cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 506 Documents
MODEL SPASIAL AUTOTOREGRESIF POISSON UNTUK MENDETEKSI FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP JUMLAH PENDERITA HIV DI PROVINSI JAWA TIMUR Rohimah, SR
Jurnal MIPA Vol 38, No 2 (2015): October 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya menangani jumlah pengidap HIV atau AIDS pada tiap kabupaten di Provinsi Jawa Timur diperlukan pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhinya secara spasial maupun nonspasial. Jumlah pengidap HIV atau AIDS merupakan data cacahan (count data) dan kejadian warga mengidap HIV atau AIDS merupakan kejadian yang jarang terjadi, sehingga dalam penelitian ini menggunakan  model Spatial Autoregressive Poisson (SAR Poisson). Penggunaan model SAR Poisson bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh secara spasial maupun nonspasial terhadap jumlah pengidap HIV atau AIDS di Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah pengidap HIV atau AIDS di Provinsi Jawa Timur yaitu: jumlah warga yang tuna susila, jumlah korban penyalahgunaan NAPZA, jumlah keluarga fakir miskin, dan jumlah wanita rawan sosial ekonomi. Pendugaan parameter dalam penelitian ini menggunakan metode maksimum likelihood. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh korelasi spasial yang signifikan sebesar  yang berarti bahwa jumlah pengidap HIV atau AIDS pada suatu wilayah atau lokasi yang berdekatan akan berpengaruh terhadap jumlah pengidap HIV atau AIDS pada tiap kabupaten di Provinsi Jawa Timur pada lokasi di sekitarnya. Koefisien determinasi diperoleh dari model ini sebesar 0,51.In efforts to handle the number of people living with HIV or AIDS in each municipality in East Java province are required knowledge about the factors that influence spatially and nonspatially. Number of people living with HIV or AIDS is the counting data and the incidence of residents living with HIV or AIDS is very rare, so in this study using a model Spatial Autoregressive Poisson (Poisson SAR). Use of SAR Poisson models aimed to determine the factors that influence spatially and nonspatially to the number of people living with HIV or AIDS in East Java province. Based on the research results was obtained the factors that influence the number of people living with HIV or AIDS in East Java province are the number of people who do prostitution, the number of victims of drug abuse, the number of destitute families, and the number of women prone to socioeconomic. The estimation of the parameters in this study using maximum likelihood method. Based on the results of this study showed significant spatial correlation of ρ = 0.2, which means that the number of people living with HIV or AIDS in a region or a nearby location will affect the number of people living with HIV or AIDS in each municipality in the province of East Java at locations in the vicinity. The coefficient of determination obtained from this model of 0.51.
RESPON EKSPLAN SETENGAH BIJI KEDELAI VARIETAS TAHAN TANAH KERING MASAM TERHADAP HIGROMISIN SECARA IN VITRO Rizania, D; Anggraito, Y U; Herlina, L
Jurnal MIPA Vol 38, No 2 (2015): October 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dan konsentrasi optimal higromisin terhadap pertumbuhan eksplan kedelai varietas tahan tanah kering masam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah varietas kedelai (var. Ijen, var. Sinabung, var. Argomulyo, var. Anjasmoro, var. Burangrang), faktor kedua adalah konsentrasi higromisin (0 mg/l, 10 mg/l, 15 mg/l, 20 mg/l, 25 mg/l). Data dianalisis dengan Anava dua jalan, bila signifikan dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan varietas kedelai dan konsentrasi higromisin berpengaruh sangat signifikan pada jumlah eksplan yang hidup, jumlah tunas, dan hari muncul tunas. Interaksi dari varietas kedelai dan konsentrasi higromisin tersebut juga berpengaruh signifikan pada semua parameter. Konsentrasi optimal higromisin yang diperlukan untuk menyeleksi eksplan kedelai varietas tahan tanah kering masam pada parameter jumlah eksplan yang hidup, jumlah tunas, dan hari muncul tunas yaitu pada konsentrasi 15 mg/l.This research aims to determine the response and optimal concentration of hygromycin on the growth of dry acid soil resintant soybean variety explant. This research was used a completely randomized design factorial consisting of two factors. The first factor was soybean variety (var. Ijen, var. Sinabung, var. Argomulyo, var. Anjasmoro, var. Burangrang), the second factor is the concentration of hygromycin (0 mg/l, 10 mg/l, 15 mg/l, 20 mg/l, 25 mg/l). Data were analyzed by using two-way ANOVA, followed by significant when using DMRT further test (Duncans Multiple Range Test). The results showed soybean variety and concentration of hygromycin significantly effect on the number of live explants, number of shoots, and the emerging shoots. The interaction of soybean varieties and the hygromycin concentration was also a significant effect on all parameters. Optimal concentration of hygromycin required for selection of dry acid soil resistant soybean variety explant on the parameter number living explants, number of shoots, and the emerging shoots was 15 mg/l.
SELEKSI IN VITRO EKSPLAN SETENGAH BIJI KEDELAI VARIETAS TAHAN TANAH KERING MASAM MENGGUNAKAN KANAMISIN Aisyah, Aisyah; Anggraito, Y U
Jurnal MIPA Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi yang optimal untuk seleksi in vitro kedelai varietas tahan tanah kering masam dan mengetahui respon pertumbuhan kedelai varietas tahan tanah kering masam terhadap berbagai konsentrasi antibiotik kanamisin. Jenis eksplan yang digunakan adalah setengah biji. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor yaitu konsentrasi kanamisin (0 mg/L, 50 mg/L, 100 mg/L, 150 mg/L, dan 200 mg/L), dan varietas kedelai yang tahan tanah kering masam (Gepak kuning, Tanggamus, Gema, Grobogan, dan Burangrang). Parameter yang diukur adalah hari muncul tunas, jumlah eksplan yang tumbuh tunas, jumlah tunas yang tumbuh dan jumlah eksplan yang hidup. Data dianalisis menggunakan Anava dua jalur dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi kanamisin optimal berdasarkan LD50 (Lethal Dosis 50%) untuk setiap varietas memiliki sensitivitas yang berbeda. Varietas Gema, Gepak Kuning dan Tanggamus pada 150 mg/L, varietas Grobogan pada 100 mg/L, sedangkan varietas Burangrang sensitif pada konsentrasi 200 mg/L. Semakin meningkatnya konsentrasi kanamisin menyebabkan penurunan jumlah eksplan hidup, jumlah tunas dan eksplan yang membentuk tunas, serta penundaan munculnya tunas.This research aimed to determine the optimal concentration for in vitro selection of dry acid soil resistance soybean variety and evaluate the growth response of dry acid soil resistance soybean variety to various concentrations of the kanamycin antibiotic. The half-seed explants were used. The research used completely randomized design with two factors: the concentration of kanamycin (0 mg/L, 50 mg/L, 100 mg/L, 150 mg/L, and 200 mg/L), and soybean varieties which are resistant to dry acid soil (Gepak kuning, Tanggamus, Gema, Grobogan, and Burangrang). Parameters measured were: the emerging shoot day, number of explants emerging shoots, number of shoots, and the number of survive explants. Data were analyzed used two-way ANOVA and Duncan test. The result of research showed that optimal concentration of kanamycin based on LD50 (Lethal Dose 50%) in each variety were different. Gema, Gepak Kuning, and Tanggamus variety were 150 mg/L,Grobogan vaiety in 100 mg/L, while Burangrang variety has its sensitivity on consentration 200 mg/L. The increasing of kanamycin concentration caused a decrease in the number of survive explants, the number of shoots, and explants forming shoots, and delaying of shoots emerging.
Pedoman Penulisan, Pedoman
Jurnal MIPA Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH MATA AIR PANAS KRAKAL KEBUMEN DENGAN METODE GEOLISTRIK Fauziyah, S; Khumaedi, Khumaedi; Linuwih, S
Jurnal MIPA Vol 38, No 2 (2015): October 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi geothermal merupakan salah satu kekayaan sumber daya alam yang sedang dikembangkan. Salah satu kawasan geothermal tersebut adalah kawasan wisata mata air panas Krakal, Kebumen. Sumber daya alam geothermal tersebut dikembangkan sebagai objek wisata. Dalam pengembangannya, belum ada informasi struktur bawah permukaan daerah wisata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran struktur bawah permukaan daerah mata air panas Krakal. Pengambilan data dilakukan dengan metode geolistrik konfigurasi schlumberger pada 5 lintasan dengan 3 titik sounding tiap lintasan. Pengolahan data menggunakan software Progress dan Surfer 10.  Hasil pengolahan data menunjukkan struktur bawah permukaan tersusun oleh 3 lapisan batuan yaitu batu pasir dengan kisaran nilai resistivitas kurang dari 10 Ωm dan ketebalan hingga 20 meter, batu lempung berpasir  dengan rentang nilai resistivitas 10-50 Ωm dan ketebalan mencapai 20 meter, dan batu lempung gamping dengan kisaran resistivitas 50-65 Ωm dan ketebalan 20 meter. Anomali resistivitas rendah mengindikasikan adanya akuifer air panas dan air dingin yang muncul ke permukaan.  Geothermal energy is one of the wealth of natural resources that are being developed. One such area is the tourist area of geothermal hot springs Krakal, Kebumen. Natural geothermal resources were developed as a tourist attraction. In its development, no information on subsurface structure of the tourist area. This study aims to reveal the subsurface structure of the Hot Springs area Krakal. Data collection was performed by Schlumberger configuration geoelectric method in five 3-point sounding track with each track. Data processing using the software Surfer Progress and 10. The results of the processing of the data showed subsurface structure is composed of 3 layers of rock is sandstone with a range of resistivity values of less than 10 Ωm and a thickness of up to 20 meters, sandy clay stone with a range of values of resistivity 10-50 Ωm and thickness reaches 20 meters, and limestone clay stone with a resistivity range of 50-65 Ωm and a thickness of 20 meters. Low resistivity anomalies indicate the presence of water aquifers hot and cold water that comes to the surface.
PENGARUH TEMPERATUR DEPOSISI PADA PENUMBUHAN FILM TIPIS SILIKON KARBIDA DENGAN METODE HOMEMADE HOT-MESH CHEMICAL VAPOR DEPOSITION Astuti, B; Hashim, A M
Jurnal MIPA Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film tipis silikon karbida (SiC) telah ditumbuhkan di atas substrate graphene/SiO2/Si dengan metode Homemade Hot-mesh chemical vapor deposition (Hot-Mesh CVD). Pengaruh dari temperature deposisi pada struktur dan morfologi film tipis SiC telah dipelajari dengan menggunakan X-Ray diffractometer (XRD), FESEM dan EDX, dan spektroskopi Raman. Karakterisasi XRD menunjukkan bahwa film tipis SiC memiliki struktur polikristal tipe kubik dengan orientasi (111). Kualitas film tipis SiC, dan ukuran butir kristal dari morfologi film yang dihasilkan meningkat dengan peningkatan temperatur deposisi. Dari karakterisasi spektroskopi Raman, dapati terdapat dua puncak pergeseran Raman yang dominan pada daerah sekitar 780 - 800 cm-1 dan  950 – 980 cm-1 yang merupakan mode fonon SiC-TO dan SiC-LO. Puncak pergeseran Raman tersebut bergeser ke bilangan gelombang yang lebih pendek dengan peningkatan temperature deposisi.Silicon carbide (SiC) thin film grown on graphene/SiO2/Si substrate using homemade hot mesh chemical vapor deposition (Hot-Mesh SVD) method has been done. Effect of  deposition temperature on structure and morphology of the thin film was studied by using X-ray diffractometer (XRD), FESEM and EDX, and Raman spectroscopy. XRD characteristics shows that SiC thin film has cubic polycrystalline structure with (111) orientation. Quality of the SiC thin film, and crystallite grain size from the film morphology was resulted increases with the increase of the deposition temperature. Based on the characterization of Raman spectroscopy, shows that two peak Raman shift in the range of 780 - 800 cm-1 and  950 – 980 cm-1 was attributed to SiC-TO and SiC-LO phonon mode.  The Raman shift peak was shifted toward the lower wavenumber with the increase of deposition temperature.
PEMODELAN MATEMATIKA PADA EPIDEMI INFLUENZA DENGAN STRATEGI VAKSINASI Kharis, M; Cahyono, AN
Jurnal MIPA Vol 38, No 2 (2015): October 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2009 merebak epidemi flu burung kemudian diikuti epidemi flu babi. Epidemi flu tersebut menyebabkan beberapa kasus kematian dan banyak manusia yang masuk ke rumah sakit. Salah satu usaha yang dilakukan untuk menanggulangi wabah ini adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi dilakukan terhadap orang yang belum terkena influenza. Melihat fakta bahwa penyakit ini bersifat epidemik, maka sangat dimungkinkan untuk membentuk model matematika dari kasus influenza tersebut. Model yang dihasilkan berbentuk SIRS dengan populasi konstan. Dalam penelitian ini digunakan metode tinjauan pustaka, analisis, dan pembuatan simulasi. Simpulan yang diperoleh berupa model matematika dan analisanya serta nilai minimal persentase individu yang divaksinasi supaya wabah tidak meluas.In 2009,  bird flu epidemic outbreak and it is followed by swine flu epidemic. Flu epidemic causes many mortality in human and more of human must be treated in hospital. One of the efforts to combat this plague is vaccination. Vaccination was given to susceptible human. From the fact that the disease is epidemic, it is possible to establish a mathematical model of the influenza cases. The resulting model is SIRS with constant population. In this study, it was used methods include literature reviews, analysis, and simulation. The conclusions obtained in the form of mathematical models and analysis as well as the minimum percentage of individuals who are vaccinated so that the plague has not spread.
PENGARUH SUPLEMENTASI MADU KELENGKENG TERHADAP KADAR TSA DAN MDA TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI TIMBAL (Pb) Kamilatussaniah, Kamilatussaniah; Yuniastuti, A; Iswari, RS
Jurnal MIPA Vol 38, No 2 (2015): October 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbal (Pb) merupakan salah satu logam berat yang berasal dari emisi pembakaran bahan bakar. Peningkatan penggunaan bahan bakar pada mesin industri dan kendaraan bermotor menyebabkan peningkatan kadar Pb di udara. Masuknya Pb ke dalam tubuh akan mengganggu keseimbangan molekul lain sehingga menjadi radikal bebas. Ketidakseimbangan antara radikal bebas dengan antioksidan menyebabkan stres oksidatif yang ditandai dengan menurunnya total satus antioksidan (TSA) dan meningkatnya malondialdehid (MDA). Madu kelengkeng adalah suplemen kesehatan yang mengandung flavonoid, vitamin C, vitamin E dan beta karoten yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh madu kelengkeng terhadap kadar TSA dan MDA darah tikus putih yang diinduksi Pb. Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan 25 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kelompok A (tikus normal), B (tikus dengan induksi Pb 10 mg/kgBB) dan C, D, E merupakan kelompok perlakuan suplementasi madu secara berturut-turut 0,45, 0,9, 1,8 ml/200 gramBB dan induksi Pb 10 mg/kgBB selama 14 hari. Data TSA dan MDA dianalisis menggunakan one way anova dan uji LSD untuk mengetahui perbedaan setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan madu dengan dosis 1,8 ml/200 gramBB dapat meningkatkan kadar TSA dan menurunkan kadar MDA secara signifikan. Simpulan dari penelitian ini adalah madu dapat meningkatkan kadar TSA dan menurunkan kadar MDA pada tikus putih yang diinduksi Pb. Lead (Pb) is heavy metal which comes from waste fuel emissions. Increased use of fuel in industrial machinery and vehicles causes increased levels of lead in the air. The entry of Pb into the body will disturb the ballance other molecules and became a free radicals. The imbalance between free radicals and antioxidants cause oxidative stress which characterized by decreased total antioxidant statue (TAS) and increased malondialdehid (MDA). Longan honey is health suplement which contained flavonoids, vitamin C, vitamin E and beta carotene. This study aims to determine the effect of longan honey against TAS and MDA levels of blood Pb-induced. This is an experimental research design with 25 white male rats Wistar, divided into 5 groups: group A (normal), B (rats with induced Pb 10 mg / kg) and the C, D, E is a group of honey supplementation treatment respectively 0.45, 0.9, 1.8 ml / 200 gramBB and induction of Pb 10 mg / kg for 14 days. TAS and MDA data were analyzed using one-way ANOVA and LSD test to determine differences in each group. The results showed that honey with a dose of 1.8 ml / 200 gramBB could increase levels of TAS and MDA levels were significantly lowered. The conclusions of this study is the honey can increase levels of TSA and lower levels of MDA in white rats induced Pb.
KEANEKARAGAMAN SPESIES AMFIBI DAN REPTIL DI KAWASAN SUAKA MARGASATWA SERMODAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Yudha, D S; Eprilurahman, R; Muhtianda, I A; Ekarini, D F; Ningsih, O C
Jurnal MIPA Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Sermo merupakan salah satu kawasan lindung yang terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan tersebut merupakan habitat bagi berbagai jenis tumbuhan dan hewan, salah satunya adalah herpetofauna (amfibi dan reptil). Hutan di kawasan SM Sermo terdiri dari hutan sekunder yang umum dimasuki manusia dengan kerapatan vegetasi kurang dari 90%, dengan ketinggian antara 90-250 mdpl dan luas sekitar 181 ha. Sampling dilakukan selama dua hari tanggal 13-14 Januari 2013, dan dilakukan pada pagi dan malam hari dengan metode sampling perpaduan antara VES (Visual Encounter Survey), Time Search, dan Road Cruising. Hasil identifikasi diperoleh 5 (lima) spesies amfibi dan 13 (tiga belas) spesies reptil. Spesies amfibi yang ditemukan di kawasan SM Sermo adalah Fejervarya limnocharis, Duttaphrynus melanostictus, Ingerophrynus biporcatus, Polypedates leucomystax, dan Kaloula baleata. Reptil yang ditemukan terdiri atas dua Subordo, yaitu Subordo Serpentes (ular), dan Subordo Lacertilia (kadal). Subordo Serpentes yang ditemukan terdiri dari 4 (empat) spesies, yaitu Ahaetulla prasina, Rhabdophis subminiatus, Pareas carinatus, dan Rhamphotyphlops braminus. Subordo Lacertilia yang ditemukan terdiri dari 9 (sembilan) spesies, yaitu Draco volans, Dasia olivacea, Eutropis multifasciata, Eutropis rugifera, Hemidactylus frenatus, Gekko gecko, Cyrtodactylus marmoratus, Lygosoma quadrupes, dan Hemiphyllodactylus typus. Seiring berjalannya waktu, penambahan atau pengurangan jumlah spesies yang terdapat di kawasan SM Sermo dapat terjadi. Dengan demikian, monitoring jenis herpetofauna perlu dilakukan secara rutin untuk memantau keanekaragamannya di kawasan ini.Sermo is one of wildlife sanctuary which located in Daerah Istimewa Yogyakarta. It consists of several unique habitats for wildlife such as herpetofauna (amphibians and reptiles). Forest habitat mostly composed by secondary forest with the vegetation coverage less than 90% in 90-250 meters above sea level. This area is 181 ha in width. Sampling was done for two days (13-14 Januari 2013). Sampling was conducted during day and night using several methods viz. VES (Visual Encounter Survey), Time Search, and Road Cruising. Five species of amphibians and thirteen species of reptiles were identified. Amphibian species recorded in the sampling sites are Fejervarya limnocharis, Duttaphrynus melanostictus, Ingerophrynus biporcatus, Polypedates leucomystax, and Kaloula baleata. Reptile species are member of suborder Serpentes (snakes) and suborder Lacertilia (lizards). Snakes which found in Sermo wildlife sanctuary are Ahaetulla prasina, Rhabdophis subminiatus, Pareas carinatus, and Rhamphotyphlops braminus. While lizard species identified from the sampling sites are Draco volans, Dasia olivacea, Eutropis multifasciata, Eutropis rugifera, Hemidactylus frenatus, Gekko gecko, Cyrtodactylus marmoratus, Lygosoma quadrupes and Hemiphyllodactylus typus. Overtime, fluctuation of species richness is unavoidable. Monitoring species richness is needed to record the composition of amphibian and reptiles species in the area. 
Formulir Berlangganan, Formulir
Jurnal MIPA Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 9 of 51 | Total Record : 506