cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL FISIKA
ISSN : 20881509     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Terbit dua kali setahun pada bulan Mei dan November. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian konseptual Fisika Teoritik, Fisika Material, Fisika Medik, Fisika Nuklir, Fisika Komputasi dan Fisika Bumi.
Arjuna Subject : -
Articles 153 Documents
Pencitraan 3D Data Geolistrik Resistivitas dengan Rockworks Berdasarkan Hasil Inversi Res2DInv untuk Mengetahui Persebaran Batuan Andesit di Desa Bapangsari Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo Taufik Nur Fitrianto; Supriyadi Supriyadi; Teguh Maulana Mukromin; Ulil Albab Taufiq
Jurnal Fisika Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v7i2.13375

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui sebaran batuan andesit di Desa Bapangsari Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo. Pengambilan data menggunakan metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi schlumberger. Panjang lintasan penelitian adalah 110 m dengan jarak antar elektroda 10 m. Data awal diolah menggunakan software Microsoft Excel dan pemodelan 2D menggunakan software Res2Dinv, kemudian melakukan pemodelan 3D menggunkan software Rockwork berdasarkan data resistivitas hasil inversi software Res2DInv. Data lokasi yang digunakan dalam pemodelan merupakan data dalam koordinat UTM berdasarkan data lokasi setiap elektroda. Pengambilan data dilakukan pada dua lintasan yang berdekatan. Lintasan 1 pada puncak bukit bertujuan untuk mendapatkan kedalaman batuan andesit pada puncak bukit. Sedangkan lintasan 2 pada punggungan bukit dan memotong singkapan batuan untuk mendapatkan batas persebaran batuan andesit. Pada wilayah ini diperkirakan memiliki 2 lapisan tanah atau batuan yaitu tanah penutup dan batuana andesit. Batuan andesit dengan  nilai resistivitas lebih dari 60 Wm tersebar merata di wilayah timur daerah penelitian pada kedalaman 10 m – 25 m. Bedasarkan citra 3D dapat diperkiraan volume batuan andesit di lokasi penelitian adalah 213.500 m3.
POLA SEBARAN AKUIFER DI DAERAH PESISIR TANJUNG PANDAN P.BELITUNG D G Pryambodo; M Hasanudin
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3974

Abstract

Penelitian geofisika dengan metode Tahanan Jenis telah dilakukan untuk memetakan sebaran akuifer di daerah pesisir Tanjung Pandan, P. Belitung. Data tahanan jenis di daerah pesisir Tanjung Pandan ditampilkan dalam bentuk 3 penampang tahanan jenis dan digunakan untuk melihat pola sebaran akuifer di daerah penelitian. Pada umumnya akuifer terdapat pada kedalaman 3 – 5 meter dari pemukaan tanah (akuifer dangkal) dengan pola sebaran yang makin menyempit kearah utara mengikuti bentuk garis pantainya yang agak menjorok ke darat.
UJI SIFAT MAGNETIK PASIR PANTAI MELALUI PENENTUAN PERMEABILITAS RELATIF MENGGUNAKAN LOGGER PRO Ayu Lusiyana; Moh. Toifur; Fatkhur Rohman
Jurnal Fisika Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v4i2.3830

Abstract

Telah dilakukan  penelitian  permeabilitas relatif pasir di beberapa pantai wilayah Yogyakarta, sebagai sampel digunakan pasir Pantai Depok, pasir Pantai Parangtritis dan pasir Pantai Parangkusumo.  Penelitian  tersebut  didasari  pada  dugaan bahwa pada pasir pantai terkandung bijih besi yang dapat terinduksi oleh medan magnet. Penelitian dilakukan dengan memasukkan sampel pasir pantai ke dalam rongga kumparan solenoida agar termagnetisasi saat dialiri arus listrik. Pembangkitan medan magnet dilakukan dengan memvariasikan tegangan mulai dari 1.5 V sampai dengan 9 V. Pengambilan data medan magnet dan arus dilakukan secara langsung menggunakan interface Logger pro untuk selanjutnya dilakukan analisis  regresi linier menggunakan perangkat lunak MS.Excel.  Besarnya permeabilitas ditentukan melalui slope grafik. Hasil pengolahan data menunjukkan nilai permeabilitas eksperimen udara adalah (6,430±0,006)×10 -7 TmA-1 , nilai permeabilitas eksperimen pasir Pantai Depok (25,216±0,007)×10 -7 TmA-1,  nilai permeabilitas eksperimen pasir Pantai Parangkusumo (20,478±0,006)×10 -7 TmA-1dan nilai permeabilitas eksperimen pasir Pantai Parangtritis (19,042±4,692)×10 -7 TmA-1. Berdasarkan hasil tersebut, didapatkan  nilai permeabilitas relatif dari pasir pantai Depok, pantai Parangtritis, dan pantai Parangkusumo berturut-turut adalah   dan . Hasil penelitian  menunjukan tingkatan nilai permeabilitas relatif  dari pasir pantai Depok lebih tinggi dari pasir pantai yang lainnya sehingga pasir pantai Depok diketahui memiliki kandungan bijih besi yang lebih banyak daripada pasir pantai Parangtritis dan Parangkusumo.
Media Pembelajaran Alat Ukur Koefisien Gesek Kinetis dengan Tetikus Nirkabel Alvama Pattiserlihun; Suryasatriya Trihandaru; Inti Mustika
Jurnal Fisika Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v7i1.13365

Abstract

Media pembelajaran adalah salah satu hal yang sangat dibutuhkan untuk membantu memantapkan konsep (maha)siswa, tidak terkecuali untuk pematangan konsep Fisika khususnya tentang koefisien gesek kinetis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat media pembelajaran sederhana terkait materi koefisien gesek kinetis, mengukur koefisien gesek kinetis menggunakan media tetikus nirkabel dengan optimasi parameter dari data GLBB serta mencari nilai sudut kritis pada gerak benda di bidang miring. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan papan yang kemiringannya bisa diatur, tetikus nirkabel, komputer dan software Matlab. Pengambilan data dilakukan sebanyak 40 kali dan hasilnya kemudian di uji menggunakan t- test. Didapatkan bahwa rata- rata nilai koefisien gesek untuk ketiga sudut tak terbedakan sebesar 0,41 dengan simpangan baku 0,03. Dimana sudut kritis yang diperoleh adalah sebesar 22,29o.
ANALISIS DATA GEOLISTRIK DAN DATA UJI TANAH UNTUK MENENTUKAN STRUKTUR BAWAH TANAH DAERAH SKYLAND DISTRIK ABEPURA PAPUA - Virman
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3965

Abstract

Telah dilakukan penelitian geolistrik dan uji tanah untuk pencitraan struktur bawah permukaan di Skyland Distrik Abepura, Jayapura, Papua. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sifat fisis dan sifat teknis dari tanah guna mengevaluasi dan memberikan rekomendasi penyelesaian permasalahan pondasi. Berdasarkan tujuan tersebut maka dilakukan analisis hasil pengukuran geolistrik korelasi terhadap data-data tanah yang meliputi uji laboratorium dan lapangan pada lokasi terpilih di daerah penelitian. Hasil pengujian dengan SPT diperoleh struktur tanah di daerah penelitian pada kedalaman 2 m bersifat sangat tidak padat (N-SPT 50), kepadatan sedang (N-PT 50) pada kedalaman 4 m dan sangat padat (N-SPT 50) pada kedalaman 6 m pada posisi ini kegiatan di stop. Sedangkan hasil uji laboratorium didapatkan komposisi butir tanah pada kedalam ini termasuk bergradasi baik, dan indeks plastisitas (PI) adalah 18 termasuk plastisitas yang tinggi. Batuan dasar pada titik pengukuran ini berada pada kedalaman 56 m dengan tahanan jenis yang paling tinggi yaitu 4103 ohm m.
PENENTUAN PARAMETER FISIS HILAL SEBAGAI USULAN KRITERIA VISIBILITAS DI WILAYAH TROPIS Judhistira Aria Utama; - Hilmansyah
Jurnal Fisika Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i2.3821

Abstract

Hingga saat ini umat Islam Indonesia belum menyepakati suatu kriteria tunggal bagi visibilitas hilal yang memiliki landasan ilmiah kokoh. Dalam naskah ini dibahas tentang penentuan ketinggian optimal hilal yang dapat diamati dengan mata telanjang maupun bantuan alat optik semisal binokuler ataupun teleskop untuk memberikan landasan teori bagi salah satu kriteria yang dianut Kementerian Agama RI selama ini. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan data kesaksian mengamati hilal yang telah dihimpun oleh Kementerian Agama RI (1962 – 2011), lembaga Rukyatul Hilal Indonesia (RHI) selama kurun waktu 2007 – 2009, dan data global yang dibatasi untuk wilayah tropis (lintang geografis ± 23,50). Pembahasan tidak semata berdasarkan konfigurasi geometri ketiga benda langit terkait (Matahari–Bumi–Bulan), namun turut mempertimbangkan faktor kecerahan langit senja mengikuti model Kastner. Selain ketinggian optimal, juga berhasil diturunkan parameter fisis lainnya meliputi beda tinggi, jarak sudut/elongasi, umur Bulan pascakonjungsi, beda azimut, lag time, dan tebal–tengah sabit Bulan. Hasil yang diperoleh dapat menjadi pijakan awal bagi sebuah kriteria visibilitas hilal di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Parameter fisis hilal yang diturunkan di atas bersifat dinamis, artinya masih dapat berubah disesuaikan dengan jumlah data pengamatan yang tersedia dan valid secara keilmuan.
Karakterisasi Serbuk Forsterit Produk Sintesis Metode Ultrasonik Berbahan Baku Silika dari Pasir Parang Kusumo Nurbaiti, Upik; Arofah, Sitta Khusniati; Khumaedi, Khumaedi
Jurnal Fisika Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v9i2.24422

Abstract

Serbuk forsterit telah berhasil disintesis dari serbuk magnesium oksida (MgO) dan serbuk silika-amorf (SiO2) dengan metode ultrasonik, diikuti dengan kalsinasi pada 950 °C. Serbuk silica-amorf diproduksi dari proses pemurnian pasir alam lokal. Analisis gugus serbuk forsterit dilakukan dengan spektroskopi FTIR, analisis fasa digunakan pola defraksi XRD, dan analisis morfologi digunakan citra SEM. Hasil menunjukkan bahwa serbuk sampel terdiri dari fasa forsterit (Mg2SiO4), periclase (MgO), protoenstati (MgSiO3) dan kristobalit (SiO2). Diperoleh prosentase berat fasa serbuk sampel yang didominasi oleh forsterit (~60 wt%) sehingga dapat diklaim bahwa forsterit masih menjadi fasa utama sedangkan periklas dan cristobalit merupakan fasa minor.
UJI KUALITAS MINYAK GORENG BERDASARKAN INDEKS BIAS CAHAYA MENGGUNAKAN ALAT REFRAKTOMETER SEDERHANA Dody Rahayu Prasetyo; Mahardika Prasetya Aji; - Supriyadi
Jurnal Fisika Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v4i1.3866

Abstract

Telah  dilakukan uji kualitas minyak goreng dengan parameter fisika indeks bias menggunakan alat refraktometer sederhana. Minyak goreng yang digunakan adalah dua jenis minyak goreng nabati yang berbeda yaitu minyak goreng A dan B. Masing-masing minyak goreng dipanaskan dengan menambahkan plastik dan dilakukan sebanyak enam kali variasi massa plastik. Minyak goreng panas tersebut dimasukkan ke dalam refraktometer kemudian ditembakan sinar laser melalui salah satu sisi dan diamati sinar yang keluar dari sisi yang lain. Penentuan nilai indeks bias minyak goreng didasarkan pada hukum Snellius dengan cara mengukur jarak sinar bias terhadap garis normal. Kualitas minyak goreng ditentukan berdasarkan nilai indeks bias. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa semakin banyak kandungan plastik di dalam minyak goreng, semakin besar pula indeks bias minyak goreng tersebut. Dapat dipahami, laju sinar di dalam minyak goreng semakin berkurang dengan bertambahnya partikel plastik. Jadi, peran partikel plastik sebagai faktor penghambat laju sinar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa minyak goreng yang mempunyai indeks bias besar yang terindikasi mengandung plastik memiliki kualitas buruk. Untuk minyak goreng merk A setelah dicampur plastik 1 gram dan 11 gram masing-masing memiliki indeks bias 1,351 dan 1,443. Untuk minyak goreng merk B setelah dicampur plastik 1 gram dan 11 gram  masing-masing memiliki indeks bias 1,297 dan 1,492.
ORIENTASI DAN AGREGASI MOLEKUL DARI FILM DISPERSE RED-1 DENGAN METODE ELECTRIC FIELD ASSISTED PVD D. R. Wenas; Herman Herman
Jurnal Fisika Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v1i1.1647

Abstract

Telah dibuat film Disperse Red 1 (DR1) dengan metode Electric field assisted Physical Vapor Deposition (E-PVD). Metode ini merupakan pengembangan dari metode PVD yang diperlengkapi dengan penambahan medan listrik luar dalam chamber. Film diperoleh dengan deposisi molekul DR1 di atas substrat silane pada variasi medan listrik luar. Film yang dihasilkan dianalisis dan dikarakterisasi dengan menggunakan spektroskopi FTIR, UV-Vis, dan Difraksi sinar-X. Hasil pengukuran spektroskopi memperlihatkan bahwa molekul-molekul DR1 tersusun teratur (stacking) tegak lurus permukaan substrat, yang menunjukkan suatu indikasi efek agregasi molekul yang tersusun secara paralel karena adanya ikatan hidrogen.   Kata kunci: Agregasi paralel, Disperse Red-1, E-PVD
Karakterisasi Sifat Mekanik Benang Wol dan Benang Kasur Rahmayanti, Handika Dany; Munir, Rahmawati; Sustini, Euis; Abdullah, Mikrajuddin
Jurnal Fisika Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v9i1.19421

Abstract

Kajian mengenai karakteristik sifat mekanik benang merupakan hal yang sifatnya sederhana namun penting dilakukan demi berkembangnya penelitian mengenai serat dan benang. Pada penelitian ini digunakan dua jenis benang di pasaran yakni benang wol dan benang kasur. Karakterisasi meliputi kekuatan benang, elongasi, tenacity dan modulus Young. Berdasarkan hasil uji tarik didapatkan nilai kekuatan, elongasi dan tenacity dari benang. Nilai kekuatan benang wol berkisar 1269,09gram-1551,32gram. Dari kurva hasil uji tarik dapat diestimasi nilai modulus Young dari benang wol yang ada di pasaran yaitu 295 MPa-439 MPa. Sedangkan untuk hasil karakterisasi benang kasur di pasaran didapatkan bahwa benang mampu menahan beban maksimum 4794,12 gram-5895,45gram dan nilai modulus Young dari benang kasur didapatkan nilai 389,7MPa-495,29 MPa.