cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdimas
ISSN : 14102765     EISSN : 25031252     DOI : -
Jurnal Abdimas diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang sebagai wahana komunikasi penerapan ilmu pengetahuan teknologi, olahraga, budaya dan seni dalam memberdayakan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 734 Documents
DIVERSIFIKASI OLAHAN DAGING IKAN GILINGDI DESA API-API KECAMATAN WONOKERTOKABUPATEN PEKALONGAN Mardiana, Tri Yusufi; Suharto, Slamet
Jurnal Abdimas Vol 15, No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Pekalongan mempunyai potensi sumberdaya alam khususnya ikan yang dapat mendukung pengembangan produk olahan ikan sehingga bisa menjadi sentra khas oleh-oleh bagi masyarakat yang mampir ke Pekalongan. Pengetahuan tentang diversifikasi olahan daging ikan giling masih terbatas sementara itu produk bahan baku lokal melimpah diantaranya ikan bandeng dan ikan tongkol yang didaratkan di TPI Wonokerto sehingga untuk dapat mencapai hasil yang optimal perlu adanya pelatihan/ penyuluhan diversifikasi berbagai olahan daging ikan giling. Harapan dari kegiatan ini bisa meningkatkan pengetahuan tentang diversifikasi olahan daging ikan giling diantaranya nugget, sate ikan, bakso dan kaki naga, meningkatkan gizi dan pendapatan masyarakat Kata Kunci : diversifikasi, olahan, daging ikan, Pekalongan
DAMPAK KORUPSI MELALUI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM MEMBENTUK GENERASI MUDA YANG JUJUR DAN BERINTEGRITAS DI SMA SEMESTA KOTA SEMARANG Handoyo, Eko; Susanti, Martien Herna
Jurnal Abdimas Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil survei lembaga konsultan PERC yang berbasis di Hong Kong menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang paling korup di antara 12 negara Asia. Belajar dari pengalaman negara lain yang relatif berhasil memberantas korupsi, selain aspek penegakan hukum (law enforcement) yang tidak kalah pentingnya adalah aspek pencegahan dalam bentuk Pendidikan Anti Korupsi (PAK). Tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan ini adalah: 1) Penguatan kesadaran kolektif dampak korupsi melalui pendidikan anti korupsi dalammewujudkan generasi muda yang jujur dan berintegritas di SMA Semesta Kota Semarang, 2) untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi padapenguatan kesadaran kolektif dampak korupsi melalui pendidikan anti korupsi dalam mewujudkan generasi muda yang jujur dan berintegritas di SMA Semesta Kota Semarang. Guna mencapai tujuan tersebut, maka dalam kegiatan ini dilakukan dengan 3 (tiga) kegiatan yaitu: pertama, presentasi arti korupsi, ciriciri korupsi, bentuk-bentuk korupsi, sebab-sebab korupsi dan dampak korupsi. Kedua, penayangan film tentang korupsi. Ketiga, dialog tentang pendidikan anti korupsi dan lembaga-lembaga anti korupsi yang ada di Indonesia.
PENGOLAHAN EMPON-EMPON PASCAPANEN DALAM UPAYA MENINGKATKAN DAYA JUAL PRODUK UNTUK MENUNJANG KESEJAHTERAAN KELUARGA Sulistyaningsih, Triastuti; Mursiti, Sri
Jurnal Abdimas Vol 18, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan kegiatan pengolahan empon-empon pascapanen dalam upaya meningkatkan daya jual produk untuk menunjang kesejahteraan keluarga di Kelurahan Pakintelan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Masyarakat Pakintelan banyak menanam tanaman empon-empon tetapi belum dapat mengolah menjadi produk yang lebih bernilai ekonomis pasca panennya. Saat ini telah banyak dijual ekstrak kunyit-asam, ekstrak temulawak, ekstrak jahe, dan ekstrak beras kencur yang digunakan sebagai minuman penyegar, dapat diminum dengan air panas ataupun dengan air dingin. Ekstrak-esktrak tersebut merupakan hasil pengolahan rimpang empon-empon dengan metode tertentu. Produk tersebut dikemas dalam kantong plastik yang menarik dan higienis serta memiliki harga jual yang lebih tinggi dibanding bila masih dalam bentuk rimpang, namun kesemuanya ini bukan hasil produksi petani di wilayah Kelurahan Pakintelan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, maka perlu diadakan kegiatan untuk mengolah empon-empon menjadi produk yang lebih bernilai ekonomis yaitu menjadi esktrak bergula. Kerangka pemecahan masalah yang ditempuh adalah: 1) merancang prosedur pengolahan empon-empon; 2) uji coba hasil nomor 1; 3) pengenalan prosedur pengolahannya kepada khalayak sasaran. Metode yang digunakan adalah ujicoba, pelatihan dan diskusi. Para peserta sangat antusias dalam kegiatan ini , terlihat pada acara diskusi dan kehadiran peserta pada pelatihan yang mencapai 90%. Respon peserta sangat positip sehingga jika ada kesempatan lain kegiatan pengadian seperti ini dilanjutkan lagi terutama kegiatan yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
KEWIRAUSAHAAN PEMIJAHAN LELE SANGKURIANG DI KELURAHAN BUGEL KECAMATAN SIDOREJO KOTA SALATIGA Sulistyowati, Sulistyowati; Hutama, Tata Wedha
Jurnal Abdimas Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mayoritas mata pencaharian penduduk Desa Bugel adalah Buruh Harian Lepas dan Karyawan Swasta baru kemudian diikuti oleh Wiraswasta (±22%). Banyaknya warga desa Bugel yang menjadi Buruh harian lepas kemungkinan karena banyak warga Desa Bugel yang hanya menempuh pendidikan sampai Sekolah Dasar (SD/Sederajat) sehingga mengakibatkan mereka kesulitan untuk mencari kerja. Dari permasalahan yang ada diatas maka perlu melakukan pelatihan dan pendampingan dengan baik dan benar sehingga hasilnya bisa digunakan untuk kebutuhan pasar dan menciptakan pekerjaan sendiri. Tujuan dan manfaat penyelenggaraan KKN vokasi adalah 1) Peserta pelatihan diharapkan mampu memproduksi benih yang optimal dan bisa mengerjakan dengan baik dan benar memijahkan lele sangkuriang sehingga dihasilkan benih yang sehat 2) Peserta pelatihan diharapkan bisa membuka usaha sendiri dan bisa menyerap tenaga kerja masyarakat sekitarnya 3) Menggali dan mengembangkan sumber daya lokal Kelurahan Bugel 4) Meningkatkan peran aktif Perguruan Tinggi, seperti Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang 5) Mewujudkan Kelurahan Bugel yang mandiri dan berbasis vokasi. Luaran kegiatan Yang Diharapkan: Peserta pelatihan bisa secara mandiri mengembangkan kewirausahaan pemijahan lele sangkuriang dan memenuhi kebutuhan benih lele di Kota Salatiga. Metode Pelaksanaan 1) Melalui proses pelatihan dan pendampingan di balai kelurahan, dan di Jl. Mutiara RT 02 RW 02 kelurahan Bugel untuk dibuatkan kolam percontohan yang dibantu oleh para Instruktur. Materi yang diberikan Pengenalan bahan, alat-alat dan kolam percontohan. Strategi-strateginya Memanfaatkan perangkat desa, Pokdakan yang berminat, untuk pelatihan pengembangan kewirausahaan pemijahan lele sangkuriang. Untuk mengetahui tingkat keuntungan, pengembalian investasi, maupun titik impas dilakukan analisis usaha. Dari perhitungan ternyata Usaha Pemijahan lele sangkuriang Skala Kecil secara finansial ini menguntungkan, dengan Nilai BEP harga sebesar Rp 45,75,- per ekor, BEP produksi sebesar 34.313 ekor maka usaha ini layak dipertahankan, maka usaha pemijahan ini dapat ditiru oleh semua anggota Pokdakan “Mina Kartika”.
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK PERIKANAN MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PINTOKIR (PINDANG PRESTO KERING) DI KUB ULAMSARI KOTA PEKALONGAN JAWA TENGAH (PROGRAM IBM DIKTI TAHUN 2010) Madusari, Benny Diah; Fauzan, Anwar
Jurnal Abdimas Vol 15, No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil perikanan di Kota pekalongan pada umumnya dijual dalam bentuk segar, olahan seperti ikan asin dan ikan pindang serta bandeng presto dengan daya awet kurang dari tiga hari. Maka melalui Ibm dilakukan upaya peningkatan kualitas produk pasca panen ikan. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan tentang penanganan produk perikanan pasca panen dan upaya peningkatan kualitas hasil olahan; metode praktek dengan cara menerapkan pengolahan ikan pindang menjadi produk baru yakni ikan pindang presto kering (PINTOKIR) dan metode tanya jawab untuk mengetahui sampai sejauhmana anggota KUB Ulamsari mampu menerima atau terlibat dalam kegiatan, serta evaluasi untuk menganalisis dalam penarikan simpulan dari semua kegiatan pengabdian yang dilakukan. Hasil kegiatan ini, menunjukkan bahwa anggota KUB Ulamsari sangat antusias dalam melakukan praktek mengolah ikan menjadi produk baru yaitu pintokir atau pindang presto kering, dengan spesifikasi produk yang memiliki daya awet 5 hari dalam suhu kamar dan penampilan yang lebih menarik serta rasa yang gurih,tulang lunak dan higienis serta kapasitas produksi dapat ditingkatkan, yang semula 5 kg, bisa ditingkatkan menjadi 50 kg dengan alat PINTOKIR. Kata Kunci : ikan, pintokir, kualitas produk
IBM BAGI KELOMPOK TANI BIOFARMAKA SUMBER REJEKI I DAN NGUDI MAKMUR I DI DESA SAMBIREJO KABUPATEN KARANGANYAR Fahma, Fakhrina; Astuti, Rahmaniyah Dwi; Priyaditama, Ilham
Jurnal Abdimas Vol 18, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Tani Biofarmaka Sumber Rejeki I dan Ngudi Makmur I memiliki hasil utama berupa kunyit. Untuk meningkatkan nilai tambah produknya, kedua kelompok tani ini mengolah rimpang kunyit menjadi simplisia. Karena harga jual simplisia jauh lebih baik daripada menjual dalam bentuk rimpang. Simplisia adalah rimpang yang dipotong tipis dengan ketebalan 3–8 mm dan dikeringkan sampai kadar air mencapai kurang dari 10%. Sampai saat ini petani masih terkendala dalam memasarkan produk simplisianya. Penyebab utamanya adalah kualitas produknya masih dibawah standar yang ditetapkan pabrikan karena proses pengolahannya yang masih bersifat konvensional, baik dari sisi metodologi maupun teknologi. Selain produktivitasnya yang rendah, cara ini mengakibatkan variasi ketebalan dan kecelakaan kerja. Pengeringan masih dilakukan dengan cara menjemur secara langsung dibawah sinar matahari dengan menggunakan widik. Dengan cara seperti ini pengeringan membutuhkan waktu yang lama yaitu mencapai 20 hari. Selain itu juga terdapat resiko kontaminasi dan menguapnya minyak atsiri yang terkandung dalam simplisia kunyit. Melalui program IbM ini dirancang Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat pemotong rimpang dan alat pengering simplisia yang dilengkapi dengan SOP pengolahan simplisia kunyit dan penggunaan peralatan. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), dalam artian mitra akan dilibatkan hampir di seluruh tahap kegiatan mulai dari perancangan alat, pembuatan alat, evaluasi kinerja alat, penyempurnaan alat, perancangan SOP, sosialisasi SOP dan implementasi SOP. Hasil pengujian kinerja kerja alat pemotong menghasilkan potongan membujur dengan rata-rata 4,58mm sedangkan kinerja alat pengering solar drayer dapat mencapai suhu rata-rata 53.5 C, laju aliran udara rata – rata sebesar 1,02m/s padalubang inlet dan 0.43m/s pada lubang exhaust. Dengan kinerja seperti ini maka pengeringan simplisia akan berjalan lebih cepat, yaitu kurang lebih lima hari. Kata kunci : Biofarmaka, Alat Pemotong Kunyit, Solar dryer
PENDIDIKAN KONSUMEN KEPADA WARGA DESA JETIS KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG TERHADAP PERAN LEMBAGA PERLINDUNGAN KONSUMEN Fibrianti, Nurul; Hidayat, Arif
Jurnal Abdimas Vol 18, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan terhadap konsumen berkaitan dengan peran lembaga perlindungan konsumen dilakukan agar masyarakat mengerti dan memahami tindakan dan kewajiban apa yang harus dilakukan sebelum dan saat terjadi pelanggaran hak konsumen. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat (stakeholder) untuk dapat mengetahui hak dan bentuk peran serta masyarakat dalam perlindungan konsumen. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah Diskusi terarah dengan masyarakat terpilih, diskusi ini diikuti oleh semua pihak yang terkait. Berdasarkan hasil evaluasi, pengamatan dan tanggapan langsung dari peserta penyuluhan, kegiatan pengabdian ini cukup berhasil mengingat adanya peningkatan pemahaman mengenai hak dan kewajiban produsen maupun konsumen dalam perlindungan konsumen berdasarkan ketentuan hukum. Demikian juga mengenai pemahaman tentang peran lembaga perlindungan konsumen maupun tindakan yang harus dilakukan jika mengalami kerugian sebagai konsumen. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan mereka menyikapi berbagai persoalan perlindungan konsumen, dalam post test yang dilaksanakan pada akhir kegiatan.
PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT UNTUK MEWUJUDKAN PENDIDIKAN BERKUALITAS Haryono, Haryono; Hardjono, Hardjono
Jurnal Abdimas Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Institusi pendidikan (sekolah) sebagai institusi yang mempersiapkan kualitas SDM yang handal harus mampu mencapai tingkat mutu dari segala aspek, seperti mutu sumber daya manusia (guru) yang memiliki kompetensi tinggi dan mampu bekerja secara profesional, proses belajar mengajar yang menyenangkan, dan hal-hal yang terkait dengan dunia pendidikan sehingga mampu memikat masyarakat. Kendala dalam proses pendidikan yang berkualitas salah satunya berada di Kecamatan Bawen dan Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang. Posisi wilayah tersebut adalah pegunungan dan dataran tinggi. Keterbatasan ekonomi akhirnya belum bisa mengubah pola hidup termasuk peningkatan standar pendidikan dan ekonomi baik kualitas maupun kuantitas. Kegiatan pengabdian masyarakat menjadi salah satu rohnya suatu Perguruan Tinggi, dalam rangka merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi UNNES dan kami selaku unsur didalamnya termotivasi untuk berbagi pengetahuan melalui kegiatan program pengabdian pada masyarakat berupa sosialisasi pendekatan pendidikan, sosialekonomi, dan lingkungan. Dari kegiatan ini, menghasilkan beberapa kontribusi sebagai berikut terciptanya pemahaman tentang makna pendidikan berkualitas di kalangan warga masyarakat, terwujudnya komitmen pemerintah setempat untuk mewujudkan pendidikan berkualitas guna memenuhi kebutuhan dan tuntutan warga masyarakatnya dan para pemangku kepentingan lain,terbangunnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan pendidikan berkualitas.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU MI ROUDLOTUL HUDA GUNUNGPATI SEMARANG Hendikawati, Putriaji; DN, Nuriana Rachmani; Susilo, Bambang Eko
Jurnal Abdimas Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan dapat tercapai dengan baik jika guru dapat mengidentifikasi dengan baik permasalahan yang terjadi di kelasnya untuk kemudian dicarikan jalan penyelesaiannya. Pelaksanaan identifikasi permasalahan dan penyelesaiannya ini dapat dilakukan pada penelitian tindakan kelas. Pendampingan penyusunan proposal penelitian tindakan kelas bagi guru MI Roudlotul Huda Gunungpati Semarang dimaksudkan agar guru dapat mengidentifikasi dengan baik masalah yang terjadi dalam pembelajaran, serta memilih dan melaksanakan strategi penyelesaian masalah yang dihadapi kemudian menyusunnya dalam sebuah proposal penelitian tindakan kelas sehingga peningkatan mutu pendidikan dapat tercapai.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI DESA MARGOSARI KECAMATAN LIMBANGANKABUPATEN KENDAL Cahyati, Widya Hary; Azinar, Muhammad
Jurnal Abdimas Vol 15, No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Biro Pusat Statistik jumlah total penduduk propinsi Jawa Tengah mencapai lebih dari 31.896.114 jiwa. Dari jumlah tersebut ternyata remaja umur 10-14 tahun mencapai 5%, umur 15-19 tahun mencapai 8,9% dan remaja umur 20-24 tahun mencapai 8%. Remaja di Jawa Tengah banyak yang sudah aktif secara seksual meski tidak selalu atas pilihan sendiri. Kegiatan seksual menempatkan remaja pada tantangan resiko terhadap berbagai masalah kesehatan reproduksi. Pusat Informasi dan Layanan Remaja Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (Pilar PKBI) Jawa Tengah 2004 mengungkapkan bahwa 43,22 % pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi rendah, 37,28 % cukup, dan 19,50 % memadai. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui pendidikan kesehatan masyarakat pada remaja di Kecamatan Limbangan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya kesehatan reproduksi yang baik, sehingga dapat menurunkan kejadian praktik seksual yang kurang benar. Setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian, didapatkan hasil adanya peningkatan nilai pre test dari peserta sebesar 32% serta kemampuan menyelesaikan masalah pada tingkat kelompok serta usaha untuk mempraktekan pengetahuan yang didapat pada kegiatan kerja sehari-hari.

Page 8 of 74 | Total Record : 734


Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2023): December 2023 Vol 27, No 1 (2023): June 2023 Vol 26, No 2 (2022): December 2022 Vol 26, No 1 (2022): June 2022 Vol 25, No 2 (2021): December 2021 Vol 25, No 1 (2021): June 2021 Vol 24, No 3 (2020): December 2020 Vol 24, No 2 (2020): September 2020 Vol 24, No 1 (2020): June 2020 Vol 24, No 3 (2020): December Vol 24, No 2 (2020): September Vol 24, No 1 (2020): June Vol 23, No 2 (2019): December 2019 Vol 23, No 1 (2019): June 2019 Vol 23, No 1 (2019): Juni 2019 (ASAP) Vol 23, No 2 (2019): December Vol 23, No 1 (2019): June Vol 22, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 22, No 2 (2018): December 2018 Vol 22, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 22, No 1 (2018): June 2018 Vol 21, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 21, No 2 (2017): December 2017 Vol 21, No 1 (2017): June 2017 Vol 21, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 20, No 2 (2016): December 2016 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 20, No 1 (2016): June 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 19, No 2 (2015): December 2015 Vol 19, No 1 (2015): June 2015 Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 18, No 2 (2014): December 2014 Vol 18, No 1 (2014): June 2014 Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 17, No 1 (2013): June 2013 Vol 17, No 2 (2013): December Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 1 (2013) Vol 17, No 1 (2013) Vol 15, No 2 (2011): December 2011 Vol 15, No 1 (2011): June 2011 Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 14, No 2 (2010): December 2010 Vol 14, No 1 (2010): June 2010 Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 1 (2010) Vol 14, No 1 (2010) More Issue