cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Intuisi
ISSN : 25412965     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah is the scientific publication media to accommodate ideas and innovation research results of psychology academicians and other experts who are interested in the field of Psychology. Vision intuition is to encourage the development of science-based psychology, indigenous psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 558 Documents
Perilaku Judi Kupon Togel Pada Remaja Desa Sukorejo Kabupaten Kendal Permana, Jati; Deliana, Sri Maryati
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 6, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v6i2.13316

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengaetahui:perilaku judi kupon togel yang dilakukan remaja desa sukorejo kabupaten kendal dan faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya perilaku judi kupon togel pada remaja desa Sukorejo, kabupaten Kendal. Pendekatam penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola perilaku judi kupon togel memberikan banyak dampak negatif terhadap para pelakunya dalam hal ini adalah Remaja, dampak negatif berupa perubahan perilaku pada Remaja, seperti menjadi malas belajar, sering membolos sekolah, menjadi sering berbohong, melakukan tindakan kriminal yaitu mencuri uang.. Munculnya perilaku judi kupon togel ini juga di perngaruhi oleh beberapa faktor yaitu, Faktor psikologis, meliputi ketertarikan pada judi kupon togel sebelum adanya pengaruh dari lingkungan dan anggapan bahwa bermain judi togel merupakan alat untuk menyesuaikan diri dengan komunitasnya yang juga bermain judi togel. Faktor biologis, meliputi kebutuhan akan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Faktor lingkungan, meliputi pengaruh dari teman-teman subjek dan meniru perilaku judi kupon togel yang dilakukan orang tua, Kata Kunci : Perilaku Judi, Kupon Togel, Remaja   Abstract. The purpose of this study was to investigate togel coupon gambling behavior that adolescents do and the factors underlying the emergence of gambling behavior in adolescents coupon toggle Sukorejo village, district Kendal. Reseach method uses a descriptive qualitative research with  triangulation technique as a validity. Data collection using interview techniques. The results showed that the pattern of gambling behavior coupons toggle provide plenty of negative impact on the perpetrators in this case is the Young, the negative impact of a change in behavior in Adolescents, such as being a lazy learning, often skipped school, became frequent lying, committing a crime that is stealing money. . The advent of gambling behavior toggle coupon is also influenced by several factors: psychological factors, including interest in gambling coupons toggle before the influence of the environment and the notion that playing gambling toggle is a tool to adjust to the community is also playing gambling toggle. Biological factors, including the need for money to meet their daily needs. Environmental factors, including the influence of friends and the subject of gambling coupons toggle mimic the behavior of the parents.
Penyesuaian Perkawinan Istri Terhadap Suami yang Baru Menjalani Commuter Marriage Setelah Menikah 10 Tahun Lutfiyah, Miftakhul Anis; Stanislaus, Sugiyarta
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i1.9576

Abstract

Abstrak. Tuntutan ekonomi dan tanggung jawab pada pekerjaan, serta keinginan untuk mengembangkan karier sering kali menjadi alasan mengapa commuter marriage dilakukan. Keadaan ini terjadi dikarenakan kurang terpenuhinya ekonomi keluarga, sehingga membuat suami dan istri harus berpisah sementara untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Bagi pasangan yang melakukan commuter marriage setelah usia pernikahan berjalan 10 tahun penyesuaian perkawinan istri terhadap suami yang baru melakukan commuter marriage akan terasa berbeda dengan pasangan yang dari awal sudah melakukan commuter marriage. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penyesuaian perkawinan istri terhadap suami yang baru melakukan commuter marriage setelah 10 tahun menikah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus dimana istri menjadi subjek utama penelitian. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi saat wawancara berlangsung. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 istri yang baru melakukan commuter marriage setelah usia pernikahan 10 tahun. Berdasarkan penelitian, hasil yang didapatkan adalah penyesuaian perkawinan ketiga subjek berjalan baik, karena dari 3 peran utama yang dilakukan selama suami berada di luar kota mampu di lakukan oleh ketiga subjek. Pada peran publik 2 dari 3 subjek mampu melakukan perannya, pada peran sosial ketiga subjek mampu melakukan perannya dengan bantuan dari orang lain, sedangkan pada peran domestik, 2 dari 3 subjek mampu mengelola perannya dengan baik. Abstract. Economic demands and responsibilities on the job, as well as the desire to develop a career is often the reason why a commuter marriage do. This situation occurs because of lack of fulfillment of their family, thus making the husband and wife have to split up temporarily to meet the economic needs of their families. For couples who do commuter marriage after 10 years of marriage goes marital adjustment wives against husbands who are making commuter marriage will feel different with a couple of early've done commuter marriage. This study has the aim to determine the marital adjustment of wives against husbands who are making commuter marriage after 10 years of marriage. This study is a qualitative research with case studies approach which Sithri be the main subject of research. This study using interviews and observations during the interview. Subjects in this study were 3 new wife did commuter marriage after 10 years of marriage. Based on research, the results obtained are perkawina adjustment of three subjects running well, because of the three main roles performed during the husband is out of town were able to be undertaken by the three subjects. In public role 2 of 3 subjects were able to perform its role, the social role of the third subject is able to perform its role with the help of another person, while in the domestic role, two of the three subjects were able to manage his part well.
PERBEDAAN MOTIF AFILIASI PADA REMAJA PENGGUNA FACEBOOK DITINJ AU DARI JENIS KELAMIN Isadora, Stiveni; Pratiwi, Shinta; Tjondronegoro, Probowatie
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 3 (2012): November 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i3.13348

Abstract

Abstrak. Penelitian ini beitujuan untuk menguji secara empiris perbedaan motif afiliasi pada remaja pengguna facebook ditinjau dari jenis kelamin. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan motif afiliasi antara laki-laki dan perempuan pengguna facebook. Motif afiliasi remaja perempuan pengguna facebook lebih kuat dari pada remaja laki-laki. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 100 mahasiswa Universitas Semarang, yang terbagi atas 50 mahasiswa perempuan dan 50 mahasiswa laki-laki. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah tekmk incidental sampling.Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan Skala Motif Affiliasi pada Remaja. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan motif afiliasi antara remaja laki-laki dan remaja perempuan pengguna facebook. Motif afiliasi remaja perempuan pengguna facebook lebih kuat dari pada laki-Iaki, yang ditunjukkan dengan nilai Uji-t = 5,073 p = 0,000 (p < 0, 01), sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima. Kata kunci : jenis kelamin, motif afiliasi pada remaja
PERAN THE BIG FIVE PERSONALITY TRAITS TERHADAP ACADEMIC DISHONESTY PADA MAHASISWA Sugiariyanti, Sugiariyanti; Swaraswati, Yogi; Sari, Woro Apriliana
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 3 (2017): November 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i3.14118

Abstract

Abstrak. Fakta mengenai ketidakjujuran akademik (academic dishonesty) yang semakin marak terjadi, berbanding terbalik dengan harapan-harapan sosial masyarakat terhadap mahasiswa. Banyak penelitian mengkaji permasalahan ini, tetapi academic dishonesty telah menjadi gangguan serius dalam pendidikan tinggi yang hingga saat ini belum berhasil diberantas, meskipun telah banyak usaha yang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran the Big Five personality traits terhadap academic dishonesty pada mahasiswa. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 320 mahasiswa (140 laki-laki dan 180 perempuan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa the Big Five personality traits secara simultan memprediksi academic dishonesty (R= 0,480, F=18,483, p<0,00). Analisis korelasi mengungkap bahwa tiga trait yaitu agreeableness, conscientiousness dan openness muncul sebagai prediktor dari academic dishonesty mahasiswa. Masing-masing memiliki hubungan negatif yang sangat signifikan dengan academic dishonesty. Artinya, semakin rendahagreeableness, conscientiousness dan openness, maka semakin tinggi tingkat academic dishonesty pada mahasiswa. Demikian pula sebaliknya. Sementara itu, berdasarkan data empirik, trait neuroticism tidak memiliki hubungan dengan academic dishonesty, sedangkan trait extraversion berkorelasi negatif dengan academic dishonesty sehingga tidak mendukung hipotesis.Implikasi dari the Big Five personality traits dalam memprediksi academic dishonesty pada mahasiswa akan dibahas pada bab hasil dan pembahasan. Kata Kunci: Academic dishonesty, the Big Five Personality Traits  Abstract. The facts of academic dishonesty are inverse to the social expectations of the society towards students. Many studies have examined this issue, but academic dishonesty has become a serious disruption on higher education, which has not been resolved in recent years, despite much effort being made.The current study aimed to examined the role of the Big Five personality traits (extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, and openness) to academic dishonesty among undergraduate students. Third hundred and twenty undergraduate students were participated in this study. A hundred and forty were male and 180 were female. The result revealed that the Big Five personality traits predicted academic dishonesty significantly (R= 0,480, F=18,483, p<0,00). Correlation analyses showed that the three of the Big Five traits i.e. agreeableness, conscientiousness, and openness emerged as the predictors of academic dishonesty among undergraduate students. Each had a negative significant association. Academic dishonesty thus increases as agreeableness, conscientiousness, and openness decreases. Furthermore, based on empirical data, the hypotheses about relationship between other personality (neuroticism and extraversion) with academic dishonesty were not supported. Neuroticism were not related to academic dishonesty, while extraversion had a negative correlation. Implications of the Big Five personality traits measures to the predictions of academic dishonesty among undergraduate students are discussed.
Living Value Pada Penderita Kusta Tambunan, Yessica Rebecca; Liftiah, Liftiah
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 2 (2012): Juli 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i2.13339

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana living value pada penderita kusta. Penelitian menggunakan metode kualitatif fenomenologis dan living value pada penderita kusta sebagai unit analisis. Responden berjumlah tiga orang dan empat informan penunjang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Teknik keabsahan data dengan ketekunan pengamatan di lapangan dan teknik triangulasi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyakit kusta memberikan perubahan signifikan tidak hanya secara fisik tetapi juga keterpurukan secara psikis dalam diri individu. Penderita kusta mengalami perubahan-perubahan pada nilai-nilai hidupnya dikarenakan penderitaan yang mereka alami. Sikap yang ditunjukkan karena penderitaan tersebut ternyata sangat dipengaruhi oleh motivasi dalam dirinya sendiri yang ditunjukkan dengan adanya visi hidup yang kuat dalam diri penderita, serta adanya pemaknaan yang baik terhadap penderitaan yang dialami. Kedewasaan individu dalam memaknai hidup ini tidak dipengaruhi oleh usianya. Pemaknaan dalam diri individu memberi pengaruh dalam bersikap. Dukungan dari orang-orang terdekat juga merupakan salah satu faktor vang mempengaruhi. Rasa dicintai dan mencintai yang besar akan membuat individu semakin kuat, dan akhirnya menunjukkan sikap-sikap yang positif dalam menghadapi setiap hal dalam hidupnya. Pemahaman yang positif akan nilai-nilai hidupnya menambah kesejahteraan dalam diri individu.Adapun saran yang disampaikan kepada pihak Rumah Sakit Khusus Kusta Kediri adalah untuk lebih memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan psikis pasien. Telah diketahui bahwa pemahaman yang positif akan nilai-nilai hidup akan menmbah kesejahteraan dalam diri individu maka akan sangat baik bila diadakan pelatihan akan nilai-nilai hidup oleh peneliti selanjutnya. Bagi keluarga penderita kusta, agar tetap memberi dukungan penuh kepada penderita kusta dan menambah informasi dan pengetahuan tentang penyakit kusta sehingga dapat menjadi partner yang baik dalam bekerja sama dengan petugas kesehatan untuk kesembuhan dan pemulihan penderita baik secara fisik maupun secara psikis.Kata Kunci: living value Abstract. Changes in one's life situation will affect all aspects of his life. Often the attitude shown in the face of bad things are despair and loss of zest for life. These attitudes illustrate the value of individual lives within it. Living life value or value is a conception that implicitly or explicitly distinguish individuals or groups and has a specificity that may affect the selection of a way for individuals or groups in achieving its intended purpose, value itself can not be separated from human life, because values are formed and held after going through a long process, namely as a result of individual interaction with the circumstances and environment. For leprosy patients, suffering not only caused by the illness in her body but also the stigma in society about leprosy that causes the emergence of attitudes of society towards discriminative lepers. This study aims to determine how to value living in leprosy patients. Research using qualitative methods of phenomenology and living value in leprosy patients as the unit of analysis. Respondents numbered three and four informants supporter. Data collection techniques using interview and observation techniques. Technical data validity by persistent observation in the field and triangulation techniques.The results of this study indicate that leprosy provide a significant change not only physically but also psychologically slump within the individual. Leprosy patients experienced changes in the values of life due to their sufferings. The attitude shown by the suffering that was heavily influenced by a motivation in itself that indicated the presence of a strong vision of life in patients, as well as a good meaning to the suffering endured. Individual maturity of life is not affected by age. Meaning within the individual to give effect in attitude. Support from the closest people too is one of the factors that influence. A sense of being loved and loving that big will make the individual stronger, and finally showed positive attitudes in facing every thing in his life. Understanding the positive values of life will add to the welfare of the individual self.The advice submitted to the Special Hospital Leprosy Kediri is to give more attention to the psychological recovery of patients. It is known that a positive understanding of the values of life will add to the welfare of individuals within it will be very good if the training will be held values to live by subsequent researchers. For families of leprosy patients, in order to continue giving full support  to sufferers of leprosy and add information and knowledge about leprosy so that it can be a good partner in working with health officials to healing and recovery of the patient both physically and psychologically.
Hubungan Emotion Focused Coping dengan Game Online Addcition pada Remaja di Game Centre Bagian Semarang Barat dan Selatan Pranitika, Medya; Hendriyani, Rulita; Mabruri, Moh. Iqbal
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 6, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v6i1.11911

Abstract

Abstrak. Remaja merupakan usia bermasalah, mengalami banyak masalah yang sulit diatasi, sifat emosional mendominasi kemampuannya dalam menghadapi masalah. Masalah yang terjadi memicu timbulnya stres. Pengalihan stres merupakan strategi pemecahan masalah dengan menggunakan emotion focused coping, salah satu bentuk pengalihan stres tersebut adalah bermain game online. Bentuk perilaku bermain game online yang dilakukan secara terus-menerus akan menimbulkan perilaku kecanduan.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara emotion focused coping (X) dengan game online addiction (Y) pada remaja di game centre bagian Semarang Barat dan Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah remaja yang bermain game online di game centre bagian Semarang Barat dan Selatan, dengan sampel berjumlah 100 orang. Teknik sampling menggunakan incidental sampling. yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, siapa saja yang secara kebetulan atau insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang secara kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2009: 85). Data penelitian diambil menggunakan skala emotion focused coping dan skala game online addiction. Skala emotion focused coping terdiri dari 44 item yang memiliki koefisien rix, antara 0,214 sampai dengan 0,571 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,878. Skala game online addiction terdiri dari 44 aitem yang memiliki koefisien rix, antara 0,198 sampai dengan 0,627 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,902. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Product Momet. Hasil diperoleh nilai r = -0,206 dengan p = 0,040 dimana p < 0,05. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara emotion focused coping dengan game online addiction pada remaja di game centre bagian Semarang Barat dan Selatan. Emotion focused coping pada subyek pada kriteria rendah, yaitu sebesar 51%. Game online addiction pada subyek berada pada kriteria tinggi, yaitu sebesar 60%. Hal ini mengindikasikan sebagian remaja di game centre bagian Semarang Barat dan Selatan mengalami kecanduan bermain game online. Kata Kunci : Emotion Focused Coping, Game Online Addiction, Remaja   Abstract. Teenagers are troubled age in which adolescents experience a lot of problems and difficult to overcome, emotional nature of his ability to dominate in the face of problems. Problems that occur lead to stress. The transfer of stress is a problem-solving strategy to use emotion focused coping, a form of transfer of such stress is to play games online. Forms of online gaming behavior conducted continuously will cause addictive behavior. The purpose of this study was to investigate the relationship between emotion focused coping (X) with online gaming addiction (Y) in adolescents in the game center and south western parts of Semarang. This study is a quantitative correlation. The population in this study is that adolescents playing online games on game center and parts of the South West Semarang, with a sample of 100 people. The sampling technique used is incidental sampling. Sampling technique that is based on chance, anyone who by chance or incidental met by the researcher can be used as a sample, if it is deemed the person who by chance found it suitable as a source of data (Sugiyono, 2009: 85). The data were taken using emotion focused coping scale and the scale of online gaming addiction. Emotion focused coping scale consists of 44 items that have rix coefficient, between 0.214 to 0.571 and a reliability coefficient of 0.878. Online game addiction scale consists of 44 aitem rix coefficient, between 0.198 to 0.627 and a reliability coefficient of 0.902. The data analysis technique used is the correlation Product momet. The results obtained with the value of r = -0.206 p = 0.040 where p <0.05. The results of this study indicate that there is a relationship between emotion focused coping with online game addiction among adolescents in the game center and south western parts of Semarang. Emotion focused coping in subjects on a low criterion, ie by 51%. Online game addiction on the subject is at a high criterion, ie by 60%. This indicates some teenagers in the game center and southern part of West Semarang online gaming addiction. Key Words : Emotion Focused Coping, Game Online Addiction, Teenagers
STUDI KORELASI ANTARA HARGA DIRI AKADEMIK DENGAN MINAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI PADA SISWA SMA KELAS XII Pramita, Riskynanda Sukma; Hariyadi, Sugeng
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i1.13330

Abstract

AbstrakData diperoleh, 39 dari murid kelas XII yang berjumlah 263 siswa T.A 2010 yang berminat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang kurang tersebut diduga karena masalah harga diri akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri akademik dengan minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Penelitian ini merupakan kuantitatif korelasional.Subjek berjumlah 158 siswa. Teknik sampling yang digunakan cluster random sampling. Harga diri akademik diukur dengan skala mempunyai koefisien reliabilitas 0,842. Sedangkan minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi diukur dengan skala mempunyai koefisien reliabilitas 0,930. Hasil penelitian menunjukkan variabel harga diri akademik tergolong tinggi. Sedangkan variabel minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tergolong sedang cenderung tinggi. Uji hipotesis diperoleh koefisien (r) harga diri akademik dengan minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sebesar 0,304 dengan (p) 0,000. Menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara harga diri akademik dengan minat melanjutkan pendidikan ke pergururan tinggi di SMA N 1 Ambarawa, sehingga hipotesis yang diajukan peneliti dapat diterima.AbstractThe data obtained, 39 of grade XII, amounting to 263 students of the school year 2010 who are interested incontinuing education to college. Interest incontinuing education to higher education is still lacking, presumably because of academicself-esteem issues. This study aims to determine the correlation between academic self-esteem with an interest to continue their education into college. This study is a correlational quantitative research. Subjects in this study amounted to 158 students. The sampling technique used was cluster random sampling. Academic self-esteem was measured with a scale has a reliability coefficient to 0.842. While interest incontinuing their education to higher education was measured using a scale has a reliability coefficient 0.930. The results showed a variable of academic self-esteem is high. While a variable interest in continuing their education to higher education tend to be classified as being high. Hypothesis test caIcuIation coefficient (r) self-interest in continuing academic education to the college of 0.304 to (p) 0.000. Showed significant positive correlation between academic self-esteem rates continuing higher education at SMAN 1 Ambarawa, so the researchers put forward the hypothesis can be accepted.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP METODE MENGAJAR GURU MATEMATIKA DENGAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 03 KERYATASA BANJARNEGARA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Widoretno, Inung; Budiningsih, Tri Esti; Prihastuti, Rahmawati
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 7, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v7i1.11612

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan mengetahui hubungan antara persepsi dengan minat siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Subjek pada penelitian ini berjumlah 53 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Persepsi siswa diukur dengan skala persepsi siswa. Skala minat siswa mempunyai koefisien reliabilitas sebesar 0,881. Skala persepsi siswa terdiri dari 28 item yang valid dengan rentang koefisien validitas dari 0,301 sampai dengan 0,706. Sedangkan minat siswa diukur dengan skala minat. Skala minat  mempunyai koefisien reliabilitas sebesar 0,858. Skala minat terdiri dari 25 item yang valid dengan rentang koefisien validitas dari 0,395 sampai dengan 0,634. Uji korelasi menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan variabel persepsi siswa tergolong dalam kriteria tinggi. Demikian juga dengan variabel minat tergolong dalam kriteria tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara persepsi dengan minat siswa. Korelasi antara persepsi dengan minat   siswa diperoleh koefisien r = 0,768 dengan signifikansi atau p = 0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi  dengan minat siswa pada kelas V SD Negeri 03 Kertayasa Banjarnegara. Kata kunci: persepsi, minat siswa.  Abstract. This research to investigate and determine the relationship between perception and interests of students. This study is a quantitative correlation. Subjects in this study is 53 students. The sampling technique used is total sampling. Measured by students 'perceptions of students' perception scale. The scale of interest students have reliability coefficient of 0.881. The scale consists of 28 students' perceptions of valid items with validity coefficients range from 0.301 to 0.706. While student interest measured by the scale of interest. The scale has a reliability coefficient of interest of 0.858. The scale consists of 25 items of interest are valid with validity coefficients range from 0.395 to 0.634. Test correlation product moment correlation technique. The results showed variable perceptions of students belonging to the high criteria. Likewise, the variable interest belonging to the high criteria. The results showed that there is a positive relationship between the perception of the student's interest. The correlation between students' perceptions of the interest earned coefficient r = 0.768 with significance or p = 0.000 . It shows that there is a significant positive relationship between students' perceptions of the interest on the class V SD Negeri 03 Kertayasa Banjarnegara. Keywords : perception , interests of students
Pengaruh Informasi Aktivitas Corporate Social Responsibility Terhadap Keputusan Membeli Konsumen Dewi, Anggraini Trisna; Nuzulia, Siti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 6, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v6i2.13321

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh informasi aktivitas corporate sosial responsibility terhadap keputusan membeli pada konsumen. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Negeri Semarang, dengan mengambil sampel sebanyak 70 orang. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive dan random, yaitu pengambilan sampel dengan cara mengambil responden sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh peneliti kemudian di random dengan menggunakan skala sebagai alat ukur. Tekhnik analasis data yang digunakan adalah uji t dan anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F = 1,051 dengan hasil signifikansi sebesar 0,398 (0,398 > 0,05), hal ini menunjukkan bahwa  informasi tentang aktivitas corporate social responsibility tidak memberikan pengaruh terhadap keputusan membeli. Melalui uji t= 0.483 dengan p= 0,631 (0,631 > 0,05 menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh dalam keputusan membeli ditinjau dari aspek rasional dan emosi. Kata Kunci : Corporate Social Responsibility dan Keputusan Membeli pada konsumen  Abstract. The purpose of this study was to examine an influence of corporate social responsibility on consumer purchase decision. This study is a quasi experiment. The population in this study is the Semarang State University students, with a sample of 70 people. The sampling technique used is purposive and random sampling, in which subjects or respondents are taken according to the required criteria researchers then drawn at random. Measuring instruments used in this study was a questionnaire. The data analysis technique used are the T test and anova.The results shows that F= 1,051, p=0,398 (0,398 > 0,05) means that the activity of corporate social responsibility information doesnt have any influence to the decision to buy. From the T test, t= 0.483 dengan p= 0,631 (0,631 > 0,05 , it means that there is no influence buying decisions in terms of aspects rational and emotional aspects.
ANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI DAN RELIABILITAS KOMPOSIT PADA “WARWICK-EDINBURG MENTAL WELL-BEING SCALE” Hartanto, Hartanto
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i2.11603

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini melakukan uji validasi dan uji reliabilitas mengenai konsep kesejahteraan mental melalui skala well being Warwick-Edinburg. Mental well being adalah gambaran kenyamanan terkait kondisi mental pada mind set individu. Kondisi mental well-being bersifat fluktuatif dan relatif. Metode penelitian menggunakan tehnik standar CFA untuk melakukan penyelidikan mengenai konstruk laten dalam kesejahteraan mental dan uji reliabilitas menggunakan composite reliability dari Raykov. Subjek penelitian berjumlah 200 orang dengan latar belakang pendidikan mahasiswa dan pelajar, yang berusia remaja. Piranti lunak yang digunakan adalah R dan Lisrel 8.8 (student version). Hasil penelitian menjelaskan bahwa ada beberapa indikator mental well-beling yang tidak memenuhi standar. Model dalam menjelaskan antara matriks kovarian data dengan teori juga bisa dikatakan kurang fit. Meskipun demikian uji reliabilitas tercapai koefisien yang signifikan dan bisa dikatakan layak.Kata kunci : kesejahteraan mental, validitas, reliabilitas Abstract. This study was to test the validation and reliability testing of the concept of mental wellbeing through Edinburg Warwick well being scale. Mental well being is the condition of an individual who feels comfort in his mind set about his mental state. Therefore, the condition of mental wellbeing is relative and flutuatif in nature. Research method using standard CFA to conduct an investigation regarding the latent constructs in mental wellbeing and reliability testing using the composite reliability of Raykov. Subjects range from 200 people with an educational background of students and students, aged teenagers. The software used is R and LISREL 8.8 (student version). The results of the study explained that there are several indicators of mental well-being that does not meet the standard fit. The model in explaining covariance matrix of data with theory also somewhat less fit. Nonetheless reliability test achieved significant coefficients.Keyword: mental wellbeing, validity, reliability

Page 8 of 56 | Total Record : 558