cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 18581196     EISSN : 23553596     DOI : -
Core Subject : Health,
KEMAS Journal: Research Study in Public Health publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues. The journal was first published in July 2005 and subsequently published twice a year, in July and January. KEMAS Journal is a peer review journal and can be accessed in http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas. Semarang State University (Unnes) is a leading university in Indonesia with the vision to become a world-class conservation university. The conservation vision is closely related to the study of public health sciences. Unnes also published high quality e-journal from various disciplines, integrated, and managed through Open Access Journals that can be accessed in http://journal.unnes.ac.id. The IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia/The Association of Indonesian Public Health Expert) is a non-profit membership association dedicated to advance public health as a scientific discipline and profession that serves public good for Indonesia and humanity.
Arjuna Subject : -
Articles 1,403 Documents
PENYULUHAN HYGIENE SANITASI MAKANAN DAN MINUMAN, SERTA KUALITAS MAKANAN YANG DIJAJAKAN PEDAGANG DI LINGKUNGAN SDN KOTA SAMARINDA Ningsih, Riyan
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i1.3071

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan mendasar bagi hidup manusia. Kasus keracunan makanan dan penyakit infeksi karena makanan cenderung meningkat. Anak-anak sering menjadi korban penyakit tersebut. Salah satu penyebabnya adalah karena tidak memperhatikan kebersihan perorangan dan lingkungannya dalam proses pengelolaan makanan. Tujuan Penelitian ini menganalisis tingkat pengetahuan, praktik hygiene sanitasi makanan dan minuman sebelum dan sesudah diberi penyuluhan dan mengetahui kualitas makanan secara mikrobiologis. Jenis penelitian pre eksperimen the one group pre tes - post test design. Populasinya adalah seluruh pedagang makanan yang menjajakan makanannya sebanyak 24 orang. Teknik samplingnya total sampling. Pengambilan data dengan wawancara dan observasi menggunakan kuesioner serta pemeriksaan makanan secara mikrobiologis. Analisis data yang digunakan dengan univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki 58,3% dengan tingkat pendidikan SMA 33,3%. Fasilitas sanitasi di sekitar tempat berdagang sebagian besar memenuhi syarat. Ada perbedaan pengetahuan, praktik hygiene sanitasi makanan dan minuman sebelum dan sesudah penyuluhan (p<α), Tidak ada hubungan antara pengetahuan, praktik hygiene dengan kualitas makanan secara mikrobiologis sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil pemeriksaan laboratorium ada bakteri E. coli sebanyak 4,17%. Food is a basic necessity for human life . Cases of food poisoning and infectious diseases because the food is likely to increase . Children often become victims of the disease . One reason is because they do not pay attention to personal hygiene and the environment in the process of food management . This study analyzes the level of objective knowledge , sanitary hygiene practices of food and drinks before and after are educated and know the quality of the food is microbiologically. The pre- experimental type of research one group pre test - post test design . Its population is around the food vendors peddling food as many as 24 people . Total sampling techniques sampling . Intake interview and observation data by using questionnaires and microbiological examination of foods . Analysis of the data used by univariate and bivariate . The results showed the majority of respondents male sex 58.3 % to 33.3 % high school education level . Sanitation facilities in nearby trade most qualified . There are differences in knowledge , food sanitation and hygiene practices drinks before and after counseling ( P < α ) , There is no corellation between knowledge , hygiene practices with the microbiological quality of food before and after counseling. laboratory test results bacteria E. coli as much as 4.17 % .
PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI PADA ANAK JALANAN DENGAN SEKS AKTIF DI KOTA SEMARANG Setyadani, Apit Sekar
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v9i1.2827

Abstract

Lingkungan pergaulan yang keras dan bebas menyebabkan anak jalanan rentan terhadapgangguan kesehatan dan psikologi. Gangguan tersebut sering diakibatkan oleh perilakuseks bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku kesehatan reproduksipada anak jalanan dengan seks aktif di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakanmetode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan informan secara purposivesampling dilanjutkan snowball sampling. Informan berjumlah 5 anak jalanan denganseks aktif, 5 teman dekat mereka, dan 3 pengurus rumah perlindungan sosial anak diKota Semarang. Teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalamdan observasi. Analisis data secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa anak jalanan dengan seks aktif mulai mengenaldan melakukan seks bebas pada usia 14-16 tahun. Mereka sering bergonta-gantipasangan dan melakukan seks bebas di sembarang tempat. Sebagian besar informantidak menggunakan alat kontrasepsi ketika berhubungan seks, sehingga berdampakpada penularan Penyakit Menular Seksual (PMS) dan kehamilan. Faktor pendoronginforman melakukan hubungan seks bebas adalah karakteristik (usia, jenis kelamin,pendidikan, tempat tinggal, dan alasan turun ke jalan), kurangnya pengetahuan, sikap,serta lingkungan mereka. Central obesity/abdominal can be seen in the ratio of waist and hip circumference (RLPP).Central obesity is closely related to the occurrence of metabolic syndrome, one sign is anincrease in total blood cholesterol. Research problem was how the relationship of centralobesity with total blood cholesterol levels in women aged 45-54 years. Research purpose todetermine the relationship of central obesity with total blood cholesterol levels in women aged45-54 years. Explanatory research methods with cross sectional approach. Th e populationin this study were 276 women in Plalangan village, Gunungpati District of Semarang, usedstratifi ed random sampling, amounts 81. Th e data analysis technique used Chi-Square testwith α = 0.05 . Th e results showed that 61.7% of samples had central obesity and 16% ofsamples having total blood kolesteol levels including hypercholesterolemia. Th e results ofdata analysis showed no association between central obesity with total blood cholesterollevels (p=0.001). Th e conclusions, there was no association between central obesity withtotal blood cholesterol levels.
HUBUNGAN SANITASI RUMAH DENGAN ANGKA BEBAS JENTIK AEDES AEGYPTI Sukowinarsih, Tur Endah; Cahyati, Widya Harry
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v6i1.1749

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sanitasi rumah dengan kejadian demam berdarah (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Sekaran Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan penelitian kasus kendali. Pengambilan sampel dilakukan dengan acak. Data diolah dengan menggunakan uji chi square. Faktor-taktor yang memiliki hubungan dengan kejadian DBD adalah jentik pada bak mandi, jentik pada tempayan, dan pakaian yang menggantung. Sebaliknya faktor-faktor yang tidak mempengaruhi adalah intensitas pencahayaan, keberadaan jentik pada tempat minum burung, dan keberadaan jentik pada kontainer bekas. AbstractThe purpose of this study was to determine the relationship between home sanitary with dengue incidence in the center for medical public services of Semarang City. This research is a case-control study design. Samples were taken using random sampling. The data obtained were processed using chi square test. Factors that have a relationship with dengue evidence are the mosquito larvae in the tub, larvae in jar, and hanging clothes. Conservely, factors that do not affect are the intensity of illumination, the presence of larvae in the drinking bird, and the precence of larvae in the used containers.Keywords: Home sanitary; DBD Incidence; Mosquito larvae
Partisipasi Ibu dalam Pemasangan Live Trap Terhadap Jumlah Tangkapan Tikus dan Pinjal Rahmawati, Emy
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i1.2818

Abstract

Penyakit pes disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis yang dibawa oleh pinjal sebagai vector dan tikus sebagai reservoir. Pencegahan pes dilakukan melalui survailens pada daerah fokus dengan menangkap tikus menggunakan live trap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui partisipasi Ibu dalam penangkapan tikus menggunakan live trap jumlah pinjal penyisiran tikus di Desa Sukabumi Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen, menggunkan metode survei rancangan posttest only control group. Populasi dalam penelitian ini warga Desa Sukabumi Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali Tahun 2011. Sampel berjumlah 64 responden, yang terdiri dari 32 sampel eksperimen dan 32 sampel pembanding. Instrumen yang digunakan adalah tabel hasil penangkapan tikus, pinjal dan live trap (alat jebak tikus hidup). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (menggunakan uji Wilxocon dengan α = 0,05). Simpulan penelitian ini ada beda jumlah tikus yang tertangkap (p = 0,029), dan tidak ada beda jumlah pinjal yang tertangkap (p = 0,617) melalui partisipasi ibu dalam memasang live trap. Bubonic plague is caused by Yersinia pestis bacterial infection carried by fleas as vectors and rodents as reservoirs. Prevention of plague through survailens on an area of focus by using a live trap to catch mice. The purpose of the study was to determine Mother’s participation in the capture of mice using a live trap in Sukabumi Cepogo Boyolali. This research is a quasi experimental study, use the survey method posttest only control group design. The population in this study Cepogo Boyolali residents Sukabumi 2012. The sample amounted to 64 respondents. The instrument used is a table of the results of catching mice, fleas and live trap. Data analysis was performed by univariate and bivariate (using Wilxocon test with α = 0.05). The conclusion of this study was different from the number of mice caught (p = 0.029), and no different from the number of fleas caught (p = 0.617) and Mother’s participation.
PENDIDIKAN GIZI DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN GIZI Zulaekah, Siti
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v7i2.2808

Abstract

Pendidikan gizi pada anak anemia di sekolah dasar diberikan dengan harapan pengetahuan gizi dan pola makan anak akan berubah sehingga asupan makan terutama asupan besi dan kadar hemoglobin anak akan meningkat. Masalah penelitian adalah bagaimanakah efek pendidikan gizi terhadap perubahan pengetahuan gizi. Penelitian ini bertujuan mempelajari efek pendidikan gizi terhadap perubahan pengetahuan gizi anak sekolah dasar yang anemia. Penelitian ini merupakan penelitian quasy experiment dengan rancangan pretest post-test control group. Penelitian dilakukan terhadap 36 sampel. Pendidikan gizi secara komprehensif dengan alat bantu booklet pada anak, orang tua, dan guru kelas. Pendidikan gizi pada anak diberikan dua minggu sekali, sedangkan pada guru kelas dan orang tua diberikan empat minggu sekali dalam 12 minggu. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan gizi pada sampel mengalami peningkatan (17,44 point). Secara statistik ada perbedaan bermakna pengetahuan gizi anak SD yang anemia sebelum dan sesudah intervensi (p=0,0001). Simpulan penelitian adalah pendidikan gizi efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi.Nutrition education for anemia children in primary schools was given in the hope that their nutrition knowledge and dietary intake will change, so iron intake and hemoglobin levels of children will increase. The research problem was how the effects of nutrition education on nutrition knowledge change. This purpose was to know the effects of nutrition education on nutrition knowledge change of elementary school anemic children. This research was quasy experiment with a pretest posttest control group. The study was conducted on 36 samples. Nutrition education in a comprehensive booklet aids in children, parents, and teachers. Nutrition education in children given once every two weeks, while the classroom teachers and parents were given every four weeks in 12 weeks. The results showed knowledge of nutrition in the sample increased (17.44 points). There was significant differences in nutrition knowledge of elementary school anemic children before and after intervention (p=0.0001). Conclusion, nutritional education was effective to improving nutrition knowledge.
POLUSI AIR TANAH AKIBAT LIMBAH INDUSTRI DAN LIMBAH RUMAH TANGGA Widiyanto, Agnes Fitria; Yuniarno, Saudin; Kuswanto, Kuswanto
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3388

Abstract

Sumber air tanah yang banyak dimanfaatkan warga adalah air sumur gali. Air sumur gali bila kondisinya tercemar baik oleh limbah domestik maupun limbah industri menyebabkan dampak terhadap kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat polusi  dan faktor-faktor yang menyebabkan polusi air tanah akibat limbah domestik dan limbah industri di Kelurahan Kalikabong Kabupaten Purbalingga. Penelitian kuantitatif ini dilakukan pada tahun 2012. Keseluruhan data di uji statistik deng an Fisher’s Exact Test. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara kekeruhan (p value 1,000), bau (nilai p value 0,183), warna (p value 1,000), dan rasa (p value 0,346) dengan polusi air tanah.Hasil analisis univariat menunjukkan terdapat 100% air sumur warga tidak memenuhi syarat secara mikrobiologi. Air sumur warga yang bau 47,63%, berasa 38,09%, berwarna 33,33%, keruh 28,57%. Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya polusi air sebesar 33,33% berasal dari limbah industri, 47,62% limbah rumah tangga, dan 19,04% berasal dari limbah perkotaan. Untuk mengurangi pencemaran air sumur gali disarankan bagi penduduk setempat untuk pembuatan tangki septik secara komunal.Many people use ground water from their wells. However, it will cause health problems if the water is contaminated by either domestic or industrial waste. This research is aimed at finding the level of pollution and the factors causing the ground water pollution by industrial and domestic waste in Kalikabong, Purbalingga District. This research was quantitative approach that has been done on 2012. Overall the data in a statistical testwith Fisher’s Exact Test. The results of the bivariate analysis no correlation between turbidity (p value 1.000), aroma (p value 0.183), colour (p value 1.000), and istasty (p value 0.346) with ground water pollution The result shows that 100% water is in low quality and does not meet the microbiological requirements as tested by coliform bacteria. Moreover, 47.63%water gives unpleasant smell, 38.09% water istasty, 33.33% water becomes a colour, and 28.57% water is turbid. The factors causing the water pollution is the industrial waste (33.33%), domestic waste (47.62%), and urban waste (19.04%). It is suggested that the local people should make communal septic tank facilities.
PREVALENS DIABETES MELLITUS DAN TUBERKULOSIS PARU Saraswati, Lintang Dian
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v9i2.2850

Abstract

Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Insidens kumulatif di Indonesia tahun 2012 adalah 189 kasus per 100.000 populasi dan angka kematiannya sebesar 27/100.000. Faktor risiko penyakit tuberkulosis paru antara lain adalah riwayat diabetes mellitus yang dapat mengakibatkan meningkatnya kerentanan terhadap bakteri tuberkulosis atau memperpanjang waktu pengobatan tuberkulosis. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan karakteristik responden, riwayat penyakit penyerta (Diabetes Mellitus) dan status merokok di antara pasien tuberkulosis paru di Semarang Utara. Penelitian ini adalah studi observasional dengan desain potong lintang. Penelitian ini dilakukan di Semarang Utara dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Analisis data menggunakan chi-square test. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara riwayat Diabetes Mellitus dengan tuberkulosis paru  (26,7%), p value = 0,038, OR=5,092; 95%CI= 0,981- 26,430. Dapat disimpulkan bahwa prevalens tuberkulosis paru dan Diabetes Mellitus sebesar 16,7% dan Diabetes mellitus berhubungan dengan insidens tuberkulosis paru. Pulmonary TB is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. The incidence of pulmonary TB in Indonesia 2012 was 189 cases in 100,000 populations and the mortality rate was 27/100,000. There are several risk factors of pulmonary TB, e.g. history of diabetes mellitus that causes an increased susceptibility to pulmonary TB germs and smoke. The purposes of this study were to describe the characteristics of respondent, history of co-morbid disease (Diabetes Mellitus) and status of smoking among adult patient of Pulmonary TB in North Semarang Sub District.  The type of this study is observational analysis with cross sectional design. The study was conducted in North Semarang with 60 samples. The data analysis was performed by distribution of frequency and chi-square test.  The results showed was a relationship between history of Diabetes Mellitus and pulmonary TB (26.7%), p value = 0.038, OR=5.092; 95%CI= 0.981- 26.430. It can be conclude that the prevalence of Tuberculosis and Diabetes Mellitus was 16.7% and Diabetes mellitus have a relationship with the incidence of pulmonary TB.
KEIKUTSERTAAN PELANGGAN WANITA PEKERJA SEKS DALAM VOLUNTARY CONSELING AND TESTING (VCT) Fibriana, Arulita Ika
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i2.2640

Abstract

Pelanggan wanita pekerja seks (WPS) merupakan kelompok berisiko HIV/AIDS. Kelompok tersebut perlu melakukan  Voluntary Conseling and Testing (VCT). Studi pendahuluan pada bulan November 2011 di Resosialisasi Argorejo Semarang menunjukkan sangat kurangnya kesediaan pelanggan untuk melakukan VCT (4,5% yang bersedia). Permasalahan penelitian adalah bagaimana partisipasi pelanggan WPS di resosialisasi Argorejo dalam melakukan VCT. Tujuan penelitian untuk mengetahui partisipasi pelanggan WPS dalam melakukan VCT. Metode penelitian survei dengan pendekatan  cross sectional  terhadap 93 pelanggan WPS di Lokalisasi Argorejo Semarang. Variabel penelitian meliputi persepsi kerentanan, persepsi keparahan HIV/AIDS, persepsi manfaat VCT, persepsi hambatan VCT, motivasi/isyarat melakukan VCT, dan praktik VCT. Hasil penelitian menunjukkan partisipasi pelanggan WPS di resosialisasi Argorejo dalam melakukan VCT masih rendah yaitu 60,2% (56 orang). Simpulan penelitian adalah partisipasi pelanggan WPS dalam melakukan VCT masih rendah Customers female sex workers (FSW) is risk group of HIV/AIDS. This group needs Voluntary Counseling and Testing (VCT). Preliminary study in November 2011 in Argorejo resocialization Semarang showed willingness of customers to undertake VCT was very lack (just  4.5 % were willing). Research problem was how participation Argorejo resocialization customers in VCT. The research purpose was to determine the FSW customer participation in VCT. Survey research method used with cross sectional approach to 93 Argorejo Localization customers in Semarang. Variables include the perception of vulnerability research, perception of HIV/AIDS severity, perception of VCT benefits, VCT obstacle perception, motivation/cue VCT, and VCT practices. The results showed socialization Argorejo customer participation in VCT was low at 60.2% (56 people). Conclusion, FSW customer participation in VCT was very low
PENDIDIKAN SEKSUAL DAN PERILAKU PEMENUHAN KEBUTUHAN SEKSUAL PASANGAN MASA KEHAMILAN Purwati, Yuni; Rachman, Irwan Taufiqur; Akhmadi, Akhmadi
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3379

Abstract

Sebanyak 30–50% pasangan khawatir hubungan seksual akan membahayakan janinnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan seksual terhadap perilaku pemenuhan kebutuhan seksual pasangan masa kehamilan di Puskesmas Kasihan II  Bantul. Penelitian menggunakan rancangan quasi-eksperimental metode non-equivalent control group design. Sampel terdiri 26 subyek kelompok eksperimen dan 26 subyek kelompok kontrol, dengan metode purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas korelasi product moment dan uji reliabilitas alpha cronbach. Analisis data menggunakan paired samples t-test dan independent samples t-test. Hasil uji normalitas data menggunakan kolmogorov-sminorv p>α=0,05, sehingga data terdistribusi normal. Hasil analisis paired t-test kelompok eksperimen adalah p<0,05, hasil kelompok kontrol p>0,05 dan hasil independent samples t-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yaitu p<0,05. Disimpulkan terdapat pengaruh signifikan pemberian pendidikan seksual terhadap perilaku pemenuhan kebutuhan seksual masa kehamilan di Puskesmas Kasihan II Bantul.  Both physical and psychological changes during pregnancy could influence sexuality 30-50% of couples concerned that intercourse will injure the fetus. The purpose of the study was to determine the effect of sexuality education on sexual behavior among couples during pregnancy at Puskesmas Kasihan II Bantul Yogyakarta. The quasi-experimental method with a non-equivalent control group was used in this study. The sample consisted of 26 subjects as an experimental group and as control of 26 subjects group with sampling technique using purposive sampling. Data collection instrument was a questionnaire that tested the validity of using the product moment correlation and cronbach alpha reliability test. Pretest and posttest control group performed at the same time as the experimental group. Statistical analysis of paired t-test and independent samples t-test. There was no significant differences in background characteristic between intervention and control group. Results of statistical analysis of paired t-tests on the sexual behavior experimental group p <0.05, resulting in the control group p> 0.05. The results of independent samples t-test in the experimental group and the control group p <0.05. Conclusions there was significant difference sexuality education using group discussions on sexual behavior among couples during pregnancy at Puskesmas Kasihan II Bantul Yogyakarta.
HUBUNGAN ANTARA GETARAN MESIN PRODUKSI DENGAN CARPAL TUNNEL SYNDROME Rusdi, Yusuf; Koesyanto, Herry
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v5i2.1865

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara getaran mesin pada pekerja bagian produksi dengan carpal tunnel syndrome industri pengolahan kayu Brumbung Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan explanatory research dengan pendekatan belah lintang. Populasi dalam penelitian adalah seluruh operator mesin bagian produksi sejumlah 43 orang. Sampel yang diambil sejumlah 33 orang yang diperoleh dengan menggunakan  teknik restriksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan statistik uji chi-square dengan derajat kemaknaan ( ά )  = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menderita carpal tunnel syndrome 57,6 % dan tidak menderita carpal tunnel syndrome 42,4%. Dari uji statistik didapatkan nilai p untuk hubungan antara getaran mesin dan carpal tunnel syndrome sebesar 0,001 dengan nilai OR sebesar 39. AbstractThe purpose of this study is to determine the relationship between machine vibrations on the production workers and carpal tunnel syndrome Brumbung Wood Processing Industry Perhutani Co Ltd. Unit 1 Central Java. This research is an explanatory with a cross sectional approach. The population in the study were all parts of the production machine operators amount of 43 peoples. Samples taken were 33 peoples who obtained using restriction techniques. The data obtained in this study were processed using the chi-square statistic with degrees of significance () = 0.05. The results showed that the majority of the respondents got carpal tunnel syndrome 57.6% and didn’t amount of 42.4%. From statistical tests, p values are determined for the relationship between engine vibration and carpal tunnel syndrome OR of 0.001 with a value of 39.Keywords: Vibration machine; Carpal tunnel syndrome; Wood industry; Workers; Perhutani office

Page 41 of 141 | Total Record : 1403


Filter by Year

2009 2024