cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Intuisi
ISSN : 25412965     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah is the scientific publication media to accommodate ideas and innovation research results of psychology academicians and other experts who are interested in the field of Psychology. Vision intuition is to encourage the development of science-based psychology, indigenous psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 558 Documents
Teamwork: Studi Indigenous pada Karyawan PNS dan Swasta Bersuku Jawa di Pulau Jawa Purba, Vitria Lilian; Prihastuty, Rahmawati; Haryadi, Sugeng
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 6, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v6i2.13320

Abstract

Abstrak. Penelitian ini didasarkan pada temuan-temuan budaya barat yang semakin banyak. Perbedaan budaya menjadi tonggak dimana hasil penelitian tidak bisa digeneralisasikan begitu saja. Dunia kerja kita tidak dapat terlepas dari unsur keanekaragaman budaya, kepribadian, persepsi, serta hal-hal lain yang bersumber dari keberagaman daerah asal, pola asuh dan lain-lain yang menyebabkan perbedaan cara dalam bersikap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif gambaran mengenai teamwork, kepuasan, upaya, faktor pendukung, faktor penghambat serta gambaran mengenai teamwork yang ideal pada karyawan bersuku Jawa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indigenous psychology yaitu suatu pendekatan yang menekankan pada studi terhadap perilaku dan cara berpikir seseorang dalam konteks budayanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan dengan survei terhadap partisipan sebanyak 700 orang karyawan PNS dan swasta bersuku Jawa di Pulau Jawa. Peneliti menggunakan alat pengumpul data berupa open-ended questionnaire dengan menerapkan metode analisis data indigenous melalui preliminary coding, category, aksial coding, dan cross-tabulasi. Temuan dilapangan didapat sebanyak 28.47%  subjek menganggap tim kerja adalah sekelompok orang yang saling bekerjasama, sebanyak 33.28% menganggap tim kerja adalah sarana untuk mencapai tujuan, sebanyak 13.85% subjek menganggap tim kersa adalah saling berinteraksi serta sebanyak 15.57% menganggap tim kerja adalah usaha untuk menyelesaikan pekerjaan atau tanggung jawab bersama. Kata Kunci: Teamwork, bersuku Jawa. Abstract. The study was based on findings that the more western culture. Cultural differences become a milestone in which the results of the study can not be generalized for granted. World of work we can not be separated from the element of cultural diversity, personality, perception, and other things that come from the diversity of the area of origin, parenting and others that led to the different ways of behaving. The purpose of this study was to determine the picture perspective on teamwork, satisfaction, effort, supporting factors, inhibiting factors as well as the ideal idea of teamwork on employee Java tribes. The approach used in this study are Indigenous psychology is an approach that emphasizes the study of behavior and thinking in the context of one's culture. This research was conducted using qualitative methods with a survey of 700 participants were civil servants and private sector employees, polysyllabic Java in Java. Researchers used data collection tool in the form of an open-ended questionnaire by applying indigenous methods of data analysis through the preliminary coding, category, axial coding, and cross-tabulation. The findings obtained in the field as much as 28.47% of the subjects considered the work team is a group of people working together, as much as 33.28% think teamwork is a means to an end, as much as 13.85% of the subjects considered Kersa team is interacting and 15:57% as much as the team considers the work is an attempt to resolve employment or collective responsibility.  
PENGARUH KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU MEMBOLOS PADA REMAJA SMKN 10 SEMARANG Putri, Laksmita Ruwanda; Deliana, Sri Maryati; Rizki, Binta Mu'tiya
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i2.11601

Abstract

Abstract. Truant behavior is a form of teenager delinquency which is status offenses. This type of delinquency, it is a non-criminal delinquency type, but it has a quite big negative impact on teenagers. One of the factors that causing truant behavior is due to the influence of peer environment. This research aims to find out how much peers conformity influence teenagers’ truant behavior in SMKN 10 Semarang. This research is a quantitative research using regression analysis technique. Sample taking using the purposive sampling technique. The samples in this research are 233 students. Measuring instruments in this research used two scales that are peers conformity scale and truant behavior scale. The research result shows that the correlation coef icient (R) between peers conformity on teenagers’ truant behavior amounted to 0. 0,591 with a determination coef icient (R Square) of 0.349 and F count equal to 123,848 with a significance level of 0.00 <0.05, it indicates that the variable peers conformity has a significant positive ef ect on the variable of truant behavior by 34,9% while the rest is influenced by other factors. The higher the influence of peers conformity, then the higher the teenagers’ truant behavior of SMKN 10 Semarang, conversely, the lower the influence of peers conformity, then the lower the teenagers’ truant behavior of SMKN 10 Semarang. Peers conformity is in the middle category with the most contributing aspect is the normative influence aspect. Truant behavior is in the low category with the most contributing aspect is the absent from school for a full day aspect.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN PENYESUAIAN DIRI REMAJA Aridhona, Julia
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 3 (2017): November 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i3.14113

Abstract

Abstrak. Remaja merupakan masa dimana mengalami banyak masalah, juga merupakan masa transisi dari anak-anak kemasa selanjutnya. Pada masa remaja ada tugas-tugas perkembangan yang harus dilewati oleh remaja antara lain penyesuaian diri remaja, tidak semua remaja mampu menyesuaikan diri sesuai dengan yang diharapkan, penyesuiaan diri remaja juga memiliki hubungan dengan kecerdasan spiritual dan kematangan emosi yang mampu mempengaruhi penyesuaian diri remaja. Penelitian ini untuk menguji hubungan antara kecerdasan spiritual dan kematangan emosi dengan penyesuaian diri remaja.  Subjek penelitian adalah 59 remaja kelas IX SMP Ahmad Yani. Data  dikumpulkan melalui angket yang terdiri dari penyesuaian diri, kecerdasan spiritual dan kematangan emosi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitaf. Teknik yang digunakan kuota samplingdan pengumpulan datanya menggunakan skala Likert, diteliti  menggunakan teknik korelasi pearson. Hasil analisis menunjukan hubungan positif antara kecerdasan spiritual dan kematangan emosi dengan penyesuaian diri yang artinya semakin tinggi spiritualitas dan kematangan emosi maka semakin tinggi pula penyesuaian diri yang dimiliki remaja.Kata Kunci : Penyesuaian diri, spiritual, kematangan emosi, remaja Abstract. Adolescence is a time when there are many problems, also a transition period from the next childhood. In adolescence there are developmental tasks that must be passed by adolescents such as adolescent adjustment, not all adolescents are able to adapt in accordance with the expected, adolescent self-adaptation also has a relationship with spiritual intelligence and emotional maturity that can affect adolescent adjustment. This study to examine the relationship between spiritual intelligence and emotional maturity with adolescent adjustment. The subjects were 59 junior high school students of SMP Ahmad Yani. Data were collected through a questionnaire consisting of self-adjustment, spiritual intelligence and emotional maturity. This research uses quantitative research method. The technique used quota sampling and data collection using Likert scale, examined using pearson correlation technique. The results of the analysis show a positive relationship between spiritual intelligence and emotional maturity with self-adjustment which means the higher the spirituality and emotional maturity then the higher the adaptability of teens.
PENINGKATAN KEMAMPUAN SENSORI INTEGRASI MELALUI PEMBERIAN STIMULASI NEUROKINESTETIK PADA ANAK 6-8 TAHUN Yuniati, Rosita; Andriani, Prilya Shanty
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i1.9570

Abstract

Abstrak. Neurokinestetik adalah bagian dari neuroscience terapan yang merupakan salah satu bentuk stimulasi yang dapat merangsang sel-sel otak anak untuk berkembang dengan baik dan membentuk kecerdasan kinestetik sehingga dapat mendukung berkembangnya kecerdasan majemuk. Penelitian ini dilakukan untuk melihat keefektifan stimulasi neurokinestetik terhadap peningkatan kemampuan sensori integrasi anak 6-8 tahun. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimen semu jenis non randomized pre-test-post-testcontrol group design. Teknik analisis data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil olah data pre-test dan post-test menunjukkan nilai z sebesar -2,814 (p < 0,05) yang berarti ada perbedaan kemampuan sensori integrasi antara hasil pre-test dan post-test. Hasil uji hipotesis menunjukkan besarnya z sebesar -2,024 (p < 0,05) yang berarti ada perbedaan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memiliki kemampuan sensori integrasi yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol. Hal tersebut menunjukkan bahwa stimulasi neurokinestetik berpengaruh secara signifikan untuk meningkatkan kemampuan sensori integrasi pada anak. Abstract. Neurokinestetik is part of neuroscience applied which is one form of stimulation to stimulate the child's brain cells to develop well and form a kinesthetic intelligence so as to support the development of multiple intelligences of children. This study was conducted to look at the effectiveness of the stimulation of sensory integration neurokinestetik on the ability of children aged 6-8 years. This quatutative research using quasi experimental research of non randomized pretest-posttest control group design. Mann-Whitney test use to elicit the output . The results of the analysis of the pre-test and post-test research subjects showed that the magnitude of z is -2.814 with a p-value of 0.005, which means that there are differences in sensory integration capabilities pre-test score and post-test score. While the results of hypothesis test shows the amount z of -2.024 with p-value of 0.043, which means there is a difference between the experimental group and control group. The experimental group had sensory integration capabilities better than the control group. It shows that stimulation neurokinestetik significant effect to improve the ability of sensory integration. 
COPING STRESS PADA REMAJA PUTRI YANG MENIKAH DI USIA MUDA Murdiyana, Novella Rosaline; Goeritno, Haryo
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 3 (2012): November 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i3.13343

Abstract

Abstrak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang coping stress pada remaja putri yang menikah di usia muda yang di dalamnya meliputi perilaku coping stress yang ditampilkan oleh remaja putri yang menikah di usia muda dan jenis coping stress yang digunakan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang dengan ciri-ciri remaja putri yang sudah menikah, berusia I5 sampai dengan 20 tahun, tinggal di Desa Malausma, Kecamatan Malausma, Kota Majalengka. Sebagai informan penelitian yang dapat menjadi data pembanding data utama, peneliti menggunakan satu orang informan yang memiliki hubungan dekat dengan ketiga subjek. Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal, antara lain: (1) Perilaku coping yang ditunjukkan ketika sedang mengalami permasalahan adalah berusaha mencari jalan keluar dengan lebih memilih untuk diam ketika permasalahan sedang terjadi. Remaja putri yang menikah di usia muda lebih memilih untuk menyelesaikan permasalahan sendiri dari pada meminta saran kepada orang lain. Perilaku coping stress yang ditampilkan remaja putri yang menikah di usia muda dalam kehidupan pernikahan adalah berdoa untuk menenangkan diri agar masalah yang dihadapi dapat cepat selesai. Subjek sering sholat dan berdoa. Subjek mencoba bicara baik-baik dengan suaminya agar suami bisa mengerti. Selain itu, juga selalu menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan, seperti pengajian, kumpul-kumpul di balai desa pada saat sedang mengalami masalah. (2) Jenis coping stress yang ditunjukkan remaja putri yang menikah di usia muda, sebagai berikut: jenis emotional focus coping antara lain pelepasan perilaku dan mental, pelarian dari masalah, memfokuskan diri. Sedangkan jenis problem focused coping ditunjukkan dengan keaktifan diri, dan mencari dukungan instrumental.  
PROPHETIC ENTREPRENEURSHIP DAN AKTIVITAS WIRAUSAHA Mansyur, Ahmad Yasser; Daud, Muh.; Ahmad, Ahmad
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 6, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v6i1.11915

Abstract

Abstrak. Kajian ini bertujuan menguji pengaruh prophetic  entrepreneurship  (Pro-En) terhadap aktivitas wirausaha. Aspek demografi turut diuji untuk mengetahui perbedaannya dalam variabel yang dikaji. Penelitian ini melibatkan 74 mahasiswa wirausaha di PTX. Skala Pro_En dan aktitivitas wirausaha digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Dari hasil analisis regresi menunjukkan Pro-En mempengaruhi aktivitas wirausaha mahasiswa secara signifikan (F(1,72) = 26.760, p < .05) dengan  27,1 persen   sumbangan varian.  Dari hasil uji T tidak didapatkan perbedaan aspek demografi dalam Pro-En dan  kegiatan wirausaha mahasiswa. Secara konseptual, penelitian ini memberi kontribusi perluasan wawasan  psikologi kewirausahaan bersifat  intrinsik yang dapat meningkatkan makna hidup, komitmen dan produktivitas pelaku usaha. Kata kunci: prophetic entrepreneurship, produktivitas wirausaha
EFEKTIVITAS PELATIHAN PUBLIC SPEAKING TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KOMUNIKASI PADA FASILITATOR EXPERIENCE LEARNING (OUTBOUND) PT HUCLE CONSULTING Firmansyah, Imam; Budiningsih, Tri Esti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 2 (2012): Juli 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i2.13334

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk efektivitas pelatihan public speaking  terhadap peningkatan pengetahuan komunikasi publik pada fasilitator experience learning (outbound) PT Hucle Consulting. Penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah fasilitator experience learning (outbound) yang berjumlah 9 orang. Metode pengumpulan datanya menggunakan tes pengetahuan dengan one group pretest posttest. Metode analisis data menggunakan teknik uji wilcoxon signed ranks test. Hasil dari penelitian ini adalah pelatihan public speaking yang telah dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang komunikasi publik pada fasilitator experience learning (outbound) pada PT Hucle Consulting.Kata Kunci: pelatihan; pengetahuan public speaking Abstract. This study aims at the effectiveness of public speaking training to increase knowledge of public communication on the facilitator’s learning experience (outbound) PT Hucle Consulting. Research carried out this is quasi-experimental research. The sample in this study is the facilitator learning experience (outbound), amounting of 9 people. Methods of data collection using a knowledge test with one group pretest posttest. Methods of data analysis using the Wilcoxon signed ranks test engineering test. The results of this study is the training of public speaking has been done to increase knowledge of effective public communication on the facilitator’s learning experience (outbound) in PT Hucle Consulting.
HUBUNGAN ANTARA ADULT ATTACHMENT STYLE DENGAN KOMITMEN PERNIKAHAN PADA DEWASA AWAL Khumairoh, Binti; Undarwati, Anna
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 7, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v7i1.11616

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui hubungan antara adult attachment style dengan komitmen pernikahan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Semarang. Sampel penelitian berjumlah 150 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data penelitian diambil dengan menggunakan skala adult attachment style yang terdiri dari skala secure, avoidant, anxious dan skala komitmen pernikahan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara adult attachment style dengan komitmen pernikahan, koefisien R= 0,755 dengan signifikansi atau p = 0,000. Sedangkan untuk masing-masing attachment style diuji menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara secure dengan komitmen pernikahan. Koefisien korelasi r= 0,648 dengan signifikansi atau p = 0,000, adanya hubungan negatif antara avoidant dengan komitmen pernikahan. Koefisien korelasi r= -0,732 dengan signifikansi atau p = 0,000 dan hasil penelitian juga menunjukkan bahwa adanya hubungan negatif antara anxious dengan komitmen pernikahan. Koefisien korelasi r= -0,301 dengan signifikansi atau p = 0,000.Abstract.This study aimed to determine relationship between adult attachment style and marital commitment in early adulthood. This study is a quantitative correlation. This study was conducted in Semarang. Subject of this study was 150 peoples. Purposive sampling technique used to collect the subject. This study used two scales for collect the data, adult attachment style scale that consist of secure, avoidant, and anxious, and marital commitment scale. Regression analysis used to determine relationship between adult attachment style and marital commitment. The result showed that there was correlation between adult attachment style and marital commitmen, R= 0,755 with a significance value or p= 0,000. And for each attachment style was determined with pearson correlation. The result showed that there was positive correlation between secure and marital commitment, r= 0,648 with a significance or p = 0,000, there was negative correlation between avoidant and marital commitment, r= -0,732 with a significance or p = 0,000 also that there was negative correlation between anxious and marital commitment, r= -0,301with a significance or p = 0,000
OPTIMISME UNTUK SEMBUH PENYALAHGUNA NAPZA (STUDI DESKRIPTIF DI PUSAT REHABILITASI RUMAH DAMAI SEMARANG) Annafi, Masrukhin; Liftiah, Liftiah
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i1.13325

Abstract

Pada dasarnya penyalahguna napza dapat sembuh dari ketergantungan napza. Salah satu hal penting yang dibutuhkan untuk dapat sembuh yaitu sikap optimisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran optimisme untuk sembuh penyalahguna napza di Pusat Rehabilitasi Rumah Damai dan untuk mengetahui faktor apakah yang mempengaruhi optimisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran optimisme untuk sembuh penyalahguna napza di Pusat Rehabilitasi Rumah Damai, faktor yang mempengaruhi optimisme. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan studi populasi. Populasi pada penelitian ini adalah penyalahguna napza di Pusat Rehabilitasi Rumah Damai sebanyak 24 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah optimisme. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala psikologi, yaitu skala optimisme, angket untuk mengetahui faktor optimisme, dan pedoman wawancara bentuk tertutup dengan kepada pembina Rumah Damai untuk mengetahui peranan optimism terhadap proses penyembuhan. Skala optimisme mempunyai nilai reliabilitas sebesar 0,943. Hasil penelitian ini yaitu: l) 50% subjek memiliki optimisme tinggi dan 50% mempunyai optimisme rendah, aspek yang tertinggi yaitu aspek pervasiveness sebesar 79,73% dan aspek terendah yaitu aspek personalization sebesar 73,56%, 2) Frekuensi penyalahguna napza tentang optimisme untuk sembuh yang dipengaruhi oleh faktor egosentris sebesar 79,16%, 3) optimisme berperan dalam proses penyembuhan artinya penyalahguna napza yang mempunyai optimisme tinggi maka proses penyembuhannya akan lebih mudah dan waktu yang dibutuhkan relatif lebih cepat.AbstractBasically drug users to recover from drug addiction. One of the important things that needed to be able to recover the attitude of optimism. This study aimed to determine of optimism for recovering drug users at the and Rehabilitation Center Rumah Damai to find out whether the factors that affect optimism. This study aimed to determine of optimism for recovering drug users at the Rehabilitation Center Rumah Damai, factors affecting optimism. This research is descriptive quantitative research using population studies. The population in this study were drug users at the Rehabilitalion Centre Rumah Damai as many as 24 people. The variables in this research is optimism. Methods of data collection in this research using psychological scales, the scale of optimism, optimism questionnaire to identify factors, and interview guide form enclosed with the builder Rumah Damai to know the role of optimism towards the healing process. Optimism scale has a reliability value of 0.943. The results of this study are: l) 50% of the subjects had high optimism and 50% had low optimism, the highest aspect of aspects of the pervasiveness of 79.73% and the lowest aspect of the personalizattion aspect of 73.56%, 2) Frequency of drug users about optimism to recover which is influenced by the egocentric factor of 79. l6%, 3) Optimism plays a role in the healing process means that drug users who have high optimism for the healing process will be easier and the time needed reIatively quickly
EFEKTIVITAS MEDITASI TRANSENDENTAL UNTUK MENURUNKAN STRES PADA PENDERITA HIPERTENSI Pramudhanti, Hevalia; Mabruri, Moh. Iqbal
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i2.11607

Abstract

Abstrak. Penyakit hipertensi dan stres saling berkaitan. Stres akan membuat penderita hipertensi berpikir telalu berat dan memiliki emosi tidak stabil yang dapat memperburuk kondisi penderita hipertensi. Karena itu perlu treatment yang dapat menurunkan stres dan tekanan darah, mengingat jumlah penderita hipertensi tinggi. Meditasi transendental merupakan salah satu terapi dalam menurunkan stres, yang digunakan untuk perawatan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian meditasi transendental dapat menurunkan stres pada penderita hipertensi. Penelitian eksperimen ini menggunakan desain One Group Pretest-Postest yang dilakukan terhadap 9 subjek. Perlakuan yang diberikan berupa meditasi transendental dan selama perlakuan subjek tidak diperbolehkan mengonsumsi obat medis. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala stres dengan validitas antara 0,001 sampai 0,41 dan reliabilitas sebesar 0,893, juga sphygnomanometer untuk mengukur tekanan darah pada subjek yang dilakukan sebelum perlakuan dan setelah perlakuan. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik mann-whitney yang dibantu oleh software analisis data statistik. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan mean antara sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Mean sebelum diberi perlakuan sebesar 14,00 dan mean setelah diberi perlakuan sebesar 5,00, dan diperoleh nilai Z sebesar -3,591 dengan taraf signifikansi 0,000. Maka hipótesis meditasi transendental efektif untuk menurunkan stres pada penderita hipertensi diterima. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan meditasi transendental dapat menurunkan stres sehingga disarankan penderita hipertensi untuk melakukan meditasi transendental dalam membantu penurunan stres. Kata kunci : Hipertensi, Stres dan Meditasi Transendental  Abstract. Hypertension disease and stress related to each other. Stress will make the hypertension sufferers are thinking too much and have unstable emotions which can aggravate the condition of hypertension sufferers. Therefore need treatment that can reduce stress and blood pressure, considering the high number of the hypertension sufferers. Transcendental meditation is one of the therapies to reducing stress, which is used for the treatment of hypertension. This research aims to find out whether the granting of transcendental meditation can reduce stress in hypertension sufferers. This experimental research design using One Group Pretest-Postest committed against 9 subjects. The treatment is given in the form of transcendental meditation and during treatment, the subject is not allowed to consume medical drugs. Measuring instrument used in this research is the stress scale with validity between 0.001 to 0.41 and reliability of 0.893, also sphygnomanometer to measure the blood pressure in subjects which performed before treatment and after treatment. The analysis of the data research is using the mann-whitney techniques which is assisted by statistical data analysis software. The research results showed there is a difference in the mean between before and after being given the treatment. The mean before being given treatment equal to 14,00 and the mean after being given the treatment equal 5,00, Obtained the Z value of -3,591 with a significance level 0.000. Which means, the hypothesis of transcendental meditation is effective to reduce stress in hypertension sufferers accepted. Based on the results of the research, it can be concluded that the transcendental meditation can reduce stress, so that the hypertension sufferers are advised to do transcendental meditation to help reduce stress. Keywords: Hypertension, Stress and Transcendental Meditation

Page 7 of 56 | Total Record : 558