cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 18581196     EISSN : 23553596     DOI : -
Core Subject : Health,
KEMAS Journal: Research Study in Public Health publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues. The journal was first published in July 2005 and subsequently published twice a year, in July and January. KEMAS Journal is a peer review journal and can be accessed in http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas. Semarang State University (Unnes) is a leading university in Indonesia with the vision to become a world-class conservation university. The conservation vision is closely related to the study of public health sciences. Unnes also published high quality e-journal from various disciplines, integrated, and managed through Open Access Journals that can be accessed in http://journal.unnes.ac.id. The IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia/The Association of Indonesian Public Health Expert) is a non-profit membership association dedicated to advance public health as a scientific discipline and profession that serves public good for Indonesia and humanity.
Arjuna Subject : -
Articles 1,403 Documents
GAMBARAN PENGGUNAAN NAPZA PADA ANAK JALANAN DI KOTA SEMARANG Azmiyati, Siti Riza
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v9i2.2841

Abstract

Di Provinsi Jawa Tengah, jumlah anak jalanan yang tergolong cukup tinggi adalah di Kota Semarang. Lingkungan pergaulan anak jalanan yang bebas menyebabkan anak jalanan rawan melakukan hal-hal negatif, salah satunya yaitu penyalahgunaan NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan NAPZA pada anak jalanan di Kota Semarang. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif yang dilakukan pada tahun 2013. Teknik pengambilan informan secara purposive sampling dilanjutkan snowball sampling. Informan terdiri dari 6 anak jalanan pengguna NAPZA, 6 teman dekat/ kerabat anak jalanan pengguna NAPZA, dan 3 pengurus RPSA di Kota Semarang. Teknik pengambilan data berupa wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak jalanan menggunakan NAPZA setiap hari di pinggir jalan, bawah jembatan, rumah, dan di tempat bekerja secara berkelompok. Jenis NAPZA yang digunakan adalah pil dextro, pil BI, pil kasaran, lem, minuman keras, dan rokok. NAPZA diperoleh dari apotek, pengedar, toko bangunan, minimarket, dan warung dengan harga Rp 5.000-20.000. Ada keinginan dalam diri anak jalanan untuk berhenti menggunakan NAPZA, namun lingkungan pergaulan anak jalanan yang bebas menyebabkan mereka sulit untuk berhenti. In Central Java Province, Semarang City has more street children than other cities. The circle of society among street children which is quite free cause they ease to do negative things like drugs abuse. This study was carried out to know drugs abuse behaviour of street children in Semarang City. This was a qualitative research. Informants selected using purposive sampling continued by snowball sampling. The informants were 6 street children had drugs abuse behaviour, 6 close friends/ family of them, and 3 employee of RPSA in Semarang. Data items were collected by indepth interview and observation methods. Data items were analyzed by descriptive analysis presented in narration. The result showed that street children used drugs everyday in the street, under bridges, houses, and in their workplaces with their friends. Some types of drug that street children used were dextro pills, BI pills, kasaran pills, glue, alcohol, and cigarettes. Drugs bought at pharmacies store, drugs suppliers, construction stores, minimarkets, and small shops. The range prices of the drugs amount IDR 5.000-20.000. There were desire to stop their drugs abuse behavior, but the society circles among street children which was quite free caused it was hard.
KHASIAT JAMU CEKOK TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA ANAK Marni, Marni; Ambarwati, Retno
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3522

Abstract

Anak usia di bawah lima tahun sering mengalami penurunan nafsu makan, yang mengakibatkan berkurangnya asupan nutrisi sehingga berat badan menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat  ramuan jamu cekok terhadap peningkatan berat badan pada anak. Metode penelitian : penelitian kualitatif,  pengumpulan data dilakukan pada keluarga yang memberikan jamu cekok pada anak balitanya, dukun bayi/pembuat jamu, herbalis dan petugas kesehatan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Juni  2014, di wilayah Puskesmas Selogiri dengan pendekatan kualitatif, Seluruh rangkaian dan cara kerja ataupun proses penelitian kualitatif ini berlangsung secara serentak dilakukan dengan  pengumpulan, pengolahan, menginterpretasikan sejumlah data dan fakta yang ada  selanjutnya disimpulkan dengan metode induktif. Hasil penelitian : ramuan jamu cekok berkhasiat meningkatkan berat badan adalah: temu ireng ( curcuma aeroginosa), temulawak (curcuma xanthorriza robx), kencur (kaempferla galanga L), Meniran (Phyllanthus niruri), lempuyang emprit (zingiber americans), daun pepaya (carica papaya l), kunyit (curcuma domestica val), sambiloto dan tempe busuk. Toodler get a decreasing of their appetite, that causes the reducing of nutrition so their weght reduce. This research purposes to know the function of cekok herbal and the benefits to weight gain in children. Research Method: qualitative research, Colleting data is got from the family that give the herbal medicine of cekok in toddler, herbal medicine maker, herbalist and paramedics. The study was conducted in March and June 2014 in the PHC Selogiri area by using qualitative approach. All of sequance or processing of qualitative research took place simultaneously. The result: The ingredients Cekok has function to promote the weight, there are : Curcuma aeroginosa, Curcuma xanthorriza robx, kaempferla galanga L, Meniran Phyllanthus niruri, Zingiber americans, Carica papaya l, (curcuma domestica val), bitter and rotten tempeh.
FAKTOR DEMOGRAFI, PENGETAHUAN IBU TENTANG AIR SUSU IBU DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Sriningsih, Iis
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v6i2.1759

Abstract

Pemerintah Indonesia mempunyai target program pemberian ASI eksklusif sebesar 80% dalam rangka menurunkan angka kematian bayi dan kejadian gizi buruk. Program pemberian ASI ekskusif di Kota Magelang tidak mencapai 40%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor demografi dan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan belah lintang. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara terhadap 113 ibu bayi usia 0-6 bulan dengan menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling pada 27,4% responden yang memberi ASI eksklusif. Mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang tentang ASI (72,6%). Ada hubungan antara  tingkat pendidikan ibu (p=0,043), tingkat penghasilan (p=0,021), dan pengetahuan ibu tentang ASI (p=0,015) dengan pemberian ASI eksklusif. AbstractTo decrease infant mortality and incidence of malnutrition, the Government of Indonesia fixed target of exclusive breastfeeding for 6 months was 80%. Breast-feeding program in the city of Magelang can not reach 40%. The purpose of this study was to determine the relationship between demographic factors, knowledges of mothers with exclusive breastfeeding. This study was an observational study using cross-sectional approach. The collection of data obtained through interviews with 113 mothers of infants aged 0-6 months using a questionnaire, sampling was done by stratified random sampling method. A lot of 27,4% of respondents gave breastfeeding exclusively. The majority of respondents are very poor in exclusive breastfeeding informations. There is relationship between mother education level (p = 0,043), family income (p = 0,021), and knowledge about exclusive breastfee-ding (p = 0,015) with exclusive breastfeeding.Keywords: Demography factor; Science; Exclusive breastfeeding
PENYULUHAN GIZI DENGAN MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG KEAMANAN MAKANAN JAJANAN Hamida, Khairuna; Zulaekah, Siti; -, Mutalazimah
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i1.2261

Abstract

Survei pendahuluan di SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta menunjukkan tingkat pengetahuan siswa tentang keamanan makanan jajanan di sekolah masih rendah, yaitu 55%. Perlu strategi yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang keamanan makanan jajanan sekolah. Permasalahan penelitian adalah bagaimana perbedaan pengetahuan siswa tentang keamanan makanan jajanan di sekolah setelah diberikan penyuluhan dengan media komik.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan siswa tentang keamanan makanan jajanan di sekolah setelah diberikan perlakuan menggunakan strategi yang berbeda. Metode penelitian ini adalah pengembangan, jenis penelitian eksperimen semu dengan menggunakan pretest dan posttest dengan kelompok kontrol. Sampel berjumlah 70 berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Uji statistik menggunakan Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan pengetahuan (p=0,0001) artinya ada pengaruh setelah intervensi. Perbedaan peningkatan pengetahuan antar kelompok menghasilkan p= 0,0001 berarti ada perbedaan antar kelompok, di mana kelompok dengan media komik memiliki peningkatan pengetahuan yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok tanpa media komik. Simpulan penelitian adalah peningkatan pengetahuan dengan media komik lebih efektif daripada tanpa media komik. Preliminary survey in Kauman elementary school Muhammadiyah 2 Surakarta showed the level of students’ knowledge about street food safety was still low (55%). Need strategy to improve student’s knowledge of food safety school snacks. Research problem was how difference in student’s knowledge of food safety after giving information with comics medium. Research purpose was to determine differences in student’s knowledge of food safety after given treatment using different strategies. Research method was development by quasi experimental study using pretest-posttest control group. The samples in this study were 70 samples, based on inclusion and exclusion criteria. The statistical test used Wilcoxon and Mann Whitney. The result showed there was in knowledge increase (p=0.0001), intervention effect. The difference increased knowledge among groups p = 0.0001, it means there was difference between the groups, group with comics medium better than group without comics. Research conclusion, knowledge improvement with comic medium was more effective than no comics medium.
DUKUNGAN KELUARGA DAN SOSIAL DALAM PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL, BAHASA DAN MOTORIK PADA BALITA DI KABUPATEN BANYUMAS Suryanto, Suryanto; H, Purwandari; WA, Mulyono
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i1.3076

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh peran keluarga dan dukungan sosial dalam proses pertumbuhan dan perkembangan balita di Kabupaten Banyumas.Penelitian dilakukan dengan teknik pre and post test design pada satu kelompok, dan sampel diambil secara purposive (34 orangtua balita). Lokasi penelitian di RW 3, Desa Rempoah, Baturraden, Banyumas. Tahap I, dilakukan dengan mengidentifikasi keluarga dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang balita, membentuk panduan stimulasi dan video stimulasi untuk balita, melatih kader kesehatan/relawan untuk pendampingan stimulasi tumbuh kembang balita. Tahap II, dilakukan dengan implementasi model; (1) memberikan pelatihan stimulasi tumbuh kembang balita dengan media video dan modul, (2) demonstrasi dan pendampingan stimulasi menggunakan alat permainan edukatif, (3) implementasi dengan kunjungan rutin setiap 2 minggu sekali selama 5 bulan. Instrumen: kuesioner pra-skrining perkembangan dari Depkes, lembar observasi dan alat pengukuran antropometri (BB, PB, LILA, dan LK). Hasil penelitian adalah peran keluarga dan dukungan sosial mempengaruhi proses tumbuh kembang, uji paired t test menunjukkan model pemberdayaan berdampak terhadap pertumbuhan balita baik pada indikator berat badan, panjang/tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan (masing-masing dengan p value 0,00). Pemberdayaan keluarga terbukti mampu meningkatkan perkembangan balita, baik pada indikator personal sosial, bahasa, motorik halus, motorik kasar (masing-masing dengan p value 0,00). Kesimpulan adalah peningkatan peran keluarga dan dukungan sosial dapat memberikan efek positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan personal sosial, bahasa, motorik pada balita. Identifying the effect of family role and social support in growth and development process of toddler in Distric Banyumas. Research was done by using pre and posttest design technique to a cluster, sample was taken by purposive sampling (34 parents of toddler). Research located in RW 3 Rempoah Village, Baturraden, Banyumas. Phase 1, done by identifying the families in growth stimulation toddlers, creating stimulation manual and video stimulation for toddlers, training the health cadres / volunteers in order to mentor the growth and development stimulation of toddlers. Phase II, done by model implementation; (1) giving growth stimulation training toddler with video and media modules, (2) demonstrate and stimulation mentoring using educational toys; (3) implementation with regular visits for 5 month in every 2 weeks. Instruments : pra-skrining development questionnaire from department of Health, observation paper and Anthropometric measurement tools (Body Weight, Body Length, Upper Arm Circumference, and Head Circumference). Family role and social support effect the growth and development process. The test of Pair T-test indicate empowerment model impacts in toddlers growth both in body weight, body length, upper arm circumference, head circumference (each with p value 0,00). Family empowerment proven to improve toddlers development, both in social personal indicator, language, fine and gross motor (each with p value 0,00). CONCLUSION. Family role and social support enhancement can give positive effect on personal growth and development on social, language, and motor on toddlers.
PELATIHAN TERHADAP KETERAMPILAN KADER POSYANDU Fitri M, Hida; Mardiana, -
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v7i1.1789

Abstract

Permasalahan yang diteliti adalah adakah perbedaan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri sebelum dan sesudah pelatihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri sebelum dan sesudah pelatihan di wilayah kerja Puskesmas Tarub, Kabupaten Tegal. Metode penelitian menggunakan eksperimen semu dengan rancangan one group pre dan post test design. Sampel berjumlah 25 kader posyandu. Variabel yang diteliti yaitu keterampilan kader sebelum dan sesudah intervensi. Skor keterampilan diukur dua kali yaitu pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan dengan uji wilcoxon diperoleh nilai p= 0,0001. Nilai (p<0,05) berarti ada perbedaan yang bermakna dari nilai keterampilan pada saat pretest dan posttest. Hal ini berarti menunjukkan ada perbedaan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri sebelum dan sesudah pelatihan di wilayah kerja Puskesmas Tarub, Kabupaten Tegal. Simpulan penelitian adalah ada perbedaan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri sebelum dan sesudah pelatihan.Research problem was diference of skill posyandu cadres in anthropometric measurements before and after training. Purpose of this study was to determine diferences in skill posyandu cadres in anthropometric measurement before and after training in the working area Tarub Health Center, Tegal District. Research method used quasi-experimental design with one group pre and post test design. Samples were amount of 25 cadres. Variable studied was the skills of cadres before and after training. Scores skills measured by twice pretest and posttest. Test statistic obtained by Wilcoxon test was p value=0,0001. It showed the value <0,05 then there was a significant difference from the values of skills at pretest and posttest. There was difference in skills of posyandu cadres on anthropometric measurement before and after training in the working area Tarub Health Center, Tegal district. Conclusion, there was difference in skills of posyandu cadres on anthropometric measurements before and after training.
REMAJA SEHAT MELALUI PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA DI TINGKAT PUSKESMAS Agustini, Ni Nyoman Mestri; Arsani, Ni Luh Kadek Alit
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v9i1.2832

Abstract

Upaya pemerintah dalam mewujudkan remaja sehat, salah satunya melalui pembentukan ProgramPelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Remaja diberikan pelayanan khusus yang disesuaikandengan keinginan, selera, dan kebutuhannya. Masalah penelitian adalah bagaimana peran dari pelayanankesehatan peduli remaja di tingkat puskesmas dalam mewujudkan remaja sehat. Tujuan penelitian untukmengetahui peran dari pelayanan kesehatan peduli remaja di tingkat puskesmas dalam mewujudkanremaja sehat. Metode penelitian kualitatif, di Wilayah kerja Puskesmas Buleleng I, Kecamatan Buleleng.Sumber data terdiri dari informan, tempat dan peristiwa, dokumen. Informan dipilih secara purposivesampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumen. Teknik analisisdata menggunakan analisis interaktive model dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkanperanan puskesmas dalam mewujudkan remaja sehat salah satunya adalah melalui terealisasinya programPKPR, puskesmas sebagai penyedia sarana dan prasarana program PKPR agar program tersebut dapatterlaksana sesuai dengan sasaran. Program PKPR yang dicanangkan Puskesmas Buleleng 1 sebagian besarsudah terlaksana dengan baik, namun masih terdapat 1 sasaran yang belum tercapai yaitu pembentukankonselor sebaya serta belum maksimalnya sosialisasi kepada remaja secara luas. PKPR dirasakan memilikiperanan yang sangat penting bagi remaja. Melalui PKPR di tingkat puskesmas, remaja dapat memperolehpengetahuan mengenai kesehatan, tempat bersosialisasi, hingga mendapatkan pelayanan kesehatan yangmemperhatikan kebutuhan remaja. Simpulan penelitian, pelayanan kesehatan peduli remaja di tingkatpuskesmas berperan penting dalam mewujudkan remaja sehat. Government eff orts in realizing the healthy adolescents, one through by make Adolescent Health Care ServicesProgram (PKPR). Teenagers are given special services suitable with their desire, taste, and need. Researchproblem was how the role of adolescent health service at the health center level care in creating healthyadolescents. Research purpose to determine the role of adolescent health service at the health center levelcare in creating healthy adolescents. Qualitative research methods in Buleleng I health center working area.Data sources consisted of informants, places and events , documents. Informants were selected by purposivesampling. Data collected by interview, observations, and documents . Data analysed by Interaktive analysismodel of Miles and Huberman. Th e results showed the role of health centers in healthy adolescents realize oneof them was through by realization PKPR programs, health center as PKPR infrastructure providers so thisprogram can be implemented its target. PKPR program that launched by Buleleng I health center has wellperforming, but there was one target has not achieved yet, for example making peer counselors and has notsosialization to adolescent maximal widely yet. PKPR perceived have a very important role for adolescents.Th rough PKPR at primary care level, adolescent can get knowledge about health, socialize places, and to gethealth care suitable with adolescents needs. Th e conclusions, adolescent health care at the primary care levelimportant to creat healthy adolescents.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN KEIKUTSERTAAN PENYULUHAN GIZI DENGAN PERILAKU DIIT -, Wakhidiyah
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v6i1.1754

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe II disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah akibat kekurangan insulin baik mutlak maupun relatif. Diit masih merupakan pengobatan utama pada penatalaksanaan diabetes. Permasalahan dalam penelitian ini adalah adakah hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan keikutsertaan penyuluhan gizi dengan perilaku diit  pasien DM tipe II. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan studi belah lintang. Sampel penelitian ini adalah pasien DM tipe II di Klinik DM RSJ. Prof. dr. Soe-royo Magelang tahun 2010 sebanyak 63 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, lembar pencatatan, profil rumah sakit dan data pasien. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan, sikap dan keikutsertaan penyuluhan gizi  dengan perilaku diit pasien DM tipe II. AbstractDiabetes mellitus (DM) type II is caused by increased blood sugar levels due to insulin deficiency both either absolute or relative terms. Diit is still the main treatment in the management of diabetes. Problems in this study are a relationship between the level of knowledge, attitude and participation of nutrition counseling with behavioral diit type II diabetic patients. This type of research is a survey of analytic approach of cross sectional study. The study samples are of type II diabetic patients in psychiatric hospital DM clinic. Prof. dr. Soeroyo Magelang in 2010 amount of 63 respondents. The instruments used are a questionnaire, recording sheets, profiles of hospital and patient data. The result of this study exhibits a significant association between the level of knowledge, attitude, and participation of nutrition counseling with behavioral diit type II diabetic patients.Keywords: Knowledge; Attitude; Diabetes Melitus Type II
EVALUASI MEDIA POSTER HIPERTENSI PADA PENGUNJUNG PUSKESMAS TALAGA KABUPATEN MAJALENGKA Amalia, Icca Stella
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v9i1.2823

Abstract

Hasil studi pendahuluan menunjukkan angka morbiditas hipertensi di Puskesmas Talagamasuk 10 besar penyakit dengan prevalensi sebesar 6,07% pada tahun 2009. Meskidemikian, upaya promkes atas masalah tersebut belum dilakukan. Salah satu media yangdapat digunakan untuk promosi kesehatan adalah poster. Masalah penelitian adalahbagaimana ketertarikan dan pemahaman pengunjung Puskesmas Talaga terhadap mediaposter hipertensi dalam aspek disain, isi pesan dan tempat pemasangannya. Tujuanpenelitian untuk mengetahui ketertarikan dan pemahaman pengunjung puskesmas.Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif menggunakan rancangan fenomenologi.Subjek dalam penelitian ini adalah pengunjung Puskesmas Talaga. Informan lainadalah petugas promosi kesehatan puskesmas, Kepala Puskesmas dan Kepala BidangPromosi Kesehatan Kabupaten Majalengka. Pengumpulan data dilakukan melalui telaahdokumen, diskusi kelompok terarah (DKT), wawancara mendalam, dan observasi. Hasilpenelitian menunjukkan secara keseluruhan, sebagian besar pengunjung tertarik danmemahami poster hipertensi. Poster hipertensi versi bahasa Sunda lebih dapat diterimasebagai media promosi kesehatan oleh pengunjung Puskesmas Talaga yang mempunyaiminat pada disain dan isi pesan dalam poster hipertensi. Simpulan penelitian,pengunjung puskesmas tertarik dan dapat memahami poster hipertensi. The results of preliminary studies indicate hypertension morbidity in Talaga health centersinclude in top 10 diseases with prevalence of 6.07% in 2009. However, no eff orts from healthcentre about it. One medium that can be used for health promotion is a poster. Researchproblem was how the interest and understanding of Talaga health center visitors to hypertensionposter in design aspects, message content, and place of installation. Researchpurpose was to determine the interest and understanding of health center visitors. Researchmethod was descriptive qualitative design using phenomenology. Subjects in this study werevisitors of Talaga Health Center. Another informant was health promotion offi cer of healthcenter, head of health centers, and head of health promotion. Data collected through documentreview, focus group discussions ( FGD) , indepth interviews, and observation . Th eresults showed overall of visitors interested and understand about hypertension posters.Sundanese version hypertension poster more acceptable as medium for health promotionto Talaga health centers visitors who have an interest in the design and massage content ofhypertension poster. Conclusions, health centers visitors interested and understand abouthypertension posters.
PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DARI ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA PELAKSANA PELAYANAN KESEHATAN Saputra, Maman; Marlinae, Lenie; Rahman, Fauzie; Rosadi, Dian
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3462

Abstract

Jaminan kesehatan nasional (JKN) mulai beroperasi sejak 1 Januari 2014. Pelaksanaan jaminan kesehatan di Kabupaten Tabalong, masih mengalami beberapa permasalahan seperti SDM pelaksana pelayanan kesehatan yang masih belum mencukupi baik dari segi kuantitas, distribusi dan kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi program JKN dari aspek SDM pelaksana pelayanan kesehatan di Kabupaten Tabalong periode Januari-Juni 2014. Penelitian ini menggunakan mix method dengan desain urutan pembuktian sequential explanatory. Subjek penelitian berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, RSUD H. Badaruddin, Puskesmas Kelua dan BPJS Kesehatan. Hasil evaluasi konteks, informan memahami mengenai batasan JKN, roadmap dan hambatan program. Hasil evaluasi input SDM pelaksana pelayanan kesehatan, kuantitas masih mengalami kekurangan 136 orang. Distribusi di Puskesmas Kelua sudah sesuai dengan standar ketenagaan di puskesmas tetapi kuantitasnya masih belum sesuai standar rasio per 100.000 jumlah penduduk. Distribusi di RSUD H. Badaruddin berdasarkan standar ketenagaan kesehatan di rumah sakit sudah sesuai, kecuali untuk dokter spesialis. Penilaian kualitas SDM di Puskesmas Kelua belum menggunakan standar Kepmenkes Nomor 857 Tahun 2009. Sedangkan di RSUD H. Badaruddin masih menggunakan penilaian Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3). Hasil evaluasi proses, kuantitas sudah meningkat tetapi masih mengalami kekurangan 82 orang. Distribusi di Puskesmas Kelua tidak ada perubahan. Distribusi di RSUD H. Badaruddin mengalami penambahan tenaga keperawatan. Penilaian kualitas SDM di Puskesmas Kelua tidak ada perubahan. Penilaian SDM di RSUD H. Badaruddin menggunakan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai (PKP). Evaluasi output menunjukkan belum ada perubahan kuantitas, distribusi dan kualitas dari hasil evaluasi proses. Pelaksanaan JKN di Kabupaten Tabalong sudah berjalan, baik dari aspek peraturan perundangan, kepesertaan, pelayanan kesehatan, keuangan dan tata kelola organisasi. Ada beberapa hambatan seperti peraturan daerah masih kurang dan kurangnya jumlah SDM pelaksana pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya penambahan kuantitas dan pemerataan distribusi SDM pelaksana pelayanan kesehatan oleh Pemerintah Daerah dan upaya memaksimalkan jumlah dan kualitas SDM pelaksana pelayanan kesehatan yang tersedia. National health insurance (JKN) started operating on January 1, 2014. The implementation of health insurance in Tabalong, still have some problems such as health services workforce are still not enough in terms of quantity, distribution and quality. This study aims to evaluate the JKN program of health services workforce aspects in Tabalong period January to June 2014. This study used a mixed method design with sequential explanatory. Study subjects were from the Department of Health Tabalong, H. Badaruddin Hospital, Kelua Health Center and BPJS Health. The results of the evaluation context, informants understand the JKN restrictions, roadmap and program obstacles. The results of the evaluation of health services workforce inputs, the quantity is still deficient 136 people. Distribution in Kelua Health Center is appropriate with the standard for personnel in health centers but the quantity is still not appropriate with the ratio per 100,000 of population standard. Distribution in H. Badaruddin hospital based health workforce standards in hospitals is appropriate, except to specialists. Assessment of the quality of human resources in Kelua Health Center not using Kepmenkes No. 857 of 2009 standard. While in H. Badaruddin hospital still use assessment Implementation Assessment Work List (DP3). The results of the evaluation process, the quantity has increased but is still deficient 82 people. Distribution in Kelua Health Center no change. Distribution in H. Badaruddin hospital have additional for nursing staff. Assessment of the quality of human resources in the Kelua Health Center no change. Assessment of human resources in H. Badaruddin hospital using Employee Job Performance Assessment (PKP). Evaluation of the output shows no change in the quantity, distribution and quality of the results of the evaluation process. Implementation JKN in Tabalong already running, both from the aspect of legislation, participation, health care, financial and organizational governance. There are several obstacles such as local regulation are still lacking and the lack of workforce for the services of health. Therefore, efforts are needed to increase the quantity and distribution of health workforce by local government and maximizing the amount and quality of available health workforce.

Page 42 of 141 | Total Record : 1403


Filter by Year

2009 2024