cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 18581196     EISSN : 23553596     DOI : -
Core Subject : Health,
KEMAS Journal: Research Study in Public Health publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues. The journal was first published in July 2005 and subsequently published twice a year, in July and January. KEMAS Journal is a peer review journal and can be accessed in http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas. Semarang State University (Unnes) is a leading university in Indonesia with the vision to become a world-class conservation university. The conservation vision is closely related to the study of public health sciences. Unnes also published high quality e-journal from various disciplines, integrated, and managed through Open Access Journals that can be accessed in http://journal.unnes.ac.id. The IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia/The Association of Indonesian Public Health Expert) is a non-profit membership association dedicated to advance public health as a scientific discipline and profession that serves public good for Indonesia and humanity.
Arjuna Subject : -
Articles 1,403 Documents
PENENTU KEBERHASILAN BERHENTI MEROKOK PADA MAHASISWA Rosita, Riska; Suswardany, Dwi Linna; Abidin, Zaenal
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i1.2252

Abstract

Keberhasilan berhenti merokok pada individu berbeda satu dengan lainnya. Masalah penelitian adalah faktor apakah yang berhubungan dengan keberhasilan berhenti merokok pada mahasiswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan berhenti merokok pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metode penelitian survei dengan pendekatan cross sectional, sampel diambil sebanyak 89 mahasiswa laki-laki reguler angkatan 2008-2010 FIK UMS dari populasi sebanyak 584. Sampel merupakan perokok aktif atau pernah menjadi perokok aktif, yang dipilih dengan menggunakan teknik Snowball Sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square dan dilanjutkan dengan uji Logistic Regresion. Variabel lama merokok, alasan berhenti merokok, dan upaya berhenti merokok dianalisis berdasarkan hasil Fisher Exact (two-sided). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara faktor frekuensi merokok (p=0,001; OR=5,181) dan faktor niat berhenti merokok (p=0,001; OR=14,389) dengan keberhasilan berhenti merokok pada mahasiswa FIK UMS. Tidak ada hubungan antara jumlah rokok (p=0,158), lama merokok (p=0,093), alasan berhenti merokok (p=0,155), dan faktor upaya berhenti merokok (p= 0,706) dengan keberhasilan berhenti merokok. Simpulan penelitian adalah frekuensi merokok dan faktor niat berhenti merokok berhubungan dengan keberhasilan berhenti merokok pada mahasiswa. The success of stop smoking is different one another. The research problem was whether factors associated with successful of stop smoking in college students. Purpose of the study to determine the factors associated with successful of stop smoking in Health Sciences Faculty students, Muhammadiyah Surakarta University. Survey research method with cross sectional approach, samples were taken amounts 89 male students from year 2008-2010 584 students FIK UMS. Samples were active smokers or had been active smokers, which was selected using snowball sampling. The statistical test used Chi Square test followed by Logistic Regression. Duration of smoking, reason to stop smoking, and trial to stop smoking were analyzed by Fisher’s Exact (two-sided). The results showed that there was a significant association between smoking frequency (p=0.001; OR=5.181) and intention to stop smoking (p=0.001; OR=14.389) with stop smoking success on FIK UMS students. There was no correlation between the number of cigarettes (p=0.158), duration of smoking (p=0.093), the reasons to stop smoking (p=0.155), and smoking cessation (p=0.706) with the success of stop smoking. The conclusion, frequency of smoking and intention associated with stop smoking success of students.
MODEL INTEGRASI PENDIDIK KOMUNITAS DAN SISTEM POIN “RP” (REWARD-PUNISHMENT) UNTUK PENCAPAIAN CONDOM USE 100% DI LOKALISASI Azam, Mahalul; Fibriana, Arulita Ika; Azinar, Muhammad
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i1.3067

Abstract

Di Indonesia, diprediksi lebih dari 50% WPS adalah menderita PMS. Penggunaan kondom merupakan salah satu strategi pencegahan penularan PMS dan HIV. Di lokalisasi Banyu Putih Batang, program kondom 100% masih sulit dicapai. Pemberdayaan bagi WPS menjadi pilar utama, agar WPS tidak hanya menjadi objek, tetapi juga menjadi subjek yang dapat merubah perilaku di komunitasnya. Penelitian ini menerapkan inovasi Pengembangan Model Pendidik Komunitas dan Sistem Poin “RP” (Reward-Punishment) untuk upaya pencapaian Condom Use 100%. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan rancangan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kelompok pembanding eksternal. Penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sejumlah 71 orang Wanita Pekerja Seks (WPS) di lokalisasi Banyu Putih. Hasil menunjukkan bahwa 80% WPS dan atau pelanggannya tidak selalu menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Faktor yang menghambat adalah pengetahuan WPS tentang HIV/AIDS, sikap terhadap penggunaan kondom, serta kurang terampilnya WPS dalam negosiasi kondom. Pada kelompok intervensi, setelah diterapkannya model integrasi Pendidik Komunitas dan sistem reward-punishment, praktik penggunaan kondom meningkat menjadi 82,9%. Ini menunjukkan terdapat perbedaan yang siginifikan praktik penggunaan kondom antara sebelum dan sesudah intervensi. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak menunjukkan adanya perbedaan.AbstractFemale Sex Workers (FSW) is a group at high risk of sexually transmitted diseases (STDs) and HIV/AIDS. In Indonesia, more than 50% FSW predicted suffering of STDs. Condom use is one of the strategies of prevention of transmission of STDs and HIV. In Banyu Putih prostitution, program of 100% condom use is still difficult to achieved. This is presumably because FSW has less power and strong bargaining to kliens. Empowerment for FSW as a central pillar, so the FSW not only as the object, but also be subject to change behavior in their community. This study applies innovations Community Educators Model and “RP” (Reward-Punishment) Point System for achieving the 100 % Condom Use. Research using experimental design with before and after intervention design using external comparison group. This study used a total of 71 sampling that some of FSW. The research results showed that 80% of FSW or their clients do not always use condom when having intercourse. Fac-tors that inhibit are knowledge about HIV/AIDS, attitudes toward condom use, and less skilful in negotiating condom. In the intervention group, after the implementation of the integration model of Community Educators and reward-punishment system, the practice of condom use increased to 82.9 %. It shows there is a significant difference between before and after the intervention. Whereas the control group did not show any differences.
DAERAH POSITIVE DEVIANCE SEBAGAI REKOMENDASI MODEL PERBAIKAN GIZI Handayani, Okti Woro Kasmini; Prameswari, Galuh Nita
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v7i2.2804

Abstract

Permasalahan penelitian adalah bagaimana memperbaiki status gizi balita dengan penerapan model daerah positive deviance. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki status gizi balita dengan penerapan model daerah positive deviance atau daerah yang mempunyai kesenjangan antara keadaan status gizi dengan keadaan lingkungannya, dan mendapatkan pemetaan daerah positive deviance antara status gizi balita dan lingkungannya. Metode penelitian survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, teknik purposif, dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan peta daerah positive deviance antara status gizi dan lingkungan di Kabupaten Boyolali adalah daerah yang mempunyai kesenjangan antara keadaan status gizinya dengan keadaan lingkungannya, terdapat di wilayah Puskesmas Karanggede dan Puskesmas Juwangi. Hasil penelitian model daerah positive deviance, yang direkomendasikan dalam jangka pendek adalah dengan memberdayakan potensi masyarakat terutama dalam bidang sosial budaya, yang meliputi aspek organisasi kemasyarakatan, pengetahuan dan bahasa, mata pencaharian, serta teknologi dan peralatan. Simpulan dari penelitian ini adalah wilayah Puskesmas Karanggede dan Puskesmas Juwangi mempunyai kesenjangan antara keadaan status gizinya dengan keadaan lingkungannya, sehingga direkomendasikan memberdayakan potensi masyarakat.The research problem was how to improve nutritional status of children with positive deviance model application area. This study purposed to improve the nutritional status of children with positive deviance model application areas or areas which have a gap between the state of nutritional status with the state of the environment, and earn positive deviance terrain mapping between the nutritional status of children and the environment. Survey research methods using quantitative and qualitative approaches, purposive and snowball sampling technique. The results showed a map of the area of positive deviance between nutritional status and the environment in Boyolali areas that have a gap between the state of nutritional status with the state of the environment were in the area of Karaggede health center and Juwangi health center. The results of the model study area of positive deviance, which recommended in the short term was the potential to empower people, especially in the socio-cultural field, which includes aspects of social organization, knowledge and language, livelihood, technology and equipment. Conclusion, area of Karaggede health center and Juwangi health center have a gap between the state of nutritional status and their environment, so it was recommend empowering potential of the community.
MODAL SOSIAL BUDAYA DAN KONDISI LINGKUNGAN SEHAT DALAM PEMBINAAN PRESTASI OLAHRAGA PELAJAR Widowati, Atri
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3384

Abstract

Prestasi Jambi pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional mengalami fluktuasi dan cenderung mengalami penurunan. Lemahnya pembinaan ditandai dengan sulitnya menemukan bakat atelt potensial, ini tampak seperti kurang seriusnya para pelatih atau pengurus dalam menjalankan roda pembinaan. Perlu dilakukan upaya pemberdayaan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP)  agar dapat memberikan konstribusi optimal dalam pencapaian prestasi. Penelitian dilakukan pada tahun 2013 dengan menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi  observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif, melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, dan verifikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dukungan sosial budaya dalam pembinaan PPLP di Provinsi Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial budaya baik secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh sangat nyata terhadap dukungan pembinaan prestasi olahraga PPLP di Provinsi Jambi. Kesimpulan penelitian ini adalah membuktikan bahwa asosiasi lokal dan karakter masyarakat secara bersama-sama dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan ekonomi keluarga, semakin tinggi tingkat modal sosial yang ada di masyarakat maka tingkat kesejahteraan ekonomi semakin baik dan dapat mendukung pembinaan prestasi olahraga di Provinsi Jambi.Jambi Achievement in National Sport School Championship get fluctuation and tend to degradation ability. The Weak of Training like difficult to find the potential talent athlete, its can see like less serious from all coach or manager in development process. Require effort of Training and exercise of student sport centre (PPLP) can give the optimal contribution in sport achievement. This research has been done on 2013 used the approach descriptive qualitative with the approach phenomenology. The research data related to athlete, coach, manager of PPLP and elite figure of society. The Technique of data collecting by observation, interview, and documentation. The purpose of this research is to determine the social culture support in training PPLP in Jambi. The Result of research indicate that the basic social culture either through direct and also indirectly have a real influence to training achievement of PPLP Jambi. The conclusion this research is prove that by together local association and society character can influence the family economic prosperity, the higher of social basic in society the good economic prosperity progressively too can support the development achievement sport in Jambi.
KESEHATAN JIWA REMAJA Indarjo, Sofwan
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v5i1.1860

Abstract

Pada masa remaja, banyak terjadi perubahan biologis, psikologis maupun sosial. Tetapi umumnya proses pematangan fisik terjadi lebih cepat dari proses pematangan kejiwaan (psikososial). Manusia selalu dilihat sebagai satu kesatuan utuh dari unsur badan, jiwa, sosial, tidak hanya dititikberatkan pada penyakit tetapi pada peningkatan kualitas hidup, terdiri dari kesejahteraan dari badan, jiwa dan produktivitas secara sosial ekonomi. Beberapa jenis gangguan jiwa yang banyak terjadi pada masa remaja berbagai stresor yang ada, dapat timbul berbagai kondisi  negatif seperti cemas, depresi, bahkan memicu munculnya gangguan psikotik. Kesehatan jiwa remaja merupakan hal  penting dalam menentukan kualitas bangsa. Remaja yang tumbuh dalam lingkungan kondusif dan mendukung merupakan sumber daya manusia yang dapat menjadi aset bangsa tidak ternilai. AbstractIn adolescence, there have been changes of biological, psychological and social. But generally, the physical maturation process occurs more rapidly than the process of psychological maturation. Humans always seen as a unified whole of elements of the body, soul, social, not only emphasis on disease but on improving the quality of life, consisting of well-being of body, soul and productivity of social economy. Some types of mental disorders which are prevalent in adolescence namely a variety of stressors that can arise various negative conditions such as anxiety, depression, and even trigger the emergence of psychotic disorders. Adolescent mental health is important in determining the quality of the nation. Teens who grow up in a supportive environment conducive and human resources that can be an invaluable national asset.Keywords: Mental health; Adolescent; Physical maturation
FAKTOR RISIKO KEJADIAN KUSTA Muharry, Andy
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v9i2.2846

Abstract

Penyakit kusta di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian karena dapat menimbulkan masalah yang komplek. Masalah penelitian adalah faktor-faktor apakah yang berpengaruh terhadap kejadian kusta di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian kusta, meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, kondisi ekonomi keluarga, riwayat kontak serumah, riwayat kontak tetangga, kebersihan perorangan, kondisi lingkungan fisik rumah dan kepadatan penghuni. Metode penelitian menggunakan desain studi kasus kontrol. Kasus adalah penduduk Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan yang telah didiagnosis menderita kusta oleh petugas kesehatan berdasarkan pemeriksaan klinis dan laboratorium. Kontrol adalah penduduk Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan yang telah didiagnosis tidak menderita kusta oleh petugas kesehatan berdasarkan pemeriksaan klinis dan laboratorium. Sampel diambil berdasarkan fixed disease sampling. Metode analisis, bivariat dan multivariat. Hasil analisis menunjukkan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian kusta yaitu kondisi ekonomi keluarga rendah (p=0,001 dan OR=6,356; 95%CI=2,212-18,267) dan kebersihan perorangan buruk (p=0,000 dan OR=15,746; 95%CI=4,159-59,612). Simpulan penelitian, kondisi ekonomi keluarga rendah dan kebersihan perorangan buruk mempengaruhi kejadian kusta. Leprosy in Indonesia is still a public health problem that needs attention because it can lead to complex problems. Research problem was whether the factors influence to incidence of leprosy in Tirto district, Pekalongan. Research purpose to determine the factors that influence to incidence of leprosy, included age, sex, education, knowledge, family economic conditions, household contact history, neighbor contact history, personal hygiene, physical environmental conditions, and residential density. Research methods using case-control study design. Cases were residents of Tirto District Pekalongan that have been leprosy diagnosed by health workers based on clinical examination and laboratory. Control is residents of Tirto District Pekalongan who have not been leprosy diagnosed by health workers based on clinical examination and laboratory. Samples were taken by fixed disease sampling. Methods of analysis by bivariate and multivariate analyzes. The analysis showed the factors that influence to leprosy incidence were low economic conditions (p=0.001 and OR=6.356, 95%CI=2.212 to 18.267) and poor personal hygiene (p=0.000 and OR=15.746, 95%CI=4.159-59.612). The conclusion, low economic conditions and poor personal hygiene affect to leprosy incidence.
AKTIVITAS JASMANI BAGI PEKERJA (Studi Kualitas Kesehatan Fisik Pada Buruh Pabrik) K.S., Soegiyanto
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v6i1.1745

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifkasi bentuk dan karakteristik aktivitas fisik para pekerja pabrik, karena aktivitas fisik yang monoton dalam bekerja akan menyebabkan  kejenuhan psikis, fisik dan berakibat menurunnya kebugaran jasmani. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dan kajian pustaka dan dilakukan di 6 perusahaan nasional di Kota Semarang  kegiatannya meliputi 13 unit pekerjaan. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perusahaan telah mendapat perhatian berkaitan dengan upah, lingkungan bekerja, sirkulasi udara, penerangan, dan setiap pekerja mendapatkan ruang bekerja yang layak. Ada 4 perusahaan yang mempunyai fasilitas olahraga, namun hanya diperuntukkan untuk para pimpinan berserta stafnya. AbstractThe purpose of this study is to investigate and identify the shape and physical activity characteristics of the factory workers, because of the monotony of physical activity at work will lead to saturation of psychological, physical and decreasing physical fitness. This study uses survey and literature review approach. Data were analyzed quantitatively and qualitatively. The research was conducted in 6 national companies in the city, covering 13 units of work. The results of this study indicate that all companies have received more attentions relating to wages, working environment, air circulation, lighting, and every worker obtain sufficient working space. There are 4 companies that have sports facilities, but they are reserved for the leaders along with his staff.Keywords: Phisical activity; Worker; Saturation of psychological
MASA KERJA, SIKAP KERJA DAN KEJADIAN SINDROM KARPAL PADA PEMBATIK Agustin, Cris Purwandari Mulyawati
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v7i2.2814

Abstract

Sikap kerja yang tidak alamiah dan cara kerja yang tidak ergonomis dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada pekerja salah satunya yaitu gangguan gerakan pada bagian tubuh tertentu seperti tangan atau disebut musculoskeletal, salah satunya sindrom terowongan karpal. Pembatik merupakan pekerja sektor informal, dimana pada saat membatik melakukan gerakan berulang, gerakan tangan dengan kekuatan, posisi fleksi dan ekstensi, sehingga menyebabkan stress pada jaringan disekitar terowongan karpal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan masa kerja dan sikap kerja dengan kejadian STK pada pembatik CV. Pusaka Beruang. Penelitian dilakukan pada tahun 2011, dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 68 orang, dengan sampel berjumlah 22 responden. Instrument penelitian berupa kuesioner dan pengukuran tes phalen. Data dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan masa kerja p=0,029 dan sikap kerja p=0,031 dengan kejadian STK. Masa kerja > 4 tahun dan level sikap kerja yang tinggi mempunyai risiko STK karena terjadi stress disekitar jaringan terowongan karpal. Simpulan pada penelitian ini ada hubungan antara masa kerja dan sikap kerja dengan kejadian STK.Work attitudes and ways of working that are not ergonomic for a long time can cause a variety of health problems in workers one of the disruption movement on certain body parts hand or musculoskeletal, are one of the sindrom terowongan karpal Batik is an informal sector workers describe or designed batik with the traditional way of working. Which time both do repetitive motion, hand movements with strength, position, position the extension and flexion, hand static, thus causing stress on the network around the carpal tunnel. The purpose of this research is to know the relation tenure and working attitude with STK batik meker in CV. Pusaka Beruang. This research uses the approach of cross sectional. The population in this research is totalling 68 peoples. Sample research amounted to 22 respondents. Research Instrument in the form of questionnaires and measurement test phalen. Data were analyzed by Chi square test. The results showed that there was a relationship tenure p = 0.029 and working attitude p = 0.031 with STK events. Tenure > 4 years and a high level of work attitudes have STK risk due to stress around the carpal tunnel syndrome network. The conclusions in this study no relationship tenure and work attitude with STK.
KONSUMSI PEPAYA (CARICA PAPAYA) DALAM MENURUNKAN DEBRIS INDEX Cahyati, Widya Hary
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i2.2636

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh konsumsi pepaya (Carica papaya) dalam menurunkan debris index pada anak sekolah dasar. Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui pengaruh konsumsi pepaya (Carica papaya) dalam menurunkan  debris index pada anak sekolah dasar. Metode penelitian adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan pendekatan pre dan post test. Populasi adalah siswa kelas IV SDN Gayamsari 05 Kota Semarang. Sampel merupakan seluruh siswa kelas IV yaitu menggunakan total sampling sebesar 43 siswa. Instrumen yang digunakan adalah biskuit manis, buah pepaya, timbangan makanan, kartu indeks, kapas dan alkohol, kaca mulut, sonde, dan disclosing solution. Data dianalisis dengan uji t tidak berpasangan dengan uji alternatif adalah uji Mann Whitney dengan derajat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan dapat disimpulkan bahwa ada beda debris index sebelum dan sesudah mengkonsumsi pepaya (p value=0,0001). Simpulan penelitian adalah konsumsi papaya efektif menurunkan debris index. The research problem was how the papaya (Carica papaya) consumption in reducing debris index in elementary school children. The purpose of this study was to determine the effect of papaya (Carica papaya) consumption in reducing debris index in elementary school children. Population was fourth grade students of SDN 05 Gayamsari Semarang. The sample was fourth grade students by total sampling, equal to 43 students. The instrument used sweet biscuits, papaya fruit, food scale, index cards, cotton, alcohol, mirror mouth, sonde, and disclosing solution. Data analyzed by unpaired t test with the alternative test was the Mann Whitney test with a significance level of 0.05. The results showed there was difference of debris index before and after consuming papaya (p value=0.0001). Conclusion, papaya consumption was effective to reduce debris index.
SUMBER INFORMASI DAN PENGETAHUAN TENTANG MENSTRUAL HYGIENE PADA REMAJA PUTRI Gustina, Erni; Djannah, Sitti Nur
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3375

Abstract

Menstruasi merupakan indikator kematangan seksual pada remaja putri. Menstruasi dihubungkan dengan beberapa kesalahpahaman praktek kebersihan diri selama menstruasi yang dapat merugikan kesehatan bagi remaja. Kesadaran tentang perlunya informasi tentang praktik menstruasi yang sehat sangat penting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara sumber informasi dan pengetahuan tentang menstrual hygiene pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional yang dilakukan tahun 2014. Penelitian dilakukan di SMP Muhammadiyah 9 Kota Yogyakarta. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VIII SMP Muhammadiyah 9 Kota Yogyakarta. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling yaitu 79 orang. Analisis data meliputi univariat dan bivariat dengan menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan 93,7% tidak mengetahui penyebab terjadinya menstruasi, 51,9 % mengatakan bahwa darah menstruasi berasal dari perut, 48,1% mengatakan bahwa lama menstruasi sekitar 3-7 hari, 58,2% tidak mengetahui siklus normal menstruasi. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara sumber informasi dengan pengetahuan dengan nilai p<0,05. Simpulan penelitian, ada hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan tentang menstrual hygiene pada remaja. Menstruation is an indicator of sexual maturity in young girls. Menstruation is associated with several misconceptions practice personal hygiene during menstruation which can be detrimental to the health of adolescents. Awareness of the need for information about the practice of healthy menstruation is very important. The purpose of this study was to determine source information and knowledge about menstrual hygiene among young girl. This study was an observational analytic cross sectional design in 2014. The study was conducted in Muhammadiyah 9th Junior High School Yogyakarta. The study population was the entire eighth grade students at Muhammadiyah 9th Junior High School Yogyakarta City. The sampling technique used in this study is the total sampling is 79 people. Data analysis included univariate and bivariate using chi square. The results showed 93.7% do not know the cause of menstruation, 51.9% said that the menstrual blood from the stomach, 48.1% said that long menstrual about 3-7 days, 58.2% do not know the normal menstrual cycle. Bivariate analysis showed a significant relationship between the knowledge resources with p <0.05. The conclusions, there were relationship between sources information and  knowledge about menstrual hygiene in adolescents.

Page 43 of 141 | Total Record : 1403


Filter by Year

2009 2024