cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Conservation
ISSN : 22529195     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The Indonesian Journal of Conservation [p-ISSN 2252-9195] is a journal that publishes research articles and conservation-themed conservation studies, including biodiversity conservation, waste management, green architecture and internal transportation, clean energy, art conservation, ethics, and culture, and conservation cadres
Arjuna Subject : -
Articles 319 Documents
MENGURAI MAKNA LUKISAN KAMASAN DI PURI KLUNGKUNG
Indonesian Journal of Conservation Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v5i1.11766

Abstract

Painting is a form of artistic expression which is highly influenced by the people who created it. One type of painting is the famous painting of Kamasan of Bali. Kamasan painting which until now quite popular is contained Kamasan painting on the ceiling of the building and Bale Kambang and Kertagosa in Puri Klungkung. This study aims to clarify the picture of the painting Kamasan contained in Puri Klungkung, the extra esthetical factors contained therein and the meaning of it. Thus, this study is expected to provide an assessment of the painting Kamasan Puri Klungkung and extra esthetical factors contained therein. On the ceiling of the building and Bale Bale Kambang Kertagosa there Kamasan paintings that tell about the stories in the books, such as Adiparwa, Tantri, Sutaosma, the life of the gods, Balinese perspective pawukon and palelintangan, and stories of local communities. The layout and how to read from badly affected Kamasan paintings of Hindu culture on the layout of the relief and how to read it. From the foregoing, it can be concluded that the factors extra esthetical painting in Puri Klungkung is Kamasan Balinese culture heavily influenced by Hinduism. Seni lukis merupakan satu bentuk ekspresi seni yang sangat terpengaruh oleh masyarakat yang menciptakannya. Salah satu jenis seni lukis yang terkenal adalah seni lukis kamasan dari Bali. Lukisan kamasan yang sampai sekarang cukup populer adalah lukisan kamasan yang terdapat di langit-langit bangunan Bale Kambang dan Bale Kertagosa di Puri Klungkung. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran tentang lukisan kamasan yang terdapat di Puri Klungkung dan faktor ekstraestetis yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu memberikan sebuah kajian tentang lukisan kamasan di Puri Klungkung dan faktor ekstraestetis yang terkandung di dalamnya. Di langit-langit bangunan Bale Kambang dan Bale Kertagosa terdapat lukisan kamasan yang menceritakan tentang kisah-kisah dalam kitab-kitab, seperti Adiparwa, Tantri, Sutaosma, kehidupan dewa, pandangan masyarakat Bali tentang pawukon dan palelintangan, dan cerita lokal masyarakat. Tata letak dan cara baca dari lukisan kamasan sangat terpengaruh dari budaya Hindu tentang tata letak relief dan cara bacanya. Dari ketiga hal di atas, maka dapat disimpulkan bahwa faktor ekstraestetis yang ada pada lukisan kamasan di Puri Klungkung adalah kebudayaan Bali yang sangat terpengaruh oleh agama Hindu. 
FITOTEKNOLOGI DAN EKOTOKSIKOLOGI DALAM PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI KOMPOS
Indonesian Journal of Conservation Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v2i1.2695

Abstract

Compost is organic matter results in a controlled aerobic process. Currently, compost are very prosperous, especially to support agriculture and forestry sector. However, compost development is still experiencing many obstacles. Therefore, this paper is intended as a critique of the design study of the existing composting to be developed into a design-based quality assurance. Compost quality assurance is focused on the nature of technology, i.e. eco-toxicological and phytotechnology. Composts quality assurace in composting instalation used sacrifice plant. Phytoremediation processes are generally distinguished by the mechanisms and functions of plant structures, i.e. phytoextraction, rhizofiltration, phytodegradation, rhizodegradation, phytovolatilization. Meanwhile, ecotoxicology studied the effects of destructive substances suprabiota (individuals’ populations and communities) in ecosystem. Phytotechnology and eco-toxicological product sorted became ready uses composts. Keywords: compost, garbage, phytotechnology, eco-toxicology.    Kompos adalah zat organik hasil proses aerobik secara terkontrol. Saat ini, pasar kompos di Indonesia sangat terbuka luas terutama untuk menunjang sector pertanian dan kehutanan. Namun demikian, pengembangannya masih mengalami berbagai kendala. Oleh karena itu, tulisan ini ditujukan sebagai kajian kritik terhadap desain pengomposan yang ada untuk dikembangkan menjadi desain berbasis jaminan kualitas. Penjaminan kualitas kompos di sini difokuskan kepada teknologi alamiah yaitu fitoteknologi dan ekotoksikologi. Untuk memberikan jaminan kualitas kompos yang siap pakai dalam berbagai kegiatan tersebut maka dalam instalasi produksi kompos diperlukan instalasi tumbuhan korban (sacrifice plant). Proses fitoremediasi secara umum dibedakan berdasarkan mekanisme fungsi dan struktur tumbuhan, yakni fitostabilisasi, fitoekstraksi, rizofiltrasi, fitodegradasi, rizodegradasi, fitovolatilisasi. Sementara itu, ekotoksikologi adalah kajian efek destruktif zat terhadap suprabiota (individu, populasi dan komunitas) dalam suatu ekosistem. Produk fitoteknologi dan ekotoksikologi inilah yang kemudian diambil untuk dipilah menjadi kompos siap pasar. Kata Kunci: Kompos, sampah, fitoteknologi, ekotoksikologi  
Penilaian Indikator Kesehatan Hutan Rakyat Pada Pola Tanam Agroforestri (Studi Kasus Hutan Rakyat Milik Anggota Gapoktan Satria Rimba Desa Kubu Batu, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran)
Indonesian Journal of Conservation Vol 10, No 1 (2021): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v10i1.28894

Abstract

Hutan rakyat menjadi sistem manajeman dan startegi penggunaan lahan terpadu melalui penerapan pola agroforestri.  Penerapan pola agroforestri memberikan keuntungan lebih baik dari segi aspek ekonomi, sosial, dan ekologi.  Tujuan penerapan agroforestri untuk membantu mengoptimalkan perolehan hasil pengelolaan lahan hutan rakyat secara berkelanjutan serta meningkatkan daya dukung ekologi lahan.  Pentingnya peranan hutan rakyat pola agroforestri kelestariannya perlu dijaga.  Cara memelihara kelestarian hutan rakyat yaitu melalui kondisi kesehatan hutannya.  Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesehatan hutan rakyat pola agroforestri Desa Kubu Batu sebagai penunjang keberlanjutannya.  Penelitian dilakukan dengan metode Forest Healt Monitoring (FHM).  Hasil nilai akhir kesehatan hutan menunjukan bahwa dari 7 klaster plot pengamatan klaster plot 1(8.17) kategori sedang, Klaster Plot 2(6.87) kategori sedang, Klater plot 3 (4.41) kategori buruk, klaster plot 4 (10.67) kategori baik, klaster plot 5(8.26) kategori sedang, klaster plot 6 (7.56) kategori sedang, dan klaster plot 7 (5.48) kategori buruk.
MEMBANGUN SEKOLAH UNGGUL BERORIENTASI KONSERVASI NILAI DAN WARISAN BUDAYA
Indonesian Journal of Conservation Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v1i1.2066

Abstract

Globalization which is identified from the rapid growth of information and technology is suspected to bring impacts towards social dynamic and society culture. Communal values such as: manners, politeness, honesty, social solidarity, kinship, hospitality, mutual aid and nationalism which are used to be honored to unite and as the characteristics of Indonesian, now slowly degrading as pragmatism and materialism are getting stronger. When we adore global values, slowly but sure the true national identity is degradingor even vanished. The Conservation of values and cultural heritage through school teachings is fundamentally urgent to form students’ character and capacity, the moral values of the students can be formed and internalized as a strong character if it is given as early as possible. This strategy is used to create superior schools aiming to preserve conservation values and cultural heritage such as the revitalization of the sublime values, character and national cultures through learning by prioritizing ethics, having the orientation to the conservation of values and cultural heritage, growing awareness, creating a dialogical school environment, developing the ability of learning how to learn. The role of teachers in the studying process and other activities around the school environment shall reflect a characteristics to be followed and taken as example for the students.Globalisasi yang ditandai kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang cepat dan merambah di semua lini kehidupan ditengarai membawa dampak terhadap dinamika sosial dan budaya masyarakat. Nilai-nilai “bebrayan” seperti: “unggah ungguh”, sopan santun, kejujuran, solidaritas sosial,  kekeluargaan, keramahtamahan, gotong royong dan rasa cinta tanah air yang dulu dijunjung tinggi sekaligus kekuatanpemersatu dan merupakan karakteristik bangsa Indonesia, saat ini mengalami degradasi bersamaan dengan menguatnya nilai-nilai pragmatisme dan materialisme. Ketika kita lebih mengagung-agungkan nilai nilai global, maka lambat laun akan terjadi semakin menipis atau bahkan hilangnya jati diri bangsa. Konservasi nilai dan warisan budaya melalui  pembelajaran di sekolah dipandang sangat penting dalamrangka pembentukan watak dan kapasitas peserta didik, nilai moral pada diri peserta didik akan terbentuk dan terinternalisasi menjadi suatu karakter apabila ditanamkan sejak dini. Strategi yang digunakan untuk menciptakan sekolah unggul dengan orientasi konservasi nilai dan warisan budaya adalah revitalisasi nilai luhur, karakter dan budaya bangsa melalui pembelajaran dengan mengedepankan kaidah-kaidah etika, berorientasi konservasi nilai dan warisan budaya,penanaman kesadaran, penciptaan lingkungansekolah yang dialogis, mengembangkan kemampuan learning how to learn. peranan guru dalam proses pembelajaran dan kegiatan lain di lingkungan sekolah harus mencerminkan karakteristik yang dapat menjadi panutan dan teladan bagi peserta didik.
Studi Perilaku Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis Raffles) dan Persepsi Pengunjung di Goa Kreo Kota Semarang pada Masa Pandemi Covid-19
Indonesian Journal of Conservation Vol 9, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v9i2.27899

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian mengenai perilaku monyet ekor panjang (Macaca fascicularis Raffles) dan persepsi pengunjung di obyek wisata Goa Kreo yang terletak di Desa Kandri Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang. Penelitian dilakukan pada bulan November 2020, dimana pada saat yang sama terjadi pandemi covid-19 yang melanda di hampir seluruh negara di dunia ini.  Pandemi Covid-19 tersebut memaksa pengelola Obyek Wisata Goa Kreo untuk menutup operasional kunjungan wisata selama 3 bulan.  Observasi dilakukan selama 150 menit dengan interval 15 menit, sementara itu responden merupakan pengunjung Goa Kreo yang berasal dari berbagai latar belakang.  Hasil observasi MEP menunjukkan bahwa perilaku monyet ekor panjang di Goa Kreo menunjukkan 25% diam, 17% bergerak, 15% Tidur 13% Self Grooming, 11% grooming, main dan makan masing-masing 10% dan 9%. Sementara itu persepsi pengunjung menunjukkan Goa Kreo menunjukkan 76% tidak mengetahui status konservasi MEP, 12% tidak setuju MEP diberi makan tambahan. Sementara itu tingkat pendidikan responden paling banyak SMA (44%) dan 64% datang ke Goa Kreo karena alasan berlibur.
PENDIDIKAN KONSERVASI BERBASIS JELAJAH ALAM SEKITAR (JAS) DI SEKOLAH DASAR SE-KELURAHAN SEKARAN KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG
Indonesian Journal of Conservation Vol 7, No 2 (2018): IJC
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v7i2.19010

Abstract

Kesadaran dan kepedulian lingkungan harus ditanamkan pada masyarakat sejak usia dini, antara lain melalui pendidikan konservasi. Anak usia dini sangat sensitif secara psikologi, sehingga pembentukkan sikap dan karakter sangat tepat mulai diterapkan pada usia ini. Dalam pembelajaran pendidikan konservasi, alternatif sumber belajar yang dapat digunakan adalah lingkungan di sekitar sekolah atau lingkungan di sekitar tempat tinggal siswa. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dengan melakukan jelajah alam sekitar (JAS) diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang konkrit melalui pengamatan objek secara langsung.. Pendidikan konservasi berbasis JAS membantu proses penanaman kesadaran dan kepedulian siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan membantu pihak sekolah dalam mengembangkan model pembelajaran pendidikan konservasi berbasis JAS. Beberapa aktivitas yang dilakukan dalam pembelajaran berbasis JAS ini meliputi 1) pengenalan materi pendidikan konservasi kepada guru dan siswa, 2) pembelajaran pendidikan konservasi menggunakan pendekatan JAS, 3) pendampingan dan penyusunan modul pendidikan konservasi “Eksplorasi Alam: Panduan Lapangan bagi Penjelajah Alam Sekitar”. Rencana selanjutnya adalah pendampingan secara berkelanjutan terhadap SD di Kelurahan Sekaran dan sekolah lain dalam skala yang lebih luas.
EVALUASI PARTISIPASI SISWA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK MENDUKUNG PROGRAM SEKOLAH ADIWIYATA
Indonesian Journal of Conservation Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v4i1.5161

Abstract

This research was conducted in conjunction with the grant of IbM activities 2015 about waste management school. Partner program is SMAN 12 and SMAN 13 Semarang. The objective research was to describe implementation of activities, as well as to evaluating the level of student participation in waste management school. Respondents were determined by purposive. They are students members of the Scientific Work of Youth, which is involved in the implementation of this program. Each school was taken a sample of 50 students. Description of the implementation of the waste management program is presented in narrative.   Student participation was measured using (1) questionnaire to collect information about students' participation in implementing the principles of the 3R waste management (reduce; reuse, recycle); and (2) multiple choice questions to gather information about the basic knowledge of the students to 3R waste management principles.  The data were tabulated and analyzed descriptively. The results showed that the program IbM in both partner schools already performing well, realizing home composting organic waste that can process at school. The existence of home composting to support Adiwiyata program. The level of student participation in school waste management is quite active with an average score of 164.67 (SMAN 12) and 168.33 (SMAN 13). Similarly, the level of students' knowledge in waste management in the category enough with a score of 15.6 (SMAN 12) and 14.8 (SMAN 13). Penelitian ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan hibah IbM  DIKTI tahun 2015 sebagai kelanjutan program sebelumnya. Mitra program adalah SMAN 12 dan SMAN 13 Semarang,  Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan, serta mengevaluasi sejauh mana tingkat partisipasi siswa dalam pengelolaan sampah sekolah. Responden ditentukan secara purposive, yaitu siswa anggota KIR (Karya Ilmiah Remaja) sekolah yang dilibatkan dalam pelaksanaan program, masing-masing sekolah sebanyak 50 siswa. Deskripsi implementasi program pengelolaan sampah disajikan secara naratif. Instrumen yang digunakan untuk mengukur partisipasi siswa terdiri dari (1) lembar kuesioner untuk mengumpulkan informasi sejauh mana partisipasi siswa dalam menerapkan prinsip 3R (reduce; reuse, dan recycle); (2) lembar pertanyaan multiple choice untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dasar yang dimiliki siswa terhadap prinsip 3R dalam pengelolaan sampah. Data kuantitatif yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif menggunakan acuan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program  IbM tahun 2014 dan 2015 di kedua sekolah mitra mencapai target yang ditetapkan yaitu mewujudkan rumah kompos yang mampu mengolah sampah organik sekolah dan mendukung program sekolah Adiwiyata. Tingkat partisipasi siswa dalam pengelolaan sampah sekolah tergolong cukup aktif dengan skor-rata-rata  164,67 (SMAN 12) dan 168,33 (SMAN 13).  Demikian pula tingkat pengetahuan siswa dalam mengelola sampah  masuk kategori cukup  dengan skor  15,6 (SMAN 12) dan 14,8 (SMAN 13). 
Neo-Conservation of Biodiversity: A Review of International Endeavors
Indonesian Journal of Conservation Vol 9, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v9i1.24275

Abstract

As the dawn of the industrial revolution has begun since the last few decades, it has produced a huge impact on the biodiversity of organisms on our blueish-green planet. The extent of this impact is increasing day by day due to the constant progression of technology and these maneuvers are pushing the biodiversity to its edge. Although, this constant progress has also modified our techniques and methodologies that we applied previously to prevent the overlap of both environmental and technological niches. But still, the imbalances on the natural scale posed to the biodiversity by our evolution are increasing gradually. This study gives us an insight into the present range and magnitude of international efforts and the interventions needed to protect biodiversity from an unrecoverable loss.
KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI HUTAN MANGROVE KPHL GUNUNG BALAK
Indonesian Journal of Conservation Vol 7, No 1 (2018): IJC
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v7i1.19001

Abstract

The diversity and abundance of bird species in an area can indicate how the conditions in the area, such as mangrove forest which are the habitat of various species of wild bird. The purpose of study was to analyzing of relative abundance and diversity of birds in the mangrove forest of KPHL Gunung Balak. Data collection using the explore method in a habitat (field to field method). The result of study record was 30 species of birds from 9 family with total number 671 individuals. Analyzing showed the highest abundance of species little egret (Egretta garzeta) is 8.79% and the smallest abundance of species white-breasted Kingfsher (Halcyon smyrnensis) is 0.15%. Shanon-Wienner diversity index shows as medium scale with the value 3.13 which means that the condition of mangrove forest ecosystem in KPHL Gunung Balak is relatively good to support the life of wild birds.
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR BANDANG DI KECAMATAN WELAHAN KABUPATEN JEPARA
Indonesian Journal of Conservation Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v4i1.5152

Abstract

This research aims to evaluate preparedness level of Welahan’s people in facing flood disaster, either pre-disaster, during and after the disaster happened. The research was conducted in Welahan and Ketileng Singolelo Village, which are the worst affected area in 2014. Research population was the flood victims with relatively homogenous condition. Total samples were 30 respondents (15 persons from Welahan Village and the rest from Ketileng Singolelo Village) whose randomly chosen. Beside conducted interview with the community, it done also for some key persons from community and Regional Board of Disaster Management (BPBD) officer of Jepara Regency. Interview method by in-depth interview. While the data collected was being analyzed by descriptive statistic percentage.The research result showed that preparedness level of Welahan and Ketileng Singolelo community in pre-disaster was low, even very low, according to local officer. While in stage “during a disaster” and “post-disaster”, it could be categorized as medium level. Flood disaster preparedness level which is still in the low range - need to be improved so that in the future they will become more alert and even tough in facing future disaster. Welahan and Ketileng Singolelo Village are potential to become alerted village and even become a tough village against floods. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kesiapsiagaan masyarakat Kecamatan Welahan dalam menghadapi bencana banjir, baik pada saat pra bencana, ketika bencana, dan setelah bencana terjadi. Penelitian dilakukan di Desa Welahan dan Desa Ketileng Singolelo, yang merupakan desa terpapar banjir paling parah pada awal tahun 2014. Populasi penelitian adalah masyarakat yang menjadi korban banjir bandang dengan kondisi relatif homogen, dengan jumlah sampel 30 responden (15 warga Desa Welahan dan 15 warga Desa Ketileng Singolelo) yang ditentukan secara acak. Disamping wawancara terhadap warga, wawancara juga dilakukan terhadap narasumber yang meliputi tokoh masyarakat dan BPBD Kabupaten Jepara. Teknik wawancana dilakukan secara mendalam (indept interview). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat Desa Welahan dan Desa Ketileng Singolelo pada tahap pra bencana tergolong rendah, bahkan menurut narasumber (perangkat desa) tergolong sangat rendah. Pada tahap bencana (tanggap darurat) dan pasca bencana (rekonstruksi dan rehabilitasi) tergolong sedang. Kesiapsiagaan terhadap bencana banjir yang masih pada kisaran rendah – sedang tersebut perlu ditingkatkan agar pada masa datang masyarakat lebih siaga dan bahkan tangguh dalam menghadapi bencana. Desa Welahan dan Desa Ketileng Singolelo berpotensi menjadi menjadi desa siaga dan bahkan menjadi desa tangguh bencana banjir.