menunjukkan  adanya  senyawa yang sama    yaitu 2-Methoxy-4-vinylphenol, Phytol,   Vanillin, E-15-Heptadecenal dan   1,2-Benzenedicarboxylic acid, bis (2-ethylhexyl) ester. Kelima senyawa tersebut diduga berkontribusi terhadap aroma atau flavor pada kedua jenis daun pisang. Selain kelima senyawa tersebut, pada daun pisang ambon terdapat senyawa Phenol, 2,4-bis(1,1-dimethylethyl) dan Alloaromadendren yang diduga berkontribusi juga pada flavor yang dihasilkan. Kata kunci : daun pisang, distilasi, flavor, ethyl asetat
KARAKTERISASI FISIK BUBUR BAYI INSTAN DARI TEPUNG UBI JALAR UNGU TERFORTIFIKASI ZINK (Zn) Noer Abyor Handayani; Herry Santosa; Berlian Arswendo Adietya; Bunga Profegama; Aditya Yuna
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fortifikasi zink pada bubur instan bayi berbahan dasar tepung ubi jalar ungu diharapkan mampu memberikan inovasi produk yang dapat mengatasi permasalahan defisiensi zink pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi fortifikan inorganic(ZnO) terhadap sifat fisik (penampilan fisik, densitas kamba, dan daya rehidrasi) dari produk instan. Bubur bayi instan yang dihasilkan melalui tahap pembuatan tepung, fortifikasi zink, dan tahap pembuatan bubur bayi instan. Bubur bayi instan tanpa fortifikan digunakan sebagai variabel kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampilan fisik bubur bayi instan tetap memberikan warna ungu sesuai dengan warna alami dari bahan baku. Nilai densitas kamba dan daya rehidrasi dari bubur bayi instan terfortifikasi ZnO (3,5; 4,25; 5,25; dan 6 mg) berturut-turut adalah 0,691; 0,610; 0,606; 0,600 gr/ml dan 2; 2,3; 2,4; 2,2; 2,8 ml/gr. Kata kunci : bubur bayi instan,fortifikasi zink, ubi jalar ungu
FORMULASI BIOADITIF SUPER “RON BOOSTER“ PADA BAHAN BAKAR MINYAK MELALUI EKSTRAKSI MINYAK SEREH WANGI (CITRONELLA OIL) MENGGUNAKAN GELOMBANG MIKRO Heri Dwi Agustian; Dwi Anggryani S; Hendro Baskoro; Amalia Khoirunnisa; Isti Pudjihastuti; Fariza Siswanti
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor energi memiliki peranan penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan karena segala aktivitas manusia membutuhkan pasokan energi. Kebijakan energi nasional mentargetkan 5% kebutuhan energi nasional harus dapat dipenuhi melalui pemanfaatan biofuel sebagai energi terbarukan karena pembakaran dari BBM mengakibatkan pencemaran udara dan global warming. peningkatan proses pembakaran dapat melalui penambahan aditif, oleh sebab itu perlu adanya eksplorasi bioaditif sebagai senyawa tambahan dalam bahan bakar. Salah satu alternatif aditif yang baik dan ramah lingkungan adalah minyak atsiri. Diantara 14 jenis minyak atsiri yang menjadi komoditi ekspor adalah minyak Serai Wangi. Minyak serai wangi diprediksi mempunyai karakteristik yang mendekati karakteristik bahan bakar, seperti berat jenis, titik didih, dan sifat mudah menguap. Proses ekstrak diharapkan akan mendongkrak produktifitas dan kualitas kandungan minyak serai wangi. Proses yang ditawarkan adalah ekstraksi minyak sereh wangi menggunakan gelombang mikro. Prinsip pemanasan menggunakan gelombang mikro bedasarkan  tumbukan langsung dengan material polar atau solvent dan diatur oleh dua fenomena yaitu konduksi ionik dan rotasi dipol. Hasil dari penelitian ini berupa senyawa bioaditif yang dicampurkan dengan BBM dan meningkatkan cetane number dan octane number. Variabel berubah yang digunakan adalah proes ekstraksi dengan suhu 40°C dan 60° C, serta  pelarut n-heksan dan etanol . setelah didapat ekstrak bioaditif kemudian dicampur dengan BBM dengan formulasi perbandingan bioaditif minyak sereh wangi : BBM ( Solar atau Bensin ) adalah rentang 0,1-1 : 100 Dan diilkukan pengujian Gas Chromatografi dan cetane-octane number.Rendemen maksimal berada pada suhu 70oC dengan pelarut ethanol selama 2 jam ekstraksi. Formulasi ang efisien untuk penambahan pada BBM berada pada rasio 3% dengan peningkatan angka cetana dari point 48 menjadi 50. Kata Kunci : Energi, Bioaditif. Minyak Sereh Wangi, Ekstraksi, Gelombang Mikro
ADSORPSI LOGAM TIMBAL DALAM LARUTAN MENGGUNAKAN KULIT KETELA RAMBAT (Ipomoea batatas L) Yuni Wulandari; Laeli Kurniasari; Indah Riwayati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran logam timbal menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan makhluk hidup. Menyadari ancaman tersebut,salah satu alternatif menghilangkan logam timbal adalah dengan menggunakan biosorben kulit ketela rambat. Biosorben kulit ketela rambat memiliki kandungan utama berupa amilosa dan amilopektin yang merupakan struktur polisakarida dan gugus aktif yang akan menarik dan mengikat logam pada biomassa. Proses adsorpsi dilakukan dengan mengkontakkan biosorben dengan larutan timbal dengan variasi pH 3,4,5,6; variasi waktu 1; 1,5;2 ;2,5 jam dan variasi massa biosorben 0,25; 0,5; 0,75; 1 gram. Kondisi terbaik diperoleh pada pH 5, bobot adsorben 0,25 gram dan waktu kontak 2 jam. Pada model kesetimbangan isoterm Langmuir diperoleh nilai Q maks sebesar 45,45 ppm dengan nilai koefisien korelasi 0,943. Sedangkan pada model kesetimbangan isoterm Freundlich menunjukkan nilai korelasi koefisien 0,988 dengan konstanta kesetimbangan KF 0,767 dengan nilai n= 0,3636. Hasil ini menunjukkan model isoterm Freundlich memiliki korelasi relatif yang lebih linier untuk proses biosorpsi dengan kulit ketela rambat. Kata kunci: Adsorpsi, Kulit ketela rambat, Timbal
FORTIFIKASI TEPUNG TERIGU OLEH TEPUNG CANGKANG RAJUNGAN (Portunus pelagicus) PADA PEMBUATAN MIE BASAH Sufrotun Khasanah; Indah Hartati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mie basah merupakan salah satu produk olahan terigu yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Dewasa ini, produsen mie basah seringkali menggunakan boraks dan formalin sebagai bahan pengawet mie. Proses pembuatan mie basah sering kali menggunakan boraks atau formalin untuk mengawetkannya. Menimbang bahwa formalin dan boraks tergolong dalam pengawet yang tidak diijinkan untuk digunakan sebagai pengawet produk pangan, maka perlu dicari alternatif pengawet mie basah yang aman dikonsumsi. Dalam penelitian ini tepung cangkang rajungan digunakan sebagai pengawet mie basah karenakandungan kitosannya. Tepung cangkang rajungan  juga berfungsi meningkatkan protein pada mie basah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan konsentrasi optimum penggunaan tepung rajungan dalam mie basah,. Uji yang dilakukan meliputi uji orgnoleptik dan proksimat. Berdasarkan penilaian panelis fortifikasi tepung terigu oleh tepung cangkang rajungan ini dapat diterima pada  panelis dengan perbandingan (90:10)% karena  warna, rasa, aroma, dan tekstur dapat menarik konsumen. Sedangkan kandungan proximat pada perbandingan tersebut adalah kadar air  0.51%, kadar abu 0.44%, protein 6.60%, lemak 2.7%, dan karbohidrat 89.75%. Kata kunci : cangkang rajungan, fortifikasi, mie
PEMANFAATAN PATI GEMBILI (DIOSCOREA ESCULENTA LOUR. BURKILL) DENGAN PENAMBAHAN PLASTICIZER SEBAGAI EDIBLE COATING PADA STROBERI (FRAGARIA ANANASSA) W. Donald R. Pokatong; Carolina Lestari; Titri S. Mastuti
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gembili mengandung pati tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai edible film/coating.  Penelitian bertujuan mengekstrak pati umbi gembili, mencampurnya dengan plasticizer, menentukan edible film berkarakteristik fisik dan mekanik yang baik, kemudian mengetahui pengaruh edible coating terhadap karakteristik dan umur simpan stroberi.  Rendemen pati gembili diperoleh 59,24±4,80% (kadar pati 80,67±2,61%). Pembuatan edible film menggunakan pati gembili (4,5, 5,5, 6,5%) dengan gliserol (2,5, 3,5, 4,5%), sorbitol (5,5, 6,5, 7,5%), atau PEG400 (0,5, 1,0, 1,5%).  Pati (4,5%)-gliserol (2,5%) dipilih (WVTR-nya terendah); pati (4,5%)-sorbitol (5,5%) (WVTR terendah dan elongasinya tertinggi); pati (6,5%)-sorbitol (5,5%) (kuat tariknya tertinggi).  Edible coating dipreparasi dari formulasi-formulasi ini, diaplikasikan ke stroberi, dan disimpan pada ~2dan ~27oC.  Kontrol stroberi adalah tanpa dilapisi dan dilapisi pati (4,5%)-gliserol (2%). Edible coating mempengaruhi karakteristik stroberi namun bervariasi pada dua suhu penyimpanan.  Umur simpan (~27oC) stroberi tanpa dilapisi adalah 2 hari, sedangkan stroberi dilapisi pati (4,5%)-gliserol (2%) dan pati (6,5%)-sorbitol (5.5%) 3 hari, pati (4,5%)-gliserol (2,5%) dan pati (4,5%)-sorbitol (5.5%) 4 hari.  Umur simpan (~2oC) stroberi tanpa dilapisi adalah 10 hari sedangkan stroberi dilapisi pati (4,5%)-gliserol (2%), pati (4,5%)-gliserol (2,5%), pati (4,5%)-sorbitol (5,5%), pati (6,5%)-sorbitol (5,5%) masing-masing 24, 26, 28, 25 hari.  Ini menunjukkan edible coating memperpanjang umur simpan stroberi 2,4-2,8 kali lebih lama dari kontrol. Kata kunci: edible-coating, gembili, pati, stroberi, umur-simpan

Page 36 of 140 | Total Record : 1394