cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Conservation
ISSN : 22529195     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The Indonesian Journal of Conservation [p-ISSN 2252-9195] is a journal that publishes research articles and conservation-themed conservation studies, including biodiversity conservation, waste management, green architecture and internal transportation, clean energy, art conservation, ethics, and culture, and conservation cadres
Arjuna Subject : -
Articles 319 Documents
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Perawat dalam membuang sampah di Puskesmas Tegal Selatan Kota Tegal Huma, Qori Faiqotul
Indonesian Journal of Conservation Vol 10, No 2 (2021): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v10i2.31707

Abstract

Perawat dapat diartikan sebagai tenaga profesional yang mempunyai kemampuan, tanggung jawab, dan kewenangan dalam melaksanakan dan memberikan perawatan kepada pasien yang mengalami masalah kesehatan. Dengan terdapatnya pengetahuan serta sikap yang sejalan dimiliki perawat sangat penting dalam melaksanakan tugasnya, salah satunya dalam membuang sampah. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan tingkat pengetahuan perawat dalam membuang sampah, untuk menggambarkan sikap perawat dalam membuang sampah dan untuk mengetahui pentingnya dalam membuang sampah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan cara observasi langsung pada perawat yang ada di puskesmas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, sikap perawat dalam membuang sampah di Puskesmas Tegal Selatan Kota Tegal adalah sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (70,8%) dan sebagian besar responden memiliki sikap dalam kategori sangat baik (75%). Sehingga menghasilkan manfaat bagi perawat serta meningkatkan pengetahuan dalam membuang sampah, dapat digunakan sebagai referensi bagi penelitian-penelitian yang akan datang dalam konteks permasalahan yang berkaitan dengan perawat dalam membuang sampah dan dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran pada materi pengetahuan perawat dalam membuang sampah.
Estimasi Tingkat Urgensi Konservasi Air melalui Analisis Kebutuhan dan Ketersediaan Air Pulau-pulau Besar di Indonesia Hertiavi, Maria Agatha
Indonesian Journal of Conservation Vol 10, No 2 (2021): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v10i2.31080

Abstract

Tujuan artikel ini mengidentifikasi konsumsi air di Indonesia khususnya dalam memenuhi kebutuhan irigasi dan konsumsi rumah tangga di pulau-pulau besar di Indonesia. Jumlah konsumsi air ini dibandingkan dengan sumber daya air yang tersedia di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan studi literature untuk mengkajinya. Sumber data dari penelitian ini dari publikasi jurnal internasional dan jurnal nasional terakreditasi yang utamanya terbit pada sepuluh tahun terakhir, yaitu antara tahun 2011-2021. Selain artikel publikasi, data diambil dari situs-situs resmi terkait dengan pengelolaan air, data pertanian, dan data kependudukan. Hasilnya menunjukkan kebutuhan air dalam sektor pertanian dan konsumsi rumah tangga sebanding dengan jumlah luas lahan pertanian dan jumlah penduduk. Sebaran ketersediaan air selalu berkurang setiap tahunnya karena faktor dari sumber air tersebut maupun faktor lingkungannya. Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua mampu memenuhi kebutuhan air untuk penduduknya. Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara mengalami persoalan penggunaan air lebih besar dari pada ketersediaan air. Ini mengindikasikan bahwa seiring berjalanannya waktu dengan populasi penduduk yang semakin bertambah maka bisa terjadi defisit air. Oleh karena itu perlu konservasi air yang lebih baik untuk keberlangsungan kehidupan berikutnya.
Analisis Spasial Tingkat Potensi Kekeringan dan Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Kekeringan di Kabupaten Grobogan Pranata, Kukuh Aji; Aji, Ananto
Indonesian Journal of Conservation Vol 10, No 2 (2021): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v10i2.33138

Abstract

Bencana kekeringan di Kabupaten Grobogan menjadi masalah yang belum dapat terselesaikan, hal tersebut tercermin dari sejarah kasus bencana kekeringan yang melanda di Kabupaten Grobogan dimana hampir setiap tahun pada musim kemarau masyarakat Kabupaten Grobogan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Kurangnya data peta yang menyediakan informasi daerah potensial dilanda kekeringan turut berperan sebagai salah satu faktor penghambat penyelesaian masalah kekeringan. Penggunaan data penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dapat digunakan untuk mendeteksi daerah berpotensi kekeringan. Upaya mitigasi tersebut juga perlu didukung dengan kapasitas masyarakat terkait dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat potensi kekeringan di Kabupaten Grobogan dan menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kekeringan di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah scoring dan overlay dari setiap parameter yang berpengaruh terhadap potensi kekeringan serta deskriptif kuantitatif untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kekeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas potensi kekeringan sangat rendah memiliki luas 13,58 Ha, kelas potensi rendah memiliki luas 17.967,18 Ha, kelas potensi sedang memiliki luas 65.403,62 Ha, kelas potensi tinggi memiliki luas 102.740,42 Ha, dan kelas potensi sangat tinggi memiliki luas 18.979,56 Ha. Hasil perhitungan indeks kesiapsiagaan menunjukkan bahwa rumah tangga di Kecamatan Kradenan sebanyak 38% masuk dalam kategori siap, sebanyak 54% masuk dalam kategori cukup siap, dan sebanyak 8% masuk dalam kategori tidak siap.
The Challenge of Realizing Sustainable River Ecotourism to Improve Human Welfare and Protect Biodiversity in Indonesia Azizah, Mutiara Nurul Lita; Wulandari, Desi
Indonesian Journal of Conservation Vol 10, No 2 (2021): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v10i2.31072

Abstract

AbstractEcotourism is ecologically sustainable tourism that focuses on managing nature to encourage understanding, appreciation, and conservation of the environment and culture. This paper analyzes the benefits of river ecosystems in Indonesia to improve human welfare and protect biodiversity through river ecotourism management towards sustainable living. Forms of river ecotourism that have been developed in Indonesia are white water rafting, observation of various flora and fauna, potential development in residential areas as an agenda for tracing and people's gardens, and making river flows an educational tourism idea. Realizing sustainable living river ecotourism can be done by diversifying tourism products. The success of river ecotourism is determined by three components, namely tourism performance, quality of tourism experience, and sustainable tourism. Efforts that can be made for sustainable living ecotourism such as holding innovative online courses for ecotourism managers and measuring the ecological footprint of ecotourism products.
Online Assessment pada Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19: Transformasi Dunia Pendidikan menuju Paperless Policy Pramono, Didi; Ngabiyanto, Ngabiyanto; Isnarto, Isnarto; Saputro, Iwan Hardi
Indonesian Journal of Conservation Vol 10, No 2 (2021): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v10i2.33096

Abstract

Artikel ilmiah ini mencoba melihat pandemi covid-19 dari sudut pandang yang berbeda, bahwa telah terjadi perubahan pada dunia pendidikan Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan meningkat siginifikan selama pandemi covid-19 terjadi. Implikasinya, telah terjadi transformasi dalam dunia pendidikan Indonesia di tengah pandemi covid-19, salah satunya terkait online assessment. Online assessment terbukti mampu mengurangi penggunaan kertas (paperless). Jika biasanya siswa mengerjakan tugas dan menyampaikannya kepada guru dalam bentuk fisik, maka saat ini telah berganti dalam bentuk file yang dikirim via email, whatsapp, google form, Microsoft Teams, atau bentuk learning management system yang lainnya. Guru perlu membekali diri dengan kompetensi penguasaan teknologi informasi dan komunikasi yang baik agar mampu mengimplementasikannya dalam pembelajaran.
Evaluasi Kesiapan Pelepasliaran Beruang Madu (Helarctos Malayanus) di Wildlife Rescue Centre Jogja Suripto, Bambang Agus; Arfentri, Canavalia Wedelia
Indonesian Journal of Conservation Vol 10, No 2 (2021): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v10i2.30803

Abstract

Beruang madu (Helarctos malayanus) adalah beruang terkecil yang berstatus vulnerable menurut IUCN 2017 dan merupakan satwa dilindungi dalam Permenlhk (2018), sehingga penting untuk diadakannya konservasi dan rehabilitasi satwa. Salah satu lembaga konservasi yang melakukan rehabilitasi terhadap Beruang madu adalah Wildlife Rescue Centre Jogja yang memiliki dua Beruang madu bernama Bedhu dan Teagan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas harian Beruang madu dan mengevaluasi tingkat kesiapan untuk pelepasliarannya. Metode yang dilakukan adalah metode focal sampling, setiap 30 menit pengamatan dalam tujuh hari dengan acuan delapan kategori perilaku dalam ethogram. Data dibuat menjadi diagram persentase aktivitas harian dan dilakukan evaluasi kesiapan pelepasliaran secara deskriptif-kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa Beruang madu di WRC Jogja sudah dapat dilepasliarkan didukung oleh data aktivitas harian dan data kesehatan secara umum menunjukkan kesehatan yang baik.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sabun Cair Transparan dari Minyak Inti Sawit Prasetiyo, Andri
Indonesian Journal of Conservation Vol 10, No 2 (2021): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v10i2.31327

Abstract

Hilirisasi produk kelapa sawit masih terbatas untuk pembuatan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil) dan minyak inti sawit (Palm Kernel Oil) yang memiliki nilai tambah ekonomi yang kecil. Penelitian ini bertujuan membuat sediaan sabun cair transparan minyak inti sawit untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi. Formulasi dibuat sebanyak 3 formula dari minyak inti sawit yaitu 13,33% sebagai bahan utama dan transparent agent dengan konsentrasi etanol 96% 11,67-18,33%, sukrosa 7,67-14,33%, dan gliserin 9,67-16,33% serta bahan tambahan lain dengan metode semi boiled yaitu dengan mencampur dan meleburkan minyak inti sawit dan Virgin Coconut Oil kemudian ditambahkan KOH perlahan lahan sampai terbentuk masa sabun. Transparant agent dan bahan tambahan lain dicampurkan ke masa sabun. Sabun cairan transparan yang diperoleh dievaluasi mutunya meliputi uji organoleptik, bobot jenis, tegangan permukaan, pH dan asam lemak bebas serta uji antibakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli pada formula terbaik. Hasil pemeriksaan organoleptik diperoleh formula I bewarna kuning muda transparan sedangkan formula II dan III bewarna kuning keruh, bobot jenis 1.0782-1.1196 g/ml permukaan 35.46-36.35 dyne/cm, pH 8.20-8.23, asam lemak bebas 0.90-0.94%. Sabun cair transparan terbaik adalah formula 1 dengan warna kuning transparan, bobot jenis 1,0782 g/ml, tegangan permukaan 35,46 dyne/cm, pH 8.2, asam lemak bebas 0.95%, zona hambat bakteri staphylococcus aureus 14.07 mili meter dan Escherichia coli 11.26 milimeter.
PENGEMBANGAN KESENIAN KEMPLING SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN DI DESA WISATA KANDRI KOTA SEMARANG
Indonesian Journal of Conservation Vol 7, No 1 (2018): IJC
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v7i1.18996

Abstract

Kempling art is a traditional art that has the characteristics of the form of musical performances that use musical instruments gembur, kendhang, karon, telon, kempling and kemanak which is almost the same as the tools used in rebana music which in its development changed like the addition of a keyboard and guitar that is not leaving the characteristic Kempling art with songs that sung like sholawatan, praise and songs that are poupuler in society. Kempling art is an art that has existed in the era of Sunan Giri and Sunan Kalijaga and in 1962 preserved in the Village Tourism Kandri Semarang City. Kempling Art Development conducted by Kempling Art Group is done so that Kempling Art can be enjoyed by the people of Semarang City. Kandri Tourism Village becomes a tourist village in 2012 and it becomes the community's duty to manage and utilize the existing tourism potentials. This study uses qualitative methods with data collection techniques using observation, interviews and documentation and data validity techniques examined by source triangulation method. The purpose of the study is to describe the development undertaken by the community without changing and keep holding tightly Kempling Artistry in the Village Kandri Semarang. Kempling art development is done through the development of songs, musical instruments, performances and costumes.
TRADISI RUWAHAN DAN PELESTARIANNYA DI DUSUN GAMPING KIDUL DAN DUSUN GEBLAGAN YOGYAKARTA
Indonesian Journal of Conservation Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v3i1.3089

Abstract

Ruwahan in Gamping Kidul Village and Geblagan Village is a form of culture preservation towards the tradition that has been held by the two villages, two subdistrics, and two regencies in the Special Region of Yogyakarta since 1984. The existance of this joint ruwahan tradition aims to strengthen the brotherhood between the two neighboring villages by working together to clean the tomb, holding kenduri feast of which foods brought from home by residents, as well as praying for ancestor spirits, especially, those who are buried in the cemetery nearby. Ruwahan tradition was carried out once a year in ruwah, a name of a month in Javanese calendar. Ruwahan tradition is served to pray for the ancestors in the afterlife, so that they can live in peace in heaven and the heirs are protected by their ancestors. The study concluded that the joint Ruwahan of the two villages started with the preparation, then it was held together by people whose ancestors buried in the Gamping Kidul dan Geblagan cemetry. The people will gather around in place where the ceremony was held without beng invited. During the preparation for the Ruwahan ceremony, good communication and mutual cooperation are established among the neighbouring villagers. They pray and praise their prophet in Javanese language.  Keywords: ruwahan, traditions, cultural preservation Ruwahan di Dusun Gamping Kidul dan Dusun Geblagan Suatu Pelestarian Tradisi merupakan upacara adat-tradisi yang dilaksanakan oleh dua dusun, dua kelurahan, dua kabupaten di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang sudah berlangsung sejak tahun 1984. Bergabungnya tradisi ruwahan ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan antara dua dusun yang berdekatan, bergotong royong untuk membersihkan makam, bersedekah kenduri yang dibawa dari rumah masing-masing warga, mendoakan bersama para arwah leluhur khususnya yang dimakamkan pada makam tersebut. Tradisi Ruwahan ini dilaksanakan satu tahun sekali pada bulan Ruwah. Tradisi Ruwahan ini menjadi tradisi yang berfungsi untuk mendoakan para leluhur agar di alam baka dapat hidup tenteram mulia di surga dan anak keturunannya dilindungi oleh para leluhurnya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dengan Ruwahan gabungan dua dusun ini mulai dari persiapan sampai pelaksanaan para warga yang merasa memiliki leluhur di makam Gamping Kidul dan Geblagan ini meskipun tidak diundang mereka sadar untuk hadir. Dengan kebersamaan selama persiapan sampai pelaksanaan tradisi Ruwahan ini terjalin komunikasi, gotong royong antar para warga dusun yang berdekatan ini berdoa dengan cara bersholawat Jawi.Kata kunci: ruwahan, tradisi, pelestarian budaya 
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU RAMAH LINGKUNGAN PENAMBANG PASIR DI SUNGAI KRASAK
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 2 (2019): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i2.22690

Abstract

Kegiatan penambangan pasir menghasilkan dampak-dampak baik negatif maupun postif. Dalam kegiatan penambangan pasir di Sungai Krasak para penambang seharusnya memiliki pengetahuan mengenai lingkungan agar dapat mendorong adanya perilaku ramah lingkungan dalam kegiatan penambangan. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengukur tingkat pengetahuan penambang mengenai lingkungan; 2) untuk mengetahui perilaku ramah lingkungan penambang pasir; 3) untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan terhadap perilaku ramah lingkungan penambang pasir di Sungai Krasak. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan kelingkungan penambang sedang dengan rata-rata skor 73,33%, sedangkan untuk perilaku ramah lingkungannya sedang dengan rata - rata skor 73,33%. Untuk hasil regresi diketahui nilai koofisien variabel pengetahuan adalah sebesar 0,897. Artinya jika terjadi suatu peningkatan variabel pengetahuan sebesar 1, maka nilai perilaku ramah lingkungan akan meningkat 0,897. Besarnya kontribusi pengetahuan terhadap perilaku ramah lingkungan diketahui dari nilai R Square yaitu sebesar 60,10% yang berarti bahwa pengetahuan kelingkungan penambang mempengaruhi perilaku ramah lingkungan penambang pasir di Sungai Krasak.