cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdimas
ISSN : 14102765     EISSN : 25031252     DOI : -
Jurnal Abdimas diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang sebagai wahana komunikasi penerapan ilmu pengetahuan teknologi, olahraga, budaya dan seni dalam memberdayakan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 734 Documents
AKTE OTENTIK UNTUK MEMINIMALISIR SENGKETA HIBAH Latifiani, Dian
Jurnal Abdimas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peralihan hak atas tanah dapat melalui berbagai cara. Seperti jual beli, warisan dan hibah. Di setiap peralihan hak atas tanah tersebut memerlukan bukti peralihan yaitu akta otentik. Dalam hibah, masyarakat kurang paham tentang pentingnya akta otentik hibah. Padahal dengan adanya akta otentik hibah memberikan kepastian hukum bagi pemegang haknya dan meminimalisir terjadinya sengketa hibah. Pelaksanaan pengabdian telah didahului dengan survei awal daerah lokasi pengabdian di bulan april 2014. Hasil survei menunjukkan banyak masyarakat terutama yeng telah melakukan hibah tanah/rumah tidak paham pentingnya akta hibah. Sehingga tim pengabdi merasa sangat prihatin dan bersemangat untuk memberikan pemahaman tentang aturan hukum pentingnya akta hibah. Juli 2014, tim pengabdi menindaklanjuti dengan melakukan perizinan secara lesan terhadap sasaran pengabdian yaitu masyarakat Desa Karangmanggis. Setelah mendapat jawaban bahwa bisa dilakukan di bulan September, maka secara formal/prosedur perizinan, surat tertulis kami susulkan. Sosialisasi dilakukan pada hari Ahad tanggal 7 September pukul 13.00. Kegiatan ini dilakukan dengan materi pelatihan yang diberikan oleh Tim Pengabdian Kepada masyarakat secara dengan atmosfer diskusi dengan duduk bersama dalam suatu lingkaran dan bertautan erat pada materi yang diberikan secara bergiliran. Metode yang dilakukan secara diskusi interaktif yang didahului dengan pemberian materi terkait.Kata kunci : akta otentik, hibah
PENINGKATKAN KEMANDIRIAN DASA WISMA KELURAHAN SEKARAN DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE Wijayanti, Yuni
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk memutuskan rantai penularan penyakit demam berdarah dengue, pemberantasan vektor dianggap cara yang paling mamadai saat ini. Kemandirian dasa wisma dapat digunakan untuk mengembangkan pembangunan kesehatan di tingkat kelurahan sebagai persiapan menuju desa siaga. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Kelurahan Sekaran untuk meningkatkan Kewaspadaan terhadap terjadinya penyakit demam berdarah. Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk dapat ikut mencegah penyakit demam berdarah di lingkungannya secara mandiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu melalui komunikasi, informasi, dan edukasi serta pendampingan oleh mahasiswa. Hasil yang didapatkan yaitu adanya peningkatan nilai pretes dari peserta kegiatan sebesar 19,88%, dan peserta dapat menyelesaikan atau memecahkan masalahmasalah penyakit demam berdarah yang diberikan selama kegiatan. Pengetahuan dan pemahaman peserta diharapkan dapat disebarluaskan kepada masyarakat di sekitarnya, sehingga dapat ikut serta dalam rangka pencegahan penyakit demam berdarah dengue.Kata Kunci; demam berdarah dengue, dasa wisma
BATIK CIPRATAN UNTUK SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI (SLBN) SEMARANG Waruwu, Penunjang; Ardhianto, Eka
Jurnal Abdimas Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan IbM ini adalah untuk memberikan pelatihan manajemen usaha dan pemasaran pada Mitra 1 (SLBN) Semarang dan Mitra 2 Batik Linggo. Pelatihan yang diberikan pada manajemen usaha berupa pemakaian bahan-bahan pewarna alam dalam batik cipratan, pembukuan dan pelaporan keuangan, harga pokok produk batik, Sistem Informasi Manajemen pemasaran. Target yang tercapai dalam IbM adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam pemberdayaan Sumber Daya Manusia pada mitra dalam pemakaian bahan pewarna alam pada kain batik, yaitu cipratan serta cap. Selain itu untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah usaha seperti pembukuan, laporan keuangan dan kelayakan usaha; meningkatkan kemampuan dan ketrampilan penggunaan teknologi informasi khususnya penggunaan web pemasaran untuk memperkenalkan produk dengan harapan semakin meningkatkan Omset Penjualan batik serta meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan mitra. Metoda kegiatan yang dilaksanakan adalah melakukan pelatihan serta bimbingan teknis dan pendampingan, melakkukan monitoring dan evaluasi. Hasil yang dicapai adalah produk batik cipratan dan batik cap dari bahan-bahan alam; pengetahuan pembuatan pembukuan, laporan keuangan, dan kelayakan usaha.
PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK PADA PASAR PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Astuti, Rahayu; Handarsari, Erma; Hidayati, Ana; Purnomo, Purnomo; Sukesti, Fatmasari
Jurnal Abdimas Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan problem yang belum terpecahkan di kota-kota besar termasuk kota Semarang. Penanggulangan untuk mencegah timbunan sampah dan melakukan pengolahan sampah secara tepat perlu dilakukan. Salah satu cara untuk menangani sampah khususnya sampah organik adalah menerapkan teknologi, dengan mengolah sampah menjadi kompos. Dengan bantuan mesin pengolah sampah, pembuatan sampah organik menjadi kompos dapat dilakukan dalam jumlah yang besar yang tidak saja bermanfaat bagi tanaman tetapi juga dapat dijual untuk menambah ekonomi masyarakat. Metode dalam kegiatan Ipteks bagi Masyarakat ini adalah penerapan alat pencacah sampah untuk membantu dalam mencacah sampah organik di pasar Pedurungan dalam kaitannya dengan pengelolaan sampah organik pasar menjadi kompos. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil kegiatan adalah terlaksananya kegiatan pendidikan dan pelatihan kepada pengepul sampah untuk memilah sampah organik dan non organik, juga tentang cara membuat kompos, serta manajemen usaha. Alat pencacah sampah digunakan untuk mencacah sampah dalam skala besar. Hasil lainnya adalah telah diproduksinya kompos dan sudah di packing dalam kemasan yang menarik serta telah dipasarkan di sekitar wilayah pasar termasuk di perumahan sekitar wilayah Pedurungan. Terbentuk pula tim manajemen usaha yang terdiri dari unsur UPTD Pasar Pedurungan Kota Semarang dan pengepul sampah.
PENDAMPINGAN TELEKONFERENSI DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS BERSAMA JARINGAN 1000 GURU Utami, Triyoga Dharma; Bahri, Seful
Jurnal Abdimas Vol 15, No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberdayakan potensi sumber daya SMAN 12 Semarang dengan memanfaatkan fasilitas jaringan internet untuk menunjang proses pembelajaran di kelas. Sebagai satu-satunya SMA negeri di Kecamatan Gunungpati, SMAN 12 Semarang dapat menjadi contoh sekolah dengan kategori berlokasi di daerah pinggiran, yang relatif masih terkendala oleh akses. Perkembangan teknologi sekiranya mampu menjadi solusi untuk meminimalisir kendala tersebut untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran di kelas. Dalam upaya memanfaatkan fasilitas internet untuk kegiatan pembelajaran, gerakan nirlaba Jaringan 1000 Guru mencoba untuk menyiasati pemanfaatan internet melalui jejaringan sekolah di tanah air. 1000 Guru terdiri dari putra-putri bangsa yang tengah melanjutkan pendidikan dan bekerja sebagai peneliti di negara-negara maju yang siap berperan sebagai guru relawan/wati melalui telekonferensi. Cara yang ditempuh dalam kegiatan Pengabdian ini adalah mengkoordinasi pihak SMAN 12 (Kepala Sekolah, guru bidang TIK dan guru-guru pengampu bidang studi) dengan pihak 1000 Guru. Prosedur teknis telekonferensi memanfaatkan fasilitas video-conference yang tersedia di internet, yakni Yahoo Messenger, Skype dan Teamviewer, serta projektor LCD dan pelantang suara. Dalam lima bulan masa pengabdian, tiga telekonferensi berhasil diselenggarakan. Sebagai sebuah kegiatan berjejaring dan nirlaba, diharapkan kegiatan telekonferensi antara SMAN 12 dan 1000 Guru tetap berlanjut. Antusiasme siswa dan siswi dalam mengikuti kegiatan telekonferensi ini sangat positif.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KECAMATAN GUNUNGPATI MELALUI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS, KUALITAS, DAN DIVERSIFIKASI PRODUK PASCA PANEN Rosidah, Rosidah; Ananta, Henry; Sunyoto, Sunyoto
Jurnal Abdimas Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan KKN-PPM ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan produktivitas, kualitas, dan diversifikasi produk pasca panen. Sasaran kegiatan adalah masyarakat di empat kelurahan di kecamatan Gunungpati, yaitu Sukorejo, Kalisegoro, Mangunsari, dan Ngijo. Kegiatan ini melibatkan 68 mahasiswa dari berbagai program studi dan dibimbing oleh tiga dosen pembimbing lapangan (DPL). Kegiatan dimulai pada bulan Agustus hingga Desember 2014. Hasil kegiatan KKN-PPM antara lain adalah1) dihasilkan produk unggulan pada empat kelurahan yang menjadi sasaran kegiatan, yaitu brownies singkong di Kel. Sukorejo, sirup jahe di Kel. Kalisegoro, abon lele di Kel. Mangunsari, dan telur asin di Kel. Ngijo, 2) Pada semua produk yang dihasilkan telah diberi kemasan dan telah dilakukan promosi dan pemasaran, 3) Telah berhasil dibentuk lima Kelompok Pelaku Usaha Mikro (KPUM), yaitu “Sukma” di Kel. Sukorejo, “Sembodo” di. Kel Kalisegoro, “Mangunsari Mandiri” di Kel. Mangunsari, dan “Ngijo Sejahtera” dan “Ngijo Sentosa” di Kel. Ngijo, 4) Produk makanan/minuman yang dibuat telah diajukan/didaftarkan untuk mendapatkan No. P-IRT dari dinas Kesehatan Kota Semarang, dan 5) Kepada semua Kelompok PUM telah diberikan bantuan mesin/peralatan produksi untuk mendukung kelancaran usaha serta telah diajukan bantuan mesin/peralatan ke Bapermas yang akan direalisasikan tahun 2015.Kata kunci: pemberdayaan, produktivitas, kualitas, diversifikasi, pasca panen
SOSIALISASI UU NO. 15 TAHUN 2001 TENTANG HAK MEREK BAGI PENGUSAHA KECIL DAN MENENGAH DI KOTA SEMARANG Widagdo, Arif; Sugito, Sugito; Pujiono, Pujiono
Jurnal Abdimas Vol 14, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan tentang perlindungan hak merek pada masyarakat Kota Semarang merupakan permasalahan yang penting bagi para pengusaha baik pengusaha kecil maupun menengah. Arti pentingnya perlindungan hak merek bagi produk maupun jasa usaha para pengusaha akan sangat terasa apabila para pengusaha memahami secara benar pentingnya dari hak merek tersebut. Merek bagi sebuah produk jasa maupun barang merupakan hal penting. Awalnya merek berasal dari dunia perdagangan dan hukum kebiasaan yang berlaku dalam perdagangan. Merek dari produk dilakukan dengan memberi suatu ciri khas khusus pada produk tersebut agar berbeda dengan produk lainnya yang sejenis. Merek juga merupakan salah satu cara untuk menembus pasar perdagangan. Tidak hanya untuk menjual produknya kepada konsumen saja, tetapi juga untuk menjalin ikatan psikologis dengan konsumen pemakai produk tersebut. Ketika ikatan dan kepercayaan itu terjadi, hal ini menjadi suatu mesin uang bagi produsen karena dengan sendirinya produknya akan laku dipasaran dengan lebih mudah dan memiliki pasar konsumen yang loyal. Adapun Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1). mmberikan pemahaman dan pengetahuan praktis kepada masyarakat, khususnya para pengusaha kecil dan menengah tentang arti pentingnya hak merek dalam dunia perdagangan, 2). mmberikan pendampingan di bidang hukum, khususnya yang terkait dengan masalah hak merek bagi pengusaha kecil dan menengah. Guna mencapai tujuan yang diharapkan maka dalam kegiatan ini dilakukan dalam upaya pendidikan dan penyadaran di bidang hukum. Pendidikan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya pada masyarakat Kota Semarang yang merupakan bagian dari para pengusaha, akan arti pentingnya perlindungan hak merek. Selain itu kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan bentuk kegiatan berupa penyuluhan dan dialog interaktif. Model ini digunakan agar masyarakat tidak merasa digurui sehingga hasilnya diharapkan efektif. Berdasarkan pengamatan selama melakukan tahapan-tahapan kegiatan pengabdian ini, maka tim pengabdian mengambil kesimpulan bahwa para peserta kegiatan pengabdian menaruh perhatian yang cukup besar terhadap kegiatan sosialisasi penanggulangan kekerasan terhadap anak di sekolah. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyan seputar materi yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi. Atas dasar kesimpulan diatas, maka tim pengabdian memberikan saran agar kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan secara terus menerus dan konsisten serta melibatkan peserta yang lebih banyak dan luas lagi. Kata kunci : Sosialisasi, HKI, Hak Merek
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI WIRAUSAHA PEMBUATAN MAKANAN KECIL BERBASIS PISANG DI KELURAHAN TLOGOSARI WETAN KECAMATAN PEDURUNGAN KODYA SEMARANG Agustina, Titin; Rosidah, Rosidah
Jurnal Abdimas Vol 15, No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan kodya Semarang adalah suatu wilayah potensial penghasil pisang karena karena keadaan alam tanaman pisang tumbuh subur di wilayah tersebut Pada umumnya penduduk setelah panen pisang dijual segar begitu saja di pasar – pasar setelah melalui pemeraman.Akan tetapi tidak semua pisang hasil panen tidak selamanya bisa diperam sehingga pisang tersebut masih mentah. Demikian pula pisang yang sudah masak dari pemeraman tidak semuanya laku terjual pada saat itu juga, karena sifat yang mudah busuk akan mempengaruhi kualitas pisang dan sekaligus mempengaruhi nilai jualnya. Sampai saat ini umumnya pemanfaatan pisang hanya dikonsumsi dalam bentuk segar ataupun direbus hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan ketrampilan tentang pengolahan makanan kecil berbahan dasar pisang. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bahan pangan pasca panen yang melimpah seperti pisang dapat diolah menjadi variasi makanan yang menarik maupun menjadi produk setengah jadi yaitu tepung, sehingga dapat meningkatkan nilai jualnya dan memberikan nilai tambah dari komoditas pisang, dengan meningkatnya kreativitas makanan berbahan dasar pisang diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, terutama masyarakat khususnya kaum perempuan di Keluraahan Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, Kodya Semarang, untuk mengatasi masalah tersebut maka perlu memberdayakan perempuan melalui wirausaha pembuatan makakanan kecil berbasis pisang. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah:1. Meningkatkan pengetahuan peserta dalam pembuatan makanan kecil berbasis pisang.2. Memberikan ketrampilan cara pembuatan makanan kecil berbasis pisang.3. Memberikan pengetahuan dan ketrampilan cara menghitung biaya produksi dan harga jualnya untuk dipasarkan. Hasil yang dicapai dalam kegiatan pelatihan ini dapat berjalan dengan baik dan sesuaidengan rencana, berdasarkan evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berupa pelatihan Pemberdayaan Perempuan Melalui Wirausaha Pembuatan Makanan Kecil Berbasis Pisang di Kelurahan Tlogosari Wetan Kecamatan Pedurungan Kodya Semarang melalui metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi oleh tim pengabdian, maka para peserta dapat memahami materi pelatihan. Sehingga melalui metode latihan/praktek ibu –ibu membuat makanan kecil, adapun hasinyal 100 % dikatakan berhasil,hendaknya pelatihan tersebut dapatlah sebagai dasar pengetahuan dan keterampilan, yang selanjutnya dapat ditekuni dan dikembangkan menjadi salah satu alternatif untuk membuka usaha dengan berwirausaha.
PENANAMAN NILAI-NILAI KEJUJURAN MELALUI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI SMA 6 KOTA SEMARANG Handoyo, Eko; Subagyo, Subagyo; Susanti, Martien Herna; Suhardiyanto, Andi
Jurnal Abdimas Vol 14, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Korupsi di Indonesia bagaikan suatu “penyakit” yang sukar disembuhkan dan merupakan suatu fenomena yang kompleks. Untuk memberantas korupsi di Indonesia tidak cukup hanya dengan melakukan suatu tindakan represif, namun yang lebih mendasar lagi adalah melakukan tindakan preventif atau pencegahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan melalui tindakan preventif ini adalah dengan menumbuhkan kepedulian untuk melawan berbagai tindakan korupsi, dan sekaligus juga mendidik generasi muda dengan menanamkan nilai-nilai etika dan moral yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Banyak hal yang dapat dilakukan, misalnya melalui kampanye publik, maupun melalui penanaman nilai-nilai moral dan etika yang dapat dimasukkan dalam kurikulum pada berbagai level terutama pada level pendidikan awal seperti SD, SMP dan SMA. Dengan upaya ini diharapkan mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang “bersih” dan “anti korupsi” sekaligus menjadi contoh bagi generasi sesudahnya dan sebelumnya. Kesadaran dan kepedulian masyarakat perlu ditumbuhkan melalui berbagai cara, antara lain dengan mencanangkan ”Gerakan Anti Korupsi”, yang menandai komitmen berbagai elemen masyarakat dalam memberantas korupsi. Kata kunci: korupsi, penanaman nilai, pendidikan anti korupsi
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WARGA BINAAN KASUS NARKOBA DALAM PENCEGAHAN HIV DAN AIDS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA SEMARANG Azam, Mahalul; Rustiana, Eunike Raffy
Jurnal Abdimas Vol 17, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu kelompok yang berisiko tinggi terkena HIV dan AIDS terbanyak ke-2 di Semarang dengan proporsi kasus 21,21%, para pengguna Napza menghadapi dua risiko untuk terkena HIV/AIDS, yaitu mereka yang menggunakan Napza suntik dan melakukan hubungan seksual terutama dengan lebih dari satu pasangan, atau melakukan hubungan seks tanpa menggunakan kondom. Salah satu upaya awal menurunkan prevalensi kasus pada kelomok tersebut adalah melalui upaya pencegahan yaitu dengan peningkatan pengetahuan dan sikap sikap warga binaan kasus narkoba. Penyuluhan sebagai salah satu metode pendidikan terbukti cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji rerata tingkat pengetahuan dan sikap peserta penyuluhan dalam pencegahan HIV/AIDS. Ratarata hasil post test baik pengetahuan atau sikap mengalami peningkatan dari pre testnya. Melalui penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi dan pemutaran film tentang fakta HIV/AIDS cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan merubah sikap warga binaan lembaga pemasyarakatan. Kombinasi metodemetode ini dapat menambah ketertarikan audiens terhadap pesan/informasi yang disampaikan sehingga peserta dapat mengikutinya dan memahami materi yang disampaikan secara lengkap. Disarankan bagi Lapas untuk melakukan follow up dengan pembentukan pendidik sebaya di lingkungan Lapas yang dimaksudkan untuk memberdayakan warga binaan agar secara aktif dapat melakukan upaya pencegahan HIV/AIDS secara mandiri. Untuk kegiatan pengabdian selanjutnya dapat dilakukan dengan kegiatan pembentukan dan pelatihan bagi pendidik sebaya di Lapas. 

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2023): December 2023 Vol 27, No 1 (2023): June 2023 Vol 26, No 2 (2022): December 2022 Vol 26, No 1 (2022): June 2022 Vol 25, No 2 (2021): December 2021 Vol 25, No 1 (2021): June 2021 Vol 24, No 3 (2020): December 2020 Vol 24, No 2 (2020): September 2020 Vol 24, No 1 (2020): June 2020 Vol 24, No 3 (2020): December Vol 24, No 2 (2020): September Vol 24, No 1 (2020): June Vol 23, No 2 (2019): December 2019 Vol 23, No 1 (2019): Juni 2019 (ASAP) Vol 23, No 1 (2019): June 2019 Vol 23, No 2 (2019): December Vol 23, No 1 (2019): June Vol 22, No 2 (2018): December 2018 Vol 22, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 22, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 22, No 1 (2018): June 2018 Vol 21, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 21, No 2 (2017): December 2017 Vol 21, No 1 (2017): June 2017 Vol 21, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 2 (2016): December 2016 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 1 (2016): June 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 19, No 2 (2015): December 2015 Vol 19, No 1 (2015): June 2015 Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 18, No 2 (2014): December 2014 Vol 18, No 1 (2014): June 2014 Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 17, No 1 (2013): June 2013 Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 2 (2013): December Vol 17, No 1 (2013) Vol 17, No 1 (2013) Vol 15, No 2 (2011): December 2011 Vol 15, No 1 (2011): June 2011 Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 14, No 2 (2010): December 2010 Vol 14, No 1 (2010): June 2010 Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 1 (2010) Vol 14, No 1 (2010) More Issue