cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 18581196     EISSN : 23553596     DOI : -
Core Subject : Health,
KEMAS Journal: Research Study in Public Health publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues. The journal was first published in July 2005 and subsequently published twice a year, in July and January. KEMAS Journal is a peer review journal and can be accessed in http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas. Semarang State University (Unnes) is a leading university in Indonesia with the vision to become a world-class conservation university. The conservation vision is closely related to the study of public health sciences. Unnes also published high quality e-journal from various disciplines, integrated, and managed through Open Access Journals that can be accessed in http://journal.unnes.ac.id. The IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia/The Association of Indonesian Public Health Expert) is a non-profit membership association dedicated to advance public health as a scientific discipline and profession that serves public good for Indonesia and humanity.
Arjuna Subject : -
Articles 1,403 Documents
KETERSEDIAAN SARANA SANITASI DASAR, PERSONAL HYGIENE IBU DAN KEJADIAN DIARE Mafazah, Lailatul
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan penyakit menular yang penting karena merupakan penyumbang utama ketiga angka kesakitan dan kematian anak di berbagai negara termasuk Indonesia.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara ketersediaan sarana sanitasi dasar lingkungan dan personal hygiene ibu dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Purwoharjo Kabupaten Pemalang tahun 2012. Jenis penelitian ini yaitu explanatory research dengan metode survey dan rancangan penelitian cross sectional dengan jumlah populasi seluruh balita di wilayah kerja Puskesmas Purwoharjo pada tahun 2012 yaitu sebanyak 3.789 balita. Sampel berjumlah 95 balita. Instrumen yang digunakan adalah check list dan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (menggunakan uji chi square dengan α=0,05). Hasil dari penelitian ini, variabel yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Purwoharjo Kabupaten Pemalang adalah ketersediaan sarana air bersih (p=0,001), ketersediaan sarana pembuangan tinja (p=0,002), ketersediaan sarana tempat pembuangan sampah (p=0,001), ketersediaan sarana pembuangan air limbah (p=0,001) dan personal hygiene ibu (p=0,001). Diarrhoea is an important infectious disease because there are assist third main of mortility and morbidity of children in almost country belong Indonesia. Annualy, diarrhoea disease attack 59 million Indonesian people and 2/3 of them are children under five years old throught 600.000 people was offers. The aim of the study was to find correlations between mother’s knowledge grade and availability of environmental sanitation with diarrhoea cases on children at Puskesmas Purwoharjo  District of Pemalang in 2012. This study was explanatory research, which used survey method and cross sectional study. The population is all of children at Puskesmas Purwoharjo areas in 2012 there are 3.789. The sample are 95 of children under 5 years old. The instrument of the study were using check list and questionnaire. Data were analyzed univariate and bivariate  (using chi square test with α=0,05). The conclusion of this study were there variables were correlated with diarrhoea cases of children including source of clean water (p=0,001), medium of faeces dismissal (p=0,002), rubbish treatment (p=0,001), waste water disposal (p=0,001), the mother’s hygiene grade (p=0,001).
STUDI KUALITATIF FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI DROP OUT PENGOBATAN TUBERKULOSIS PARU Nugroho, Randy Adhi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pengobatan BTA positif di Balai Pengobatan Penyakit Paru-ParuTegal tahun 2008-2010, menyatakan angka drop out belum mencapai target nasional (<10%), sehingga permasalahan dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui faktor yang melatarbelakangi drop out pengobatan tuberkulosis paru di BP4 Tegal. Penelitian ini dilakukan di balai pengobatan penyakit paru Tegal padatahun 2011.Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan narasumber penelitian adalah pasien yang drop out dari pengobatan tuberkulosis yang berjumlah 8 orang. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitian disimpulkan faktor yang melatarbelakangi drop out adalah lama pengobatan melewati tahap intensif sehingga gejala hilang dan pasien merasa sembuh, pembiyaan pengobatan tidak secara cuma-cuma, pasien tidak mengetahui tentang tahapan pengobatan, tidak adanya Pengawas Menelan Obat,adanya kesulitan transportasi menuju BP4, adanya efek samping obat, ketidaktahuan tentang komplikasi penyakit.Based on the results of treatment of smear positive in Medicine Center for Lung Disease Tegal in 2008-2010, drop out rate had not reached the national target (<10%), were 18%, 14%, and 13%. The purpose of this research was to determine the factors behind the drop out of tuberculosis treatment. The study was qualitative research. Informants research was patients who drop out of treatment for tuberculosis, amounting 8 people. Techniques of data collection was done by in-depth interviews used an interview guide. Research concluded the factors behind of drop out were time of treatment through stage of intensive so symptoms disappear and the patient was cured, treatment was not free financing so that it becomes a barriers, Informants wasn’t know about the stages of treatment, although informants had high motivation and family support but barriers make stopped of treatment, informants had not Swallowing Drugs Controller, easy access to MCLD easy but difficult if not used the motorcycle, Informants experienced drug side effects, the perception of informants won’t be severed tuberculosis if the stopped of treatment, perceptions of treatment benefit was limited sources eliminates symptoms of tuberculosis, Informant had many barriers in treatment.
KEMATIAN LARVA AEDES AEGYPTI SETELAH PEMBERIAN ABATE DIBANDINGKAN DENGAN PEMBERIAN SERBUK SERAI Nugroho, Arif Dwi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan larvasida sintesis sangat merugikan masyarakat, seperti pencemaran lingkungan dan menyebabkan resistensi. Alternatif untuk mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan menggunakan larvasida nabati yang berasal dari tanaman yaitu serai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui perbedaan jumlah kematian larva Aedes aegypti setelah pemberian abate dibandingkan pemberian serbuk serai. Jenis penelitian ini adalah eksperimen yang dilakukan pada tahun 2011, menggunakan rancangan penelitian post test only with control group design. Dengan populasi seluruh larva Aedes aegypti instar III dan IV yang berada di B2P2VRP Salatiga. Sampel berjumlah 400 ekor larva. Analisis data yang dilakukan secara univariat dan bivariat (menggunakan uji independent t-test dengan α= 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan yang signifikan jumlah kematian larva Aedes aegypti setelah pemberian abate dibandingkan dengan pemberian serbuk serai, dapat dilihat dari hasil uji independent t-test, dimana nilai p=0,002 (p<0,05).The usage of sintesis larvacide harmed the society, such as contamination of enviroment, and resistense. Some alternatives to reduce the negative impact were use vegatation larvacide from flora such as lemongrass. The purpose of this research was to investigate the differences on the number of Aedes aegypti larvae mortality after giving abate compared with giving lemongrass powder. The study was experiment research in 2011, used post test only with control group design plan research. The population were all of Aedes aegypti larvae instars III and IV in B2P2VRP Salatiga. Sample were 400 larvaes. The data analysis used univariate and bivariate (used independent t-test with α = 0,05). The conclusion is that there is a significant difference in the number of Aedes aegypti larvae mortality after giving abate compared with giving lemongrass powder, can be seen from the test results of independent t-test, where the p value = 0,002 (p < 0,05).
KONSISTENSI PENGGUNAAN KONDOM OLEH WANITA PEKERJA SEKS/PELANGGANNYA Budiono, Irwan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wanita pekerja seksual (WPS) merupakan perilaku berisiko tinggi terjadinya infeksi HIV/AIDS. Penelitian terdahulu di resosialisasi Argorejo Semarang menunjukkan rendahnya konsistensi penggunaan kondom pada WPS/pasangannya (hanya 56,3%). Permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor apakah yang berhubungan dengan konsistensi penggunaan kondom. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan konsistensi penggunaan kondom pada WPS/pasangannya. Metode penelitian survei, melibatkan 140 WPS di resosialisasi Argorejo Semarang. Variabel bebas penelitian meliputi pengetahuan tentang PMS dan HIV/AIDS, sikap terhadap penggunaan kondom, akses informasi tentang IMS dan HIV/AIDS, persepsi pelanggan tentang kemampuan melakukan hubungan seks aman, dan dukungan germo. Variabel terikat adalah konsistensi penggunaan kondom. Hasil penelitian menunjukkan angka konsistensi penggunaan kondom sebesar 62,9 %. Faktor yang terbukti berhubungan dengan praktik penggunaan kondom adalah pengetahuan WPS tentang IMS dan HIV/AIDS, sikap WPS terhadap penggunaan kondom, akses informasi tentang IMS dan HIV/AIDS, persepsi pelanggan tentang kemampuan untuk melakukan perilaku seks secara aman, serta dukungan germo. Simpulan penelitian, pengetahuan,sikap, akses informasi, persepsi, dan dukungan germo berpengaruh terhadap penggunaan kondom.Female Sex Workers (FSW) is a high risk behavior for HIV infection/AIDS. Previous research in Argorejo resocialization Semarang showed low consistency of condom use on the FSW/partner (only 56.3%). Problem in this study was whether the factors associate with consistent condom use. Purpose of the study to determine the factors associate with consistent condom use among female sex workers/ spouses. Survey research method, involving 140 female sex workers in Semarang Argorejo resocialization. The independent variables were knowledge about STDs and HIV/AIDS , attitude toward condom use, access to information about STIs and HIV/AIDS, customer perceptions about the ability of safe sex, and support pimp. The dependent variable was the consistency of condom use. The result showed the consistency of condom use rate of 62.9%. Factors shown to be associated with the practice of the use of condoms were WPS knowledge about STIs and HIV/AIDS, attitudes towards condom use FSW, access to information about STIs and HIV/AIDS, the customer’s perception of the ability to perform safe sex behaviors, and pimp support. The conclusion, knowledge, attitudes, access to information, perceptions, and pimp support were effect on condom use.
DAERAH POSITIVE DEVIANCE SEBAGAI REKOMENDASI MODEL PERBAIKAN GIZI Handayani, Okti Woro Kasmini; Prameswari, Galuh Nita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian adalah bagaimana memperbaiki status gizi balita dengan penerapan model daerah positive deviance. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki status gizi balita dengan penerapan model daerah positive deviance atau daerah yang mempunyai kesenjangan antara keadaan status gizi dengan keadaan lingkungannya, dan mendapatkan pemetaan daerah positive deviance antara status gizi balita dan lingkungannya. Metode penelitian survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, teknik purposif, dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan peta daerah positive deviance antara status gizi dan lingkungan di Kabupaten Boyolali adalah daerah yang mempunyai kesenjangan antara keadaan status gizinya dengan keadaan lingkungannya, terdapat di wilayah Puskesmas Karanggede dan Puskesmas Juwangi. Hasil penelitian model daerah positive deviance, yang direkomendasikan dalam jangka pendek adalah dengan memberdayakan potensi masyarakat terutama dalam bidang sosial budaya, yang meliputi aspek organisasi kemasyarakatan, pengetahuan dan bahasa, mata pencaharian, serta teknologi dan peralatan. Simpulan dari penelitian ini adalah wilayah Puskesmas Karanggede dan Puskesmas Juwangi mempunyai kesenjangan antara keadaan status gizinya dengan keadaan lingkungannya, sehingga direkomendasikan memberdayakan potensi masyarakat.The research problem was how to improve nutritional status of children with positive deviance model application area. This study purposed to improve the nutritional status of children with positive deviance model application areas or areas which have a gap between the state of nutritional status with the state of the environment, and earn positive deviance terrain mapping between the nutritional status of children and the environment. Survey research methods using quantitative and qualitative approaches, purposive and snowball sampling technique. The results showed a map of the area of positive deviance between nutritional status and the environment in Boyolali areas that have a gap between the state of nutritional status with the state of the environment were in the area of Karaggede health center and Juwangi health center. The results of the model study area of positive deviance, which recommended in the short term was the potential to empower people, especially in the socio-cultural field, which includes aspects of social organization, knowledge and language, livelihood, technology and equipment. Conclusion, area of Karaggede health center and Juwangi health center have a gap between the state of nutritional status and their environment, so it was recommend empowering potential of the community.
KONSUMSI IKAN DAN HASIL PERTANIAN TERHADAP KADAR Hg DARAH Setiyono, Andik; Djaidah, Annisa
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hg bersifat toksik untuk makhluk hidup dan menimbulkan kerusakan tubuh permanen bila memajan dalam jumlah cukup dalam waktu lama. Amalgamasi adalah teknik pengolahan emas pada tambang tradisional yang dilakukan masyarakat dengan memanfaatkan Hg sebagai pengikat emas. Limbah tailing yang masih mengandung Hg dibuang tanpa dilakukan pengolahan lebih dulu, sehingga mencemari tanah dan air tanah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan tingkat konsumsi ikan dan konsumsi hasil pertanian terhadap kadar Hg darah masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat konsumsi ikan dan konsumsi hasil pertanian terhadap kadar Hg darah masyarakat. Metode penelitian survei menggunakan desain belah lintang. Recall makanan selama 3 hari tidak berurutan digunakan untuk mengukur tingkat konsumsi ikan dan hasil pertanian masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara konsumsi ikan (p=0,0001), konsumsi makanan pokok (p=0,002),konsumsi sayuran (p=0,001), konsumsi umbi-umbian (p=0,002), dan konsumsi buah-buahan (p=0,002) dengan kadar Hg darah. Simpulan penelitian adalah variabel yang berhubungan dengan kadar Hg darah adalah konsumsi ikan, konsumsi makanan pokok, konsumsi sayuran, konsumsi umbi-umbian, dan konsumsi buah-buahan.Hg is toxic to living organisms and cause permanent damage to the body when exposing in considerable numbers in a long time. Amalgamation is a gold processing technique on traditional mining community undertaken by utilizing Hg as gold binder. Tailings still contain Hg discharged without treatment first performed, thus contaminating the soil and groundwater. Problem in this study was how the correlation between fish consumption and consumption of agricultural products against blood Hg levels of community. The purpose was to determine the correlation between fish consumption and consumption of agricultural products against blood Hg levels of society. Survey method used a cross sectional design. Recall of food for 3 consecutive days used to measure the level of fish consumption and agricultural communities. The results showed that there were relationship between fish consumption (p=0.0001), a staple food consumption (p=0.002), vegetable consumption (p=0.001), consumption of tubers (p=0.002), and consumption of fruits (p=0.002) with blood Hg level. The conclusion, variables associated with blood Hg levels were consumption of fish, the staple food consumption, vegetable consumption, consumption of tubers, and fruits consumption.
OBESITAS DAN STRESS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI Korneliani, Kiki; Meida, Dida
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler dengan kematian tertinggi. Hipertensi dapat terjadi karena obesitas dan tegang. Permasalahan penelitian adalah bagaimana hubungan antara obesitas dan tegang dengan kejadian hipertensi. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara obesitas dan tegang dengan kejadian hipertensi pada guru SD wanita yang ada di Kecamatan Kalipucang. Metode penelitian observasional, dengan pendekatan belah lintang. Penelitian dilakukan pada wanita usia 40-55 yang bekerja sebagai guru SD di wilayah Kecamatan Kalipucang, dengan sampel sebanyak 58 orang diambil dari 15 SD yang ada di Kecamatan Kalipucang. Data dianalisis dengan uji chi square pada α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua variabel penelitian mempunyai hubungan dengan kejadian hipertensi yaitu variabel obesitas nilai p<0,03 (POR:3,8; 95%CI POR:1,2-11,8), tegang dengan nilai p<0,01 (POR:6,2; 95%CI POR:1,4-26,2). Simpulan penelitian adalah variabel yang berhubungan dengan hipertensi adalah obesitas dan tegang.Hypertension is one of the highest mortality of cardiovascular disease. Hypertension may occur due to obesity and tense. Research problem was how strained the relationship between obesity and the incidence of hypertension. Purpose of the study to analyzed the relationship between obesity and tense with the hypertension incidence of female primary school teachers in the Kalipucang District. Observational research methods, with a cross sectional approach. The study was conducted in women aged 40-55 who worked as an elementary school teacher in the District Kalipucang, with sample of 58 people drawn from 15 elementary schools in the District Kalipucang. Data was analyzed by chi square test at α 0.05. The result showed that the two variables have a relationship with hypertension were obesity p value<0.03 (POR: 3.8, 95%CI POR: 1,2 -11,8), tense with p<0,01 (POR: 6.2, 95%CI POR: 1,4 -26,2). Conclusion, variable which associated with hypertension were obesity and tense .
DETERMINAN STATUS GIZI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Pahlevi, Andriani Elisa
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi buruk masih merupakan isu sentral. Ada berbagai faktor yang menyebabkan masalah ini menjadi sangat kompleks. Masalah penelitian adalah faktor apakah yang berhubungan dengan status gizi. Tujuan dari penelitian untuk menentukan faktor yang berhubungan dengan status gizi pada anak-anak kelas 4, 5, dan 6 di Sekolah Dasar 02 Ngesrep Banyumanik, Semarang. Metode penelitian survei, dengan menggunakan pendekatan belah lintang. Populasi sebanyak 64 siswa. Teknik sampling purposif digunakan untuk memperoleh sampel 62 orang. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan data status gizi dilakukan dengan pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan status gizi adalah tingkat pengetahuan ibu (p=0,0001), pendidikan ibu (p=0,0001), pendapatan keluarga (p=0,0001), penyakit menular (p=0,001), tingkat konsumsi energi (p=0,0001), tingkat konsumsi protein (p=0,0001). Faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan status gizi adalah jumlah anggota keluarga (p=0,074). Simpulan penelitian, variabel yang berhubungan dengan status gizi adalah tingkat pengetahuan ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga, penyakit menular, tingkat konsumsi energi, dan tingkat konsumsi protein.Malnutrition remains a central issue. There are various factors that cause this problem becomes very complex. The research problem was whether the factors associated with nutritional status. The purpose of the study to determine factors associated with nutritional status in children grades 4, 5, and 6 in 02 Ngesrep Banyumanik Elementary School, Semarang. Survey research methods, using cross sectional approach. Population were 64 students. Purposive sampling technique was used to obtain a sample of 62 people. The technique of data collection was done by interview, observation, and documentation, while the nutritional status of the data was done with anthropometric measurements. Data analysis was performed using univariate and bivariate chi square test. The results showed that factors associated with nutritional status were the level of maternal knowledge (p=0.0001), maternal education (p=0.0001), family income (p=0.0001), infectious disease (p=0.001), the level of energy consumption (p=0.0001), and the level of protein intake (p=0.0001). Factors not associated with nutritional status was the number of family members (p=0.074). The conclusion, variables related to nutritional status were the level of maternal knowledge, maternal education, family income, infectious diseases, energy consumption levels, and levels of protein consumption.
PENDIDIKAN GIZI DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN GIZI Zulaekah, Siti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan gizi pada anak anemia di sekolah dasar diberikan dengan harapan pengetahuan gizi dan pola makan anak akan berubah sehingga asupan makan terutama asupan besi dan kadar hemoglobin anak akan meningkat. Masalah penelitian adalah bagaimanakah efek pendidikan gizi terhadap perubahan pengetahuan gizi. Penelitian ini bertujuan mempelajari efek pendidikan gizi terhadap perubahan pengetahuan gizi anak sekolah dasar yang anemia. Penelitian ini merupakan penelitian quasy experiment dengan rancangan pretest post-test control group. Penelitian dilakukan terhadap 36 sampel. Pendidikan gizi secara komprehensif dengan alat bantu booklet pada anak, orang tua, dan guru kelas. Pendidikan gizi pada anak diberikan dua minggu sekali, sedangkan pada guru kelas dan orang tua diberikan empat minggu sekali dalam 12 minggu. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan gizi pada sampel mengalami peningkatan (17,44 point). Secara statistik ada perbedaan bermakna pengetahuan gizi anak SD yang anemia sebelum dan sesudah intervensi (p=0,0001). Simpulan penelitian adalah pendidikan gizi efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi.Nutrition education for anemia children in primary schools was given in the hope that their nutrition knowledge and dietary intake will change, so iron intake and hemoglobin levels of children will increase. The research problem was how the effects of nutrition education on nutrition knowledge change. This purpose was to know the effects of nutrition education on nutrition knowledge change of elementary school anemic children. This research was quasy experiment with a pretest posttest control group. The study was conducted on 36 samples. Nutrition education in a comprehensive booklet aids in children, parents, and teachers. Nutrition education in children given once every two weeks, while the classroom teachers and parents were given every four weeks in 12 weeks. The results showed knowledge of nutrition in the sample increased (17.44 points). There was significant differences in nutrition knowledge of elementary school anemic children before and after intervention (p=0.0001). Conclusion, nutritional education was effective to improving nutrition knowledge.
LATIHAN GERAK TERHADAP KESEIMBANGAN PASIEN STROKE NON-HEMORAGIK Irdawati, -
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latihan gerak mempercepat penyembuhan pasien stroke, karena akan mempengaruhi sensasi gerak di otak. Masalah penelitian adalah adakah pengaruh latihan gerak terhadap keseimbangan pada pasien stroke non-hemoragik. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan perbedaan pengaruh latihan gerak terhadap keseimbangan pada pasien stroke non-hemoragik hemiparese kanan dibandingkan dengan hemiparese kiri. Metode penelitian experimental dengan rancangan two group pre test dan post test. Kelompok yang yang diteliti adalah pasien stroke non-hemoragik hemiparese kanan 20 pasien dan hemiparese kiri 20 pasien, diberi latihan gerak sesuai program fisioterapi rumah sakit dr. Moewardi Surakarta. Analisis data dilakukan dengan, uji hipotesis komparatif variabel numerik 2 kelompok dan uji hipotesis komparatif variabel kategorikal tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan pada hemiparese kanan terjadi kenaikan rata-rata nilai keseimbangan sebesar 2,25, dan pada hemiparese kiri sebesar 1,70. Hasil uji statistik Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna terhadap kenaikan nilai keseimbangan antara hemiparese kanan dan hemiparese kiri (p=0,377). Rata-rata kenaikan nilai keseimbangan 1,40 % pada pasien stroke hemiparese kanan dan 18,06 % pada pasien stroke hemiparese kiri. Simpulan penelitian adalah latihan gerak berpengaruh terhadap keseimbangan pada pasien stroke non-hemoragik.Motion exercises stroke patients accelerate healing , because it will affect the sensation of motion in the brain. Research problem was there any influence of motion exercises on balance in patients with non-hemorrhagic stroke. The purpose of this study was to prove the difference in the effect of motion exercises on balance in patients with non-hemorrhagic stroke compared right hemiparese and left hemiparese. Experimental research method by two-group pre-test and post-test. The group studied were non-hemorrhagic stroke patients which 20 right hemiparese patients and 20 left hemiparese patients, given appropriate motion exercise physiotherapy program dr . Moewardi hospital Surakarta. Data analysis was performed by comparative hypothesis testing 2 groups of numerical variables and hypothesis testing comparative unpaired categorical variables. The results showed an increase in right hemiparese average equilibrium value of 2.25, and on the left by 1.70 hemiparese. Results of Mann -Whitney statistical test showed no significant difference in the increase in value of the balance between right and left hemiparese (p=0.377). The average increase of balance in right hemiparese stroke patients was 1.40% and 18.06 % for left hemiparese stroke patients. Conclusion, movement exercise was affect the balance of non-hemorrhagic stroke patients.

Page 9 of 141 | Total Record : 1403


Filter by Year

2009 2024