cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL FISIKA
ISSN : 20881509     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Terbit dua kali setahun pada bulan Mei dan November. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian konseptual Fisika Teoritik, Fisika Material, Fisika Medik, Fisika Nuklir, Fisika Komputasi dan Fisika Bumi.
Arjuna Subject : -
Articles 153 Documents
IDENTIFIKASI KADAR UNSUR YANG TERKANDUNG DALAM HEWAN DI SUNGAI GAJAHWONG YOGYAKARTA DENGAN METODE AANC (ANALISIS AKTIVASI NEUTRON CEPAT) Cahaya Rosyidan; - Sunardi; Dwi Yulianti
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3961

Abstract

Sungai Gajahwong merupakan salah satu sungai besar yang ada di Yogyakarta. Sungai Gajahwong sangat rentan sekali tercemar beberapa zat logam berat dikarenakan daerah aliran sungai ini melewati rumah sakit, pabrik- pabrik, hotel, limbah dosmetik bahkan pabrik pewarnaan kulit hewan yang secara kumulatif berdampak pada lingkungan. Pengawasan atau monitoring terhadap sungai Gajahwong diperlukan untuk mendukung program Prokasih ( Program Kali Bersih ) yang telah ditetapkan oleh pemerintah Yogyakarta. Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah unsur apa saja yang dapat dideteksi pada sampel hewan, berapa kadarnya dan apakah ada hubungan antar lokasi pengambilan sampel?. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi unsur-unsur yang terkandung pada sampel hewan yang hidup di bantaran sungai Gajahwong kemudian menentukan kadarnya serta menentukan hubungan antar lokasi dengan metode ANOVA. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif untuk menentukan jenis unsur dan analisis kuantitatif untuk menghitung kadarnya. Hasil analisis kualitatif berhasil mengidentifikasi 5 unsur pada sampel hewan di sungai Gajahwong Yogyakarta. Kelima unsur tersebut adalah nitrogen (N), ferrum (Fe), magnesium (Mg), phospor (P), dan klorin (Cl). Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar N adalah 7166 - 105119 ppm, kadar Fe 58 - 301 ppm, kadar Mg 180 - 1209 ppm, kadar P 5293 - 49844 ppm, kadar Cl 772 - 4099 ppm. Penentuan hubungan antar lokasi secara statistik menggunakan ANOVA menunjukan nilai F hitung sebesar 0,866 dengan nilai signifikansi sebesar 0,532.
PENENTUAN KECEPATAN SUDUT MOTOR LISTRIK MANUAL DENGAN VARIASI KEBUTUHAN JUMLAH LILITAN DAN TEGANGAN LISTRIK Ahmad Khoiri; - Masturi
Jurnal Fisika Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i2.3817

Abstract

Penentuan kecepatan sudut dalam motor listrik diperlukan suatu alat yang bisa mengkonkretkan konsep gaya Lorentz menjadi energi mekanik, sehingga diharapkan analisis masalah dan konsep gaya Lorentz  jadi lebih mudah. Kecepatan sudut motor listrik manual diperoleh 17,33 rad/s pada variasi lilitan 280, 330 dan 380 yang memenuhi persamaan  y = 0.054x - 0.657 dan R² = 0.842 artinya 84.2% dari seluruh variasi jumlah lilitan dapat diterangkan oleh regresi, dan 5,8 % lagi yang tidak dapat diterangkan model yang digunakan termasuk ketidaktelitian dalam pengamatan. Sedangkan 19,15 rad/s kecepatan sudut pada variasi  tegangan dengan y= -1.015x + 10.00 dan R2 0,980 artinya 98 % kontribusi variasi tegangan 6, 9 dan 12 volt terhadap besarnya kecepatan sudut motor listrik manual. Sehingga dua variabel yang di variasi ini memenuhi kebutuhan pada penentuan kecepatan sudut motor listrik, semakin besar kecepatan sudut yang dihasilkan semakin besar lilitan dan tegangan yang dibutuhkan.
Karakterisasi Reservoar Batuan Serpih Menggunakan Simultaneous Inversion di Lapangan “TAF”, Formasi Baong Bawah, Cekungan Sumatra Utara Rosid, Mohammad Syamsu
Jurnal Fisika Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v9i2.23956

Abstract

Penelitian tentang karakterisasi reservoar batuan serpih telah dilakukan di lapangan “TAF”, Cekungan Sumatra Utara. Formasi Baong Bawah menjadi target dalam penelitian ini. Parameter impedansi-P dan impedansi-S yang dihasilkan dari metode inversi simultan digunakan dalam studi ini untuk mengidentifikasi litologi batuan dan kandungan fluida di zona target. Analisis stacking sudut secara parsial dilakukan dalam 3 kelompok besar: stacking sudut dekat (1-19°), stacking sudut menengah (19-36°) dan stacking sudut jauh (36-53°). Hasil inversi simultan menunjukkan adanya lapisan batuan serpih (shale) yang dominan di daerah ini dengan nilai impedansi-P dalam interval 4.000-8.000 (m/s)*(gr/cc), impedansi-S dalam interval 1.500-3.000 (m/s)*(gr/cc) dan nilai densitas batuannya dalam range 2.2-2.5 g/cc. Adapun nilai impedansi-P dalam interval 8.000-12.000 (m/s)*(gr/cc), impedansi-S dalam interval 3.000-5.700 (m/s)*(gr/cc) dan densitas batuan dalam range 2.5-2.75 g/cc dimiliki oleh batuan dasar dari Formasi Baong Bawah yang berasosiasi dengan dominasi batuan pasir dan karbonat. Namun demikian, hasil inversi impedansi-P dan Lambda-Rho begitu juga hasil analisa crossplot dari AI vs SI dan kurva LMR, semuanya tidak mengindikasikan adanya fluida hidrokarbon di lapisan ini.
Klasifikasi Kasus COVID-19 dan SARS Berbasis Ciri Tekstur Menggunakan Metode Multi-Layer Perceptron Azzahra, Jannatul Firdausa; Sumarti, Heni; Kusuma, Hamdan Hadi
Jurnal Fisika Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v12i1.35685

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus corona sebagai sindrom pernafasan akut parah. SARS (Severe Acute Respiratoty Syndrome) merupakan gangguan saluran pernapasan yang disertai gejala saluran perncernaan disebabkan oleh corona virus. Penelitian ini bertujuan untuk membedakan pasien COVID-19 dan SARS berdasarkan ciri tekstur dengan metode Multi-Layer Perceptron (MLP). Metode yang digunakan dalam penelitain ini terdiri dari tiga tahap, tahap pertama adalah pre-processing, tahap kedua adalah ekstraksi ciri tekstur menggunakan histogram dan GLCM (Gray Level Co-occurrence Matrix), dan tahap ketiga adalah klasifikasi data menggunakan metode Multi-Layer Perceptron (MLP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra pasien SARS memiliki rerata kecerahan lebih tinggi, memiliki kontras lebih tajam, dan tingkat penyebaran data dalam piksel citra rontgen toraks lebih acak dibandingkan dengan citra pasien COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menghasilkan akurasi, sensitivitas, dan spesifisitas yang sama, yaitu sebesar 91,67%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ciri tekstur mampu membedakan citra rontgen toraks pasien COVID-19 dan SARS secara akurat, sehingga dapat menjadi perangkat tambahan untuk memudahkan tenaga kesehatan.
Studi Awal Fabrikasi Sel Surya Murah Menggunakan TiO2 Sebagai Material Penyerap Foton dengan Deposisi Ion-Ion NaCl Rahman, Dui Yanto; Sulistyowati, Rita; Munir, Rahmawati; Margareta, Desyana Olenka; Utami, Fisca Dian
Jurnal Fisika Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v12i1.33428

Abstract

Deposisi partikel tembaga sebagai jembatan elektron bagi sel surya berbasis TiO2 masih meninggalkan permasalahan berupa tidak sederhana dan efektifnya metode yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengganti deposisi partikel tembaga yang menggunakan metode elektroplating dengan deposisi ion NaCl. Sel surya berbasis TiO2 telah difabrikasi dengan  deposisi ion NaCl di antara partikel TiO2. Ion dideposisikan dengan mendispersikan NaCl dalam air sebelum dimasukkan serbuk TiO2. Larutan tersebut kemudian dideposisikan di atas substrat Fluorine Tin Oxide (FTO) menggunakan metode tetesan (droplet) disertai pemanasan dengan suhu 200oC selama satu jam. Kandungan NaCl divariasikan dari 1-9 % relatif terhadap  TiO2. Keberadaan ion di antara partikel penyerap foton dapat meningkatkan efisiensi sel surya dari 0.04% untuk kandungan NaCl sebesar 1% sampai mencapai titik optimum 0.73% untuk kandungan NaCl sebesar 7%. Kandungan NaCl di atas 7 % menyebabkan efisiensi sel surya kembali turun.
Karakterisasi Sifat Penyerapan Nata de Coco Kering Terpadatkan Terhadap Bolu Rahmayanti, Handika Dany; Ardiani, Septia; Akmalia, Nurul; Kartika, Tipri Rose; Suryani, Meuthia
Jurnal Fisika Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v12i1.33429

Abstract

Pada penelitian ini kami mensintesis nata de coco (NDC) dengan metode standar. Kemampuan daya serap air (absorbsi) dari NDC kering terpadatkan ini juga kami selidiki. Pada pengujian absorbs kami juga membandingkan dengan NDC komersial yang ada di pasaran. Guna mengetahui prospek komersial, absorsivitas air silika gel juga diuji. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa NDC kering terpadatkan mampu menyerap kelembaban air yang sebanding dengan absorpsivitas silika gel komersial. Ketiga merek NDC yakni NDC pada sampel merek B, C, dan F menunjukkan penyerapan lebih tinggi dibandingkan silika gel dan nilai ini terus mengalami kenaikan mulai hari ke-1 sampai hari ke-5. Jumlah air yang terserap oleh sampel nata de coco pada hari ke-5 yakni sebesar 15,087% (B); 21,86% (C) dan 22,664% (F). Nilai ini lebih besar bila dibandingkan penyerapan oleh silika gel pada bolu yakni sebesar 15,532%. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa nata de coco mempunyai daya serap yang cukup tinggi.
Simulasi Orbit Planet Eksentrisitas Tinggi dengan Metode Leapfrog Hasanuddin, Hasanuddin
Jurnal Fisika Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v12i1.33744

Abstract

Penelitian ini mengkaji orbit, galat energi, dan besaran aksi dalam simulasi planet mengorbit bintang dengan menggunakan metode leapfrog dan langkah waktu konstan. Sebuah modul program dibuat dalam bahasa pemrograman Python 3. Nilai posisi dan kecepatan awal planet diatur sedemikian rupa sehingga eksentrisitas orbit bernilai 0,75. Hasil simulasi menunjukkan galat energi yang memiliki nilai batas tertentu yang cenderung konstan. Secara visual, nilai besaran aksi yang diwakili oleh luas daerah yang dibatasi oleh kurva ruang fasa tidak berubah. Hal ini disebabkan oleh sifat time-symmetric dan symplectic dari metode leapfrog. Akan tetapi, pergeseran fasa orbit tetap terjadi. Sebagai perbandingan, metode Runge-Kutta orde 2 yang tidak time-symmetric dan non-symplectic menghasilkan galat energi dan besaran aksi yang meningkat secara linier. Selain itu, pergeseran fase metode Runge-Kutta orde 2 terlihat lebih besar dari pergeseran fase metode leapfrog. Hal ini menunjukkan metode leapfrog sangat cocok dipakai untuk simulasi planet dalam jangka waktu yang sangat lama.
Identification of Clay Element Content in Fabric Dyeing Process Using X-Ray Fluorescence Spectrometry Nengsih, Reni Fitria; Rifai, Hamdi; Dwiridal, Letmi; Akmam, Akmam; Fauzi, Ahmad; Yusrizal, Yusrizal
Jurnal Fisika Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v12i1.34991

Abstract

Clay in West Sumatra has been used as a natural dye for batik, so the batik is known as clay batik. The dyeing of the cloth is done by boiling and soaking the clay together with the cloth for 10 days. The color of the fabric is caused by certain elements present in the clay. Currently, no one has investigated the changes in elemental content due to the dyeing process. This research aims to investigate the changes in the concentration of the elements that affect the color of the fabric. Samples were taken from 4 areas, namely Solok, Sijunjung, Lima Puluh Kota, and Pesisir Selatan with a total of 8 samples, of which 4 samples were measured before the staining process and 4 more samples after the staining process. Changes in the elemental content of clay were investigated using X-Ray Fluorescence (XRF). The results of the study showed changes in the content of the dominant element, namely Al, Si, and Fe contained in samples CL-PYKLN 2A and CL-TJG GDG 210422. While the samples CL-PSB-SJJ 210421 and CL-SPPS 1 210314 the change in the concentration of the elemental content was not too significant. The elements that cause colored cloth are all elements in clay, but the dominant element in coloring cloth is Fe.
Evaluasi Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai Dasar Penentuan SSDE (Size-Specific Dose Estimate) pada Pemeriksaan CT Scan Abdomen Sari, Ni Larasati Kartika; Prataminingsih, Prataminingsih; Santoso, Budi
Jurnal Fisika Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v12i2.40396

Abstract

SSDE (Size-Specific Dose Estimate), merupakan parameter dosis CT Scan yang sudah memasukkan komponen ukuran tubuh pasien, yaitu diameter efektif (DE). SSDEDE kurang menggambarkan dosis pasien karena pengukuran DE hanya pada midslice citra. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan indeks massa tubuh (IMT) sebagai alternatif ukuran DE, untuk mendapatkan SSDE CT Scan Abdomen. Analisis paired sample t-test, uji t parsial, uji linearitas (ANOVA) dan korelasi (pearson correlation) IMT terhadap DE, parameter dosis seperti, CTDIvol (Computed Tomography Dose Index-volumetric), DLP (Dose Length Product), dan SSDE dilakukan dari 64 data pasien. Hasil uji menyatakan bahwa IMT dan DE berbeda secara nyata, dan saling mempengaruhi. Nilai koefisien determinasi IMT-DE 0,854 (p 0,05) dan korelasinya 0,924 (p 0,001), yang berarti sangat kuat dan bersifat positif, sehingga IMT dapat digunakan sebagai alternatif ukuran pasien dalam menentukan SSDE. Hasil uji IMT dengan parameter dosis menunjukkan saling berbeda dan saling mempengaruhi. Hasil uji linearitas juga menunjukkan ketiganya memiliki hubungan yang linear. Nilai korelasi (r) = 0,930 untuk IMT-CTDIvol, r = 0,922 untuk IMT-DLP dan r = 0,846 untuk IMT-SSDEIMT dengan nilai p value ketiganya adalah p 0,001. Hal ini berarti koefisien korelasinya dapat dikategorikan sangat kuat dan bersifat positif.SSDE (Size-Specific Dose Estimate) is a CT Scan dose parameter that includes the patient's size component, effective diameter (ED). SSDEED still doesn’t represent the patient dose well because ED only measured in the image’s midslice. This study evaluates the use of body mass index (BMI), as an alternative size metric for the SSDE calculation in abdominal CT Scan. Paired sample t-test, partial t-test, ANOVA and Pearson correlation test between BMI, DE, dose parameters such as CTDIvol (Computed Tomography Dose Index-volumetric), DLP (Dose Length Product), and SSDE was performed in 94 data. The results show that  BMI and ED values are significantly different and influencing each other. The coefficient of determination of BMI-ED is 0.854 (p 0.05) and the correlation coefficient is 0.924 (p 0.001). This means that the correlation between BMI-ED is very strong, so BMI can be used as an alternative to replace ED in determining SSDE. BMI and dose parameters are also influencing each other and have linear relationship. The correlation value (r) of BMI-CTDIvol is 0.930, BMI-DLP is 0.922, and  BMI-SSDEBMI is 0.846  with the p value being p 0.001, means that the correlation can be categorized as very strong and positive.
Effect of Tube Voltage (kV) on Radiographic Image Quality of TOR-CDR Phantom Object Fauzya, Sholy Putri
Jurnal Fisika Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v12i2.39746

Abstract

The test object was selected in the form of a TOR-CDR phantom which was exposed to X-rays with a low tube voltage (kV) and adjusted the contrast enhancement in the radiographic image. The study of this method was carried out by varying the tube voltage (kV) from 60 kV-80 kV and increasing contrast from 5%-30%. Based on the tests carried out, increasing the tube voltage (kV) can improve image quality, but increase the radiation dose received. However, giving enhancement can reduce tube voltage (kV) and improve image quality. The decrease in the average pixel value against the contrast on the TOR-CDR phantom follows the second order of polynomial equations, y=Ax2+Bx+. The coefficient A, B and C has linear relationship with the tube voltage (kV). The coefficient A has a decreasing trend and the coefficient B has an increasing tendency as the tube voltage (kV) increase. Meanwhile, the coefficient C shows the noise level in the image. Contrast enhancement can reduce the tube voltage (kV) used, but this contrast increase can only be done in a limited way. In this research, the maximum contrast enhancement limit in the image is 10% with 12-13 visible circles from 17 circles on the object.