cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Conservation
ISSN : 22529195     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The Indonesian Journal of Conservation [p-ISSN 2252-9195] is a journal that publishes research articles and conservation-themed conservation studies, including biodiversity conservation, waste management, green architecture and internal transportation, clean energy, art conservation, ethics, and culture, and conservation cadres
Arjuna Subject : -
Articles 319 Documents
Studi Perilaku Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis Raffles) dan Persepsi Pengunjung di Goa Kreo Kota Semarang pada Masa Pandemi Covid-19 Santoso, Budi; Sumitra, Mamit; Rahayuningsih, Margareta
Indonesian Journal of Conservation Vol 9, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v9i2.27899

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian mengenai perilaku monyet ekor panjang (Macaca fascicularis Raffles) dan persepsi pengunjung di obyek wisata Goa Kreo yang terletak di Desa Kandri Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang. Penelitian dilakukan pada bulan November 2020, dimana pada saat yang sama terjadi pandemi covid-19 yang melanda di hampir seluruh negara di dunia ini.  Pandemi Covid-19 tersebut memaksa pengelola Obyek Wisata Goa Kreo untuk menutup operasional kunjungan wisata selama 3 bulan.  Observasi dilakukan selama 150 menit dengan interval 15 menit, sementara itu responden merupakan pengunjung Goa Kreo yang berasal dari berbagai latar belakang.  Hasil observasi MEP menunjukkan bahwa perilaku monyet ekor panjang di Goa Kreo menunjukkan 25% diam, 17% bergerak, 15% Tidur 13% Self Grooming, 11% grooming, main dan makan masing-masing 10% dan 9%. Sementara itu persepsi pengunjung menunjukkan Goa Kreo menunjukkan 76% tidak mengetahui status konservasi MEP, 12% tidak setuju MEP diberi makan tambahan. Sementara itu tingkat pendidikan responden paling banyak SMA (44%) dan 64% datang ke Goa Kreo karena alasan berlibur.
KAJIAN JEJAK KARBON (CARBON FOOTPRINT) DI FMIPA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Rahayuningsih, Margareta -; Handayani, L.; Abdullah, M.; Solichin, Solichin; Arifin, M.S.
Indonesian Journal of Conservation Vol 10, No 1 (2021): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v10i1.30038

Abstract

Human activities that produce carbon dioxide emissions and are called carbon footprints or carbon footprints have a big role in global warming. As part of its contribution to climate change mitigation efforts and environmental preservation, Faculty of Mathematics and Natural Science Universitas Negeri Semarang (FMIPA UNNES) has been actively developing conservation policies. The programs developed as an effort to mitigate climate change have been running for a long time. However, so far it is not certain how much CO2 emissions are produced and minimized by FMIPA UNNES. The purpose of this study was to analyze the amount of CO2 emissions produced in the FMIPA environment, to map the carbon footprint (CO2) produced from activities on the Unnes campus, to identify what factors influence CO2 emissions resulting from activities in FMIPA. The research was conducted from May to October 2020. The data obtained were obtained from primary data and secondary data. Primary data were obtained through field surveys, while secondary data were obtained from existing data. The carbon footprint that will be taken is obtained from electronic measurements, waste and transportation. The data instrument was converted into carbon footprint units (grams CO2-ek) using a carbon footprint calculator (Ver 2) developed by IESR. The results showed that the carbon footprint generated from campus activities at FMIPA in 2020 before the Covid-19 pandemic outbreak was 10,670.25 ton CO2-eq / month. This carbon footprint decreased during the pandemic to 4,312.27 ton CO2-eq / month. This total carbon footprint consists of scope one in the form of transportation activities by operational vehicles and use of LPG, scope two of electricity spending activities, scope three in the form of transportation activities by lecturers, staff, and students, use of paper, and waste disposal.
Kajian Elemen Aksesbilitas Ramp (Bagi Penyandang Disabilitas) pada Fasilitas Umum Fakultas Teknik UNNES Wicaksono, Dimas
Indonesian Journal of Conservation Vol 9, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v9i2.27273

Abstract

merupakan orang yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental, yang dapat mengganggu  atau merupakan rintangan dan hambatan untuk melakukan aktifitas secara selayaknya. Masyarakat difabel memerlukan suatu komunitas atau lingkungan yang mampu mewadahi aktifitas/kegiatan serta sarana aksesibilitas yang memadai sehingga memberi kenyamanan, keamanan dan memperlancar mobilitas kaum difabel. Aksesibilitas dapat dilihat dari kemudahan dan kelancaran dalam bergerak, berkaitan dengan sirkulasi, visual dan komponen setting, yang telah dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Umum Kampus UNNES  sebagai merupakan  fasilitas pendidikan dan publik, Dekanat dan gedung-gedung kampus yang berada di kawasan Fakultas Teknik harus mampu melayani semua penggunanya tanpa terkecuali. Layanan yang adil untuk semua orang tersebut tentu saja melibatkan banyak hal, tidak terkecuali aspek fasilitas fisik bangunannya. Tuntutan ini tidak hanya menjadi sebuah kesadaran bersama tetapi juga telah menjadi norma positif yang diatur dalam undang-undang maupun peraturan terkait lainnya. Tidak tertutup kemungkinan kaum difabel merupakan salah satu mahasiswa yang berdatangan ke Fakultas Teknik. Sehingga munculah pertanyaan, Apakah Gedung Fakultas Teknik  saat ini telah memberikan sarana aksesibilitas yang baik bagi para kaum difabel. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian terapan (applied research) melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Untuk menganalisa data mengunakan metoda expose yaitu pemeriksaan terhadap data standar aksesibilitas dengan data yang ditemui di Fakultas Teknik. Implementasi elemen aksesbilitas berupa ramp pada fasilitas umum yang ada di Fakultas Teknik direncanakan dan dirancang untuk menjamin aktivitas pengunjung dan civitas akademika mulai dari luar bangunan hingga ke setiap fungsi di dalam bangunan. Beberapa aspek aksesbilitas yang diimplementasikan tersebut antara lain terkait dengan system sirkulasi, system informasi, serta detail-detail penunjang lainnya. Implementasi ini juga diharapkan menjadi contoh dan bahan pembelajaran bagi isu aksesbilitas fisik di gedung lainnya di dalam maupun di luar kampus UNNES.
Integrasi Smart Water Management Berbasis Kearifan Lokal Sebagai Upaya Konservasi Sumber Daya Air di Indonesia Fakhriyah, Fina; Yeyendra, Y; Marianti, Aditya
Indonesian Journal of Conservation Vol 10, No 1 (2021): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v10i1.31036

Abstract

Information and communication technology (ICT) is useful as an effort to conserve water resources to improve the quality of higher management, or Smart Water Management (SWM). SWM is an ICT optimization that provides automatic real-time information on environmental conditions and water resources, as well as estimates of meteorological and climatic conditions, in order to solve problems related to water resource conservation. The purpose of this article is to analyze how the concept of Smart Water Management (SWM) is based on local wisdom as an effort to conserve Water Resources in Indonesia. This article is an integrator writing audit with subjective graphics based on a writing survey based on a systematic literature review (SLR). The literature search was carried out online on the Google Scholar database using the Publish or Perish software with restrictions for 2016-2021 with the keywords “Smart Water Management”, “Conservation”, “Local Wisdom” and “Water Resources”. (1) analyzing the management concept of sustainable water resources conservation, (2) describing local wisdom in water resources conservation efforts, in Indonesia, (3) implementing local wisdom-based SWM as an effort to conserve water resources, (4) presenting conclusions. The results of the analysis of various articles show that Indonesia has a lot of local wisdom in efforts to conserve natural resources in the community. The SWM concept has not been fully implemented in the management of natural resources, which exist in the community. The existence of this SWM concept can be integrated with local community wisdom, in an effort to conserve water resources, in Indonesia. So that it can increase the effectiveness and efficiency of natural resource management so that natural resource conservation efforts can be carried out more optimally and sustainably so that it can predict future water needs.
Tingkat Pengetahuan dan Partisipasi Masyarakat terhadap Pelaksanaan Aplikasi Salinmas (Sampah Online Banyumas) dalam Mengatasi Permasalahan Sampah Marwanti, Ryan; Aji, Ananto
Indonesian Journal of Conservation Vol 9, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v9i2.27900

Abstract

Research objectives are: Describe the implementation of the SalinMas Application in overcoming the problem of waste in Sokanegara Village and Kedungwuluh Village, Know the level of community participation regarding the implementation of the SalinMas Application in Sokanegara Village and Kedungwuluh Village, Know the level of community participation towards the implementation of the SalinMas Application in Sokanegara Village and Kedungwuluh Village, Analyzing the constrains in the implementation of the SalinMas Application in Sokanegara Village and Kedungwuluh Village. The population in this study were all households in each community unit that had implemented the SalinMas Application (Sokanegara Village and Kedungwuluh Village) with 390 houses. The sample was determined using purposive sampling by taking 15% of the population that is as many as 58 samples. The variables studied were community knowledge, community participation, and obstacles in the implementation of the SalinMas Application. Data collection techniques using the method of observation, test, questionnaires, interviews, and documentation. The data analysis technique uses descriptive percentages.  The results shows that the implementation of the SalinMas Application from the initial stage to the present was carried out very well despite the contraints in its implementation. The level of public knowledge on the implementation of the SalinMas Application is included in the very high category with an average score of 90,44% (Sokanegara Village) and 87,87% (Kedungwuluh Village). In addition, the level of community participation in the implementation of the SalinMas application is also high with a proportion of 78,10% (Sokanegara Village) and 81,57% (Kedungwuluh Village). The obstacles faced in implementing the SalinMas application can be seen in terms of operational costs, cooperation with the bank, complaints from KSM, and waste pick-up processes. Suggestions are addressed to local goverments so that the government fulfil and complete infrastructure, cooperation with the (BKK), and improve road access to PDU. In addition, suggestions are also addressed of the public to increase the level of participation in government assessments, and evaluate the implementation of the SalinMas application for at least one month.
Konsep Bangunan Rumah Tinggal sebagai Penerapan Arsitektur Hijau pada Perumahan Sumber Indah Kudus dengan Material Daur Ulang Cahyani, Rima Ayu
Indonesian Journal of Conservation Vol 9, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v9i2.27387

Abstract

Kudus merupakan salah satu kabupaten kecil yang terletak di provinsi Jawa Tengah, jalur Pantai Utara. Dengan luas 425,2 km2 dan jumlah penduduk mencapai 871.311 pada tahun 2019, Kabupaten Kudus memiliki sejumlah perumahan yang di bangun di atasnya. Salah satunya adalah Perumahan Sumber Indah. Permasalahan lingkungan dalan konteks arsitektural dewasa ini adalah mengenai bangunan rumah yang ramah lingkungan. Sebagian besar bangunan pada Perumahan Sumber Indah masih belum menerapkan konsep arsitektur hijau. Rumah dengan konsep arsitektur hijau ini menggunakan bahan dasar bangunan maupun desain eksterior dan interior dengan material daur ulang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif dalam membandingkan material daur ulang pada rumah. Hasil penelitian ini menjunjukkan bahwa dengan menggunakan material daur ulang dalam mendesain rumah dapat mengurangi biaya dan ramah lingkungan karena dapat mengurangi barang yang harusnya dibuang, seperti botol, kayu bekas, bamboo bekas, dan lainnya, menjadi bermanfaat sebagai desain arsitektural yang estetik dan unik.
PENGELOLAAN LIMBAH TERNAK SAPI MENJADI BIOGAS DI DESA GOGIK KECAMATAN UNGARAN BARAT Heriyanti, Andhina Putri
Indonesian Journal of Conservation Vol 9, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v9i1.26310

Abstract

Biogas adalah salah satu sumber energi alternatif yang menggunakan bahan-bahan organik dalam proses pembuatannya seperti limbah peternakan, limbah pertanian, sampah organik, dan limbah organik lainnya. Pada prinsipnya teknologi biogas memberikan kemudahan didalam proses pembuatannya, sehingga mudah diterapkan pada daerah yang memiliki sumber daya manusia terbatas. Saat ini, pemerintah Indonesia telah menerapkan Program Desa Mandiri ditujukan pada daerah-daerah yang memiliki potensi energi dan dimanfaatkan dengan teknologi oleh masyarakat setempat. Desa Gogik merupakan salah satu desa yang telah menerapkan energi biogas dengan memanfaatkan kotoran ternak sapi dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis aspek-aspek yang mempengaruhi pelaksanaan limbah ternak sapi menjadi biogas di Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan dilakukan wawancara secara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditinjau dari aspek teknis ketersediaan energi lain seperti gas LPG dan kayu bakar merupakan salah satu kendala dalam pelaksanaan biogas. Peralatan dan sarana yang tersedia cukup memadai, akan tetapi hampir 70% mengalami kerusakan. Pada alih teknologi tidak didapatkan kendala apapun karena dilakukan secara terencana. Dalam aspek sosial masyarakat memiliki persepsi yang positif terhadap pelaksanaan biogas. Partisipasi masyarakat ditunjukkan dengan menyiapkan lahan dan membuat lubangan yang akan digunakan untuk membangun instalasi utama. Pada aspek lingkungan biogas belum memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi lingkungan sekitar. Selain itu, dalam pelaksanaan biogas masyarakat belum sepenuhnya menerapkan konsep zero waste. Ditinjau dari aspek manajemen masyarakat belum melakukan pengelolaan secara rutin. Selain itu, pengelolaan dilakukan secara individu skala rumah tangga.
Analisis Kesadaran Masyarakat Akan Kesehatan Terhadap Upaya Pengelolaan Sampah di Desa Tegorejo Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal Khoiriyah, Himmatul
Indonesian Journal of Conservation Vol 10, No 1 (2021): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v10i1.30587

Abstract

Sampah merupakan material sisa baik dalam bentuk padat, cair, maupun gas yang pasti ada di kehidupan masyarakat. Semua aktivitas masyarakat pasti menghasilkan sampah, termasuk di Desa Tegorejo. Sampah yang terus menambah dan menumpuk serta tidak dapat dikelola dengan baik akan berdampak bagi kesehatan masyarakat yang tinggal di Desa Tegorejo dan juga lingkungannya. Penyebab penumpukan sampah diantaranya adalah keterbatasan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Tegorejo. Permasalahan dari penelitian ini adalah proses pengolahan sampah oleh masyarakat belum dikategorikan benar dan baik karena proses pengolahannya dilakukan dengan pembuangan sampah hingga menumpuk tidak pada tempatnya dan di bakar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sembarang tempat, dampak keberadaan TPS tersebut, dan sistem upaya pengelolaan sampah di Desa Tegorejo Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif dengan rancang kajian wawancara, observasi/metode survei lapangan, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah di Desa Tegorejo masih belum benar dan baik karena tidak adanya lahan untuk dibangun tempat pembuangan sampah sementara, fasilitas sarana dan prasarana yang masih belum lengkap, dan rendahnya tingkat kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang benar dan baik serta dampak dari pengelolaan sampah bagi kesehatan. Manfaat penelitian bagi masyarakat adalah menjadikan masyarakat memiliki kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap menjaga lingkungan hidup yang bersih dan sehat, dapat lebih aktif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup di sekitarnya, serta dapat menemukan solusi yang tepat dalam mengatasi masalah pengelolaan sampah yang ada.
Transgenic Florae: Frame of Mind an A Dilemmatical Sitch Shahzaib, Muhammad; Ul Haq, Ehsan
Indonesian Journal of Conservation Vol 9, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v9i2.25413

Abstract

Throughout the history of mankind, we have developed far more advanced techniques to cope with the challenges we face on the path of progression. No doubts, most of the problems are due to our greedy actions that ultimately led to a series of unforeseen consequences. One of them is the point of view on the use of genetically modified plants. It is a fact that today, we may have been facing a very different scenario if these transgenic plants don’t have existed at all. Most of the world would’ve been starved to death by now due to the daily exponential increase in population. But the ethical and other concerns on the use of these plants are still a major hurdle in the path of development of these beneficial florae. This review summarizes the sum of possible problems and major situations related to transgenic plants according to modern research.
Keanekaragaman Jenis Pohon sebagai Salah Satu Indikator Kesehatan Hutan Konservasi Sanjaya, Fendi Agung; Safe'i, Rahmat; Winarno, Gunardi Djoko; Setiawan, Agus
Indonesian Journal of Conservation Vol 10, No 2 (2021): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v10i2.28895

Abstract

Penilaian indikator keanekaragaman hayati diperlukan karena sensitif terhadap perubahan, indikator sistem ekologi, heterogenitas spasial, temporal, dan trofik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis pohon di ERU Margahay TNWK sebagai salah satu indikator penilaian kesehatan hutan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai akhir status kesehatan hutan dengan indikator keanekaragaman hayati (keanekaragaman jenis pohon) di ERU Margahayu TNWK berada pada kategori baik sebesar 20% pada klaster plot 2; sedang sebesar 60% pada klaster plot 3, 4, dan 5; dan buruk sebesar 20% pada klaster plot 1; sehingga menunjukkan bahwa hutan di ERU Margahayu TNWK memiliki kondisi cukup sehat (stabil) dengan kategori sedang.