cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL FISIKA
ISSN : 20881509     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Terbit dua kali setahun pada bulan Mei dan November. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian konseptual Fisika Teoritik, Fisika Material, Fisika Medik, Fisika Nuklir, Fisika Komputasi dan Fisika Bumi.
Arjuna Subject : -
Articles 153 Documents
DEPOSISI LAPISAN TIPIS FOTO KATALIS SENG OKSIDA (ZnO) BERUKURAN NANO DENGAN TEKNIK PENYEMPROTAN DAN APLIKASINYA UNTUK PENDEGRADASI PEWARNA METHYLENE BLUE Heri Sutanto; Iis Nurhasanah; Eko Hidayanto; Zaenal Arifin
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3969

Abstract

Material seng oksida (ZnO) adalah salah satu semikonduktor oksida dengan celah pita energi 3,2 eV yang bersifat fotokatalis dapat digunakan untuk mendegradasi polutan berwarna seperti metylene blue (MB). Pada penelitian ini telah berhasil dideposisi lapisan tipis ZnO di atas substrat kaca dengan metode sol-gel teknik penyemprotan/spray coating. Gel ZnO 0,5 M disintesis dengan melarutkan Zinc acetate dehydrate ke dalam larutan isopropanol dan monoethanolamine pada temperatur ruang dengan perbandingan molar dari MEA dan ZnAc yaitu 1:1. Kemudian larutan diaduk menggunakan pengaduk magnetik pada temperatur 70oC selama 30 menit hingga didapatkan gel ZnO yang jernih dan homogen. Gel ZnO diletakkan pada spray hole dan disemprotkan pada substrat kaca yang telah dipanasi sampai temperatur 250oC. Lapisan hasil penyemprotan selanjutnya di sintering pada temperatur 400oC selama 1 jam. Hasil deposisi lapisan ZnO bersifat transparan dengan nilai transmitansi sebesar 71,4% dan semakin menurun dengan penurunan panjang gelombang yang dikenakan pada lapisan. Hasil pengujian komposisi dengan energy dispersive of X-Ray (EDX) menunjukkan bahwa komposisi seng (Zn) lebih sedikit daripada oksigen (O) dengan perbandingan Zn:O = 46,13% : 53,87%. Hasil uji citra Scanning electron microscopy (SEM) menunjukkan lapisan tipis ZnO mempunyai permukaan yang halus dan homogen dengan ukuran grain sebesar 57 nm dan ketebalan lapisan sebesar 204 nm. Hasil uji ultra violet visibel (UV Vis) spectrophotometer diperoleh nilai celah pita energi ZnO sebesar 3,01 eV. Dari informasi celah pita energi lapisan ZnO ini digunakan untuk aplikasi pendegradasi pewarna MB 100 ppm. Hasil uji aktifitas fotokatalis menunjukkan bahwa lapisan tipis ZnO telah mampu mendegradasi MB 100 ppm hingga 96,5% (menjadi bening) selama 6 jam dibawah iradiasi sinar matahari.
ANALISIS FUNGSI ENERGI DAN GELOMBANG UNTUK POTENSIAL MANNING ROSEN DIMENSI-D - Suparmi; - Cari; Luqman H
Jurnal Fisika Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i2.3825

Abstract

Pendekatan analisis persamaan Schrödinger dimensi-D untuk potensial non sentral Manning Rosen diselidiki dengan menggunakan metode Nikiforov-Uvarov.   Pendekatan ini digunakan untuk memperoleh nilai fungsi energi dari potensial Manning Rosen dimensi-D dengan pendekatan parameter  Nikiforov-Uvarov.   Fungsi gelombang radial dimensi-D potensial Manning Rosen diperoleh dengan bentuk umum Polinomial Jacobi.
PENGARUH POSISI STACK TERHADAP FREKUENSI RESONANSI PADA TABUNG RESONATOR TERMOAKUSTIK Sigit Ristanto; Affandi Faisal Kurniawan; Choirul Huda
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3960

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh posisi stack dalam tabung resonator termoakustik terhadap frekuensi resonansi. Posisi stack ditaruh pada jarak 10 cm, 30 cm, dan 50 cm. Data frekuensi diambil menggunakan mikrofon yang dipasang pada ujung resonator. Mikrofon tersebut dihubungkan dengan laptop yang telah terisntall software sound card oscilloscope V1.40. Hasil penelitian menunjukkan variasi posisi stack tidak berpengaruh terhadap frekuensi resonansi, tetapi berpengaruh terhadap amplitudo maksimum pada masing-masing frekuensi resonansi. Amplitudo maksimum frekuensi resonansi terendah terjadi di tengah-tengah tabung resonator sedangkan amplitudo frekuensi resonansi terbesar terjadi pada ujung terjauh dari sumber bunyi.
PENGUKURAN INDEKS BIAS ZAT CAIR MELALUI METODE PEMBIASAN MENGGUNAKAN PLAN PARALEL Achmad Zamroni
Jurnal Fisika Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i2.3818

Abstract

Beberapa metode dapat dilakukan untuk menentukan indeks bias zat cair, namun metode yang ada saat ini penggunannya cukup rumit dan memakan banyak biaya. Oleh karena itu, perlu adanya metode yang mudah dan sederhana sebagai alternatif mengukur nilai indeks bias zat cair tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur indeks bias zat cair melalui metode pembiasan menggunakan plan paralel. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks bias air, alkohol dan gliserin sebesar 1,304±0,043; 1,374±0,045; dan 1,504±0,044. Nilai indeks bias tersebut masih berada pada rentang nilai indeks bias data laboratorium yaitu 1,333(air); 1,361(alkohol); dan 1,500(gliserin). Ternyata metode pembiasan menggunakan plan paralel dapat menjadi alternatif dalam menentukan indeks bias zat cair.
KARAKTERISTIK ENERGI GAP (Eg) KOMPOSIT ZnO/KARBON AKTIF DARI TANDAN SAWIT(Elaeis guineensis Jack)) UNTUK APLIKASI SEL SURYA Wati, Rahma; Fadlly, Teuku Andi; Harmawan, Tisna
Jurnal Fisika Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v9i2.23334

Abstract

Characteristics energy gap (Eg) composite ZnO/activated carbon from palm bunches (Elaeis guineensis Jack) for solar cell applications have been made. Zinc Oxide or ZnO is an n-type semiconductor having an Eg of 3.37 eV. This is an alternative material that attracts attention to be applied to solar cell devices. Commercial ZnO powder is used and activated carbon from Empty Fruit Bunch (TKS). The formation of activated carbon from the TKS was carried out by chemical activation and carbonization methods at 600 ° C for 1 hour. Composite ZnO / activated carbon from TKS will be done by the method of solid state. Variations in activated carbon from the TKS varied 0, 15, 30, 45 wt.%. The composite was tested by Uv-Vis to produce a graph (hvα) ½ vs hv (eV). The graph gives the characteristics of Eg ZnO / activated carbon composite by Tauc, s plot method. The results produced the lowest Eg in the ZnO / C 45 wt.% Composite, which was 3.20 eV. Increasing activated carbon in ZnO / activated carbon composites decreases the value of Eg. 
ULTRAHIGH MAGNETIC FIELD OPTICAL STUDY OF SINGLE-WALLED CARBON NANOTUBES FILM Mukhtar Effendi; Hiroyuki Yokoi; Nobutsuga Minami; Eiji Kominama; Shojiro Takeyama
Jurnal Fisika Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v1i2.1642

Abstract

Excitons in Single-Walled Carbon Nanotubes (SWNTs) have emerged as an ideal candidate for exploring one-dimensional (1-D) exciton physics. Exciton states which dominate optical properties of SWNTs even at room temperature, are not clarify yet. The optical absorption spectra of aligned SWNTs films under ultra high magnetic fields up to 190 T are examined to investigate this issue. Shifting and splitting of the absorption peaks due to Aharonov-Bohm effect was observed clearly above 80 T in the configuration where the magnetic fields were applied in parallel to the alignment of SWNTs. The lowest singlet exciton state has been determined through the analysis of energy splitting of excitons by the application of magnetic fields.   Keywords: blue shift, optically active, optically inactive, red shift, single-turn coil system
Pengaruh Penambahan SiO2 Hasil Ekstraksi Sekam Padi Pada Sintesis Natrium Superionik Konduktor (NASICON) dan Sifat Konduktivitas Ionik Baterai Elektrolit Padat Hariyati Purwaningsih; Syifa' Errahmah; Yohan Ervianto; Haniffudin Nurdiansyah; Yenni Rahmawati; Diah Susanti
Jurnal Fisika Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v8i2.16979

Abstract

Energi merupakan isu hangat yang selalu diperlukan inovasi dari tahun ke tahun. Salah satu inovasi di dalamnya adalah bidang material penyimpan, contohnya baterai. Baterai memiliki tiga komponen utama, yakni anoda, katoda, elektrolit. Elektrolit memiliki sifat sebagai penghantar (konduktor) ion yang baik dikenal dengan dua macam, cair dan padat. Beberapa peneliti memperkenalkan NASICON (Na1+xZr2SixP3-xO12) sebagai struktur konduktor ion yang memungkinkan ion Na+ bergerak secara tiga dimensi. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan SiO2 hasil ekstraksi dari sekam padi pada pembentukan fasa NASICON dan konduktivitasionik pada baterai elektrolit padat. Proses pembentukan NASICON menggunakan metode sol-gel dari NaOH, SiO2, H3PO4 dan ZrOCl2.8H2O. SiO2 untuk pembentukan NASICON diekstrak dari sekam padi dengan metode acid-leaching. Hasil dari XRD menunjukkan bahwa silika hasil ekstraksi berbentuk amorf. Hasil SEM pada silika memperlihatkan bahwa morfologi silika berporoos. Hasil FTIR ekstraksi silika menunjukkan bahwa adanya ikatan Si-O-Si pada sampel. Hasil XRD NASICON menunjukkan bahwa struktur sebelum pemanasan kedua adalah monoklinik, sedangkan setelah melalui proses kompaksi dan pemanasan kembali berstruktur rhombohedral. Hasil LCR menunjukkan bahwa Nyquist Plot dari ketiga komposisi bersifat semikonduktor dengan konduktivitas tertinggi dimiliki oleh NASICON dengan komposisi x=2. Jadi dapat disimpulkan bahwa penambahan fraksi mol SiO2 pada NASICON tidak menghasilkan perubahan struktur kristal, namun sintering ulang hingga 1000oC menghasilkan transformasi struktur kristal monoklinik ke rhombohedral. Selain itu, nilai konduktivitas semakin tinggi pada penambahan nilai fraksi mol (x) namun akan menurun seiring dengan kenaikan fraksi mol ≥ 2Energi merupakan isu hangat yang selalu diperlukan inovasi dari tahun ke tahun. Salah satu inovasi di dalamnya adalah bidang material penyimpan, contohnya baterai. Baterai memiliki tiga komponen utama, yakni anoda, katoda, elektrolit. Elektrolit memiliki sifat sebagai penghantar (konduktor) ion yang baik dikenal dengan dua macam, cair dan padat. Beberapa peneliti memperkenalkan NASICON (Na1+xZr2SixP3-xO12) sebagai struktur konduktor ion yang memungkinkan ion Na+ bergerak secara tiga dimensi. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan SiO2 hasil ekstraksi dari sekam padi pada pembentukan fasa NASICON dan konduktivitasionik pada baterai elektrolit padat. Proses pembentukan NASICON menggunakan metode sol-gel dari NaOH, SiO2, H3PO4 dan ZrOCl2.8H2O. SiO2 untuk pembentukan NASICON diekstrak dari sekam padi dengan metode acid-leaching. Hasil dari XRD menunjukkan bahwa silika hasil ekstraksi berbentuk amorf. Hasil SEM pada silika memperlihatkan bahwa morfologi silika berporoos. Hasil FTIR ekstraksi silika menunjukkan bahwa adanya ikatan Si-O-Si pada sampel. Hasil XRD NASICON menunjukkan bahwa struktur sebelum pemanasan kedua adalah monoklinik, sedangkan setelah melalui proses kompaksi dan pemanasan kembali berstruktur rhombohedral. Hasil LCR menunjukkan bahwa Nyquist Plot dari ketiga komposisi bersifat semikonduktor dengan konduktivitas tertinggi dimiliki oleh NASICON dengan komposisi x=2. Jadi dapat disimpulkan bahwa penambahan fraksi mol SiO2 pada NASICON tidak menghasilkan perubahan struktur kristal, namun sintering ulang hingga 1000oC menghasilkan transformasi struktur kristal monoklinik ke rhombohedral. Selain itu, nilai konduktivitas semakin tinggi pada penambahan nilai fraksi mol (x) namun akan menurun seiring dengan kenaikan fraksi mol ≥ 2
Analisis Perubahan Densitas Bawah Permukaan Berdasarkan Data Gaya Berat Mikro Antar Waktu, Studi Kasus Di Semarang M. Ahganiya Naufal; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Fisika Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v5i2.7407

Abstract

Telah dilakukan penelitian gaya berat antar waktu di wilayah Kota Semarang untuk mengetahui dinamika air tanah. Metode gaya berat antar waktu dapat diaplikasikan untuk mengetahui perubahan air tanah karena pada dasarnya metode gaya berat antar waktu mendeteksi perubahan gaya berat akibat perubahan rapat massa. Pengukuran gaya berat antar waktu dilakukan sebanyak tiga periode yaitu periode Mei 2013 dan periode Mei 2014 dengan menggunakan gravimeter Scintrex Autograv CG-5. Citra yang dihasilkan dari penelitian ini berupa persebaran data gaya berat antar waktu dan hasil inversi perubahan densitas dalam rupa 3D. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai perubahan densitas positif pada kedalaman 30 meter terdapat pada daerah Barusari, Mugassari, Bulu, Kalibanteng, Simpang Lima, dan Tugu Muda yang terindikasi terjadi penambahan air tanah dangkal sementara pada daerah Bandarharjo, Panggung Lor, Kuningan, Dadapsari dan Tanjung Emas yang merupakan penanda peristiwa intrusi air laut pada kedalaman 30 meter dan pada daerah Krobokan, Tawangmas, Panggung Lor, Bandarharjo, Kemijen, Mlatiharjo, Rejosari, Bulu Lor, Bangunharjo, Kranggan, Purwodinatan dan Karangampel merupakan daerah dengan nilai perubahan densitas negatif yang diduga terjadi pengurangan air tanah dangkal. Pada kedalaman 140 meter, bagian barat daya hingga selatan lokasi penelitian telah mengalami pengurangan air tanah sedangkan bagian barat-utara-timur penelitian, sebagian besar telah mengalami penambahan air tanah.
PENENTUAN PROFIL KETEBALAN SEDIMEN LINTASAN KOTA MAKASSAR DENGAN MIKROTREMOR Muhammad Hamzah Syahruddin; Sabrianto Aswad; Erni Fransisca Palullungan; - Maria; - Syamsuddin
Jurnal Fisika Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v4i1.3861

Abstract

Di kota metropolitan yang jauh dari fokus gempa besar misalnya Kota Makassar, getaran yang paling banyak mempengaruhi kontruksi bangunan adalah gempa mikro yang bersumber dari getaran mesin, angin, tumbuhan dan aktivitas manusia. Sumber getaran di permukaan bumi dapat menyebabkan tanah di sekitarnya beresonansi. Resonansi pada lapisan tanah yang terjadi secara periodik disebut gempa mikro atau mikrotremor. Hasil pengukuran mikrotremor dari arah Kabupaten Gowa ke Kota Makassar menjadi fokus analisis dalam penelitian ini. Studi mikrotremor ini bertujuan mengetahui berapa besar frekuensi resonansi, tingkat kerentanan seismik dan pendugaan ketebalan lapisan sedimen pada lintasan mikroteremor yang dibuat melewati daerah Gowa sampai kota Makassar. Frekuensi resonansi lintasan mikrotremor Gowa-Makassar sangat bervariasi mulai dari 0,647 – 11,698 Hz, dengan frekuensi resonansi rata-rata berada pada 6,29 Hz. Nilai indeks kerentanan seismik lintasan mikrotremor Gowa-Makassar berada pada interval nilai 0,15 – 30. Tingkat kerentanan seismik Gowa-Makassar cenderung semakin besar ke arah topografi yang lebih tinggi. Hasil perhitungan ketebalan sedimen lintasan mikrotremor Gowa-Makassar menggunakan teknik S/R adalah 6 – 66 m.
Penentuan dan Analisis Resistivitas Thin Film dengan Identifikasi Sampel Menggunakan Metode Image Processing Isnaini, Vandri Ahmad; Wirman, Rahmi Putri; Wirman, Shabri Putra; Salma, Hayyu
Jurnal Fisika Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v10i2.25709

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan dan analisis nilai resistivitas thin film dengan identifikasi ukuran sampel menggunakan metode image processing. Penelitian ini berupa perancangan, pengembangan, percobaan, dan analisis data percobaan. Analisis data percobaan dilakukan untuk melihat tingkat akurasi pada alat ini. Sampel yang diukur adalah thin film berbahan dasar Nikel Kobalt. Dari hasil percobaan, didapatkan bahwa alat ini bekerja dengan baik, walaupun digunakan untuk pengukuran sampel ukuran kecil. Alat juga memberikan data resistivitas yang akurat, dengan deviasi data yang kecil dibandingkan dengan data pengukuran secara manual. Pola yang dihasilkan dari hasil pengukuran alat ini dapat memberikan kesimpulan tentang pengaruh resistivitas terhadap variasi komposisi bahan dasar thin film.

Page 11 of 16 | Total Record : 153