cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdimas
ISSN : 14102765     EISSN : 25031252     DOI : -
Jurnal Abdimas diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang sebagai wahana komunikasi penerapan ilmu pengetahuan teknologi, olahraga, budaya dan seni dalam memberdayakan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 734 Documents
IbM Siswa Akuntansi SMKN 1 Salatiga Susilowati, Nurdian; Santoso, Arif
Jurnal Abdimas Vol 23, No 2 (2019): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan literasi keuangan siswa adalah dengan mengenalkan personal budget project. Tujuan personal budget project adalah untuk memperkenalkan beberapa konsep keuangan penting yang akan membantu siswa membuat keputusan yang baik untuk sekarang dan yang akan datang. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu (1) memahamkan financial literacy, dan (2) memahamkan personal budget. Kegiatan dilakukan di SMKN 1 Salatiga pada siswa kelas XI akuntansi yang berjumlah 60 siswa. Metode yang digunakan adalah pelatihan. Kegiatan pengabdian dilakukan selama sehari dari pagi sampai sore. Hasil kegiatan pengabdian yaitu, pertama siswa mengalami peningkatan pemahaman financial literacy. Siswa semakin paham akan pentingnya mengelola keuangan untuk kebutuhan dimasa yang akan datang. Kedua, dapat menyusun personal budget berupa perencanaan anggaran, alokasi pengeluaran, dan tabungan. Sebagian siswa memiliki pekerjaan sambilan seperti jadi pelayan toko, rumah makan, dan jualan kebutuhan sekolah. Mereka mengatakan bahwa perlu melakukan penyusunan personal budget agar dimasa mendatang memiliki keuangan yang sehat. Artinya, tidak mengalami kesulitan keuangan jika sudah direncankan keuangan yang baik. Pengelolaan keuangan pribadi seperti menyiapkan anggaran, belajar tentang pengeluaran, dan tabungan dapat meningkatkan financial behavior yang baik.
Pelatihan Implementasi Model Pembelajaran PBL Berbantuan Miracast untuk Meningkatkan Keterampilan Profesional dan Literasi Teknologi Guru-Guru SD Gugus Drupadi Gunungpati Kota Semarang Setyasto, Novi; Hartati, Hartati; Sutaryono, Sutaryono; Sutikno, Putri Yanuarita
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberlakuan Permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses berimplikasi terjadinya pergeseran paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran, penggunaan pendekatan ilmiah (scientific), dan tematik terpadu sehingga perlu diterapkan pembelajaran berbasis pemecahan masalah (problem based learning). Namun kenyataan di lapangan berbeda. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Gugus Drupadi Gunungpati Kota Semarang yang beranggotakan 53 Guru SD, menunjukkan bahwa kurang lebih 75% guru (atau sekitar 40 orang guru) masih mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis pemecahan masalah di kelas dan masih kesulitan dalam mengaplikasikan teknologi dalam pembelajaran di kelas yang sesuai dengan standar proses. Solusi yang dapat diterapkan adalah dengan pengadaan kegiatan pelatihan Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Miracast. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan keterampilan mengajar dan literasi teknologi guru-guru SD di Gugus Drupadi melalui kegiatan pelatihan implementasi model PBL berbantuan Miracast di SD. Peserta kegiatan ini adalah 40 orang guru SD. Metode kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan kepada para guru-guru SD di Gugus Dewadaru II.  Metode pelatihan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah: ceramah, tanya jawab, praktek, dan simulasi. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan pelatihan ini adalah bertambahnya pengetahuan, literasi teknologi dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan PBL berbantuan Miracast yang ditunjukkan dengan: 1) tersusunnya 34 perangkat pembelajaran dengan model PBL, 2) sejumlah 27 dari 40 peserta pelatihan memberikan respons sangat positif terhadap kualitas materi pelatihan dan 13 peserta memberikan respons positif dengan skor rata-rata 4,68.
Obama Ciput (Community Based Management of Krucil’s Puppets Entrepreneur) Strategi Melestarikan Kesenian Wayang Krucil melalui Program One Village One Product di Kabupaten Blora Setyowati, Fitri Andriani; Amanah, Amanah; Warmih, Warmih; Oktarina, Nina
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki potensi kesenian yang luar biasa salah satunya kesenian wayang krucil. wayang krucil merupakan jenis wayang yang terbuat dari kombinasi antara kayu dan kulit sapi yang berasal dari Kabupaten Blora, memiliki ukuran lebih kecil dari wayang golek dan wayang kulit. Namun sampai saat ini wayang krucil tidak terkenal sebagaimana wayang golek dan wayang kulit Cirebon serta keberadaan wayang krucil berada didalam 75 jenis wayang yang hampir punah di Indonesia. Hal ini disebabkan karena jumlah pembeli wayang krucil semakin menurun sehingga banyak pengusaha wayang krucil tidak aktif lagi menjalankan usahanya. Selain itu disebabkan karena generasi muda telah mengenal kesenian dan budaya dari luar dan mulai meninggalkan kesenian tradisional, hal ini membuktikan bahwa perlu adanya tindakan serius dari pemuda khususnya dari pemerintah melakukan upaya untuk tetap melestarikan kesenian yang membuat Kabupaten Blora  tetap terkenal sebagai kabupaten yang memiliki wayang uniknya. Oleh karena itu penulis mengajukan gagasan “OBAMA CIPUT” (Community Based Management of Krucil’s Puppets Entrepreneur): Strategi Melestarikan Kesenian Wayang Krucil Melalui Program One Village One Product di Kabupaten Blora. Community Based Management of Krucil’s Puppets Entrepreneur merupakan pengelolaan berbasis masyarakat yang dilakukan oleh para pengusaha wayang krucil dimana masyarakat lokal terlibat secara aktif dalam proses pelestarian dan pengelolaan kesenian wyang krucil yang bertempat di Desa Klopodhuwur. Dengan adanya Community Based Management of Krucil’s Puppets Entrepreneur diharapkan kesenian wayang krucil akan tetap terjaga karena setiap minggunya masyarakat Desa Klopodhuwur akan dilatih untuk membuat wayang krucil dengan bentuk dan corak yang beranekaragam, dalam hal ini nilai guna wayang krucil tidak hanya sebagai media hiburan tetapi juga dapat digunakan sebagai inverior rumah tangga serta media pembelajaran yang menarik. Desa Klopodhuwur merupakan sebuah desa yang memiliki kelompok Suku Samin, keberadaan Suku Samin membuat daya tarik wisatawan untuk datang dan melihat kehidupan Suku Samin. Adanya wisatawan yang berkunjung di Desa Klopodhuwur sebagai salah satu strategi pemasaran wayang krucil karena para wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh wayang krucil dapat langsung membeli di pusat penjualan wayang krucil di Desa Klopodhuwur. Hal ini akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung lebih lama di Kabupaten Blora. Dengan strategi tersebut, akan berdampak kepada tempat-tempat wisata lain yang ada di Blora untuk dikunjungi para wisatawan sehingga akan meningkatkan perekonomian Kabupaten Blora dan akhirnya akan terwujud Indonesia berdaulat
Inisiasi Pembentukan Bumdes Bersama untuk Meningkatkan Perekonomian Desa di Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang Kusmuriyanto, Kusmuriyanto; Feriady, Muhammad; Susilowati, Nurdian
Jurnal Abdimas Vol 23, No 2 (2019): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pendampingan kepada Pelaksana Badan Usaha Milik Desa serta perwakilan warga dengan kaitanya dalam pembentukan BUMDes Bersama berbasis Lembaga Keuangan Mikro. LKM BUMDes ini dimaksudkan dalam rangka melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat Kecamatan Jambu yang potensial. Permasalahan yang timbul selama ini adalah masih banyaknya system pengijon, rentenir dan tebas panen dalam memberikan kredit kepada masyarakat. Hal ini tentunya merugikan bagi masyarakat Kecamatan Jambu yang sebagaian besar berprofesi pada sector pertanian. Permasalahan selanjutnya yang dihadapi oleh desa di kecamatan Jambu adalah kurang adanya kecakapan dan pengetahuan tentang pengelolaan BUMDes. Adanya pengabdian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman pemerintahan desa di kecamatan Jambu, dan masyarakat tentang pengelolaan BUMDes. Disamping hal tersebut adanya pengabdian ini nantinya dapat menghasilkan model ideal lembaga keuangan mikro BUMDes yang mampu memberdayakan masyarakat. 
Upaya Peningkatan Nilai Tambah Susu Sapi Menjadi Yogurt Berbasis Daun Krokot di Mangunsari Astuti, Widi; Kusumaningtyas, Ratna Dewi; Wulansarie, Ria
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Mangunsari merupakan kawasan dengan peternakan sapi yang cukup banyak sehingga hasil susu sapi cukup melimpah. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pengolahan susu sapi menjadi produk yang bernilai lebih ekonomis dan bergizi yaitu dalam bentuk yoghurt. Di sisi lain, keberadaan tanaman krokot sangat melimpah dimana tanaman ini dianggap sebagai hama yang tumbuh secara liar dan belum dibudidayakan. Daun krokot sebenarnya dapat diolah menjadi bahan pangan bergizi tinggi karena  memiliki kandungan vitamin dan mineral yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti radang usus buntu, sembelit, diare akut, keputihan, sakit kuning, dan cacingan. Krokot telah diidentifikasi  sebagai s umber yang  sangat  baik  dari asam alfa  linolenat.  Alpha linolenat merupakan asam lemak omega 3. Kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat menjadi mandiri ekonomi dan memiliki jiwa kewirausahaan melalui keterampilan inovatif pembuatan minuman kesehatan yoghurt berbasis daun krokot. Proses ini dilakukan menurut tahapan 1) pemberian pengetahuan kepada masyarakat mengenai potensi ekonomis susu sapi murni dan tanaman krokot, 2) pelatihan ketrampilan pada masyarakat mengenai pengolahan susu sapi murni dan tanaman krokot menjadi minuman kesehatan yoghurt, 3) pembekalan wawasan kewirausahaan terkait produksi yoghurt.
Upaya Pelatihan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (posbindu ptm) pada Kader Posyandu Di Desa Kalikayen, Kec. Ungaran Timur, Kab. Semarang Indarjo, Sofwan; Hermawati, Bertakalswa; Nugraha, Efa
Jurnal Abdimas Vol 23, No 2 (2019): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, memperlihatkan bahwa penyebab kematian terbesar di Indonesia untuk penduduk umur 5 tahun ke atas adalahstroke baik di perdesaan maupun di perkotaan. Selanjutnya hasil Riskesdas tersebut juga menunjukkan bahwa, berdasarkan diagnosa tenaga kesehatan, data prevalensi nasional untuk: penyakit sendi sebesar 30,3%, Hipertensi (untuk penduduk umur 18 tahun lebih) adalah 31,7%, Stroke 0,83%, Asma 4,0%, Kanker 0,4%, Jantung sebesar 7,2% dan Diabetes 1,1% (pemeriksaan dengan biomedis sebesar 5,7%). Prevalensi nasional cedera adalah 7,5% (berdasarkan pengakuan responden, untuk berbagai penyebab cedera, 25,9% merupakan cedera karena lalu lintas darat). Data untuk faktor risiko PTM adalah Obesitas Umum sebesar 10,3%, Obesitas Sentral 18,8%, Toleransi Gula Terganggu (TGT) 10,2%, Kurang makan buah dan sayur 93,6%, Minum beralkohol 4,6%, Kurang aktifitas fisik 48,2%, dan Merokok 23,7% serta prevalensi kurang aktifitas fisik untuk penduduk umur 10 tahun ke atas sebesar 48,2%. Posbindu PTM dilaksanakan setiap hari kami smulai pukul 09.00 – 11.00 di balai  desa kalikayen , Posbindu PTM dilaksanakan dengan 5 (lima) kegiatan, namun dalam situasi-kondisi tertentu dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kesepakatan bersama. Salah satu upaya untuk mengendalikan PTM adalah pemberdayaan dan peningkatan peran serta masyarakat melalui kegiatan posbindu PTM dengan kadernya. Upaya pengendalian PTM dibangun berdasarkan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap ancaman PTM melalui Posbindu PTM. Pengembangan Posbindu PTM merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan, diselenggarakan berdasarkan permasalahan
Critical Netizenship Attitude: Program Pengembangan Sikap Kritis terhadap Kampanye di Media Sosial pada Pemilih Pemula Menjelang Tahun Politik 2018-2019 Fitri Anto, Abdul Haris
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial hari ini telah menjadi cara kampanye politik yang paling efektif. Namun media sosial juga menjadi sarang terjadinya negative campaign dan black campaign. Contohnya adalah pada pemilihan presiden tahun 2014 dan pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017. Tim pengabdi mendapati fakta bahwa calon pemilih pemula yang berhak memilih pada 2019 menunjukkan sikap alienasi (apatisme) politik yang tinggi sebagai akibat dari negative dan black campaign di media sosial. Selain itu, para calon pemilih pemula adalah pihak yang paling rentan menjadi korban dari negative dan black campaign.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengembangkan sikap kritis calon pemilih pemula terhadap kampanye di media sosial. Penelitian ini melibatkan 122 mahasiswa calon pemilih pemula dalam pelatihan “critical netizenship attitude”. Pretest-posttest dengan “critical netizenship attitude questionnaire” diberikan pada seluruh responden. Dalam penelitian ini tidak menggunakan kelompok kontrol dengan pertimbangan etis bahwa sikap kritis terhadap kampanye di media sosial adalah hak bagi semua calon pemilih pemula.Hasil pengembangan dibahas dalam tiga komponen sikap: kognitif, afektif, konatif. Hasil dari perlakuan kognitif, afektif, dan konatif menunjukkan adanya perubahan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan. Dalam hal kognitif, mereka lebih menguasai teori framing dan seluk beluk kampanye di media sosial. Secara afektif, emosi mereka lebih terasosiasi secara lebih tepat terhadap kampanye-kampanye di media sosial. Secara konatif, calon pemilih pemula telah terlibat aktif dalam memerangi black-campaign di media sosial.
Pengembangan Rumah Anggrek Kalisegoro menuju Kampung Sejuta Anggrek Anggraito, Yustinus Ulung; Habibah, Noor Aini; Widiatningrum, Talitha
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggrek merupakan tanaman dengan nilai ekonomis tinggi. Pemeliharaan anggrek memerlukan peralatan dan ketrampilan khusus supaya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Griya anggrek Mekar Sari merupakan salah satu rumah anggrek di wilayah Kalisegoro yang mempunyai potensi besar untuk berkembang. Pengembangan rumah anggrek ini terkendala adanya kurangnya sarana dan keterampilan pengelola dalam budidaya anggrek maupun pemasaran anggrek. Saat ini peralatan yang digunakan masih sangat terbatas. Selain itu pengadaan pupuk dan juga pembasmi hama juga masih terkendala oleh dana. Perawatan anggrek saat ini hanya berkisar penyiraman saja karena masih terbatasnya pengetahuan dan ketrampilan Ibu-Ibu PKK RW 4 Kalisegoro. Dukungan untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya penyediaan alat dan bahan yang bekaitan dengan budidaya anggrek, pelatihan mengenai budidaya anggrek dan pelatihan pemasaran anggrek. Strategi pemasaran anggrek akan didukung dengan pembuatan web Griya Anggrek Mekar Sari sehingga Griya Anggrek Mekar Sari tidak hanya dikenal di sekitar lingkungan Kalisegoro tetapi juga daerah lain. Web Griya Mekar sari telah berhasil dikembangkan. Penambahan koleksi anggrek, peralatan dan juga bahan untuk pemeliharaan anggrek meningkatkan kualitas dan kuantitas anggrek. Peningkatan kualitas dan kuantitas anggrek serta adanya strategi pemasaran meningkatkan omzet penjualan anggrek. Selain itu keterampilan peserta juga meningkat dengan adanya pelatihan persilangan anggrek dan tambahan pengetahuan berkaitan dengan display anggrek pada showroom.
Peran Digital Marketing sebagai Upaya Peningkatan Omset Penjualan Bagi Klaster UMKM di Kota Semarang Hapsoro, Bayu Bagas; Palupiningdyah, Palupiningdyah; Slamet, Achmad
Jurnal Abdimas Vol 23, No 2 (2019): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tidak dapat dipisahkan dari upaya para Stakeholder terkait untuk mewujudkan pertumbuhan sekaligus mengangkat kesejahteraan para pelaku UMKM. Salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan pelaku UMKM, adalah dengan meningkatnya omset penjualan. Kondisi ini diharapkan dapat tercapai, dengan memaksimalkan strategi pemasaran digital, yang di-desain khusus untuk para pelaku UMKM di Kota Semarang. Hal ini menjadi penting, karena percepatan teknologi yang bergerak sangat cepat, menyebabkan perubahan perilaku konsumen dalam memilih dan melakukan transaksi jual beli. Situasi inilah yang mendorong UMKM harus mampu berbenah dan melakukan inovasi, untuk tidak hanya sekedar bertahan, tetapi juga mampu menikmati keuntungan finansial dari perubahan teknologi yang terjadi saat ini. 
Peningkatan Softskill Dibidang Sport Recreation melalui Pelatihan dan Pendampingan Fotografi Irawan, Fajar Awang
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada remaja Karang Taruna Desa Lerep melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan fotografi guna peningkatan kualitas keahlian masyarakat. Sosialisasi dan pelatihan ini menggunakan metode ceramah, modelling, dan simulasi. Kegiatan ini dihadiri oleh delapan belas peserta yang kesemuanya merupakan Remaja Karang Taruna Desa Lerep Ungaran Barat. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan fotografi dan tips memotret, kemudian dilanjutkan dengan materi peningkatan skill memotret dibidang sport recreation, dan materi ke tiga diisi dengan permainan dan olahraga tradisional dengan didampingi oleh tim pengabdi. Lembar pertanyaan yang berjumlah dua puluh lima item pertanyaan diajukan untuk memberikan informasi tentang pengetahuan dan kebiasaan dalam menggunakan kamera smartphone. Materi yang terdapat dalam pertanyaan terebut meliputi kemampuan dasar fotografi, teknik fotografi, kamera smartphone sebagai alternatif, dan sudut pengambilan gambar. Tiga belas peserta menunjukkan hasil yang Baik dalam pengetahuan fotografi. Lima peserta lainya menunjukkan bahwa mereka memiliki informasi yang Sangat Baik dalam pengetahuan dan pengalaman. Berdasarkan hasil yang didapat pada kemampuan dasar fotografi didapat nilai 4,23 dalam kategori Baik dimana peserta sudah memiliki dasar fotografi meskipun hanya pada pengetahuan dan informasi tentang cara mengoperasikan kamera dan cara mengambil gambar. Data pada teknik fotografi menunjukkan 4,24, data ini memiliki hasil yang sama dengan data pada sudut pengambilan gambar yaitu rata rata nilainya pada 4,24. Ketiga rata rata hasil data pada kategori Baik dan peserta sudah mengetahui dasar, teknik, dan bagaimana cara menggunakan kamera secara umum. Satu hasil lain yang berbeda yaitu pada materi kamera smartphone sebagai alternatif kamera memiliki hasil yang Sangat Baik. Kesimpulan pada kegiatan pengabdian didapat bahwa peningkatan keterampilan dibidang sport recreation melalui pelatihan dan pendampingan fotorgafi di Desa Wisata Lerep Ungaran Barat memberikan informasi yang bermanfaat dan pengetahuan baru yang berhubungan dengan peningkatan kemampuan fotografi

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2023): December 2023 Vol 27, No 1 (2023): June 2023 Vol 26, No 2 (2022): December 2022 Vol 26, No 1 (2022): June 2022 Vol 25, No 2 (2021): December 2021 Vol 25, No 1 (2021): June 2021 Vol 24, No 3 (2020): December 2020 Vol 24, No 2 (2020): September 2020 Vol 24, No 1 (2020): June 2020 Vol 24, No 3 (2020): December Vol 24, No 2 (2020): September Vol 24, No 1 (2020): June Vol 23, No 2 (2019): December 2019 Vol 23, No 1 (2019): Juni 2019 (ASAP) Vol 23, No 1 (2019): June 2019 Vol 23, No 2 (2019): December Vol 23, No 1 (2019): June Vol 22, No 2 (2018): December 2018 Vol 22, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 22, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 22, No 1 (2018): June 2018 Vol 21, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 21, No 2 (2017): December 2017 Vol 21, No 1 (2017): June 2017 Vol 21, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 2 (2016): December 2016 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 1 (2016): June 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 19, No 2 (2015): December 2015 Vol 19, No 1 (2015): June 2015 Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 18, No 2 (2014): December 2014 Vol 18, No 1 (2014): June 2014 Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 17, No 1 (2013): June 2013 Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 2 (2013): December Vol 17, No 1 (2013) Vol 17, No 1 (2013) Vol 15, No 2 (2011): December 2011 Vol 15, No 1 (2011): June 2011 Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 14, No 2 (2010): December 2010 Vol 14, No 1 (2010): June 2010 Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 1 (2010) Vol 14, No 1 (2010) More Issue