cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Intuisi
ISSN : 25412965     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah is the scientific publication media to accommodate ideas and innovation research results of psychology academicians and other experts who are interested in the field of Psychology. Vision intuition is to encourage the development of science-based psychology, indigenous psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 558 Documents
POLA ASUH KERAS PADA AYAH DARI ANAK USIA DINI: STUDI DESKRIPTIF Tea, Maria Erista; Thoomaszen, Friandry Windisany; Kiling-Bunga, Beatriks Novianti; Kiling, Indra Yohanes
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v8i1.8551

Abstract

Kasus kekerasan kepada anak yang terjadi di provinsi Nusa Tenggara Timur terbilang tidak sedikit. Perilaku ini banyak dipengaruhi oleh pola asuh yang bertumpu pada pemberian hukuman terutama oleh ayah. Pola asuh keras adalah bentuk pola asuh yang saat bentuk agresi dari orang tua ke anak yang bertujuan untuk menghukum perilaku anak, juga menyebabkan anak mengalami rasa sakit atau tidak nyaman. Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pola asuh keras dari ayah di Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan accidental sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Partisipan penelitian adalah 159 orang ayah yang memiliki anak usia dini. Data dijabarkan secara deskriptif dan ditabulasi silang dengan data demografik. Hasil penelitian menunjukkan ayah di Kota Kupang memiliki perilaku terkait pola asuh keras yang berada dalam tingkatan sedang dari lima tingkatan dengan persentase 36,47%. Beberapa pola sebaran data dijelaskan di penelitian ini. Keadaan Kota Kupang yang sedang diprogramkan untuk menjadi Kota Layak Anak membuat kesadaran orangtua terutama ayah semakin bertambah untuk menjauhi pola asuh keras yang dapat berujung ke kekerasan pada anak usia dini.Child violence cases happened in East Nusa Tenggara province are more than just a few. These behaviours are influenced by parenting that relies on punishment especially from father. Harsh parenting is a form of parenting when an agression from parent to child that has objective of punishing child’s behaviour, also resulted in pain and discomfort in the child. This study’s objective was to describe the pattern of harsh parenting from fathers in Kupang City. Method used was quantitative descriptive with accidental sampling as the sampling technique. Participants were 159 fathers who have young child. Data were descriptively briefed and cross tabulated with demographic factors. The results showed that fathers in Kupang City have moderate level of harsh parenting from total five levels, with percentage of 36,47%. Some data distribution’s patterns were explained in this research. Kupang City as a city that is being programmed as a child-friendly city made parents’ awareness especially fathers to increase, in order to avoid harsh parenting practices that could leads to violence to young children.
ANALISIS DESKRIPTIF FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PROKRASTINASI PENYELESAIKAN SKRIPSI PADA MAHASISWA STRATA SATU FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG ANGKATAN 2001 DAN 2002 Kuswandi, Novianta
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 1, No 1 (2009): Maret 2009
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v1i1.8891

Abstract

Perilaku prokrastinasi penyelesaian skripsi nampaknya dilakukan oleh mahasiswa strata 1 FIP UNNES angkatan 2001 dan 2002. Fenomena ini tentunya harus segera diatasi mengingat efek buruk dari prokrastinasi yang tidak hanya dialami oleh pelaku sendiri, tapi juga jurusan dan pemerintah. Langkah pertama untuk mengatasi fenomena ini adalah menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya prokrastinasi. Melihat fenomena tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyabab prokrastinasi penyelesaian skripsi pada mahasiswa S1 FIP UNNES angkatan 2001 dan 2002. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan total sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 63 orang. Pada saat pelaksanaan penelitian ternyata hanya terkumpul data dari 55 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala prokrastinasi penyelesaian skripsi. Analisis data dilakukan dengan persentase. Penelitian ini menemukan bahwa faktor eksternal lebih mempengaruhi perilaku prokrastinasi penyelesaian skripsi. Sub faktor yang paling menyebabkan perilaku prokrastinasi penyelesaian skripsi dari faktor eksternal adalah kontrol lingkungan rendah, disusul banyak tugas, kurang informasi tentang tugas, kurang tersedia alat, dan kemampuan yang dimiliki diragukan orang. Sedangkan, sub faktor dari faktor internal yang paling menyebabkan perilaku prokrastinasi adalah relaxted type, disusul learned helpleness, tense afraid type, pasif, locus of kontrol external. Berdasarkan simpulan di atas maka disarankan bagi mahasiswa berkepribadian tense afraid type untuk mengatasi ketakutan akan kegagalan dengan mengubah sudut pandang masalah. Mahasiswa dengan tipe pasif disarankan untuk lebih asertif. Mahasiswa berkepribadian relaxted type disarankan untuk mencari teman yang rajin melakukan bimbingan. Mahasiswa dengan leamed helpleness disarankan untuk mengamati gaya bimbingan dosen pembimbing. Mahasiswa dengan locus of control external disarankan mengubah persepsi akan hasil. Dosen pembimbing hendaknya mampu memberikan motivasi agar pengerjaan skripsi bisa menjadi pengalaman menarik. Jurusan disarankan agar mampu mengoptimalkan peran sebagai pengontrol yang baik. 
KEEFEKTIFAN GET FUTURE TRAINING DALAM MENINGKATKAN OPTIMISME MEMASUKI DUNIA KERJA SISWA SMK SULTAN TRENGGONO Mulyaningrum, Dwi
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v8i3.8639

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan Get Future Training dalam meningkatkan optimisme memasuki dunia kerja siswa SMK Sultan Trenggono Semarang. Subjek penelitian adalah 9 siswa kelas 3 SMK Sultan Trenggono Semarang dengan menggunakan desain ekperimen one group pretest-posttest design. Pretest dilakukan 2 kali dan posttest satu kali. Perlakuan yang diberikan adalah Get Future Training yang menggunakan sumber-sumber self-efficacy sebagai prinsip pembuatan modul pelatihan yang terbagi menjadi 4 sesi yaitu sesi pembukaan, sesi games, sesi diskusi partisipatif dan pemberian film edukasi, dan yang terakhir adalah sesi penutupan. Data penelitian diambil menggunakan skala optimisme memasuki dunia kerja dengan koefisiensi reliabilitas sebesar 0,93. Analisis data menggunakan uji statistik non-parametrik Wilcoxon Sign Rank Test dengan bantuan software analisis data statistik. Hasil analisis data yang diperoleh menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Z = -2,680 dengan probabilitas 0,007 (p < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan optimisme memasuki dunia kerja sebelum dan sesudah pelatihan dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Get Future Training efektif dalam upaya meningkatkan optimisme memasuki dunia kerja pada siswa SMK Sultan Trenggono.Abstrak. SMK has purpose for prevent their students agree with job demand. However, competition in the working world make SMK’s alumnus have low on the optimism enter the working world. Optimism enter the working world is positive belief about some condition within facing the environment that full of restriction and challenge in looking for household expenses with hope in order to trying achieve the result be better for the future. For that, researcher is trying to give alternative to increase the optimism enter the working world as like training (Get Future Training) in the SMK Sultan Trenggono Semarang. The aim of the research is to know the effectiveness Get Future Training to increase the optimism enter the working world in the SMK Sultan Trenggono Semarang. the responden of the research are 9 students in 3rd class of SMK Sultan Trenggono Semarang. The research used one group pretest-posttest design experiment design. Pretest was done twice and posttest just one. The treatment are Get Future Training that use the self-efficacy sources as principle training module maker. The training are divided to become 4 session that is opening session, games session, participative discussion and educative film given, and the last is closing session. The research data is taken by using the optimism enter the working world scale with the reliability coefficients are 0,931 and from 49 item that acquisite 29 item have the high different power. Data collected by Wilcoxon Sign Ranks Test non-parametric statistic test with the software statistic data analysis helping. The result of data analysis used Wilcoxon Sign Rank Test by resulted the Z value = - 2,680 with probability 0,007 (p<0,05), so can be conclude that the research have difference of the optimism enter the working world before and after doing the training. So, the result of research can conclude that Get Future Training effective for increase the optimism enter the world to SMK Sultan Trenggono’s students.
The Relation of Adversity Quotient with Managerial Skill on Young Entrepreneurs of Cafés in Malang syarafina, Sabila Okta
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i2.17924

Abstract

Appearance and development of various new cafes in Malang led to increase competition in the culinary business. This competition was one of the challenges that must be faced by young entrepreneurs. To face the challenges that arise, Entrepreneurs were expected to have adversity quotient, that was the extent to a person can face challenges and solve the problems they have. Planning and making these strategies were related to managerial skill of each entrepreneur, so if an entrepreneur has a high level of adversity quotient and good managerial skill, the possibility to survive in the culinary business competition will increase, and vice versa. This study aims to determine the ability of entrepreneurs to deal with business problems, so that their ability can continue to be improved to maintain their business. This study uses a quantitative approach with descriptive correlational methods and uses a purposive sampling technique. The data were collected using adversity quotient instruments and managerial skill performance assessment. The collected data was analyzed using product moment analysis. The subject of this study was young entrepreneurs in Malang. The results of this study indicate that young café entrepreneurs in Malang who have high adversity quotient also have high managerial skill. So that it can be concluded that young entrepreneurs was able to face challenges and solve existing business problems. Suggestions from this study were addressed to young entrepreneurs to understand their ability to deal with business problems, so their abilities can be continuously improved. One of the ways to improve this capability was to take part in training provided by various related agencies.
Hubungan Antara Kesesuaian Pekerjaan-Individu Terhadap Intensi Mengundurkan Diri pada Hotel X: Intervensi Job Crafting Nurfadilla, Arynda Isnayni; Salendu, Alice
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i2.19536

Abstract

Beberapa penelitian menemukan bahwa kesesuaian pekerjaan-individu (person-job fit) memiliki hubungan dengan intensi mengundurkan diri (turnover intention). Akan tetapi, belum banyak penelitian yang menguji keefektifan intervensi job craftingpada hubungan kedua variabel tersebut. Padahal, beberapa penelitian mengindikasikan bahwa job crafting merupakan intervensi yang tepat untuk meningkatkan kesesuaian pekerjaan-individu. Pengumpulan data dilakukan pada karyawan hotel (N = 40) untuk menguji hubungan kesesuaian pekerjaan-individu dan intensi mengundurkan diri. Sedangkan, responden intervensi job crafting dipilih berdasarkan skor kesesuaian pekerjaan-individu yang rendah dan intensi mengundurkan diri yang tinggi (N = 6). Hasil menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki tingkat kesesuaian pekerjaan-individu yang tinggi akan memiliki intensi mengundurkan diri yang rendah. Selanjutnya, hasil mengindikasikan bahwa job craftingdinilai sebagai intervensi yang tepat untuk meningkatkan kesesuaian pekerjaan-individukaryawan sehingga dapat menurunkan intensi untuk mengundurkan diri. Penemuan ini menyarankan bahwa dengan melakukan job crafting, karyawan dapat mengoptimalkan kesesuaian mereka dengan pekerjaannya.Some scholars found that the person-job fit has a relationship with turnover intention. But, not many studies examined the effectiveness of job crafting intervention towards the relationship between these variables. Several studies indicate that job crafting is the best intervention to improve person-job fit. Data collection was conducted on hotel employees (N=40) to examine the relationship between person-job fit and turnover intention. Meanwhile, respondents on job crafting intervention were selected based on scores. Results indicate that employees who have a high level of person-job fit will have a low intention to quit. Furthermore, results indicate that job crafting is considered as the right intervention to optimize their person-job fit so that it can reduce their turnover intention. These findings suggest that by crafting their work, an individual can maximize their suitability with their work.
Persepsi Remaja Terhadap Peran Orang Tua dalam Pengambilan Keputusan Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi Muzdalifah, Risnida; Fatmah, Nor
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i2.17792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peranan persepsi remaja terhadap peran orangtua dalam pengambilan keputusan memilih jurusan di perguruan tinggi. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah terdapat peranan persepsi remaja terhadap peran orangtua dalam pengambilan keputusan memilih jurusan di perguruan tinggi.  Subjek penelitian ini berjumlah 2 orang. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dan wawancara serta analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif yaitu mendeskripsikan hasil yang diperoleh di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peranan persepsi remaja terhadap peran orangtua dalam pengambilan keputusan memilih jurusan di perguruan tinggi yang ditunjukkan dari adanya persepsi positif yang dimiliki kedua subjek terhadap peran orangtua
Siapkah Anda Bekerja? Self-Efficacy dan Job Search Readiness pada Mahasiswa Are You Ready to Work? Self-Efficacy and Job Search Readiness in College Students Muhammad, Amri Hana; Amawidyati, Sukma Adi Galuh; Rizki, Binta Mu’tiya
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i2.22559

Abstract

Meningkatnya angka pengangguran dari tahun ke tahun selain karena terbatasnya jumlah lowongan kerja, juga karena tidak atau belum siapnya individu memasuki dunia kerja. Gambaran kesiapan individu untuk mencari kerja dikenal dengan istilah teknisdalam frase “job search readiness” (kesiapan mencari kerja). Salah satu faktor yangmempengaruhi kesiapan dalam mencari kerja adalah perencanaan karir, dimana didalamnya terdapat self-efficacy. Sudut pandang psikologis meninjau bahwaketidakyakinan para mahasiswa tingkat akhir akan “bekal” yang telah dimiliki untukmemasuki dunia kerja ini dalam bahasan self efficacy, yang dipahami sebagai keyakinan akan kemampuan diri untuk mengatur dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu (Bandura, 2007). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian ini adalah 165 mahasiswa tingkat akhir. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skalaJob serach readiness (α=0.901) dan skala self-efficacy (α=0.898). Analisis hipotesisdalam penelitian ini menggunakan korelasi Product moment. Data penelitian diolah dengan soft ware pengolah data statistik. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan posistif antara self-efficacy dan job search readiness(r=0.683;p<0.05).The increase in unemployment from year to year other than because of the limited number of job vacancies, also because not or not ready for individuals to enter the workforce. The description of an individual's readiness to find work is known by the technical term in the phrase "job search readiness" (readiness to find work). One factor that influences readiness to look for work is career planning, in which there is self- efficacy. Psychological point of view reviewing that the final level of student's lack of confidence in the "stock" that has been owned to enter the world of work in the discussion of self efficacy, which is understood as confidence in the ability of self to organize and carry out the actions needed to complete certain tasks (Bandura, 2007) . This research is a quantitative correlational study. The research sample was 165 final year students. The instruments used in this research are the Job Search Readiness scale(α = 0.901) and the self-efficacy scale (α = 0.898). Hypothesis analysis in this studyuses the Product moment correlation. The research data is processed with statistical data processing software. Hypothesis test results indicate that there is a positive relationship between self-efficacy and job search readiness (r = 0.683; p <0.05).
Openness To Expericene, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, Neuroticism: Manakah yang Terkait dengan Mindful Parenting? Amalia, Putri Mesda; Kumalasari, Dewi
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i2.22569

Abstract

Fenomena perlakuan kekerasan dan penelantaran terhadap anak oleh orangtua dikenal sebagai child abuse. Rendahnya keterampilan pengasuhan menjadi faktor resiko kunci dalam maltreatment anak dan child abuse. Oleh karena itu dibutuhkan keterampilan dalam pengasuhan. Salah satu keterampilan mendasar dalam pengasuhan adalah mindful parenting. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi mindful parenting adalah kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat jenis trait kepribadian yang berhubungan denganmindful parenting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan instrumen Big Five Inventory (BFI) untuk mengukur keperibadian dan Mindfulness in Parenting Questionnaire (MIPQ) digunakan untuk mengukur Mindful Parenting. Data yang terkumpul berasal dari 100 orang responden yang dipilih melalui teknik sampling insidental. Berdasarkan uji korelasi, ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara mindful parenting dengan trait kepribadian extraversion (rs=0.209, p<0.01), agreeableness (rs=0.315, p<0.01) dan openness to experience (rs=0.301, p<0.01).The phenomenon of abuse and neglect of children by parents is known as child abuse. Low parenting skills are a key risk factor in child maltreatment and child abuse. Therefore, skills in parenting are needed. One of the basic skills in parenting is mindful parenting. Personality can affect mindful parenting. This study aimed to examine the types of personality traits associated with mindful parenting. This research is a quantitative research using Big Five Inventory (BFI) to measure personality and Mindfulness in Parenting Questionnaire (MIPQ) to measure Mindful Parenting. The collected data from 100 respondents selected through incidental sampling showed that a significant relationship between mindful parenting with extraversion (rs=0.209, p<0.01), agreeableness (rs=0.315, p<0.01) and openness to experience (rs=0.301, p<0.01).
Analisis Perilaku Menyontek dan Rancangan Perubahan Perilaku pada Siswa SMP Andiwatir, Alexius; Khakim, Aliyil
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i2.17808

Abstract

Perilaku menyontek merupakan permasalahan klasik yang terjadi di dalam system pendidikan Indonesia. Sayangnya masalah ini kurang ditanggapi secara serius oleh guru, sekolah maupun pihak-pihak yang terkait sehingga perilaku menyontek masih terus terjadi sampai saat ini.  Perilaku menyontek bukan merupakan cara yang benar untuk memperoleh nilai tinggi. Dampaknya, masyarakat akan menjadi permisif terhadap perilaku menyontek. Hal ini akan berdampak pada kaburnya nilai-nilai moral dalam setiap aspek kehidupan dan pranata sosial dan bahkan bisa melemahkan kekuatan masyarakat karena nilai-nilai kejujuran dan kerja keras sering diabaikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian yang digunakan adalah bentuk penelitian yang memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan mendetail, subjek yang diselidiki terdiri dari satu kesatuan unit yang dipandang sebagai kasus dan subjek kasus dalam penelitian ini adalah peserta didik yang menyontek saat ulangan. Dari hasil penelitian ini disimpulkan beberpa poin yang diperoleh dari subjek yaitu karakteristik perilaku mencontek, factor internal dan eksternal dari perilaku mencontek, serta rancangan perubahan perilakuCheating behavior is a classic problem that occurs in the Indonesian education system. Unfortunately, this problem is not taken seriously by teachers, schools and related parties so that cheating behavior continues to this day. Cheating behavior is not the right way to get high scores. As a result, the community will become permissive to cheating behavior. This will have an impact on the blurring of moral values in every aspect of life and social institutions and can even weaken people's strength because the values of honesty and hard work are often ignored. The research method used is descriptive method with the form of research used is a form of research that focuses attention on a case intensively and in detail, the subject under investigation consists of one unit unit which is seen as a case and the case subject in this study is students who cheat when repeat. From the results of this study it was concluded that some points obtained from the subject were the characteristics of cheating behavior, internal and external factors of cheating behavior, and the design of behavior changes
Representasi Diri Gelandangan di Kota Semarang Luthfiana, Nusaiba; Oktafiana, Sofi Dwi; Rakhma, Nurhida
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i2.22570

Abstract

Keberadaan lingkungan di jalanan yang bebas dan kurang normatif turut memengaruhi sudut pandang kaum gelandangan mengenai kehidupan mereka. Dengan hadirnya lingkungan yang berbeda tersebut membuat kaum gelandangan mengalami perubahan mengenai perspektif hidupnya, termasuk cara mereka dalam merepresentasikan diri dengan lingkungan barunya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran gelandangan merepresentasikan diri di Kota Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Sumber data dalam penelitian ini adalah gelandangan yang telah hidup menggelandang di jalanan lebih dari 2 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengecekan keabsahan menggunakan triangulasi sumber, teknik pengumpul data, serta triangulasi waktu. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data melalui pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini adalahgelandangan merepresentasikan diri di jalanan dengan cara terlibat pergaulan bebas dengan anak jalanan, menjalin hubungan relasi pertemanan, merasa malu hidup di jalanan, dan mengalami gangguan kesehatan. Ditemukan tema terkait hubungan dengan anak yaitu gelandangan merefleksikan hidupnya dijalanan dengan rasa frustrasi karena sikap anak yang sulit dikontrol dan adanya perasaan bersalah terhadap anak. The existence of a free and less normative environment on the streets also influences the vantage point of view of their lives. With the presence of a different environment makes homeless people experience changes regarding their life perspective, including the way they represent themselves with their new environment.The purpose of this study is to find out how the vagrant image represents itself in the city of Semarang. The type of research used is qualitative research using the phenomenology approach. The data sources in this study were homeless people who had been living on the streets for more than 2 years. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. Validity checking techniques use source triangulation, data collection techniques, and time triangulation. The data analysis technique used is data analysis techniques through the phenomenology approach. The results of this study were that homeless people represented themselves on the streets by engaging in promiscuity with street children, establishing friendship relations, feeling ashamed to live on the streets, and experiencing health problems. Found a theme related to the relationship with children, namely homeless, reflecting his life on the streets with frustration because of the child's attitude that is difficult to control and the feeling of guilt towards children.