cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Intuisi
ISSN : 25412965     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah is the scientific publication media to accommodate ideas and innovation research results of psychology academicians and other experts who are interested in the field of Psychology. Vision intuition is to encourage the development of science-based psychology, indigenous psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 558 Documents
Ketangguhan Mental Atlet Basket SMA yang Mengikuti Detection Basketball League Hardiansyah, Yadi; Masturah, Alifah Nabilah
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i3.18118

Abstract

Permainan basket membutuhkan keterampilan, fokus, dan kerjasama yang baik antar pemain. Untuk mendapatkannya dibutuhkan ketangguhan mental yang tinggi oleh setiap atlet. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran ketangguhan mental atlet basket yang berkompetisi dalam pertandingan Detection Basketball League (DBL). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 90 atlet basket dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran ketangguhan mental dilakukan dengan menggunakan Mental Toughness Quisionaire (MTQ). Analisa data menggunakan one sample t-test. Hasil menunjukkan preferensi ketangguhan mental adalah komponen motivation (M = 19.48). Selain itu, perempuan (M = 80.33)  memiliki ketangguhan mental lebih tinggi daripada laki-laki (M = 79.06). Terakhir, kelas X (M = 80.36) memiliki ketangguhan mental paling tinggi dibandingkan dengan kelas XI (M = 79.00) dan XII (M = 78.25).Basketball games require skill, focus, and good cooperation between players. To get it, it requires high mental toughness by every athletes. The aim of this study was to describe of the mental toughness of basketball athletes who competed in the DBL match. The study used a descriptive quantitative approach. The subjects in this study were 90 basketball athletes using purposive sampling technique. Measurements of mental toughness were carried out using Mental Toughness Quisionaire (MTQ). Data analysis used one sample t-test. The result showed that preference of mental toughness was motivation component (M = 19.48). In addition, women (M = 80.33) had higher mental toughness than men (M = 79.06). Finally, class X (M = 80.36) has the highest mental toughness compared to class XI (M = 79.00) and XII (M = 78.25).
Henge’dho Seni Mengungkapkan Isi Hati Bangngu, Harini Edgina Mariana; Pudjibudojo, Jatie K
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i3.19617

Abstract

Sabu adalah sebuah pulau yang terletak di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Masyarakat ini memiliki sebuah tradisi unik dalam menjalin dan mempertahankan hubungan antar sesama tanpa memandang jenis kelamin, suku, ras, agama, status, usia serta strata sosial yang disebut  henge’dho (cium hidung). Henge’dho merupakan bentuk komunikasi nonverbal dan menjadi indikasi penyelesaian konflik, pengikat tali persaudaraan, tanda penghormatan, penerimaan dan rasa terimakasih. Filosofinya adalah hidung menggambarkan kehidupan, mata menggambarkan kejujuran dan ketulusan, tangan menggambarkan relasi harmonis dirajut kembali atau dipertahankan. Tujuan penulisan untuk mengkaji tradisi henge’dho dari perspektif psikologis. Manfaatnya sebagai  upaya mengembangkan dan mempertahankan nilai-nilai persaudaraan yang terkandung dalam budaya lokal. Teori interpersonal, Sullivan mengatakan manusia mengembangkan kepribadian dalam konteks sosial. Perkembangan manusia yang sehat  bergantung pada kemampuannya untuk mencapai keintiman dengan  orang lain. Bagi masyarakat Sabu, cara menjalin hubungan dengan orang lain yaitu dengan henge’dho. Aspek psikologis dalam tradisi henge’dho adalah forgiveness, affection, intimacy, dan belief.Savu is an island located in East Nusa Tenggara Province. The Savu community has a unique tradition of establishing and maintaining relationships between people regardless of gender, ethnicity, race, religion, status, age and social strata called henge'dho (kissed nose). Henge'dho is a form of nonverbal communication and is an indication of conflict resolution, ties of kinship, signs of respect, acceptance and gratitude. The philosophy is the nose depicts life, the eyes depict honesty and sincerity, the hands describe harmonious relations knitted back or maintained. The purpose of writing is to examine the henge'dho tradition from a psychological perspective based on the results of a literature review. The benefits are as an effort to develop and maintain the values of brotherhood contained in local culture. In this literature review, the authors use articles sourced from electronic data bases in the form of unpublished electronic newspapers, theses and interview. Data that has been obtained, reviewed, compared, systematically arranged and discussed. Sullivan's interpersonal theory states that humans develop personalities in the context of social development. Healthy human development depends on its ability to achieve intimacy with others. For Savu people, the way to build relationships with others is by henge'dho. From several sources it is found that there are four psychological aspects in the tradition of henge'dho, namely forgiveness as a form of releasing anger or the desire to take revenge and revenge against those who have hurt us, affection states a form of affection for others, and belief is based on a tribal religious belief system that exists on the island of Sabu, namely Jingitiu..
Perlukah Perencanaan Karier pada Siswa SMA? Studi Korelasi Konsep Diri dan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Sulang Nisa', Dewi lissa Ahlun; Budiningsih, Tri Esti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i3.21738

Abstract

Perencanaan karir merupakan tindakan yang dilakukan individu dalam menyusun langkah yang akan diambil dalam bidang karir dengan memanfaatkan peluang, kesempatan dan mengkorelasikan antara kemampuan diri yang meliputi keterampilan pribadi, kemampuan intelektual, potensi, bakat dan minat serta pengetahuan dalam menetapkan rencana guna mencapai tujuan karir yang diinginkan.  Siswa SMA Negeri 1 Sulang,  memiliki perencanaan karir yang tergolong kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri dengan perencanaan karir siswa SMA Negeri 1 Sulang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XII. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitusimple random sampling. Teknik ini dilakukan melalui undian pada 238 subjek penelitian. Jumlah sampel yang dijadikan subjek dalam penelitian ini yaitu 70% atau 168 siswa. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan skala perencanaan karir dengan jumlah item valid 52 item dengan reliabilitas 0,925 dan skala konsep diri dengan jumlah item valid sebanyak 42 item dengan reliabilitas 0,894 dengan teknik analisis data yaitu product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan karir siswa SMA Negeri 1 Sulang berada pada kategori tinggi. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa F hitung sebesar 135,793 dengan taraf signifikansi (p < 0,05), sehingga hipotesis diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa konsep diri siswa memiliki hubungan yang positif dengan perencanaan karir siswa, artinya semakin tinggi konsep diri siswa maka semakin baik pula perencanaan karirnya.      Career planning is an action taken by an individual in preparing the steps to be taken in the career field by utilizing opportunities, opportunities and correlating between personal abilities including personal skills, intellectual abilities, potential, talents and interests as well as knowledge in setting plans to achieve desired career goals . Student Senior high school in Sulang 1 where career planning is classified as lacking. This study aims to determine the relationship of self-concept with the career planning of students of SMA Negeri 1 Sulang. This research uses a correlational quantitative approach. The population in this study were students of class XII. The sampling technique used is simple random sampling. This technique was carried out by lottery on 238 research subjects. The number of samples used as subjects in this study were 70% or 168 students. The data of this study were taken using a career planning scale with a total of 52 items with a reliability of 0.925 and a self-concept scale with a total of 42 items with a reliability of 0.894 with data analysis of product moment. The results of this study indicate that the career planning of SMA Negeri 1 Sulang students is in the high category. The results of data analysis in this study indicate that the F count of 135.793 with a significance level (p <0.05), so the hypothesis is accepted. So it can be concluded that the students' self-concept has a positive relationship with student career planning, meaning that the higher the student's self-concept, the better the career planning. 
Pelatihan Strategi Koping pada Narapidana Remaja di Lembaga Pemasyarakatan Sanjiwani, Anak Agung Sri; Kurniawan, Afif; Budisetyani, IGA. Putu Wulan
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i1.22275

Abstract

Remaja yang terlibat dalam kasus hukum mengalami berbagai tekanan yang dapat menyebabkan kondisi stres. Hasil studi pendahuluan pada narapidana remaja menunjukkan bahwa terdapat empat remaja yang mengalami stres pada tingkat sedang dan berat. Gejala stres ditunjukkan dari kondisi emosi yang mudah marah, tersinggung, gelisah dan kesulitan tidur nyenyak. Kondisi stres belum dapat dihadapi dengan strategi koping yang efektif sehingga ditampilkan dengan cara-cara yang kurang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan strategi koping dalam menurunkan stres yang dialami oleh narapidana remaja. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-postest design dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala stres dari DASS (Depression anxiety stress scale) dengan analisis wilcoxon signed-ranks test. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah empat orang remaja berusia 15-18 tahun. Pemberian lembar kerja dan wawancara individual juga dilakukan guna memperdalam data yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perubahan yang signifikan dari tingkat stres narapidana remaja antara sebelum dan setelah pemberian pelatihan strategi koping (z=-0,730; p=0,465, p>0,05), namun berdasarkan lembar kerja dan wawancara individual diketahui bahwa keempat subjek dapat melakukan penilaian ulang (reappraisal) secara positif terhadap situasi yang dialami dan dapat menentukan strategi koping yang efektif untuk diri masing-masing.Adolescent involved in legal cases experience various pressures that can lead to stressful conditions. Preliminary study results in adolescent inmates have shown that there are four adolescents experience stress at moderate and severe levels. Stress symptoms are shown from an emotional condition that is irritable, restless and difficulties sleep well. Stress conditions can not be solved with effective coping strategies that are displayed in less adaptive ways. The research aims to determine the influence of coping strategy training in reducing the stress experienced by adolescent inmate in prison. This research uses one group pretest-postest design with purposive sampling technique. Data collection is done using the stress scale of the DASS (Depression Anxiety Stress Scale) and analysis with wilcoxon signed-ranks test through the help of data processing software. The provision of individual worksheets and interviews is also done to deepen the data obtained. The results of this study showed that there were no significant changes in the stress levels of adolescent inmate between before and after providing coping strategy training (z=-0,730; p = 0,465, p > 0.05), but based on worksheets and individual interviews it is known that the four subjects can be positively reappraisal to the situation experienced and can determine an effective coping strategy for each of themselves. 
“Bagaimana Mereka Mengubahku?” (Interpretative Phenomenological Analysis tentang Rekonstruksi Identitas pada Muslimah Bercadar) Pratiwi, Santi Riksa; Martiarini, Nuke
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i1.18326

Abstract

Persepsi masyarakat terhadap muslimah bercadar cederung negatif, namun masih terdapat individu yang memilih untuk bercadar. Diperlukan pemahaman lebih lanjut terkait pembentukan identitas baru atau rekonstruksi identitas pada muslimah bercadar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana konstruksi identitas yang terbentuk berkaitan dengan identitas diri dan identitas sosial pada muslimah bercadar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Sumber data dari penelitian ini adalah muslimah yang telah menggunakan cadar minimal dalam waktu 6 bulan dan menjadi bagian dari komunitas P******. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan wawancara. Sebagai wujud dari kredibilitas penelitian, peneliti menggunakan kualitas penelitian dengan merujuk pada empat kualitas esensial. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti merupakan teknik analisis data melalui pendekatan fenomenologis dengan IPA (Interpretatif phenomenological analysis). Hasil penelitian menemukan sepuluh tema berkaitan dengan fungsi kognitif, perasaan, perilaku, dan faktor yang mempengaruhinya. Fungsi kognitif yang muncul pada muslimah bercadar yaitu pemikiran bahwa cadar sangat bermanfaat, ketaatan terhadap hukum agama semakin kuat, keinginan berbuat baik agar mendapatkan surga, pengalaman buruk dengan laki-laki hingga mengenal cadar, serta meneladani kepribadian Rasul dan sahabat Rasul. Tema terkait perasaan yaitu perasaan lebih nyaman ketika bercadar. Tema terkait perilaku yaitu berperilaku sebaik mungkin dan mengajak orang lain. Tema terkait faktor yang mempengaruhi muslimah bercadar yaitu keluarga yang memahami keputusan untuk bercadar, pengaruh komunitas dakwah P****** yang cukup kuat, serta lingkungan pertemanan, tetangga dan masyarakat umum yang kurang mendukung.  Public perceptions of veiled Muslim women tend to be negative, but there are person who still choose to veiled. Further understanding is necessary regarding the construction of a new identity or identity reconstruction in veiled Muslim women. The aim of the study was to find out how identity construction formed was related to self identity and social identity in veiled Muslim women. The type of this study was qualitative research using a phenomenological approach. Sources of data from this study are Muslim women who have used veils in the span of 6 months to 2 years and become part of the P ****** community. Data were collected by interviews. As a research credibility, researcher use the quality of research by referring to four essensial qualities. The data analysis technique used by researchers is a data analysis technique through a phenomenological approach with IPA (Interpretative phenomenological analysis). The results of the study, found ten themes about cognitive functions, feelings, behaviors, and factors that influence it. Themes about cognitive namely the thought that the veil is very useful, adherence to religious law is getting stronger, the desire to do good to get heaven, bad experiences with men untill she wore the veil, emulate personality of Apostle and friend of the Apostle. There are a theme about feeling, that was feeling more comfortable when using veil. Themes about behaviors, that was behaving as well as possible and inviting others, families who understanding the decision to veiled, the influence of the P ****** da'wah community is strong enough, and the environment of friends, neighbors and the general public is less supportive. These themes were concluded to lead to identity reconstruction in veiled Muslim women.
Efektivitas Biblioterapi Kelompok untuk Menurunkan Agresivitas Siswa Sekolah Dasar Fiqih, Fikri Tahta Nurul; Wahyuningtyas, Annita; Aziz, Abid Abdi; Setiowati, Erni Agustina
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i1.23460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biblioterapi kelompok dalam menurunkan agresivitas pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Pretest-Postest Control Group Desain. Sampel dipilih berdasarkan hasil seleksi menggunakan skala agresivitas. Penempatan kelompok eksperimen menggunakan randomisasi. Sebanyak 18 siswa sebagai kelompok eksperimen dan 18 siswa sebagai kelompok kontrol. Alat ukur yang digunakan untuk pretest dan post test adalah skala agresivitas yang terdiri dari 55 pernyataan. Biblioterapi dilaksanakan sebanyak 7 sesi dengan menggunakan naskah-naskah cerita yang telah mendapat penilaian kelayakan dari Psikolog. Hasil analisis data menggunakan uji F menghasilkan perbedaan agresivitas yang signifikan antara gainscore kelompok eksperimen dan kontrol. Selain itu terdapat perbedaan agresivitas yang signifikan pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah intervensi, sedangkan pada kelompok control tidak ada perbedaan agresivitas yang signifikan antara pretest dan post test. Dapat disimpulkan bahwa biblioterapi kelompok dapat menurunkan agresivitas siswa.  This study aims to determine the effectiveness of bibliotherapy in reducing aggressiveness in elementary students. This study used an experimental method with the pretest-posttest control group design. The sample is chosen based on the results of the selection using an aggressiveness scale. Placement of the experimental group using randomization. A total of 18 students as the experimental group and 18 students as a control group. The measuring instrument used for the pretest and post-test is an aggressiveness scale consisting of 55 statements. Bibliotherapy was carried out as many as seven sessions using story scripts that had received a feasibility assessment from a Psychologist. The results of data analysis using the F test produced a significant difference in aggressiveness between the gain score of the experimental and control groups. The results showed that there were substantial differences in aggressiveness in the experimental group before and after the intervention. Whereas, in the control group, there was no significant difference in aggressiveness between the pretest and post-test. It can be concluded that bibliotherapy effectively reduces student aggressiveness.
Perancangan Motion Comic sebagai Media Edukasi tentang Kepedulian terhadap Gangguan Kecemasan Sosial pada Remaja Selvia, Selvia
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i1.23503

Abstract

Gangguan kecemasan sosial merupakan kondisi seseorang merasa cemas ketika berada di lingkungan sosial seperti takut menatap orang lain, takut diperhatikan di depan umum, dan takut akan penilaian yang diberikan orang lain. Gangguan ini kurang disadari oleh masyarakat, serta disadari sebagai masalah inheren dari suatu individu. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan media motion comic sebagai edukasi tentang kepedulian terhadap gangguan kecemasan sosial agar dapat disadari oleh penderita dan orang disekitarnya sehingga dapat memperoleh treatment yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran. Proses penelitian diawali dengan memberikan kuesioner kepada 30 remaja kemudian dilakukan wawancara terhadap ahli psikologi, ahli komik, dan guru seni. Hasil perancangan berupa video komik bergerak mengenai penderita gangguan kecemasan sosial dan gejala yang muncul dengan beberapa tambahan efek suara. Hasil ulasan kepada ahli psikologi, ahli komik, guru seni, dan siswa sekolah menengah, menunjukkan bahwa perancangan motion comic mengenai edukasi tentang kepedulian terhadap gangguan kecemasan sosial untuk remaja ini sudah cukup baik. Media motion comic dapat menyampaikan pesan kepada target sebagai media edukasi tentang kepedulian terhadap seseorang yang mengalami gangguan kecemasan sosial.  Social anxiety disorder is a condition of someone feeling anxious when in a social environment such as fear of staring at others, fear of being watched in public, and fear of judgment given by others. This disorder is less recognized by the community, and recognized as an inherent problem of an individual. This research aims to create a motion comic media as an education about caring for social anxiety disorder so that it can be realized by sufferers and those around them so they can get the right treatment. The research method in this study is mixed methods. Data collection technique started by giving questionnaires to 30 teenagers and conducted interviews with psychologists, a comic experts, and art teacher. The results of the design in the form of a moving comic video about people with social anxiety disorder and symptoms that appear with some additional sound effects. The results of the review to psychologists, comic experts, art teachers, and high school students, showed that the design of motion comics about education about caring for social anxiety disorder for adolescents was good enough. Motion comic as a media can deliver the message to the targeted participants as an educational tool to care for individuals with social anxiety disorder.
Callous Unemotional Traits dan Perundungan Maya pada Remaja (Callous Unemotional Traits and Cyberbullying In Adolescents) Sarifa, Aprilia Wira; Mahanani, Fatma Kusuma
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i1.20458

Abstract

Perundungan maya menjadi masalah global yang terjadi salah satunya pada remaja. Faktor kepribadian menjadi salah satu penentu terjadinya hal tersebut, termasuk callous unemotional traits. Tujuan dalam penelitian ini untuk menjelaskan hubungan antara callous unemotional traits dan cyberbullying pada remaja di SMA Negeri Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Penelitian ini dilakukan di 6 SMA Negeri Kota Semarang yang terpilih sebagai sampel. Responden berjumlah 188 remaja (usia 15-18 tahun). Penelitian ini menggunakan cluster random sampling. Skala cyberbullying terdiri dari 38 item dengan koefisien reliabilits 0,883. Skala callous unemotional traits terdiri dari 28 item dengan koefisien reliabilitas 0,894. Uji hipotesis menggunakan teknik rank Spearman. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa cyberbullying pada 188 remaja di SMA Negeri Kota Semarang tergolong sangat rendah (89,4%). Pada callou unemotional traits, callousness tergolong sangat rendah (53,2%), uncaring tergolong sangat rendah (65,4%) dan unemotional tergolong sedang (52,1%). Berdasarkan hasil analisis inferensial diketahui bahwa callous unemotional traits dan cyberbullying memiliki hubungan yang signifikan sebesar 0,000 (p<0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,469. Hal tersebut berarti bahwa semakin tinggi tingkat callous unemotional traits maka semakin tinggi pula tingkat cyberbullying pada remaja dan sebaliknya, semakin rendah callous unemotional traits maka akan rendah pula cyberbullying pada remaja.  Cyberbullying is a global problem that occurs among adolescents. Personality factors become one of the determinants of this, including callous unemotional traits. The aim of the present study was to examine the association between callous unemotional traits and cyberbullying in adolescents in State Senior High School of Semarang City. The research methods used are correlational research. The present study held in six State Senior High School of Semarang City that chosen as the sample. Participants included 188 adolescents (aged 15-18). It used cluster random sampling. The cyberbullying scale included 38 items with coefficient reliability 0,883. Callous unemotional traits scale included 28 items with coefficient reliability 0,894. Hypothesis test in the present study used rank spearman. The descriptive analyses result showed cyberbullying in 188 adolescents at state senior high school of Semarang city was very low (89,4%). On callous unemotional traits, callousness was very low (53,2%), uncaring was very low (65,4%) and unemotional was moderate (52,1%). Based on inferential analyses result, callous unemotional traits and cyberbullying had significance of 0,000 (p<0,05) with coefficient correlation of 0,469. This means that the higher levels of callous unemotional traits, the higher levels of cyberbullying in adolescents and the lower levels of the callous unemotional traits, the lower levels of the cyberbullying in adolescents.
Penerapan Model Pembelajaran Picture and Picture Berbasis Keanekaragaman Hayati Dalam Pembentukan Empati Anak Usia Dini Astuti, Henny Puji; Nugroho, Agustinus Arum Eka; Dewi, Noer Azizah Rosita
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i1.23573

Abstract

Data awal menunjukkan bahwa masih terdapat anak usia dini yang belum menunjukkan perilaku yang mengarah pada empati terhadap orang lain, sementara perilaku empati ini sangat penting untuk membina kehidupan sosial. Keberadaan binatang dan tumbuhan akan menjadi objek yang menyenangkan bagi anak sebagai pengenalan karakter dan penyampaian pesan.Anak tersebut meniru perilaku teman maupun perilaku yang sudah dibawa dari rumah. Salah satu upaya untuk mengembangkan kemampuan empati anak usia dini adalah melalui penerapan model pembelajaran picture and picture berbasis keanekaragaman hayati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan fakta dan menjelaskan tentang perbedaan kemampuan empati anak usia dini berdasarkan pada penerapan model pembelajaran picture and picture berbasis keanekaragaman hayati. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan kemampuan empati pada 41 anak usia dini ditinjau dari penerapan model pembelajaran picture and picture berbasis keanekaragaman hayati. Subjek penelitian menggunakan anak usia dini di TKB. Teknik sampling menggunakan sampel jenuh. Metode pengumpulan data menggunakan Skala Empati Anak Usia Dini, serta analisis data menggunakan Independent Samples t-Test. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kemampuan empati anak usia dini melalui penerapan model pembelajaran picture and picture berbasis keanekaragaman hayati, t=2,310 dengan taraf signifikansi 0,026. Kemampuan empati anak usia dini kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol.Preliminary data showed that there are still young children who have not behaved that lead to empathy for others, while empathy behavior is very important to foster social relationships. The existence of animals and plants is a pleasant object for children and a means of character recognition and delivery of messages. Such as children imitate the behaviour of friends or behaviour that occurs at home. Efforts to improve children‟s application of picture and picture models. This study aims to prove and explain the differences in early childhood empathy abilities by using biodiversity based picture and picture learning model. The hypothesis of this study is that there is difference in early childhood empathy through biodiversity based picture and picture learning method. Research subjects used 41 early childhood from kindergarten group B. Sampling technique using saturated samples. The data collection method uses early childhood emphaty scales, while data analysis uses independent sample t-test. The result of the analysis showed that there was a difference in the ability of emphaty for early childhood through the application of a biodiversity picture and picture learning model, t=2.310, with a significance probability of 0.026. Emphaty ability of the early age experimental group was higher than the control group.
Terapi Kognitif Perilaku untuk Menurunkan Potensi Kekambuhan pada Narapidana Mantan Pecandu Narkoba Sari, Ni Luh Krishna Ratna; Hamidah, Hamidah; Marheni, Adijanti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i1.22276

Abstract

Peredaran narkoba tidak hanya terjadi di berbagai tempat umum, namun juga di dalam suatu lembaga pemasyarakatan. Bagi narapidana yang merupakan mantan pecandu narkoba di lembaga pemasyarakatan, hal ini dapat mempengaruhi potensi mengalami kekambuhan yang menjadi semakin tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan potensi mengalami kekambuhan adalah dengan pemberian terapi kognitif perilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji efektivitas terapi kognitif perilaku untuk menurunkan potensi kekambuhan pada narapidana mantan pecandu narkoba di salah satu lembaga pemasyarakatan di Bali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif ekperimen dengan one group pretest-posttest design. Teknik sampling yang digunakan adalah pusposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji beda Wilcoxon signed-rank test. Hasil penelitian menunjukkan nilai negative ranks = 3 dengan nilai Z= -1.604 dan Asymp. Sig. = 0.109 (p>0.05). Hal ini berarti tidak ada perbedaan yang signifikan potensi kekambuhan narapidana mantan pecandu narkoba di lembaga pemasyarakatan sebelum dan setelah diberikan terapi kognitif perilaku. Meskipun begitu, angka negative ranks menunjukkan bahwa seluruh skor posttest lebih rendah dari skor pretest sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi kognitif perilaku dapat menurunkan potensi kekambuhan pada narapidana mantan pecandu narkoba di lembaga pemasyarakatan.  Drug trafficking not only occurs in various public places but also in prison. For the former drug addicts prisoners, this can affect the potential of relapse to become even higher. One effort to reduce the potential of relapse is by giving cognitive behavioral therapy. The purpose of this study was to examine the effectiveness of cognitive- behavioral therapy to reduce the potential of relapse in former drug addicts at one of the prisons in Bali. This study uses quantitative methods with one group pretest-posttest design. The sampling technique used is purposive sampling. Data were analyzed using a Wilcoxon signed-rank test. The results showed the value of negative ranks = 3 with Z values = -1.604 and Asymp. Sig. = 0.109 (p> 0.05). It means there is no significant difference in the potential relapse of the former drug addicts prisoners before and after cognitive-behavioral therapy program. However, negative ranks score indicates that all of the posttest scores are lower than the pretest score. So it can be concluded that cognitive-behavioral therapy can reduce the potential of relapse in former drug addicts prisoners.