cover
Contact Name
Suharto
Contact Email
suharto@mail.unnes.ac.id
Phone
+628122853530
Journal Mail Official
suharto@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung B2 Lt.1 Kampus Sekarang Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Harmonia: Journal of Research and Education
ISSN : 25412426     EISSN : -     DOI : 10.15294
Core Subject : Education, Art,
Harmonia: Journal of Arts Research and Education is published by Departement of Drama, Dance, and Music, Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang in cooperation with Asosiasi Profesi Pendidik Sendratasik Indonesia (AP2SENI)/The Association of Profession for Indonesian Sendratasik Educators, two times a years. The journal has focus: Research, comprises scholarly reports that enhance knowledge regarding art in general, performing art, and art education. This may include articles that report results of quantitative or qualitative research studies.
Articles 1,219 Documents
BENTUK DAN ANALISIS MUSIK KERONCONG TANAH AIRKU KARYA KELLY PUSPITO Rachman, Abdul
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i1.2534

Abstract

Musik keroncong merupakan musik asli Indonesia karena tumbuh dan berkembang di Indonesia. Namun perkembangannya tidak sebaik jenis musik barat seperti pop, rock ataupun musik dangdut. Musik keroncong sering dianggap sebagai musik yang dikonsumsi kalangan orang tua saja karena memang peminat musik keroncong sebagian besar adalah orang tua. Seorang komponis keroncong asal Semarang yaitu Kelly Puspito tergugah untuk mengembangkan musik keroncong karena melihat musik keroncong sudah mulai ditinggalkan oleh para remaja. Kelly Puspito melakukan inovasi terhadap musik keroncong asli dengan cara mengembangkan harmonisasi atau progresi akor dengan menambahkan akor-akor yang sudah baku, melodi yang bervariasi bergerak melangkah dan melompat,  rentangan nada yang luas, ritmis bervariasi yaitu bernilai seperempatan, seperdelapanan, hingga seperenambelasan, serta interval nada yang cukup tajam baik naik maupun turun. Hal itu sesuai dengan karakteristik remaja yaitu selalu ingin berinovasi, menyukai tantangan dan ingin mencoba hal-hal yang baru. Keroncong music is an original Indonesian music since it grew and developed in Indonesia. However, its development was not as good as western music such as pop, rock, or dangdut. Keroncong music is often regarded as music consumed only by the adults since those who like the music are mostly adults. A keroncong composer from Semarang Kelly Puspito was encouraged to familiarize keroncong music since she noticed that the music has been abandoned by youngsters. Kelly has innovated the music by enhancing harmonization or accord progression by adding standard accords, more various melodies of moving forward and skipping, extensive tone stretching, variously patterned rhythmic tone by 1/4, 1/8, and even 1/16 and a sharp tone interval either ascending or descending tones. This is relevant to youngsters’ characteristics to always innovate, take challenges, and want to experiment with new things. 
PENGEMBANGAN TEKNIK KONDAKTING DAN PENDOKUMENTASIAN DALAM MEDIA REKAM DAN CETAK UNTUK MENDUKUNG PROSES LATIHAN KONDAKTING Susetyo, Bagus
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v11i2.2207

Abstract

Ada kebutuhan untuk melakukan formulasi di dalam teori dasar suara dan pengembangan agar dalam pembuatannya menjadi referensi bagi guru seni budaya di kota Semarang, dalam bentuk  pengembangan teknik dan dokumentasi  media rekam dan cetak dalam rangka memungkinkan pelaksanaan yang tepat dan lebih baik serta dalam penerapannya lebih estetis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang dikombinasikan dengan penelitian dan pengembangan. Pengumpulan data melibatkan reduksi data, interpretasi, presentasi, dan, kemudian, verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya sinkronisasi teori dan pola dasar dan perkembangannya berdasarkan gerakan yang dilakukan oleh guru seni dan budaya dan dilaksanakan di dalam kelas. Pola-pola pembangunan meliputi: postur berdiri,  sikap, insetting dan attack. Pelaksanaan gerakan komando merupakan perkembangan tempo. 2/4, 3/4, 4/4, dan 6/8. Dalam gerakan penutupan, beberapa variasi yang dikembangkan, yaitu MOR, dan thriller. Dinamik, tempo, ekspresi dan fermata dikembangkan lebih bervariasi. There was a need for a conducting formulation under a sound basic theory and development in order to make it a reference for those teachers of arts and cultures in Semarang municipality, in the form of conducting technique development and documentation in recorded and printed media in order to enable appropriate and better implementation as well as more aesthetic conducting. The research method used was a descriptive qualitative one combined with research and development. The data collection involved data reduction, interpretation, presentation, and, then, verification. The research result indicated the presence of synchronization of theory and basic pattern of conducting and its development based on the movement practiced by teachers of arts and cultures and implemented in the classroom. Those development patterns included: standing posture, set attitude, insetting and attack. The implementation of command movement constituted the development of tempo of. 2/4, 3/4, 4/4, and 6/8. In closure movement, several variances were developed, i.e. called, MOR, and thriller. The dynamics, tempo, expression and fermata were developed more variedly.
REOG KEMASAN SEBAG AIASET PARIWISATA UNGGULAN KABUPATEN PONOROGO (The Packes Reog as the high tourism ofPonorogo residence) Maryono, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 2 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i2.788

Abstract

Reog merupakan kesenian rakyat Ponorogo yang berkembang di beberapa wilayah terutamadi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah khusus ibukota Jakarta. Reog sebagai seni kemasanpariwisata mulai digelar pada festival Reog tingkat Nasional dalam serangkaian GrebegSuro pada tahun 1980 di Ponorogo. Reog dikemas secara ringkas dan padat agar dalamwaktu pementasan yang singkat, gerak dimodifikasi, kualitas mutunya tetap terjamin dapatmemuaskan selera wisatawan. Seluruh penari Reog menjadi pemegang peran, sehinggadapat menarik penonton. Tari Warok, Dhadhak Merak, Bujangganong, Jathtt dan KlanaTopeng melakukan kreatifitas gerak tari sesuai dengan keahlian senimannya, sehinggamemberikan nuansa baru. Sebagai seni kemasan Reog merupakan tiruan dari aslinya, relatifkaya gerak dan singkat dalam arti waktu pertunjukan relatif pendek, penuh variasi,mengesampingkan nilai sakral, magis serta simbolis dan relatif murah harganya.Kata kunci: Pariwisata, kemasan, Reog Ponorogo.
Continuity of Tradition Dance: Acedemicians’ Intervention on Artists and Performing Arts Groups Indrayuda, Indrayuda
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 15, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v15i2.4454

Abstract

This article intends to uncover a concept of developing tradition-art groups in West Sumatra, which is considered that they have been left behind by modern-art groups in terms of packing aspect, presentation, and technical skills. Hence, this article reveals intervention of the academician in developing and providing support in the forms of improving skills and knowledge of the artists and art groups. The support includes improving skills and knowledge of expressing arts through giving packing techniques and arranging art performance, orientated toward educational and social extension actions. The knowledge may consist of techniques for developing movements, dance music, costumes, and make-up affecting skills of arranging and packing performance arts that can be divested in art industries. The method used in this investigation was games that aimed to cope with boredom and improve new awareness of concepts of how to pack performance arts. In addition, the case study was employed to solve problems faced by partners in the field. Moreover, practices about how to pack the arts were critical to be done through brainstorming, discussing, and lecturing.
KEMAMPUAN MUSIKAL (MUSICAL ABILITY) DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MUSIK Sumaryanto, F Totok
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 1, No 1 (2000)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v1i1.839

Abstract

Pendidikan kesenian di sekolah bertujuan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan siswa agar berkreasi dan menghargai kerajinan tangan dan kesenian, termasuk pengajaran seni musik. Pencapaian prestasi belajar music siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kemampuan musikal (musical ability). Kemampuan musikal adalah kemampuan bawaan yang melekat (inherent) pada seseorang dalam musik tanpa memperhatikan pengaruh lingkungan. Kemampuan musikal (sebagai potensi yang dapat dikembangkan), jika ditambah dengan pengaruh lingkungan melalui latihan        yang terarah dan teratur, dapat mengembangkan bakat musik siswa. Dengan berkembangnya bakat musik, maka berkembang pula prestasi belajar music mereka.
Model Pembelajaran Musik Angklung Sunda Kreasi di Sanggar Saung Angklung Udjo Nglagena, Padasuka Bandung Jawa Barat. (Model Study of Music Angklung Creation in Gallery of Saung Angklung Udjo Ngalagena Padasuka Bandung West Java) Supriadi, Didin
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 3 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i3.742

Abstract

Udjo Ngalagena [UN] dan Sanggar Saung Angklung Udjo Ngalagena [SAUN]merupakan pelaku budaya yang berperan dalam upaya melestarikan danmengembangkan jenis-jenis musik angklung. Sosok Udjo Ngalagena merupakanfigur pribadi dan institusi yang aktif dalam proses transformasi musik angklung darifungsi seni yang berfungsi untuk upacara ritual yang berhubungan dengan paninpadi, kemudian menjadi seni hiburan dan totonan. Berbagai upaya kreatif dilakukanoleh Udjo Ngalagena maupun bersama sanggar-nya, dari mulai; [1] kerjaeksperimentasi bentuk jenis-jenis musik yang terbuat dari bambu khususnya musikangklung, [2] model pembelajaran yang menggunakan sitem nomor, danmenggunakan simbol gerak tangan, hingga terbentuk inovasi musik angklung, yangkemudian dikenal dengan musik angklung Sunda kreasi Udjo. Sanggar SaungAngklung UN yang merupakan pembaharu jenis musik angklung telah menjadikanmusik angklung sebagai bentuk musik pertunjukan yang bisa setiap saatdipentaskan bahkan hampir setiap hari selalu mementaskannya terutama bilakedatangan para tamu dari mancanegara maupun tamu domestik yang berkunjung.Kata Kunci : Udjo Ngalagena, model pembelajaran, Angklung Sunda Kreasi.
SENI SENI SPIRITUAL: Menyelam ke Dasar Pemikiran Seni Iqbal dan Schuan (The Spintualist of Arts, deep in thought of art of lqbal and Schuan) Usuluddin, Win
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v4i1.703

Abstract

Kecenderungan relijiusitas dalam seni seyogyanyalah dipandang sebagai sebuah  realitas yang harus dilihat secara utuh. Sebab sesungguhnyalah antara seni dan  agama bertaut kuatpada kedalaman jiwa dan perasaan yang sangat indah, suatu  zona khusus di balik realitas alam ini. Sejujurnya memang harus diakui bahwa seni­seni keislaman belum banyak disentuh oleh para sen/man kita untuk diberi wama  seni secara tersendiri. Secara murni mereka masih dalam taraf pencarian atau  andaipun rona­rona itu telah mereka taburkan, barulah sekedar mengimbangi 'pihaklain' yang tidak diwarnai oleh nilai­nilai yang khas itu. Ataukah memang senyatanyaseni itu sesungguhnya merupakan 'wilayah tenarang'yang mana bolen dimasuki dan  dinikmati oleh sekelompok tertentu saja, sebab nyatanya hanyalah kaum sufi saja  yang telah secara berhasil menemukan keindahan ketuhanan „     melalui olah batin  mereka. Sastra sufi merupakan titik temu yang mempertautkan dunia seni dan  wilayah ketuhanan sehingga mampu memberikan sebingkai kepuasan puncak  keindahan dan kenikmatan keimanan. Mereka kaum sufilah yang secara menggema  telah mampu menggaungkan innallaha jamyi wa tuhibbu aljamaal sehingga  merekapun memiliki peran yang cukup penting dalam sejarah Islam, terutama dalampenyebaran agama Islam di berbagai belahan di bumi.Kata kunci: Seni, Filsafat, Filsafat Perenial, Spiritual.
METODE PEMBELAJARAN PENCANTRIKAN TERBIMBING DENGAN PEMANFAATAN AUDIO VISUAL Rahayuningtyas, Wida; SDP, Endang Woro; Wardhani, Tjitjik Sri
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v11i1.1500

Abstract

Berdasarkan data evaluasi terhadap kemampuan mahasiswa dalam pemahaman dan keterampilan gerak tari gaya Malangan masih sangat rendah. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi Seni Tari semester 4 Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pencantrikan terbimbing yang menggunakan media pembelajaran audio visual sebagai metode pembelajaran dapat meningkatkan minat belajar dan meningkatkan pula prestasi hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Repertoar I. Media audio visual tersebut berisi ragam-ragam gerak dari materi tariannya.   Audio-Visual Learning Method od Guided Apprenticeship   Abstract Based on an evaluative data conducted, it showed that students’ ability in understanding and mastering Malay dancing style is still inadequate. The research method used Action Research in two cycles. The subject of research was the fourth semester students of Dancing program at Malang State University. The result showed that the audio-visual learning method of guided apprenticeship could increase the students’ learning interest as well as improve their achievement in Repertoar I course. The audio-visual media contains various dancing styles and movements. Keywords: metode pembelajaran, pencantrikan terbimbing, audio visual
MUSIK TRADISIONAL THONG-THONG LEK DI DESA TANJUNGSARI KABUPATEN REMBANG Rachman, Abdul
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 3 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i3.779

Abstract

Thong-thong Lek merupakan salah satu kesenian tradisional yang dimiliki olehmasyarakat desa Tanjungsari, kecamatan Rembang, kabupaten Rembang. Alat musik ThongthongLek berupa bambu yang dibentuk kenthongan. Setiap tahunnya masyarakat desaTanjungsari selalu disibukkan dengan kegiatan lomba Thong-thong Lek, dalam mengikutilomba dibutuhkan banyak biaya dan tenaga namun tidak menjadi masalah bagi warga desaTanjungsari. Menyikapi hal tersebut di atas penulis ingin meneliti tentang bagaimanakeberadaan musik tradisional Thong-thong Lek di desa Tanjungsari dan bagaimana dukunganwarga desa Tanjungsari terhadap musik tradisional Thong-thong Lek. Pendekatan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kesenian tradisional Thong-thong Lek yang semula fungsinyahanya membangunkan orang sahur pada bulan Ramadhan, tetapi kini keberadaan musiktradisional Thong-thong Lek ikut meramaikan kota Rembang pada bulan Ramadhan. ThongthongLek pada perkembangannya ada dua jenis, yaitu jenis tradisi dan jenis elektrik. Semuaalat diletakkan di atas panggurig kecuali kenthongan dibawa sendiri oleh pemainnya berjalandi depan mobil panggung tersebut.Kata kunci : Thong-thong Lek, fungsi, kentongan
The Roles of The Dance Education Institute and The Ngayogyakarta Hadiningrat Palace in The Inheritance Process of Yogyakarta Classical Dance Style Saearani, Muhammad Fazli Taib Bin
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 15, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v15i1.3761

Abstract

This study aims to examine the roles of the Ngayogyakarta Palace, formal educational institutions, and non-formal educational institutions in the inheritance of the classical court dance of Yogyakarta or Tari Klasik Gaya Yogyakarta (TKGY). The method employed was a qualitative method through interviews and observations with a number of informants from dance institutions in Yogyakarta. Based on the interviews, a number of independent and collaborative roles among the three types of institutions under study can be identified. These roles were then placed in a theoretical framework related to the inheritance of the classical court dance of Yogyakarta (TKGY) that justifies the reasons why it can be well-inherited in the Special Region of Yogyakarta. Based on this effort, it was found that each institution took a place in the attempt to support the inheritance layers (core, practical, philosophical, and developmental) causing the absence of problems in the existence of the classical court dance of Yogyakarta in the Special Region of Yogyakarta. These findings then can be used as the best practice for the inheritance efforts for classical dances in other places in the Indonesian Archipelago.

Page 60 of 122 | Total Record : 1219


Filter by Year

2000 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1 (2024): June 2024 Vol 23, No 2 (2023): December 2023 Vol 23, No 1 (2023): June 2023 Vol 22, No 2 (2022): December 2022 Vol 22, No 1 (2022): June 2022 Vol 21, No 2 (2021): December 2021 Vol 21, No 1 (2021): June 2021 Vol 20, No 2 (2020): December 2020 Vol 20, No 1 (2020): June 2020 Vol 19, No 2 (2019): December 2019 Vol 19, No 1 (2019): June 2019 Vol 18, No 2 (2018): December 2018 Vol 18, No 1 (2018): June 2018 Vol 17, No 2 (2017): December 2017 Vol 17, No 1 (2017): June 2017 Vol 16, No 2 (2016): December 2016 Vol 16, No 2 (2016): (Nationally Accredited, December 2016) Vol 16, No 1 (2016): June 2016 Vol 16, No 1 (2016): (Nationally Accredited, June 2016) Vol 15, No 2 (2015): December 2015 Vol 15, No 2 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2015) Vol 15, No 1 (2015): June 2015 Vol 15, No 1 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, June 2015) Vol 14, No 2 (2014): December 2014 Vol 14, No 2 (2014): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2014) Vol 14, No 1 (2014): June 2014 Vol 14, No 1 (2014): (DOI & DOAJ Indexed, June 2014) Vol 13, No 2 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, December 2013) Vol 13, No 2 (2013): December 2013 Vol 13, No 1 (2013): June 2013 Vol 13, No 1 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, June 2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 1 (2000) Vol 1, No 1 (2000) More Issue