cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Conservation
ISSN : 22529195     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The Indonesian Journal of Conservation [p-ISSN 2252-9195] is a journal that publishes research articles and conservation-themed conservation studies, including biodiversity conservation, waste management, green architecture and internal transportation, clean energy, art conservation, ethics, and culture, and conservation cadres
Arjuna Subject : -
Articles 319 Documents
PENDIDIKAN KONSERVASI UNTUK MEWUJUDKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN DALAM PROGRAM KAMPUNG IKLIM (PROKLIM) DI DUSUN NGRANCAH DESA NGRANCAH KECAMATAN GRABAG KABUPATEN MAGELANG
Indonesian Journal of Conservation Vol 7, No 2 (2018): IJC
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v7i2.19011

Abstract

Environmental aspects in the development process are generally less attention, just realized and protested after environmental problems resulted in disasters and the perceived loss of society, as it is being felt at this time that is Global Warming. The purpose of this research is to know (1) the role of villages in conservation activities and village of climate, (2) local wisdom related to conservation, (3) community knowledge related to conservation and village of climate, (4) environmental care attitude owned by society. This research is a descriptive research. The population in this study was the community of Dusun Ngrancah aged 20-69 years, amounting to 481 peoples, with samples taken at random as many as 83 people. Data collection using test instruments, questionnaires, observations, interviews and documentation. Data analysis using descriptive percentage. The results of this study indicate that, (1) the role of villages in activities related to conservation and climate of the village included into the medium category (66, 67%), (2) community rules or values related to conservation have been made into village regulations, Related to conservation and the climate of the village are included in the sufficient category (76.19), (3) the community has knowledge about the conservation and the current village of climate with an average score of 71, (4) the community has a high caring attitude (84) to its environment.
PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT MELALUI BANK SAMPAH
Indonesian Journal of Conservation Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v4i1.5162

Abstract

Implementation of waste banks in principle is one of social engineering to urge people to sort out waste. Through the waste bank finally found one innovative solution to "force" people to sort the waste. By equating waste for money or valuable items that can be saved, people eventually educated to appreciate the waste according to the type and value that they want to sort out the garbage. This research first aim is to analyze the management of Waste Bank of Kelompok Peduli Lingkungan Serasi Kelurahan Sidomulyo in terms of the technical aspects of operational, institutional, legal aspects, finance and community participation aspects. The second one is to analyze social, economic and environment impact of Waste Bank of Kelompok Peduli Lingkungan Serasi Kelurahan Sidomulyo. The methods used are both qualitative and quantitative. Data collected by observation in the field, as well as conduct in-depth interviews to informants and by questionnaire to respondents. The analysis was performed by descriptive qualitative. From the research results that based on the technical aspect of operational, institutional aspect, legal aspect, financial aspect and community participation aspect, management of Waste Bank of Kelompok Peduli Lingkungan Serasi Kelurahan Sidomulyo already quite good although there are still some technical problems in the field and there are positive social, economic and environmental impact of Waste Bank of Kelompok Peduli Lingkungan Serasi Kelurahan Sidomulyo. Pelaksanaan bank sampah pada prinsipnya adalah salah satu rekayasa sosial untuk mengajak masyarakat memilah sampah. Melalui bank sampah akhirnya ditemukan salah satu solusi inovatif untuk “memaksa” masyarakat untuk memilah sampah. Dengan menyamakan sampah secara uang atau barang berharga yang dapat ditabung, masyarakat akhirnya terdidik untuk menghargai sampah sesuai jenis dan nilainya sehingga mereka mau memilah sampah. Penelitian ini, pertama, bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Bank Sampah Kelompok Peduli Lingkungan Serasi Kelurahan Sidomulyo Kabupaten Semarang ditinjau dari aspek teknis operasional, aspek kelembagaan, aspek hukum, aspek pembiayaan dan aspek peran serta masyarakat. Tujuan kedua adalah untuk menganalisis dampak sosial, ekonomi dan lingkungan Bank Sampah Kelompok Peduli Lingkungan Serasi Kelurahan Sidomulyo. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi di lapangan, serta melakukan wawancara mendalam kepada informan dan dengan kuesioner kepada responden. Analisis dilakukan oleh deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian yang berdasarkan pada aspek teknis, aspek operasional kelembagaan, aspek hukum, aspek finansial dan aspek partisipasi masyarakat, manajemen Bank Sampah dari Kelompok Peduli Lingkungan Serasi Kelurahan Sidomulyo sudah cukup baik meskipun masih ada beberapa masalah teknis di lapangan dan terdapat dampak sosial, ekonomi dan lingkungan yang bersifat positif dari Bank Sampah Kelompok Peduli lingkungan Serasi Kelurahan Sidomulyo. 
Suksesi Vegetasi di Gunung Merapi Menggunakan Cellular Automata dengan Referensi Tertentu pada Model Rantai Markovian untuk Pemodelan Terintegrasi Sistem Sosial-Lingkungan
Indonesian Journal of Conservation Vol 9, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v9i1.23815

Abstract

Suksesi vegetasi merupakan suatu proses alami yang terjadi pada suatu ekosistem. Proses suksesi dimulai dari perkembangan tanaman perintis yang berkembang tergantikan secara gradual oleh vegetasi sejati dengan kanopi yang jelas hingga menjadi vegetasi berkayu keras. Perkmbangan tersebut dapat terjadi akibat adanya kompetisi dan penyesuaian dengan lingkuangan yang ada. Pengideraan jauh memberikan kemudahan dalam monitoring perubahan tutupan lahan oleh vegetasi dengan kemampuan synoptic overview yang dimiliki. Selaras dengan hal tersebut, perkembangan Sistem Informasi Geografis memungkinkan pemodelan multitemporal untuk prediksi, salah satunya dengan metode cellular aoutomata. Tujuan dari penelitian ini adalah memodelkan perembetan vegetasi di sebagai bentuk suksesi pada daerah terdampak erupsi gunungapi dengan menggunakan metode cellular automata. Selain itu, penelitian ini diarahkan untuk mengevaluasi hasil pemodelan perembetan vegetasi cellular automata. Kelas strata vegetasi yang ada meliputi vegetasi kerapatan redah, sedang, dan tinggi berkembang secara spasial serta mengekspansi lahan berpasir secara natural dari tahun 2011 hingga 2015. Sekalipun hasil model 2015 menunjukkan statistik yang cukup logis dimana tidak memungkinkan terjadinya perubahan dari level tutupan yang lebih tinggi, namun tidak memberikan signifikansi pada pola spasial saat divalidasi dengan data eksisting tahun 2015. Akurasi total model sebesar 0,703 dengan nilai ideks kappa sebesar 0,579 menunjukkan pemodelan cellular automata untuk kasus ini perlu dievaluasi.
KAJIAN ESTETIKA ORNAMEN PADA ELEMEN MASJID AGUNG SURAKARTA DALAM KONTEKS BUDAYA
Indonesian Journal of Conservation Vol 7, No 1 (2018): IJC
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v7i1.19002

Abstract

Ornaments of the Great Mosque of Surakarta appear in several forms. Ornaments influenced by Hindu, Buddhist, Islamic and Javanese patterns are interesting phenomena to be studied. This study aims to (1) Identify and analyze ornaments (2) Analyze the meaning of ornaments (3) Analyze the linkages of aesthetic elements found in the ornaments of Surakarta Grand Mosque with education. This study uses qualitative methods through aesthetic studies to find the shape and meaning of ornaments in the Great Mosque of Surakarta. Data collection is done by (1) Observation (2) Interview (3) Study of documents. Data analysis is done by data reduction, data presentation, and conclusion drawing / verification. Results (1) ornaments on elements of the Great Mosque of Surakarta have a visual form that is influenced by Javanese culture, Islam is related to Hindu-Buddhism (2) ornaments on elements of the Great Mosque of Surakarta have aesthetic values that are in accordance with 'the concepts of Javanese aesthetics and Islamic aesthetics (3 ) ornaments on elements of the Great Mosque of Surakarta have educational values including useful and valuable values (truth values), beautiful (aesthetic values), good (moral values), religious (religious values).
RANCANGAN NORMALISASI STRUKTUR TABEL PENANAMAN PADA DATABASE SISTEM MONITORING PENANAMAN POHON UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Indonesian Journal of Conservation Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v4i1.5153

Abstract

Semarang State University constantly plays its role in conservation in implementation conservation pillars. In terms of biological diversity, the new students of Semarang State University are responsible for planting seeds. As a surveillance effort to their responsibility. Conservation Development Board has developed tree planting information systems. This system is called Tree Planting Monitoring Information System or Siomon. The information system whose web address http://siomon.unnes.ac.id becomes a means for the students to report and monitor the tree planting. However, the database structure of Siomon must be synchronized to the students’ personal data system or myunnes. In order to solve that issue, Siomon database synchronization is necessary to be conducted. This study is a means to repair Siomon as a real form of implementation of conservation within the State University of Semarang. From the above problems, formulation of the problem in this research is how to design the normalization of the database table structure planting Siomon to be in sync with the tables structure myunnes. In this study the Research and Development exploited to produce an information system that is easy, practical, and informative. In more operational, in this study, all four stages are outlined in three main activities. (1) The preliminary study phase, which includes a needs analysis; (2) the design of the normalization of the database table structure. (3) refinement of the model. Universitas Negeri Semarang terus berupaya meningkatkan peran dalam konservasi dengan menerapkan pilar konservasi. Di bidang konservasi keanekaragaman hayati, mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang mempunyai kewajiban menanam bibit tanaman. Sebagai upaya untuk melakukan proses pemantauan penanaman yang ditanam oleh mahasiswa. Badan Pengembang Konservasi telah mengembangkan sistem informasi penanaman pohon. Sistem ini dinamakan Sistem Informasi Monitoring Penanaman Pohon atau Siomon. Sistem yang beralamatkan di http://siomon.unnes.ac.id ini menjadi sarana pelaporan dan pemantauan yang dilakukan oleh mahasiswa Unnes. Namun demikian struktur database Siomon harus tersinkronisasi dengan sistem data pribadi mahasiswa atau myunnes. Menindaklanjuti permasalahan tersebut, sangatlah perlu untuk melakukan sinkronisasi database siomon dengan myunnes. Penelitian ini merupakan sarana dalam perbaikan Siomon sebagai bentuk nyata implementasi konservasi di lingkungan Universitas Negeri Semarang. Dari permasalahan di atas, rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana merancang normalisasi struktur tabel penanaman pada database Siomon agar dapat sinkron dengan struktur tabel pada myunnes. Dalam penelitian ini Research and Development dimanfaatkan untuk menghasilkan sistem informasi yang mudah, praktis, dan informatif. Secara lebih operasional, dalam penelitian ini, ke empat tahap tersebut dijabarkan dalam tiga kegiatan utama. (1) tahap studi pendahuluan, yang mencakup analisis kebutuhan; (2) rancangan normalisasi struktur tabel database. (3) penyempurnaan model.. 
PENANAMAN KARAKTER DAN RASA NASIONALISME PADA KEGIATAN EKTRAKURIKULER PRAMUKA DI SMP N 4 SINGOROJO KABUPATEN KENDAL
Indonesian Journal of Conservation Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v6i1.12527

Abstract

This study aims to describe the implementation of scout extracurricular activities in building the character and attitude of student nationalism in SMP Negeri 4 Singorojo Kendal Regency. The method used is descriptive qualitative. Excavation of research data using interview method, participant observation and document study. The research results can be obtained data as follows; first, the organizational structure of the scout extracurricular involves several parties, among others: the principal as kamabigus, the guiding teacher as the front cluster coach, the front clerk assistant, the scout board. second, the scout extracurricular activities are carried out with activity programs such as: , nature roaming and ribbon maps, outbound, inauguration of board members, social services, caring scouts. Third, scout extracurricular activities have an effect on the character formation and attitude of the students because the scouts not only provide theoretical knowledge but can apply in everyday life. Fourth, the effort to develop extracurricular scout activities such as scout leader makes innovative activities by packing activities into interesting activities, coordination with kwartir branches and local kwartir as well as involving students in race and jamboree activities. Fifth, obstacles in the implementation of scout extracurricular program because of several factors include: lack of interest and motivation of students, the schedule of activities that collide between extracurricular activities to help the work of parents at home, limited infrastructure facilities resources owned, lack of support and parental participation. Sixth, efforts are made to overcome obstacles are done by: scout and teacher scouts trying to build interest and motivation of students by approaching, nurturing creativity and independence of students to be able to meet their own needs by utilizing existing resources without spending a lot, intensive to parents and related viewers.
SURVEY PARADIGMA MASYARAKAT YOGYAKARTA TERHADAP KEBERADAAN SERTA KONSERVASI AMFIBI DAN REPTIL
Indonesian Journal of Conservation Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v3i1.3086

Abstract

The Special Region of Yogyakarta (DIY) covers an area of 318 590 km2, owns ± 8% of the total number of amphibian and reptile species in Indonesia (± 1.100). Compared to the other groups of animals, these species are relatively easy to find in rural area (remote area). In addition to their high biodiversity value, the existence of these two groups of animals is also an important component of the ecosystem. The analysis of social paradigm in D.I.Y. region aimed to measure the communities’ support towards and knowledge about the conservation of amphibians and reptiles. The survey was conducted in October-December 2013. The Location of the surveys included Gadjah Mada University (Kab. Sleman), Sermo Wildlife (Kab. Progo), Dlingo Village (Kab. Bantul),  Kukup Beach and Ngandong (Kab. Gunung Kidul). The data collection was carried out using a questionnaire about amphibians and reptiles. The result showed that most respondents supported the existence of the amphibian and reptile conservation, but the communities’ knowledge was still lacking in order to support the conservation. Law enforcement and legal awareness of some community groups and the publics were still deemed less. On a regional scale, threats to the amphibians and the reptiles were partly antrophogenik and some of them were natural. In addition, on the regional scale, a topic emphasized was the conflict between men and snakes. This study is expected to be basis principles on policy-making, community supporting action and authorities in nature conservation, particularly for amphibians and reptiles.Keywords: amphibians, reptiles, conservation, social paradigms, rural communities Daerah Istimewa Yogyakarta (D.I.Y.) meliputi luas area sebesar 318.590 km2, memiliki ±8% jumlah jenis dari total keseluruhan (±1.100) jenis amfibi dan reptil di Indonesia. Dibandingkan dengan kelompok hewan lainnya, mereka tergolong relatif mudah dijumpai oleh masyarakat pedesaan (remote area). Selain nilai kekayaan biodiversitas yang tinggi, keberadaan kedua kelompok hewan tersebut juga menjadi komponen penting dalam ekosistem. Analisis paradigma masyarakat di wilayah D.I.Y. dilakukan untuk menakar dukungan dan pengetahuan mereka dalam konservasi amfibi dan reptil. Survei dilakukan pada bulan Oktober - Desember 2013. Lokasi survei meliputi Universitas Gadjah Mada (Kab. Sleman), Suaka Margasatwa Sermo (Kab. Kulonprogo), Desa Dlingo (Kab. Bantul), serta Pantai Kukup dan Ngandong (Kab. Gunung Kidul). Pengumpulan data dilaksanakan menggunakan kuisioner tentang amfibi dan reptil. Sebagian besar responden mendukung adanya konservasi amfibi dan reptil, namun pengetahuan yang diperlukan dalam mendukung konservasi di masyarakat masih sangat kurang. Penegakan hukum dan kesadaran hukum dari beberapa kelompok masyarakat maupun masyarakat umum juga masih dirasa kurang. Untuk skala regional, ancaman terhadap amfibi dan reptil sebagian bersifat antrophogenik dan sebagian adalah alami. Dalam skala regional, topik yang ditekankan adalah konflik yang terjadi antara manusia dengan ular. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan pengambilan kebijakan dan aksi masyarakat pendukung dan otoritas dalam konservasi alam, khususnya untuk jenis amfibi dan reptil.Kata kunci: amfibi, reptil, konservasi, paradigma sosial, masyarakat pedesaan
PELAKSANAAN PROGRAM ADIWIYATA BERDASARKAN KOMPONEN BERBASIS LINGKUNGAN
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 2 (2019): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i2.22687

Abstract

Kerusakan lingkungan berakar pada perilaku manusia yang kurang bertanggung jawab terhadap alam. Masalah yang muncul dapat diatasi dengan cara merubah perilaku dan gaya hidup. Penanaman karakter peduli lingkungan ditanamkan kepada siswa sebagai generasi penerus bangsa melalui program adiwiyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program adiwiyata berdasarkan komponen berbasis lingkungan. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMA Negeri 1 Teras sejumlah 1.058 siswa. Teknik sampel yang digunakan yaitu simple random sampling dengan mengambil sampel sebanyak 3% didapatkan hasil sampel sebanyak 35 siswa. Variabel dalam penelitian ini adalah pelaksanaan program adiwiyata. Metode pengumpulan data menggunakan metode angket. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan mendapat hasil dengan kriteria tinggi karena pembelajaran lingkungan hidup terintgerasi kesemua maat pelajaran. Sedangkan kegiatan lingkungan berbasis partisipatif memiliki hasil sedang karena siswa belum berpartisipasi secara maksimal dalam kegiatan yang diadakan oleh sekolah ataupun dari pihak lain.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP BERKARAKTER DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Indonesian Journal of Conservation Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v2i1.2692

Abstract

The purpose of this research develops teaching material of environmental education character based in Semarang State University. This research used research and development approach and used qualitative and quantitative data analysis. Qualitative analyses have done by observation, interview, and focus group discussion, field note, and document analysis. T test used to analyze quantitative data.  Result of study based on questionnaire for environmental education lecturers shown that 48% argued subject material was inadequate to internalize character of conservation. This study also shown subject material of environmental education has several weaknesses in seven conservation pillars. Based on quasi experimental approach used one shot case study, it conclude t count are 4,45; t table for df 44 and α = 5% are 1,68. Based on student assessment, there were several excesses in new teaching material. Student argued new teaching material has several excesses in lay out, content, structure, and language uses. Keywords: environmental education character based, development, subject material    Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengembangan bahan ajar Pendidikan Lingkungan Hidup berkarakter di Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development) dan data dianalisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif yang dilakukan melalui observasi, wawancara, lokakarya (FGD), pencatatan (field-note), dan dokumen dianalisis secara kualitatif. Analisis kuantitatif menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan hasil angket penilaian dosen-dosen PLH terhadap buku teks selama ini sebesar 46,86% menunjukkan bahwa buku ajar PLH dalam kategori tidak memadai dalam mewujudkan karakter konservasi. Penelitian juga menunjukkan bahwa buku ajar masih memiliki kelemahan dalam hal nilai-nilai karakter yang sesuai dengan tujuh pilar konservasi. Berdasarkan efektivitas draf buku ajar terbaru dengan quasi eksperimen menggunakan desain one shot case study diperoleh nilai thitung adalah 4,45 dan nilai ttabel untuk dk 44 dan α = 5% adalah 1,68. Berdasarkan penilaian mahasiswa, ada beberapa nilai tambah dalam buku ajar yang baru.  Mahasiswa menganggap buku ajar yang baru memiliki keunggulan dari segi tampilan, isi, struktur, dan bahasa yang digunakan. Kata Kunci: PLH berkarakter, pengembangan, bahan ajar  
Konsep Bangunan Rumah Tinggal sebagai Penerapan Arsitektur Hijau pada Perumahan Sumber Indah Kudus dengan Material Daur Ulang
Indonesian Journal of Conservation Vol 9, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v9i2.27387

Abstract

Kudus merupakan salah satu kabupaten kecil yang terletak di provinsi Jawa Tengah, jalur Pantai Utara. Dengan luas 425,2 km2 dan jumlah penduduk mencapai 871.311 pada tahun 2019, Kabupaten Kudus memiliki sejumlah perumahan yang di bangun di atasnya. Salah satunya adalah Perumahan Sumber Indah. Permasalahan lingkungan dalan konteks arsitektural dewasa ini adalah mengenai bangunan rumah yang ramah lingkungan. Sebagian besar bangunan pada Perumahan Sumber Indah masih belum menerapkan konsep arsitektur hijau. Rumah dengan konsep arsitektur hijau ini menggunakan bahan dasar bangunan maupun desain eksterior dan interior dengan material daur ulang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif dalam membandingkan material daur ulang pada rumah. Hasil penelitian ini menjunjukkan bahwa dengan menggunakan material daur ulang dalam mendesain rumah dapat mengurangi biaya dan ramah lingkungan karena dapat mengurangi barang yang harusnya dibuang, seperti botol, kayu bekas, bamboo bekas, dan lainnya, menjadi bermanfaat sebagai desain arsitektural yang estetik dan unik.